Chapter 4: Mixed Emotions


Sesuai janji saya, sekarang adalah chapter Sibum XDDD dan ada adegan RAPE? Semoga saja semuanya senang..mungkin karakter Siwon akan terlihat ooc tapi akan diberikan penjelasan sebelumnya, jadi mungkin bisa diterima? Oke deh..selamat membaca..saya tahu para readers yang yadong ini *plak* sudah tidak sabaran lagi.

Warn: Slight Rape. Slight BDSM.

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11

.

.

Day 00

Hari ini aku mendapat surat dari wakil Rusia. Kalian bisa katakan aku aneh, karena di zaman yang sudah serba maju ini, aku masih menggunakan sesuatu di zaman dulu. Tak bisa dihindarkan, katakan saja aku orang yang sedikit bernostalgia atau orang yang memiliki romantisme zaman dulu. Katakan saja aku kuno atau sebagainya, tapi aku tak peduli.

Meski demikian, aku tetap menggunakan teknologi yang dipasang di rumahku oleh para droidku yang lumayan bawel. Terkadang aku berpikir apa yang salah ketika aku membuat para droid itu ya? Dan iya, aku yang menciptakan para droid bawel itu. Kau boleh katakan aku sebagai ilmuwan, tapi bukan itu yang ingin kubahas. Surat dari Rusia. Ya, surat itu bisa dikatakan mengubah hidupku.

Isi surat itu sederhana. Pemerintah Rusia menginginkan aku untuk membuat sesuatu untuk menutupi sesuatu. Sebenarnya aku bisa saja menolak perintah tersebut. Maksudku, mereka tidak mempunyai sedikit hak pun untuk mengatur diriku, tapi mengingat bahwa aku juga bagian dari sesuatu, bukan bisa dikatakan mungkin aku sedikit turut andil dalam sesuatu itu akhirnya aku setuju –terpaksa setuju lebih tepatnya.

Apa yang harus kulakukan sederhana, membuat sesuatu untuk menutupi sesuatu yang dikatakan. Aku tak keberatan juga, sudah lama terakhir kali aku mendapat proyek seperti ini. Aku harus memberi nama untuk proyek yang akan kubuat ini. Bagaimana kalau saviour? Ah, ya, penyelamat. Mungkin karena aku berharap di satu sisi yang kubuat ini akan menyelamatkanku.

Baiklah, kuputuskan proyek ini kunamakan ’Saviour’.

.

.

Broken Doll

”Mixed Emotions”

292100_427525133944583_385173189_n

By eL-ch4n

06.03.2012

.

.

Cemburu dan ketakutan adalah dua emosi yang bisa dikatakan mengerikan. Dua emosi yang terlihat sederhana dan sepele namun jika dianggap remeh akan berakibat fatal. Contohnya seperti yang dialami oleh Choi Siwon saat ini. Bisa dikatakan dia cemburu, ada sebuah amarah di dalamnya ketika doll yang dia beli memanggil nama orang lain dalam mimpinya. Rasa posesif itu pun muncul dikarenakan kecemburuan yang sudah meledak. Hanya 3 hari mereka menghabiskan waktu bersama, tetapi sekali Choi Siwon menentukan sesuatu itu miliknya, dia tak akan mengijinkan siapapun memilikinya, bahkan jika sesuatu itu tidak menginginkannya.

Tapi, apa mungkin sebenarnya Siwon hanya merasa ketakutan? Ketakutan andaikata sesuatu bernama Kibum itu tak menginginkan dirinya? Ya, Siwon tak akan mengakuinya, maksudku dia adalah Choi Siwon yang terkenal dengan hatinya yang dingin seperti es, tak mungkin dia menunjukkan ekspresi apapun terlebih ekspresi ketakutan. Mungkin sebenarnya dia hanya tak mau ditinggal sendirian lagi. Dia tak ingin Kibum meninggalkan dirinya sama seperti ketika orang itu pergi dan meninggalkannya.

”Urggh…” Dia bisa melihat bagaimana Kibum perlahan mulai meronta dengan ikatan di tangan dan kakinya, namun dia tahu bahwa usaha namja cantik itu tiada gunanya. Tali yang digunakan tak akan bisa dibuka kecuali oleh sidik jarinya.

Siwon menikmati waktunya menelusuri setiap inci tubuh Kibum yang putih mulus tak bercela. Benar apa yang dikatakan oleh petugas lelang waktu itu, Kibum masih virgin, belum pernah disentuh dan memikirkan bahwa sebentar lagi dia yang akan menjadi orang pertama yang menyentuhnya membangkiatkan libido di dalam dirinya. Bahkan mungkin namja bernama Changmin itu belum pernah menyentuh Kibum seperti yang akan dia lakukan nanti.

Dia berdiri perlahan dari kursinya, berjalan perlahan menuju ke arah Kibum yang terbaring tak berdaya. Bisikan pelan terhadap telinga Kibum membuat tubuh namja cantik itu sedikit gemetar dalam sebuah ekspetasi. ”Aku akan menyentuhmu dan memastikan tubuhmu akan selalu mengingat semua sentuhanku.” Tangan kanan Siwon bergerak perlahan dari leher, pundak, lengan, perut, paha, dan ke setiap inci yang bisa dia raih dengan tangan kanannya. Sementara itu, tangan kirinya meraih sesuatu yang ditaruhnya di atas meja di samping tempat tidur. Sebuah vibrator dengan ukuran cukup besar tergenggam oleh tangan kirinya, tetapi mendadak dia terhenti. Dilihatnya sekali lagi namja yang berada di bawahnya. Bagaimana bibir merahnya terlihat begitu menggoda, bagaimana tubuh putihnya yang sedikit bergetar justru membuat celana yang dikenakannya menyempit. Dia pun segera melepas semua pakaiannya hingga dia sama telanjangnya seperti Kibum.

Oke, Siwon memang sabar, tapi bagaimana kau akan sabar ketika melihat sesuatu yang sudah siap untuk kau pakai ada di depanmu terbaring tak berdaya? Maka yang dilakukan Siwon adalah dia segera menjambak rambut hitam kelam Kibum sedikit kasar dengan tangan kirinya sehingga badan namja cantik itu setengah terduduk. Bibirnya segera dilumat oleh Siwon dengan ganas. Tangan kanan Siwon segera meraih nipple Kibum dan memilinnya dengan sedikit kasar. ”Aku akan melakukannya dengan kasar agar tubuhmu tidak pernah lupa dengan diriku.” bisiknya sekali lagi ke telinga Kibum sebelum mencium namja cantik itu dengan ganas.

”Mari kita lihat apa yang bisa dilakukan oleh bibir nista ini.” ujar Siwon dengan nada pelan namun mengerikan. Dia membuka ikatan pada mulut Kibum dan belum sempat Kibum mengucapkan apapun, Siwon kembali melumat bibirnya, ”Ahh…urmmm…nggh…” Desahan keluar dari mulut Kibum di sela-sela ciuman mereka. Memang rasanya jauh lebih enak jika menyentuh bibir itu tanpa dihalangi apapun.

Tangan Kiri Siwon dengan kasar mendorong tubuh Kibum sehingga sekarang tubuhnya sudah terangkat dan dia tengah berlutut di hadapan Siwon yang juga berlutut. Didorongnya dengan kasar kepala Kibum hingga badannya membungkuk seperti memberi hormat pada Siwon. ”Urgh…ahh…” Desahan keluar dari sang master ketika mulut Kibum mengulum junior Siwon seutuhnya. Junior Siwon tak bisa dibilang kecil, malah besar, bahkan lebih besar dari mulut Kibum sehingga namja cantik itu harus membuka mulutnya yang kecil selebar yang dia bisa. Dia tersedak ketika kejantanan Siwon menusuk ujung mulutnya.

Ctar.

Kibum meringis kesakitan ketika Siwon mencambuknya. Di meja tempat vibrator tadi berada terdapat berbagai macam permainan yang bisa mereka gunakan dan Siwon memilih cambuk untuk menunjukkan dominasinya. ”Faster…bitch!”

Ctar.

Siwon sekali lagi mencambuknya ketika dirasakannya gerakan Kibum melambat. Rambut kelam milik sang Snow White dijambaknya kasar. Dia menggunakan rambut itu untuk mengatur gerakan Kibum sesuai dengan keinginannya. ”Ahh…yesshh…aaahh…ohhh…” Meski masih virgin, pelayanan blow job yang diberikan Kibum kepada dirinya tidak bisa dibilang amatir, sepertinya pelatihan yang diberikan di Mi[R]otic tidak sia-sia.

Bisa dirasakan bahwa kejantanan Siwon mulai membesar di mulut Kibum. Cairan precum mulai keluar namun Siwon segera menarik kepala Kibum dengan cepat dan memutar tubuh namja cantik itu sehingga sekarang dia berlutut dengan memunggungi Siwon. Kepala Kibum berada di atas kasur di antara kedua tangannya yang terikat. Dia mencoba menarik nafas. ”Hah…hah…” Belum sempat dia merasa lega, sesuatu memasuki dirinya. ”Urghh…argghh….!!!” Dia berteriak dengan keras dan mendapat hadiah cambukan dari master-nya.

Shut up, slut!” desis Siwon.

Setelah Kibum memutar badannya tadi, Siwon langsung memasukkan kejantanannya dalam hole pink Kibum yang terlihat menggoda dan sempit itu dalam satu sentakan. Hole pink itu mendekapnya dengan erat mengingat kedua kaki Kibum yang terikat sehingga hole tersebut terasa lebih sempit karena kedua kakinya yang tidak bisa dilebarkan Siwon.

”Ahh…urghhh…so tight…urmmm.” Siwon meracau tak jelas, mengabaikan isakan yang dikeluarkan oleh Kibum.

”Hiks…urghh…aaa….kit…hiks…urhhh…ohhh…” Kibum tak bisa dikatakan menikmati ini sama sekali, tetapi tubuhnya terus menerus merespon setiap sentakan yang diberikan Siwon seolah tubuhnya merasa tak puas dengan hal itu. Dia sendiri bingung kenapa kejantanannya ikut menegang dalam keadaan seperti ini. Dia merasa hina ketika merasa desahannya keluar karena Siwon menyentuh sebuah titik dalam tubuhnya yang membuatnya merasa berada di langit ke-7.

”Ahh…ohhh…yesh…hah..deeper…

Plak.

Siwon memukul kedua pantat Kibum yang putih dengan tangan kanannya karena tangan kirinya sekarang memegang cambuk hingga kedua pipi yang putih itu sekarang sudah mulai memerah dan memiliki jejak tangannya. ”You like it, bitch?” Dia menjambak rambut Kibum dengan kasar sehingga kepala namja itu tertarik ke atas dan dengan segera mencumbu bibir merah ranum itu. ”Urm…ngghh…”

Bibir Siwon sekarang beralih pada leher putih Kibum yang polos. Gigitan-gigitan kecil diberikannya sehingga meninggalkan jejak merah pada kulit putih itu. Siwon menghentikan gerakannya ketika dirasanya dia masih belum bisa mencapai orgasme. Dia mengeluarkan juniornya sehingga hanya tertinggal ujungnya pada hole Kibum dan segera memutar tubuh Kibum dengan cepat sehingga sekarang mereka saling berhadapan. Siwon bisa melihat kedua nipple Kibum yang menggoda untuk disantap. Dihisapnya nipple itu seperti seorang bayi yang ingin minum susu. Digigitnya nipple itu dengan kasar sementara dia menghujamkan kejantanannya ke dalam lubang Kibum dalam satu sentakan. ”Arghh….” Kedua kaki Kibum sekarang sudah terlepas dari ikatannya dan melingkar di perut Siwon sehingga sang master bisa menusuk lebih dalam lagi.

Badan Kibum sedikit melengkung ke belakang sehingga Siwon harus lebih menunduk agar bisa meneruskan aktivitasnya menggigit nipple Kibum. Mungkin terlalu gemas atau terlalu menikmati tonjolan pink itu, dia tidak sadar kalau dia sudah menggigitnya dengan kuat hingga darah mengalir keluar perlahan. Lidah Siwon segera menjilati darah itu seperti seorang vampir yang sudah lama tak pernah mencicipi darah manusia.

”Urmm…ahhh…” Kibum hanya bisa mendesah antara kenikmatan atau kesakitan yang dia rasakan sekarang. Rasanya sakit ketika Siwon menghujamkan dirinya di dalam diri sang doll dua kali tanpa persiapan. Penetrasi yang kedua jauh terasa lebih sakit dari yang pertama karena Kibum yakin penetrasi pertama menyebabkan luka sehingga ketika milik Siwon masuk ke dalam dirinya, junior Siwon bergesekan dengan luka yang ada. Sakit rasanya. Begitu sakit sampai air mata mengalir perlahan dari kedua mata Kibum. ”Urghh…sakit…hiks…”

Seolah sudah menjadi orang tuli, Siwon tak mendengar lagi isakan tangis dari Kibum dan sebaliknya malah terus menghujamkan dirinya ke dalam diri Kibum dan menggigiti nipple yang satu hingga mengeluarkan darah juga. ”Ahh….urmmm….”

Splurt.

”Kau bilang sakit, tapi lihat kau sudah mencapai orgasmemu.” Siwon menjilati wajahnya yang sedikit terkena cairan putih milik Kibum karena ketika cairan putih itu keluar, Siwon masih menjilati nipple Kibum dengan setia. Dia melihat ke bawah, ke arah tubuh Kibum yang tadinya putih mulus mulai memiliki corak. Merah karena bekas darah dari nipple Kibum dan warna putih karena cairannya. ”Aku belum mencapai orgasmeku sama sekali dan kalau dalam waktu 5 menit kau tidak bisa membuatku keluar, kau tahu akibatnya.” desis Siwon.

Dia melihat bagaimana Kibum menggeliat ke atas mencoba meraba-raba tubuh Siwon yang menimpanya karena matanya masih ditutup. Kedua tangan Kibum yang terikat bertumpu pada pundak kiri Siwon. Dia menggunakan pundak tersebut untuk mendorong dirinya terangkat sehingga ujung junior Siwon berada di depan hole-nya dan kemudian mendorong dirinya kembali untuk memasukkan semua junior Siwon dalam tubuhnya. Gampangnya dia melakukan posisi ride me tapi dalam keadaan tidur jadi dia harus meng-slide dirinya di atas tempat tidur untuk menaik-turunkan dirinya. ”Urmm…ahhh…”

Siwon bisa merasakan bagaimana hole Kibum yang sempit memeluk miliknya dengan erat membuatnya merasakan juniornya mulai membesar. Tapi, gerakan Kibum terlalu pelan dan itu tidak cukup untuk memuaskan dirinya hingga akhirnya dia memegang kedua pergelangan tangan Kibum yang terikat dan meletakkannya di atas kepala namja cantik itu. ”Time’s up. Kau gagal, sayang. Sekarang nikmati hukumanmu.”

Ctar.

Siwon mencambuk tubuh depan Kibum beberapa kali hingga bekas cambukan terukir di tubuh putih itu menghiasi kanvas indah itu bersama dengan jejak lain yang dia tinggalkan tadi. Tangan kirinya melempar cambuk yang dia gunakan ke atas meja dan segera meraih vibrator ukuran besar yang ingin dia gunakan tadi. Dinyalakannya vibrator tersebut dalam ukuran maksimum dan sebuah seringaian terukir di wajahnya ketika melihat tubuh Kibum yang gemetar.

.

Day 01

Akhirnya aku berhasil membuatnya, saviour-ku yang sempurna. Tapi untuk menyembunyikannya, akan kuberi dia nama Doll agar dia sama seperti Doll lain yang ada. Dia akan kusimpan hanya untukku, tak ada yang boleh melihatnya. Tak ada yang boleh memilikinya.

.

Drr…drr…

Di balik matanya yang ditutup, Kibum bisa mendengar suara getaran yang dikeluarkan oleh sesuatu yang akan digunakan Siwon. Dia bisa menduga bahwa itu adalah vibrator. Dia memang virgin, tapi bukan berarti dia tidak tahu beberapa hal dasar karena di Mi[R]otic dia sudah dilatih. Tubuhnya merinding karena ketakutan, dia bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

”ARGHHHH!!” Suaranya melengking tinggi. Hole-nya yang masih berisi kejantanan Siwon didesak masuk oleh vibrator yang bergetar dengan hebatnya. ”URNGH…” Air matanya kembali mengalir perlahan. Sakit yang dirasakannya sudah tak bisa dihentikan lagi. Dia bisa merasakan Siwon menggerakkan miliknya dan sehingga bergesekkan dengan vibrator tersebut. ”Urmmhh…” Ketika milik Siwon dan vibrator tersebut menyentuh titik prostatnya, tubuhnya merasakan kenikmatan dan kesakitan di saat yang bersama. Pikirannya kalut tak tahu harus bagaimana.

Dia bisa merasakan bahwa hole-nya mulai melebar dan dia tidak yakin miliknya bisa melebar lebih daripada ini. Tubuhnya terasa terbagi dua apalagi ketika dia merasa bahwa milik Siwon akhirnya mulai membesar. Tak lama pula dia merasakan sesuatu yang hangat berada di dalamnya. Akhirnya Siwon mengeluarkan cairan putih miliknya ke dalam diri Kibum. Sang doll mencoba menghirup udara sebanyak yang dia bisa dan mengatur nafasnya.

”Kau pikir ini sudah selesai?” Suara rendah Siwon kembali membuat bulu romanya naik. Belum pernah dia merasakan ketakutan seperti ini. Ketika tangan kekar milik namja itu menyentuh dirinya, Kibum yakin dia belum pernah merasakan sentuhan seperti ini sebelumnya. ”Aku bahkan belum memulai apa-apa.”

Tubuh mungil Kibum terasa melayang di udara ketika Siwon membawanya dalam bridal-style. Namja cantik itu hanya bisa pasrah di pelukan master-nya. Kemudian dia merasakan kedua lengan master-nya berada pada pinggangnya dan menurunkannya perlahan dalam posisi duduk. Sesuatu memasuki ke dalam hole­-nya yang masih berisikan vibrator yang belum dikeluarkan master-nya.

Oh, dia tahu apa itu. Dia pernah melihatnya di klub Mi[R]otic. Sesuatu itu seperti kuda mainan yang di tempat dudukannya terdapat sesuatu yang menonjol mirip dengan kejantanan seorang pria. Dan layaknya kuda-kudaan, alat itu juga akan bergoyang menyebabkan siapapun yang duduk di sana harus mempertahankan keseimbangannya agar tidak terjatuh. Kibum merinding ketika dia mengingat ada salah satu yang dinding rektumnya terluka karena terjatuh dari benda itu. Seberapapun Kibum berusaha agar kejantanan yang ada di kuda-kudaan tersebut untuk tidak masuk lebih dalam lagi, dia tahu usahanya sia-sia karena benda itu mengeluarkan cairan pelumas membuat hole-nya licin. Tak membantu juga mengetahui cairan putih milik Siwon melicinkan dinding rektumnya. ”Unggh…ahhh…”

Drr…drr…

Vibrator dan kuda-kudaan itu bergerak bersamaan dalam tempo yang berbeda membuat Kibum harus menyesuaikan dirinya. ”Urmm…ahhh…” Vibrator yang masih bergetar itu masuk semakin dalam membuat perutnya melilit karena penuh. Ujung vibrator itu kembali menyentuh titik prostatnya membuat tubuhnya kembali melengkung dan dia hampir saja jatuh kalau bukan karena kedua tangan Siwon yang masih berada di pinggangnya. ”Ahh…hah…ohhh…” Lidah sang master dengan lihai menjilati lehernya dan menikmati setiap inci tubuhnya. ”Arngh…oohhh…hyaahh…” Salah satu tangan yang memegang pinggangnya tadi sekarang sudah berada di nipple kanannya. ”Urngh…” Dia merintih kesakitan ketika tangan itu kembali memilin nipple-nya yang terluka tadi.

”Aku tahu kau menikmatinya, Bummie.” bisiknya pelan di telinga Kibum mendatangkan rangsangan hebat dalam diri namja cantik itu.

”Urmm…ahhh…noohhh…ahhh…” Dengan kasar Siwon memeluk pinggang mungil Kibum dengan satu tangan dan menariknya kemudian menurunkannya lagi membuat dinding milik sang doll bergesekkan dengan kejantanan plastik itu secara kasar. ”Hahh…ahhhh….hiks…” Tak mempedulikan tetesan air mata yang mengalir membasahi pipi temben itu, Siwon hanya menjilati air mata itu. Rasanya asin namun manis menurut Siwon. ”Ahh..I want you more.”

Splurt.

Cairan putih kembali keluar dari sang doll dan membasahi kuda-kudaan itu, beberapa tumpah ke perutnya menambah hiasan yang sudah ada. ”You like it, slut? Lihat bagaimana tubuhmu merespon setiap sentuhanku. Kau menginginkannya bukan? Rasanya begitu nikmat, eh? Memiliki 2 cock sekaligus di dalammu. Lihat.” Siwon mengambil sebagian cairan putih itu dengan tangannya yang memilin nipple Kibum tadi. Diarahkannya jari-jari tersebut di depan namja yang sekarang berada di pelukannya. Meskipun tahu bahwa Kibum tak bisa melihatnya, dia tetap menunjukkannya di depan mata yang tertutup itu. ”Lick it.” Sang doll hanya bisa menuruti perintah sang master. Dia menjulurkan lidahnya dan menjilati apapun yang ada di depannya saat ini. Cairan kental masuk ke dalam mulutnya. Dikulumnya jari-jari milik sang master selihai yang dia bisa.

”Urngghh…” Badannya kembali menegang ketika tangan Siwon memanjakan juniornya, terlalu pelan untuk memberi rangsangan pada dirinya. ”Ahh…faster…hah…” Kali ini lidah Siwon berada pada daun telinganya, menjilatinya dan sesekali memberinya gigitan.

Kibum meraskan badan mungilnya ditarik ke atas dengan kasar sehingga kejantanan plastik itu keluar dari tubuhnya. Cairan bening mengalir dari dalam dindingnya membasahi selangkangannya. Siapapun yang melihatnya saat ini pasti akan merasa dirinya terlihat begitu seksi. Paha putihnya yang mulus terlihat lebih mengkilat karena cairan bening tersebut. Dia merasakan tubuhnya dibiarkan berdiri di tengah-tengah. ”Ahhh…” Desahan kembali keluar dari mulutnya ketika sesuatu yang basah menjilati paha dan bagian selangkangannya. ”Urnghh…” Kedua tangannya berada di depan mulutnya, menutupi desahan-desahan yang ingin terus dikeluarkannya.

You taste nice.”

Kaki Kibum terasa begitu lemas ketika lidah master-nya dengan lihai menjilati pahanya, seolah membersihkannya dari cairan bening tadi. ”Urngh…” Kalau bukan karena kedua tangan Siwon yang memegang pinggangnya dengan erat, dia yakin dia pasti akan terjatuh saat itu juga. ”Ahhh…” Tubuhnya bergetar karena nikmat ketika juniornya berada dalam sesuatu yang hangat yang diasumsikannya adalah mulut Siwon. ”Ohh…ahhh…” Semakin cepat kuluman yang dia rasakan pada juniornya, semakin cepat pula dia melontarkan desahannya. ”Hah…morehhh…ohh…ahh…ngghhh.”

Splurt.

Sudah tiga kali Kibum mencapai orgasmenya hari itu dan karena itu juga tubuhnya sudah mulai lemas terlebih dengan kenyataan bahwa vibrator dengan setelan maksimum masih berada di dalam dirinya. ”Urmghh…ahhh…” Lidah master-nya kembali menelusuri setiap inci tubuhnya membuat kakinya terasa lemas dan tak bertenaga. Dia merasa tubuhnya sekali lagi terangkat ke udara dan dindingnya ditembus dengan kasar sekali lagi mendatangkan cairan merah dari dalam hole-nya. ”ARGHH!” Dia menumpukan badannya pada pundak Siwon. Tangannya yang terikat diletakkannya di atas pundak master­-nya sementara kedua kakinya melingkar dengan erat di pinggang namja tersebut.

”Ahhh….ohh…tight…yeshh…” Sembari melumat bibir namja cantik itu, Siwon membawa mereka sekali lagi ke tempat tidur dan membaringkan doll-nya. Dia menghujamkan dirinya dengan kasar tak mempedulikan sekali lagi suara teriakan yang keluar dari namja yang sedang dimasukinya. Kepalanya telah dipenuhi oleh nafsu untuk memuaskan dirinya. ”Ahhh…” Akhirnya dia mencapai orgasmenya yang kedua hari itu.

Tangannya dengan kasar menjambak rambut hitam milik namja yang sudah setengah tersadar itu. Bibirnya segera dilumat dengan kasar membuat bibir tersebut menjadi memerah karena bengkak dan penuh dengan luka. Ketika tangan itu melepas rambut hitam tersebut, namja Snow White itu langsung terhempas ke atas tempat tidur dengan mata terpejam karena kelelahan.

Perlahan Siwon mengeluarkan dirinya dari dinding Kibum yang mengeluarkan cairan merah. Vibrator yang masih ada di dalam, dikeluarkannya dengan hati-hati agar tidak menambah luka yang ada. Dia menjilat dan menelan cairan merah tersebut. Dia juga bisa melihat bahwa hole yang dijilatinya sekarang terdapat sobekan kecil membuatnya menyadari apa yang baru saja dia lakukan.

Dia melihat tubuh mungil itu dari atas. Bagaimana kulit yang tadinya putih sekarang penuh dengan bekas cambukan merah dan cairan putih dari semen yang dikeluarkan. Bagian bawahnya terlihat lebih berantakan dengan darah yang mengalir keluar dan lapisan tissue milik namja itu sobek –terlihat dari beberapa serpihan warna kulit yang berantakan di sekitar mereka. Kedua tangannya dengan gemetar mengelus pipi putih yang masih bersih dari apapun itu. Kepalanya didekatkan dan kali ini dia mencium bibir, yang juga sedikit sobek karena tadi digigitnya, dengan lembut. Dia berbisik pelan kepada isi ruangan itu karena dia tahu namja yang pingsan di dekapannya ini tak akan menyadarinya. ”You’re mine.

.

Day 05

Aku berhasil menanamkan beberapa program di dalam dirinya dan harus kuakui dia adalah proyek paling sempurna yang berhasil kubuat. Dia memiliki hati manusia, tubuh sempurna, dia bahkan bisa menangis karena hal kecil. Omo. Dia benar-benar proyekku yang…tak bisa kuragukan lagi. Aku harus menjaganya. Aku tak akan membiarkan Rusia memilikinya, mereka boleh mengambil percobaanku yang lain, tapi tidak dengan saviour, dia adalah milikku. Dia adalah doll-ku yang paling sempurna.

.

Donghae sedang terduduk di sebuah sofa di ruang tamu. Matanya sedang menatap sesuatu yang berada di genggamannya saat ini –sebuah amplop putih yang tertuju untuknya. Matanya menyipit memastikan bahwa apa yang dibacanya saat ini tidak salah bahwa surat itu memang benar untuknya.

”Urmm…Hae?” Sebuah suara di tengah selangkangannya membuatnya menghentikan pandangannya pada amplop yang digenggamnya. Dia mengalihkan perhatiannya pada namja manis yang sedang mengulum miliknya dan sekarang sedang menatapnya dengan tatapan polos.

Donghae mengangkat kedua alisnya dan menunggu apa yang ingin diucapkan oleh namja manis itu. Namja yang sedang duduk di atas lantai di antara kedua paha Perdana Menteri Korea itu menggigit bibir bawahnya dan tampak sedang berpikir keras. ”Ada apa, Hyukkie-ah?” tanya Donghae dengan nada yang dibuat serendah dan semenggoda mungkin.

”Itu…errmm…” Hyukjae terlihat ragu-ragu dengan apa yang ingin dikatakannya namun ketika tangan Donghae dengan kasar menjambak rambutnya dia segera berteriak, ”Sakit…ahh…Hae-ah.”

”Kalau sakit katakan apa maumu, bitch. Apa kau berpikir kau terlihat manis dengan tingkahmu itu, hah?” desis Donghae dengan nada tinggi. Kemudian dia kembali tersenyum dan melepas genggamannya terhadap rambut pirang doll-nya. ”Well?” Kedua alisnya terangkat menandakan bahwa dia menginginkan penjelasan mengapa Hyukjae memutuskan untuk menghentikan tugas yang sudah dia berikan.

Want you…ahh…master…” Dengan mata sayunya, Hyukjae memelas meminta sentuhan dari master-nya.

Seringaian terbentuk di wajah tampan milik Donghae. Diletakkannya amplop yang baru dibaca tadi ke atas meja. Kedua tangannya dibaringkan pada kedua lengan sofa dan membiarkan dirinya relaks. ”Lakukan apa maumu.”

Hyukjae terlihat ragu sembari menggigit bibir bawahnya lagi. Dia berdiri dan memosisikan dirinya dalam pangkuan Donghae. Kedua tangannya memegang milik Donghae untuk memasukkannya perlahan pada dirinya. ”Arghh…urnghh…”

Slam.

Donghae yang sudah tidak sabaran mendorong kedua pundak namja manis itu sehingga sekarang semua juniornya sudah berada di dalam dinding hangat milik Hyukjae. ”URNGHH!!” Erangan kesakitan keluar dari mulut sang doll. Namun dia menuruti perintah master-nya ketika dia disuruh untuk memuaskan dirinya sendiri. ”Lakukan apa maumu dan jangan lupa untuk puaskan aku juga.”

Namja manis itu mengangguk pelan kemudian meletakkan kedua tangannya pada kedua pundak kekar milik Donghae. Dia menaik-turunkan dirinya sekaligus berusaha menyempitkan hole-nya agar namja yang ada di depannya juga merasa puas. ”Ahhh…” Badannya melengkung ke belakang ketika lidah jahil milik master-nya menjilati nipple miliknya yang terhalangi oleh kemeja putih lebar yang dikenakannya. ”Ahh…ohh…hah…” Dia meracau tak jelas ketika titik prostatnya berhasil ditusuk oleh junior Donghae yang mulai membesar. ”Ahhh…ohh…masterhh…hah…cumminngg…”

”Ahh…cumming tooo…

Splurt.

Jangan tanyakan kenapa mereka begitu cepat mencapai orgasme karena itu berarti harus menjelaskan kembali 10 ronde yang sudah mereka lewati sebelum ini. Tubuh mereka masih sensitif karena hal tersebut sehingga sedikit rangsangan yang kuat saja sudah membuat mereka seperti ini. ”Ahhh…hahh…urmmm…” Bibir mereka berdua bertemu. Saliva mereka saling bertukar, merasakan rasa dari lawannya.

Amplop yang diletakkan Donghae tadi diterbangkan angin sehingga terbalik dan di tengah amplop putih tersebut terdapat satu angka dalam ukuran besar.

7

.

Day 10

Apa yang kutakutkan terjadi. Mereka mengetahuinya, mereka mengetahui bahwa aku berhasil menyelesaikan proyekku. Mereka akan mengambilnya, mengambil saviour-ku. Apa yang harus kulakukan? Aku harus tetap mempertahankannya, tapi mereka pasti akan menemukan cara lain untuk mendapatkannya. Mereka selalu bisa. Aku tidak boleh kalah, tidak. Aku harus bisa mempertahankannya, mempertahankan saviour-ku.

.

Brak. Prang.

Kepala Jaejoong dibanting dengan kasar di atas meja makan. Makanan yang susah payah dibuat chef-droid harus terbuang percuma karena belum disentuh sama sekali oleh orang yang disajikan. Alat makan yang berada di meja makan tadi juga turut serta bertemu dengan lantai marmer menghasilkan suara nyaring di telinga. ”You like it, slut? Cih.” Yunho sekali lagi menarik kepala Jaejoong yang sudah sedikit memar dan sekali lagi membantingkannya ke atas meja makan yang terbuat dari kayu campuran besi. Untung saja bukan terbuat dari kaca karena kalau tidak kaca itu pasti akan pecah dan menembus kulit putih milik Jaejoong.

”Ahhh…” Tubuh Jaejoong yang tak terbalut apapun gemetar karena bersentuhan dengan udara dingin di ruangan itu. Ditambah lagi dengan lidah Yunho yang mulai menjilati setiap inci tubuhnya. ”Khe, pelacur sepertimu memang pantas dibeginikan.”

Rambut Jaejoong ditariknya dengan kasar sehingga pemilik rambut tersebut berhadapan dengan pemilik mata elang di depannya. Bibirnya dicumbu dengan kasar. Ketika Jaejoong tak mau membuka mulutnya, bibirnya digigit sehingga dia terpaksa membukanya karena mengerang kesakitan. ”Urnngg…”

Brak.

Tubuh kurus Jaejoong dilempar ke atas meja makan yang sudah kosong dengan keras membuat Jaejoong meringis kesakitan. ”Yunnie…Yunnie…” gumamnya pelan namun dia tahu bahwa itu tak ada gunanya. Kedua tangan namja cantik itu mencoba meraih tubuh sang namja tampan namun segera ditepis dengan kasar.

”Cih. Jangan panggil aku dengan Yunnie-mu. Dia sudah tak ada, dia sudah mati dan itu semua karenamu.” desisnya pelan. Isak tangis keluar dari mulut Jaejoong. Dia mencoba menghentikannya namun dia tidak kuasa menghentikan air mata yang terus keluar dari kedua mata beningnya. ”Dan jangan menangis, bitch!” Sekali lagi dengan kasar kepala Jaejoong dipertemukan dengan kayu besi itu menghasilkan bunyi ’Thud’ lainnya. ”Kau menghilangkan selera makanku karena itu kau harus menggantikannya.” desisnya pelan di telinga namja cantik yang tubuhnya gemetar karena ketakutan.

Seringaian terukir di wajahnya yang tergolong kecil ketika mendapati teko berisi teh panas yang masih utuh karena terletak di sisi meja yang lain.

Sssh.

Dituangkannya teh panas itu ke atas tubuh putih milik Jaejoong mendatangkan teriakan kesakitan dari namja cantik itu. ”Ahhh! Panashhh!!”

”DIAM! Kau hanya doll, ingat itu! Kau tak lebih hanya untuk memuaskan nafsuku.” Jaejoong terdiam memikirkan kata-kata itu. Benar, sekarang dia hanyalah doll untuk memuaskan nafsu, tak ayal bedanya dengan seorang pelacur. ”Bagus, sekarang kau sudah menyadari posisimu, eh?”

Slurp.

Lidah Yunho menjulur mencicipi rasa teh yang membakari tubuh namja cantik yang terbaring di bawahnya. ”Hmm…rasamu sangat enak, sayang kau sudah tak berharga lagi.” Pandangan mata namja cantik itu kosong. Harga dirinya hilang. Semua emosi dalam dirinya sudah tak terbendung lagi. Dia sudah tak lebih dari sebuah boneka yang digunakan oleh pemiliknya dengan seenaknya. ”Kudengar kau suka pedas bukan?” Jaejoong tak merespon, dirinya masih memandang kosong ke langit-langit yang transparan. ”Hmm…baiklah.”

Yunho mengambil botol sambal yang masih utuh kemudian membuka tutupnya. Disemprotkannya isi sambal tersebut ke dalam hole Jaejoong. ”ARGHHH!” Jaejoong akhirnya memberikan tanggapan. Dia merasakan sesuatu yang begitu panas dan pedas di dalam dirinya. Dia tak bisa membendung rasa sakit yang dialaminya sekarang.

”Hmm…sayangnya aku tak suka pedas, apa aku harus menggunakan panas untuk mengusirnya? Menurumu bagaimana?” Dia menatap ke arah Jaejoong yang hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah. Namja cantik itu terlihat sudah tak mempunyai aura kehidupan, terlihat begitu lemah.

”Ahh…Hentikhann..Yunn…hiks.” Kedua tangan Jaejoong berada di atas kelopak matanya, mencoba menghentikan air mata yang terus keluar. Dia tahu ini sudah tak ada gunanya, tapi tak bisakah dia berharap pada Tuhan bahwa dia diberi kesempatan sekali lagi?

”Sudah kukatakan Yunnie-mu sudah tidak ada, Hero.” Yunho mencoba mencium Jaejoong yang meronta hebat dalam pelukannya. ”Andwae..aku mau Yunnie…Yunnie…Yunnie-ahh!” Usahanya nihil, Yunho kembali menciumnya dengan kasar menambah luka pada bibirnya bahkan kali ini dia merasakan bagian belakang kepalanya sedikit sakit ketika Yunho dengan kasar menubrukkan kepalanya dengan kayu besi di belakangnya. ”Yunnie..hiks..”

Yunho mengabaikan isak tangis Jaejoong dan segera mengambil teko yang berisi teh panas tadi. Namun baru beberapa langkah berjalan, sesuatu meronta keluar dari dalam dirinya. Teko yang digenggamnya terjatuh ke atas lantai. Dia berlutut sembari memegang kepalanya yang terasa sakit. ”ARGHHH!”

Suara teriakan Yunho menyadarkan Jaejoong. Dengan tenaga yang tersisa dia bangkit berdiri dan berjalan pelan menuju ke arah suaminya. ”Yun?” Dia berjongkok di depan suaminya, berharap bahwa yang ada di hadapannya adalah suaminya. Ketika dia hendak menyentuh namja yang ada di depannya, sebuah tangan sudah menghentikannya. Seringaian yang tampak di wajah kecil Yunho menyadarkan Jaejoong bahwa U-know masih menang. ”Sayang sekali ya aku bukan Yunnie-mu? Tapi aku tak keberatan memanggilmu, boo-Jae.”

Seberapa keras Jaejoong meronta-ronta dalam genggaman Yunho atau U-know, dia tetap kalah dan ruang makan itu menjadi saksi bagaimana sekali lagi U-know mengalahkan Yunho dan menyetubuhi Jaejoong.

.

Day 20

Ketika aku mendapati dia hilang aku sudah tahu bahwa Rusia telah memilikinya. Seberapapun aku berusaha untuk mengambilnya kembali, itu tak akan mudah. Aku bukan tipe petarung atau calous. Aku tak bisa berbuat apa-apa sekarang. Hanya bisa menatapnya ketika dia dijadikan bahan penelitian Rusia sialan itu. Aku ingin menciptakan dirinya yang baru, tapi apa aku bisa? Dia saviourku, satu-satunya penyelamatku. Tak akan ada yang bisa menggantikannya.

.

”Ne, arasso.” Hankyung menutup hubungan telepon yang dilakukannya ketika dia melihat Heechul sudah berada di ambang pintu. ”Chullie-ah?”

Tanpa menjawab pertanyaan Hankyung, namja cantik itu segera melemparkan dirinya ke dalam pelukan namja tampan itu hingga mereka terjatuh di atas tempat tidur. ”Chullie –urmm.” Perkataannya terhenti ketika bibir merah Heechul dengan lihai menelusuri setiap inci mulutnya.

”Hentikan.” Hankyung mendorong tubuh Heechul sekuat yang dia bisa. Secara fisik badannya memang lebih kekar dan kuat daripada Heechul, namun ada dorongan dari dirinya yang tak bisa menolak Heechul.

”Kenapa, Hannie? Aku tahu kau menginginkanku juga.” bisiknya dengan nada manja ke telinga Hankyung.

Tidak. Kali ini Hankyung harus bertindak tegas. Diputarnya tubuh sang master hingga sekarang dia yang berada di atasnya. ”Dengar, Chullie. Aku menginginkanmu dan tak ada seorangpun yang bisa menyangkal hal itu. Tapi aku juga memiliki batas kesabaranku dan aku tak ingin kau mengujinya.”

”Apa maksud –ahh.” Desahan menghentikan kalimat Heechul ketika bibir dingin milik namja tampan itu berada di lehernya. ”Ahhh…” Dia menarik kepala Hankyung agar lebih dekat untuk memperdalam ciuman namja itu.

”Hmm? Kau tetap sensitif seperti biasa ya?” Hankyung terkekeh pelan.

Belum sempat melakukan apa-apa, ponsel Hankyung bergetar. Sebelum dia sempat meraihnya, Heechul telah menggapainya terlebih dahulu. ”7? Siapa dia?” Tatapan mata Hankyung saat ini begitu tajam bahkan jika tatapan bisa membunuh mungkin seorang Kim Heechul hanya akan tinggal nama.

”Berikan.” Suara Hankyung terdengar rendah dan berbahaya. ”Berikan ponsel itu padaku sekarang juga, Heechul.”

”Tidak mau.” jawab Heechul dengan tegas dan menyembunyikan ponsel namja tampan itu di balik tubuh mungilnya. ”Kau berhubungan dengan seseorang yang tidak kuketahui?” Heechul memajukan bibirnya terlihat mengambek, namun tindakannya kali ini salah.

Brak.

”Kim Heechul, aku tidak main-main. Kembalikan ponselku atau kau akan menyesal.” Hankyung menatapnya tajam seolah ingin menguliti Heechul saat itu juga. Heechul bersumpah meskipun dia menguasai black market dunia dan tak ada yang bisa menakutinya, tatapan Hankyung yang penuh amarah terhadapnya saat ini bisa membuatnya begitu takut dan gemetar.

”Arasso! Kau…kau memang sudah tak menginginkanku lagi!!” teriaknya sembari melempar ponsel itu sehingga mengenai pipi Hankyung.

”Jangan manja! Siapa yang tidak menginginkan siapa?! Apa kau pernah berkaca sedikitpun? Hah?” teriak Hankyung dengan emosi yang tidak terhentikan membuat Heechul mundur beberapa langkah ke belakang. ”PERGI! DAN JANGAN MASUK KAMARKU!” Namja cantik itu keluar dari kamar itu secepat yang dia bisa dengan seluruh tubuhnya yang bergetar.

Blam.

Pintu dibanting dengan kencang membuat Hankyung harus menghela nafas. Diliriknya ponsel yang sudah kembali terdiam itu dan menunggunya sampai ponsel itu bergetar kembali. Sementara tangan kirinya memegang ponsel, tangan kanannya menyapu semua mukanya sambil sesekali memijat keningnya yang terasa sakit. ”Mian, tadi aku tak segera mengangkat teleponmu. Arasso. Aku akan ke sana.”

.

Day 30

Ini sangat mengerikan! Aku melihat bagaimana dia diperjualbelikan seperti sebuah barang yang tak ada artinya. Aku ingin membelinya, sungguh, namun meskipun aku kaya dan uangku banyak, aku tak diijinkan untuk membeli doll. Sebuah perintah menggelikan dari mereka. Persetan dengan aturan, aku harus mendapatkannya ketika aku menemukannya. Aku akan mencarimu. Tenang saja, kali ini aku akan menyelamatkanmu.

.

Siwon mengenakan t-shirt putih dan celana sports pendek ketika dia berjalan meninggalkan tempat tidurnya yang di atasnya berbaringlah seorang Kibum. Namja cantik itu terlihat kelelahan, namun senyuman lembut terukir di wajah Siwon ketika melihat wajah damai milik doll-nya. ”Kau milikku, Kibum, dan aku akan memastikannya.” Dia tersenyum puas melihat bercak-bercak merah yang ditemukannya di leher Kibum menandakan bahwa namja cantik itu adalah miliknya.

Alasan Siwon berjalan menuju ke arah screen di depannya karena screen tersebut terus menyala menandakan ada sebuah panggilan masuk. Dia menekan sebuah tombol transparan pada screen yang kemudian menampilkan sesosok Donghae dengan ekspresi serius. ”Aku tak menyangka kau akan meneleponku malam-malam, Donghae.”

”Sekedar informasi, di Amerika saat ini masih pagi.”

Kedua alis mata Siwon terangkat begitu mendengar negeri Paman Sam itu. ”Aku tak tahu kau ada di Amerika, Donghae.”

”Aku juga tak berharap berada di sini, Wonnie.” gurau Donghae.

”Hentikan memanggilku seperti itu. Ada masalah apa?” Siwon meraih cangkir kopi yang suda terisi itu dan meneguk isinya dengan hati-hati.

”Kuasumsikan kau lupa bulan apa ini?” Siwon mengangkat kedua alisnya sekali lagi karena bingung namun lirikan pada kalender digital yang ada di dinding membuat dia memuncratkan kopi yang diminumnya ke atas meja. Untung saja mejanya terbuat dari bahan serap air sehingga seketika itu juga cairan hitam itu hilang tak berbekas.

”Owh, shit. Dan kau harus mengingatkanku di saat seperti ini?” gerutu Siwon.

”Aku juga tak akan menganggumu jika aku tak mendapat surat darinya. Kau tahu kan betapa dia sedikit old-fashioned. Masih saja ada orang yang mengirim surat dan menggunakan telepon ketika dia tahu kita bisa menggunakan telepati?”

”Dan aku tak mengerti kenapa kau menggunakan screen jika tahu akan hal itu?” Siwon menggeleng kepalanya seolah tak percaya dengan sarkasme yang didengarnya barusan.

”Aku dengar dari burung-burung yang bertengger di pohonku bahwa kau sedang mencari namja yang bernama Changmin.” Mendengar nama Changmin membuat ekspresi Siwon kembali serius dan dia terlihat ingin membunuh orang. ”Wow, santai. Aku tak ingin kau membunuh orang lagi. Ingat terakhir kali kau melakukannya? Urgh..jangan ingatkan aku lagi.”

”Kau tahu siapa dia?” desisnya pelan.

”Changmin?” tanya Donghae seraya memainkan mulutnya. ”Kurasa kalau pergi pada pertemuan ini, kau akan tahu maksudku. Oke, Hyukkie sudah bangun dan aku tak ingin dia tahu tentang pembicaraan ini. Anggap saja kita tak pernah berbicara, arasso?” Tanpa mendengar jawaban Siwon, Perdana Menteri Korea itu segera menutup pembicaraan mereka.

”Urmm…” Gumaman yang keluar dari namja yang berada di tempat tidurnya membuat tubuh Siwon kembali siaga. Dia bisa merasakan amarah mulai muncul ketika membayangkan siapa yang akan dipanggil oleh bibir merah tersebut. Dengan tatapan tajam, dia berjalan ke tempat tidurnya dan segera menimpa tubuh Kibum. Sebelum namja cantik itu sempat berbicara, dia segera melumat bibir merah darah itu mendatangkan desahan di sela-sela ciuman mereka. ”Ahh…”

Siwon bisa merasakan pipinya basah namun itu bukan karena air matanya. Diliriknya namja itu yang kembali meneteskan air mata dan menggumamkan satu nama yang selalu membuat darahnya mendesir karena emosi, ”Changmin.”

.

Day 45

Dia tidak mengingatku. Sama sekali tidak mengingatku. Tapi meskipun begitu, dia tetaplah dia yang dulu. Baik hati dan penuh dengan semangat. Sungguh berkebalikan dengan diriku yang seorang manusia. Dia jauh lebih terlihat seperti seorang manusia daripada diriku. Dia mau menolongku yang tak dia kenal. Mungkin alasan kenapa aku tak mau menyerahkannya pada siapapun adalah karena hal ini. Dia milikku, tapi sudah bukan menjadi milikku lagi. Aku melihat bagaimana dia sudah menatapku dengan cara berbeda. Tak ada aku di ingatannya. Dia hanya tahu bahwa dirinya seorang manusia yang ditinggal oleh kedua orang tuanya. Oh aku ingat, aku meletakkan memori itu andai kata seseorang memaksanya. Semuanya karenaku. Apa aku salah menginginkanmu? Apa aku salah karena telah membuatmu? Bisakah kau menjawabku ’S-00’? Atau sekarang kau harus kupanggil dengan nama Changmin?

.

.

Kyuhyun terlihat sedang berkeliaran di ruang kerja Se7en. Namja muda itu menelusuri setiap inci ruangan itu dengan mata caramel-nya. Sesuatu akhirnya menangkap perhatiannya, sesuatu berupa buku dengan sampul putih –seputih salju. Tangan kecilnya mencoba meraih buku tersebut, namun apa daya tangannya tak sampai.

”Sini.” Sebuah tangan meraih buku itu untuk dirinya.

Tak perlu berbalik Kyuhyun tahu bahwa yang mengambilkan buku dan pemilik suara itu adalah master-nya, Choi Dong Wook atau Se7en. Dia segera mengambil buku itu tanpa mengucapkan sepatah katapun terhadap namja tampan yang sedang berdiri di depannya. ”Tak ada terima kasih?” Kedua alis mata Se7en terangkat sementara kedua tangannya menyilang di depan dadannya dan tubuh kanannya menyandar pada rak buku.

Hanya tatapan tajam yang menjadi jawaban atas pertanyaan Se7en. Genggaman Kyuhyun terhadap bukunya semakin erat ketika langkah kaki Se7en semakin mendekat. Dia tidak takut, tetapi dia tidak mungkin menutupi perasaannya yang sedikit terintimidasi oleh namja yang berada di depannya. Tangan Se7en meraih dagunya dan menariknya sehingga dirinya sekarang sedang berhadapan dengan sang tuan rumah. ”Hmm…kau memang tampan dan manis, tapi sayang kau bukan seleraku.” gumam Se7en pelan dengan seringaian di wajahnya.

Plak.

Sebuah tamparan mendarat pada pipi kiri Se7en. Tangan kiri namja yang ditampar itu perlahan terangkat dan menyentuh pipinya yang disentuh tadi. Sebuah senyuman mengerikan terukir di wajah Se7en. Dengan kecepatan entah dari mana, kedua tangan Kyuhyun sekarang sudah berada di samping kepalanya dengan dirinya menyandar pada dinding. ”Aku sudah berbaik hati padamu.” bisiknya pelan, namun Kyuhyun tahu ada nada mengerikan di baliknya.

Sekarang Kyuhyun mengerti apa yang dihadapi oleh hyungnya – Changmin – setiap hari. Namja di depannya bukan hanya jelmaan Lucifer, dia adalah Lucifer itu sendiri.

Gulp.

Kyuhyun menelan ludah dan menutup matanya, menunggu apa yang akan terjadi pada dirinya kelak, namun ketika tak merasakan apapun, dia membuka matanya perlahan. Dilihatnya Se7en sedang menahan tawa. ”Hahaha…kau pikir aku akan melakukan apa pada dirimu?” Satu tangan menutupi wajah Se7en, sementara yang satu berada di perutnya untuk menahan gelak tawa yang keluar.

Tiba-tiba gelak tawa itu terhenti dan aura Se7en kembali seperti semula –hitam dan mengerikan. ”Dengar, kali ini aku akan memaafkanmu karena aku akan melampiaskannya kepada Changmin, hyung yang kau sayangi itu.”

Mendengar nama Changmin, kedua mata Kyuhyun langsung membesar. ”Andwae! Jangan hukum Changmin!” teriaknya.

Kedua alis mata Se7en terangkat. ”Oh, jadi kau mau menggantikannya?” Se7en kembali pada posisi tadi namun badannya tidak bersandar pada rak, melainkan berdiri tegak dan menatap Kyuhyun dengan tajam.

Gulp.

Belum sempat Kyuhyun mengangguk, suara pintu dibuka terdengar. Sementara raut wajah Kyuhyun terlihat bingung, sebuah seringaian terpasang di wajah Se7en. ”Aku sudah pernah mengatakan untuk menjaga binatang peliharaanmu ini bukan, Changmin?” tanya Se7en dengan nada datar. Tanpa berbalik dia sudah tahu bahwa yang membuka pintu adalah Changmin karena dia yang memanggilnya tadi, ’Kalau kau tak datang, aku tak yakin Kyuhyunmu akan kubiarkan lepas.’

”Kyu!” Mendengar namanya dipanggil, Kyuhyun langsung berlari ke arah Changmin sembari sebelumnya meraih buku yang terlepas dari tangannya tadi. Kyuhyun langsung memeluk hyungnya dengan erat seolah tak ingin melepasnya. Dia takut andaikata dia melepasnya, hyungnya tak akan kembali. Dia takut.

”Tenang saja, aku akan membiarkan kalian lolos kali ini. Tapi,” Changmin tahu lebih baik untuk tidak menyela master-nya. Tidak masalah jika hanya dia yang dihukum, tapi dia tak akan memaafkan dirinya jika Kyuhyun juga terluka. ” –kau tidak boleh ikut dalam pertemuan kali ini.”

Kedua alis mata Changmin terangkat sementara kedua matanya membesar karena kaget. Tidak boleh ikut? Selama yang Changmin tahu, Kyuhyun dan dirinya adalah anggota tetap dari pertemuan itu dan kali ini dia tak diijinkan ikut? ”Dan aku tidak menerima kata tidak.” sela Se7en sebelum Changmin sempat berarguman. Master-nya itu sudah tahu segala sifatnya yang tidak pernah mau kalah dan selalu ingin tahu. ”Kalian boleh pergi.” Changmin mengangguk memberi hormat sebelum membawa Kyuhyun yang masih memeluknya dan pergi dari ruangan itu.

Se7en yang tinggal seorang diri di ruangan itu menatap sendu ke arah pintu tempat Changmin dan Kyuhyun tadi berada. Sembari menghela nafas, dikeluarkannya ponsel dari saku celananya. Dia menekan beberapa nomor yang familiar di matanya.

Selang beberapa saat nada sambung berbunyi dan sebuah suara menyapanya, ”Gwenchana, Hangeng. Aku ingin kau ikut dalam pertemuan kali ini. Kau tinggal datang, semua sudah kupersiapkan.”

Klik.

Dia menutup tanpa mengucapkan salam atau apapun. Matanya sekarang menatap ke arah ponselnya yang menampilkan kotak pesannya yang terakhir.

From : U-know

To : Se7en

S-01 telah dibeli oleh Siwon dan kemungkinan mereka akan datang ke pertemuan itu. Aku sudah memperingatkanmu.

.

.

To be continued.

.

.

Oke, semoga chapter ini bisa memuaskan kalian semua ^^ chapter berikutnya akan lebih dijelaskan lagi tentang hubungan mereka semua dan mengenai pertemuan yang dimaksud oleh Donghae tadi..hoho…

Petunjuk: akan lebih banyak rape scene lagi seh..sepertinya ._. soalny gak puas nyiksa Bummie, Changmin, dan JJ XDD klo hannie seh disiksa ama Chullie aja, klo Hyukkie, kasihan nanti Donghae terlalu OOC lagi ._.

.

.

Last,

Review?

_Verzeihen

Advertisements

27 responses to “Chapter 4: Mixed Emotions

  1. auww speechless dengan adegan nc sibum & yunjae..
    Saya kasian banget ngeliat jae di chapter ini..
    U-know jahat!!

  2. Savior? Yang buat proyek Savior siapa?
    Jadi benar ya Yunppa punya kepribadian ganda?
    Yunppa kenapa jahat gitu sama Jaemma? Hiks….

  3. masih bngung sma yunjae..
    sbenernya yunpa itu manusia atw apn sih..
    trus someone pov itu sypa????
    dri pda ane bngung mnding lanjut aja kli ya..
    kekekekek~

  4. Uknow sama Yunho ini orang bikin tambah penasaran. tuh juga pov siapa lagi ntu?
    kasian si JJ nih….
    pengen mimisan liat nc nya yunjae sama sibum

  5. saya bingung
    konfliknya banyak banget,rumit
    yunho dan u-know hidup dalam 1tubuh?
    changmin dan kibum apa hubungannya?
    changmin?siapa yang nyiptain changmin?
    hangeng ama se7en saling kenal?

  6. Ahhhh itu yg flashback2 nyeritain ttg changmin semua…
    Kayaknya malah changmin yg jadi pusat cerita 🙂
    Jadi changmin itu saviour.. dan saviour bukan manusia?

    Yang BDSM lebih kejam Yunppa dari pada Siwon ._.
    Padahal Yunppa ma Jaemma dulu ada hubungan nampyeon-anae,
    sedangkan SiBum malah baru ketemu.
    tega sekali Yunppa -,-

    Siwon emang kurang kejem nyiksanya xD
    Iyah lanjutkan adegan Siwon ngerape Kibum, kekeke

    • Iya. Karena Changmin lagi megang peranan penting di sini 😉
      Tapi nanti akan kembali berfokus sama Sibum juga kkk~

      Iya kan Yunpa itu emang sadis banget kkk~
      Soalny demi memuaskan hasrat jaemma sih u,u #lho

      Iya nanti akan dibuat lebih sadis lagi
      Klo sampe ketagihan saya gak tanggung jawab (?)

  7. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

  8. Siwon kejam bngt sih sama kibum, kalo suka knpa malah siksa dia sih 😦

    Savior????siapa yg buat program itu ya????trus savior doll itu siapa???

    Mkin penasaran nih sama ceritanya
    Lanjut dehhhhh bacanya 😀

  9. nggk kuat sm sibum dan yunjae
    kyu jg jd incerannya 7evenmin
    aduhhh ini paring parah part nya bahkan sampe banyak yg diskip
    afduhh jd inget sushow 5 yg vcr tntng fbi gt khan ada
    mereka semua itu terloibat ya ?

  10. ff ini seru
    cuma ada beberapa yang rumit
    memang harus diasah lg
    yg bagian tulisan bercetak miring itu siapa yg ngomong si nggk faham deh
    udah mulai ngerti si jalan ceritanya
    kesian sm doll mereka
    kenapa jd se7 bw2 kyu ???

  11. Penasaran dg tokoh ‘aku’ di sini itu siapa?? Astaga, ga ada yg bermain dg lembut apa?? Semuanya kasar dan sungguh, kasian bgt para doll itu. Ya meskipun mereka itu memang dibeli utk hal tsb. Eh, jd S itu artinya saviour?

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s