Chapter 6: Meeting (I)


Warn: Slight Rape. Slight BDSM.

Don’t Like Don’t Read!

Crack Couple.

Changmin as SEKE

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11

.

.

Year 2145 Month 3 Date 24

10.00 a.m.

Suara kecipak kulit saling bersentuhan menggema di telinga kedua namja yang polos tak memakai apapun. Namja yang bernama Changmin itu menempelkan tangannya ke cermin yang berada di depannya. Melalui cermin itu, Changmin bisa melihat bagaimana wajahnya basah karena keringat dan memerah karena panas yang dirasakannya. Bibirnya terlihat sedikit bengkak. Matanya terlihat sayu. Dia juga bisa melihat bagaimana Se7en yang ada di belakangnya sedang melakukan gerakan in dan out ke dalam dinding rektumnya. Singkatnya, apa yang dilihat Changmin saat ini begitu menggoda di mata Se7en namun begitu menjijikkan di mata Changmin.

Se7en kemudian menarik badan Changmin ke dalam pangkuannya sehingga sekarang namja jangkung itu duduk di atas pangkuan sang callous sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagaimana kejantanan milik sang Presiden Amerika itu memasuki hole-nya. Dari balik matanya yang setengah terpejam, Changmin bisa melihat bagaimana namja yang sedang memasukinya itu tersenyum –menyeringai – melihat wajah Changmin yang penuh nafsu.

Ahh…morehh…deeper…” Desahan yang keluar dari mulut Changmin bagaikan pembangkit libido dari dalam diri seorang Choi Dong Wook. Bahkan istrinya sendiri tak bisa memberikannya kepuasan seperti ini. ”Please…ohh…there!”

Tubuh Changmin naik turun berkali-kali menjepit milik Se7en dengan erat. Tentunya dengan bantuan kedua tangan Se7en di perutnya karena badannya sudah sedikit lelah akibat disetubuhi Se7en sejak tadi pagi. Changmin tak mengerti alasan mengapa master-nya terus menerus melakukan hal ini kepadanya. ”Ohh…cum…cumming…master!”

Splurt.

Cairan putih keluar dari kejantanan Changmin mengotori tubuhnya dan sebagian lagi terpantul ke cermin yang ada di depannya. Se7en menyusul Changmin tak lama kemudian. Setelah mereka menarik nafas beberapa saat, tangan sang callous menyentuh cairan putih yang ada di perut Changmin dan mengambilnya sedikit kemudian mengolesnya ke bibir Changmin.

Seolah tahu apa yang harus dikerjakannya, Changmin mengulum jari-jari lentik yang dilumuri oleh cum-nya. Tanpa Changmin ketahui apa yang dilakukannya kembali membuat sesuatu yang ada di dalamnya kembali membesar. ”Master?” tanyanya dengan takut ketika dia merasa bahwa hole-nya kembali terasa penuh dan menyempit. Se7en segera memutar kepala Changmin sedikit sehingga dia bisa melumat bibir mungil itu dengan ganas membiarkan desahan-desahan keluar dari mulut itu.

You’re mine, Minku.”

.

.

Broken Doll

”Meeting”

(I)

broken2_zps4191a156

By eL-ch4n

24.03.2012

.

.

Year 2145 Month 3 Date 23

11.20 p.m.

”Hyukkie, aku ingin kau berjanji satu hal padaku,” ujar Donghae dengan nada datar namun penuh keseriusan di dalamnya. Saat ini mereka tengah berada di ruang kerja Donghae. Eunhyuk, seperti biasa, tak memakai sehelai benang pun pada tubuhnya dan sedang berada dalam pangkuan Donghae dengan milik master-nya berada di dalam dindingnya. Eunhyuk menghentikan gerakan menaik-turunkan tubuhnya ketika melihat wajah Donghae yang berubah menjadi serius. ”Ne, master?”

Tangan kanan Donghae mengelus pipi Eunhyuk dengan lembut membuat namja cantik itu mengerang pelan. ”Hmm.” Donghae segera menarik kepala Eunhyuk dengan tangan kanannya sehingga tak ada lagi jarak yang tercipta di antara mereka ketika bibir Donghae melumat bibir Eunhyuk dengan ganas. Mengingat mereka membutuhkan pasokan oksigen, Donghae melepaskan ciuman mereka mendatangkan desahan kecewa dari bibir merah yang ada di depannya. Donghae menjilat bibirnya yang sedikit basah oleh saliva sang doll. ”Dengar baik-baik,” Dia menjambak rambut Eunhyuk agar namja manis itu sedikit menunduk. ”Kau jangan coba-coba untuk kabur lagi. Kalau kau melakukannya, kau tahu apa yang akan kulakukan terhadapmu? Ingat terakhir kali kau mencoba untuk kabur?”

Eunhyuk mengangguk lemah. Dia ingat, masih terekam di otaknya bagaimana ketika dia mencoba kabur karena ajakan dari salah seorang pengawal Donghae tanpa tahu bahwa sebenarnya dia sedang dijebak. Dia kemudian diperjualbelikan dari satu master ke master yang lain. Mencoba untuk melawan master yang ingin menyetubuhinya tak ada gunanya. Eunhyuk mempelajari bahwa lebih baik menyerahkan saja tubuhnya dengan mudah daripada melawan. Hal itu malah akan lebih menyakitkan. Dia merasa begitu bodoh mencoba  untuk kabur dari Donghae yang begitu baik terhadap dirinya meski dirinya hanya seorang doll.

Akhirnya setelah entah berapa lama, Donghae menemukan Eunhyuk dan namja manis itu bersumpah melihat jelmaan Lucifer di dalam tubuh Donghae yang menyelamatkannya. Donghae tidak segan-segan menghilangkan nyawa master yang memilikinya saat itu dan sedang menyetubuhinya. Hal itu menyebabkan tubuhnya berlumuran darah sang master. Kenangan paling mengerikan yang tidak ingin diingatnya.

.

.

Year 2139 Month 12 Date 24

10.30 p.m.

Malam Natal seharusnya dirayakan bersama dengan orang terkasih, menghabiskan waktu bersama dengan senda gurau, namun bagi Eunhyuk, malam Natal sama seperti malam lainnya ketika dia harus menghabiskan waktunya untuk melayani master-nya.

”Ahh…so good…so tight…

Ctar. ”You like it, slut?! Huh?!

Eunhyuk bisa merasakan ketika cambuk itu dengan kasar menyentuh kulit putihnya, menciptakan luka berwarna merah yang mengeluarkan sedikit darah. Dia sedang bertumpu pada kedua kaki dan tangannya dalam posisi doggy style. Lehernya terikat sebuah collar yang diikat oleh rantai. Ujung rantai itu disentuh oleh master-nya sehingga kepala Eunhyuk tak bisa menunduk seberapapun dia ingin melakukannya. Collar yang berada di lehernya juga begitu ketat hingga dia agak kesusahan untuk bernafas.

Krang.

Pintu transporter yang ada di ruangan itu pecah menjadi berkeping-keping dan menampilkan sosok seorang Donghae dalam kemeja hitam dan celana jeans-nya. Atribut yang dikenakannya terlihat biasa namun aura yang ditampilkannya begitu menekan. ”Ha…Hae?” tanya Eunhyuk dengan nada tak percaya.

”Siapa kau? Apa maumu?” tanya Master itu masih dengan miliknya mendekam di dalam hole Eunhyuk.

Melihat apa yang ada di depannya, Donghae memicingkan matanya. Ada emosi amarah dan kecewa di dalamnya dan Eunhyuk menyadari hal itu.

”Aku?” mulai Donghae. Dia menaikkan kedua alisnya sembari melipat kedua tangannya di depan dadanya. ”Lee Donghae,” jawabnya dengan lantang.

Sang master menatap dengan horor. ”Lee? Lee Donghae? Lee Donghae Perdana Menteri Korea Selatan?”

”Korea,” sela Donghae. ”Sekarang sudah tidak adalagi pemisah antara Selatan dan Utara.”

Gulp.

Sang master melepaskan rantai yang dia genggam, namun dia masih menanamkan miliknya di dalam hole Eunhyuk. ”Apa mau seorang Perdana Menteri ke sini? Ah, aku tahu.” Master itu tersenyum licik. Dia menarik dengan kasar rambut Eunhyuk dan lidahnya terjulur menjilati pipi temben milik sang namja manis. ”Seorang Perdana Menteri pun hanya seorang manusia yang tak lepas oleh nafsu, eh? Jadi kau juga menginginkannya? Dia memang terkenal begitu bagus dalam pelayanannya.”

Donghae bisa melihat tetes air mata yang keluar dari sepasang mata bening yang menatapnya dengan penuh harapan. Sebuah cengiran lebar terukir di wajah sang perdana menteri. ”Benarkah? Bagaimana kalau kau tunjukkan padaku?”

Master itu cukup bingung dengan reaksi Donghae, tapi mengabaikannya dan kembali melakukan aksinya tadi. Bibirnya kemudian mencumbu bibir Eunhyuk dengan ganas. ”Euhm…~”

Crash.

Dalam sekejap, entah bagaimana, kepala sang master sudah terbelah dan jatuh ke atas punggung Eunhyuk. ”KYAAA!!” Suara teriakan Eunhyuk menggema di ruangan. Dia segera menarik dirinya dari master-nya yang sudah bermandikan darah. Tubuhnya yang polos juga tak kalah berbeda. Dia seolah sedang memakai rompi merah pada tubuhnya.

”Sssh…sshh…” Donghae yang sudah berada di belakangnya segera menenangkan dirinya. ”Aku di sini, tenang oke?” Dia mengangguk perlahan dalam dekapan Donghae cukup lama.

Kemudian rambutnya kembali ditarik dengan sedikit kasar oleh Donghae. ”Hae?” tanyanya bingung. Mukanya sudah begitu berantakan, rambut acak-acakan, bibir bengkak dan sedikit luka, matanya begitu lemas, dan tubuhnya terasa tak bertenaga. ”Hmm…apa kau membenciku sebegitunya sampai kau mau meninggalkanku?” Eunhyuk tahu bahwa di balik nada dingin yang dilontarkan Donghae ada emosi kesedihan di dalamnya. Dengan cepat dia menggelengkan kepalanya mendatangkan seringaian dalam wajah Donghae.

”Bagus, tapi aku akan tetap menghukummu karena kau sudah berani-beraninya kabur dariku.” Donghae mengangkat tubu Eunhyuk dan menggendongnya dalam bridal style. Dia mengecup air mata Eunhyuk yang sedikit bercampur darah dari sang master. ”Dan aku juga harus membereskan cecunguk satu ini, cih.” Dia berputar sedikit dan menatap tubuh sang master yang sudah tak bernyawa dengan dara berceceran di mana-mana. Tatapannya dingin dan sembari tetap menggendong Eunhyuk, dia bersiul. Tak berapa lama muncullah dua droid di hadapannya. ”Bereskan dia,” perintahnya. ”Dan panggil Heechul untuk menghapus jejaknya.” Kedua droid itu mengangguk dan segera melaksanakan tugas mereka.

”Dan kau,” Dia beralih pada namja yang sudah tertidur karena kelelahan di tangannya, ”Akan kusiapkan hukuman yang pantas untukmu,” bisiknya pelan dengan sebuah seringaian dan tatapan sendu di wajahnya.

.

.

Year 2145 Month 3 Date 23

12.20 p.m.

”Siwon-shi, ini makan siang untuk Kibum-shi,” ujar Mina, pembantu Siwon. Wanita tua itu memberikan senampan yang berisi nasi, sup, dan sayur lainnya yang tampak menggoda selera kepada Siwon yang diterima oleh namja itu dengan hati-hati. Siwon mengangguk mengucapkan terima kasih kepada pembantunya dan menyuruhnya untuk kembali mengerjakan hal yang lain sementara dia akan mengantarkan makanan ini kepada Kibum.

Begitu dia melangkah maju, pintu terbuka lebar untuknya menunjukkan sosok Kibum yang terbaring karena kelelahan di atas ranjangnya. Wajah namja manis itu terlihat begitu damai dan tenang. Tubuh atasnya terlihat sebagian karena tidak tertutupi oleh selimut membuat Siwon bisa melihat tanda merah di leher dan pundak Kibum. Dia tersenyum melihatnya karena mengetahui bahwa namja manis itu berhasil menjadi miliknya.

Nampan berisi makanan itu diletakkannya di atas meja yang ada di samping ranjangnya. Dengan lembut dia merapikan poni namja yang sedang tertidur damai itu. ”Urmm,” Erangan yang keluar ketika namja itu mengganti posisinya membuat sesuatu di dalam Siwon kembali bergejolak. Ingatan mengenai apa yang mereka lakukan kemarin terlintas kembali di otaknya.

”Bummie, Bummie,” panggilnya dengan lembut. Dia mencoba untuk melupakan apa yang terjadi kemarin dan membangunkan doll-nya. Rasanya cukup aneh dia melakukan ini. Orang-orang mungkin akan menertawakannya karena seharusnya doll yang melayaninya dan bukan sebaliknya. ”Bummie, ayo bangun.”

”Sebentar lagi Changmin,” gumam Kibum yang masih asyik memeluk guling dengan erat.

Nama itu kembali terdengar di telinga Siwon. Nama yang selalu membangkitkan amarah yang selalu dipendamnya. Siapa sebenarnya Changmin itu? Mencarinya akan memakan waktu lama, akan lebih baik dia menanyakan langsung kepada Kibum. Cara lembut sepertinya tidak berguna, akan lebih baik dia melakukannya sedikit lebih kasar, ”KIBUM!” teriaknya yang sontak membuat kedua orbs Kibum terbuka lebar seketika.

Kibum panik seketika. Dia mendudukkan dirinya di atas kasur dan bersandaran pada nighstand ranjang. ”Si…Siwon-shi?”

”Siapa itu Changmin?” Walau wajah Siwon terukir sebuah senyuman, Kibum tahu bahwa di balik senyuman itu tersimpan amarah yang begitu besar. Dia menelan ludah mencoba mencari cara untuk menghindari pertanyaan itu.

”Mak- maksud anda?” Dia memundurkan badannya setiap kali Siwon maju selangkah hingga akhirnya dia benar-benar terjepit antara nightstand dan badan Siwon. Kedua tangan Siwon berada di sisi kiri dan kanannya sehingga gerakannya benar-benar terjepit.

Siwon mendekatkan kepalanya hingga keduanya bisa merasakan hembusan nafas lawannya. ”Siapa itu Changmin yang kau sebut dalam mimpi?” Tangan kanan Siwon membelai pipi kiri namja yang ada di hadapannya. Bisa dirasakannya bahwa namja di depannya bergetar karena gugup dan juga ketakutan. ”Katakan dan aku tak akan marah.”

”Saya…saya tidak mengerti maksud anda.”

Brag.

”Sepertinya kau memang suka dengan cara kasar, eh?” Sebuah seringaian terpasang di wajah sang master. Kibum sekali lagi menelan ludah. Dia tidak bisa mengatakan siapa itu Changmin, belum saatnya, tetapi dia juga tidak ingin mendapat hukuman lagi. Bagian bawahnya masih terasa sakit akibat disetubuhi dengan kasar oleh namja bermarga Choi itu. Di sisi lainnya, tubuhnya bergetar hebat mengantisipasi apa yang mungkin akan dihadapinya nanti.

Srag.

Selimut yang menutupi tubuhnya sudah dilempar entah kenapa membuat Kibum benar-benar polos. Siwon menggunakan waktu ini untuk menikmati seluk beluk tubuh Kibum. Dia bisa melihat di kulit putih tersebut penuh dengan tanda-tanda merah yang dia buat kemarin dan masih begitu jelas. Tangan kanannya menelusuri kulit putih yang terekspos di depannya dengan pelan dan penuh arti mendatangkan desahan kecil dari sang Snow White. ”Sekarang aku mengerti kenapa kau diberi nama Snow White,” gumam Siwon sembari terkekeh pelan.

Tangan kirinya memegang dagu Kibum hingga keduanya saling bertatapan. Ibu jarinya membelai bibir merah ranum yang begitu menggoda itu. ”Bibir semerah darah,” ujarnya sebelum dia melumat bibir itu. Dengan tangan kirinya menekan dagu Kibum, mau tak mau namja manis itu sedikit membuka bibirnya sehingga lidah Siwon bisa masuk dan mengalahkan lidah sang tuan rumah. ”Urmm.”

”Rambut dan mata sehitam arang,” kata Siwon sembari menatap secara intens terhadap sepasang bola mata bening di hadapannya. ”Dan, kulit seputih salju.” Dia mengecup leher putih yang seolah memanggilnya daritadi. Bermula dari ciuman lembut hingga pada gigitan-gigitan kecil yang menambah bekas merah yang sudah ada kemarin.

”Ahh~” Desahan keluar dari mulut Kibum ketika ibu jari kanan Siwon mengelus tonjolan di dadanya dengan lembut.

”Kau menyukainya, eh?” ejek Siwon sebelum kembali melumat bibir merah itu lagi. Kedua tangannya memilin tonjolan pink yang sekarang kembali menegang.

”Urmm…” Badan Kibum kembali menggeliat. Setiap sentuhan dari Siwon membuat tubuhnya begitu sensitif seakan meminta lebih lagi. ”Ohhh~”

Bibir dingin Siwon menciumi setiap inci tubuhnya dengan hati-hati seolah tubuhnya terbuat dari kaca yang bisa pecah satu saat. ”Si…Siwon-shi~”

Mendengar namanya dipanggil, Siwon menghentikan semua tindakannya seketika mendatangkan erangan kecewa dari mulut Kibum. Mata Siwon memancarkan sebuah emosi yang begitu mengerikan. ”Panggil aku master, chagiya~. Hukumanmu akan kumulai,” desisnya pelan sembari menjambak rambut Kibum membuat namja itu mengerang kesakitan.

”Ahh..Si…Master, don’t…jebbal?” pinta Kibum dengan nada memelas yang hanya mendatangkan gelak tawa dari Siwon.

Siapapun yang mengenal Choi Siwon sebagai namja gentle yang perhatian dan tenang pasti tak akan mempercayai jika melihat namja itu dalam keadaan seperti ini. Sadistic dan Dominant. Namun, tak bisa dipungkiri juga, sesuatu yang tertimbun begitu lama jika suatu saat terlepas pasti bisa meledak juga. Mungkin seperti itulah keadaan Choi Siwon sekarang.

Tak dihiraukannya permohonan Kibum. Siwon menjentikkan jarinya dan dalam sekejap cambuk yang digunakannya kembali digenggamnya. Tangan kirinya meraih vibrator yang masih diletakannya di balik ranjangnya. ”Kita lihat seberapa lama kau akan bertahan,” Dan Kibum berani bersumpah bahwa seringaian yang diperlihatkan Siwon jauh lebih menakutkan daripada apa yang pernah dia lihat.

.

.

Sekali lagi dengan mata yang tertutup, indera perasanya yang lain semakin kuat. Dia bisa mencium aroma tubuh Siwon yang begitu memabukkan. Angin di ruangan itu yang begitu menusuk tubuh meski tak begitu kencang. Suara getaran dari sesuatu yang dia yakin akan memasuki tubuhnya sebentar lagi. Tak lupa dingin yang dia rasakan pada kedua pergelangan tangannya karena sekarang kedua tangannya terikat oleh borgol di atas kepalanya. Dan terakhir, dia bisa merasakan sebuah lidah yang sedang menjilati pahanya.

”Ohh…ahhh…” Dia kembali meracau ketika lidah itu semakin mendekati kejantanannya namun diiringi dengan desahan kecewa karena lidah itu menghindari bagian utama. ”Hahh…”

”URGH!” Meski yang dilihat hanya kegelapan, tapi Kibum bisa merasakan bahwa kedua matanya kembali membesar ketika Siwon dengan kasar memasukkan vibrator berukuran cukup besar itu ke dalam tubuhnya tanpa peringatan. ”AHH!”

”Apakah dia bisa membuatmu seperti ini, eh?” bisik Siwon dengan nada mengejek di telinga Kibum membuat tubuh itu bergetar karena ekstasi yang dirasakannya. ”Jawab aku, eoh?” Tangan kanan Siwon mengocok kejantanan Kibum dengan gerakan yang begitu pelan membuat Kibum mendesah sedikit kesakitan karena rangsangan yang dirasakan dari Siwon kurang. Dia menginginkan lebih lagi.

Tangan kiri Siwon memasukkan cock ring dengan perlahan pada milik Kibum yang sudah menegang sempurna tinggal menunggu untuk mencapai orgasmenya saja. ”Ahhh…master…jebbal…” Dia ingin keluar, sangat ingin keluar sekarang juga terutama ketika vibrator yang menyala di dindingnya sudah menyentuh titik prostatnya berkali-kali.

”Ohhh…ahhh…Siwon…”

Ctar.

Dia merasa begitu sakit ketika cambuk itu menyentuh perutnya yang polos. ”Jangan panggil aku Siwon, arasso?” tegur Siwon. Kibum mengangguk dengan perlahan. Jika dengan menuruti sang master, dia akan selamat, maka dia akan melakukannya. ”Jawab aku, eoh, apakah dia bisa membuatmu seperti ini?” Dia mencabut cock ring yang dikenakannya tadi dengan kasar dan dalam sekejap cairan putih merembus keluar. Siwon menjilati cairan putih yang terdapat di jari-jarinya kemudian membasahi wajah Kibum dengan cairan putih tersebut. ”Heh? Begitu cepatnya kau mencapai orgasme, eh? Sepertinya tubuhmu sekarang begitu sensitif?”

Jleb.

Kibum menjerit kesakitan ketika Siwon kembali memasangkan cock ring bersamaan dengan sesuatu yang menembus dindingnya sehingga bergesekan dengan vibrator yang berada di dalamnya. ”You like it, bitch?”

Plak.

Siwon menepuk pantat montok Kibum dengan keras hingga suaranya menggema di ruangan. Karena tepukan itu dinding Kibum semakin mengetat membuat Siwon merasa nikmat dan Kibum merasa begitu sesak. Dengan lihainya sang master mengerakkan vibrator yang masuk bersamaan dengan dirinya. Ketika dia mengeluarkan miliknya, vibrator ditekannya masuk hingga menyentuh prostat Kibum mendatangkan desahan-desahan nista dan begitu pula sebaliknya ketika miliknya masuk maka dia akan mengeluarkan vibrator tersebut. ”Ohh…ahhh…please…master…ahhh…”

Please what, my doll?” bisik Siwon di telinga Kibum. Tubuh mereka yang polos saling bergesekkan mendatangkan getaran lainnya di dalam diri Kibum. Indra perabanya semakin terasa kuat. Dia bisa merasakan bagaimana dada bidang Siwon bergesekkan dengan dadanya, bagaimana tubuh mereka saling berhimpitan. ”Siapa itu Changmin?” tanya Siwon dengan nada yang sedikit keras namun tak dijawab karena yang ditanya terlalu sibuk dengan pikirannya yang terbagi dua.

”Ohh…ahh…faster…please…more…ahhh…master!

”Siapa Changmin?!” Sedikit geram karena pertanyaannya tak dijawab, Siwon menjambak rambut hitam Kibum yang sedikit basah sehingga lehernya terekspos di depan sang master yang langsung menggigitnya seperti seorang vampir yang ingin menghisap darah. ”Katakan!”

”Ahh…Changmin…dia…ahh…nobody…ahh…yesh...”

Siwon menarik miliknya dengan kasar dan langsung memasukkan vibrator tersebut semakin dalam tanpa aba-aba. Meskipun dia masih bisa merasa miliknya berdenyut dan minta untuk dikeluarkan, tetapi dia menginginkan jawaban dan apapun akan dilakukannya agar dia bisa mendapatkannya.

Di sisi lain, Kibum merasa hole-nya yang sudah lebar terasa kosong dan ingin meminta milik Siwon. Meski vibrator tersebut berhasil menyentuh titik prostatnya, tetapi rasanya berbeda, dia menginginkan, sangat menginginkan milik master-nya. Terlebih lagi dia merasa sakit yang amat sangat karena cock ring yang menghalangi jalan keluar orgasmenya.

”Apakah Changmin yang kau maksud adalah Max Changmin?” Mendengar nama itu, seketika semua desahan yang dikeluarkan Kibum tertahan. Dia menggigit bibir bawahnya dan itu semua cukup untuk menjadi jawaban atas pertanyaan Siwon.

Namja bermarga Choi itu menyeringai dan langsung memasuki tubuh Kibum tanpa persiapan bersama dengan vibrator yang masih bergetar dengan hebatnya. ”Ohh…ahh…master…please…please…” Siwon mengelap air mata yang mengalir dari balik pita hitam yang menutup mata Kibum. Sebuah senyuman lembut terukir di wajahnya. Dikecupnya air mata bening itu cukup lama sembari tangan kirinya menarik cock ring dengan perlahan. Ketika cock ring tersebut telah dilepas, Siwon menutup jalan keluar orgasme Kibum. ”Master?” Siwon tak menduga bahwa ada sesuatu yang begitu indah di dunia ini seperti Kibum. Bagaimana namja di hadapannya bisa membuatnya hilang kendali menjadi satu pertanyaan yang tidak akan terjawab oleh Siwon sendiri.

”Hmm?” tanya Siwon yang kembali menciumi leher Kibum sembari melakukan aksinya pada dinding Kibum.

Please? Let me cum?

Nah, not yet, not yet, dear. When it’s time, you’ll cum for me and only me.”

Kibum menggigit bibir bawahnya hingga sedikit berdarah karena dia merasa begitu sesak. Ingin segera mengeluarkan orgasmenya namun tertahan oleh Siwon. Dia mulai merasa dindingnya menyempit dan bagaimana milik Siwon mulai membesar bergesekan dengan vibrator yang masih bergetar. ”Ahhh….”

”Urgh…cum…cumming…

Master!

Keduanya berteriak bersamaan ketika mereka mencapai orgasme mereka. Badan Kibum terasa begitu lelah hingga kepalanya disandarkan pada pundak Siwon. Sang master membelai rambut hitam itu dengan lembut sembari melepaskan borgol yang mengikat kedua tangan Snow White. Diangkatnya sang doll dalam gerakan bridal style untuk menuju ke dalam kamarnya. Matanya menyiratkan sebuah emosi yang tercampur sama lain. Seusai dia memberi kecupan singkat di bibir Kibum, Siwon sedikit memincingkan matanya. Akhirnya, akhirnya dia tahu siapa namja yang harus ditemuinya, Max Changmin.

.

.

Year 2145 Month 3 Date 24

02.20 p.m.

”Hannie, kau mau ke mana?” tanya Heechul pada Hankyung yang terlihat sedang bersiap-siap. Namja tampan itu mengenakan sebuah kemeja putih dipadu dengan blazer hitam dan celana berwarna hitam berbahan kain. Dia sedang merapikan dasinya yang berwarna merah yang masih terlihat berantakan. Tidak mendapat jawaban dari sang doll, Heechul mendekati Hankyung dan membantu namja tampan itu untuk merapikan dasinya. Hari itu, seperti biasa, Heechul mengenakan pakaian tradisional Cina yang berwarna biru tua dengan panjang selutut yang dipadu dengan stoking hitam untuk menutupi kakinya yang putih.

Kedua mata Hankyung tak lepas dari semua gerakan yang dilakukan namja cantik di hadapannya. Salah satu tangannya menyelinap di antara pinggang ramping Heechul dan menariknya agar tubuh mereka saling berhimpit. ”Han –” Belum sempat Heechul bertanya, mulutnya sudah dibungkam oleh bibir Hankyung. ”Ahh~” Desahan keluar dari bibir Heechul kala keduanya saling melepas lumatan.

”Ohh~” Desahan kembali keluar ketika bibir Hankyung menyentuh leher putih miliknya yang terlihat begitu nikmat di mata sang doll. ”Hannie~”

Untuk kali pertama di hari itu, keduanya saling bertatapan dengan intens. Yang satu dipenuhi dengan tanda tanya dan kesedihan sementara yang satu dipenuhi dengan sebuah tekad dan emosi lain yang tak bisa diartikan. ”Kenapa?” tanya Heechul dengan pelan. Hankyung berani bersumpah bahwa dia bisa mendengar isak tangis di baliknya. ”Kau akan pergi ke mana?” tanya Heechul lagi kali ini pandangannya sudah kepada kedua kaki mereka.

Tangan Hankyung mengangkat dagu Heechul dengan perlahan hingga kedua mata mereka saling bertatapan. ”Ke tempat yang bisa menyelesaikan ini semua,” Dia menarik tubuh mungil Heechul dalam dekapannya, tak memberikan kesempatan untuk namja cantik itu mengatakan apa-apa lagi. ”Demi dirimu, Chullie, aku rela melakukan apapun bahkan membuang harga diriku sebagai callous. Demi dirimu.” Heechul segera membalas pelukan hangat Hankyung.

Hankyung bisa merasa bahwa kemejanya sedikit basah, namun dia sudah tidak peduli, dia harus meluruskan ini semua. Dia akan melakukan apapun –semuanya – agar Heechul mendapatkan apa yang seharusnya dia dapatkan, pengakuan dari Presiden Rusia bahwa sesungguhnya Heechul adalah seorang yeojya yang terjangkit virus sehingga seluruh tubuhnya menjadi tubuh seorang namja. Karena hal itu, dia diperlakukan semena-mena, diperjualbelikan ketika dia –Heechul- masih belum mendapatkan kekuasaan seperti sekarang. Beruntunglah Hankyung menemukan Heechul sebelum semuanya terlambat, namun demi menyelamatkan itu, dia harus membayar harga –harga dirinya sebagai seorang callous harus dibuang demi menjadi doll untuk menggantikan Heechul.

Heechul kemudian bertekad bahwa dia harus menyelamatkan Hankyung, namja yang sangat dicintainya sekaligus namja yang membuat dirinya menjadi seperti sekarang –seorang namja. Virus yang mengubahnya sebenarnya dikembangkan Hankyung atas permintaan oleh Presiden Amerika –Choi Dong Wook – namun siapa yang menduga kalau virus itu malah menyerang Heechul yang waktu itu sedang berhubungan dengan Hankyung.

Nasi sudah menjadi bubur, apa yang sudah terjadi tak bisa dirubah. Mungkin itulah sebabnya Heechul masih memakai pakaian yeojya. Sebagian dirinya masih beranggapan bahwa sebenarnya dia seorang yeojya, tapi kenyataan sudah berkata lain. Dia tidak tahu harus bersyukur atau mengutuki nasibnya sekarang, namun satu yang pasti, dia hanya bisa mengatakan bahwa dia bisa sejauh ini karena Hankyung selalu bersama dengan dirinya.

.

.

Blam.

Kyuhyun tersentak kaget di laboratoriumnya ketika mendengar suara pintu yang dibuka dengan keras. Dia segera meninggalkan penemuannya dan bergegas menuju ke pintu depan. Betapa terkejutnya dia mendapati Changmin yang sedang tertidur dalam pelukan Se7en. Dia melihat bagaimana Se7en membaringkan Changmin dengan hati-hati ke atas ranjang hyung-nya. ”Se7en-shi?” tanya Kyuhyun dengan perlahan.

Se7en tak menggubris kehadiran Kyuhyun. Dia hanya terduduk di samping tempat tidur Changmin dan mengelus rambut namja itu dengan perlahan. Kyuhyun, dengan segenap keberanian yang ada, mencoba untuk mendekati kedua namja tersebut.

”Seorang callous tak seharusnya memiliki perasaan, Kyuhyun-ah,” ujar Se7en dengan perlahan. Tangannya tak pernah berhenti mengelus rambut Changmin dan matanya tak pernah lepas dari namja yang sedang tertidur pulas itu. Keduanya saat ini sudah kembali berpakaian lengkap dan santai.

”Maksud anda?” Se7en berbalik dan tersenyum lembut. Dia menepuk sampingnya yang kosong menandakan bahwa dia mengharapkan agar Kyuhyun duduk di sampingnya. Sedikit ragu, Kyuhyun memosisikan duduk di sebelah Se7en dan matanya juga tertuju pada hyung-nya yang sedang tertidur.

Callous mengartikan tidak sensitif, tidak punya perasaan, dan kejam. Apa kau tahu bahwa sebagian besar pemimpin negara adalah seorang callous?” Kyuhyun mengangguk dengan perlahan. Dia ingat tentang informasi yang pernah diberitahukan Changmin kepadanya dulu. ”Aku seorang callous,” ujar Se7en dengan mantap. ”Dan aku menikahi Han Byul hanya demi mendapatkan sebuah keturunan dan image di dunia massa,”

”Sebentar lagi, para cecunguk brengsek itu akan berkumpul. Meski seorang callous, aku sudah tak berarti lagi. Masaku sudah akan habis, aku bisa merasakannya. Sebaliknya, kalian para scion,” Dia menatap lembut ke arah Kyuhyun. Tangannya yang membelai Changmin tadi sekarang mengelus kepala namja muda itu dengan perlahan. Sebuah senyuman terukir indah di wajah tampan Se7en. ”Inilah saat kalian untuk melakukannya. Sejauh ini yang bisa kulakukan, maafkan aku.”

Belum sempat Kyuhyun mencerna apa yang sedang terjadi, sosok Se7en sudah menghilang entah ke mana menggunakan transporter yang digunakan oleh namja tampan itu. ”Urgh.” Kyuhyun sempat ingin keluar dan mencari Se7en namun terhenti ketika mendengar hyung-nya mengerang kesakitan seperti sedang mimpi buruk. Dia begitu kaget mendapati air mata yang mengalir perlahan dari kedua mata hyung-nya yang tertutup.

Sebenarnya, apa yang sedang terjadi? Kenapa Se7en meminta maaf? Untuk apa? Dan, dari mana dia tahu bahwa Kyuhyun adalah seorang scion?

.

.

Tok.Tok.

Tanpa menunggu jawaban dari sang pemilik ruangan, Donghae langsung membuka pintu jati yang ada di depannya dengan kasar. Di dalam ruangan itu berdiri Choi Siwon dengan pakaian formalnya yang membuat namja itu terlihat begitu tampan dan mempesona. ”Wah, ternyata kalau seorang Choi Siwon mau berusaha dia bisa menjadi tampan juga ya?” kata Donghae dengan nada jahil.

Siwon hanya menggeleng-geleng kepalanya dengan pasrah. Ketika tak melihat Eunhyuk di belakangnya, Siwon bertanya, ”Ke mana Eunhyuk?”

Mendengar nama doll-nya, Donghae mengangkat kedua alis matanya dan menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. ”Kau mengharapkan dia ikut serta di dalam perkumpulan orang tak mempunyai hati seperti callous itu?”

Siwon kembali menggelengkan kepalanya. ”Tidak, hanya merasa cukup aneh kau tidak mengajaknya saja.”

”Aku sudah menguncinya di rumah, tak akan ada yang berani masuk, lagipula sudah kusuruh Yoochun dan Junsu untuk menjaganya.”

”Yoochun? Junsu? Bukankah mereka ketua mafia di Italia?” tanya Siwon dengan nada tak percaya. Pasalnya, sejauh dia mengingat, hubungan Donghae dengan kedua namja yang disebutnya tadi tidak begitu dekat, bahkan bisa dikatakan mereka bagaikan api dan air. Lantas, apa yang menyebabkan Donghae merubah pikirannya? ”Apa syaratnya?”

”He? Tak bisa menipu seorang zenith rupanya,” dengus Donghae.

”Apa syaratnya?” tanya Siwon sekali lagi dengan nada memaksa.

Donghae mengangkat kedua tangannya menandakan bahwa dia menyerah, ”Hanya satu, mengijinkan Italia mendapatkan kebebasan.”

”Apa?” Kedua mata Siwon membesar mendengar pernyataan itu. ”Kau gila? Memangnya apa yang bisa kau lakukan? Sudah tertulis dalam –”

Treaty of Savior yang sangat meragukan itu? Hei, kau seorang zenith di sini, gunakan kemampuanmu. Apakah kau tidak curiga dengan salah satu isinya yang mengatakan: ’Rusia akan menciptakan seorang savior untuk mengembalikan keseimbangan dunia yang hancur’? Katakan padaku, perjanjian itu sudah dari tahun kapan? Dan apakah sekarang sudah terlihat sang savior yang diagung-agungkan itu?” Siwon terdiam mendengarkan penjelasan saudara sepupunya. Apa yang dikatakan oleh Donghae sepenuhnya benar, ada yang aneh dengan perjanjian tersebut, namun dia tidak bisa melakukan apapun. Walau dia bisa mengkritik tentang politik, biar bagaimanapun dia tidak mempunyai kuasa yang besar untuk mempengaruhi mereka –bahkan termasuk Donghae.

”Dan sekedar informasi, Hankyung juga akan ikut serta.” Pernyataan ini sontak membuat Siwon terkejut.

”Bagaimana mungkin?”

Donghae mengangkat kedua bahunya. ”Sepertinya hak khusus digunakan oleh Presiden Amerika, kau tahu kan bahwa Cina dan Amerika seperti sedang menciptakan sesuatu?” Siwon mengangguk. ”Amerika memberikan teknologi dan Cina akan membentuk teknologi tersebut dalam jumlah massal, entah apa itu, semoga saja bukan hal yang buruk.” Dia menatap tajam ke arah Siwon. ”Kuharap kau juga mengerti bahwa saat ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan doll-mu, Siwon, aku membutuhkanmu, kami membutuhkanmu sebagai salah satu dari dua zenith yang tersisa. Dan jangan sembarangan untuk menampilkan dirimu ke muka umum lagi, kau tidak mau kejadian waktu itu terulang kembali bukan?”

Siwon tak menjawab apapun. Kenangan tentang waktu itu kembali terlintas di otaknya. Kenangan yang ingin dilupakannya. ”Max Changmin, kau pernah mendengar nama itu?” Siwon memutuskan saat ini untuk menanyakan apa yang sudah dicurigainya selama ini.

Kedua alis Donghae terangkat, ekspresinya terlihat berpikir. Di otaknya sedang mencerna ingatannya. ”Changmin?” Siwon mengangguk. ”Satu-satunya Changmin yang kutahu adalah Changmin, doll yang dibeli oleh Presiden Amerika itu.”

Satu kepingan terkumpul. Dia bisa melakukan crosscheck untuk memastikan bahwa Changmin yang dimaksud Kibum adalah Changmin yang sama dengan doll sang Presiden Amerika. ”Kau tahu darimana bahwa Changmin adalah doll dari Presiden Amerika? Bukankah Presiden Amerika itu sangat tertutup dan, erm, maaf, old-fashioned?”

Gelak tawa keluar dari bibir Donghae. Dia menutup mulutnya agar tawanya tidak semakin mengeras. Siwon masih setia menunggu sampai akhirnya Donghae telah kembali tenang. ”Ehem, maaf. Karena dia old-fashioned seperti katamu itu maka dia menyuruhku untuk melakukan lelang itu menggantikan dirinya. Ini hanya rahasia kita berdua. Memangnya kau tidak curiga ketika kau terselamatkan dari tempat itu begitu mudah?” Kedua mata Siwon membesar. ”Ya, aku melakukan pertukaran dengan Choi Dong Wook, heran aku marganya kenapa bisa sama dengan dirimu ya? Oke, kembali. Dia menginginkan seorang doll yang bernama Max Changmin. Sepertinya ada satu obsesi di dalam dirinya sampai-sampai dia bisa mendeskrispikan Changmin dengan sempurna. Dia bahkan mengatakan berapapun uang yang dikeluarkan tak masalah asalkan dia bisa mendapatkan Changmin dan tak ada yang tahu.” Donghae berjalan menuju ke sofa dan menyandarkan dirinya ke atas sofa yang empuk itu.

”Karena dia tidak tahu seluk beluk pembelian doll, dia memintaku untuk melakukannya, terlebih lagi ternyata Changmin sedang dilelang di sini, Korea. Aku katakan aku bersedia asalkan dia mau membantuku untuk menyelamatkanmu dari mereka. Hello? Kau tak mengharapkan aku melawan mereka dengan negaraku yang notabenenya tak ada apa-apanya dibanding negara mereka bukan?” Siwon mengangguk. ”Ya, intinya seperti itu, sampai saat ini tidak ada yang tahu bahwa Dong Wook membeli seorang doll, tidak juga istrinya.”

”Is- Istri?” Donghae mengangguk.

”Dan kau juga akan bertemu dengan istrinya nanti, tell you, dia adalah yeojya tercantik yang pernah kulihat. Sayang sekali, suaminya tak mencintainya,” gumam Donghae. ”Ah sudahlah, ayo kita segera berangkat, kau tidak mau menghabiskan waktumu bukan?” Siwon mengangguk dan mengikuti Donghae yang menghilang di balik pintu menggunakan transporter.

.

.

Year 2145 Month 3 Date 25

America, 07.35 a.m.

Se7en berjalan melewati lorong sempit diiringi oleh istrinya yang melingkari pundaknya dengan erat. Sebuah senyum simpul terukir di wajahnya berkebalikan dengan istrinya yang tersenyum senang karena bisa bertemu kembali dengan suaminya. Sesekali Se7en melirik ke arah istrinya yang hari ini berpenampilan sangat menarik. Bukannya biasanya dia tidak menarik, namun kali ini istrinya terlihat lebih cantik dalam balutan dress berwarna baby blue yang membuat kulitnya terlihat begitu memancar. Jika saja dia masih memiliki hati, dia akan memeluk istrinya dan memujinya sampai telinga istrinya memerah. Namun, sekarang dia adalah seorang callous, orang yang tak memiliki hati dan perasaan.

Akan tetapi, mengapa? Mengapa setiap kali dia bersama dengan doll itu, dengan sang savior, dia merasakan sesuatu di dalam dirinya bergejolak? Apakah ini yang dikerjakan oleh sang savior? Menyelamatkan orang-orang dengan caranya sendiri? Se7en tak tahu dan dia tidak tahu bagaimana caranya untuk mengerti. Hanya Changmin dan penciptanya yang tahu bagaimana hal ini bisa terjadi. Tetapi, satu yang pasti, semenjak dia disuruh untuk menjaga savior, dia sudah beranggapan bahwa Changmin adalah miliknya dan HANYA miliknya seorang. Jika satu saat para callous akan mengambil Changmin dari dirinya, dia akan melakukan segalah hal untuk mempertahakannya, apapun.

Ketika pintu yang ada di hadapannya dan istrinya sekarang terbuka, terlihatlah sosok Donghae dan Siwon yang sudah duduk di kursi ruang rapat. Sepertinya hanya mereka berdua yang baru tiba di tempat itu. Se7en mengantarkan istrinya ke kursi di samping miliknya sebelum kemudian menyalami kedua namja yang sudah datang lebih dulu itu. ”Ah, lama tak berjumpa Donghae-shi,” ujarnya. Donghae menyambut uluran tangan itu sembari memberikan senyuman lebar.

”Begitu pula dengan anda, Dong Wook –shi. Semoga anda baik-baik saja.” Se7en mengangguk.

”Saya masih ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan anda, Donghae-shi,” ujar Se7en dengan nada yang datar namun penuh emosi. Jika Siwon tak diberitahu oleh Donghae tadi, mungkin dia hanya bisa menerka-nerka apa yang sedang dibicarakan mereka. ”Dan dia?” tanya Se7en kepada Donghae mengenai sosok Siwon yang berdiri di samping sang Perdana Menteri. Pasalnya ini kali pertama Donghae menunjukkan Siwon kepada yang lain. Ini karena permintaan dari Siwon sendiri yang tidak bisa ditolak oleh Donghae.

Choi Siwon imnida.”

”Oh, sama-sama bermarga Choi rupanya,” Dia tersenyum penuh arti dan menjulurkan tangannya. ”Choi Dong Wook, Presiden Amerika at your service.”

Siwon mengangguk sebelum menyambut uluran tangan tersebut. ”Choi Siwon, zenith at yours service.” Mata Se7en sempat membesar karena kaget namun dia kembali tersenyum dan menunjukkan ekspresi datarnya.

Dan hari ini, untuk pertama kalinya Se7en bertemu dengan Siwon. Entah apa yang akan menanti mereka, tak ada yang tahu. Namun Se7en tahu bahwa Siwon adalah orang yang harus diwaspadai dan begitu pula dengan Siwon.

.

.

”Sebentar lagi ya,” ujar seorang namja yang jika dilihat dari wajahnya terlihat tua. Di sampingnya terdapat seorang namja dengan wajah aegyo dengan tubuh polos tak memakai apapun. Namja manis itu membungkuk untuk mencium bibir namja tua yang terlihat menjijikkan di matanya itu. ”Aku sangat tidak sabar untuk bertemu dengan anakmu itu, Yang Hyun Suk. Sudah lama aku tak berjumpa dengan dirinya.”

”Semua ada waktunya, Soo Man –shi,” ujar namja yang bernama Yang Hyun Suk tadi. Dia mengangkat gelas berisi wine yang digenggamnya untuk melakukan cheers dengan namja yang duduk di seberangnya bernama lengkap Lee Soo Man, Presiden Rusia saat ini.

Suara dentingan gelas memenuhi ruangan. ”Dan aku sangat tidak sabar bagaimana reaksi Siwon ketika bertemu denganmu, Sungmin,” ujar Soo Man dengan nada licik kepada namja aegyo yang duduk di samping lengan kursinya.

Namja yang dipanggil Sungmin itu berekspresi datar tak mengucapkan apapun, hanya emosi kosong yang terpancar di wajahnya. ”Ayo kita bersulang, Yang Hyun Suk, karena biar bagaimanapun mereka generasi muda, tak akan pernah bisa mengalahkan kita.” Gelak tawa Soo Man memenuhi ruangan sementara Yang Hyun Suk hanya meneguk wine-nya dengan perlahan. Tanpa Soo Man sadari, tangan Yang Hyun Suk yang memegang gelas wine itu begitu kencang hingga jika tak hati-hati maka gelas itu bisa terpecah menjadi berkeping-keping.

.

.

A/N:

Annyeong semua ^^

Saya MOHON MAAF sebesar-besarnya karena ini update tengah malam lagi dan pendek 😥

Sudah begitu ini NC-nya kurang lagi, tapi semoga chapter ini cukup menjawab semua permasalahan yang ada ^^ hoho…dan saya bener kan masukkin Sungmin, tapi apa jadi Kyumin atau tidak masih tidak tahu, yang jelas dia juga memegang peranan penting…hoho…

Nah, tadi saya baca review saya dibilang ’author berotak binatang’ jadi ya, saya Cuma mau mengulang.

Annyeong semua, ’author yang dikatakan berotak binatang’ kembali 😉 semoga chingudeul suka dengan chapter ini ya ^^ hoho

.

.

Advertisements

19 responses to “Chapter 6: Meeting (I)

  1. Siwon mulai datang gilanya karena nama changmin..
    Ckckck benar2 posesif simba kita ini ..
    Apa sungmin punya hubungan dengan masa lalu siwon??

  2. omo sungminnie jd doll lee soe man eoh???
    jahat bnget sih kasihan kan tuuh si kyk masa istrinya di surung dampingn tua bangka ntu..
    ngekkkk..

  3. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

  4. Hallo. Maaf aku baru ninggalin comment di part ini *bow*
    awalnya aku nemu ff ini dengan keyword “YunJae BDSM” kkkkk~
    yes,imma yunjaeship. Jujur, aku cuma fokus sama cerita yunho jae nya aja. Aku suka aku suka yg bagian mereka XD dan aku kurang paham sama cerita keseluruhan, menurut aku cerita nya terlalu berat buat otak aku yang jongkok wkwk:( udh sampai di part ini aja aku masih ga ngerti2. Tapi aku bakal nerusin baca, dan semoga bakal ngerti~ inti keseluruhannya ff ini bagus, dengan ide yang luar biasa. Aku berpikir “jika di film kan dengan cast yg sama sepertinya akan sangat bagus” ‘-‘)b

  5. makin seru aja ceritanya
    terungkap semuanya
    astaga bener bener rumit ya ceritanya
    aihhh chap depan pasti lebih seru lg
    sungmin pasti masa lalu siwon ckckck
    semuanya berhati hati takut musush dalam selimut

  6. aku ngerti akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
    sungmin najis jijay jd doll nya sooman
    jgn – jgn yg diblg mina ” sejak dya pergi ” dan ekspresi siwon berubah itu sungmin ???
    mereka rapat itu mw ngpain si
    najis geli tralalalalal dah inget sungmin jd doll nya sooman
    kok feeling aku sungmin itu mantan pacar siwon yg mengkhianati siwon dan pergi dr siwon untuk ke sooman ya ???
    aaa penasaran

    nggk pa2 dikit NC
    aku seneng seneng aja kok
    seru ceritanya

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s