Chapter 3: Rising Conflicts


Title : Broken Doll

Rated : M

Couple : Yunjae, Sibum (main), Haehyuk, Hanchul, ChangKyu7en

Genre : Romance/Drama

Warning:

NC. Smut. BDSM. Rape. PWP. BoyxBoy. Possible Mpreg.

Changmin dan Kyuhyun ada kemungkinan jadi SEKE alias Seme dan Uke, oke? 😉

Yang tidak kuat silakan kembali dan yang merasa yadong (termasuk saya) silakan melanjutkannya J cerita ini akan penuh dengan adegan Rated entah rape or non rape. Bear with me? 😉

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11

,

Don’t Like Don’t Read! GAK SUKA JANGAN BACA! NO BASHING!

Sepertinya chapter ini akan cukup panjang. Jangan bosan untuk membacanya ya ^^

Haehyuk is back XDD ’where fore art thou, HaeHyuk shipper?’ *plak*

Sisany enjoy reading ^^

.

.

Malam telah tiba, sang rembulan telah menjalankan tugasnya membiarkan sahabatnya sang mentari untuk beristirahat. Di mansion seorang Jung Yunho, tepatnya di dalam ruangan tidurnya, sang pemilik rumah sedang terduduk di atas ranjang. Tangannya dengan lembut mengelus pipi Jaejoong yang mulus dan berisi. Sorot matanya terlihat lembut, berbeda dengan tadi pagi ketika dia berhubungan badan dengan Jaejoong.

Dollnya itu sendiri sedang tertidur lelap, memeluk perut Yunho dengan erat. Punggung Yunho dia sandarkan pada ujung tempat tidur. Kepalanya melihat ke atas. Langit-langitnya terbuat dari kaca transparan sehingga mereka seperti tidur di bawah lautan bintang. Matanya menikmati pemandangan di hadapannya. Sudah lama dia tidak merasa sedamai ini. Dia menghela nafas sejenak kemudian membaringkan tubuhnya, bermaksud untuk menyusul Jaejoong ke alam mimpi.

Kepalanya dihadapkan pada wajah Jaejoong yang tertidur pulas. Seulas senyuman terukir di wajah mungil Yunho. Tangan kirinya mengelus pipi kanan Jaejoong dengan elus menarik kepala namja itu mendekat ke arahnya hingga akhirnya bibirnya bersentuhan dengan kening Jaejoong. Dia mengecup kening dollnya dengan pelan, lembut, penuh kasih. ”Mianhae, boo. Saranghae.” bisiknya pelan sebelum dia menutup kedua mata elangnya dan tertidur.

Tak lama ketika Yunho sudah menuju ke alam mimpi, kedua bola mata Jaejoong terbuka lebar, penuh dengan rasa sendu di dalamnya. Dia masih bisa merasakan kehangatan dari namja yang terbaring bersamanya sekarang. Tubuhnya bergetar hebat memikirkan bahwa semua ini salahnya. Dengan tenaga yang tersisa, dia menarik tangannya dari perut Yunho dengan hati-hati, tak ingin membangunkan Yunho –lebih tepatnya siapa yang di dalam Yunho.

Langkahnya sedikit gontai. Dia menarik kakinya dengan sekuat tenaga menuju ke arah kamar mandi. Sesampainya di sana, dia segera menguncinya, tak ingin ada yang menganggu aktivitasnya termasuk seorang Jung Yunho. Dia memutar kran air menimbulkan bunyi curahan air. Tangannya menampung air yang mengalir keluar dari kran kemudian mencuci mukanya yang terlihat sedikit lembab dan berantakan.

Air mata menetes perlahan dari kedua mata beningnya. Ini menyakitkan. Sangat menyakitkan. Jika saja dia tidak bodoh, andai dia tidak naif. Tetapi sekarang semuanya terlambat. Dia sudah tak bisa kembali seperti dulu. Hubungan mereka sudah tidak bisa sama lagi. Semenjak dia menjadi doll, dia muncul dan mengambil alih tubuh Yunho. Yunhonya yang terlihat kuat di depan, namun mempunyai hati yang lembut dan lemah. Yunhonya yang sekarang sudah tidak tahu ada di mana. Entah masih tersisa atau tidak di dalam tubuh Yunho yang sekarang karena sekarang U-know lah yang berkuasa.

Tetapi, Jaejoong tak bisa menyalahkan U-know, dia hanya bisa menyalahkan dirinya yang sudah tidak menjadi Jung Jaejoong lagi, dirinya sekarang hanyalah seorang Hero Jaejoong, sebuah doll untuk memuaskan nafsu masternya, Jung Yunho –atau U-know.

Jaejoong masih berharap bahwa Yunho akan kembali dan dia percaya Yunho akan kembali. Dia bisa merasakannya bagaimana kemarin Yunho membopongnya dengan lembut ke atas ranjang, bagaimana dia bisa melirik suaminya itu meneteskan air mata. Oh, mungkin sebentar lagi Yunho akan kembali…

Tapi, kapan? Dia sudah tidak bisa bertahan lama. Sungguh. Yunho harus kembali secepatnya atau mereka berdua akan menyesal.

Tangan kanan Jaejoong mencoba meraih sesuatu di dalam kotak obat. Ketika ditemukan apa yang dicarinya, dia melihat apa yang dipegangnya. Sebuah kotak panjang terdapat dua garis merah. Di sisi lain, di pergelangan tangan kirinya terdapat dua bekas suntikan yang di tengahnya bertuliskan, ’S-02’.

.

.

Broken Doll

”Rising Conflicts”

20130126-233544.jpg

By eL-ch4n

28.02.2012

.

.

America, Se7en’s mansion, 08.00 a.m.

Sekali lagi Changmin berdiri di depan pintu mahagoni itu dan seperti hari-hari sebelumnya, dia akan melakukan tugasnya. Belum sempat dia mengetuk, pintu tersebut telah terbuka, namun tak ada yang menariknya, tak ada yang mendorongnya ke dinding. Dengan ragu, dia berjalan masuk ke dalam. Samar-samar telinganya mendengar sesuatu dan semakin lama semakin jelas ketika dia sudah berada di depan kamar tidur dari masternya. Sesuatu yang berupa desahan dan erangan.

”Hah…aahhh….ohhh…faster…hahh…” Suara itu, dia tahu milik siapa suara itu. Park Hanbyul bukan Choi Hanbyul, mistress sekaligus istri dari masternya.

”Hahhh…tight…as usual…hah…urghh…cum…” Dan tentunya tidak perlu otak sejenius Einstein untuk mengetahui bahwa suara itu milik masternya, Choi Dong Wook atau yang dia panggil Se7en.

Kedua tangan Changmin dikepalnya dengan erat hingga memerah. Dia tidak mengerti untuk apa dia diperintahkan untuk datang jika hanya untuk mendengar hubungan intim suami istri tersebut. Sungguh. Lebih baik dia kembali ke rumah kecilnya dan menghabiskan waktu dengan Kyuhyun. Mungkin saja dia bisa menemukan sesuatu yang bisa membuatnya dan Kyuhyun keluar dari neraka ini.

Baru saja dia hendak berbalik, sebuah suara masuk ke dalam pikirannya. ”Pergi dan kau tahu akibatnya.

Sial, masternya baru saja mengirimkan telepati pada dirinya yang artinya dia harus menaati perintah itu apapun yang terjadi. Helaan nafas keluar dari dirinya. Dia tak menjawab masternya, tahu bahwa itu tidak ada artinya. Dengan malas dia menuju ke kumpulan rak buku yang ada di ruang kerja. Ruangan itu begitu luas, dibagi menjadi tiga bagian, ruang tamu –tempat pertama dia disetubuhi dengan kasar oleh masternya, ruang tidur – tempat di mana master dan istrinya berada sekarang, dan terakhir adalah ruang kerja yang sekarang dia datangi. Hanya ruang tidur dan ruang kerja yang memilik tamu sementara ruang tamu terletak di tengah membuat dia harus melewati ruang tamu terlebih dahulu sebelum ke ruang kerja masternya.

Mencoba untuk mengisi waktunya, matanya menelusuri setiap judul buku yang ada di rak yang ada di hadapannya. ’Tak ada yang menarik.’ pikirnya. Tapi, tiba-tiba saja matanya tertuju pada sebuah buku tebal berwarna hitam. Judul buku tersebut ditulis dengan tinta emasi, The Invincible War.

Invincible War?” gumamnya pelan. Kedua alis matanya terangkat melihat judul buku yang sekarang sudah ada di dalam tangannya. Dia cukup merasa heran ketika buku itu tidak seberat kelihatannya, malah bisa dikatakan buku itu cukup ringan, bahkan lebih ringan dari sebuah kitab.

Lembar demi lembar dia buka dengan perlahan. Matanya menulusuri setiap kata yang tertera di sana.

Perang.

Korban.

Rusia.

Rudal.

Amerika.

Kurang lebih beberapa kata itu menarik perhatiannya. Sepertinya buku itu menceritakan tentang perang yang terjadi setelah WW3 yang mengguncang dunia. Rusia dan Amerika melakukan sebuah perjanjian damai yang berisikan Rusia akan menarik Irak masuk ke dalam negara bagiannya dan menjaga agar Irak tak memulai perang lagi terhadap Amerika. Amerika sendiri bertugas memberikan biaya ganti rugi kepada setiap negara yang menjadi korban dari perang tersebut.

Kedua alis Changmin terangkat. Ada yang aneh dari perjanjian Treaty of Savior. Rasanya Amerika lebih dirugikan dalam kasus ini, mereka harus mengeluarkan biaya yang tidak cukup sedikit, namun Rusia hanya perlu mengawasi agar Irak tak berulah. Ada sesuatu yang disembunyikan. Changmin menelusuri lagi setiap kata pada halaman berikutnya.

Sesuatu akhirnya mengena di otaknya. Amerika memberikan ganti rugi perang sementara daerah Rusia dan sekitarnya tidak diberikan ganti rugi oleh Amerika. Sebaliknya, Rusia dan Irak bertugas untuk menjaga para yeojya yang sudah semakin berkurang karena perang.

Memang benar fisik dan imun yeojya lebih lemah dari pria oleh sebab itu ketika gas yang diluncurkan Amerika untuk melawan Irak tersebar ke seluruh dunia, para yeojya meninggal satu per satu. Hanya mereka yang cukup kuat yang bertahan dan dijaga oleh salah satu negara adidaya itu. Sayangnya tidak semua yeojya mendapatkan perlakuan khusus, salah satunya ibunya yang harus terlunta-lunta membesarkannya sembari mengurusi kondisi tubuhnya sendiri yang tidak baik. Ayahnya sendiri sudah tiada, meninggal akibat gas beracun yang masih tersisa.

100 tahun memang sudah berlalu, tetapi racun tersebut masih ada. Changmin bertekad untuk menyembuhkan setiap orang yang terkena racun. Dia berjanji untuk mengembangkan sebuah vaksin bagi semuanya. Jika perlu mencetaknya dalam jumlah yang banyak karena dia tidak ingin adalagi yang seperti dirinya, tidak ingin adalagi yang harus seperti ibunya yang menderita, dan dia juga tidak ingin perbedaan perlakuan status semakin berkembang. Untuk itu dia perlu uang yang banyak, sangat banyak.

Sepasang lengan melingkar di perutnya dan menarik badannya yang cukup kurus itu mundur sehingga bersandar pada dada bidang sang pemilik lengan. Tak perlu berbalik Changmin sudah tahu siapa pemilik lengan itu, hanya saja dia tidak menyangka kalau masternya bisa tumbuh tinggi dalam satu hari. Memang tidak bisa meremehkan mereka yang disebut Callous. Bibir masternya mulai menelusuri leher putih mulus miliknya, memberikan kecupan-kecupan ringan yang mendatangkan desahan dari bibir namja jangkung itu. ”Ahh…” Desahan Changmin semakin mengeras ketika Se7en menjilat daun telinganya yang merupakan salah satu titik sensitifnya.

Changmin bisa merasakan dada bidang Se7en yang tidak terbalut apapun dan sedikit berkeringat akibat melakukan hubungan badan tadi. ”Ahh…I want you now, Min.” bisik Se7en di telinga Changmin membuat tubuh namja muda itu bergetar.

”Istrimu…ah~” Changmin masih mencoba mengontrol dirinya meski agak sulit ketika tangan Se7en mulai memasuki kaos yang dikenakannya.

”Aku sudah mengirimnya kembali ke Rusia. Kau tahu kalau di sana lebih aman daripada di sini.” jawab Se7en sembari memberi kecupan ringan di wajah Changmin.

Drap.

Buku yang dipegang Changmin jatuh begitu saja di lantai terlepas dari tangannya yang menjadi lemas ketika kedua tangan Se7en yang sudah masuk ke dalam kaosnya memilin kedua nipplenya. Kedua tangan Changmin berada di depan mulutnya, mencegah agar tidak mengeluarkan desahan-desahan yang bisa meningkatkan nafsu masternya. ”Urrm…stopp…hah…”

Changmin mendorong Se7en dengan tenaganya yang tersisa dan segera menyandarkan diri pada dinding yang ada di dekatnya. ”Jangan hari ini, aku masih sakit karena kemarin.” Ya, Changmin masih bisa merasakan bagaimana bagian bawahnya berdenyut sakit bahkan tadi pagi ketika mandi dia masih bisa melihat darah mengalir pelan dari holenya.

Seringaian terpasang di wajah Se7en. Bug. Dia dengan kasar meletakkan kedua tangannya di atas dinding sejajar dengan kepala namja itu untuk mengunci gerakannya. ”Aku heran untuk doll kau banyak mengeluh. Aku sudah mengeluarkan banyak uang untuk membelimu. 100juta dollar, bukan harga yang murah.” Tangan Se7en meraih rambut Changmin yang sedikit panjang dan mencium aroma dari namja jangkung itu. ”Kau pikir aku tak tahu apa yang kau lakukan, Minnie? Atau kau mau aku melakukannya pada anak kecil yang kau bawa? Aku yakin dia akan jauh lebih mengasyikkan darimu. Holenya pasti lebih sempit dan lebih ketat darimu. Rasanya menyenangkan.”

Kedua mata Changmin membesar penuh dengan ancaman, namun namja di depannya tak menunjukkan ekspresi apapun selain sebuah seringaian. ”Jangan. Kau. Sentuh. Kyu.” desis Changmin dengan nada ancaman.

”Kenapa?” tanya Se7en dengan ekspresi yang tak kalah mengerikan dari Changmin. Senyum memang terpasang di wajahnya, namun auranya juga tak kalah gelap dari namja yang ada di hadapannya sekarang.

”Kau…” geram Changmin. Bermaksud untuk memukul namja yang ada di hadapannya namun apa daya dia kalah cepat. Dengan segera kedua tangannya sudah ditekuk oleh masternya. Badannya diputar dengan kasar sehingga dia sekarang berhadapan dengan dinding. Keningnya dipukul kasar ke arah dinding yang Changmin yakin akan menimbulkan luka dan pasti akan membuat Kyuhyun khawatir.

Kyu. Tidak. Dia tidak boleh menangis. Kalau dia terlihat lemah di depan namja itu, maka dia akan kalah dan dia tidak boleh kalah. Tidak jika dia harus melindungi Kyuhyun. ”Kau membuatku kesal, Minnie. Padahal aku berniat melakukannya dengan baik-baik terhadapmu. Dan ingat jangan pernah membuatku marah! Kau ingat terakhir kali kau membuatku marah?” bisik Se7en dengan suara beratnya yang membuat bulu roma Changmin berdiri. Badannya diliputi rasa takut. Memori waktu itu kembali datang di kepalanya seperti sebuah film yang diputar sekali lagi di otaknya.

Dia ingat waktu itu ketika dia membebaskan ’S-01’ dan mengirimnya ke tempat lain, Se7en sangat marah. Heck, bahkan saat itu Changmin bersumpah dia bisa melihat jelmaan Lucifer di dalam diri Se7en. Dirinya disiksa habis-habisan. Selama 1 minggu dia dikurung dalam gudang bawah tanah, tidak diberi makan, vibrator berada di dalam holenya disetel dalam ukuran maksimum. Kedua tangan dan kakinya dirantai sehingga dia tidak bisa bergerak. Tubuhnya kedinginan karena dia tidak memakai satu helai benangpun. Setiap pagi, siang, dan malam selama 1 minggu itu, Se7en akan datang dan menyetubuhinya dengan kasar. Bahkan tak jarang darah di holenya mengalir terus menerus sampai tubuhnya lemah. Akhirnya setelah 1 minggu, Se7en mengeluarkannya karena dia pingsan kehabisan darah. Bagaimana tidak? Dia tidak diberi obat, setelah selesai memuaskan dirinya, Se7en akan meninggalkannya dengan alasan agar Changmin sadar akan perbuatannya. Hal yang dia ingat pertama kali ketika membuka matanya setelah 2 minggu terbaring di kasur empuk adalah wajah Kyuhyun yang basah karena air mata.

”Kau ingat bukan?” bisik Se7en sekali lagi. Tubuh Changmin bergetar hebat dan perlahan dia mengangguk. ”Bagus, aku rasa aku tidak perlu mengulangi hal yang sama bukan?” Sekali lagi anggukan menjadi jawaban yang bisa dia lontarkan. Dia tidak yakin bisa mengontrol perkataannya jika dia membuka mulutnya dan oh, dia sungguh tak ingin membangkitkan setan dalam tubuh Se7en. Tidak lagi.

Ketika kedua pergelangan tangan Changmin dilepas, dia tahu harus berbuat apa. Dibukanya celananya dengan perlahan yang tidak memakai pakaian dalam. Kedua tangannya disandarkan pada dinding dan badannya sedikit menungging memperlihatkan holenya yang masih memerah karena darah kering akibat hubungan kemarin.

”Ahh…” Badannya melengkung ketika dirasakannya sesuatu yang basah menjilat dindingnya. Lidah Se7en dengan lihai mengeksplor setiap inci tempat yang akan dia masuki nanti. Dia melakukannya dengan lembut, mungkin sedikit merasa bersalah. ”Hmm…ahh~” Changmin tidak bisa menahan desahannya ketika lidah Se7en masih setia menjilati setiap inci dari holenya. Changmin ingin menikmati setiap perlakuan lembut yang bisa dia rasakan dari Se7en saat ini.

Lick it.” perintah Se7en sembari menjulurkan tangan kanannya pada mulut Changmin. Melakukan tugasnya, dengan patuh Changmin menjilati setiap jari-jari lentik milik masternya. Bibir Se7en sendiri sekarang sudah berada pada leher Changmin yang sedikit terekspos, menggigitinya untuk memberi tanda-tanda kemerahan. Ketika matanya tertuju pada tulisan ’S-00’ itu, dia mengecupnya dengan lembut seolah Changmin adalah seseorang yang begitu rapuh dan berharga.

Ketika dirasanya sudah cukup basah, Se7en segera menariknya dan terlihat saliva Changmin dengan jarinya saling bertautan membentuk sebuah jembatan. ”Arrghhh…” Badan Changmin sedikit melengkung ketika dia merasakan sesuatu memasuki tubuhnya tanpa peringatan. Kelima jari Se7en masuk bersamaan di dalamnya, tanpa persiapan, tanpa aba-aba. Rasanya sakit, tetapi setidaknya bukan junior Se7en yang langsung memasuki tubuhnya.

Se7en menjilat bibirnya melihat bagaimana hole Changmin menghisap kelima jarinya dengan rakus. ”Such a slutty hole.” gumamnya pelan namun cukup keras untuk didengar Changmin.

Tangan Se7en yang senggang segera membuka celananya dan mengeluarkan kejantannya. Dia mengocoknya sedikit agar sedikit membesar. ”Hah…ahh…arnnggg…” Changmin menjerit kesakitan ketika Se7en menarik kelima jarinya dengan kasar. Dia bisa merasakan sekarang holenya sedikit melebar, dia juga dapat merasakan ujung junior masternya sudah berada di depan holenya, menyusup masuk. Dalam satu sentakan seluruh kejantanan masternya sudah berada di dalamnya.

”Urmm…ahh…ohhh…mooorreeeh…” Karena sudah mengetahui seluk beluk dari dollnya, dia tahu di mana titik prostat namja yang sedang dia masuki itu dan menusuknya berkali-kali mendatangkan desahan lebih dari namja jangkung itu. Kedua tangannya berada di pantat Changmin yang kenyal untuk membantunya mempersempit hole tersebut agar mendekap juniornya lebih ketat sekaligus mempermudah gerakannya. ”Hah…mohree…ohh….faster…hahh…” Sungguh Changmin sudah tidak peduli ketika suaranya dan dirinya sekarang terdengar seperti seorang pelacur karena saat ini yang penting adalah dirinya yang ingin mencapai orgasme.

Mungkin keduanya terlalu menikmati kegiatannya sehingga tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sepasang mata karamel yang menatap mereka. Sepasang mata karamel itu terlihat membesar, penuh dengan rasa amarah. Kedua tangannya menggenggam erat celananya sampai celananya berantakan. ”Hyung.” bisiknya pelan. Sepasang mata karamel milik Kyuhyun tak bisa lepas dari dua namja itu.

.

.

”Hae…hae…bangun.” Suara lembut milik Hyukjae terdengar bagai melodi di telinga Donghae. Tangan Hyukjae yang halus itu menepuk pipi Donghae yang masih tertidur dengan pelan. Dia masih memakai kostum yang diberikan oleh masternya kemarin. Telinga kucing di kepalanya dan ekor kucing yang masih setia berada di holenya. Tentu saja dia juga tidak memakai sehelai benangpun membuatnya sedikit merasa kedinginan di ruangan yang memakai pendingin itu.

”Hmm…” Donghae perlahan membuka matanya dan segera menarik tangan yang menepuk pipinya tadi sehingga sekarang namja kucing itu sudah berada di atas tempat tidur, tepat di bawahnya. ”Nakal ya, kucing yang satu ini.” goda Donghae sembari mencubit kedua pipi tembem milik namja yang berada di bawahnya. ”Sekarang sudah berani memanggilku Hae, eh?”

Dia menggesekkan hidungnya dengan hidung namja kucing itu sehingga wajah mereka begitu dekat. Setelah memberikan hukuman bagi Hyukjae kemarin, Donghae benar-benar tidak menyentuhnya dan memperlakukannya seperti seekor kucing yang sedang diberikan hukuman. Akhirnya sekarang hari sudah berganti, tandanya hukumannya sudah selesai. ”Aku kucing nakalmu.” ujar Hyukjae dengan nada manja. Kedua tangannya berada di bawah dagunya, seperti seekor kucing yang ingin menunjukkan gaya imutnya kepada sang tuan.

”Urmm…ahh…” Karena sudah tidak tahan lagi, akhirnya Donghae memutuskan untuk melumat bibir merah ranum itu. Dia mendudukkan dirinya di atas perut namja pirang itu namun bertumpu juga pada kedua kakinya agar tidak meletakkan semua beban tubuhnya pada namja yang ada di bawahnya sekarang. ”Ahh…hmmm…ohhh…hah…” Lidah masternya sekarang sudah berada pada salah satu tonjolan di dadanya yang sedari tadi berteriak minta disentuh dan dimanjakan. Tonjolan yang tidak dijilat, dipilin oleh tangan sang master, ditarik dengan pelan seperti seorang anak kecil yang memainkan sesuatu. ”Arghhh…” Dia sedikit mengerang sakit ketika masternya menarik nipplenya dengan sedikit kasar, namun berganti dengan desahan nikmat ketika lidah sang master sudah menjilatnya dengan lembut.

”Hmm…seharusnya sebagai doll kau yang memuaskanku, bukan?”

Hyukjae mengangguk tanda mengerti dan dia segera memutar keadaan. Dia yang berada di bawah tadi sekarang sudah berada di atas tubuh sang master. Dengan bibir dan giginya yang lihai, dia membuka kancing kemeja tidur namja yang ada di bawahnya, memperlihatkan otot-otot terlatih milik sang master. Lidahnya tak kalah ahli dari sang master dan mulai mengeksplor setiap inci dari tubuh masternya itu. ”Ahh…hah…” Akhirnya badan Hyukjae sekarang perlahan menuju ke arah bawah dan tibalah dia di selangkangan masternya. Bisa dilihat sesuatu telah menggembung di bagian celana milik masternya. Dengan gerakan sensual, bibirnya menurunkan celana tidur Donghae. Kejantanan Donghae berdiri tegak di depannya.

Gulp.

Dia menelan ludah melihat betapa besar masternya dan dia masih tidak percaya bahwa sesuatu sebesar itu selalu memasuki dirinya. Ah, tapi sudahlah, asalkan dia juga bisa merasakan kepuasan, dia tidak peduli. Lagipula, dia tidak mau mencari hukuman lagi. Sudah cukup kemarin Donghae tidak menyentuhnya padahal dia ingin sekali mencapai orgasme karena ternyata dildo di dalamnya disetel oleh masternya dalam ukuran minimum sehingga tak cukup mencapai titik prostatnya dan memuaskan dirinya.

Slurp. Slurp.

Kedua tangannya meraih twinsball masternya dan memainkannya sementara lidahnya menjilati kejantanan yang ada di depannya dengan pelan. Merasa tak sabar, Donghae mendorong kepala Hyukjae untuk segera mengulum miliknya lebih dalam membuat Hyukjae sedikit tersedak. ”Urmm…” keluar dari mulut Hyukjae di sela-sela kulumannya.

”Ahh…faster…ohh…faster…hah.” desah masternya. Tangan kanan Donghae masih menekan kepala Hyukjae untuk lebih masuk ke dalam sementara tangan kirinya meraih remote yang ada di samping ranjangnya. Dia kemudian menyetel tombol itu ke arah maksimum membuat Hyukjae mengerang sehingga menghentikan gerakannya. Ekor Hyukjae bergoyang-goyang seperti seekor kucing yang merasa senang.

”Ahhh…hah…urmm…” Donghae segera menekan kepala Hyukjae yang tadi terlepas agar kembali mengulum miliknya yang mulai membesar dan terus mengeluarkan precum. Tak lama cairan putih pun keluar dari kejantanan Donghae dan menyembur ke dalam mulut Hyukjae. Tanpa perlu diperintah, cairan putih itu ditelan oleh namja kucing itu.

Donghae sedikit mendudukkan badannya dan berkata, ”Aku mau lihat kau mempersiapkan dirimu dan ride me.”

Hyukjae mendudukkan dirinya di atas perut Donghae. Ketika dia hendak mengeluarkan ekornya dari dalam tubuhnya, sepasang tangan menghentikannya. ”Setelah kupikir-pikir, aku mau memasukimu bersama dengan ekormu juga. You’re my slutty kitten. Ingat?” Sang doll mengangguk lemah. Kedua tangannya membuka pantatnya sehingga holenya melebar. Dia masih bisa merasakan getaran dari vibrator yang ada di dalam dirinya.

”ARRGHH…” erangnya ketika Donghae memegang pinggangnya dan mendorongnya dengan kasar sehingga sekarang di dalam holenya terdapat junior masternya dan vibrator dari ekor kucingnya. ”Urmm…hah…” Dia tak mau berlama-lama, takut diberi hukuman oleh namja di bawahnya itu sehingga dia pun mulai mempercepat temponya menaikturunkan badannya. Rasanya sungguh sakit, tubuhnya seperti terbelah dua dan dia tidak pernah merasa sepenuh ini sebelumnya.

”Hmm…hah…more…Hyukkie, faster…ahh…” Hyukjae hanya bisa mengangguk dan kembali mempercepat temponya. Bisa dirasakan junior masternya kembali membesar dan bergesekan dengan dinding dan vibrator yang masih berada di dalam tubuhnya.

”Urmm…ung…ahhh….ohhhh….ahhh…yahh…” Akhirnya setelah beberapa kali menaikturunkan badannya, dia menemukan titik prostatnya dan seketika itu juga tubuhnya merasa lelah. Jika bukan karena kedua tangan Donghae yang masih setia di pinggangnya menaikkan badannya dan menurunkannya, Hyukjae mungkin akan terbaring lemas. Donghae mengijinkan dollnya itu untuk beristirahat sejenak untuk mengatur nafasnya. Tak lama Hyukjae memulai kegiatannya dan setelah beberapa kali sentakan akhirnya mereka berdua mencapai orgasmenya.

Hole Hyukjae begitu penuh dengan cairan semen dari Donghae sementara dada masternya penuh dengan cairan putih miliknya. Seperti seekor kucing, dia menjilati cairan putih di dada dan perut sang master. Kepalanya ditarik dan kedua bibir mereka saling melumat satu sama lain. Hyukjae meletakkan kedua tangannya di atas dada masternya agar tidak terjatuh begitu saja. Ciuman yang dia rasakan begitu memabukkan membuatnya susah untuk berpikir.

Akhirnya tautan mereka terlepas dan sang kitten membaringkan kepalanya di pundak masternya dengan holenya masih mendekap junior sang master. Donghae tersenyum lembut melihat namja yang sekarang sudah pingsan atau tertidur karena kelelahan di dalam pelukannya. Tangannya mengelus rambut cokelat pirang itu dengan lembut, penuh kasih sayang, namun terasa posesif. Dia tidak ingin melepasnya lagi. Tidak akan. Bahkan jika dia harus melawan Rusia untuk memiliki namja yang ada di dalam pelukannya, dia tidak peduli. Hei, dia tidak akan disebut sebagai Lee Donghae – Perdana Menteri Korea – tanpa alasan bukan?

.

.

”Heechul, carikan aku informasi mengenai namja yang bernama Changmin.” Suara Siwon terdengar tegas dan mengerikan. Saat ini dia sedang berada di ruangannya dengan Kibum yang tertidur di ranjangnya. Dia tidak mungkin membiarkan Kibum tidur di kamarnya yang berantakan. Lagipula, dia masih ada urusan dengan namja yang saat ini ada di tempat tidurnya. Tak lupa dia juga sudah menyuruh Mina dan droid lainnya untuk membereskan kamar Kibum.

”Changmin? Hei, kau harus tahu ada berapa banyak nama Changmin di dunia ini! Kau tidak berharap aku menemukannya begitu saja, bukan?” Dapat didengar suara Heechul yang terdengar kesal karena perintah Siwon.

”Changmin. Sekarang.”

Klik.

Siwon tak berkata apa-apa lagi dan kemudian menutup teleponnya. Matanya masih menatap tajam ke arah sang Snow White yang matanya masih terpejam. Perlahan dia melangkah mendekat ke arah kasurnya dan mendekatkan wajahnya ke arah sang namja, mengamati setiap garis wajahnya yang sempurna. Kulitnya putih dan begitu mulus. Bibirnya yang berbentuk M terlihat menggoda tampak begitu nikmat untuk disantap.

’Tahan dirimu Siwon!’ teriaknya di dalam kepalanya.

’Hei, tak ada salahnya mencoba bibir merah itu bukan? Lagipula kau sudah pernah mencobanya dan dia sudah jadi milikmu.’

Setelah berargumen cukup lama, akhirnya Siwon memutuskan untuk menuruti sisi dirinya yang lain. Dia menundukkan kepalanya perlahan dan memejamkan matanya ketika akhirnya dia kembali melumat bibir merah itu. Terasa begitu lembut. Tidak dipercaya bahwa ada bibir yang terasa begitu lembut dan pas dengan dirinya. Rasanya juga manis dan dia menginginkan lebih. Lidahnya mulai meminta lebih, memaksa untuk menyusup masuk ke dalam bibir yang tertutup rapat itu. Giginya memberikan gigitan kecil pada bibir bawah tersebut agar sedikit terbuka. Tak disia-siakan kesempatan ini oleh lidahnya yang langsung menyusup, mengeksplor setiap inci mulutnya, beradu dengan lidah sang tuan rumah, mengabsen satu-satu gigi putihnya, dan dia tidak menyangka bahwa ciuman itu akan terasa begitu memabukkan.

Karena perlunya pasokan oksigen, akhirnya Siwon menghentikan ciumannya dan menarik kepalanya. Bibir sang Snow White terlihat membengkak dan lebih merah dari sebelumnya, menambah keelokkan dari dirinya. Hembusan nafas dari kedua namja tersebut beserta jarum jam yang berputar terdengar memenuhi ruangan, tapi tak lama karena namja yang sedang tertidur itu menggumamkan satu nama sembari setetes air mata mengalir pelan dari matanya yang terpejam. ”Changmin.”

Dia tidak tahu bahwa apa yang dia gumamkan membuat sesuatu di dalam tubuh Siwon meronta untuk keluar. Kedua bola mata Siwon sudah dipenuhi dengan sebuah amarah. Oh, Kibum kau telah membangkitkan monster dalam tubuh Siwon.

.

.

To be continued…

.

.

Just kidding. Lanjut lagi ya? 😉

.

.

Changmin melangkahkan kakinya dengan gontai ke dalam bungalow tempat tinggalnya. Dia begitu kaget mendapati ruangan tamu dalam keadaan gelap. Dengan sentikan jarinya, dia menyalakan lampu seluruh ruangan. Kosong. Dia tak menemukan siapapun di dalam ruang tamu tersebut. ’Mungkin Kyu sedang ada di lab.’ pikirnya.

Begitu dia membuka pintu lab, seseorang telah mendorongnya hingga dia terjatuh ke lantai. Badannya kembali terasa sakit apalagi bagian bawahnya. ’Dasar Choi Dong Wook, dia pikir aku robot seks apa? 10 ronde berturut-turut!’

”Kyu?” Bocah berumur 14 tahun itu terbaring di atas badan Changmin yang lebih besar dari dirinya. Dengan pelan Changmin mendorong tubuh bocah yang masih tak mau bergerak itu. ”Kyu? Kau kenapa?” tanya Changmin dengan nada khawatir. Pasalnya, Kyuhyun itu bocah yang bawel seperti anak-anak seusianya dan mendapati dia diam tak berbicara seperti ini, Changmin merasa khawatir. ”Kyu…hmmpph.” Belum sempat dia menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah dilumat oleh bocah itu dengan ganas. ”Ahh…hah…” Changmin tidak mengerti kenapa tiba-tiba saja Kyuhyun seagresif ini dan sebenarnya dia suka-suka saja kalau tidak mengingat dirinya sudah kelelahan sehabis disiksa habis-habisan oleh masternya itu. Bekas tali yang digunakan untuk mengikat dirinya masih bisa terlihat di pergelangan kedua tangannya.

Kyuhyun tak menjawab, sebaliknya bocah itu semakin memperdalam ciumannya. Tangannya menyelinap masuk ke dalam kaos yang digunakan Changmin dan meraba perut sixpack milik namja jangkung itu. ”Hyung itu milikku.” ucapnya dengan tegas. Changmin bisa mendengar keposesifan Kyuhyun di balik suaranya.

”Arasso, Kyunnie. Aku ini milikmu, ne?” jawab Changmin sembari terkekeh pelan. Lucu juga melihat bocah kecil itu terlihat bersemangat. Dia mengelus kepala Kyuhyun dengan lembut namun segera ditepis oleh Kyuhyun yang menatapnya dengan ganas.

”Bohong! Aku lihat hyung melakukannya dengan sialan itu!”

”KYU!” tegur Changmin. Bukan, dia bukannya tidak suka ketika Kyuhyun mengejek masternya, tapi dia takut dengan hukuman yang bisa diberikan pada dongsaengnya. ”Jangan mengejeknya Kyu. Kau tidak mau membuatnya marah, bukan?”

Tak ada jawaban keluar dari mulut Kyuhyun, sebaliknya dia segera membuka resleting celana Changmin, membuat kejantanan Changmin bersentuhan dengan udara luar. ”Errmm…Kyu.” Kyuhyun segera memberikan blow job pada hyungnya dengan lidahnya yang sudah terlatih. Dia mengulumnya seperti dia akan mengulum permen dan es krim. ”Urrh…hah…Kyu.” Changmin meletakkan kedua tangannya di atas rambut Kyuhyun, sedikit menjambaknya agar Kyuhyun memperdalam dan mempercepat kulumannya. ”Cum…hah…cumming, Kyuuu!”

Splurt.

Cairan putih pun muncrat ke dalam mulut Kyuhyun yang langsung ditelan oleh bocah itu, namun karena mulutnya cukup kecil beberapa tersemprotkan ke mukanya. Kyuhyun menjilati yang berada di sekitar mulutnya dengan lidahnya sementara tangannya mengelap cairan putih yang ada di wajahnya. Chanmin masih mengatur nafas. Pasalnya, dia sudah terlalu lelah untuk bergerak. Tenaganya sudah hampir terkuras karena melayani Se7en tadi dan sekarang sekali lagi dia mencapai orgasmenya. Walau rasanya nikmat, namun dia tetap saja merasa sedikit capek.

Zip.

Kyuhyun segera membuka resleting celananya dan melempar celananya ke sembarang arah. Dia segera memosisikan dirinya di atas junior hyungnya yang masih berdiri tegak karena melihat keadaan dirinya. ”Arghh…” Pelan-pelan Kyuhyun memasukkan junior Changmin dalam dirinya. Rasanya cukup sakit mengingat dia belum mempersiapkan dirinya.

Jleb.

Dalam satu sentakan dia memasukkan semua junior Changmin dalam tubuhnya. Gerakannya begitu cepat membuat Changmin sedikit susah untuk mengatur nafas dan mengikuti tempo bocah itu. ”Slow down, Kyu ah… Pelan…urgh pelan.”

Kyuhyun mengangguk sebagai jawaban dan memperlambat temponya. Badannya kemudian melengkung ke belakang disertai dengan desahan ”Ahh…~” ketika akhirnya dia berhasil menemukan titik prostatanya. Berkali-kali dia menaikturunkan badannya dengan posisi yang sama agar junior Changmin menyentuh titik prostatnya. Tak berapa lama kedua namja itu mencapai orgasmenya.

Namja kecil itu segera terbaring lelah di atas dada Changmin, sementara yang dijadikan tempat sandaran hanya mengelus kepala bocah kecil itu dengan lembut. Dengan segenap tenaga yang tersisa, dia mengangkat Kyuhyun dari juniornya kemudian menggendongnya dalam bridal style. Dia membaringkan dongsaengnya itu di atas sofa, merapikan poni milik namja berambut ikal itu. Setelah dia memakaikan celana Kyuhyun dan punyanya, dia mendekap Kyuhyun erat seperti seorang ibu yang mendekap anaknya. Sebelum menutup matanya, Changmin mengecup kening bocah itu cukup lama dan lembut sembari matanya perlahan meneteskan air mata jatuh ke atas hidung Kyuhyun. Dia terisak pelan, tubuhnya sedikit gemetar sementara dia terus memeuluk Kyuhyun meminta ketenangan dan kehangatan.

Dia tidak mau terlihat lemah, tapi bagaimanapun dia hanya manusia biasa. Dia hanya bisa berharap semoga penemuannya selesai dan dia bisa membawa Kyuhyun kabur, mungkin menyusul Kibum yang sudah menemukan master yang akan menjaganya. Sekali lagi dia mengecup kening Kyuhyun pelan sebelum menyusul dongsaengnya itu menuju alam mimpi, satu-satunya tempat di mana dia bisa mendapatkan kebebasan.

.

.

Brak.

Heechul membanting ponselnya ke lantai sehingga sosok benda mati itu sekarang tergeletak tak berdaya. Dia segera melemparkan dirinya untuk duduk di samping tempat tidurnya. Hankyung yang berada di dapur segera menuju ke kamar masternya ketika mendengar ada suara berisik. ”Ada apa, master?”

Tatapan tajam menjadi jawaban bagi Hankyung dan melirik ke arah ponsel yang ada di lantai sudah cukup menjadi penjelasan bagi namja Cina itu. Dia membungkuk dan meraih kepingan-kepingan ponsel itu. Sudah tugasnya untuk merapikan semua kerusakan yang ada dan memperbaikinya. Kaki Heechul yang tak beralaskan apa-apa menyentuh pipi dollnya sehingga menarik perhatian namja yang sedang membersihkan lantai itu. ”Lick it.” perintah Heechul.

Hankyung meletakkan semua kepingan yang sudah dia kumpulkan ke atas lantai dengan hati-hati. Dia tidak mau pekerjaan yang sudah dia lakukan sia-sia. Kedua tangannya memegang kaki mulus masternya. Kemudian dia menjulurkan lidahnya dan menjilati setiap jari dan telapak tangan sang master. Lidahnya perlahan naik ke atas menuju paha masternya yang tergolong mulus untuk ukuran lelaki. Masternya itu selalu menjaga penampilannya setiap saat.

Mendengar tak ada kata berhenti, Hankyung melanjutkan eksplorasinya hingga sekarang kepalanya berada di selangkangan masternya. Celana dalam wanita yang dikenakan Heechul diturunkan oleh Hankyung oleh kedua tangannya dengan perlahan. Kejantanan namja cantik itu kemudian dilumat dan dikulumnya. Dia menyesuaikan tempo dengan desahan yang didengarnya. ”Ohhh…ahhh….more…hah…faster…” Tangan kiri Heechul berada di depan mulutnya sementara tangan kanannya meremas sprei ranjangnya membuatnya menjadi berantakan.

Seperti doll yang patuh, dia mempercepat temponya. Tak lama bagi Heechul untuk mencapai orgasmenya dan mengeluarkan cairan putih itu ke dalam mulut Hankyung. ”Telan.”

Gulp.

Hankyung langsung menelan cairan putih ke dalam mulutnya. Rasanya manis dan sedikit asin. Dia mengelap bagian selangkangan masternya yang terkena cairan putih dan memakaikan kembali celana dalam masternya. Tak berkata apa-apa, dia segera mengumpulkan pecahan ponsel milik masternya dan mengijinkan diri untuk keluar dari kamar masternya.

Begitu Hankyung keluar, wajah Heechul begitu memerah dikuasai oleh amarah. Dia mencari-cari apa yang bisa dia gunakan untuk melampiaskan emosinya. Bantal, guling, dia lemparkan ke arah pintu tempat Hankyung pergi tadi. Setelah tak ada lagi yang bisa dia lemparkan ke arah pintu. Dia membaringkan dirinya di atas tempat tidur. Suara isak tangis terdengar dari bibirnya. Karena terlalu lama menangis, akhirnya diapun lelah dan kemudian tertidur tak mengetahui bahwa di balik pintu Hankyung sedang bersandar dan terus berguman, ”Mianhae, Chullie-ah, mianhae.”

.

.

Saat membuka kedua matanya, Kibum masih melihat kegelapan, dia berpikir bahwa ada yang salah dengan matanya. Ketika dia mencoba menggerakkan matanya, dia mendapati kedua tangannya terikat di belakang. ”Urmm..” Mulutnya juga terikat oleh sesuatu, entah apa itu dia tidak tahu. Nasib kedua kakinya juga sama dengan tangannya, terikat oleh tali yang begitu ketat yang dia yakini pasti akan menghasilkan bekas.

’Ada apa ini?’ Terakhir yang dia ingat adalah dia merasa tak berdaya ketika dia tak bisa menolong Changmin secepatnya dan melampiaskan amarahnya kepada semua yang berada di ruangannya. Sebelum dia terpejam, dia ingat masternya memeluk tubuhnya dengan erat. Masih bisa dia ingat bagaimana hangatnya dekapan masternya berbeda dengan dekapan Changmin.

”Sudah bangun rupanya?” Suara itu? Itu suara masternya. Ada apa ini? Apa jangan-jangnan ini semua ulah masternya? Sungguh, dia ingin sekali menolong Changmin, tetapi bukan seperti ini juga caranya. Apa yang harus dia lakukan? Tanpa diduga air matanya mengalir pelan. Bisa dirasakan sebuah tangan hangat menghapus tetesan bening itu dari pipinya. ”Jangan menangis, chagi~”

Dia menggelengkan kepalanya, mencoba memberontak. Badannya terus menggeliat-geliat, tak nyaman dengan kondisinya saat ini. ”Kau minta aku menyentuhmu bukan?” Suara tawa ejekan terdengar dari sang master membuat bulu roma Kibum berdiri semua. Tidak, bukan ini yang diinginkan. Kenapa? ”Dan aku bersedia untuk menyentuhmu, my slutty doll.”

.

.

To be continued.

.

.

A/N:

Cliffhanger yay *ditampar reviewer*

Oke, mian buat YJS karena kali ini mereka gak NC-an. Kan pada minta drama, ya saya kasih drama -3- apakah sekarang misterinya mulai klihatan? Semoga di chapter ini mulai kelihatan alasan kenapa Yunppa nangis :3 *mewek*

Konfliknya mulai terasa gak? :p dan tentu saja di chapter depan Siwon akan nge RAPE Kibum…jiahahah…*ketawa evil* dinantikan ya? 😉

Lalu saya juga minta maaf buat para KMS sekali lagi. Maaf kalau seandainya Kyuhyun terlihat ’uke’ sekali. Mohon ampuni saya yang hanya seorang manusia biasa ini m(_0_)m

Dan buat para Lucky 7s (sebutan fandom Se7en Oppa) kenapa saya buat oppa kita kejam begini T^T *digaplak Lucky7s* sungguh, dia rasany OOC y? 0_o tapi tenang saja, setiap tindakan yang dilakukan oppa kita itu ada artinya kok *emang ada yang nanya*

.

.

Saya akan menjelaskan beberapa hal sebelum salah paham.

1 ) dalam hubungan Hanchul, Heechul itu master

2 ) yang ada di tangan Hankyung itu barcode tanda bahwa dia adalah doll. Mian saya lupa jelaskan, tapi merka yang doll itu diberikan barcode yang di dalamnya ada semacam chip supaya kalau hilang bisa ditemukan. Hehe..nanti akan saya perjelas lagi pada chpter berikutny ^^

Lalu dari hasil review pada penasaran dengan alasan

1 ) kenapa yunppa nangis. Chapter ini sudah cukup menjelaskannya belom? :p

2 ) Siapa itu Changmin? Yang sabar ya…perannya dia masih cukup lama hehehe

Dan saya ada beberapa pesan sekaligus pertanyaan untuk menutupi chapter ini

1 ) Chapter berikut Siwon ngeRAPE kibum lhoooo XDDDD *plak*

2 ) Sungmin bisa masuk bisa gak, takutnya nanti pada bingung. Sekarang aja konfliknya udah makin rumit…heheh

3 ) Aku milih Changmin itu emang separuh karena bias, tapi separoh karena ngerasa kalau karakter itu pas buat dia. Ini hanya untuk meluruskan saja J

4 ) Konfliknya udah mulai terasa? Udah pada penasaran?

5 ) NC hot berikutnya mau siapa? Gimana dan di mana? Mau pakai toys juga? *plak

6 ) dan terpenting adalah..SAYA GAK JUALAN SEX TOYS. Demi dewa jashimm…-____-” #plak #gak penting

Oke abaikan point terakhir. Intinya saya mengucapkan terima kasih kepada para chingudeul semua ^^

Dan saya harap anda semua bisa menghargai keputusan yang telah saya ambil dan bersedia menunggu chapter berikutnya ^^

Akhir kata,

Review?

3001ChangMInnie

20130126-233544.jpg

27 responses to “Chapter 3: Rising Conflicts

  1. beberapa petanyaan saya terjawab sudah
    tapi emang masih penasaran, apa hubungan si kyuhun changmin sama si kibum ya?

  2. Apa Yunppa punya kepribadian ganda atau bagaimana? Kok ada Yunho sama U-Know? Woah, Jaemma sudah sah jadi nyonya Jung ne?
    Jaemma kodenya S-02, Kibum S-01, Changmin S-00. Itu kode apa ya?
    Se7en bisa telepati? Hubungan Changmin sama Kibum apa? Donghae jadi perdana metri Korea? Hm….
    Kyu cemburu ya kalau Changmin sama Se7en?
    Siwon mulai tergoda sama Kibum ya?
    Ini sama misterinya kayak Slave Day….

  3. hmmm…. mulai mengerti sedikit2, hehe^^
    kyu…. aigooo cemburunya….
    woahh…. g sbr pengen bc siwon rape kibum >_<

  4. sekarang mulai jelas lah..
    tp masih penasaran apa hubungn kyu,minnie sma bummie..
    asekk capter dpn wonpa grepe bummie..
    lanjut ahhh

  5. Jd sibum chap depan nc an ya? #deg2an#
    Mulai ada gambaran soal masing2 tokoh cuma msh rada bingung nih…
    Aaaa…lanjut aja deh..

  6. Sipp.. chap berikutnya siwon ngerape kibum..
    Iya nih, identitas changmin belum ketahuan u,u

    Changmin tenaganya kuat banget ya ._.
    Habis 10 ronde ama masternya eh masih aja kuat berlanjut ama Kyu.

  7. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

  8. Owhhhhhh jadi jaejong itu sbnrnya istrinya yunho ya?????tp knpa bisa jadi doll?????trus jaejong lagi hamil ya????buktinya dia pegang test pack (sory bnyak tnya) 😀

    Msih bngung apa hubungan antara kibum,changmin n kyu deh

    Trus knpa heechul nangis n hangeng minta maaf????

    Mkin penasarannnnnnn nih 😦

  9. Jeeuh~ ini ff yaoi dngn konflik terpelik yang pernah owe baca 😮
    mian baru komen sekarang. Baca episode sebelumnya masih megap-megap liat ensehnya Kkk~

  10. ff nya bagussss
    aduuhh changkyu
    tolong kyumin aja dong
    nggk pusing kok
    masih nggk konek tntng konflik
    ihhh siwon serem banget
    semoga kibum nggk nyari masalah lg
    kasian heenim jg sibum jaejoong
    jaejoong hamil ya ?

  11. Ya Heeppa ikutan nanggis juga.. Sini peluk Nana #PLAK
    Oh masukin dong Sungmin.. Gak tega sama kyu #HUUWEEE
    Ada Mpreg gak.. Bikin Heechul hamil please
    Hahhaha Mian banyak permintaan Unnie

  12. akhirnya ngerti knp yunho nangis
    itu bkn diri yunho tp uknow
    jaejoong hamil ya hiks hiks

    hanchul jg keren
    kesian mereka berdua sama – sama tersakiti
    pasti sakit banget

    sibum
    weeeeewwwww serem siwon kalo marah
    wihh chap depan rape ni kkkk

    se7min kreeeeennn
    kenapa kyu jg jelous
    kyu sabar yaaaa
    sungmin masukin aja

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s