Chapter 2: Who is Changmin?


Title : Broken Doll

Rated : M

Couple : Yunjae, Sibum (main), Haehyuk, Hanchul, ChangKyu7en

Genre : Romance/Drama

Warning:

NC. Smut. BDSM. Rape. PWP. BoyxBoy. Possible Mpreg.

Voting kemarin dimenangkan telak oleh Changkyu dan disusul oleh Kyumin. Tapi, saya putuskan untuk memasukkan Se7en oppa dalam cerita. Apakah Sungmin akan dimasukkan atau tidak, tergantung dari peminatnya ^^

Warn lagi. Changmin dan Kyuhyun ada kemungkinan jadi SEKE alias Seme dan Uke, oke? 😉

Yang tidak kuat silakan kembali dan yang merasa yadong (termasuk saya) silakan melanjutkannya J cerita ini akan penuh dengan adegan Rated entah rape or non rape. Bear with me? 😉

Don’t Like Don’t Read! GAK SUKA JANGAN BACA! NO BASHING!

Warn lagi mumpung ingat kalau adegan NC-nya kurang HOT mian ya semua ._.

Sisany enjoy reading ^^

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11

.

.

America, 10.00 a.m.

Tok. Tok

Di depan pintu yang terbuat dari mahogani sejati berdirilah seorang namja jangkung yang sedari tadi terlihat merenung. Ketukan demi ketukan sudah dia lakukan, namun pintu yang ada di depannya tak kunjung terbuka. Helaan nafas terdengar dari dirinya. Ketika dia hendak meraih kunci yang ada di saku celananya, apa yang dinantikannya akhirnya terlaksana. Pintu tersebut terbuka. Sebuah tangan menarik sang namja jangkung masuk ke dalam.

Blam.

Dalam sekejap saja namja jangkung itu sudah bersandar di pintu yang sudah tertutup. Pundaknya ditekan oleh sepasang tangan yang terlihat lebih kekar darinya. Bibir sang namja jangkung sudah dilumat habis oleh sang pemilik tangan tadi.

”Urm…hah…” desahan keluar dari bibir merah milik sang namja jangkung menjadi pembangkit libido dari namja yang berada di depannya. Pemilik tangan itu adalah seorang namja yang lebih pendek daripada si namja jangkung, namun tenaganya lebih kuat dan wajahnya terlihat lebih masculine.

Plak.

Sang namja jangkung kemudian menepis tangan dari sang namja yang ada di depannya. Matanya penuh dengan kilat amarah. ”Jangan sentuh aku dengan tangan yang sudah menyentuh yeojya itu.”

Namja masculine itu tertawa terbahak-bahak. Kedua tangannya sekarang diletakkan di samping kepala si namja jangkung. ”Coba kau ulangi?” Nadanya terdengar penuh ancaman dan penekanan. ”Kau hanya sebuah doll dan yeojya yang kau bilang itu adalah istriku!”

Tak ada reaksi yang keluar dari sang namja jangkung, hanya tatapan kosong. ”Kalau begitu, master, kenapa kau tidak memuaskan nafsumu dengan istrimu saja?”

Dalam sekali gerakan, sang namja jangkung sudah berada di atas sofa yang letaknya tak jauh dari mereka sementara si master sudah berada di atasnya, menatapnya dengan tajam. ”Kau tentu tahu peraturannya, doll. Dan aku harus meningatkanmu bahwa kalau dia tak ada, kau akan tetap berada di tempat itu, merana tanpa tujuan, menunggu untuk dijual menjadi sex doll seperti yang kau inginkan.”

”Apa bedanya sekarang dengan menjadi sex doll seperti yang kau katakan?” desis sang doll pelan.

Sebuah seringaian terpasang di wajah sang master. ”Well, well, sekarang kau sudah berani menantangku, eh? Setidaknya kau masih mendapat tempat tidur dengan layak. Dan jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang kau lakukan di belakangku, Changmin.”

Doll yang bernama Changmin meneguk ludah dan akhirnya perlahan mengangguk. ”Arasso.” Tangannya dengan lihai melingkar pada master­nya untuk menarik tubuh sang master agar bertumpu pada dirinya. Dia mempertemukan bibir mereka. Keduanya saling memperebutkan dominan yang tentu saja dimenangkan oleh sang master. Changmin mendesah ketika dirasakannya tangan master menyentuh kedua tonjolan di dadanya, memilin-milin seperti sedang bermain. ”Ernng…Urng…ahh…” desahnya. Badannya sedikit melengkung ke atas membiarkan sang master sekarang menjilati nipplenya yang sudah terblihat menegang. Kaus putih yang dikenakannya sudah terbuka sebagian memperlihatkan kulit putihnya yang mulus dan badannya yang terlatih.

”Aku tidak ingin melakukan foreplay. So, let’s go to the main point, shall we?” Changmin, tentu saja, hanya mengangguk dan segera membalikkan badannya, memosisikan dirinya dalam doggy style. Celananya dibuka hingga ke atas lutut sementara pantatnya yang sudah tak terbungkus ditunggingkan ke atas memperlihatkan hole pinknya yang menggoda kepada sang master.

Sang master menjilat bibirnya yang mulai kering. Diapun berdiri dan melepas resleting celananya, mengeluarkan kejantanannya yang sudah mulai menegang. Dimasukkannya ke dalam hole Changmin tanpa persiapan mendatangkan teriakan dari Changmin. ”ARGHHHH!!!” Air mata keluar perlahan dari mata Changmin ketika rasa sakit itu datang, seolah membelah dirinya menjadi dua.

Bibir sang master mengecup dengan pelan punggung Changmin yang terlihat, kecupan-kecupan singkat dia berikan. Ada juga beberapa tanda cinta berwarna merah yang terukir pada kulit putih tersebut. ”Hmm…” Sang master dengan kasarnya menarik rambut Changmin sehingga kepala Changmin terputar sedikit dan berhadapan dengan dirinya. Tanpa aba-aba, pertarungan dominasi mulut mereka kembali dimulai, tentunya sang master kembali memenangkan pertarungan tersebut, mengeksplor setiap inci dari doll kesayangannya itu.

”Urmm…argh…hah…” Changmin ingin sekali menangis saat itu juga. Dia tidak merasakan kenikmatan yang bisa dia rasakan. Masternya dengan kasar memajumundurkan junior miliknya ke dalam hole milik Changmin membuat Changmin yakin darah mengalir keluar dari holenya.

Memang benar, darah keluar dari dinding rektum Changmin, namun bukannya berhenti, sang master malah menggunakan darah tersebut sebagai pelumas untuk memudahkan dia memasukkan juniornya. ”Ah…” Tubuh Changmin sedikit melengkung ketika akhirnya sang master menemukan titik prostatanya.

”Hah…tight as usual, eh?” Changmin tak bisa menjawab. Pikirannya penuh dengan rasa sakit dan nikmat yang tak bisa dia jelaskan. ”Katakan, kau milik siapa Max Changmin! Katakan padaku!” Dengan kasar sang master menjambak rambut Changmin sehingga kepala dan sebagian tubuh atasnya terangkat ke atas. Kepalanya diputar sehingga wajah mereka saling berhadapan.

Bibir membengkak. Kulit memerah. Wajah penuh peluh keringat. Mata sayu penuh air mata. Begitulah keadaan Changmin sekarang. ”Urm…” Desahan dikeluarkannya di antara ciuman panas mereka.

”Katakan, kau milik siapa!”

”Ah! Hah…I’m yours…hah…master…Se7en!

.

.

Broken Doll

”Who is Changmin?”

424269_329406893832035_1379064811_n

By eL-ch4n

25.02.2012

.

.

Tik. Tok.

Hanya suara jarum jam yang terdengar memenuhi ruangan kerja seorang Jung Yunho. Di hadapannya sekarang duduk seorang Choi Siwon. Sudah hampir 10 menit Siwon berada di ruang kerja Yunho sementara sang pemilik rumah sendiri sedang mencari-cari sesuatu di tablet yang ada di atas mejanya. Siwon memutuskan untuk membuat janji dengan Yunho setelah menenangkan Kibum kemarin malam. Dia membuat janji untuk bertemu dengan Yunho hari ini di rumahnya saja. Tidak mungkin berbicara hal penting di sebuah klub bukan?

”Baik, sampai di mana kita tadi?” tanya Yunho ketika dia selesai menemukan apa yang dia cari di dalam tabletnya.

Siwon menghela nafas. ”Maaf saya menganggu waktu anda, Yunho-shi.”

”Yunho saja.” sela Yunho. Kedua tangannya disilangkan dan berada tepat di depannya. ”Jadi, anda ingin mencari data tentang doll yang baru saja anda beli kemarin dengan harga 180 juta dollar itu?”

”180 juta? Saya –”

”Anda membayar 201 juta dollar, saya ingat. 1 juta dollar sudah kuberikan kepada si juru lelang itu untuk biaya rumah sakti dan 20 juta sudah saya transfer ke rekening keluarganya. Mereka akan jauh lebih menghargai 20 juta dollar itu daripada dirinya.”

Siwon tak mengerti dengan maksud pernyataan Yunho. Dia berkata seolah-olah…”Tunggu, memangnya apa yang anda lakukan terhadap –”

”Terhadap pegawai itu? Well, sesungguhnya saya harus berterima kasih pada anda karena saya akhirnya punya alasan untuk memecatnya. Tentunya anda tahu reputasi Mi[R]otic bukan? Banyak isu mengatakan bahwa dia melakukan penyelundupan doll entah dari sumber mana, namun karena belum cukup banyak bukti, aku tidak bisa berbuat apa-apa. Berkat kejadian 2 hari yang lalu, maka saya akhirnya bisa memecatnya juga. Jadi, Siwon, gamsahamnida.”

Hening melanda mereka. Siwon masih tidak bisa mencerna apa yang baru dia dengar. Rasanya terlalu banyak informasi yang dia terima. ”Lalu mengenai doll Snow White yang anda tanyakan.” Begitu mendengar Snow White, wajah Siwon langsung terangkat dan berhadapan langsung dengan Yunho. ”Maaf, saya sendiri tidak banyak mendapatkan informasi dari dirinya. Anda sendiri tahu di dunia yang susah ini banyak sekali mereka yang akhirnya memutuskan menjadi doll supaya hidup lebih mudah, bukan?” Siwon mengangguk, mengisyaratkan Yunho untuk melanjutkan kata-katanya.

”Nah, Snow White adalah salah satunya. Dia datang kurang lebih 1 bulan lalu ke perusahaanku dan memohon untuk dijadikan doll. Aku tak menanyakan alasannya lebih lanjut karena banyak yang seperti dia yang datang memohon padaku.”

”Tapi dia masih virgin?” sela Siwon.

Yunho terkekeh pelan. ”Anda pikir semua doll yang saya lelangkan sudah tidak virgin?” Siwon mengangguk. ”Well, anda salah. Setiap 1 bulan sekali, kami akan melelangkan doll yang disebut sebagai Rare yang artinya dia masih virgin dan belum disentuh sama sekali. Tentunya, kami tetap memberikan mereka pelatihan-pelatihan seperti cara-cara memuaskan masternya dengan baik sekedar blow job saja sih mereka bisa melakukannya. Dari pertanyaan anda, saya asumsikan Snow White masih Rare.” Siwon mengangguk.

”Apakah anda tidak bisa memberitahukan saya nama lengkap dari Snow White, Yunho?”

Yunho menggeleng kepalanya pelan. ”Kami selalu mendata setiap doll yang kami beli dan kami dapatkan, namun ada beberapa yang tak ingin latar belakangnya diketahui dan Kibum –nama asli Snow White– adalah salah satunya. Sayang sekali, Siwon, saya hanya bisa memberikan informasi sebanyak ini.”

Helaan nafas dikeluarkan dari Siwon. ”Kalau begitu, saya ucapkan terima kasih atas bantuan anda, Yunho.” Siwon beranjak dari kursinya, menyalami Yunho. ”Sama-sama, Siwon. Saya akan mengabarkan anda jika saya sudah mendapat informasi lebih. Saya antar ke rumah anda, bagaimana?”

Siwon menggeleng kepalanya. ”Ani, ada beberapa hal yang saya urus dahulu, lagipula mobil saya ada di depan.”

”Ah, begitukah? Baiklah, kalau anda memerlukan doll kualitas terbaik, akan saya kabarkan.” kata Yunho dengan nada bercanda.

Siwon hanya tertawa pelan. ”Anda tidak perlu repot-repot Yunho, saya tidak akan membeli doll lagi.”

”Sayang sekali kalau begitu. Baiklah, hati-hati di jalan.” jawab Yunho. Sebuah senyum terpasang di wajah dari kedua namja itu.

Drr…drr…Krosak…

”Eh? Bunyi apa itu?” tanya Siwon ketika dia sudah tiba di depan pintu.

”Ah, mungkin hanya bunyi angin, pendingin yang saya pakai akhir-akhir ini mulai rusak.” jawab Yunho dengan tenang. Siwon tidak begitu percaya dengan jawaban yang diberikan oleh pemilik Mi[R]otic itu, namun dia tidak ingin mempermasalahkannya. Kalau dia tidak mau memberitahukannya, Siwon juga tidak bisa berbuat apa-apa bukan?

Siwon sempat melihat ketika Yunho hendak menutup pintu sebuah seringaian terpasang di wajah namja itu. Seringaian yang mengerikan, namun Siwon merasa ada sesuatu di baliknya. Kesedihan mungkin?

Dia menggeleng kepalanya. ’Ah sudahlah, ada hal lain yang harus kuurus juga.’ Melalui transporter sekarang dia sudah berada di depan rumah Yunho dan melangkah masuk ke dalam mobilnya.

.

.

Blam.

Jung Yunho yang sudah menutup pintu ruang kerjanya segera berjalan ke sebuah pintu lain yang terletak di sisi kanan meja kerjanya. Kenop pintu diputar dengan perlahan menimbulkan bunyi Kriet

Ketika pintu telah terbuka sepenuhnya, di hadapannya sudah ada seorang Hero Jaejoong. Kali ini, dia duduk di atas sebuah kursi dengan kedua kaki ditekuk di atas lengan kursi dan terikat sehingga tak bisa bergerak dan memperlihatkan holenya yang sekali lagi dimasuki oleh sebuah vibrator yang cukup besar. Badannya yang polos diikat oleh tali-tali, 3 dibuat horizontal, dan 2 dibuat vertikal sementara satu lagi melingkar di lehernya membuatnya seolah-olah memakai sebuah kalung atau collar. Mulutnya ditutupi oleh gag ball. Sekilas keadaannya sama seperti kali pertama bertemu, namun kali ini ditambah tubuhnya diikat oleh tali dan ada sesuatu yang menutupi juniornya. Bukan, yang berada di juniornya bukanlah cock ring, tetapi sejenis vibrating vagina(1). Benda itu terbuat dari plastik dan menyelimuti juniornya sembari memberikan getaran-getaran sehingga Jaejoong seolah diserang dari dua arah.

Yunho menjilat bibirnya dengan tatapan nafsu. Dia perlahan melangkah pelan sembari menutup pintu yang ada di belakangnya. ”Urmm…ung…” Jaejoong menggeleng-geleng kepalanya, mencoba untuk melepaskan dirinya, namun dengan tangan yang sekali lagi terikat –kali ini di atas kepalanya – dia tidak bisa bergerak. Kedua tangannya diikat oleh rantai, direntangkan begitu lebar sehingga membuat Jaejoong agak susah untuk bernafas.

”Hmm…naughty doll. Sepertinya kau begitu ingin mencari perhatian, eh? Sampai-sampai menimbulkan suara. Apa sebegitu inginnya kau dilihat oleh orang lain?” Setiap kata yang dikeluarkan Yunho penuh penekanan mendatangkan gemetar dalam diri Jaejoong.

Jaejoong segera menggeleng kepalanya, tidak ingin membuat masternya marah. Yunho membuka 2 kancing atas kemejanya karena dia mulai merasa sesak. Perlahan dia membuka gag ball pada mulut Jaejoong dan segera melumat bibir namja cantik itu. Mungkin karena terbawa nafsu, dia menggigit bibir bawah Jaejoong dengan keras sampai mengeluarkan luka. ”Hmm…” keluar dari bibir Yunho ketika lidahnya beradu dengan lidah lihai dari Jaejoong.

”Urngg…ahhh…” Jaejoong kembali mendesah ketika bibir Yunho telah lepas dari dirinya dan segera menuju ke daun telinganya, menjilatnya dengan pelan. ”Yun…” Mendengar itu, Yunho langsung menarik bibirnya dan bertatapan dengan Jaejoong. Matanya penuh dengan kilat amarah.

Dia kemudian mengabaikan erangan Jaejoong dan menuju ke perut bagian bawah yang penuh dengan cairan putih yang keluar dari Jaejoong. Hanya sedikit karena sisanya jatuh ke bawah mengotori lantai. ”Ckckck…naughty doll, aren’t you?” gumam Yunho sembari menyengir ke arah Jaejoong.

Dengan kasar dia mencabut vibrating vagina tersebut bersamaan dengan keluarnya cairan putih dari Jaejoong. Yunho segera menjilat jari-jarinya yang terkena cairan tersebut. ”Lick it.” Jaejoong segera mengulum jari-jari Yunho dengan ahli, merasakan sendiri cairannya. ”Urmm….ahh…”

Ketika dirasanya cukup basah, Yunho segera menarik jari-jarinya dengan kasar dari mulut Jaejoong mendatangkan erangan pelan kemudian tanpa aba-aba segera memasukkannya ke dalam hole Jaejoong yang masih diisi oleh vibrator.

”ARGHHH!” Jaejoong merasa dirinya begitu penuh dan terbelah dua ketika kelima jari Yunho masuk berbarengan, namun di satu sisi dia juga merasa nikmat ketika ujung dari vibrator tersebut menyentuh titik prostatnya. Sungguh kombinasi yang membingungkan.

”Urmm…hah…” desahan-desahan terus dikeluarkan Jaejoong ketika kelima jari Yunho memajumundurkan vibrator tersebut di dalam holenya. Hanya saja Jaejoong merasa ada yang kurang, dia ingin punya masternya berada di dalamnya. Ini tidak cukup.

Jaejoong sedikit menggeliat mendatangkan perhatian dari Yunho. ”Hmm?” gumamnya pelan melihat tingkah laku doll-nya.

”Mas…hah…ter..want you…hah…puh..lease…moh..re…” Yunho menyeringai. Ditariknya kelima jarinya bersamaan dengan vibrator tersebut dengan kasar. Seketika saat itu juga Jaejoong merasa holenya kosong namun tak lama karena Yunho menembus dindingnya tanpa peringatan.

Dikuasai nafsu, Yunho segera melepas resleting celananya membiarkan miliknya berdiri tegak sembari menarik kelima jari dan vibrator tersebut. Begitu dilihat Jaejoong sepertinya masih mencoba mengatur nafas, Yunho tak membiarkannya dan langsung memasukkan dirinya merasakan bagaimana dinding Jaejoong langsung menyempit membuatnya merasakan gesekan-gesekan nikmat. ”Ahh…so slutty…hah…like it…ahh…hah.”

”Yun…hah…faster…faster!”

”Beraninya kau memerintahku, eh?” Yunho mengeluarkan juniornya yang sudah menegang dan mulai mengeluarkan precum. Jaejoong mengerang sakit, merasa ada yang kurang. Dia hampir saja mencapai orgasmenya tapi Yunho langsung menghentikannya dengan mengeluarkan juniornya begitu saja.

Puh…punish me, master…jebbal…”

Seringaian terpasang di wajah Yunho dan dia langsung memasukkan juniornya dengan satu sentakan. Jaejoong langsung keluar setelah beberapa sentakan disusul oleh Yunho tak lama kemudian. Yunho segera melepas tali yang mengikat tangan dan kaki Jaejoong kecuali yang menempel di tubuhnya. Dengan kasar ditariknya rambut Jaejoong sehingga menyentuh lantai yang dipenuhi dengan semen mereka. ”Dengar, kau harus membereskan ulahmu. Kuberi kau waktu 5 menit dan saat aku kembali semua sudah harus bersih. Lick it if you must.” perintah Yunho dengan tegas. Dia mendorong kepala Jaejoong hingga menyentuh lantai.

Perlahan Jaejoong menjulurkan lidahnya menjilat semennya dan Yunho seperti seorang kucing yang menjilat susu dari piring. Tak sampai 5 menit tiba-tiba saja tubuh Jaejoong ambruk dan terjatuh di atas lantai. Yunho langsung menggendongnya dalam bridal style. Dia menatap Jaejoong yang sudah kehilangan kesadarannya dengan lembut. Dia akan menyuruh para housewife-droidnya untuk membereskan ini semua.  Tanpa dia sadari tetes-tetes air mata turun perlahan dari kedua mata elangnya.

.

.

Seoul, South District.

”Wah, ada apa kau kemari Wonnie?” Seorang namja cantik dengan rambutnya yang panjang sebahu memeluk Siwon dengan erat. Namja cantik itu memakai gaun tradisional Cina yang membuat kecantikannya makin terpancar. Sebuah kecupan singkat mendarat di kedua pipi Siwon yang hanya dijawab dengan senyuman Siwon yang mendatangkan kedua lesung pipi.

”Boleh aku masuk, Heechul?” tanya Siwon dengan lembut.

Namja cantik bernama Heechul itu mengangguk dengan antusias dan mempersilakan Siwon untuk masuk ke dalam apartemennya. Sembari berjalan menuju ruang tamu, Siwon melihat seorang namja tampan berparas Cina sedang berada di dapur. ”Hangkyung.” ujar Siwon sembari mengangguk memberi hormat. Namja tampan yang sedang memasak tadi berbalik ketika mendengar namanya dipanggil. Melihat Siwon datang, dia juga mengangguk memberi salam.

”Hannie, masaknya nanti saja, Siwon sedang datang.” ujar Heehcul dengan nada manja. Hankyung mengangguk sembari mengelap tangannya dengan kain. Kita bisa melihat sebuah barcode terukir di pergelangan tangan kirinya.

”Ne, Chullie-ah.” jawab Hankyung dengan lembut. Dia segera mengambil tempat duduk di samping namja cantik itu, berhadapan dengan Siwon yang duduk di sofa untuk satu personil. ”Ada apa kemari, Siwon? Tidak biasanya.”

”Ah, itu.” Siwon menggaruk-garuk kepalanya. ”Ah..bagaimana memulainya ya?”

Heechul menyengir senang. ”Aku tahu! Pasti mengenai dollmu kan?”

Doll?” tanya Hankyung sembari mengangkat alisnya. Tangan kanannya sekarang berada di pundak Heechul membawa namja cantik itu bersandar pada dadanya.

Siwon merasa kaget, pasalnya dia tidak memberitahu siapapun kecuali –

”Donghae yang memberitahumu?” tanya Siwon tak percaya. Bagaimana mungkin sepupunya itu mengkhianatinya?

”Aduh, bukan. Kau kayak tidak tahu betapa Hae itu sebenarnya sangat penakut. Dia bahkan sampai-sampai mengurung Hyukjae hanya karena dia tidak ingin Hyukjae hilang lagi.” jawab Heechul panjang lebar.

”Jadi?” Kalau bukan Donghae, lantas siapa yang memberitahu Heechul?

Heehcul memberikan sentilan ke dahi Siwon. ”Apakah kau lupa siapa aku, Siwon? Cih, sampai-sampai kau sudah lupa dengan apa pekerjaanku.” desis Heehcul pelan.

Hankyung hanya tertawa dan memijat pundak Heechul untuk menenangkan namja cantik itu. Siwon menepuk dahinya pelan. Bagaimana bisa dia lupa kalau saudara sepupunya yang satu ini merupakan pimpinan dari black market. Ya, Heechul adalah sepupunya dan dia memimpin sebuah organisasi yang bekerja di bawah pemerintah Amerika dan bergerak pada bidang black market. Tugasnya selain mencari produk, dia juga mencari informasi  dari segala negara. Tentu saja tidak ada yang menyangka seorang secantik dan terlihat lemah seperti Heechul adalah namja yang tak mempunyai hati ketika harus melakukan tugasnya. ”Sabar, Chullie.” tegur Hankyung pelan.

Heehcul segera menarik Hankyung dan melumat bibirnya di depan Siwon saat ini juga. Siwon hanya menggeleng kepalanya dan berdeham membuat kedua insan itu akhirnya melepaskan tautan mereka. ”Nah, karena kau sudah tahu poin pentingnya, bisa kau bantu aku?”

Well? Aku tidak yakin, Siwon. Sepertinya Snow White mu itu mempunyai keterkaitan dengan Rusia dan kau tentunya ingat bagaimana hubungan terakhir antara Rusia dan Amerika. Mencari informasi dari Rusia sama saja dengan mencari alasan untuk mati.”

”Rusia?” Siwon menaikkan kedua alisnya. Oke, jika sudah berkaitan dengan salah satu negara dingin itu, sepertinya hal ini menjadi serius. Dugaan Siwon benar, Kibum bukan sebuah hanya sebuah doll. Ada sesuatu yang disembunyikan oleh doll Snow Whitenya dan dia harus mencari tahu. ”Apa kau tidak bisa mengusahakan sesuatu?”

Heehcul menghela nafas dan menggenggam tangan Hankyung dengan erat. ”Mungkin bisa, aku hanya bisa mencari latar belakangnya sedikit, tapi aku tidak yakin dan aku tidak berjanji. Akan lebih baik kau tanya langsung pada dirinya, Wonnie.”

Memang benar, akan jauh lebih baik dia menanyakan langsung pada Kibum, tetapi dia tidak bisa melakukannya, terlebih setelah melihat Kibum yang begitu rapuh. Sehabis ciuman yang dilakukan mereka kemarin dan Kibum memperkenalkan dirinya, Siwon segera membiarkan Kibum kembali tertidur melihat namja cantik itu masih terlalu lelah. Tadi pagi saja ketika dia hendak keluar, Kibum masih tertidur dengan lelap membuatnya tak tega untuk membangunkannya dari alam mimpi.

Helaan nafas keluar dari Siwon. ”Arasso, tapi kabari aku kalau kau mendapat informasi, oke?”

”Tenang saja, sebagai gantinya kau harus menceritakan hubungan kalian, oke?” Heechul mengedipkan matanya ke arah Siwon yang dibalas dengan semburat merah pada kedua pipi Siwon.

Selesai mengantarkan Siwon keluar dari apartemennya dan mengunci pintu, Heechul didorong begitu keras ke arah pintu. ”Urmm…” desahan keluar dari bibirnya ketika Hankyung segera melumat bibirnya dan menggigit bibir bawahnya meminta akses masuk. ”Arng…hah…erhhmm…” Heechul menarik rambut Hankyung untuk memperdalam lumatan mereka. Tangan kirinya melingkar di leher Hankyung, mendorongnya lebih dalam.

”Apa maksudmu, Hannie?” tanya Heechul dengan nada mengancam.

Hankyung hanya tersenyum misterius. ”Memastikan kau masih milikku, Master.” bisiknya penuh godaan membuat diri Heechul sedikit bergetar.

”Argh…” Tiba-tiba saja Heehcul mengerang pelan ketika dirasanya sesuatu bergetar di dalamnya. Dia baru saja ingat kalau ada vibrator yang berada di dalamnya. Hampir saja dia lupa dengan hal itu. ”Hannie…hah…”

Hankyung menyeringai dan segera menggendong Heechul dengan bridal style melangkahkan kaki mereka menuju ke dapur. Hankyung segera menyapu semua yang berada di atas meja pantry, membaringkan Heechul di atasnya. Gaun yang dikenakan Heechul langsung diangkatnya sehingga memperlihatkan hole Heechul yang tidak memakai pakaian dalam. Dengan lihai, lidah-lidahnya mengeksplor setiap bagian dinding sang master membiarkan vibrator tersebut bergetar memberikan sensasi lainnya. ”Hah…aaahh…Hann…need you now…hah…

As you wish, Master.”

Sret…

Hankyung membuka celana yang dikenakannya dan mengocok miliknya sedikit agar mulai membesar. Heechul yang mulai tak sabar akhirnya menyentuh miliknya sendiri namun segera dihalangi oleh Hankyung. ”What a slutty master.” bisik Hankyung di telinga Heechul. Dia langsung melumat bibir Heehchul sembari memasukkan dirinya ke dalam hole Heechul yang masih berisi vibrator. ”Urrmm…urmm…” Heechul merasa sakit dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Sesekali mendorong Hankyung namun gagal karena badan Hankyung yang notabenenya lebih besar dari dirinya. ”URNGGG!!!” Ketika semua milik Hankyung berada di dalam Heechul, Heechul berteriak namun diredam oleh ciuman dari Hankyung. Bibir Hankyung kemudian mulai menjelajahi leher putih Heechul. Kedua tangan Heechul melingkar di leher Hankyung untuk mendorong namja Cina itu memperdalam ciumannya meninggalkan tanda-tanda merah pada lehernya yang putih.

”Argh…cumm..cumming…hah..” desah Heechul dengan tubuhnya sesekali menggeliat. Tak lama Heechul mengeluarkan cairan putih dari dirinya sementara Hankyung masih menikmati leher putih Heechul. Heechul mendorong Hankyung dengan pelan dan namja Cina itu tahu bahwa tugasnya sudah berakhir. Dia mengeluarkan miliknya dengan perlahan bersama dengan vibrator tersebut.

Padahal Hankyung belum mencapai orgasmenya namun karena Heechul sudah mendorongnya, dia menuruti perintah masternya. ”Bereskan semua ini, Hannie.” perintah Heechul. Dia segera membereskan gaun yang dikenakannya dan berjalan menuju ke kamarnya, membiarkan Hankyung yang masih sedikit merasa sakit karena belum mencapai orgasmenya. Dengan patuh, dia membereskan semua ulah mereka tadi. Tak terasa air mata perlahan mengalir pelan dari matanya, membasahi kedua pipinya.

.

.

Changmin berjalan dengan sedikit terseok-seok. Pasalnya, dia masih merasa sakit akibat dari penetrasi yang dilakukan masternya tadi. Dia berhenti di depan sebuah bungalow kecil yang terletak di kediaman masternya. Sebuah senyuman lembut terpasang di wajahnya ketika dia meraih kenop pintu dan memutarnya, membuka pintu tersebut perlahan.

Perlahan dia melangkahkan kakinya ke dalam. Bagian dalam bungalow tersebut tidak seluas kamar masternya namun dia merasa sudah cukup hangat mengingat siapa yang tinggal di dalamnya.

Brak.

Suara pintu kamar terbuka mengagetkan Changmin, namun seulas senyum kembali terurai melihat siapa yang membuka pintu tersebut. Seorang anak laki-laki muda kurang lebih berusia 14 atau 15 tahun dengan rambut ikalnya tersenyum lebar ke arah Changmin. Kacamata tebalnya tak menutupi indahnya kedua bola matanya. Kedua tangannya menggenggam sesuatu berbentuk kotak seperti remote. ”Minnie, Minnie! Minnie-hyung!” Dia segera memeluk Changmin. Karena tubuhnya yang jauh lebih pendek dari Changmin, kepalanya hanya menyentuh bagian dada Changmin saja sementara kedua tangannya melingkar di perut Changmin.

Changmin terkekeh pelan dan mengelus pelan ke rambut anak kecil itu. ”Ne, ne, Kyuhyun. Ada apa? Kenapa kau terlihat ceria sekali?” tanya Changmin dengan lembut.

”Itu, itu! Aku berhasil menggunakan bio safart dan transformator. Sekarang aku bisa mengkombinasikan magnet bumi dan mengecek gelombang yang dia keluarkan. Aku hebat kan?” Sebuah cengiran menghiasi wajah mungilnya. Changmin tertawa pelan mendengar betapa antusiasnya anak kecil itu.

”Ne, ne..kau memang hebat, Kyuhyun.” Sekali lagi, Changmin mengelus kepala Kyuhyun mendatangkan senyuman lembut di wajah Kyuhyun.

”Err…hyung…anou..itu…” ujar Kyuhyun dengan malu-malu.

Changmin menyeringai dan bermaksud menggoda namja muda di depannya. ”Itu apa, Kyu? Kalau kau tak bilang, aku kan tak tahu.” kata Changmin dengan nada canda.

Kyuhyun langsung menatap Changmin dengan mata memelas. ”Hyung…aku…itu, bantu aku? Please?”

Karena sudah tidak tahan lagi Changmin segera mencium Kyuhyun dengan lembut, melumat bibir merah ranum itu perlahan. ”Arasso, ayo sana, hyung akan membantumu.” ujar Changmin ketika ciuman mereka telah berhenti. Kyuhyun mengangguk senang dan segera duduk di atas sofa ruang tamu karena sudah tidak tahan lagi.

Perlahan Kyuhyun membuka celananya dan melemparnya ke atas lantai. Dia segera menaiki sofa tersebut, menunggingkan pantatnya sementara kedua tangannya menyentuh kedua pipi pantatnya untuk memperlebar holenya. Kepalanya sendiri berada di atas sofa yang empuk sembari melihat ke arah Changmin yang ada di belakannya. ”Jebbal, hyung.” ujarnya dengan memelas.

Changmin mengangguk tanda mengerti. Di hadapannya sekarang adalah pantat Kyuhyun yang begitu mulus. Kyuhyun merasa sakit karena sesuatu yang ada di dalamnya itu terus bergetar namun tak bisa masuk lebih dalam menuju kepada titik prostatnya. Tentu saja, karena ’sesuatu’ yang adalah vibrator itu terhalangi oleh bentuk vibrator itu sendiri. Vibrator itu berbentuk huruf ’T’ yang artinya bagian horizontal dari vibrator yang berwarna hitam itu terlihat oleh Changmin memberikan garis hitam pada kedua pipi pantatnya yang mulus. Karena bagian horizontal itulah, bagian vertikal dari vibrator tersebut tak bisa memasuk lebih dalam membuat Kyuhyun merasa sesak.

Diputarnya bagian horizontal itu oleh Changmin seolah sedang memutar baut. ”Urmm….urng…” Kedua tangan Kyuhyun sekarang sudah menutup mulutnya karena dia tidak ingin mengeluarkan suara-suara itu. Changmin menundukkan badannya sedikit kemudian berbisik di telinga Kyuhyun. ”Keluarkan desahanmu, Kyu. Aku ingin mendengarnya.” Kyuhyun akhirnya mengangguk dan melepaskan kedua tangannya dari mulutnya. ”Urng…akhh…ahh…”

Plop.

Akhirnya vibrator tersebut telah keluar dari dalam Kyuhyun. Sekarang hole Kyuhyun terpampang jelas di depan Changmin membuat Changmin harus menelan ludah. Dijilatnya hole tersebut dengan lidahnya yang sudah ahli. ”Urmm…ahh…hyung…aku…hah…mau itu…hah..”

”Kau mau (jilat) apa, Kyu?” kata Changmin di sela-sela jilatannya pada dinding rektum Kyuhyun.

Kyuhyun menggigit bibirnya sebelum akhirnya mengatakan, ”Want you…hyung…arkh…”

Zip.

Changmin segera membuka resleting celananya dan mengeluarkan miliknya. Sebenarnya dia masih sedikit sakit, namun melihat Kyuhyun seperti ini, dia tidak bisa membiarkan dongsaengnya itu menderita lebih lama lagi. Akibat vibrator tadi, Changmin tidak perlu mempersiapkan hole Kyuhyun lagi. Dalam sekali sentakan, Changmin berhasil memasuki Kyuhyun dan langsung menyentuh titik prostatnya. ”Ahhh…”

Sepertinya Changmin masih merasakan sedikit rangsangan dari masternya tadi karena dia mencapai orgasmenya tak berapa lama setelah Kyuhyun yang sedari tadi ingin keluar. Mereka keluar bersamaan sembari mengatur nafas. ”Hah…hah…” Changmin menarik kepala Kyuhyun dan mencium bibir dongsaengnya itu dengan lembut.

Mereka terlalu sibuk dengan diri mereka masing-masing tak menyadari adanya sepasang mata yang terus menatap mereka. Tangan pemilik mata itu mengepal dengan kuat hingga mengeluarkan darah. ”Kau hanya milikku, Shim Changmin.”

Angin berhembus di ruangan itu dengan pelan menyibakkan rambut belakang Changmin sehingga kita bisa melihat di lehernya terdapat dua tusukan kecil seperti bekas jarum dan di antara kedua bekas tusukkan tersebut ada sebuah tulisan, ’S-00’

.

.

Ketika membuka pintu kamar itu, Siwon tidak terpikir bahwa kamar yang tadinya rapi tadi sekarang sudah seperti kapal pecah. Semua isi dari lemari berserakkan entah ke mana. Vas-vas bunga pecah di lantai membuat dia harus hati-hati dalam mengambil langkah.

Mina, seorang yeojya tua pembantunya, mengatakan pada Siwon bahwa Kibum sudah bangun, namun dia tidak mengharapkan kapal pecah seperti ini. Jika kalian bertanya kenapa Mina yang notabenenya adalah yeojya bisa bekerja pada Siwon, jawabannya mudah. Tidak semua yeojya mendapatkan perlindungan dari pemerintah sehingga mereka yang seperti Mina terkadang harus dijual juga seperti doll. Namun doll yang dijual secara legal seluruhnya namja sementara mereka yang yeojya dijual dalam pelelangan ilegal. Mina cukup beruntung karena dibeli oleh Siwon dan dipekerjakan sebagai pembantunya. Jika ada tamu Siwon yang terkadang bertanya tentang Mina, Siwon akan membantah dan mengatakan bahwa yeojya itu hanya droid tua dan Siwon membelinya karena harganya cukup reasonable.

Oke, sekarang mari kita ke tokoh utama kita. ”Kibum?” tanya Siwon dengan pelan. Suaranya menggema di dalam ruangan yang kosong tersebut.

”Hiks…hiks…”

Suara isak tangis dari bagian bawah ranjang membuat Siwon mendongak sedikit dan akhirnya dia mendapati Kibum yang sedang memeluk lutut yang ditekuknya. Kepalanya menunduk ke bawah sehingga Siwon tak bisa melihat ekspresi dollnya. Namun isak tangis yang didengarnya membuat hatinya sedikit sakit. ”Bummie?” tanyanya pelan. Namja yang dipanggil itu segera mengangkat wajahnya.

Betapa hati Siwon serasa hancur saat itu juga ketika melihat wajah Kibum yang dipenuhi dengan air mata. Perlahan dia berjongkok di depan Kibum. ”Ada apa?” Bukannya menjawab, Kibum langsung menarik Siwon dan menciumnya dengan ganas. Siwon yang diserang secara tiba-tiba merasa kaget apalagi ketika Kibum menggigit bibirnya. Dengan segenap tenaga Siwon segera mendorong Kibum. Kibum memberontak di pelukan Siwon. ”Lepas…lepaskan aku!” teriaknya ketika kedua pergelangan tangannya digenggam erat oleh Siwon.

”Tenangkan dirimu, Bummie…ada apa?”

”Kau tak menyentuhku…hiks…kau tak menyentuhku…aku harus cepat…dia…hiks…” Kibum mengucapkan beberapa patah kata terputus-putus membuat Siwon merasa bingung.

”Apa? Menyentuhmu? Ada apa Bummie?” Kibum menggelengkan kepalanya dan terus mendorong dada Siwon tanpa tenaga seolah itu hanya sekedar perlawanan tak berarti.

Dia…hiks…” Siwon mengelus rambut Kibum dengan lembut sementara Kibum sesekali masih memberontak dalam pelukan Siwon. Ketika dirasanya Kibum sudah mulai tenang, Siwon mendapati Kibum kembali terlelap.

’Ada apa sebenarnya?’ Kenapa tiba-tiba saja Kibum seperti kerasukan seperti itu.

”…min…” Siwon mendengar Kibum menggumam sesuatu. Dia mendekatkan telinganya pada bibir Kibum yang berguman. ”Hmm?”

Changmin…” Mengucapkan nama itu, Kibum pun meneteskan air mata dari kedua pipinya.

Entah kenapa, hati Siwon lebih hancur lagi ketika Kibum mengucapkan nama tersebut. Terlebih lagi, seperti ada rasa rindu dari nada Kibum tadi. Mata Siwon dilanda amarah. Ditatapnya Kibum dengan tajam. Tidak akan. Dia tidak akan memberikan Bummie-NYA pada siapapun. Dan jika Changmin yang disebut Kibum adalah penghalangnya, maka dia tidak keberatan jika harus menghapus keberadaan Changmin selamanya.

.

.
to be continued

.

.

A/N: Annyeong semua ^^

1 Vibrated Vagina : sebenarnya saya tidak tahu apa itu namany -__-” Cuma pernah baca, jadi dia tuh yang digunakan pria untuk miliknya mungkin karena tidak mau melakukan masturbasi dengan tangannya. Aduh, saya gak bisa menjelaskan dengan detail di sini, kurang lebih seperti itu ya :p sisany klo mau tahu silakan cari di mbah g**gle 😛 #plak

Akhirnya saya memasukkan Changkyu sesuai dengan requestan chingudeul semua. Namun sepertinya Min7en juga tak kalah banyak akhirnya saya kombinasikan saja. Nah, sekarang untuk para Kyumin shipper, saya Cuma mau bertanya apakah Sungmin masih mau dimasukkan? Saya sudah menyiapkan 2 plot andaikata Kyumin Shiper masih menginginkan Kyumin namun Sungmin tidak akan langsung saya masukkan dalam chapter berikutnya.

Sepertinya bagian kali ini NC-annya kurang memuaskan ya? =.=”

Untuk Hanchul Shipper, mana suaranya?? *plak* bagaimana tampilan mereka? :3 untuk Haehyuk shipper, mian..saya tidak memasukkan mereka dulu, si Donghae kan lagi ngehukum si Eunhyuk soalny *eh

Dan please, NO BASHING COUPLE! Coba deh mikirin, udah bikin cerita capek-capek terus dijelek-jelekin karena apa? Karena couple yang dibikin tidak sesuai dengan harapan! Saya aja tetap menghargai setiap couple yang diship sama orang. Kalau ceritanya bagus tetap saya baca, dan tetap saya bilang bagus. Tolong, hargailah pendapat setiap orang. Kalau mau pendapat anda dihargai, mulailah dengan menghargai pendapat orang lain, oke?

.

Gomawo buat yang udah baca dan mian juga kalau ada yang kelewatan…soalny ini kerjain dengan mata tinggal 3 watt..hehe

Annyeong

Last, Review? ^^

3001ChangMinnie

38 responses to “Chapter 2: Who is Changmin?

  1. sayah datang lagi, mian baru sempet baca broken doll, dan salah timing, baca sambil makan buryam.. alhasilll *nggak ngaruh buryam tetep ludes ^^
    sayah lanjut dulu ya eL ke chap berikut, bc nya rd berat dibanding slave day, but it’s ok masih bisa saya ikuti.

    • hiyo, selamat datang..hehe 🙂
      buryam? o.o
      #gubraks
      nee…chingu bkan org prtama yg blang bd lebih brat sih ==” tpi ada jg yg blang sd lebih berat *garuk2 kepala*

  2. saya sempet shock liat se7en jadi antagonis dan kyuhyun yg masih dibawah umur
    dan saya penasaran banget hubungan kibum ama changmin! cinta segiempat kah???
    oya, itu bina nya seven si han byul ya?

  3. Kemarin kayaknya Kibum ada kode kayak changmin ya? Itu kode apa? Terus hubungan Changmin sama Kyu apa? Dari pada mati penasaran baca chap selanjutnya aja deh ==”

  4. omo….!!!
    kyu msh unyu2 udh ngelakuin itu sm hyung.nya sndiri?
    mrk kakak beradik kan yaaa…?
    sbnrnya ada apa sih dg kibum…
    apa hub.nya dg changmin ya?
    lanjut aaahh….

  5. Hua..,, Kibum nyebut nama Changmin? Mang ada apa antara Kibum ma Changmin?., Kyu itu apa adek kandung nya Changmin kok mereka begitu?

  6. waduh waduh..pa hubngan kibum m changmin?wah repot nie klo siwon bnrn mw ngleyapin changmin….tyus hub kyu sm changmin ap?….# bnyk nanya ni he..

  7. aku merinding bca ini..
    kyk beneran aja gtu..
    keren lah.., aku suka jalan critanya..
    kasihan minnie di sakitin sma se7en..

    NCnya bukan kaga HOT tp menurutku malah sangat panas ya..
    kekekeke~ hyukjae masih di hukum ne..

    • jangan merinding :(( #hug #eh
      kkk…gpp’
      dia lagi belajar jadi maso #lho

      iya..krena dia emang tukang sering dihukum sama donghae
      #dijitak
      Gomawo >///< #plak

  8. dan sebenernya saya bingung, ini cinta segi berapa sebenernya?
    trus juga tadi kayaknya kibum ma changmin ada kode2 gitu, apa hubungan mereka?

  9. ih saya gak nyangka loh kalo heechul itu marter,kirain dia doll nya hankyung
    kode?tunggu selain kibum ternyata changmin juga punya kode?
    kode apa tuh?

  10. Aq kyumin shipper, cuma pdsaat mbaca ff ini aq dah telat kalo mo ngusulin sungmin. Moga2 chap brktnya min oppa nongol. Aminnn…
    Lanjut chap berikutnya..

  11. Wah gak nyangka ma Hanchul couple.. yg uke malah masternya -,-
    Emang dasarnya heechul diva ya tetep diva, kekuasaannya gak bisa ilang, hehe

    Wah belum terjawab penuh nih ‘Who is Changmin?’-nya.
    Ada hubungan apa dia ama kibum, tahunya cuma sama-sama bukan benar2 doll. Hmm

    • Kan biar lain dari yg lain ;)) kkk~
      Heechul gitu lho xDD gak bsa dikalahkan. Lols

      Iya. Kan itu judul pertanyaannya (?)
      Hubungan yang membingungkan ya ;___;

  12. Msh bingung ma jln crtanya…
    kibum da hbngn ma minnie, trus knp yunho nangis …
    huaaa… lmyan ngejelimet jga ni ff

  13. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

  14. el itu kyu disini sbgai siapa?? Adik aattau gmna??? Jd minchan punya doll jg yah,selain dirinya doll nya se7en??? Oh nyaa knp jj diumpetin,,,jng blg dy jg pnya tanda S 002 nya?? Soalnya minchan S 000. KIBUM S 003

  15. Waduhhhhhh itu changkyu couple sbnrnya sodaraan ya???????
    Msih bngung. Sama jalan ceritanya nih, ko yunho bisa nangis trus ada hub apa antara changmin n kibum????

  16. ini ff bagus tpkrng hottttttt
    sayang skali hanchul hanya begitu
    mereka yg jd master kenapa kyk tekanan bathin gt ya ? pasti nangis

    aaaa changkyu
    nangis kyu yg dimasukin hueeeeeee
    kyuhyun sm sungmin aja
    pokoknya kyumin
    sungmin masukin aja ke chap
    jgn changkyu
    7evenmin lebih cocok

  17. Kirain Heechul yang bakalan jadi dollnya..
    Kan Kyute ada doll tapi galak minta ampun #DijitakHeeppa
    Hhahhahah
    Omoo Han gege kenapa nanggis…

  18. aq penasaran ma barcodenya,
    yg pnya cm changbun aja kn??

    m hub bumie m cwang??

    knp jg yun nangis??
    hageng jg??

    n yg ngintip cwang ma kyu??
    apa se7en??

    arggghhhh
    lngsung lnjut aja ya

  19. huaaaaaaaaaaaaaaaa kereeeeennnnnnnn
    kmren yunho skrng hankyung
    mereka kenapa si ???
    changkyu ni ceritanya
    siwon salah paham sepertinya
    kibum kenapa sebut changmin
    changmin itu adik nya atau siapa
    penasaaraaaannnnnnn

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s