Chapter 5: Feelings


Warn: Slight Rape. Slight BDSM.

Don’t Like Don’t Read!

Crack Couple.

Changmin as SEKE

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11

.

.

Suara gorden jendela bergeser terdengar di ruangan yang lampunya masih belum menyala. Sinar mentari menembus jendela memberikan seberkas cahaya pada sang empunya kamar. Terlihat seorang Choi Dong Wook sedang berdiri dengan tegap di depan jendela yang tinggi dan panjangnya tiga kali lipat dari dirinya – menunjukkan betapa luas dan besar kamar tidurnya.

Kring.

Sebuah suara telepon menyadarkannya dari apapun yang sedang dipikirkannya. Dengan langkah yang sedikit malas dia mengangkatnya sebelum nada deringnya hilang. ”Apa?” tanyanya datar tanpa peduli untuk mengetahui identitas orang yang meneleponnya.

”Seperti itukah kau menjawab ayahmu?” Seketika itu juga badan Se7en menegang dan raut wajahnya kembali serius.

”Untuk apa aku mengakui seseorang yang membuangku ke Rusia sebagai seorang ayah?” jawab Se7en dengan nada datar meski genggamannya terhadap kabel telepon semakin kencang.

”Jangan seperti itu, biar bagaimanapun kalau bukan karena aku membuangmu ke Rusia kau pikir kau bisa berada di tempatmu sekarang, huh?” Se7en terdiam membenarkan pernyataan namja yang mengatakan dirinya sebagai ayah itu. ”Tapi, aku sungguh tak menyangka bahwa kau berhasil menjadi Presiden Amerika dalam waktu 7 bulan dan menguasai negeri adidaya itu selama 17 tahun, sepertinya didikanku tidak sia-sia, eh?”

Tak ada jawaban dari Se7en membuat namja yang mengaku sebagai ayahnya itu kembali melanjutkan perkataannya. Se7en tak menyadari kalau dia menggenggam kabel telepon itu terlalu erat sehingga meninggalkan bekas luka di tangan kirinya. ”Apa maumu?” desis Se7en. Dia tahu bahwa namja yang mengaku ayahnya itu tak akan meneleponnya tanpa alasan seperti ini dan dia sangat yakin tidak mau tahu tujuan ayahnya meneleponnya.

Suara kekehan dari seberang sana meyakinkan pendapatnya mengenai tujuan dari ayahnya. ”Kau tentu tidak lupa kenapa Savior berada di tanganmu kan? Apa kau terlalu menikmati dirinya sebagai doll sampai kau lupa dengan tujuanmu semula?”

”Bukan urusanmu.” jawab Se7en dengan nada datar.

”Aku akan datang pada pertemuan besok.”

”Jangan kau datang.”

”Terlambat, aku sudah berjanji akan menggantikan Vargas dan dia dengan senang hati mengijinkannya.”

”Ya, siapapun akan setuju jika kau mengacungkan pistol ke atas kepala mereka.” desis Se7en. ”Jika kau tidak ada urusan lagi, aku akan –”

”Bagaimana rasanya? Kau tahu? Apakah Savior itu lebih nikmat dari doll yang dibuat? Rasanya aku juga ingin menikmatinya. Bagaimana kalau –”

”DIAM!” teriak master Changmin itu. ”Sekali saja kau menyentuhnya, aku bersumpah, Yang Hyun Suk bahwa kau akan menyesal mendatangkanku ke dunia ini.”

Hening menerpa mereka beberapa saat. ”Oke, anggap saja kita tidak pernah membicarakan hal ini, lagipula tujuanku meneleponmu bukan untuk itu. Ah, bicara soal telepon, sampai kapan kau mau tinggal dalam dunia peradaban seperti ini? Sekarang semua serba maju, kau bisa saja menggunakan proyeksi dan sebagainya. Lucu sekali, Presiden Amerika masih menggunakan teknologi zaman dulu.”

”Aku tutup teleponnya.” sela Se7en dengan nada datar.

”Aku akan datang besok tentunya tak lupa dengan pemerintah Rusia itu kalau tidak salah sekarang dipegang oleh Soo Man bukan? Satu nasihatku sebagai seorang ayah, berhati-hatilah.”

Klik.

Dan pembicaraan itu terputus dengan appa Se7en menutup teleponnya sementara namja tampan itu masih berdiri dengan ekspresi kosong. Gagang telepon diletakkannya dengan hati-hati. Kedua tangannya mengepal dan terletak di atas meja telepon. ”Tidak akan, tidak akan kubiarkan siapapun mengambil Minku-ku.” geramnya.

.

.

Broken Doll

”Feelings”

20130126-233544.jpg

eL-ch4n

17.03.2012

.

.

”Urgh…arhh…” Desahan kembali keluar dari bibir merah milik seorang Kim Kibum. Hal pertama yang dia ingat ketika bangun adalah sesuatu yang bergetar hebat di dalam hole-nya dan tubuhnya yang kedinginan karena tak memakai apapun. Perlu beberapa waktu untuk menyadari kalau dia masih terbaring di atas tempat tidur dengan tangan dan kakinya yang tak terikat. Namun kenapa kedua tangannya tidak bisa mengeluarkan apapun yang ada di dalamnya saat ini? Jawabannya mudah, Siwon sedang memegang kedua tangannya dengan erat. Bahkan satu tangan Siwon cukup menahan semua gerakan namja manis yang sedang menggeliat di bawah tubuh Siwon yang sedang duduk di atas perut sang namja cantik.

Entah apa yang merasuki Siwon ketika dia mendengar doll-nya sekali lagi menggumankan nama orang lain selain dirinya. Sepertinya doll itu memerlukan sedikit pelajaran untuk mengingatkan dirinya siapa yang memilikinya sekarang. ”Hmm…” Siwon menjilati cairan yang keluar dari kejantanan Kibum tadi dengan lihai. Jari-jari tangan kanannya yang basah –tangan kirinya memegang kedua pergelangan tangan Kibum – segera masuk bergabung dengan vibrator yang berada di dalam dinding rektum Kibum.

Badan Kibum seketika itu terasa terbelah dua ketika tiga jari master­-nya yang tidak bisa tergolong kecil memasuki dirinya bergabung dengan vibrator yang disetel maksimum. ”Urmm…” Bibirnya segera dilahap oleh namja tampan itu dan dilumat sampai bibir merah itu kembali membengkak. Lidah mereka saling bertarung namun tentu saja dimenangkan oleh namja yang sedang duduk di atas perutnya.

Tangan kanan Siwon yang sudah ditarik segera memilin nipple Kibum yang menegang minta untuk disentuh. Ketika bibir mereka terlepas, saliva mereka saling bertautan satu sama lain sehingga menciptakan jembatan yang menghubungkan kedua bibir mereka. Bibir Siwon dengan ganas menyerang leher putih yang masih memiliki bercak kemarin itu. ”Kau (jilat) itu (jilat) milikku, arasso?” tanyanya dengan tegas. Matanya menatap tajam ke arah Kibum yang hanya bisa mengangguk pasrah.

Seringai terpasang di wajah Siwon. Dia berdiri dan otomatis melepaskan kedua tangan sang doll. ”Errm…master?” tanya Kibum dengan ragu-ragu. Siwon yang sudah duduk di sofa di samping tempat tidur hanya mengangkat kedua alisnya sembari menyilangkan kedua tangannya di depan dada bidangnya yang polos tak tertutup apapun. ”Itu…” Kibum menggigit bibirnya terlihat ragu ingin mengatakan apa yang ada di pikirannya saat ini.

Mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh namja manis itu, Siwon segera membuka mulutnya, ”Kau boleh mencapai orgasmemu.” Kibum terlihat senang dan hendak membuka cock ring yang menutup jalan keluar orgasmenya. ”Tapi, kau harus melakukannya tanpa menyentuh milikmu dan di hadapanku sekarang.”

Seketika itu muka Kibum menjadi lesu. Dia menelan ludah dan menatap ke arah namja yang membelinya. Tatapan namja itu terhadap dirinya tak bisa dilukiskan, amarah pasti, namun kenapa ada sirat kesedihan di dalamnya? Tak bermaksud membuat master­-nya menunggu lama, Kibum segera melepaskan cock ring dan mulai memuaskan dirinya. Tangan kirinya memilin nipple kirinya sementara tangan kanannya mengeluar-masukkan vibrator yang masih tersetel maksimum.

Bau seks dan suara desahan Kibum memenuhi ruangan tidur itu. Siwon yang menatap dari tempat duduknya bisa merasa bahwa celananya mulai menyempit dan gundukan di tengah selangkangannya mulai membesar dan minta dimanjakan, tapi bukan Siwon namanya jika dia harus memohon. Dia memfokuskan dirinya untuk melihat keadaan namja yang sedang memuaskan diri di hadapannya sekarang. Bagaimana rambut hitamnya yang basah keringat terlihat sedikit bersinar karena pantulan lampu, bagaimana kulit putihnya yang polos yang masih memiliki sedikit tanda merah bekas kemarin begitu menggoda, dan bagaimana suaranya terdengar begitu merdu bagai alunan melodi di telinganya.

Seberapapun Kibum berusaha untuk mengeluarkan orgasmenya, dia selalu merasa ada yang kurang sehingga dia tak kunjung keluar. Dia menginginkan sesuatu dan dia yakin bahwa vibrator yang sedang berada dalam genggamannya ini tak bisa memenuhi keinginan dalam tubuhnya. Baru satu hari, tapi dirinya sudah meminta sentuhan dari namja pemilik lesung pipi itu. Mungkin ini akibat dari latihan di Mi[R]otic, tapi persetan dengan itu! Dia sudah hampir disentuh dan dijamah oleh begitu banyak namja selain Siwon, namun tidak pernah dia merasakan hasrat untuk disentuh seperti ini, bahkan tidak ketika dengan Changmin.

”Urmm…” erang Kibum ketika dia tak kunjung mencapai kepuasan. Merasa sedikit lelah akhirnya dia menatap ke arah namja yang masih setia mengawasi setiap gerakannya. Namja manis itu menelan ludah melihat bagaimana dirinya sedikit bergairah ketika tatapan tajam dari Siwon menelusuri setiap inci tubuhnya. Memikirkan apa yang bisa dilakukan oleh jari-jari itu kepada dirinya membuat dia merasa bahwa miliknya mulai membesar, tapi sekali lagi dia tidak bisa keluar entah apa sebabnya.

”Tidak bisa keluar?” Suara datar dari Siwon membuyarkan kegiatan dan pikiran Kibum seketika. Namja itu segera mengangguk dengan antusias. ”Aku tidak mengatakan bahwa kau tidak boleh menggunakan hal lain. Aku hanya mengatakan bahwa kau tidak boleh menyentuh milikmu, kau mengerti kan?” Kedua alis mata Siwon terangkat untuk menunjukkan bahwa dia serius dengan perkataannya.

Namja manis itu menelan ludahnya sekali lagi dan segera berdiri dengan vibrator yang masih bergetar di dalamnya dan mengeluarkan cairan bening yang mengalir keluar dari dindingnya membuat kulit di bagian dalam kakinya terlihat mengkilat dan seksi. Kibum segera menunduk di tengah celana Siwon yang terlihat membesar. Dengan giginya, dia membuka kancing dan resleting celana master-nya, mengeluarkan milik namja tampan itu yang begitu besar. Dia menjilat bibirnya yang sedikit kering ketika melihat milik master-nya yang begitu besar dan tegak. ”Urmm…” Dalam satu hentakan dia mengulum semua milik master-nya. Kepalanya dimaju-mundurkan untuk memberikan gesekan bagi milik master-nya.

”Ahh…ohhh…yeshh.” Siwon meracau tak karuan kala mulut hangat milik Kibum mengulum miliknya dengan tempo yang pas. Begitu dia merasa sebentar lagi dia akan keluar, dia segera menarik rambut hitam milik Kibum sehingga miliknya terlepas dari kehangatan milik bibir merah mungil itu. ”Aku ingin keluar di dalammu, kau mengerti artinya?”

Kibum mengangguk dan segera berdiri dengan kedua kaki terbuka lebar mengurung kedua kaki Siwon. Dia hendak mengeluarkan vibrator tersebut namun dihalangi oleh Siwon. ”Apa aku bilang kau boleh mengeluarkan vibratornya?” tanya Siwon dengan nada yang cukup mengerikan membuat Kibum segera menggelengkan kepalanya karena takut. Tanpa mengucapkan apa-apa, kedua tangan namja tampan segera menekan kedua pundak sang doll sehingga miliknya langsung masuk ke dalam dinding hangat yang memeluknya kemarin. Hal itu, tentu saja, mendatangkan erangan kesakitan dari Kibum. Dia masih bisa merasakan sakit akibat hubungan mereka kemarin, namun dia tak mengerti kenapa di saat yang sama dia langsung ingin mencapai orgasme.

Tak menyia-nyiakan waktu, Kibum segera menaikkan tubuhnya dan menurunkannya kembali. Dia melakukan hal yang sama selama beberapa kali hingga akhirnya ujung vibrator yang didorong oleh milik Siwon menyentuh sebuah titik yang seketika itu membuatnya merasa nikmat dan mengeluarkan cairan putih yang sedari tadi ditahannya. ”Hmm…what a slut, eh? Begitu tersentuh langsung keluar?”

Lidah sang master menjulur dan menjilati nipple Kibum yang terhias oleh cairan putih milik sang doll. ”Ohh…ahh…” Lidah sang master dengan lihai mencicipi setiap inci tubuh Kibum yang basah oleh cairan putih dan keringat. Lidahnya berjalan pelan naik ke atas, leher, pipi, hingga akhirnya ke bibir merah ranum milik Kibum dan kemudian melahapnya, berbagi cairan putih yang dicicipinya tadi kepada sang pemilik. Kedua tangan Siwon memegang pinggang Kibum agar namja mungil itu tidak terjatuh dan membantunya untuk menggerakan tubuhnya memberi gesekan kepada miliknya yang sudah mulai membesar.

Kibum tahu bahwa Siwon sebentar lagi akan mencapai orgasmenya ketika dirasanya dindingnya yang mulai menyempit dan mulai basah oleh cairan precum Siwon dan bening dari vibrator. Maka dari itu, Kibum segera mempercepat gerakannya sehingga tak lama akhirnya sang master mengeluarkan orgasmenya. Bersaamaan itu pula, dia mengeluarkan cairan putihnya untuk yang kedua kalinya membasahi tubuh sang master dan dirinya yang polos. ”Urmm…” Dia mengeluarkan desahan kecil untuk terakhir kalinya sebelum bibir sang master kembali melumat miliknya.

Dia tak mempedulikan apapun, tak peduli bahwa kemarin baru saja dia disetubuhi dengan kasar oleh sang master, namun Kibum tahu bahwa dia telah terjerat dalam takdir seorang doll, tak bisa merasakan sentuhan lain dari master-nya. Kedua tangannya melingkar pada leher Siwon dan dia yang berada pada posisi berdiri sehingga badannya sedikit lebih tinggi, menundukkan kepalanya agar ciuman panas mereka tidak terhenti.

.

.

Suara air mendidih, sesuatu digoreng terdengar di ruang dapur. Hal ini tidak aneh mengingat itulah tujuan diciptakannya ruangan bernama dapur, namun hal ini menjadi sesuatu yang unik ketika seorang Jaejoong sedang memasak di dalamnya. Pasalnya, sudah ada yang namanya chef droid yang diprogram untuk memasak bagi mereka. Namun, Jaejoong menyuruh chef droid itu untuk beristirahat dan menyerahkan urusan sarapan pagi untuknya hari ini.

Jaejoong tidak sedang berbahagia, namun dia tahu ini satu-satunya yang bisa membuat dirinya sedikit tenang. Sudah sejak dulu memasak menjadi hal yang paling dicintainya karena hal ini dapat membuat dirinya merasa damai. Dia menikmati suara-suara yang hanya bisa diciptakan di ruang dapur ini. Sebuah memori lama melintas di otaknya ketika dulu dia masih bernama Jung Jaejonng dan menjadi istri Jung Yunho. Pipinya tersipu merah ketika memori ketika mereka melakukannya di dapur sehingga melupakan makanan yang mereka masak saat itu.

Oh, air matanya kembali menetes ketika mengingat apa yang terjadi di masa lalu. Namun, dia sudah tak bisa kembali ke masa lalu, dia hanya bisa mencoba merubah masa depan dan menarik kembali Yunnie-nya agar memenangkan pertarungan dengan U-know.

Sepasang lengan kekar tiba-tiba saja melingkar di pinggangnya. Pundaknya terasa berat oleh sebuah kepala yang tiba-tiba muncul. Desahan nafas terdengar jelas di telinga kirinya. ”Urm…Yunnie?” tanyanya dengan ragu-ragu. Dia sedang bertaruh tentang siapa yang muncul, meski hati kecilnya tahu bahwa kemungkinan Yunho yang muncul sangat mustahil.

”Khekhe…kau masih mengharapkannya, eh?” Suara dingin itu membuyarkan semua harapan yang ada di hatinya. Tidak, dia tidak boleh menyerah dan mengaku kalah hari itu. ”Sudahlah, lupakan saja namja lemah yang tak bisa apa-apa itu.”

Jaejoong segera melepaskan pelukan U-know dari dirinya. Dia menatap tajam ke arah U-know dengan sendok sayur di tangannya. ”Yunnie tidak lemah!” teriaknya yang mendatangkan tawa dari namja tampan itu.

”Tidak lemah? Katakan siapa yang menyelamatkanmu dari tempat itu?” Jaejoong terdiam dan menunduk. ”Ya, benar. Akulah yang menyelamatkanmu dan bukan Yunnie-mu yang kau banggakan itu.” Dia segera menarik tangan Jaejoong sehingga mau tak mau sendok sayur yang digenggam namja cantik itu terlepas dan jatuh ke atas lantai. ”Tak bisakah kau melihatku sekali saja? Apa kau tak tahu bahwa kalau Yunho mencintaimu maka secara tidak langsung aku juga?” Mata Jaejoong membesar seketika tak percaya dengan apa yang dia dengar. Goncangan keras di pundaknya tak dihiraukannya. ”Ya, percaya atau tidak, aku mencintaimu!”

”Ta- tapi, Yunnie.” jawab Jaejoong dengan lirih. Kepalanya tertunduk untuk menghindari menatap sepasang mata milik namja yang dicintainya. Meski bukan Yunho, namun tubuh itu adalah miliknya sehingga secara tak langsung dia bisa melihat Yunho di dalamnya. ”Aku –”

”Kenapa kalian tak pernah menganggapku?” ujar U-know dengan nada sendu. Suara U-know membuat Jaejoong merasa sedikit terluka karena itu tetap suara Yunho yang selalu dicintainya. ”Arasso.” Kedua tangan yang menyentuh pundak Jaejoong sekarang sudah ditarik oleh sang pemilik. ”Ijinkan aku melakukannya sekali terhadapmu dan aku akan pergi selama-lamanya dari hidup kalian.” ujar U-know dengan pasrah.

Mendengar pernyataan namja yang ada di hadapannya, mata Jaejoong segera membesar. Dia mentap U-know tak percaya. ”Jinjja?” tanyanya dengan nada terkejut. U-know mengangguk dengan lemah dan mencium Jaejoong dengan lembut untuk pertama kalinya. Dan untuk pertama kalinya juga Jaejoong merespon ciuman lembut U-know. Kedua tangannya melingkar di leher U-know dan menarik namja itu untuk memperdalam ciuman mereka. Karena tinggi mereka sedikit beda jauh, Jaejoong sedikit berjinjit untuk menyamakan tinggi mereka.

Dengan kecepatan entah dari mana, Jaejoong sudah setengah telanjang dan berbaring di atas meja pantry sementara U-know sendiri, lidahnya sudah menjelajahi setiap inci dari namja cantik yang mendesah terus menerus. ”Oh…” Jaejoong tak berani menyebut nama karena dia sendiri sudah tidak tahu nama siapa yang akan dia sebut. Dia hanya berharap agar semuanya cepat selesai dan dia bisa kembali pada dekapan Yunho. Dia tak peduli jika harus menjadi doll asalkan dia bisa bersama dengan Yunho. U-know mungkin memiliki tubuh yang sama, namun biar bagaimanapun, dia bukan Yunhonya, Yunho yang selalu bisa membuat hatinya merasa tenang namun di saat yang sama berdebar-debar hanya karena satu tindakan kecil.

Lidah U-know segera menuluri hole berwarna pink yang selalu membuatnya mencapai kenikmatan tertinggi. ”Urm…ahh…ko..tor…ohhh…”

”Bagiku, semua bagian tubuhmu itu bersih tak bercela, Jae.” Pernyataan yang didengarnya entah kenapa membuat Jaejoong merasa sedikit berdebar dan dia merasa itu salah. Seharusnya hanya Yunho yang bisa membuatnya seperti itu, tapi tak bisa dipungkiri, perlakuan lembut dari U-know sekarang membuat dia merasa kembali melihat Yunho.

Karena sudah tak tahan lagi, U-know segera memasuki dinding ketat milik Jaejoong tanpa persiapan mendatangkan erangan kesakitan dari sang namja cantik. Dengan lembut U-know mengecupi air mata yang mengalir pelan dari sepasang mata bening yang menatapnya sekarang. ”Boleh aku bergerak?” Anggukan pelan dari Jaejoong membuat U-know segera menggerakkan dirinya. Dia mengeluarkan juniornya hingga tersisa ujungnya kemudian memasukkannya kembali menembus dinding pertahanan milik Jaejoong. ”Ahh…” Gotcha. Begitu mendengar desahan nikmat dari Jaejoong, U-know tahu bahwa dia telah menyentuh titik prostat milik namja cantik yang berbaring di bawahnya. Mulutnya segera melumat bibir merah yang sudah begitu merah karena basah dan sedikit membengkak. ”Urm…”

Faster…ohh…yessh…deeper…ahhh….

U-know melakukan sesuai dari aba-aba yang diberikan oleh namja cantik itu. Dia mengelap keringat yang keluar di kening Jaejoong dan menundukkan kepalanya untuk mengecup kening itu dengan lembut. ”Ohh…cumm…cumming…YUNHO!!!” teriak Jaejoong membuat kedua mata U-know membesar karena kaget. Tatapan matanya kembali terlihat sendu. Dia mengecup bibir Jaejoong pelan tanpa disadarinya setetes air mata jatuh ke atas pipi Jaejoong.

Ketika Jaejoong membuka matanya, dia melihat U-know menatapnya dengan sendu. Dia bisa merasakan bahwa U-know juga sudah mencapai orgasmenya, dirasa dari dindingnya yang basah dan menyempit. ”U-know?” tanya Jaejoong dengan lembut. Dia mencoba mengangkat dirinya dalam posisi duduk. Ketika tangannya hendak meraih U-know, dirinya sudah ditarik dalam dekapan hangat. Dia bisa merasakan tubuh U-know bergetar karena menangis. Dia hanya bisa mengelus punggung itu dengan pelan. Tapi, dia tahu ini jalan yang tepat. Biar bagaimanapun dia hanya mencintai Yunho dan dia ingin agar namja itu kembali sebelum semuanya terlambat.

”U-know.” Pelukan mereka terlepas dan tangan Jaejoong segera meraih kedua pipi U-know yang sedikit basah karena air mata. ”Gomawo untuk perasaanmu kepadaku, tapi aku hanya mencintai Yunho dan aku sunggu berterima kasih karena kau sudah menyelamatkanku waktu itu, tapi aku –”

”Ssh…sudahlah.” Jari telunjuk yang berada di depan bibir Jaejoong membuat namja cantik itu berhenti dan tak mengucapkan apapun. ”Aku mengerti, maafkan aku, tapi aku akan muncul jika kau berada dalam posisi seperti waktu itu, jika Yunho masih menjadi penakut dan tak berani menyelamatkanmu.”

Suara tawa pelan yang keluar dari U-know terdengar seperti nada kesedihan di telinga Jaejoong. Namja cantik itu hanya bisa mengangguk dan membiarkan U-know menciumnya dengan lembut.  Ketika tautan mereka terlepas, Jaejoong melihat perubahan dalam diri Yunho. Rambut hitamnya mulai sedikit mencokelat dan mata cokelatnya tadi sekarang telah berubah menjadi warna hitam. Belum pernah dalam hidupnya dia merasa sebahagia ini. Dia segera memeluk Yunho yang langsung dibalas oleh Yunho. ”Yunnie…Yunnie…” ujarnya dengan lirih.

Yunho mengelus punggung Jaejoong dengan pelan. Matanya juga sama dengan Jaejoong, mengeluarkan cairan bening bernama air mata dan membasahi kedua pipinya. ”Jae…joongie…”

Mungkin ini pertama kalinya dalam satu tahun ini, ruang dapur itu menjadi saksi bagaimana Yunho akhirnya kembali muncul dan berhubungan kembali dengan Jaejoong setelah lama kalah oleh U-know.

Ke mana U-know? Tak ada yang tahu, tapi satu yang Jaejoong sadar bahwa U-know akan selalu muncul jika dirinya dan Yunho dalam bahaya dan sebenarnya dia harus bersyukur karena hal itu. Jika bukan karena U-know, dia tak akan bisa di sini, memeluk Yunho dan menciumnya dengan lembut. Untuk satu hal ini, dia harus berterima kasih kepada U-know.

.

.

Blam.

Suara pintu dibanting terdengar keras di bungalow tempat tinggal Changmin dan Kyuhyun. Terlihat Se7en berdiri dengan tegap di depan pintu yang sudah tertutup di belakangnya. Matanya menelusuri setiap inci ruangan dan hanya menemukan namja kecil bernama Cho Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan ketakutan. Namja itu baru saja keluar dari kamar tidurnya masih dengan piyama tidurnya. ”Huh? Baru bangun kau? Mana Changmin?” tanya Se7en dengan tegas.

Kyuhyun terdiam. Dia tak mungkin membangunkan hyungnya yang akhirnya bisa tertidur setelah kemarin dilanda oleh mimpi buruk selama lebih dari 4 jam. Namja yang lebih muda itu menggeleng kepalanya dengan cepat dan berdiri di depan pintu kamar tidurnya untuk menghalangai Se7en meski dia tahu hal itu tak berguna melihat perbedaan tubuh mereka.

Se7en menyeringai melihat tindakan namja mungil itu. ”Kau bermaksud melindunginya, eh? Apa yang bisa kau lakukan?”

”Hyung masih lelah. Kemarin akhirnya dia bisa tidur, kumohon jangan menganggunya.”

”Oh?” Kedua alis Se7en terangkat. Kedua tangannya terlipat menyilang di depan dadanya. ”Apa yang akan kau lakukan, eh? Menggantikan posisinya?”

Gulp.

Kyuhyun menelan ludah. Dia melirik ke belakang, ke arah pintu yang menghubungkannya dengan hyungnya yang masih tertidur lelap. Dia kemudian menatap Se7en yang menyeringai mengerikan kepada dirinya. Ini pilihan yang sulit. Menggantikan Changmin artinya melakukan itu dengan Se7en dan melihat apa yang dialami hyungnya, dia tahu hal itu cukup mengerikan, tetapi membiarkan Changmin bertemu dengan Se7en juga bukan pilihan yang tepat. Hyungnya akhirnya bisa beristirahat tadi jam 5 pagi dan melihat jam yang baru menunjukkan pukul 8, dia tidak yakin hyungnya bisa mengatasi Se7en.

Well?” Sekali lagi kedua alis Se7en terangkat. Dia sudah tidak sabar menunggu jawaban yang akan keluar dari namja berambut ikal yang sekarang terlihat menelan ludahnya.

”Aku akan menggantikan Changmin-hyung.” jawab Kyuhyun dengan mantap meski dirinya masih gugup. Jawaban Kyuhyun membuat namja yang lebih tua itu menyeringai senang. Tangannya dijulurkan ke depan sebagai tanda agar Kyuhyun meraihnya dan mendekat ke arahnya.

.

.

Entah bagaimana sekarang Se7en sudah bersandar di atas sofa sementara Kyuhyun sedang berlutut di tengah selangkangannya. Mulut Kyuhyun mengulum milik Se7en dengan lihai. Dia melakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan pada Changmin. Dia mencoba mencari titik sensitif milik Se7en dan memanjakannya. Tak ingin membuat namja di atas sofa itu marah, Kyuhyun menyesuaikan kecepatannya dengan desahan yang dikeluarkan oleh Se7en.

Tangan kanan Se7en sendiri tidak senggang. Tangannya itu berjalan turun pelan hingga akhirnya dia menyelipkan tangan kanannya pada celana Kyuhyun dan memasukkannya pada hole Kyuhyun yang begitu sempit. Apa yang dilakukannya ini membuat Kyuhyun sedikit tersedak dan menghentikan tindakannya. Dia segera menarik kepala Kyuhyun ketika dirasakan miliknya mulai membesar dan hendak keluar.

Wajah Kyuhyun sekarang cukup menggoda imannya. Basah oleh peluh keringat, matanya terlihat begitu manis, dan bibirnya begitu memerah karena basah. Dia penasaran bagaimana rasanya bibir merah itu, apakah senikmat kelihatannya? Baru saja dia hendak menyentuhnya, suara pintu terbuka menyadarkan mereka.

Seringaian terpasang di wajahnya ketika dia berbalik dan mendapati Changmin sedang berdiri di depan pintu kamar dan memasang ekspresi marah. ”Se7en.” desis namja jangkung itu dengan pelan.

Sebagai seorang callous, jiwa memberontak Changmin begitu menantang dirinya. ”Hmm, sudah bangun, putri tidur?” godanya.

Kyuhyun terlihat salah tingkah di depan Changmin, seperti seorang kekasih yang kepergok melakukan hubungan terlarang dengan selingkuhannya. Baru saja Kyuhyun hendak berdiri, kepalanya ditarik oleh Se7en dan bibirnya segera dilumat oleh namja yang lebih tua darinya itu. ”Urmm…” Desahan dikeluarkan olehnya ketika lidah Se7en dengan lihai menelusuri setiap inci mulutnya.

”Hmm…kau manis juga.” gumam Se7en ketika tautan mereka terlepas. Saliva mereka saling berhubungan dan Se7en menjilat bibirnya yang masih memiliki saliva. Pipi Kyuhyun memerah entah karena malu atau karena perkataan Se7en. Satu yang pasti, dia tak ingin terlihat seperti ini di hadapan Changmin.

”Kyu, kembali ke kamar.” ujar Changmin dengan dingin. Kyuhyun mengangguk dan segera menuruti perintah hyungnya meski dia tahu bahwa semestinya dia masih tetap berada di depan. Namun, melanggar perintah Changmin juga sama saja dengan membiarkan dirinya berada di dalam tangan Se7en.

Blam.

Ketika Kyuhyun sudah berada di kamar dan memastikan bahwa pintu kamar itu tidak bisa berhubungan dengan dunia luar, Changmin segera berjalan menghampiri Se7en. Sembari berjalan dia melepas kemeja putih yang dikenakannya. Kedua tangannya membuka kancing dan memperlihatkan dada bidangnya. Ketika semua kancing terbuka, kemejanya dilempar ke atas lantai. Kedua tangannya sekarang melepas celana yang dikenakannya hingga ketika dia menghampiri Se7en, tubuhnya sudah polos, tak memakai sehelai benang pun.

Se7en menjilat bibirnya melihat pemandangan indah yang disuguhkan untuknya itu. Tanpa persiapan, tanpa apa-apa, Changmin segera mendudukkan dirinya ke atas milik Se7en yang sudah berdiri dengan tegak. ”Arghhh…” Tubuh Changmin melengkung ke belakang ketika sesuatu menembus hole-nya yang kembali menyempit. Kedua tangan diletakkannya pada pundak Se7en dan tubuhnya sedikit dimajukan ke depan agar lidah Se7en bisa menggapai kedua nipple-nya. Satu tangan se7en memegang pinggang ramping Changmin agar namja jangkung itu tidak terjatuh ke belakang dan untuk menopang dirinya.

Move.” Perintah dari Se7en segera dilakukan oleh Changmin. Dia segera menaik-turunkan dirinya ke atas junior Se7en. Mulutnya mengeluarkan desahan yang didengar Se7en bagai alunan melodi yang sudah lama tak didengarnya. ”Ahhh…” Akhirnya Changmin bisa mendapatkan titik prostatnya sehingga akhirnya dia memosisikan dirinya dalam sudut yang sama.

”Hmm…” Lidah Se7en menjilati leher Changmin yang terekspos di depannya. Dia menjilati tanda-tanda merah yang dibuatnya yang masih bersisa. Ketika dilihatnya sebuah tanda merah yang tidak pernah dia buat, tangan kirinya segera menekan milik Changmin dengan kasar. ”Sepertinya kau tidak puas dengan tubuhku sampai-sampai melakukannya dengan namja lain, eh?”

”Arhh…” Changmin mengerang sakit ketika Se7en mengcengkram miliknya dengan kuat. Kesakitannya semakin bertambah ketika pilinan Se7en terhadap nipple-nya semakin kuat hingga sedikit terluka dan gigi Se7en menggigit lehernya hingga mengeluarkan sedikit cairan merah.

”Apa perlu kubuang Kyuhyun jauh-jauh agar kau tahu bahwa kau itu hanya milikku, hah?”

Gyut.

Cengkraman Se7en terhadap milik Changmin semakin keras membuat namja muda itu tak bisa mencapai orgasmenya karena jalannya tertutup. Changmin menggeleng dengan lemas. ”Ani, jangan, jangan usir Kyu, aku janji, aku janji.” isak Chagnmin. Lidah Se7en menjilati pipi Changmin sebelum kemudian melepaskan cengkramannya dari milik Changmin.

”Baik, kali ini kulepaskan, tapi lain kali, jangankan mengusirnya, akan kupastikan aku mencicipinya terlebih dahulu sebelum kubuang dia.” Changmin hanya bisa mengangguk pasrah dan kembali memulai kegiatannya.

Akhirnya, tak berapa lama, keduanya berhasil mencapai titik orgasmenya. Changmin mengeluarkannya di luar, sementar Se7en mengeluarkan miliknya di dalam dinding sempit Changmin. Se7en menarik kepala Changmin dan segera mencumbunya hingga namja jangkung itu sedikit kehabisan nafas. ”Sekali lagi kau melanggarku, akan kupastikan kau tidak akan bisa melakukannya lagi.” Dan Changmin hanya bisa mengangguk pelan sebelum kembali bibirnya dicumbu oleh Se7en.

.

.

Ting Tong.

Hankyung yang berada di dapur segera berjalan ke arah pintu dan membukanya. Meski Heechul berada di ruang tamu yang notabene lebih dekat ke arah pintu, namun Hankyung sadar diri untuk membukanya. Ketika pintu terbuka, berdirilah dengan tegap seorang Lee Donghae. Di belakangnya terdapat seorang namja manis yang imut yang terlihat sedikit ketakutan. Hankyung tersenyum lembut ke arah kedua namja yang ada di hadapannya terutama pada namja manis yang sepertinya baru pertama ini keluar dari kurungan seorang Lee Donghae.

”Silakan.” ujar Hankyung. Donghae mengangguk sebagai salam dan menggandeng tangan Eunhyuk dengan erat sembari berjalan memasuki ruangan tamu di mana Heechul sedang terduduk.

”Masih tidak berubah, eh?” goda Donghae pada Heechul yang kembali lagi memakai gaun Cina yang panjangnya selutut dan berwarna biru dengan corak naga. Heechul hanya menatap tajam sebelum mengarahkan matanya kepada Eunhyuk.

Doll baru?” ejek Heechul.

Eunhyuk sedikit merasa sakit mendengar pertanyaan Heechul tadi. Apakah itu berarti ketika dirinya hilang dulu, Donghae mencari penggantinya? ”Ya, bagiku dia tetap baru setiap hari.” jawab Donghae yang seketika itu membuat Eunhyuk tersipu malu.

”Cih, gombal.” desis Heechul. Donghae mengabaikannya dan segera duduk di kursi individu dan menarik Eunhyuk agar duduk di pangkuannya. Tentu saja hal itu membuat sang doll merasa malu.

Hankyung datang dengan dua cangkir berisi kopi dalam tangannya. ”Hankyung, aku ingin bicara denganmu, berdua saja.” ujar Donghae dengan tegas. Heechul berdecak kesal sebelum berdiri dan mengajak Eunhyuk ke kamarnya. ”Kupikir akan susah untuk mengusirnya, kalian bertengkar?” tanya Donghae. Pasalnya dia mengerti sifat dan jalan pikiran sepupunya itu yang sedikit posesif terhadap barang-barang yang dimilikinya.

Kedua bahu Hankyung terangkat tanda bahwa namja Cina itu juga tak mengerti. ”Entahlah, jadi apa yang ingin kau katakan?”

Donghae meneguk cangkir berisi kopi panas itu. ”Kau tentu tahu tentang meeting akhir bulan ini kan? Dan jangan katakan tidak, aku tahu bahwa kau diundang oleh Dong Wook.” Hankyung hanya mengangguk sembari tersenyum lembut.

”Ya, dan dia meneleponku.”

”Oh, akhirnya namja antik itu bisa menggunakan telepon juga, aku pikir dia hanya tahu cara menulis.” Hankyung tertawa pelan menyadari sarkasme yang tersembunyi di balik pernyataan Donghae. ”Oke, kita balik lagi. Aku hanya mau menanyakan satu hal dan aku rasa lebih baik aku bertanya langsung denganmu.”

”Aku mendengarkan.” kata Hankyung dengan sebuah senyuman simpul di wajahnya.

”Apakah kau berada di pihak kami?” tanya Donghae. Raut wajahnya begitu serius dan dia menatap Hankyung yang hanya menatapnya dengan tersenyum simpul.

”Jika dengan berada di pihakmu, Chullie bisa aman, aku tak masalah.” jawab Hankyung dengan tenang.

Donghae menghela nafas dan meletakkan cangkirnya ke atas meja. ”Sudah kuduga kau akan mengatakan hal itu. Kami bisa menang jika kau berada di pihak kami, Hankyung, dan aku akan memastikan keselamatan Chullie. Dan jangan melakukan hal bodoh seperti yang kau lakukan saat ini, Hankyung. Aku tahu bahwa kau menjadi doll demi dirinya.”

”Sepertinya kau tahu lebih banyak tentang diriku daripada diriku sendiri ya?” tanya Hankyung dengan nada datarnya.

Anggukan menjadi jawaban dari Perdana Menteri Korea itu. ”Menurutmu, Se7en berada di pihak siapa?”

Pertanyaan yang dilontarkan Donghae seketika itu membungkam Hankyung. Namja Cina itu kembali memasang wajah serius dan ekspresinya terlihat berpikir dengan keras. ”Dia sama sepertiku, seorang callous hanya akan mempercayai apa yang bisa dia percayai. Kami akan melindungi apa yang berarti bagi kami jika itu berarti kami akan melawan dunia dan tak berpihak pada siapapun.”

”Bagus.” jawab Donghae dengan anggukan senang. ”Karena aku tidak perlu lagi menambah musuh, sudah cukup Iran dan sebangsanya menjadi lawanku.”

”Kudengar Italia jatuh.” sela Hankyung yang meneguk cangkir kopi yang satunya lagi. ”Sepertinya musuhmu bertambah satu lagi, Hae.”

”Dan temanku juga bertambah satu.” jawab Donghae sebelum keduanya saling tersenyum penuh arti.

.

.

Melihat wajah Kibum yang tertidur pulas menjadi sebuah kesenangan tersendiri bagi namja bermarga Choi ini. Tangannya mengelus rambut hitam pekat milik sang doll dengan lembut. Rasanya sedikit ada kepuasan ketika mengingat bagaimana dirinya bisa membuat namja cantik ini sedikit kehilangan kendali. Mungkin masih memerlukan waktu, tapi dia berjanji bahwa dia akan bisa merebut hati dan pikiran namja cantik ini dari pemilik nama Changmin itu.

Dia menaikkan selimut Kibum agar namja cantik yang hanya memakai kemejanya yang sedikit kebesaran tidak kedinginan. Keningnya dikecup lembut oleh Siwon cukup lama. Satu tatapan terakhir diberikannya pada namja cantik itu sebelum dirinya beranjak ke arah meja kerjanya. Layar transparan yang berada di atas mejanya menampilkan beberapa data mengenai apa yang dicarinya –Changmin.

Tapi sejauh ini, tidak ada apapun yang dia dapatkan tentang Changmin karena tidak sedikit yang bernama Changmin di dunia ini. Kurang lebih dia sudah menemukan 1200 namja yang bernama Changmin. Untuk mempersempit pencarian, dia memfokuskan pada namja yang lahir atau pernah berhubungan dengan Korea dan ratusan nama muncul. ”Tambahkan data Mi[R]otic.” Tentu saja, karena Kibum berasal dari tempat itu, jadi ada kemungkinan namja bernama Changmin itu juga berasal dari sana.

Akhirnya dia berhasil menemukan 10 nama Changmin yang pernah bekerja di Mi[R]otic. 8 di antaranya sudah dibeli sementara 2 sisanya masih berada di sana. Mungkin besok dia harus kembali lagi mampir ke Mi[R]otic.

”Ah, terima kasih Mina.” ucap Siwon kepada pembantunya yang mengantarkan kopi untuknya.

”Sama-sama, Siwon-shi. Bagaimana keadaan Kibum-shi?” tanya yeojya yang berumur itu kepada namja yang sudah dianggapnya sebagai anaknya sendiri.

”Masih belum bangun, Mina, apakah kau bisa membelikan beberapa pakaian yang ukurannya kira-kira sama seperti Kibum? Belikan juga celana dan sepatu, ah belikan semua yang dibutuhkan olehnya.”

Mina hanya tersenyum lembut. ”Ne, Siwon-shi. Saya sudah lama tidak melihat anda sehidup ini semenjak dia pergi.” Mendengar dia disebut, wajah Siwon kembali mengerut dan Mina merasa telah menyentuh hal yang salah. ”Mian, Siwon-shi, saya tak bermaksud –”

”Gwenchana, Mina. Tapi lebih baik kita tak pernah menyebut dirinya lagi, oke? Yang sudah pergi tak akan kembali dan aku tak akan mengijinkannya kembali.” jawab Siwon dengan geram. Meski wajahnya terlihat tenang, namun Minna tahu bahwa namja tampan itu menyimpan emosi dan dendam.

”Baik, saya akan pergi membeli beberapa hal yang dibutuhkan oleh Kibum-shi. Adalagi, tuan?” Siwon menggelengkan kepalanya dan mempersilakan Mina untuk pergi membeli beberapa hal yang dibutuhkan.

Mata dan pikirannya sekarang kembali lagi terfokus kepada layar yang sudah menampilkan foto dan informasi dari 10 namja yang bernama Changmin. Dari 10 namja itu, hanya 3 yang terlihat seusia Kibum dan berpenampilan menarik. Sepertinya dia bisa memulai dari tiga namja itu.

Sebenarnya dari 10 namja yang ada di depannya saat ini, ada satu yang menariknya, satu dari 3 orang yang sekarang foto close-up nya terlihat di depan layar bening tersebut, yaitu namja yang dibeli oleh seseorang yang berasal dari Amerika.

Jika ditanya bagaimana bisa Siwon mendapatkan informasi ini, katakan saja dia harus berterima kasih kepada Heechul yang sedikit membantunya dalam mendapatkan semua nama yang bernama Changmin ini. Terlebih lagi, dia juga harus berterima kasih kepada sepupunya yang sedikit eksentrik itu karena sudah mengajar dirinya untuk menge-hack sehingga dia bisa memperoleh informasi tersebut dari Mi[R]otic. Setelah bertemu dengan sang pemilik, Jung Yunho, dia menyadari ada sesuatu yang disembunyikan sehingga akhirnya dia memutuskan untuk melakukan pencariannya sendiri. Tapi, tetap saja memang seorang Siwon tidak bisa melewati batasan, dia tidak bisa –atau lebih tepatnya tidak mampu – menembus pertahanan dari Rusia dan Amerika, dua negeri adidaya.

Sekarang kembali pada namja yang dibeli oleh orang Amerika itu. Wajah namja itu terlihat tampan, namun juga terlihat sedikit imut. Rambutnya berwarna cokelat dan cepak. Tubuhnya begitu atletis dan tingginya sungguh mengejutkan. Siwon berpikir keras. Memulai dari namja itu sepertinya tepat, tapi jarak mereka cukup jauh apalagi nama sang pemilik tidak tercantum sama dengan yang lainnya. Lagipula, namja itu sudah dibeli 7 tahun sebelum kedatangan Kibum di sana, jadi rasanya sangat mustahil mereka pernah bertemu.

Tapi, sekali lagi feeling dan intuisi Siwon sebagai pebisnis mengatakan bahwa namja ini cukup berharga untuk diselidiki. Namja yang memiliki nama lengkap Max Changmin.

.

.

To be continued.

.

.

Kesimpulan review

1 ) pada duga Kyu nyiptain Kibum dkk, tapi karena saya lagi baik jawabannya bukan :3 karena usia Kyu terlampau lebih muda daripada Changmin dkk

2 ) Doll disangka kloning, ini juga bukan -3- doll itu hanya manusia biasa kok…hehe…

3 ) Mian chapter ini lama T^T saya sudah berusaha secepat saya..bahkan begadang neh…*dijitak*

4 ) Savior itu BUKAN doll begitu pula sebaliknya 😛

Dan sekedar petunjuk untuk pemilik diary

1 ) dia udh bilang kalau dia bukan callous jadi jelas bukan Se7en yang seorang callous, oke? 😉 so guess another one…lol

Terus mian yang belum kebales atau terlewatkan…tapi saya bener-bener ngucapin terima kasih buat chingudeul yang sudah mereview dan menyemangatiku XDDD, saya akan berusaha untuk update secepat saya..hehe….

.

.

Nah, udah deh akhir kata selamat membaca 😛 dan ketemu saya lagi di chapter berikutnya. Chapter berikutnya udah mau mulai seru >w< (bagiku sih udah mulai seru) karena…karena chapter berikutnya Siwon akhirnya ketemu Se7en! *opps spoiler*

Jadi…ditunggu ya XDD

Last, Review? 😉

_Verzeihen

Advertisements

31 responses to “Chapter 5: Feelings

  1. Suka banget dengan interaksi erotis (?) se7min!!
    Jujur saya jadi suka se7min karena fic ini.habisx mereka sama2 seksi sih.. Yeey!akhirnya yunnie’s jae kembali!! Tapi kasihan jg u-know(turutberdukacita) U.U

  2. hufh….
    makin tmbh penasaran….
    sp yg punya.diary itu yaaaa….?
    chuahe…. akhirnya joongie bertemu kembali dg yunho^^,
    what a sweet moment…. i like it^^,

  3. Pingback: Chapter 12: Who is Jung Yonghwa? | _Verzeihen·

  4. Siapa pembuat saviour blum bisa nebak u,u
    U-know itu apanya Yunnpa? Sisi lain? Kepribadian lain? Atau gimana?
    Kayaknya bakal ada konflik, terlihat dari tiap cast yang mulai terhubung hubungannya 😮

  5. lha…aq kira 7 yg nyiptain itu doll,, dan siapakh.sebenrnya???? hehe
    u-know itu alternya yunho kan yah kyaknya ????
    lanjut baca dlu lah biar ga tambh bingung,,, hehe

  6. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

  7. Mksdnya u-know brubah jadi yunho itu apa ya?????msih bngung nih 😦
    Ya ampunnnnn stres sndiri nih
    Lanjut baca deh, boleh kannnnnn 😀

  8. Mksdnya u-know brubah jadi yunho itu apa ya?????msih bngung nih 😦
    Ya ampunnnnn stres sndiri nih bacanya
    Lanjut baca deh, boleh kannnnnn 😀

  9. u-know ama yunho itu satu orang yang berkepribadian ganda kan? Yang kalo nanti ada situasi buruk sisi jahatnya muncul. Pernah baca fiksi kayak gitu. Lanjutin ampe ending yaaa. Buruan thor kk

  10. makin seru aja ini ff
    astaga siwon sm kibum
    hae sm hyu ckckckcck
    ya ampun masih ada changkyu yah ?

  11. awal yg baik untuk yunho sm jaejoong chukaeeeeeeeeee
    akhirnyaaaaaa
    semoga yunho bisa lebih lebih baik dr u-know
    chap ini bgtu seru
    aaaaaaaaaaaa banyak misteri lg yg blm trpecahkan

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s