Spontaneous – Homin/ChangHo


Title : Spontaneous

Rated: NC-17

Couple : ChangminxYunho (uke!Yunho)

Summary : Semua terjadi begitu cepat. Baik Jung Yunho dan Changmin tak ada yang menyadarinya.

My first attempt on writing ChangHo couple hopefully it’s hot enough

.

.

Spontaneous

By eL-ch4n

20.02.2012

.

.

Cklik. Cklik.

Bunyi jepretan kamera terdengar menggema di dalam ruangan. Cahaya blitz sesekali bersinar untuk memberikan efek cahaya yang dibuhukan oleh sang fotografer. Di depan lensa kamera seorang Shim Changmin – model yang sedang naik daun pada masanya – sedang melakukan beberapa pose mempromosikan baju sekaligus memamerkan bentuk tubuhnya yang membuat iri sebagian besar beberapa model pria.

Tangan sang fotografer terangkat menunjukkan angka tiga, dua, dan satu untuk memberi tanda bagi Changmin agar melakukan pose berikutnya. Tatapan mata Changmin yang tajam menjadi nilai tambah sendiri yang selalu menggoda siapapun yang melihatnya termasuk sepasang mata yang sekarang berada di balik lensa.

Plok. Plok. Tepuk tangan dari sang fotografer terdengar. ”Bagus. Hari ini semuanya cukup. Terima kasih untuk kerja samanya.” Semua crew mulai membereskan alat-alat yang digunakan pada sesi pemotretan hari itu.

Shim Changmin berjalan dengan pelan ke arah sang fotografer. Badannya yang sedikit tinggi membuat sang fotografer harus mendongkak menatap kedua orbs cokelat yang menatapnya dengan lembut. Sungguh tidak bisa dipercaya jika seorang Shim Changmin yang terlihat manly dan cerminan dari seorang pria sejati bisa terlihat begitu menggemaskan di depan seorang Jung Yunho –nama fotografer tersebut.

”Hyung, bagaimana aku hari ini?” tanyanya dengan senyuman lebar yang hanya ditunjukkan untuk seorang Jung Yunho.

Nada Changmin yang terdengar seperti anak-anak membuat Yunho tertawa pelan dan mengelus kepala dongsaengnya itu. Karena Changmin lebih tinggi darinya, maka namja jangkung itu harus membungkuk ketika kepalanya dielus. ”Magnificent. Kau memang yang terbaik.”

”Jinjja?” tanya Changmin dengan mata membesar.

Yunho hanya tersenyum lembut dan mengangguk. ”Ne, sesuai janji aku akan mentraktirmu makan hari ini.”

”Gomawo, hyung. Tapi kalau kau mentraktirku makan kau akan rugi sendiri, kau lupa bagaimana nafsu makanku?” balas Changmin dengan nada bercanda.

Gelak tawa keluar dari mulut Yunho. ”Haha…untung saja kau mengingatkanku. Oke kalau begitu aku traktir kau yang lain saja, apa ya?”

”Kalau sesi pemotretan ini selesai hyung harus menemaniku ke taman bermain, bagaimana?” tanya Changmin dengan antusias. Pandangan matanya yang tajam sekarang berbinar-binar seperti seorang anak SD yang meminta mainan dan Yunho tak bisa menolaknya.

Helaan nafas terdengar dari Yunho sebelum dia mengangguk dengan pelan. ”Ne, arasso. Kalau begitu Sabtu ini bagaimana? Tapi, kau harus memakai perlengkapan menyamarmu.”

Changmin mengangguk dengan antusias seperti seorang anak kecil dan di mata Yunho itu terlihat menggemaskan. Yunho tertawa pelan dan sekali lagi mengelus kepala Changmin.

”Yunho-shi, di mana saya harus meletakkan ini?” Salah seorang kru memanggilnya sehingga dia harus meninggalkan Changmin sendirian. Yunho mungkin tidak sadar tetapi ketika dia pergi, sebuah seringaian misterius terpasang di wajah Changmin.

.

.

Kamis, 2nd session, 06.30 p.m.

Sesi pemotretan kali ini mengenai ‘Nature’ yaitu sesi untuk menunjukkan sisi alami dari seorang Shim Changmin. Dalam istilah kerennya adalah foto nude, tetapi Changmin tidak sepenuhnya telanjang, hanya bagian atasnya. Dadanya yang bidang, ototnya yang terlatih, dan tentunya tatapan matanya yang tajam membuat seorang Jung Yunho yang berada di balik lensa kamera harus menelan ludah, menahan satu gejolak dalam dirinya. Terutama saat ini, ketika Changmin seolah sedang menatapnya tanpa dihalangi lensa kamera. Saat ini, Changmin hanya memakai celana panjang berwarna putih yang menunjukkan kakinya yang panjang. Salah satu kakinya ditekuk dan dia bertumpu pada lututnya, menatap lurus pada kamera -atau pada siapa di baliknya.

Gulp.

“Bagus, berikutnya.” Yunho harus bersyukur atas pengendaliannya yang bagus atau dia bisa saja menerkam Shim Changmin di sana saat ini juga.

Yunho sudah tahu mengenai dirinya yang tidak bisa mencintai perempuan. Hal ini diketahuinya ketika dia mencoba berhubungan intim dengan pacarnya -seorang yeojya- namun juniornya sama sekali tak berdiri tegak. Tapi, dia juga sadar bahwa dia juga tidak mencintai pria. Dia juga pernah mencoba berkencan dengan salah satu juniornya di kuliah dulu, namun dia tak merasakan hal yang sama seperti yang saat ini dia rasakan terhadap Changmin. Mungkinkah? Dengan cepat, Yunho menggelengkan kepalanya dan kembali berfokus pada Changmin yang sudah berganti kostum.

Kali ini Changmin mengenakan celana panjang bagi para pemanah. Tangannya terbalut oleh sarung tangan putih yang sekali lagi sangat pas dengan dirinya. Yunho berpikir bahwa entah putih adalah warna yang pas untuk Changmin atau memang model itu cocok dengan segala warna. Sebuah busur berada di tangan kirinya dan tangan kanannya memegang ujung anak panah. Kali ini dia berpose sebagai seorang panah. Tatapannya tajam tertuju pada sasarannya. Dia tidak perlu benar-benar menarik busurnya, hanya bergaya saja dan Yunho sekali lagi meneguk ludahnya. Changmin terlihat seperti seorang professional. Rambut cepaknya berwarna hitam tertiup angin yang merupakan efek yang diatur.

Cklik.

Yunho segera menjepret kameranya dan mengambil foto Changmin dari berbagai pose. Dia melupakan pikiran aneh itu jauh-jauh. Dia harus bersikap professional dan apa yang dia pikirkan barusan bukanlah sesuatu yang bisa dikatakan professional. Tidak, dia tidak boleh berpikir bagaimana rasanya tangan kekar itu menyentuh dirinya, bagaimana rasanya mendekap di dalam dada bidang itu -apakah hangat- dia juga tidak boleh memikirkan bagaimana seandainya –

Fokus, Jung Yunho! Kau harus fokus!

Sekali lagi dia menggeleng kepalanya dan kembali menekan shutter kameranya. “Oke, finish!” Bersamaan dengan foto terakhir yang diambilnya, berakhirlah kerja sama dirinya dengan Shim Changmin. “Terima kasih untuk bantuannya.” Semua yang berada di dalam ruangan membungkuk, mengucapkan terima kasih satu sama lain.

Seorang kru memberikan Changmin handuk untuk mengelap keringat Changmin dan kemeja putih lengan panjang yang langsung dipakai Changmin karena namja jangkung itu merasa kedinginan. Sementara Yunho yang sedang diajak bicara oleh salah satu kru mengenai perlengkapan material berikutnya, sesekali mencuri pandang ke arah Changmin yang sekarang sudah terbalut kemeja. Yunho sedikit merasa menyesal tidak bisa melihat dada bidang model itu.

Eh??

“Yunho-shi? Gwenchana?” Pertanyaan dari kru tersebut menyadarkannya dari lamunannya.

“Ne, sampai di mana kita tadi?” Yunho pun kembali mengalihkan pandangannya kepada krunya mengabaikan tatapan selidik dari Changmin.

.

.

Kamis, 2nd session, 10.30 p.m.

Yunho menghela nafas. Akhirnya harinya selesai juga. Setelah sesi foto terakhir bersama Changmin tadi, dia masih harus mengedit beberapa foto bersama krunya. Padahal semua krunya sudah pulang daritadi, tetapi dasar Yunho yang memang workaholic, dia tidak akan pulang sebelum pekerjaannya selesai.

Ting.

Bunyi lift membuatnya tersadar dari lamunannya. Ketika kepalanya terangkat, betapa terkejutnya dia mendapati Changmin berada di dalam lift itu –sendirian – dengan sebungkus plastik digenggam di tangan kirinya. Yunho melangkah masuk ke dalam. Tatapan elangnya tak pernah lepas dari mata sang model. ”Changmin?” tanyanya dengan pelan. Pintu lift di belakangnya pun tertutup. ”Kau belum pulang?” Sekali lagi dia bertanya, memecahkan keheningan di antara mereka.

Changmin tersenyum sembari menggeleng dengan antusias. ”Aku sudah pulang tadi, tapi karena kupikir kau masih bekerja, aku membawakan makan malam untukmu. Tampaknya kau sudah selesai rupanya, Yunho-hyung.”

Yunho tertawa pelan dan berjalan ke samping Changmin. ”Tidak bisa dipercaya food monster sepertimu membawakan aku makanan.” Changmin hanya menyengir dan memberikan sebungkus plastik yang berisi makanan itu ke tangan Yunho.

Berada di samping Changmin, Yunho menyadari bahwa namja itu lebih tinggi darinya. Parasnya juga elok, tak heran dia menjadi model terkenal saat ini. Postur tubuhnya juga tegap dan bagus, tetapi tubuhnya juga tak kalah dari namja jangkung itu. ”Hyung?” Panggilan Changmin menyadarkan Yunho dari lamunannya.

Semburat merah di wajahnya ditutupinya dengan tangan kirinya yang tidak memegang apa-apa. Yunho akhirnya ikut bersandar di dinding lift dan menatap angka yang tertera di layar mengecil satu per satu. ’20 lantai lagi.’ pikirnya.

”Hyung, setelah ini hyung akan ke mana?” tanya Changmin memecah keheningan di antara mereka.

19.

”Mungkin akan pulang ke rumah dan menikmati makanan yang kau berikan. Jarang-jarang seorang Shim Changmin mau mentraktir kan?” jawab Yunho bermaksud menggoda Changmin dan sukses karena dia melihat semburat merah terlihat di kedua pipi sang model. ”Kau sendiri? Tidak ada jadwal?” Yunho merasa aneh. Pasalnya Changmin bukanlah model yang punya waktu senggang. Seingatnya setiap selesai sesi foto, Changmin pasti akan menghilang entah ke mana untuk melanjutkan pekerjaannya.

Changmin menggelengkan kepalanya. ”Aku minta Jae-hyung untuk mengosongkan jadwalku hari ini. Soalnya aku pikir sesi fotonya akan sampai malam.” jelas Changmin. ”Tapi aku cukup senang karena ini aku bisa beristirahat sebentar dan mengobrol dengan hyung.”

Oke, Yunho tidak mengerti kenapa tatapan Changmin selalu berhasil membuat lidahnya kelu dan perutnya seperti melilit. Ada yang salah dengan dirinya. Kalau benar dia menyukai Changmin belum tentu Changmin menyimpang seperti dirinya.

Gulp.

Yunho menelan ludahnya.

18

Tiba-tiba saja lift terhenti dan cahaya lampu padam. Panik melanda Yunho, tetapi tak berapa lama dia berhasil menenangkan dirinya. Matanya mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan. ”Hyung, gwenchana?” Dia merasakan tangan Changmin menyentuh pundaknya dan sentuhan itu mendatangkan aliran listrik dalam dirinya.

”N…ne…gwenchana. Kau sendiri?” Dia bisa melihat Changmin menatapnya khawatir dan sesuatu di dalamnya mulai bergejolak. Changmin mengangguk sebagai jawaban.

Kedua namja itu sekarang sudah duduk di atas lantai lift. ”Sepertinya listriknya padam.” ujar Changmin dengan tenang. Terkadang Yunho merasa iri dengan pengontrolan diri Changmin. Padahal model itu jauh lebih muda darinya, tetapi terkadang dia terlihat lebih dewasa dari dirinya. ”Kurasa kita harus menunggu sampai listriknya diperbaiki.”

Benar saja tak lama ada pengumuman dari intercome mengenai perbaikan listrik yang mungkin akan sedikit memakan waktu dan bagi mereka yang berada di dalam lift untuk tenang. ”Sepertinya kita harus bermalam di sini ya.” Yunho tahu bahwa perkataan Changmin itu hanya candaan, tetapi dia tidak bisa memungkiri ada rasa senang dan gugup di hatinya.

”Arh, bagaimana kalau kita makan saja?” tawar Yunho. Dia membuka makanan yang diterimanya dari Changmin. Dengan hati-hati dia mengambil sumpit yang ada di dalam plastik. Tangan kirinya memegang makanan tersebut sementara tangan kirinya sudah mengenggam sumpit. Changmin membelikannya sejenis mie. ”Kau mau?” tawar Yunho kepada Changmin.

Changmin dengan segera melahap sumpit yang terdapat lembaran mie tersebut. Yunho meneguk ludah melihat gaya Changmin yang memakan mie tersebut dengan gaya yang sensual. Sungguh sang fotografer dapat merasakan daya tarik dari sang model Shim Changmin. Ketika semua mie sudah masuk ke dalam mulut Changmin, matanya berhadapan dengan mata elang yang sedari tadi mengawasinya. Kedua bola mata Changmin dipenuhi oleh sesuatu yang membuat Yunho sekali lagi meneguk ludah.

Dengan pelan Changmin memajukan dirinya membuat Yunho harus mundur dan akhirnya menabrak tembok di belakangnya. Tangan lentik Changmin memindahkan kotak makanan dari tangan Yunho ke samping kirinya agar tak menganggu gerakannya. Kedua pasang mata itu saling beradu, masing-masing tak berani mengedipkan matanya, terhanyut satu sama lain. Telapak tangan kiri Changmin memukul tembok sementara tangan kanannya meraih dagu Yunho agar kepala sang fotografer sedikit terangkat.

Dalam hitungan detik kedua bibir itu sudah saling melumat satu sama lain. ”Errmm…aahhh…” Yunho mendesah ketika lidah Changmin dengan lihai menjelajahi setiap inci dari mulutnya, mengeksplor setiap bagian di dalam dirinya. Kedua tangan Yunho sendiri sudah melingkar di leher Changmin, menarik sang model untuk memperdalam ciuman panas mereka.

”Hah…hmm…hah…” Tak berapa lama mereka berhenti karena membutuhkan pasokan oksigen. Changmin menatap intens ke arah sang fotografer yang masih menutup mata sembari menarik nafas. Ini bukan kali pertama Yunho berciuman, namun mungkin ini pertama kalinya dia merasakan ciuman seperti ini. Lembut namun memabukkan.

Mata Yunho masih separuh terpejam namun dia bisa melihat bagaimana Changmin menatapnya, intens dan juga penuh nafsu. ”Hyung.” Suara Changmin terdengar sedikit dalam dan tegas. Ketika Changmin mendekati ke arah Yunho, sang fotografer hanya bisa diam. ”I want you.” bisiknya pelan di telinga Yunho membuat tubuh Yunho gemetar penuh antusias. ”Hmm…ahh…” Yunho mendesah ketika lidah Changmin menjilati daun telinga Yunho yang merupakan salah satu titik sensitif sang fotografer.

Ini salah.

Dia mendorong Changmin dengan tenaganya yang tersisa mendatangkan tanda tanya dari sang model. ”Hyung?”

”Changmin…ini…ini salah, kau, aku, aku bukan mainanmu, Min…ahh~” Ucapan Yunho terhenti ketika bibir Changmin mengecup leher Yunho dengan lembut.

Saranghae hyung.” ucap Changmin ketika matanya sekali lagi bertemu pandang dengan Yunho.

Belum sempat menjawab apa-apa, bibir Yunho sekali lagi dilumat oleh namja yang usianya lebih mudah darinya. Saranghae? Apakah Changmin juga menyukainya? Changmin menarik dirinya dan mengecup dahi Yunho dengan lembut. Kedua tangannya berada di kedua pipi Yunho. ”Aku.” Dahi. ”Mencintaimu.” Hidung. ”Hyung.” Dan sekali lagi bibir mereka saling bertautan. Ciuman mereka didominasi oleh Changmin yang menuntut Yunho untuk membuka bibirnya yang dijawab oleh sang fotografer dengan patuh. Lidah Changmin segera beradu dengan sang tuan rumah ketika menemukan celah untuk masuk.

”Hmm…ahhh…” Badan Yunho melengkung sedikit ke atas memberikan kesempatan bagi tangan Changmin untuk menyelinap masuk meraba setiap tubuh sang fotografer. Meski tidak sebagus Changmin, tubuh Yunho tergolong terlatih dan berotot. Tentu saja dikarenakan Yunho harus mengangkat alat-alat kamera yang cukup berat dan tempat pemotretan yang terkadang tidak bersahabat membentuk tubuh Yunho seperti sekarang.

Gerakan Changmin begitu pelan membuat Yunho menggeliat tak sabar, meminta lebih. Ketika tangan kanan Changmin menemukan tonjolan di dada Yunho dan memilinnya, namja yang lebih tua itu tidak bisa menahan desahannya lagi. ”Ohh…ahh…”

Bibir Changmin sekarang sudah ke arah leher Yunho yang sudah terekspos karena sang fotografer menggeser kepalanya sedikit memberi akses kepada Changmin. Lidah sang model menjilati leher dan mengigitinya seperti seorang vampir yang ingin menghisap darah. ”Arggh…hah…”

Yunho membantu Changmin yang ingin melepaskan kemejanya sehingga sekarang tubuh Yunho sudah tidak tertutup sehelai benangpun. Changmin menjilati bibirnya yang mulai kering dan menurunkan bibirnya menuju ke tonjolan pink di dada namja yang ada di hadapannya yang mulai menegang. ”Khekhe…”

Alis Yunho terangkat mendengar kekehan pelan dari Changmin. ”Min?”

”Hanya tidak menyangka kalau kau itu bottom, hyung.”

Muka Yunho langsung memerah mendengar pernyataan nakal dari Changmin. ”Karena tubuhku yang ah~ seperti ini, aku sering menarik perhatian uke.” jawab Yunho di sela-sela kegiatan Changmin yang dengan setia menjilati tonjolan pink itu seperti anak bayi.

”Hmm…” yang menjadi jawaban Changmin karena dia sendiri terlalu sibuk dengan kegiatannya menelusuri setiap inci. Tangan kirinya masih setia memilin tonjolan pink di dada Yunho sementara tangan kanannya mulai bergerak ke arah bawah, ke celana Yunho yang mulai menonjol. Gerakan Changmin yang halus membuat badan Yunho kembali melengkung meminta lebih daripada dongsaengnya itu.

”Impatient, aren’t we?” Changmin menggunakan ibu jari kirinya menghapus tetesan di bibirnya. Tangan kanannya bergerak dari tonjolan di selangkangan Yunho ke resleting celananya dan dengan lihainya membuka resleting tersebut. Yunho sendiri masih mencoba mengatur nafas. Perutnya naik turun setiap dia mengambil pasokan oksigen. Dia tidak tahu bahwa ini semua begitu memabukkan dan menyenangkan.

Ketika celana jeans Yunho dilempar Changmin ke sisi lain dari lift, hanya boxer hitam milik Yunho yang masih setia menutupi kejantanan hyungnya. Dengan gerakan sensual, Changmin menundukkan badannya. Dia menggigit ujung dari boxer Yunho dan menariknya ke bawah dengan perlahan. ”Hah…hah…” Yunho sendiri sudah terlalu lelah untuk memohon pada Changmin agar mempercepat gerakannya.

Akhirnya sekarang kejantanan Yunho sudah terpampang di depan Changmin, berdiri tegak minta disentuh. Changmin semakin memajukan badannya mendekati kejantanan Yunho. Lidahnya menjilat dengna lihai, merasakan setiap inci dari kejantanan sang fotografer. Yunho sendiri menarik kepala Changmin mendorong kepala namja jangkung itu untuk lebih memperdalam kulumannya. Cairan precum mulai keluar dari kejantannya, namun Changmin malah memperlambat gerakannya. ”Ahhh…cumm…cumming…” Dan Changmin langsung mengangkat kepalanya, menghentikan sepenuhnya gerakannya membuat Yunho mengerang.

”Sabar, chagi.” ujar Changmin pelan. Seringaian terpasang di wajahnya ketika sekarang dia sudah berhadapan dengan hole Yunho yang kecil dan merah –sungguh menggoda di mata Changmin. Kedua tangan Changmin berada di pantat Yunho, mengangkatnya sedikit hingga ia menemukan posisi yang pas untuk menjulurkan lidahnya dan menjilati hole Yunho yang mengeluarkan tetes-tetes air. Manis. Bagi Changmin seluruh tubuh sang fotografer terasa manis dan membuatnya ketagihan, seperti sebuah candu yang tak bisa dipenuhi jika bukan oleh sang fotografer. ”Ahh…hmm…ohhhh.” Changmin tersenyum ketika melirik kejantanan Yunho semakin menegak, tanda bahwa sang fotografer juga menikmati apa yang dilakukannya.

”Urgh….” Seharusnya saat ini Yunho merasa malu ketika bagian intimnya dilihat oleh orang lain, tetapi nyatanya Yunho malah menginginkan lebih. Changmin tahu segala titik sensitif tubuhnya dan bagaimana cara memuaskan semua keinginannya. ”Ahhh…moohhree…lagihh…ahh…” Kedua tangannya mengepal karena rangsangan dari Changmin. Dia merasa hilang ketika lidah Changmin sudah tidak berada di holenya.

Lick it.” perintah Changmin. Dia mengulurkan tiga jari dari tangan kanannya ke mulut Yunho yang diterima oleh sang fotografer dengan patuh. Dia menjilati ketiga jari Changmin seperti mengulum permen membuatnya sampai basah. Ketika dirasanya cukup, Changmin segera menarik jarinya membuat saliva Yunho tertaut dengan ketiga jarinya membentuk sebuah jaring.

Changmin sendiri kembali menjilati ketiga jari tersebut ikut merasakan saliva dari Yunho. Dengan ganas, tangan kiri Changmin menarik kepala sang fotografer dan mencumbu mulutnya sementara tangan kanannya berputar-putar di sekitar hole namja yang sedang dilumat bibirnya sekarang. ”Urmm…urrghh…” jeritan Yunho tertahan oleh bibir dan lidah Changmin.

Badannya terasa sakit ketika ada sesuatu yang memasuki tubuhnya tanpa peringatan. Ketiga jari Changmin langsung masuk ke dalam dinding rektum Yunho dan sang model memulai gerakan-gerakan untuk melebarkan hole yang akan dia masuki nanti. ”Ride me.”  bisik Changmin di telinga Yunho.

Ketiga jari Changmin sudah ditarik oleh sang pemilik. Badan sang model itu sekarang bersandar di dinding lift yang lain sementara Yunho merangkak perlahan ke arah selangkangan Changmin. Dengan tenaga yang tersisa dia membuka resleting Changmin dan kancingnya, menurunkan jeans Changmin hingga ke lututnya. Yunho sedikit berjongkok dan memosisikan dirinya tepat di atas junior Changmin yang sudah mulai berdiri tegak. Perlahan Yunho menurunkan dirinya hingga akhirnya semua junior Changmin sudah berada di dalam dirinya. ”Urgh…ahhh…”

Changmin membiarkan Yunho untuk membiasakan dirinya. Dia meletakkan kedua tangannya ke samping pinggang Yunho untuk membantu sang fotografer ketika dia sudah siap untuk melancarkan aksinya. ”Urmm…ahhhh….hah…” Keduanya mendesah ketika Yunho sudah memulai menaikturunkan dirinya, mengeluarkan dan memasukkan dirinya terhadap junior Changmin. Changmin membantu namja berwajah kecil itu untuk mempercepat temponya. ”Ahh..hah…hah…” Changmin segera mendorong Yunho sehingga sekarang dirinya berada di atas hyungnya. Kedua kaki hyungnya diletakannya di atas pundaknya sehingga dia lebih mudah untuk melakukan kegiatannya.

”Ahhhh~” Setelah beberapa sentakan akhirnya Changmin menemukan titik prostat Yunho. Dia kembali mengatur posisi dan sudut yang tepat agar setiap kali dia menghentak masuk dia menyentuh titik prostat Yunho.

Yunho sendiri pikirannya sudah kabur oleh rasa nikmat yang dia rasakan setiap kali Changmin menyentuh sesuatu di dalamnya. Kedua tangan Changmin yang berada di pinggang Yunho berjalan ke atas perlahan meraih kedua tonjolan di dada Yunho dan memilinnya.

”Urmm…hmm…ahhh…cummhh…cumming.”

”Mee…toohh…ahh.”

Splurt.

Dan cairan putih keluar dari kejantanan Yunho jatuh ke atas perutnya yang tak terbalut apapun sementara beberapa muncrat ke kemeja yang Changmin kenakan. Changmin sendiri mengeluarkan semennya di dalam hole Yunho. Semen Changmin perlahan menyisip keluar dari hole Yunho yang begitu penuh dengan cairan dan juniornya. Tangan kirinya segera menarik namja berwajah kecil itu dan segera melumat bibir merah ranum tersebut. ”Urmm…ahhh…”

Ketika ditariknya juniornya dari dalam namja yang sekarang sudah kembali bersandar di atas lantai, cairan putih miliknya mengalir keluar dari hole tersebut. Seperti seseorang yang kehausan, dia meminum dan menjilati semua cairan miliknya tanpa tersisa, meneguknya sebagian dan sisanya dibaginya kepada Yunho dalam ciuman panas mereka. Terlihat sisa-sisa cairan putihnya mengalir dari bibir mereka berdua.

.

.

Yunho yang sudah kelelahan sekarang sudah tertidur lelap. Kemeja dan celananya sudah membalut dirinya meski terlihat berantakan karena beberapa kancing kemejanya terlepas. Changmin beruntung memakai kaos di dalamnya sehingga kemejanya yang terkena semen tadi sekarang sudah terbengkalai entah ke mana.

Jika Yunho tertidur, apa yang sedang dilakukan Changmin? Model itu sedang duduk dengan tangan kanannya bertumpu di atas lututnya yang ditekuk. Tangan kirinya mengelus rambut Yunho dengan lembut. Sebuah senyum tulus terpasang di wajahnya melihat wajah Yunho yang begitu damai.

Dia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menekan beberapa angka yang familiar di matanya. Tangan kirinya masih setia membelai wajah Yunho yang tertidur di sampingnya. ”Ne, hyung. Kau boleh nyalakan kembali listriknya.”

”Seriously Changmin, lain kali jangan suruh aku melakukan pekerjaan ini.”

”Ayolah, hyung. Kau tahu kau juga menikmatinya dengan Junsu-hyung, kan?” Changmin hanya terkekeh  membayangkan hyungnya di seberang sedang mengucapkan sumpah serapah.

”Arasso. Aku akan menyalakan listriknya, lebih baik kau mulai membangunkannya sekarang. Dasar, kau kan bisa menyatakan cintamu saat di taman bermain nanti kan?”

”Kau seperti tidak tahu diriku saja, hyung.” Changmin menyengir dan dia yakin lawan bicaranya bisa membayangkan reaksi Changmin saat ini. Mendengar Yunho yang mulai menggeliat, sang model segera menutup pembicarannya dan mengalihkan pandangannya pada sang fotografer.

”Minnie?” tanya Yunho dengan nada orang baru tidur.

”Listriknya sudah menyala, chagiya. Ayo, apa perlu kau kupapah?” goda Changmin yang membuat namja di depannya menampilkan semburat merah di pipinya.

”Andwae, aku bisa berdiri sendiri.” Ketika Yunho mencoba berdiri, badannya sedikit limbung hinggga akhirnya dia harus dipapah oleh namja jangkung itu.

Ting.

Pintu lift pun terbuka dan Changmin segera membopong Yunho dalam bridal style, mengabaikan kotak lift yang penuh dengan bau seks dan kemejanya yang terbengkalai. ”Setelah kupikir-pikir, aku mau satu ronde lagi.” Dan itu sukses membuat wajah Yunho begitu memerah seperti tomat dan mendatangkan gelak tawa dari Changmin.

.

.

The End

.

.

A/N:

Bagaimana? ^^

Semoga saja karakter mereka tidak terlalu OOC -_-”

Advertisements

47 responses to “Spontaneous – Homin/ChangHo

  1. Haii!
    Ini saya istrinya changmin :p kekeke~

    akhirnya bisa komen~
    mantap! Ini si yunho jadi uke?? Sesuatu bgt -_-, dan changmin jadi seme. Yunho bersifat uke, wakakaka *ngakak*.
    Ncnya mantap boo! Di lift, mati lampu pula XD mwahaha, changmin yg kebanyakan ‘ngegrepe’ yunho, dan ‘masukuin’ yunho! Sukurin kau yun! xD.
    Ternyata yg ngerencanain mati lampu changmin? Jahat kau min, tpi gpplah :p hahaha.

    Like you’re fanfic! Pertama kali bca pair ‘changho’ biasanya ‘homin’. Bikin lagi ya~ tpi homin :p dan changmin jadi uke. Figthing~ :*

    • iya saya tahu…yang suka ngaku” istrinya changmin itu kan? -___-” *dijitak*

      hahaha..selamat anda bisa komen juga :p
      iya dong…kan changminKU itu SEME!!! u.u *plak
      changmin emang evil tuh anak, sudah merencanakan smuany, hohoho

      gak mau ah..mauny changho..soalny klo homin, si changmin dibuat uke abis T^T *dijitak*

      and thanks for commenting ^^

  2. Ini changho?
    Beneran changho?
    Nggak bisa bayangin..yunho kan manly banget..sedangkan changmin kurus..
    Walaupun aku juga rada-rada gimana gitu klo baca homin..soalnya changmin kan lebih tinggi daripada yunho.
    Masa uke lebih tinggi?ya kan..yunjae aja deh..
    Eomma..
    Akhirnya setelah meneliti aku mendapatkan typo:
    -yang dibuhukan oleh sang fotografer
    -Changmin semakin memajukan badannya mendekati kejantan Yunho.
    -Lidahnya menjilat dengna lihai,
    -Cairan precum mulai keluar dari kejantannya
    -Changmin tersenyum ketika melirik kejantan Yunho
    -”Ayolah, hyung. Kau tahu kau juga menikmatinya dengan Junsu-hyung, kan?”
    Gmna eomma?anakmu ini?
    Dari typo ini aku belajar 1 hal..
    Eomma waktu nulis adegan nc pasti blushing berat soalnya 80% typo ada pas adegan nc..
    Uwah..padahal pas kemaren aku baca fic eomma yg nggak ada nc..typonya nggak ada sama sekali..
    Eomma pemalu ya?
    Mnta request eomma boleh?
    Aku mau castnya nu’est..
    5some..yg jd uke ren,yg lain jadi seme..
    Soalnya setiap liat poster nu’est di kamar aku pasti selalu kasihan ngebayangin ren yg dihajar tiap mlam sama para seme..
    Kalo nggak juga nggak apa-apa..
    Dan..yah..eomma berhasil bikin karakter mereka ooc berat disini..
    Yunho?blushing?
    Walaupun gitu aku suka ceritanya..di dalam lift?gelap?
    Wow..yadong aku keluar..
    Padahal pas bagian ‘changmin membawa bungkusan di tangannya..
    Aku langsung mikir itu sex toys loh..
    Eomma ampunilah anakmu ini yg terlalu yadong..

    • nak bingung balasnya ==”
      ternyat yg req nu’est itu kamu tho, pantes umma rasanya ingat ada yang req nu’est tapi gak tahu siapa #jduar

      masa yunho gak bisa blushing? dia juga manusia nak ==”
      *gigit anakku* u.u #jduar
      hahaha…so pasti dong~
      #gubraks kamu itu, ketularan siapa sih? #lho
      hahaha…gak ada kata ampun buatmu klo gk komen lagi 😛 #plak

  3. Yang Slave Day aku baca besok aja deh 😀
    Baca yang oneshot dulu 😉

    Aku fujoshi yang suka semua couple. Dan jujur, terkadang aku menginginkan crack couple seperti ini ..
    Benar-benar tidak terduga! ^^
    Kalau HoMin sudah mulai banyak & tidak terlalu mengejutkan. Tapi kalau posisinya di balik? Waow! It’s unbelieveable guys!! Kekeke~

    Tapi sosok Changmin disini tetap ‘evil’ yah. Hahahaa~
    Lihat! Dia bahkan merencanakan pemadaman listrik tiba-tiba itu. Ckck ==’

    Aku tunggu FF dengan pairing yang non-official lainnya, okay L? 😉

    • hahaha…sama sih aku selalu merasa yunho terlalu uke buat changmin ==”
      (mian homin shipper)
      hehe…

      emang changminKU tetap evil u.u #jduar
      hehe..

      sep 😉 se7min ya? #plak

  4. Waaaahhhh uke yunho 🙂 q seneng bgt baca’y mana hot bgt sih..
    Udah 3 ff yg q baca tentang uke yunho..
    Jaeho,wonho sma changho waaaahhh seru mnta request eonni bkin lagi donk yang uke yunho pair’y klo g changho lagi jaeho donk kan belum ada yg cantik jadi seme..
    Cari variasi lain eon yg seme dijadiin uke *dikejar2 shipper2 seme* wahhh bkin sequel’y eon yg nc jga hahahahaha banyak permintaan’y y 😀

  5. gak kebayang yunho jadi bottom ==a
    tau gak eonn? Yang kubayangin itu yunho ama bang min d mv B.U.T ==a
    #plak

    Asli ni meski ptama x.y baca changho tp ttep HOT
    Hahaha, otak yadong #plak

    Huwee…
    yunho agak OOC, tp ttep keren..
    Cool!

    Kkk~
    ..
    Jf mau yg hominnya deh eonn #plak
    Kekeke

  6. Yah..umma..
    Kejam deh..
    Nu’est itu berhasil bikin aku berpaling dari exo..#lah kapan aku suka exo?
    Umma,ini yunho!yunho!
    Aku sering liat changmin blushing kalo di paradise ranch..
    Tapi ini yunho!yunho!
    Okeh..aku mulai lebay..
    Aku liat mv before u go dance.vers TVXQ,
    dan,wow..
    Coba umma baca sambil baca fic ini..
    Hah.hah,,
    berat umma..
    Berat dunia ini#plakk
    hu.uh
    aku kan ketularan yadong dari umma..
    u.u
    walaupun nggak ada yg nyuruh aku jadi yadong tingkat super gini..
    Umma..*lirik*
    bikinin lanjutan secrets dong umma..
    Soalnya aku masih bingung..
    -.-”
    mungkin umma udah jelasin di fic umma
    cuma otak aku agak lemot umma..
    Kasih lanjutannya dong..*shaun the sheep eyes*

    • Lols
      makanya kamu hrus sering2 melihat lebih dalam nak
      pasti yunho pernah blushing juga u.u #ngotot
      umma gak yadong kok u.u kamu aj yg yadong #jduar
      ya? kenapa? kok ada lirik2?

      secrets yang mana ya? o.o

      apa ya? umma lupa *garuk2 kepala*

  7. Apaa yunho jadi uke Щ(ºДºщ)
    Aq g bisa ngebayangin sumpah..
    Yunho kmu kan seme sejati (˘̩̩̩_˘̩ƪ)
    Tapi g nyangka itu lift mati kerjaan’a minnie..

  8. sma skli g kebayang klo yunho jd uke…..

    waaaahhh….. bener2 susah d bayangin….. tapi cerita na keren…..

  9. Faktanya adalah aku nggak pernah liat yunho blushing *balik ngotot*
    kalo umma nggak yadong aku malah penasaran gimana caranya umma bikin ff ini?
    Apakah umma nulisnya sambil nutup mata?capek dong?
    *gak nyambung banget sumpah*

    itu loh umma..secrets yg side story dari slave day..
    Masa umma lupa?
    Padahal fic itu bikin aku dag dig dig rasa deg-degan..
    Soalnya aku itu yunjaeshipper akut..
    Dan aku paling suka kalo yunho menunjukkan sikap posesifnya sama jejung..
    Apalagi kalo jejung malah bersikap dingin..mantappppp…
    *back to the point*
    lanjutin yah umma..*mochi eyes*
    luv u umma..
    Pay..pay..

  10. Omo, Yunho jadi uke? nggak bisa bayangin Yunho begitu. Apalagi Changmin yang jadi seme-nya Yunho. Memang sih Changmin itu tampan dan tinggi dan juga dewasa*nggakperludiragukanlagi* tapi rasanya kalau meng-uke-kan Yunho jadi kurang pas >u<
    tapi terlepas dari Yunho yang jadi uke kalau soal jalan ceritanya aku suka banget, Changmin masih aja evil kaya' biasanya. Terus senyumannya yang seperti menyimpan rahasia itu yang ternyata berhasil menjebak Yunho dengan mematikan listrik di lift itu.
    Pokoknya magnae DBSK memang jenius!!
    Buat lagi ff tentang Changmin dong eL, tapi yang Se7Min aja, ne?
    Hwaiting!!

    • hahaha…emang gk kerasa ya? o.o
      padahal aku bsa membayangkannya lho XD
      #jduar
      ne..hehe :3
      ini kan pas aku diminta sama temanku, jdi aku bkinin ^.~
      tpi aku ttp cinta se7min XD #jduar

  11. ChangHo….. Aku suka changmin yg “nakal” kayak gini…. Ayo bikin lagi… tp jangan ama Yunho…. ama Cewek aja…
    pengan baca yg normal sekali-kali.
    lho…. wakakakakaka
    tq ElCh4n….

  12. seru yunho jd uke. Emang yunho co2k jd seme jae, tp kl sm changmin yunho co2k jd uke. Waktu yunho rambutnya panjang kelihatan aura uke nya, apalagi d mv purple line yunho narinya mirip cewek yg minta d rape. Hahaha
    pokoknya changmin g boleh jd uke. Aq cinta mati ma changmin.

  13. Hmm, banyak ya yang memanggil Anda umma..
    Kalau boleh saya tahu, Anda kelahiran tahun berapa yaa??
    Oke2, sekarang reviewnya..
    Sedikit merasa aneh cie, saat Yunho jadi uke?! tapi nggak mustahil juga.. Hohohoho #apa cie?!
    Hmm, sejujurnya pertama kali Saya mengenal couple Se7Min dari karya Anda loh..
    dan berkat karya2 anda, tidak butuh lama Saya pun menyukai couple Se7Min juga..
    Hidup Changmin..!! #loh?!

    Intinya, perbanyak dan terus budidayakan Ff Se7Min ya, Author-ssi..!! #ups XD
    Fighting, eL-chan-ssi.. ^_^

    • tahun 93~ hehe
      kenapa? O.oa
      kan keren sekali2 yunppa jadi uke XDD
      Benarkah??? O___O wah, jadi malu XDD
      syukurlah chingu juga suka XDD
      ne…fighting XD

      mau ikutan panggil umma juga? #eh #plak

  14. gak aneh juga sih baca a
    soal aku lebih suka homin
    tp bgs kok ff a
    bsk buat yg homin a admin tp nc aja a …..:)

  15. wuakakakakaka . . . . . puas ane yunho jdi uke . . . .
    skali2 dong . . . .thor, lain kali bkinin lagi y ff homin or changho y. yg buanyaaaaaak . . . . #plakkk
    abis ff homin ddunia ini masih dkit bnget . . . hiks hiks . . . . #nangisdipojokan

  16. OMG !!!!
    kn di lift da cctv nya, jgn bilang YooSu (tebakan saya) nonton live gitu trus NC an juga??
    kekekeeee, #evilaugh bareng Niichan,

    akhirnya Niichan dpt bottom selain Kyu-chan, *tos ma Niichan,,
    ini harusnya NC21 kan?? o_0

    bikinin MinWon lg dong eL ,,,
    *kedip2nista ma Niichan

  17. Nemu yg b.ind jdi SENENG BGT!!!^^ *peyuk2*
    *biasany baca yg eng dimana2

    makasih ne authornim^^
    kalo ada ide tentang ChamiHo couple, post lgi yaw
    Caca bkl ngikutinny ko’

  18. yg di pngil hyung m cwang sp ya??

    yoochun pa jae??
    berhubng ni holang carck pairnya mesti yg tak terduga n istimewa,,

    pa mungkin jaesu??

    ah jd pgn baca jaesu(?)

    mian kluar jalur,,
    btw aq suka bgt pair yg “mustahil” spt ini,,

    mksh atas ffnya n imajinasinya yg tinggi,,

  19. Changmin cocok jadi seme. Yunho pas bgt jd uke. Mengingat tinggi badan changmin dan sifat dasarnya sebagai evil maknae. Yunho lbh cute and baby-ish, diva, and clueless nya itu cute bgt. Meski changmin terlihat slender, tp klo dia topless, wowww, itu otot dada lebar.very very manly. Yunho memang terlihat manly but a little bit meaty. And…klo lihat yun dance, goyang pinggulnya itu….wowww….very very uke….hehehehehhee….itu menurut ku sih….dulu im homin, tp melihat changmin lbh tenang dan dewasa sebaliknya hyung nya tetep dorky, so i guest im into minho or changho….yunho my bias…hehehehehe…XDD

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s