Prologue


Title : Broken Doll

Rated : M

Couple : Yunjae, Sibum, Haehyuk (possible others)

Genre : Romance/Drama

Warning:

NC. Smut. BDSM. Rape. PWP. BoyxBoy. Possible Mpreg.

Yang tidak kuat silakan kembali dan yang merasa yadong (termasuk saya) silakan melanjutkannya J cerita ini akan penuh dengan adegan Rated entah rape or non rape. Bear with me? 😉

Don’t Like Don’t Read! GAK SUKA JANGAN BACA! NO BASHING!

Oke selamat membaca

Ini hanya teaser saja dan kalau banyak peminat baru akan dilanjutkan ^^

Summary : Dia adalah masterku dan aku hanyalah doll untuk memuaskan nafsunya.

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11

.

.

2030

Peperangan antara Amerika dan Irak tak terelakkan. Apa yang ditakutkan terjadi, World War III yang jauh lebih dahsyat pun meletus membuat warga tak berdosa ikut terluka. Entah kehilangan nyawanya, kehilangan bagian tubuhnya, ataupun kehilangan sanak saudaranya. Semuanya hilang. Namun perlahan, pemerintah dari setiap negara kembali bangkit membangun kembali negara mereka yang dulu sempat hancur.

Akhirnya, semua kembali kepada semula. Semua negara mulai melakukan aktivitasnya kembali. Perjanjian damai telah dilakukan untuk memastikan tidak terjadi World War berikutnya yang diyakini jauh lebih dahsyat. Sudah hampir 100 tahun lamanya negara ini hidup dalam kedamaian. Namun, ada satu yang berubah. Para wanita sekarang dilindungi. Hal ini guna menjaga populasi wanita yang berkurang karena perang. Untuk sekolah, tempat-tempat hiburan, bahkan daerah sendiri sudah dipisahkan. Jika ada wanita dan pria terlihat bersama, mereka berarti adalah suami istri. Kala mereka bertemu adalah ketika mereka sudah diyakinkan cukup umur untuk menikah dan membangun kehidupan baru.

Bagi para pebisnis, ini digunakan sebagai kesempatan untuk membangun satu usaha, yaitu Doll. Seperti yang tadi sempat disinggung, pemerintah berhasil membangun kembali negara, namun tidak semuanya berhasil lepas dari akibat perang tersebut. Mereka yang tidak bisa lepas akhirnya melakukan segala cara untuk tetap bertahan hidup bahkan menjadi seorang Doll.

Apa itu doll?

Seperti artinya, doll bertugas seperti boneka yang menuruti segala kemauan masternya. Para pebisnis mencari mereka (semuanya namja karena para yeojya mendapat perlakuan khusus dari pemerintah) dan melatih mereka untuk memiliki kemampuan melayani masternya dalam hal apapun termasuk melayaninya di atas kasur. Semakin mahir sang doll, maka harganya semakin tinggi. Hanya ada satu tempat legal di Korea yang mendapat ijin untuk menjual doll, yaitu

MI[R]OTIC

.

.

Broken Dolls

539917_365277916881387_1183546626_n

by

eL-ch4n

”Prologue”

.

.

Seorang butler membawa nampan yang di atasnya terdapat sebuah teko (kemungkinan berisi kopi atau teh) dan cangkir ke dalam ruangan di mana tuannya bekerja. Ketukan pintu terdengar ketika tangan kiri butler yang bebas bertemu dengan pintu yang terbuat dari kayu jati kualitas terbaik. Suara ”Masuk” terdengar dari dalam dan sang butler-pun memutar kenop pintu. Setelah meletakkan teko dan cangkir untuk tuannya, diapun mengundurkan diri dan membiarkan tuannya yang masih menatap setumpuk kertas yang berada di atas meja kerjanya.

Drr…drr…

Ada sebuah suara seperti sebuah benda yang bergetar dari arah sebelah kanan sang tuan. Ketika mata digeserkan sedikit maka tampaklah seorang namja dengan raut muka yang cantik. Andai saat itu dia memakai baju, maka siapapun yang melihatnya akan mempertanyakan kelamin namja tersebut. Andai? Ya, karena saat ini, tubuh namja cantik tersebut tak memakai sehelai benangpun, membiarkannya terekspos pada dunia memperlihatkan kulitnya yang putih mulus. Yah, memang tidak putih seperti dulu lagi karena banyak bercak-bercak merah –tanda gigitan – yang terdapat di beberapa bagian tubuhnya termasuk bagian intim.

Namja itu sedang duduk (jika bisa dikatakan duduk) di atas kursi dengan kedua kakinya menekuk dan membuka lebar. Kedua kakinya yang ditekuk berada di sampingnya dan diikat pada kedua lengan kursi. Sementara kedua tangannya terikat pada pergelangan kakinya membuat gerakannya terbatasi –bahkan dia tidak bisa bergerak selain ke kiri dan kanan untuk sekali-kali menyesuaikan dirinya agar tidak terjatuh ke bawah.

Drr…drr…

Oh, bunyi getaran tersebut berasal dari vibrator yang berada pada holenya yang terekspos pada sang tuan rumah yang masih asyik bekerja.

”Urm…urm…” Tidak lupa mulutnya juga ditutup oleh gagball. Ya, sejenis mainan yang digunakan pada orang yang cinta BDSM. Kalian tahu? Penutup mulut yang bentuknya lingkaran dan pada kedua ujung lingkaran terdapat tali yang digunakan untuk mengikat agar gag tersebut tetap bertahan pada mulutnya.

Kepalanya sesekali digelengkan ke kiri dan ke kanan menahan gesekan dari vibrator pada dindingnya. Saliva juga mulai menetes keluar dari mulutnya bercampur dengan keringat yang dikeluarkannya. Tetesan air mata keluar dari kedua bola mata beningnya menunjukkan kesakitan yang amat sangat yang sedang dirasakannya sekarang. Pasalnya, dengan rangsangan seperti itu –vibrator pada holenya yang disetel pada kondisi maksimum – ingin membuatnya orgasme, tapi dia tidak bisa. Kenapa? Karena ada sebuah cincin kecil yang melekat pada kejantanannya membuat orgasmenya tertahan. Kalau sebentar, mungkin dia bisa menahannya, tetapi dia sudah berada dalam kondisi itu sekitar…hmm…berapa lama ya? Masternya bangun pukul 8 pagi dan mulai bekerja jam 9 yang artinya juga dia harus mulai bekerja. Sekarang jam di dinding sudah menunjukkan pukul 12 menandakan dia sudah 3 jam dalam kondisi sepert itu.

”Urm…urm…”Dia mengeluarkan desahan tertahan. Tubuhnya menginginkan sebuah sentuhan dan kejantanannya yang mulai membengkak dan memerah, meminta untuk dilepaskan.

Tlek.

Akhirnya sang tuan rumah meletakkan pen yang digunakannya di atas meja. Meneliti kertas yang ada di depannya sekali lagi sebelum meletakannya di atas tumpukan lainnya. Pandangan mata elangnya bergeser ke arah kanan melihat pemandangan indah tersebut. Sebuah seringaian terpasang di wajahnya yang cukup kecil untuk ukuran pria.

”Kau sudah tak tahan, hah?” ujarnya dengan suara huskynya.

Mendengar suara dari masternya, namja cantik tadi bergetar hebat. Suara masternya selalu berhasil membuatnya terhanyut. Dia sangat menginginkan rangsangan dan sentuhan dari masternya sekarang kalau tidak dia bisa mati karena kesakitan. ”Uhm…aang..”

Perlahan sang master berjalan sambil mengamati karyanya. Nipple kanan milik namja cantik itu terdapat sebuah anting –yang ditindik oleh masternya sendiri. Tidak lupa sebuah tato pada bagian kiri pundaknya yang bertuliskan ’Always Keep the Faith’. Entahlah apa arti dari tulisan itu, tapi sang master tahu bahwa tato itu sudah ada sejak mereka pertama kali bertemu.

Sang master menjilat bibirnya dengan gerakan sensual menikmati kegelisahan namja cantik tersebut. ”Hmm…apa yang kau inginkan, huh? My little kitten.”

”Ungg…” Namja cantik itu tidak bisa berkata apa-apa selain ”Ung.” ”Uhm.” ”Ang.” dan desahan-desahan lainnya. Sekali lagi sang master menyeringai dan mendekat ke arah namja tersebut. Perlahan dia membuka gag dan membiarkan namja cantik itu menarik nafas sebentar sebelum menempelkan bibirnya pada bibir merah mungil yang sangat menggoda itu. ”Hmm…ahhh…” desahan keluar dari namja cantik ketika masternya menarik anting yang terdapat pada nipple kanannya membuat sang master memasukkan lidahnya dan mengeksplor setiap inci dari mulutnya.

Suara decak saliva saling bertukar dan desahan terdengar memenuhi ruangan. ”Hmm…”Saliva mereka saling bertautan dan sang master segera mengelap saliva yang tertinggal di mulutnya. ”3 jam, huh? Sepertinya sakit. Ingin keluar?” Tanpa basa-basi namja cantik itu segera mengangguk membuat sang master terkekeh pelan. ”Hmm…baiklah.” Namja tampan itu segera menarik vibrator tersebut tanpa aba-aba membuat sang namja cantik berteriak merasa kehilangan. ”Wah…your hole is so slutty, eh? Lihatlah betapa dia kembali mengetat meminta sesuatu untuk dimasukkan.” Namja cantik itu hanya memandang penuh nafsu ke arah sang master sembari mengambil pasokan udara sebanyak-banyaknya. ”Khekhe…kurasa kau tidak perlu persiapan lagi, eh?”

Zip.

Suara resleting terbuka terdengar dan akhirnya sang junior yang sedari tadi terbungkus oleh kain katun berkualitas terbaik keluar menunjukkan kegagahannya. Kejantanan sang master sudah membesar tentu saja karena namja cantik yang ada di depannya sekarang. Tidak mungkin dia bisa konsentrasi mengingat ada sebuah doll di sampingnya yang siap dimasuki. Meski terlihat tenang, sebenarnya namja tampan itu mengatur dirinya untuk segera menyelesaikan tugasnya.

”Aaaahhh….” Suara teriakan dari sang namja cantik terdengar bagai melodi indah bagi sang namja tampan. ”Ah…hah…mo..ree…more..”

”Heh…kau berani meminta pada mastermu, heh? Tapi baiklah, kali ini akan kuikuti karena kau sudah jadi doll yang baik selama 3 jam ini.” Maka namja tampan itu mempercepat gerakannya dan memegang erat ke lengan kursi agar tidak terjatuh. Untung saja kursi tersebut terbuat dari bahan kualitas terbaik dan kuat, karena kalau tidak bisa saja kursi tersebut rusak karena gerakannya yang cukup kuat dan kasar; dan melukai mereka ”Ah…master…cum…ah…”

”Aku juga…urgh, kau tetap saja ketat, Hero.” Namja tampan itu mendorong dirinya dan mengatur tempo. Dia merasakan kejantanannya sudah membesar dan sebentar lagi akan keluar. Melihat milik namja cantik yang sudah terus menerus mengeluarkan cairan precum meminta untuk segera keluar, akhirnya namja tampan itu perlahan melepas cincin yang menghalangi jalan keluar sperma. Dan ruangan tersebut menjadi saksi bisu ketika cairan putih menyemprot keluar dari milik keduanya. Sekali lagi, ruangan tersebut menjadi saksi bisu hubungan mereka.

.

.

Oke, dia sedang mengingat kenapa dia berada di tempat ini. Oh ya, saudara sepupunya yang bernama Lee Donghae memaksanya untuk datang ke acara pelelangan yang dilakukan di MI[R]OTIC untuk menggantikan dirinya. Mulanya dia tidak mau datang ke tempat seperti ini mengingat dia adalah anak yang rajin ke gereja dan menuruti semua tata agama. Datang ke tempat seperti ini bertentangan dengan keyakinannya, tapi mengingat bahwa kalau dia tidak mengganti Donghae maka dia akan dikejar-kejar selama 1 bulan bahkan lebih, akhirnya dia memutuskan untuk mengalah. Toh, dia tidak perlu ikut serta dalam pelelangan doll yang selalu diadakan 1 minggu sekali di tempat itu.

Tok.

Bunyi ketukan palu menandakan seorang doll terjual lagi kepada para namja dan yeojya penuh nafsu. Ya, yeojya yang berasal dari kalangan atas juga turut serta dalam pelelangan tersebut. Mereka berada dalam ruangan masing-masing yang terbuat besi sehingga tidak bisa melihat siapa saja yang ikut dalam pelelangan.

Dia menguap lebar dan merentangkan kedua otot tangannya. Akhirnya sebentar lagi selesai.

”Baiklah, saudara-saudara sekalian, kita telah sampai pada akhir sekaligus puncak acara. Saya yakin saudara-saudara sekalian sudah tidak sabar dengan apa yang akan kita tawarkan kali ini.”

”Yah, yah, seperti aku peduli saja.” ujarnya dalam pikirannya. Dia menatap ke arah panggung dengan tatapan bosan dan malas. Dia menumpukan pipi kanannya pada telapak tangannya yang sikunya berada di atas meja. Sesekali menguap dan menutupnya dengan tangannya.

Tapi, tiba-tiba saja tatapannya berubah. Matanya melebar dan ada sebuah ketertarikan yang muncul ketika dua orang namja bertubuh besar menggandeng seorang namja yang hanya memakai selembar yukata (pakaian tradisional negara Sakura yang sedikit lebih mudah dipakai daripada kimono) yang tidak terikat rapi memperlihatkan kedua kakinya dan sedikit bagian dadanya yang putih.

Gulp.

Dia harus menelan ludah melihat keadaan namja itu. Namja itu memiliki kulit putih yang begitu mulus. Perlahan dari kakinya dia membiarkan matanya menelusuri namja tersebut. Naik sampai tiba pada bibir yang semerah buah cherry dan terlihat menggoda –menunggu untuk disantap. Akhirnya matanya bertumpu pada sepasang mata hitam bening yang terlihat menggoda. Di baliknya, dia dapat merasakan kesedihan dan entah kenapa dia ingin menghapusnya. Sepasang mata tersebut sangat menghipnotisnya membuat dirinya tak bisa lepas begitu saja.

Kedua kaki dan tangannya terikat membuat dia harus ditarik oleh kedua namja di sampingnya namun dia tidak memberontak. Toh, tidak ada gunanya. Juru lelang menatap doll terakhir yang akan dilelangnya dengan sebuah tatapan penuh nafsu dan seringaian. Dia menjilat bibirnya memikirkan apa yang bisa dia lakukan nanti. ”Baiklah, untuk yang kali ini kami akan menawarkan doll kualitas terbaik.”

Kedua namja tadi segera melepas doll tersebut membiarkan sang juru lelang melakukan kegiatannya. Setelah memakaikan sarung tangan putih kepada kedua tangannya, sang juru lelang memulai inspeksinya. Dia berjalan ke arah belakang sang doll. Tangan kirinya melingkar di perut doll dan tangan kanannya mulai bekerja. ”Lihatlah, kulitnya yang putih mulus ini.” Dia menyentuh perlahan mulai dari kaki putih milik sang doll perlahan naik ke atas dengan gerakan sensual dan terhenti pada dagu doll. ”Bibirnya yang merah seperti buah delima ini.” Ibu jarinya mengelus bibir merah yang menggoda tersebut.

Sepupu Donghae tadi mengepalkan tangannya sampai-sampai dia tidak sadar tangannya sudah memerah. Dia harus bisa menahan dirinya untuk tidak turun ke atas panggung dan menampar juru lelang yang berani-beraninya menyentuh DOLL-nya! Ya, dia bertekad untuk mendapatkan doll tersebut, berapapun harga yang harus dibayar, ketika pertama kali dia melihatnya. Uang bukanlah masalah mengingat siapa dirinya.

”Dan tentunya.” Dia memutar tubuh sang doll membiarkan pantatnya yang sudah terekspos karena yukatanya terangkat ke arah para tamu lelang hari itu. Satu jari tangannya menyelip masuk ke dalam holenya yang merah dan kecil itu. ”Dia masih virgin. Belum pernah disentuh sama sekali. Lihat saja jariku yang langsung ditelan begitu saja.”

Kepalan tangannya semakin terasa keras melihat juru lelang itu melakukan tindakan semena-mena tadi. Padahal doll-doll lain yang dilelangkan hari itu tidak diperlakukan demikian, tetapi dia malah melakukannya sekarang terhadap doll yang menarik perhatiannya. ”Baiklah, saya yakin saudara-saudara sekalian sudah tidak sabar untuk memilikinya, maka dari itu kita mulai pelelangan terakhir pada hari ini.”

Tok.

Ketukan palu terdengar menandakan dimulainya acara mereka yang terakhir pada hari itu. Juru lelang tersebut sudah melepaskan sarung tangannya dan doll yang namanya samar-samar didengar oleh sepupu Donghae sebagai Snow White sudah dikembalikan kepada dua namja yang menariknya tadi. ”Kita mulai penawaran pertama untuk doll Snow White dengan harga 50 juta Won.”

Angka yang tertera di atas panggung mulai naik hingga terhenti pada angka 400juta Won.

Instingnya sebagai pebisnis mengatakan bahwa ini angka tertinggi dan setelah penantiannya, dia akhirnya mendekatkan bibirnya pada mike yang terdapat di ruangan untuk mengatakan nominal yang ingin dia keluarkan. ”200juta –”

”200 juta? Maaf apakah –” Sang juru lelang mengangkat alis bingung mendengar angka yang baru saja dia dengar.

”Dollar.” Dan ketika sepupu Donghae menyelesaikan kata-katanya, semua tamu terkejut. Beberapa bahkan sampai mengeluarkan suara.

Juru lelang itu gelagapan dan gugup. ”Baik, 200juta Dollar satu kali, 200juta Dollar dua kali, 200juta Dollar 3 kali. Terjual. Doll Snow White terjual pada saudara yang berada di ruang 407.

Namja yang berada di ruang 407 tersenyum penuh kemenangan. Dia berdiri dan segera keluar dari ruangan itu, ingin menjemput doll yang baru saja dibelinya. Tampaknya, tidak ada salahnya menggantikan Donghae untuk mengikuti acara ini, pikirnya.

.

.

Suara kulit saling bersentuhan terdengar memenuhi ruang makan. Kedua namja dalam ruangan itu asyik satu sama lain, menelantarkan makanan yang sudah susah payah dimasak oleh sang koki. Namja cantik sedang duduk di atas paha sang namja tampan yang duduk di atas kursi makan. Akan tetapi, namja cantik itu tidak hanya duduk di atas paha saja, lebih tepatnya dia sedang menduduki kejantanan milik sang pria tampan. Holenya sedang berada tepat di atas junior sang namja tampan dan perlahan sang namja cantik menurunkan tubuhnya hingga semua junior namja tampan berada di dalam holenya. ”Ah…” erangnya pelan ketika dia merasa sesuatu menembus holenya. Dia merasa sangat penuh dan berhenti untuk menyesuaikan diri sejenak.

”Ahhhh…” Teriakannya memenuhi ruangan ketika namja tampan itu segera mendorong lebih dalam lagi juniornya ke dalam hole milik sang namja cantik. ”Ah…ah…” Setiap tusukan mendatangkan erangan dari sang namja cantik. Namja tampan menggerakkan pantatnya dan mendorong juniornya untuk masuk lebih dalam sembari memegang kedua tangan namja cantik tersebut agar tidak terjatuh. Mereka duduk pada ujung meja yang terdapat satu kursi saja –kursi untuk tuan rumah atau pemimpin. Di depan mereka banyak makanan yang terlihat menggoda, namun tidak digubris sama sekali. ”Ah…kau…ketat sekali, hah…”

”Ah…ah…” erangan sang namja cantik semakin tidak bisa dikontrol. Dia sudah melakukan orgasme 2 kali sementara sang namja tampan belum mengeluarkannya sama sekali.

Doll yang nakal. Sudah keluar 2 kali sementara masternya sendiri belum keluar. Ah….” tegur sang master. ”Tugasmu memuaskanku, bukan sebaliknya.” tegurnya sekali lagi dengan nada mengerikan, namun doll sudah tidak terlalu memperhatikannya karena pikirannya sudah dipenuhi dengan kenikmatan yang tiada duanya.

Master menghentikan gerakannya dan mengangkat tubuh mungil namja cantik itu sedikit sehingga ujung juniornya berhenti tepat di depan hole dollnya. Sang doll merintih merasa kehilangan namun dengan segera dia merasa dirinya diputar dan sekarang dia berhadapan dengan masternya. Pandangan penuh nafsu menunggu dirinya ketika mata mereka bertemu. Dengan satu gerakan, semua yang ada di meja telah jatuh ke bawah.

Klang. Klang

Bunyi piring dan gelas pecah terdengar ketika mereka bertemu dengan lantai yang terbuat dari marmer. Tapi, sang master sudah tidak peduli. Toh, nanti ada pelayannya yang akan mengurusnya dan dia bisa menambah satu alasan lagi untuk menghukum dollnya. ”Ah..kau sungguh nakal ya, dollku?” Dia menyengir menatap dollnya yang menelan ludah mengetahui apa yang akan menantinya lagi.

Pu…punish me, master.” ujarnya pelan.

With pleasure, my slutty doll.” Namja tampan itu mendorong namja cantik dengan kasar ke atas meja makan yang sekarang sudah kosong dan melumat bibir merah itu dengan ganas. Tangan-tangan nakalnya segera mengeksplor setiap inci tubuh dollnya sementara juniornya kembali lagi masuk ke dalam hole namja cantik itu. ”Urm…” erang namja cantik di sela-sela ciuman mereka ketika nipple­nya dipilin dan dijilat bersamaan oleh masternya.

Tidak perlu penjelasan lebih mengenai apa hukuman yang diberikan oleh sang master. Lagipula, apalagi yang bisa dilakukan sang master untuk menghukum dollnya selain menyerangnya sampai sang doll kehilangan tenaga dan pingsan begitu sang master akhirnya mengeluarkan orgasmenya untuk pertama kali.

Sepintas senyum lembut terpasang di wajah sang master tapi hanya sesaat. Dengan segera, dia membungkukkan badannya dan berbisik pelan pada dollnya yang sudah terlelap. ”You are my Jewel.”

.

.

3 Dolls

3 Masters

3 Stories to be told

Apakah akhirnya akan bahagia?

Just wait and see

.

Prologue. End.

.

AN:
Yay ^^ akhirnya saya berhasil bikin juga cerita ini. Sudah begitu lama cerita ini ada dalam pikiran saya, namun tak sempat saya tulis. Bagaimana? Apakah hasilnya cukup memuaskan? Oh, tenang saja, rapenya belum akan saya munculkan di sini.

Dan entah setan apa yang merasuki saya sehingga saya mengetik cerita yang seperti ini -_-” Sebenarnya di dalam hati saya yang terdalam, saya sangat ingin membaca cerita-cerita semacam ini, tapi sayangnya tidak begitu banyak. Akhirnya, saya putuskan untuk membuatnya sendiri :3 apakah sesuai harapan? Silakan request couple apalagi yang ingin dimasukkan, namun 3 couple tersebut tidak bisa diganggu gugat lagi ^^

3001ChangMinnie

Advertisements

44 responses to “Prologue

  1. Yang ini juga diprotect ternyata… Y.Y
    tp gw da komen di ffn sih, pake id apa gw lupa maklumlah id acak…XD
    cm sering make berkali2 bwt vote…
    Hmmm gw td yg mention ya, cm bwt jaga2 aja sih…
    Pokokx smua ffnya tetep dilanjudd yaaa…

  2. Kyaa ff yg ini jg bagus tapi sayang bgt d protect jg..
    Itu doll’a si jeje,,kibum n unyuk iaa??
    Berarti master’a yunho,,siwon n donghae..
    Aduhh aq penasaran lanjutan’a..
    Aq udah follow twitter eon,,minta pw utk slave day n broken doll smua’a iaa *maruk*
    Yayaya please *toel2 eon

  3. Hero itu Jaemma, kan? Jaemma jai Doll? Terus masternya siapa? Yunppa, kan?
    Penasaran, langsung baca next chap aja deh. Heheheh….

  4. Annyeong aku pembaca baru disini..,, ^^
    Biasanya baca ff ini di ffn..,,

    Huaa..,, masternya tu Siwon, Donghae ma Yunho ya?
    Huaa..,, aku suka ceritanya

  5. itu jeje kasian nahan 3 jam pasti tersiksa bgt.
    kibum diobral.
    #plak
    unyuk ngeslut dah.
    hahahaha…

  6. Wah wah,

    yunho keterlaluan sebagai sorang master.

    3 jam tuh d tahan terus menerus tanpa keluar XDD

    para doll kayak barang aja d obral sana sini.

    N yg negebeli juga para master yang kece”.

    Buset dah…

    Heheh next~

  7. Maaf , saya benar2 bosan dan akhirnya baca lagi ni ff ..
    Habisnya pasokan di ffn , korean, and wordpress masing2 blum pada update .

    Dan hr ini cuaca panas, #ga nyambung , saya ingin membaca BDSM , baliklah kesini lg ..
    Haha 😀

  8. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

  9. Hahh ~ akhirnya kolom reviewnya dibuka lagi. Review dari awal gpp yaaa ~ anggap aja dirimu ga kenal diriku kk ~ XD
    3 doll , 3 master, dengan 3 kisah yang berbeda.
    YunJae di bagian prolog ini udah langsung NCan ==’ btw nahan orgasme selama 3 jam apa ga bikin pingsan yah ? Kenapa Jae ga pingsan ? Dibikin pingsan donggg *plakk*
    .
    .
    Untung aja Siwon ikut lelang di Mi[R]otic, soalnya kalo dia terus mengelak dari kejaran Donghae, bisa dipastikan masa depannya buyar. Ga ketemu Snow White dengan bayaran 200 juta dollar W.O.W
    Harga yang fantastis untuk ukuran seorang doll.
    .
    .
    Hmm ~ sepertinya aku tau alasan Donghae nyuruh Siwon buat gantiin posisinya di pelelangan doll.
    Yaiyalah, Donghae aja sibuk ‘aha ihi’ sama dollnya. Sampe makanan yang tersaji di meja makan aja ga menarik matanya, selain tubuh polos sang Jewel khukhu ~~
    .
    .
    FIGHTING !!

  10. 3 pasangan d’atas itu yunjae,sibum n haehyuk ya??????
    Huwahhhhhh pasti seru nih lanjutannya baru prolog aja udah bagus n keren bgni ceritanya gmna part2 selanjutnya
    Penasaran lanjut ah bacanya

    Hwaiting 😀

  11. Oh… Pernah baca di ffn dech..
    Punyanya unnie ternyata..
    Ijin baca ne Unnie…
    Nana imnida..
    Salam Kenal hehe.. xD

  12. anyeong thor aku reader baru ^^
    Sebenernya ga baru juga sih, udah sempet baca beberapa ff kamu di ffn cuma lupa judulnya
    Aku boleh manggil author eonni?
    *pasang puppy eyes 😀
    Btw ffnya bagguuusss =D

    Mian thor aku jadi reader yang banyak bacot =_=
    Semoga engkau tak bosan dengan cuap cuapku =D

  13. Anyeong authornim ^^
    reader baru disini xD
    padahal ini ff dari thn 2012, tp baru berani baca sekarang >.<
    hehehe malah curhat 😀

    baca prolognya aja udah bikin penasaran bgt
    itu yg jadi doll siapa aja? Jaejoong? Kibum? Sama hyukjae kah?

  14. Aigoooo baru baca prolognya udah bikin spot jantung *gigitbantal*
    Tapi kayanya ceritanya seru hoho *kedipkedip*

    Tenang eonni aku bakal selalu comment /kalo aku ga lupa/ #plak
    Luv you full deh pokoknya *kecup*

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s