Broken Birthday


Title   : Broken Birthday

Rated   : M

Couple  : Yunjae, Yoosu, slightMinchun, Changminx?

Genre   : Romance/General

Summary : Penasaran dengan hadiah keempat hyung untuk sang uri magnae? Apa yang diberikan mereka sampai Changmin bisa menangis?

Warn: PWP. HARDCORE. SLIGHT BONDAGE. FIVESOME(?). DOUBLE PENETRATION.

Sekali lagi saya buktikan keyadongan saya *duar* pokokny anak kecil gak boleh baca! Tapi saya kasih tahupun pasti pada bakal baca :p

Yang gak tahan silahkan click back or close ya :p

Sisanya, enjoy reading ^^

.

.

17 Februari 2012, 23.45

Bagi beberapa orang, tanggal 17 Februari tidak berarti spesial atau hanya sekedar hari biasa saja, tetapi bagi para cassiopeia dan 4 orang pria tampan yang sedang berkumpul di dalam ruangan tamu ini, tanggal 17 Februari berarti sesuatu. Karena tepat keesokan harinya, magnae mereka yang dikenal dengan nama Shim Changmin akan berulang tahun yang ke 24. Mereka bermaksud memberikan sesuatu yang spesial mengingat ini adalah kali pertama mereka merayakan ulang tahunnya setelah lebih dari 2 tahun berpisah karena suatu masalah –perpisahan DB5K yang mengguncang parang cassie. Tapi sekarang, mereka sudah bersama kembali dan menyandang nama yang menjadi legenda –Dong Bang Shin Ki.

Kembali kepada 4 pria tampan yang sedang duduk saling berhadapan satu sama lain itu. Terlihat Jaejoong yang menyandarkan dirinya ke lengan kekasihnya –Jung Yunho. ”Jadi, kita akan melakukannya?” suara khas lumba-lumba milik seorang Kim Junsu memecah keheningan. Semua mengangguk dengan mantap.

”Ya, ini akan menjadi hadiah paling istimewa bagi dirinya.” ujar Jaejoong dengan senang.

Terlihat Yoochun hanya menghela nafas, berharap bahwa semuanya akan baik-baik saja.

”Tenang saja, Chunnie. Dia pasti akan senang apalagi kalau tahu apa hadiahnya.” ujar Junsu mencoba menenangkan namja berjidat lebar di sampingnya.

”Semoga saja, aku tidak bisa membayangkan kalau dia marah dengan kita.” Siapapun yang mengatakan suara Park Yoochun seksi tidak salah, suaranya sungguh dapat menghanyutkan siapapun.

”Urgh.” Terdengar suara erangan dari dalam ruangan.

”Sepertinya putri tidur kita sudah bangun. Hmm…lebih cepat dari rencana, tapi yah, lebih cepat lebih baik. Ayo Yunnie.” Yunho mengangguk pelan dan mengikuti namjachingunya itu masuk ke dalam ruangan yang mengeluarkan suara tadi meninggalkan Yoochun yang masih merenung dan Junsu yang masih mencoba memberi semangat pada temannya itu.

”Tenang saja, Chun. Minnie tidak akan marah.” Junsu diam sejenak. Tiba-tiba alis matanya terangkat dan dia menatap Yoochun dengan misterius. ”Jangan bilang kau takut dia tidak memilihmu?” Keheningan Yoochun menjadi jawaban bagi Junsu. Tak lama merekapun menyusul Yunjae couple yang sudah masuk ke dalam ruangan di mana sang putri tidur berada.

.

Broken Birthday

by eL-ch4n

17.02.2012

.

Namja yang dikenal bernama Shim Changmin membuka matanya perlahan mencoba menyesuaikan cahaya yang diterimanya. Beberapa kali matanya mengedip untuk membiasakan dirinya. Ingin tangannya digunakan untuk mengucek kedua matanya, tetapi tertahan oleh sesuatu. Ketika dilhat apa yang menghentikan gerakan kedua tangannya, matanya yang indah membesar karena kaget. Karena yang dia lihat adalah kedua tangannya yang terikat di kedua ujung tempat tidur. Merasa kedinginan, dia menyadari bahwa badannya sudah polos tidak memakai sehelai benang pun. Otot-ototnya yang terlatih terlihat begitu indah dan menggoda.

Kedua kakinya yang indah terikat pada ujung tempat tidur bagian bawah membuat kakinya terbuka lebar memperlihatkan bagian bawahnya yang tidak tertutup apapun. Jadi kondisi badan Changmin sekarang adalah membentuk huruf ’X’ dengan tidak ada sehelai benangpun yang menutupi dirinya. Changmin mencoba meronta namun apa daya ikatan terhadap tangan maupun kakinya begitu kuat. Yang menjadi pertanyaannya adalah, siapa yang mengikatnya? Dan bagaimana caranya?

Mungkinkah?

”Wah, wah, tuan puteri kita sudah terbangun rupanya.” Sebuah suara yang tak asing di telinganya terdengar dari balik pintu. Ternyata dugaannya benar, ini memang ulah hyungnya, tapi kenapa?

”Jaejoong-hyung? Ada apa ini? Ayo lepaskan!” gerutunya. Mencoba menarik kedua tangannya berharap ikatan pada ujung tempat tidurnya bisa terlepas namun hasilnya nihil. ”Sebenarnya ada apa ini? Yunho-hyung? Bantu aku lepaskan ini!” Yunho hanya menyeringai.

Changmin tidak mengerti apa yang ada di pikiran kedua hyung tertuanya dan dia juga tidak mau tahu. Dia memperhatikan gelagat Yunho-hyung yang sesekali memperhatikan pintu yang masih terbuka sementara Jaejoong-hyung masih tersenyum penuh rahasia. Tak berapa lama Yoosu couple pun menyusul mereka. ”Hmm…jadi begini Min, kami bingung ingin memberimu hadiah apa, akhirnya kami sampai pada kesimpulan untuk membuatmu merasakan kenikmatan yang belum pernah kau rasakan.” jelas Jaejoong sembari tersenyum lebar.

Oh shit! pikir Changmin.

”Jadi, Min. Siapa yang ingin kau pilih untuk menjadi hadiah utamamu?” tanya Jaejoong masih tersenyum misterius.

”Hyung, lelucon ini sama sekali tidak lucu! Lepaskan!” Changmin masih menolak untuk memercayai apa yang baru saja dikatakan hyungnya.

”Min, hentikan!” teguran tegas dari Yunho menghentikan usahanya. Tatapan elang milik Yunho membuat Changmin meneguk ludah dan sedikit merasa gugup. ”Ikatannya sangat kuat, yang kau lakukan hanya menambah sakitnya saja. Sudahlah, kau hanya harus memilih dan semuanya akan selesai. Bahkan kau mungkin akan meminta lebih.” Pada akhir kalimat, seringaian lebar tercetak pada wajah kecil milik sang leader.

Changmin menghela nafas. Jika ini permainan mereka, ya sudah, dia akan ikut serta. Dia mengamati mereka semua –para hyungdeulnya. Memilih? Apa maksud mereka dengan memilih? Entahlah, tapi hanya ada satu nama yang ada di pikirannya dan nama itu langsung mengalir begitu saja tanpa keraguan. ”Yoochun-hyung.”

Tidak perlu kejeniusan seorang Einstein untuk mengetahui ekspresi senang yang tersembunyi di balik keempat hyungnya. Changmin tahu bahwa ada sesuatu, tapi dia bermaksud untuk ikut serta saja. ”Baiklah kalau begitu.” Junsu menepuk pundak Yoochun mencoba menyadarkan namja yang masih terkaget itu. Jaejoong menepuk tangan dan tidak lupa aura kesenangan terpancar darinya. Segera mereka berempat melepas bajunya satu persatu memperlihatkan abs yang selama ini selalu membuat para cassie terpesona dan berharap untuk bisa menyentuhnya satu kali saja.

Sekali lagi Changmin meneguk ludahnya melihat pemandangan yang sekarang ada di hadapannya. Semua hyungdeulnya sudah tidak memakai sehelai benang pun –sama seperti dirinya. Namun bukan itu yang menjadi persoalan, dia bisa melihat kejantanan mereka yang memiliki ukuran bervariasi dan harus diakui bahwa punya Yunho adalah yang paling besar di antara mereka.

Junsu mendorong Yoochun untuk bergerak maju terlebih dahulu. Dengan langkah yang sedikit ragu, Yoochun mendekat ke arah Changmin. Kepalanya mendekat ke arah Changmin hingga tersisa beberapa senti saja di antara mereka. Masing-masing bisa merasakan deru nafas yang dikeluarkan. Persetan dengan akal sehat, persetan dengan semuanya. Changmin sangat menginginkan bibir merah yang sangat menggoda dirinya itu SEKARANG juga. Tak perlu waktu lama bagi Changmin untuk merasakannya karena detik berikutnya, bibir mereka saling melumat, bergulat satu sama lain. Pada awalnya Changmin yang memenangkan pergulatan mereka, tetapi rangsangan dari bagian lain membuatnya mendesah dan memberikan bagi lidah Yoochun untuk masuk ke dalam mulutnya yang sudah terbuka.

Changmin mencoba melirik dan dilihatnya Junsu sudah ikut bergabung. Dia sekarang berada di samping kiri Changmin –Yoochun di sebelah kanan masih melumat mulutnya. Rupanya Junsu menjilat nipple kiri Changmin membuat namja bersuara tenor itu mengerang pelan. Apa yang sedang dilakukan dengan Yunjae couple? Mereka sedang berciuman –lebih tepatnya Yunho sedang melumat (memakan) bibir Jaejoong. Kedua tangan mereka berada pada rambut pasangannya untuk memperdalam ciuman mereka. Setelah ciuman mereka terlepas, saliva mereka saling terikat satu sama lain. Tak lama merekapun ikut bergabung pada Yoosumin yang sudah asyik dalam permainan mereka di atas ranjang.

”Urgh…hyung.” erang Changmin ketika Yoochun perlahan menurunkan ciumannya pada leher Changmin yang putih. Sementara Changmin sedikit menggeser kepalanya untuk memberi akses pada Yoochun untuk menelusuri leher putih nan indah itu. ”Hyung…ah.” desahnya ketika Junsu menggigit nipple Changmin membuatnya menegang. ”Lepaskan…ahhh….hyung.” Changmin mendesah keras. Dia ingin sekali ikut menyentuh, tapi gerakannya sangat terbatas.

”Ah, ah, ah. Kau harus jadi anak baik Min.” tegur Jaejoong yang sudah bergabung. Jaejoong segera mengambil alih apa yang dilakukan Junsu tadi sementara Junsu berjalan ke belakang ke arah junior Changmin yang mulai menegang. Yunho sudah berada di sana menanti Junsu untuk memulai tugas mereka.

Yoochun masih senantiasa melumat bibir Changmin, lidah mereka saling bertaut kembali merasakan satu sama lain. Changmin mengerang ketika Jaejoong mulai memilin nipple kirinya dan menjilat nipple kanannya. Mulutnya terbuka membuat Yoochun sekali lagi masuk dan mengeksplor setiap inci dari mulut magnae tersebut.

”Urm…ah.” Badan Changmin menggeliat ketika dirasanya ada sesuatu yang hangat yang menyentuh juniornya. Ternyata sesuatu yang hangat tersebut adalah Junsu yang menyentuh twinsball sang magnae dan mulut sang leader yang sudah melumat dan memasukkan semua bagian junior magnaenya ke dalam mulutnya. Dia menaikturunkan kepalanya untuk memberikan gesekan-gesekan halus pada magnaenya. Ketika dirasakan junior magnae mulai membesar dan cairan precum mulai keluar, dia menghentikan tindakannya dan menarik Junsu ke dalam ciuman hangat –membuat Junsu juga menghentikan aksinya.

Yoochun mulai memberikan ciuman-ciuman ringan pada Changmin yang mulai merasa sakit karena orgasmenya tertahan. Perlahan ciumannya turun hingga tertuju pada leher Changmin. Dia mengecup pelan kemudian menjilatnya dan memberikan gigitan-gigitan kecil hingga menghasilkan bercak merah. ”Ung…” Badan Changmin melengkung ke atas sedikit menginginkan sentuhan lebih dari para hyungnya.

Jaejoong menyengir dan segera menatap Yoochun. Lead Vocal tersebut segera menarik namja dandy itu dan melumat bibirnya. Pemandangan live di depannya membuat Changmin semakin bernafsu, terlihat dari juniornya yang kembali membesar. ”Urm..” Ingin sekali dia menyentuh kejantannannya dan segera mencapai orgasme, tapi dengan kedua tangan yang terikat, sepertinya itu hal yang mustahil.

”Kasihan magnae kita, tenang saja, kami tak melupakanmu kok.” tutur Jaejoong dengan nada manja. Dia segera mendudukkan dirinya di atas perut Changmin sementara Yoochun sudah bergabung kepada Hosu couple yang masih saling bercumbu. Jaejoong mendekatkan kejantanannya kepada Changmin membuat bibir Changmin sedikit terbuka. ”Kau tahu apa yang harus kau lakukan Min.”

Tentu saja Changmin mengerti apa yang diinginkan oleh hyungnya, blow job, dan dia dengan senang hati akan melakukannya. Sudah terlanjur seperti ini, kenapa tidak dinikmati saja? Lagipula ini hadiah untuknya, bukan? Mulut Changmin pun segera melahap junior lead vocal tersebut dan menjilatnya seperti memakan sebuah lolipop. ”Urgh…kau cukup lihai, ah, Min? Ah…kau pernah melakukannya..urgh, rupanya, huh?” Tidak, Changmin tidak pernah melakukannya, dia hanya sering melihat adegan live Yunjae dan cukup pintar untuk mengetahui bagian mana yang digunakan untuk memuaskan lawan mainnya.

Yoochun sekarang telah berada tepat di antara kaki Changmin yang terbuka. Dia memasukkan jarinya perlahan setelah sebelumnya dijilat sehingga jarinya memiliki sebuah pelumas. ”Argh…” erang Changmin. Badannya melengkung membentuk sedikit bulan sabit mendapati sesuatu memasuki lubang yang belum pernah dimasuki sebelumnya. ”Urgh…” Jaejoong yang merasakan Changmin melepaskan mulutnya dari juniornya segera menarik rambut Changmin dan mendorong kepala magnae itu untuk kembali melumat junior Jaejoong yang sudah mulai mengeluarkan cairan precumnya. Changmin hanya pasrah dan mengikuti gerakan hyungnya. Dia memaju-mundurkan kepalanya dan menggunakan lidahnya dengan lihai seperti sedang menjilat lolipop. ”Ah…lagi. Urgh…cum..cumming.” Dan cairan putih dimuntahkan oleh junior Jaejoong yang masuk ke dalam mulut sang magnae. Mengetahui bahwa lebih baik dia tidak melawan, Changmin menelan seluruh cairan yang berada di mulutnya.

”Argh…” erangan Changmin sekali lagi terdengar ketika 2 jari Yoochun sudah berada di dalam holenya. Kepalanya pusing menerima rangsangan dari setiap sisi. Keadaannya sekarang seperti ini, Yoochun sedang memasukkan dua jarinya ke dalam lubang sang magnae. Junsu dan Yunho sedang memanjakan twinsball dan juniornya yang mulai membengkak sementara Jaejoong yang sudah mencapai orgasmenya tadi sudah memundurkan dirinya sehingga sekarang pinggul Jaejoong berada di perut Changmin dengan kepalanya menunduk ke arah 2 nipple Changmin yang meminta dimanjakan. Lidahnya dengan lihai menjilat nipple kiri Changmin sementara tangannya memilin nipple satunya dan dia terus melakukan hal yang sama sampai dirasanya nipple Changmin sudah menegang.

Yunho terlihat sedikit kesusahan memasukkan junior Changmin dalam mulutnya mengingat ukuran sang magnae yang jauh lebih besar daripada BooJaenya, tapi bukan Yunho namanya kalau dia menyerah. Bagian yang tidak tersentuh oleh mulutnya, disentuhnya dengan lembut menggunakan tangannya. Junsu sendiri sedang mengulum twinsball Changmin layaknya seorang anak sedang mengulum permen.

Jaejoong menarik kepala Changmin dan segera beradu dalam ciuman dalam. Kedua tangan Jaejoong tidak tinggal diam, masih memilin-milin nipple Changmin sambil sesekali menyentuh leher yang menjadi salah satu titik sensitif sang magnae. ”Aaahhh…hyung…” Changmin menjerit ketika Jaejoong melepaskan ciumannya. Bukan, bukan karena ciumannya, tapi karena dirasanya sesuatu yang hangat sedang menyentuh dinding rektumnya. Dia yakin bahwa itu bukan junior salah satu dari ketiga hyungdeulnya yang sedang berada di bagian bawah tubuhnya yang intim. Sesuatu itu dirasanya basah dan sangat lihai dalam bergerak. Apakah sesuatu itu sebenarnya?

Ketika melihat ke arah tiga hyung yang sepertinya sudah dirasuki oleh setan nafsu, terlihat seorang Park Yoochun yang mengangkat pantat Changmin sedikit ke atas –yang menganggu kegiatan 2 temannya – kemudian memasukkan lidahnya ke dalam lubang kecil itu dan menjilat, merasakan semua bagian dari magnae yang sangat disayanginya.

Slurp…

Setidaknya itu bunyi yang terdengar setiap Yoochun menjilat lubang kecil itu, membersihkan setiap inci dari lubang sang magnae sekaliguse memberikan lebih banyak pelicin agar pada klimaksnya nanti sang magnae tidak akan terlalu merasa kesakitan. ”Urgh…hyung.” Changmin menggeliat sesekali ketika Jaejoong memberikan butterfly kiss pada lehernya dan menggigitnya, tapi tak cukup keras sehingga tak menghasilkan bekas. ”Changmin-ah.” Jaejoong berbisik pelan dan sekali lagi membawa Changmin dalam ciuman dalam.

Terlihat seorang Kim Junsu sekarang merangkak menuju ke arah Jaejoong dan menarik hyung tertuanya sehingga ciuman Jaemin couple itu terhenti. Segera Junsu melumat bibir sang hyung. Karena jarak antara Jaejoong dan kepala Changmin cukup dekat, sang magnae mencoba untuk menarik dirinya seberapa jauh yang dia bisa. Sepertinya ikatan tali mulai mengendur, tapi tak cukup untuk melepaskan dirinya. Setidaknya cukup jauh untuk bisa menjulurkan lidahnya dan merasakan nipple merah milik hyung tercantiknya yang sedari tadi cukup menggoda. ”Urm…” desahan dikeluarkan Jaejoong ketika dirasanya lidah lihai sang magnae mulai menjilati nipplenya.

”Argh…” Changmin sesekali terhenti dalam kegiatannya menjilat dan menggigit nipple sang hyung karena juniornya sudah hampir mengalami orgasme berkat keahlian mulut dari seorang Jung Yunho. Dan tak perlu menunggu lama ketika Changmin mencapai orgasmenya pertama kali pada malam itu dan menumpahkannya ke dalam mulut sang leader. Dengan cekatan, Yunho menelan sebagian cairan putih ke dalam mulutnya. Segera dia menarik Yoochun yang masih intens dengan kegiatannya mengeksplor lubang Changmin dengan lidahnya dan membawa Park Yoochun ke dalam ciuman hangat, saling berbagi rasa dari sang magnae.

”Hyung…lepas…ah~” Ucapan Changmin terhenti ketika Jaejoong yang sudah melepaskan ciumannya dengan Junsu menuju ke arah leher Changmin dan menggigitnya kecil-kecil. Junsu sendiri sudah berjalan menuju ke arah Junior Changmin. Dia menjilat dua jarinya dengan lidahnya agar sedikit licin, lalu perlahan memasukkannya ke dalam dinding rektumnya sendiri.

Keadaan di ruangan itu sudah tidak terkendali. Yoochun dan Yunho (yang berdiri) masih saling beradu dalam ciuman sengit di antara kaki Changmin yang terbuka. Junsu membelakangi Jaejoong dan menghadap ke arah 2U couple sembari melakukan persiapan untuk dirinya. Melihat adegan live di depannya membuat Junsu semakin tidak terkendali dan segera memasukkan lebih banyak jari ke dalam holenya sementara tangan yang satu mengocok juniornya untuk memberi gesekan dan mempercepat orgasmenya. Jaejoong yang tadi mencium leher Changmin sekarang sedang merendahkan tubuhnya agar nipplenya berada dekat pada lidah Changmin dan membiarkan sang magnae melakukan aksi dengan lidahnya yang ternyata sangat lihai itu.

”Urm…” ”Aargh…” ”Hah…” Kurang lebih desahan-desahan seperti itu terdengar memenuhi ruangan saling bercampur membuat melodi tersendiri. Yoochun dan Yunho sudah melepas ciuman mereka. Saliva saling bertautan sembari masing-masing mencoba menarik nafas. Yunho segera mengelap salivanya dan menatap intens ke arah Yoochun yang mengerti arti dari tatapan sang leader. Dengan segera dia mengocok sedikit juniornya sehingga sedikit membesar dan memosisikannya ke depan hole Changmin yang sudah kembali mengecil akibat ditelantarkan. ”Ini akan sedikit sakit, tahanlah, Min.” bisiknya pelan namun sepertinya cukup keras untuk didengar sang magnae karena namja dandy itu dapat melihat sang magnae mengangguk pelan. ”Urgh…it’s okay…hmm…” Kembali Changmin menjilat nipple sang lead singer.

Junsu sudah memutar kembali badannya sehingga sekarang dia membelakangi 2U couple dan menghadap punggung putih milky white milik sang lead singer. Perlahan Junsu menurunkan dirinya memosisikan holenya ke dalam junior Changmin yang sudah kembali menegak.

”AAARGGGHHH!!!” Changmin melengkung, melupakan aksinya untuk menjilat nipple Jaejoong ketika 2 kenikmatan dirasakannya bersamaan. Sesuatu yang hangat memeluk juniornya sehingga dapat dirasakan juniornya yang berdenyut dan juga sesuatu yang besar memasuki dindingnya yang sempit tanpa aba-aba. Dia menjerit karena hal terakhir yang dia rasakan itu. Begitu sakit ketika sesuatu itu menembus dirinya membuat dirinya seolah terbelah dua. Dia bingung harus merasakan apa. Di satu sisi, dia merasakan sakit ketika dindingnya ditembus begitu saja tanpa peringatan, sementara sebuah kenikmatan dirasakannya ketika juniornya menembus dinding lain yang memeluk juniornya dengan ketat. ”Urm….Nggh…ah….more…hah.” Suaranya terdengar husky mungkin karena dia sendiri hampir kehilangan suara dan kendalinya. Ingin berteriak lebih kencang, sesuatu sudah menghalanginya. Junior Jaejoong sekali lagi masuk ke dalam mulutnya.

”Ssh…kau tidak mau tetangga kita mengamuk dan mengganggu acara kita bukan?”

Changmin tidak mengangguk tapi dia yakin bahwa hyungnya tahu bahwa dia setuju dengan pernyataan hyungnya. Maka, Changmin menjadi anak penurut dan melakukan aksinya tadi. Dia mencoba memfokuskan dirinya terhadap sesuatu yang sekarang berada di mulutnya dan melupakan perasaan campur aduk yang dialaminya sekarang.

”Hah…argh…kau…ket…at…argh.” Setiap tusukan yang diberikan oleh Yoochun mendatangkan desahan tertahan dari Changmin (karena mulut Changmin ditutup oleh junior Jaejoong). Yoochun sendiri mulai merasakan juniornya membesar dan sudah siap untuk mencapai orgasmenya.

Junsu, di saat yang bersamaan, menai-kturunkan badannya, melakukan kegiatannya sendiri untuk mencapai titik prostatanya. Ya, dia sedang melakukan posisi uke on top dan sedang me-ride Changmin dengan cepat membuat Changmin sendiri bingung karena tempo keduanya yang berbeda. Dorongan dari Yoochun tidak secepat Junsu yang terus-menerus mendekap juniornya dengan holenya yang ketat dan hangat. ”Argh…uh…” desahan keluar dari mulut Junsu setiap dia melakukan kegiatan ride me itu. ”Arng..~” Dia mendesah keras ketika akhirnya titik prostatnya disentuh oleh junior Changmin.

Sebuah tangan melingkar di leher Junsu membuat gerakan namja bersuara lumba-lumba itu melambat. ”Calm down, Su. Kau tidak mau membuat Changmin merasa tersiksa kan?” ujar sang leader dengan lembut. Junsu mengangguk pelan ketika melihat raut Changmin yang sedikit tersiksa walau perhatiannya sudah teralihkan oleh junior Jaejoong di mulutnya. Junsu pun akhirnya memperlambat kecepatannya, menyesuaikan dengan tempo Yoochun. Gerakannya terhenti ketika Yunho dengan kasar menarik rambutnya sehingga kepalanya tertarik ke belakang dan bibir mereka saling bertautan.

Kedua tangan Junsu melingkar di leher sembari memutar-mutar di bagian rambut Yunho untuk memperdalam ciuman mereka, sementara tangan Yunho perlahan menyebar ke arah tubuh Junsu yang terekspos turun ke bawah ke arah kejantanannya yang terabaikan. Dengan lihai, Yunho menyentuhnya dan mengocoknya sesuai tempo yang sedang dimainkan. ”Urm…” Junsu mendesah di sela-sela ciuman ketika tangan Yunho dengan lihai memainkan juniornya. Junsu sendiri juga tidak berhenti bergerak untuk memberikan gesekan pada junior Changmin yang dirasanya mulai membesar. Tak lama akhirnya Changmin mencapai orgasmenya yang kedua. Cairan putih keluar dan masuk ke dalam hole Junsu. Junsu merasa dirinya sangat penuh dengan cairan dan junior Changmin yang berada di dalam dirinya. Dia yakin tak lama juga dia akan mencapai orgasmenya karena kocokan dari Yunho yang begitu lihai.

”Hah…hah…” Changmin mengatur nafasnya dengan kesusahan. ”Hyung…lepaskan, jebbal. Aku susah bernafas.” Jaejoong merasa kasihan juga dengan Changmin. Memang dilihatnya sang magnae terlihat kesusahan mengambil nafas karena kedua tangannya terikat menganggu jalur pernafasannya. Jaejoong mengangguk. ”Baik, hah…tapi hanya satu saja.” Ya, tapi kalau dilepas keduanya rasanya tidak akan menarik lagi. Magnae itu mengangguk. Jaejoong meraih tangan kiri Changmin karena dia tahu bahwa magnaenya itu tidak kidal dan melepas tangan kanan sama saja dengan memberikan senjata pada sang iblis.

Begitu terlepas, tangan kiri Changmin langsung memilih nipple Jaejoong sementara lidahnya kali ini mencium leher sang umma DBSK dan memberikan gigitan kecil, tapi tak tersisa tanda. ”Hmm…argh…more…aahh..~”

Yoochun masih menggesekkan juniornya pada dinding ketat milik Changmin yang dirasanya semakin mengetat karena juniornya mulai membesar. ”Hah…

Yoochun masih menggesekkan juniornya pada dinding ketat milik Changmin yang dirasanya semakin mengetat karena juniornya mulai membesar. ”Hah…you’re so tight…ahh…”

”Argh…” Kembali tubuh Changmin melengkung dan menghentikan kegiatannya menjelajah leher putih milik hyungnya. ”Argh…moh..re…mo..re…hah.” Changmin merasa sangat nikmat, berbeda ketika juniornya masuk ke dalam dinding sempit milik Junsu. Kali ini dia merasakan sesuatu yang lebih, dia tak tahu bagaimana mengekspresikannya, tapi Changmin merasa bahwa Yoochun sudah menemukan titik prostatnya. Well, Changmin tidaklah seinnocent yang kadang dia perlihatkan. Dia tahu apa itu prostat, tahu apa itu masturbasi, dia juga tahu dengan benar apa yang saat ini sedang mereka lakukan.

Jaejoong akhirnya kembali mencium mulut Changmin dan melumat mulut magnaenya, mencoba meredam suara yang terus dikeluarkan. ”Ung…urgh…nggghh…”

”URMM…”Changmin mendesah keras ketika dia merasakan dindingnya dipaksa membuka lebar. Dia ingin melihat apa yang terjadi, tapi Jaejoong masih menciumnya. Hanya sekilas tapi Changmin bisa melihat Yunho sudah berada di samping Yoochun dan memasukkan satu jarinya ke dalam.

”Kita masukkan berdua.” ujar Yunho. Terlihat ada rasa tidak setuju dari raut wajah Yoochun. Dia bisa mengerti betapa sakit yang dirasakan magnaenya sekarang. Yunho yang melihat raut itu tersenyum kemudian mengelus kepalanya dengan pelan. ”Tenang saja, kalau dia terluka, aku akan segera berhenti. Aku akan pelan-pelan.” Walau suaranya lembut, namun Yoochun bisa merasakan ketegasan di baliknya. Tapi mungkin ini yang dibutuhkan Yoochun, sedari tadi dia masih belum bisa mencapai orgasmenya. Rasanya berdenyut-denyut dan sangat menyakitkan.

Satu jari dimasukkan oleh Yunho mendatangkan teriakan dari Changmin yang segera ditutup oleh bibir Jaejoong. Yunho sudah menjilat semua jarinya sehingga lebih licin. Perlahan dia memasukkan jari kedua. ”Unghh…” desahan yang terdengar dari mulut Changmin menandakan bahwa magnaenya merasa nikmat juga kesakitan yang bersamaan. Yoochun, di saat yang sama, masih memajumundurkan juniornya bergesekkan dengan dinding Changmin juga jari Yunho. Tiga jari masuk sudah dan Yunho memainkan jari-jarinya untuk memperbesar hole Changmin. Ketika dirasanya cukup, dia memosisikan dirinya di samping Yoochun dengan ujung juniornya berada tepat di dinding Changmin yang sudah dimasuki oleh Yoochun. Pelan-pelan ujung juniornya membuka dinding Changmin lebih lebar.

”Urm…”Changmin menggeleng-gelengkan kepalanya. Dia tidak tahan dengan sakit yang dia rasakan sekarang. Dia tidak bisa mengabaikannya meskipun dia masih merasa sedikit kenikmatan dari ciuman memabukkan Jaejoong, junior Yoochun yang menyentuh prostatnya, dan dinding Junsu yang masih setia menggesek juniornya. Tidak, sakit ini tidak bisa dihilangkan begitu saja. Dia sampai hendak menggigit lidahnya sendiri kalau bukan karena lidah Jaejoong yang menghalanginya. ”URNGHH…..kit…tikan…”

Jaejoong ikut sedih melihat sang magnae yang jarang mengeluarkan air matanya itu tiba-tiba saja meneteskan air matanya dengan perlahan. Ciuman lembut diberikan Jaejoong untuk menghapus tetesan bening tersebut. ”Sshh…” Kedua tangan Jaejoong mendekap pipi Changmin sambil sesekali mencium magnaenya. ”Sssh…semua akan baik-baik saja.”

”Hiks…kit…sakit.” isak Changmin. Jika tadi dia merasa dirinya terbelah dua, sekarang dia yakin bahwa dirinya telah terbelah dua. Dia merasa bahwa dindingnya bisa sobek dan akan mengeluarkan darah. Kenapa hyungnya melakukan hal ini padanya? Apakah ini hadiah yang dimaksud? Kalau begitu, lebih baik dia tidak usah menerima hadiah apapun. ”Lepas…hyung…sakit…hikss…”Changmin mencoba meronta dan Jaejoong sedikit kesulitan untuk menahannya. Jaejoong memutar kepalanya ke belakang menatap ke arah kekasihnya yang mengangguk pelan. Jaejoong menelan ludah dan kembali memosisikan mulutnya pada leher Changmin dan menggigitnya membuat Changmin berteriak kesakitan. Tapi, setidaknya hal itu berhasil mengalihkan perhatian Changmin dari sakit yang dirasakannya pada dinding rektumnya. Merasa cukup berhasil, Jaejoong kembali mencium Changmin dan memberikan lehernya untuk digigt Changmin. Dia mengerti perasaan Changmin yang merasakan kesakitan apalagi mungkin ini kali pertamanya dan dia harus dimasuki oleh 2 junior yang ukurannya tidak kecil sekaligus.

Semua junior Yunho sudah masuk sepenuhnya. Para seme itu terdiam menyesuaikan diri dan membiarkan Changmin mulai tenang sedikit. Ketika dirasanya Changmin sudah tidak banyak melakukan perlawanan, Yunho memulai langkah pertamanya. Dia mengeluarkan juniornya hingga tersisa ujungnya dan memasukkan lagi mendatangkan erangan nikmat dari Changmin karena sang leader berhasil menusuk prostatnya dalam sekali coba. Karena mengamati Yoochun, dia tahu sudut yang tepat dan di mana prostat magnaenya itu. Setidaknya dia tidak ingin magnaenya merasakan kesakitan lagi karena itu akan berbeda dengan rencana awal mereka.

Yoochun merasa lebih nikmat ketika junior Yunho dan miliknya saling bertemu dan bergesekan. Rangsangan yang diterimanya lebih besar dan jauh lebih nikmat daripada ketika dia harus memasukkannya sendiri. ”Urgh…” desahnya. Dia merasakan juniornya berdenyut meminta dikeluarkan dan dia juga bisa merasakan junior hyungnya itu mulai membesar juga dan dinding yang tadinya cukup luas sekarang mulai menyempit.

”Urgh…I’m cumming…” ujar Yoochun.

Splurt.

Bukan, itu bukan cairan putih dari Yoochun, melainkan dari Junsu yang masih melakukan kegiatan solonya meride Changmin seperti menaiki kuda sembari mengocok miliknya sendiri. Sebenarnya Junsu cukup kagum dengan Changmin yang bisa bertahan meskipun sudah menerima rangsangan sebanyak itu. Magnaenya hanya mengeluarkan sebanyak dua kali sementara dirinya sudah melakukan orgasmenya yang keempat. Sepertinya, magnaenya itu memang seme sejati.

”Ahh…aku…jugaa….hah…” ujar Yunho. Tak lama kedua seme itu pun mengeluarkan cairan mereka ke dalam hole sang magnae yang terasa terbelah dua. Keduanya menusuk tepat pada prostat sang magnae hingga Changmin pun akhirnya mencapai orgasmenya yang ketiga hari itu. Jaejoong sendiri menyusul tak lama kemudian ketika Changmin memainkan kedua nipplenya dengan ahli untuk melupakan sakit dan nikmat yang dirasakan sang magnae pada bagian bawah tubuhnya. ”Hah…” Tubuh sang magnae melengkung sedikit ke belakang pasca orgasme bersamaan dengan hyung yang dimanjakannya tadi. Akhirnya ronde mereka selesai pada hari itu. Changmin segela bersandar pada bantalnya dan terbaring karena kelelahan. Memang terasa nikmat, tapi dia juga merasakan sakit di saat yang bersamaan. Dengan tangan kanannya yang masih terikat, dia masih merasa kurang nyaman.

Mengerti akan hal itu, Jaejoong yang sudah berhasil mengatur nafasnya segera membuka ikatan tali di tangan kanan sang magnae. Junsu sendiri perlahan menaikkan dirinya dan di saat yang bersamaan cairan putih mengalir keluar dari holenya. Sementara Yoochun memutuskan untuk masih merasakan kehangatan sang magnae, sang leader sudah mengeluarkan juniornya dengan perlahan tak ingin menyakiti namja yang berulang tahun yang sudah tertidur karena kelelahan. Yunho sudah melepaskan kedua ikatan yang berada di kaki sang magnae.

”Hah…hah…” Yoochun terengah-engah namun sebuah senyum lembut muncul di wajahnya kala melihat sang magnae yang sudah kembali tertidur lelap. Perlahan diapun mengeluarkan juniornya.

Hyung tertua –Jaejoong- sudah berjalan menuju kekasihnya dan bercumbu. Sepertinya mereka akan melanjutkan ronde mereka yang kedua malam itu. Junsu sendiri sudah menghampiri Yoochun, namun Yoochun masih menatap Changmin dengan lembut. Mengetahui arti tatapan itu, Junsu menepok pundak Yoochun dan mengangguk. Yoochun pun perlahan menuju ke wajah Changmin. Dengan lembut, dia menyibakkan poni Changmin yang menghalangi matanya yang sudah terpejam. Didekatkannya bibirnya pada kening Changmin dan menyentuhnya. Cukup lama dia berdiam kalau tidak mendengar gumaman Changmin ”Urm…” maka mungkin dia akan terus melakukannya. Dia sudah sangat menyayangi magnaenya itu namun dia tahu bahwa magnae itu tidak menyayanginya seperti yang dia rasakan makanya dia mencoba melupakannya dan dia beruntung Junsu bersedia membantunya untuk melupakan perasaannya itu.

Blam.

Pintu kamar sang magnae pun tertutup. Lampu kamar sudah dimatikan, namun lampu yang ada di samping tempat tidur Changmin masih menyala untuk memberi penerangan. Mata sang magnae yang terpejam kembali terbuka. Dia tidak tidur, bahkan sesungguhnya dia tidak terlalu lelah. Dia memosisikan dirinya dalam keadaan duduk dan bersandar pada dinding tempat tidurnya. Memang dia tidak lelah, tapi bagian bawahnya sangat sakit. Bayangkan saja 2 junior masuk secara bersamaan. Ya, walau harus dia akui kenikmatan yang dirasakannya 2 kali lipat.

”Hah…” Kedua kakinya ditekuk sehingga berada tepat di dadanya. Tangan kirinya bersandar di atas lututnya sementara tangan kanannya diletakkan di atas kening yang dicium oleh Yoochun tadi. Sesungguhnya dia juga sangat menyayangi hyungnya sama seperti hyungnya yang menyayangi dirinya, tapi dia tahu bahwa bukan dia yang bisa mendampinginya. Junsu lebih pantas untuk dirinya dan Changmin tahu hal itu. Dia tidak ingin menjadi penghalang bagi mereka. Sekali lagi, jika memang dia harus berkorban, biarkanlah dia berkorkan. Lagipula –

Drrt…drrt…

Ponselnya yang berada di samping tempat tidur bergetar. Sebuah senyuman terukir di rautnya dan semakin membesar ketika membaca siapa yang meneleponnya seolah dia sudah tahu bahwa orang itu akan meneleponnya.

”Hyung?” ujarnya senang. ”Ne, gomawo hyung. Maaf atas permintaanku yang egois ini. Ne…ani, ini sudah cukup, hyung.” Changmin terhenti mungkin untuk mendengar perkataan dari orang yang ada di seberang teleponnya. ”Hyung.” Dia menyela pembicaraan dari seberang. ”Sungguh aku sudah melupakannya. Ah, ne…hyung~” Kalimat terakhir Changmin menggunakan nada yang sedikit manja membuat akhirnya yang dipanggil hyung berhenti berbicara. ”Choi Dong Wook! Aku tidak tahu kau sebawel ini.”

”Maaf chagiya, aku hanya –”

”Dengar karena aku hanya akan mengucapkannya sekali.” Changmin terhenti sesaat. ”Saranghae.” bisiknya pelan. Semburat merah terlukis di wajahnya.

Maaf Min, aku tak dengar. Coba kau ulangi.”

”Aish, sudahlah lupakan saja.” Changmin merasa kesal dan bermaksud menutup telepon ketika tiba-tiba lampu kamarnya menyala. Di sana, di samping saklar berdirilah seorang Choi Dong Wook atau yang dikenal sebagai Se7en. Namja berambut cokelat cepak itu berjalan perlahan ke arah Changmin. Changmin menelan ludah melihat penampilan namja yang lebih tua darinya itu. Dia memakai kemeja hitam – yang harus Changmin akui membuatnya terlihat seksi – potongan rambut yang digunakannya membuatnya terlihat lebih muda dan oh jangan tanyakan betapa bibirnya terlihat seksi membuat Changmin sampai menjilat bibirnya tanpa sadar.

”Kuyakin kau mengatakan sesuatu?” Se7en sudah berada di depan sang magnae yang masih saling berpandangan. Changmin menelan ludah dan menggelengkan kepalanya. ”Ani, aku hanya akan bilang sekali saja.”

Tangan indah milik namja yang lebih tua itu mengangkat dagu sang magnae agar mereka kembali berpandangan. ”Jadi, apa kau suka dengan hadiahku?”

”Sudah kuduga itu ulahmu, Choi Dong Wook.” Namja yang dipanggil Choi Dong Wook itu hanya tertawa lepas mendengar desisan dari orang yang dicintainya. ”Bagaimana kau bisa masuk?” tanya Changmin mencoba mengalihkan pembicaraan.

”Menurutmu bagaimana Romeo bisa naik bertemu Juliet?” jawab Se7en dengan nada bercanda yang dibalas Changmin dengan tatapan dingin dan raut kesal.

”Jangan bercanda, jadi aku julietnya begitu?”

Sekali lagi Se7en tertawa dan merangkul Changmin dalam pelukannya. ”Well, kau memang julietnya dalam artian tertentu.” Entah sihir apa yang dimiliki oleh Se7en sehingga dia bisa membuat kedua pipi Changmin sekali lagi merona.

”Hei, apa yang -..ah~” Changmin tak sempat menyelesaikan kalimatnya ketika tangan Se7en sudah melingkar di lehernya dan menariknya ke dalam ciuman dalam. Setelah ciuman – atau tautan – mereka terlepas bibir Se7en segera menuju ke leher Changmin yang memiliki bekas gigitan dari Jaejoong tadi. ”Hmm…hah…hyung~…ah…”

”Aku akan menghapus jejaknya dari tubuhmu, Min.” ujar Se7en ketika mata mereka kembali bertemu. Changmin mengangguk pelan.

”Ne, hyung.” Dia melingkarkan kedua tangannya ke leher Se7en dan menariknya untuk mempertemukan kedua bibir mereka –saling mengeksplorasi satu sama lain. ”Saranghae.” ujar sang magnae dalam sela-sela ciuman mereka. ”Saranghae hyung.” Se7en bisa merasakan tubuh namja jangkung itu sedikit bergetar. Dia menciumnya lembut sembari menenangkan tubuh sang magnae dan membawanya dalam dekapan hangat. Malam itu akan menjadi saksi bisu bagaimana seorang  Se7en akhirnya mendapatkan apa yang selama ini dia inginkan. Dia berjanji bahwa dia akan selalu membahagiakan namja yang berada dalam pelukannya saat ini, yang bergetar entah karena senang atau sedih. Dia tidak akan membiarkannya menangis lagi. Hal pertama yang akan dia lakukan adalah memuaskan sang magnae dan menghilangkan jejak dari namja yang pernah bersinggah dalam hatinya.

Yang terdengar berikutnya adalah desahan dan erangan nikmat dari sang magnae tak lupa juga dari kamar Yunjae couple dan Yoosu couple. Sepertinya, hari ini akan menjadi hari yang panjang. Mungkin bukan awal yang baik (hampir dirape oleh hyungnya) namun ini hadiah yang terindah, hadiah manis namun pahit yang bisa dia minta dan dia dapatkan. Semuanya berkat namja yang selalu berada di sampingnya yang sekarang berada di atasnya menyatukan diri mereka di dalam kamarnya –Choi Dong Wook atau yang dikenal Se7en.

Oh ya, kalian penasaran bagaimana Se7en bisa masuk? Dia sudah berada di depan sedari tadi, menyaksikan dengan hati yang sakit ketika namja yang dicintainya disetubuhi oleh keempat hyungnya. Namun ini yang bisa dia berikan untuk memberikan langkah baru bagi sang magnae dan sepertinya dia berhasil karena akhirnya dia bisa menembus dinding runtuh sang magnae. Ketika keempat hyung tersebut keluar, dia segera menelepon Changmin (dia heran kenapa Changmin tak menyadari kalau dia menelepon tepat pada waktunya) dan setelah teleponnya ditutup, dia perlahan masuk dan menampakkan dirinya.

Malam (atau pagi) tanggal 18 Februari adalah tanggal yang tak akan mereka lupakan karena masing-masing akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah baru meninggalkan jejak yang lama.

Dan author tidak perlu menjelaskan apa yang dilakukan oleh Min7en couple di kamarnya kan? Eh, perlu? Tidak? Mau atau tidak? Ya sudah, yang jelas dipenuhi dengan erangan dan desahan (seperti yang sudah dibilang) tak lupa dengan teriakan ”More…ahh..moo…reee…faster…hah…faster.” dari seorang Shim Changmin.

Baik, uri magnae yang author dan semua cassie sayangi, ”Saengil Chukkae Hamnida. Selamat menempuh langkah baru untuk menempuh langkah kedewasaan.”

.

.

”Hyung, kupikir kau sudah menyerah terhadapku.”

”Hmm?”

”Itu, lagumu.”

”Oh, kau kan tahu kalau lagu itu bukan karanganku. Lagipula, kalau boleh menyanyi, mungkin aku akan memilih lagu Bigbang.”

”He? Yang mana?”

”Make Love.”

The End

.

.

Annyeong chingdeul semuanya ^^ selamat pagi / siang. Sebenarnya saya mau upload cerita ini untuk ultah Changminnie (my lovely husband #plak) nanti malam bersamaan dengan bergantinya jam, tapi karena saya tahu fanfiction yang akhir-akhir ini suka aneh, saya tidak berani bertaruh. Jadi, saya upload lebih dulu saja, tidak apa2 kan? :3 Dan maaf kalau panjang banget neh oneshot -_-” kenapa jadi begini ya???

Dan saya lagi cinta sama Se7en >,< gyaaa..se7en oppa, lagunya bagus banget XDDDD jadinya saya cinta deh sama couple min7en ini :3 apakah perlu dilakukan sequel dengan apa yang dilakukan mereka pada hari ulang tahun minnie? :p

Jangan bash couple ini ya klo gak sukaa…karena saya tahu ini memang couple yang jarang dan mian buat Lucky 7 kalau seandainya Se7en mungkin agak OOC ._. karena pas baca ff tentang couple ini sifatnya si Se7en suka kayak begitu 😛

.

Oke deh…sebelum terakhir.

Happy Birthday my lovely husband CHANGMINNIE, CHANGMOMO *duar*

Shim Changmin ^^

Review?

Advertisements

32 responses to “Broken Birthday

  1. >< #ngelap keringat ..
    eonniiiii HOT BGT dahhhhhh
    ya ampuuunnn semua pada NC.an hhohho
    superrrr HOTT
    udah ngmnya ngelantur…
    bngung habisnya mau ngmng apa ???
    bru tw klo ada Kado kayak gtu =,= ..kasia juga minnieq hhuhhu
    tapi enak.kan ??? :p

    #buat eonni good luck nae ! 😀
    ~ngacir ke FF selanjutnya n,n

  2. Ya ampun HOT Summer iaa..
    Itu se7en aneh2 aja deh..
    Aq mah g bakalan sanggup jadi minnie d rape 4 org skaligus *abaikan
    Bagus cerita’a eon 🙂

  3. wah…..apa ini???
    Aq sempet lht judul broken birthday d list ff yg d delete. Dr judulnya aq kira cerita romantis gt. Trnyata cerita penuh sensor but i like it :p #ketahuan yadong.
    Changmin q knp dikeroyok??? tp kl bs sich aq mau ikutan rape2 minnie juga. Huahahaha
    aq baca ni cerita jd panas dingin, padahal pernah lht film yadong g gini2 amat. Salut buat author bs nulis cerita kyk gini.
    Btw mau nanya itu ide dapat dr mana???

  4. huaduhhhh,,,minnieeeee,dgrebek gt ya,,padahal blom waktunya grebeg saur#apa hubungannya???

    Panas panassssss,,,,,,

  5. Aigoo.. HOT nya, Melek mata masih di bed pagi2 baca NC + DP, *raba-raba tetangga di sebelah. Hehehe

    El.. Sedikit masukan, utk DP dua junior sekaligus masuk ke hole tdk cukup melebarkan nya dengan jari, diperlukan toy sex dgn ukuran tertentu (besar) utk memperbesar hole nya. (Itu yg di real nya) #bahasaku

    Karena ini FF.. Apa aja oke lah di sah-sah kan. Chongmal DP nya okeh banget, 2 tumbs.

    PS : DBSK kalau di jejer urutan besar-kecil nya no 1,2,3,4 & 5 kira-kira siapa ya ? 😀

    • Hehe…
      iya, itu karena aku masih gak tahu soal DP >w< makasih soal sarannya, akan lebih dipelajari lagi soal DP :3

      Hehe.
      Mengenai PSnya itu..changmin paling besar XDD #lho

  6. .akhir’a,sya cuma bisa bilang ‘wow’,,,
    .*ngelap kringat*crita’a hot bnget!!!tpi,,i like that!!#dasar yadong
    .pokok’a daebak deh buat eL-ssi,,^_^b
    .buat yg ginian lgi y eL(mksd’a yg some’a bnyk,gtu),,hahahagh
    .keep writing ne!!fighting!!!\(^o^)/

  7. Tissue..mana tissueee X3
    aigoo..aigoo…
    Umma..*lap keringat*
    ini PANAS..PANAS umma..
    Sebenarnya ini ff udah lama aku baca dan aku lupa,aku udah comment deh kayaknya.
    Tapi karna ingatan aku rada-rada,mending aku tulis aja deh.
    Typo nggak ada -.-v (sejauh yg aku liat ya umma)
    temanya ulang tahun ya :3 aku juga mau dapat hadiah ulangtahun gitu kalo yg ngelakuin umm..henry..umm..>//////////<
    btw aku udah 17 loh ya umma..jadi boleh baca u,u
    hmhm..tapi aku kurang suka couple chunmin itu umma..aku kasihan sama junsu 'jumma..
    Lagian chunmin juga jarang skinship-nya.jadi kurang dapet..
    Dan kok aku nggak ngeliat junsu 'jumma marah cemburu yak?sepercik pun nggak ada.walau umma udah jelasin secara implisit kalo si junsu 'jumms suka yuchun jidat.
    Dan well,,*nadah tangan* bikin ff henry dong umma /plakplak/
    aku paling suka pas bagian se7min..yg pas moree,,fasterrrh.. /slap/ *yadong*
    hayo umma..aku jadi se7min shipper ini..hayo..
    Well..overal ceritanya bagus umma XD
    bukan hanya karna nc-nya u,u
    tapi karna cerita ini sanggup bikin aku ngerasain kayak beneran kejadian u,u
    yaudah umma..
    Luph u..
    Paypay~

    • *sodorin tissue*
      gak tahu sih nak, kykny blom deh ==a
      sama umma juga lupa mana aja yg blom dibalas #plak
      kkk~ ada sih, tpi gk tahu di mana juga #plak
      ya ampun..mau digituin? seriusan? #lho
      iya deh iya u,u tpi bagusnya itu 18 tahun baru bleh kkk~
      hahaha..kan junsu yg suka bkan uchun XDD
      henry/ nanti ya klo sempat bingung jg umma skrang ~_~
      yadong tingkat akut ini anak juga u,u
      kkk~
      luph u nak :*
      #Hug

  8. maaf ikut bca… hehehehe

    keempt hyung minnie mnyrmkan… rencana yg d susun membuat minnie mnkmtinya wlpun lbh mnkmati bersama se7en….hahahahahah

  9. hadiahnya bener2 HOT.. #lap keringet
    kasihan juga sama se7ennya, ngliat changmin dirape2 sama hyungdeulnya.
    Itu pasti pada berisik.. Ckckck.. #tutup kuping
    El-ssi Banyakin bikin 3some/4some.. #otak yadong
    Boleh manggil eonni?
    Mian, ikut2 baca.. 😀

    • Yoa dong, untuk changmin emang harus paling hot 😉
      bleh2, silakan. Manggil umma, halmoni juga gapapa
      sudah terbiasa #jduar
      Bkannya berisik lagi itu, tapi suangat berisik #jduar xDD

  10. Hihihi ide fanficnya el chan selalu beda…. Tp ff ini emg keren nggak tahu klo ini emg udh disetting ma changmin sendiri ^^ . Gr2 el chan ni… Aku bru thu ada pasangan se7min…. Keep writing

    • Aduh, saya jadi malu banget >___< Makasih ya sudah mau mampir (?)
      Iya, saya jg sebenarnya sih kena virus, tapi mau nyebarin biar gak sendirian xD #jduar

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s