Chapter 3: Changmin’s Day


Warn: Don’t Like Don’t Read and

NO PAIR WAR

Hargailah setiap pendapat yang anda. Kalau tidak bisa, silakan saya antar anda klik tanda silang dan keluar dari ff ini. Terima kasih.

HARD BDSM.

Can’t bare it? Don’t Read!

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2

.

.

Chapter 3

.

.

Ah, terima kasih Taecyeon.

Ini untuk anda juga, anda pasti memerlukan kopi untuk menenangkan diri.

Sebentar lagi salah satu dari mereka akan keluar, saya juga tidak tahu itu siapa.

Kalau boleh bilang, saya tidak ingin Changmin yang keluar.

Eh, Taecyeon?

Oh hampir lupa. Perkenalkan, ini Ok Taecyeon. Dia adalah salah satu yang menjaga tempat ini.

Anda tentu tidak berpikir kalau para master yang harus menjaga tempat ini bukan? Mereka mempekerjakan beberapa orang yang sudah terikat kontrak. Lagipula banyak yang bekerja untuk menjaga tempat ini mencalonkan diri sendiri. Entahlah, saya juga tidak tahu. Tapi, kalau untuk Taecyeon, kalau tidak salah ingat karena dia ingin melindungi salah seorang slave di bawah.

Benar bukan itu, Taecyeon?

Ah, rupanya ingatanku masih bagus.

Anda tentu tahu tempat ini seperti penjara bukan? Dan yang menjaga di sini bisa dikatakan sebagai sipir penjara. Mereka memastikan agar tidak terjadi keributan. Jangan heran, dunia ini tidak seindah yang anda bayangkan. Bahkan jauh lebih buruk.

Ah, sudah ada yang datang. Mari kita lihat siapa yang datang.

Oh tidak. Maaf, saya tinggalkan anda dulu kalau begini. Saya harus mempersiapkan itu.

.

.

Dari balik pintu panggung, kaki panjang seorang Shim Changmin mengambil langkah lebar sehingga dalam beberapa langkah dia sudah berada di tengah panggung. Namja tinggi itu hanya memakai kemeja putih yang sedikit transparan sehingga kita bisa melihat di balik kemejanya, tubuhnya diikat oleh tali secara horizontal dan vertikal. Kedua tangannya dia angkat menyatu ke atas untuk dimasukkan ke dalam borgol yang memang digunakan untuk mengikat tangan para personal slave.

Suara siulan serigala dari Minho memenuhi ruangan. Namja itu menyengir lebar dan melirik ke arah Se7en yang sedang menatap tajam ke arah personal slave-nya. TOP hanya menghela nafas sementara Siwon terlihat sedikit ragu. Sementara sang head master sendiri sedang melihat ke arah Changmin dengan ekspresi datar.

”Kau yang datang?” tanya TOP memecah keheningan di antara mereka. Terlihat Changmin mengangguk dengan mantap. Ekspresinya sedikit datar dan tatapan matanya terlihat tegas, penuh keyakinan. ”Kau tahu sekarang bukan giliranmu, bukan?” Changmin mengangguk.

Baru saja TOP mau mengatakan sesuatu, Yunho sudah berdiri dan berjalan menuju ke panggung. Sembari berjalan dia berkata dengan datar, ”Minho, Taemin harus datang untuk kali berikutnya atau kau akan terkena hukuman. Dong Wook,” Jika Yunho memanggil Se7en dengan nama aslinya berarti sang head master menginginkan jawaban yang serius. ”Kau yang tentukan.” Langkah Yunho terhenti tepat di depan tangga panggung dan wajahnya berputar untuk menatap Se7en.

Sebuah seringaian menjadi jawaban Se7en. Dia berdiri dengan kedua tangan berada di saku celananya. ”Terserah kalian saja, aku sudah tidak tertarik, nanti akan kuurus dia. Kalian nikmati saja selagi bisa.” Setelah berkata begitu, dia berbalik dan melambai. Tak lama dia menghilang dalam kegelapan.

”Dasar,” desis Minho.

”Jangan begitu, kau sendiri tahu alasan kenapa dia mengganti keempat personal slave-nya bukan?” tegur TOP yang sudah berdiri dan mengambil langkah. ”Ayo, kita tidak mungkin melewatkan hidangan nikmat bukan?”

Minho dan Siwon menyeringai. Ketiga master itu segera menghampiri Yunho yang sudah berada di samping Changmin dan menekan sebuah tombol. Tepat di samping Yunho, lantai panggung berdiri seperti sebuah meja yang di atasnya terdapat beberapa sex toys yang biasa digunakan. Vibrator, dildo, anal beads, butt plug, dan lainnya. ”Kita mulai dari mana?”

”Terserah anda, Yunho-shi.” jawab Changmin dengan datar. Yunho mengangguk senang sembari dirinya mulai memilih mainan yang akan digunakannya.

”Hmm…kau cukup tampan dan manis, pantas si Se7en itu suka padamu.” gumam Minho yang memegang dagu Changmin sembari memeriksa wajah Changmin.

TOP berada di belakang Changmin dan memeriksa tubuh namja tinggi itu. ”Untuk personal slave Se7en, kau cukup bersih. Kupikir tubuhmu akan penuh dengan luka.”

”Se7en-shi tidak menyentuh saya selama dua hari ini sehingga luka saya mulai menutup.” jawab Changmim datar membuat TOP mengangguk tanda mengerti. Dia kemudian menelusuri tubuh Changmin dari belakang dan mencium aroma rambut personal slave Se7en itu.

Safe word?” tanya Siwon yang sedang bersama Yunho memilih mainan yang ada.

Hening sesaat sampai Changmin kemudian membuka mulutnya, ”Saya tidak memerlukannya. Saya tidak pernah memakainya dengan Se7en-shi.”

”Tidak perlu?” Minho yang berada di hadapan Changmin menaikkan kedua alisnya merasa tertarik dengan jawaban namja yang sedikit lebih tinggi darinya. ”Kau cukup menarik, Minku.”

Changmin kemudian menatap tajam ke arah Minho ketika dirinya dipanggil Minku. ”Maaf, saya menghargai anda, tapi hanya Se7en-shi yang boleh memanggil saya Minku.”

Plak.

Tamparan keras diberikan kepada Changmin oleh Minho membuat ketiga master yang lain menghentikan gerakannya. ”Sekali lagi kau melawanku dan kau akan tahu akibatnya.” Changmin hanya terdiam dan menatap dengan ekspresi kosong ke arah Minho membuat master termuda itu geram. ”MENGERTI?”

”Cukup Minho!” tegur TOP yang tidak suka dengan tingkah laku master muda yang ada di hadapannya. ”Biarkan saja dia, lagipula kau cukup tahu apa yang bisa Se7en lakukan padamu jika dia tahu kau terus memanggilnya dengan Minku.”

Minho tak menjawab, melainkan hanya menatap kesal ke arah TOP tahu bahwa hyung-nya itu benar. Kalau sudah mengenai sesuatu yang personal, Se7en bisa berubah menjadi serigala jika diperlukan. ”Kau tidak perlu menggunakan safe word? Kau tahu itu hakmu bukan?” Siwon sekarang sudah berada di hadapan Changmin bersebelahan dengan Minho. Wajahnya terlihat sedikit khawatir. Biar bagaimanapun yang ada di hadapannya adalah makhluk hidup.

”10 jam.” ujar Changmin membuat semua master kecuali Yunho bingung. ”Kalau saya harus melayani anda selama lebih dari 10 jam, maka saya akan menggunakan safe word, namun jika tidak, saya tidak memerlukannya.”

.

.

Hai, sudah sampai di mana kita?

Oh, Changmin tidak memerlukan safe word? Benar-benar namja misterius.

Anda penasaran kenapa semua master kaget? Tentu saja, pasalnya tidak mungkin melakukan hal itu tanpa memerlukan safe word dan 10 jam berturut-turut adalah sesuatu yang bisa dikatakan keajaiban.

Minho saja setahu saya bisa melakukannya paling lama 7 jam karena Taemin akan menggunakan safe word-nya pada jam ke 6. Hal mustahil bagi Minho untuk benar-benar mendengarkan personal safe-nya, tapi setidaknya Taemin sudah menduga akan hal itu dan mengucapkannya satu jam sebelum dia sungguh-sungguh sudah tidak sanggup.

Ayo kita lanjut, anda tentu tidak ingin mendengar ceramah saya bukan?

Anda mau tahu saya pergi ke mana tadi? Sebentar lagi anda juga akan tahu.

.

.

Gelak tawa Minho terdengar memenuhi ruangan itu. ”10 jam tanpa safe word? Baiklah, ayo kita buktikan apa kau bisa melakukannya dan jangan kau pikir kami akan berhenti setelah 10 jam. Mungkin yang lain iya, tapi aku akan terus melakukannya sampai kau pingsan dan tak bisa mengucapkan apapun dari mulutmu lagi.” Minho terhenti seesaat. ”Tapi, setelah dipikir-pikir lebih baik aku tutup saja mulutmu.” Dan master itupun berjalan menuju ke meja sex toys itu dan mengambil sebuah penutup mulut berbentuk lingkaran sehingga mulut Changmin harus terbuka sebesar lingkaran itu.

Sementara itu Siwon mengucapkan sesuatu secara samar-samar, ”Mianhae.” sebelum dia menutup mata Changmin dengan penutup mata berwarna hitam. ”Urmm…” Desahan keluar dari Changmin ketika bibirnya dilumat dengan ganas oleh Siwon. Dia membuka bibirnya untuk membiarkan lidah Siwon masuk dan menjelajahi setiap inci dari mulutnya.

Drr…drr…

Suara getaran dari vibrator yang dipegang Yunho terdengar jelas di telinga Changmin. Ketika salah satu indera ditutup, indera lainnya akan bekerja lebih keras, begitu pula dengan indra pendengaran Changmin sekarang. Semuanya terdengar begitu jelas, deru nafasnya, suara getaran vibrator, suara langkah kaki, bahkan suara seseorang yang sedang menjilati sesuatu.

Minho sedang menjilati penutup mulut yang akan digunakannya pada Changmin sembari berjalan mendekat ke arah tengah panggung. ”Mari kita buktikan seberapa lama kau benar-benar bisa bertahan.”

Suara sesuatu disobek terdengar. Kemeja putih yang dikenakan Changmin tadi sekarang sudah tercerai berai menjadi beberapa bagian menampilkan tubuh atletis Changmin yang diikat oleh tali. Kejantannya sendiri sudah diletakkan cock ring agar dia tidak mencapai orgasme kecuali diperbolehkan oleh salah satu master.

Rambut pendek Changmin dijambak dengan kasar oleh Minho membuat namja tinggi itu sedikit menunduk ke belakang. Siwon yang sudah tidak mencium Changmin segera menjilati bagian tubuh slave itu yang lain. TOP masih berada di belakang dan melihat kedua master yang sudah mulai beraksi. Dia melirik ke arah Yunho yang hanya berdiri tegak tanpa melakukan apapun.

”TOP, lepaskan ikatan tangannya.” perintah Yunho. TOP mengangguk dan segera melakukan apa yang diperintahkan untuknya. Ketika ikatan Changmin terlepas, kedua master menghentikan aktivitasnya. Minho segera mendorong Changmin ke samping dengan keras menimbulkan bunyi ’Thud’ yang menggema di ruangan.

Dari arah depan panggung, di depan Changmin berdiri tadi, naiklah Pillory. Pillory adalah tempat yang digunakan orang zaman dahulu untuk menghukum para narapidana. Pillory adalah sebuah papan yang terdapat tiga lubang, dua untuk tangan, dan satu untuk kepala. TOP mengangkat Changmin dan membawanya ke depan pillory. Dibukanya bagian atas pillory sehingga kepala dan tangan Changmin bisa diletakkan di dalamnya dan kemudian dia menutupnya kembali. Kedua tangan Changmin dibiarkan di samping tubuhnya untuk keperluan nanti.

Ukuran lubang kepala cukup besar sehingga leher Changmin yang masih memakai collar tidak terlalu sesak. Kakinya ditekukkan sehingga dia bisa menopang berat tubuhnya dan berlutut. Pantatnya ditunggingkan memperlihatkan butt plug yang berwarna hitam yang dipakainya. ”Yunho-hyung, butt plug-nya perlu kukeluarkan?” tanya Minho yang dijawab dengan angguk dari Yunho.

”Arghh!” Mulut Changmin yang belum ditutup oleh Minho mengeluarkan erangan ketika butt plug tersebut ditarik keluar begitu saja. Minho menyeringai. ”Aku lupa dengan mulutmu rupanya.” Baru saja dia hendak berjalan ke arah depan, dirinya dihentikan oleh TOP. ”Kenapa?” desis Minho.

”Biarkan saja, lebih asyik kalau ada suara, bukan?” cengir TOP yang akhirnya dibalas oleh anggukan Minho.

Siwon terlihat sedikit berlutut di depan wajah Changmin dan menjilati wajah namja yang tak bisa bergerak itu. ”Hmm…rasamu manis seperti Kyu dan Bummie.” gumamnya cukup keras hanya untuk didengar Changmin.

”Minho, masukkan kelereng ini sebanyak 10 buah ke dalamnya.” perintah Yunho. Minho menurutinya dan memasukkan kelereng yang baru diambilnya dari Yunho sebanyak 10 buah.

Ketika Yunho sudah berjalan mendekati ke arah Changmin, dia berjongkok sementara ketiga master berdiri. Siwon di samping kiri Yunho, di depan Changmin, Minho berada di tubuh samping kiri Changmin dan TOP berada tepat di belakangnya. ”10 jam kau bilang? Setiap 1 jam berlalu, kelereng itu akan kukeluarkan 1 dan kalau kau bisa bertahan selama 10 jam seperti yang kau janjikan, maka kau akan kuberikan waktu istirahat besok dan aku ijinkan kau dengan satu temanmu keluar dari tempat ini tentunya dengan salah satu pengawalku. Tapi, kalau kau kalah, jangan harap kau bisa melihat cahaya matahari lagi, bagaimana?”

”Saya pegang janji anda.” jawab Changmin dengan tegas. Meskipun matanya ditutupi, tapi ekspresi dirinya terlihat datar dan penuh tekad.

”Kau tahu?” tanya Yunho yang sudah berdiri. ”Aku paling benci dengan namja sombong seperti dirimu.”

Dhuag.

Dia menginjak kepala Changmin dengan kakinya yang menggunakan sepatu. Changmin tak mengeluarkan reaksi apapun selain ekspresi datarnya kembali. Yunho mengangguk memberi aba-aba kepada keempat master untuk memulai kegiatan mereka. ”Aku ingin merasakan mainan Dong Wook yang kali ini. Apa yang membuatnya tertarik begitu lama denganmu?” ejek Yunho yang berjalan kembali ke arah meja dan mengambil sebuah cambuk berwarna hitam.

”Urgh.” Mulut Changmin segera didesak masuk oleh kejantanan Minho tanpa aba-aba.

Ctar. Ctar.

Suara cambukan menggema di ruangan, membuat bulu roma berdiri. Yunho menikmati kegiatannya menciptakan jejak-jejak merah pada tubuh namja jangkung yang pasrah di hadapannya. ”Karena.” Satu kali. ”Orang sepertimu.” Dua kali. ”Membuatku.” Tiga kali. ”Muak.”

Changmin memfokuskan dirinya untuk menikmati apa yang ada di mulutnya daripada sakit yang dia rasakan pada tubuhnya. Lidahnya menjilati kejantanan Minho dengan lihainya. Mulutnya seperti mengulum es krim yang dia sukai. Dirinya sedikit tersedak ketika ujung kejantanan Minho menyentuh ujung mulutnya. Rambutnya dijambak dengan kasar yang dia yakin pasti sebagian akan rontok.

Dia mengerang kesakitan ketika sesuatu masuk ke dalam tubuhnya bergabung dengan 10 kelereng yang dimasukkan Minho tadi. TOP menembus diri Changmin tanpa persiapan dan aba-aba. Seperti katanya, melihat hidangan nikmat seperti ini tidak mungkin dilewatkannya begitu saja. ”Ahh..so tight…” racau TOP.

Tangan kanan Changmin digapai oleh Siwon ke arah kejantananya yang sudah menegang. ”Oh yessh.” desah Siwon ketika tangan Changmin mulai mengocok kejantananya dengan lihai. Dia berhasil menyentuh titik-titik sensitif dalam diri Siwon.

Sementara Yunho sudah berhenti mencambuk Changmin dan mengagumi karya yang dia buat. Tubuh Changmin yang putih mulus sekarang sudah penuh dengan corak merah bahkan ada beberapa bagian yang sudah mengeluarkan cairan merah. Dia melempar cambuk itu entah ke mana dan segera menyodorkan kejantannya ke tangan kiri Changmin yang tak melakukan apapun. Changmin yang tahu apa yang harus dikerjakannya segera melakukan hal yang sama pada Yunho seperti yang dia lakukan pada Siwon.

Splurt.

Minho yang mencapai orgasme pertama dan mengeluarkannya dalam mulut Changmin. ”Telan dan jangan sisakan sedikitpun.”

Gulp.

Changmin langsung menelan cairan putih tersebut tak bersisa. Ketika Minho mengeluarkan miliknya Changmin segera menjilati bibirnya yang masih tersisa cairan putih sedikit. Dia mulai menikmati apa yang dia alami sekarang. Setidaknya itu jauh lebih baik daripada dia harus meratapinya. Katakan saja dia masokis, dia tidak peduli, karena hanya rasa sakitlah yang membuktikan bahwa dia masih hidup.

Slurp.

Indera pendengarannya menangkap suara seseorang sedang menjilati sesuatu dan sepertinya dia bisa menduga apa yang terjadi.

Minho yang sudah mencapai orgasmenya tadi segera berjalan menuju ke arah kumpulan sex toys dan mengambil sebuah pisau yang cukup tajam. Lidahnya menjilati pisau tersebut seperti seorang ahli, tak takut akan melukai lidahnya. T-shirt merah Minho yang dikenakannya segera dilepasnya karena sudah mulai berkeringat. Ketiga master lainnya masih memakai baju lengkap karena terlalu sibuk dengan kenikmatan mereka masing-masing.

Kepala Changmin terangkat sedikit oleh pisau yang diarahkan Minho ke dagunya. ”Well, ayo kita lihat apakah kulit putihmu ini akan terlihat indah dengan warna merah.”

”Urgh…” Changmin merintih kesakitan ketika goresan pertama dibuat di pipi kanannya.

”Hmm…red suits you better.” gumam Minho sembari menyeringai dan melanjutkan menggores pipi kiri Changmin. Kali ini namja yang digores itu tidak mengeluarkan suara sebaliknya dia menggigit bibir bawahnya untuk mencegah agar suaranya keluar.

Splurt.

Akhirnya setelah cukup lama TOP bisa mencapai orgasmenya. TOP mengeluarkan miliknya dari dinding hangat milik Changmin. Kejantananya keluar bersama dengan aliran cairan putih miliknya. Kejantanan Changmin terlihat sudah mulai memerah namun dia tidak bisa keluar karena cock ring yang menghalangi jalan keluar cairan putihnya. Dan bisa juga karena TOP tidak menyentuh titik prostatnya. Lagipula TOP juga tidak peduli karena yang penting dirinya dipuaskan dan bukan sebaliknya. Dia menunduk sedikit dan menjilat cairan putih miliknya yang mengalir keluar dari hole yang ada di hadapannya.

Slurp.

Minho menjilati luka yang dia buat di pipi Changmin yang totalnya ada lima. Dua berbentuk X di pipi kiri dan kanan Changmin sementara satu garis pendek miring di kening Changmin. ”Hmm…that taste good. Rasanya aku mulai bisa mengerti kenapa Se7en menyukaimu.”

Dhuag.

Yunho yang tidak sabaran dengan gerakan tangan Changmin segera menendang tubuh namja yang masih penuh luka itu. ”Faster, bitch!

”Oh..ahh..” Lain Yunho, lain pula Siwon. Master yang satu itu terlihat cukup menikmati dengan gerakan yang dilakukan Changmin dan bisa dilihat bahwa miliknya mulai membesar dan cairan precum membasahi tangan yang memanjakannya.

Splurt.

Akhirnya, Siwon mengeluarkan cairan putihnya di tangan Changmin. ”Hah..” Dia mengambil nafas panjang sebelum perlahan menarik dirinya dari tangan Changmin.

”Argh, kau pelan sekali!” Yunho yang merasa kesal segera menarik miliknya dan berjalan ke belakang. Dia menyuruh TOP untuk bergeser ke posisi lain sehingga sekarang dirinya berada pada hole Changmin.

Jleb.

Sekali lagi tanpa aba-aba dirinya dimasuki dengan kasar menyebabkan rasa perih di bagian bawahnya dan jangan tanyakan kalau ada sedikit cairan merah yang bercampur dengan cum TOP tadi. ”Ahh..yesh..” Yunho mengeluarmasukkan kejantanan miliknya dengan tempo yang begitu cepat membuat kepala Changmin harus berbenturan dengan kayu yang mengikat lehernya.

”Lepaskan saja pillory itu.” ujar Siwon yang disetujui oleh TOP.

Minho yang berada di depan Changmin segera membuka bagian atas pillory dan menarik rambut namja itu dengan kasar sekali lagi. ”Hmm…let’s start the game, shall we?” Dia menggeser pillory bagian bawah sehingga kepala namja yang ada di atasnya segera menubruk tanah dengan keras. Kaki Minho menginjak kepala Changmin yang masih belum mencium lantai panggung dengan perasaan yang sedikit kesal.

Yunho akhirnya mencapai orgasmenya setelah mengeluarmasukkan miliknya beberapa kali di dalam dinding Changmin. Miliknya juga mendapat gesekan dari kelereng yang ada di dalam tubuh namja yang dimasukinya sehingga reaksinya lebih cepat dari perkiraan. ”Ahh…finally.” Diapun segera mengeluarkan miliknya disertai dengan cairan merah dan putih yang mengalir turun dari dinding namja yang dimasukinya tadi.

TOP mengangguk pada Siwon yang dijawab dengan anggukan tanda mengerti dari namja pemilik Choi corporation itu. Mereka berjalan ke arah Yunho yang bergerak mundur membiarkan dua master tersebut melakukan apa yang ingin mereka lakukan.

Master yang sibuk menginjak kepala Changmin tadi sekarang menendang tubuh namja tak berdaya itu sehingga tubuhnya berputar. Sekarang kepala Changmin menghadap ke atas dan kedua tonjolan di dadanya terlihat menegang dan meminta untuk dimanjakan. Kejantanannya sendiri sudah mulai membesar dan memerah karena sakit tak bisa mencapai orgasme. ”Hmm…memang dasar pelacur, lihat saja kau menikmati semuanya bukan?” ejek Minho yang menginjak dada kiri Changmin dengan kakinya yang beralaskan sepatu.

Jleb.

Changmin bisa merasakan tubuhnya kali ini benar-benar terbagi dua ditambah lagi rasa perih yang tercipta karena luka akibat dimasuki tanpa persiapan tadi membuat sakit kali ini lebih daripada sakit yang pernah dialaminya. Dia yakin ada dua master yang memasukinya dan dia bisa menebaknya, Siwon dan TOP. Air mata mulai mengalir pelan dari kedua matanya yang di balik penutup mata. Dia menggigit bibir bawahnya sampai sedikit luka karena tidak ingin mengeluarkan suara apapun yang bisa memicu libido dari keempat master yang sedang menyetubuhinya.

”Hei, kau bisa menangis juga rupanya?” Suara ejekan Yunho terdengar begitu jelas di telinganya. Sepertinya head master itu sedang berada tak jauh darinya.

Benar saja, karena Yunho sedang berjongkok di sebelah kanan Changmin. Jari-jari Yunho segera memilin milik Changmin dan menariknya sedikit jauh sehingga Changmin harus menahan rasa sakit dari ketiga sisi, kiri, kanan, dan bawah. ”Arhh…” Dia mengeluarkan desahan diiringi erangan kesakitan ketika salah satu dari kejantanan yang memasuki tubuhnya menusuk sesuatu di dalamnya. Mungkin juga kelereng yang ada di dalamnya, tapi dia tidak peduli. Pikirannya sedikit terbagi antara kenikmatan dan sakit yang dia rasakan. Sakit karena nipple kanannya digigit oleh Yunho dengan keras sehingga mengeluarkan sedikit darah. Sementara dada kirinya diinjak dengan tanpa perasaan oleh Minho.

10 jam seperti ini rasanya sangat mustahil apalagi sekarang baru mau berlalu 1 jam. Entah apa yang membuat Changmin yakin dia bisa melewatinya.

.

.

Maaf, apakah anda masih mau melanjutkannya? Atau mau saya antarkan berkeliling?

Mungkin anda tertarik untuk melihat ruangan para master?

Nanti 2 jam sebelum berakhir saya akan antarkan anda kembali ke sini, tenang saja.

Bagaimana?

Oke? Baiklah, ayo.

.

.

Ini adalah lantai 1 tempat Yunho tinggal. Terlihat dari penampilannya yang cukup sederhana, kamarnya juga demikian.

Hanya ada beberapa rak buku yang berisi buku-buku dan dokumen penting dari semua informannya.

Jangan sentuh. Ada beberapa buku yang berisi rahasia daripada semua slaves yang ada di sini.

Jika anda tahu maka saya tidak yakin Yunho akan membiarkan anda begitu saja.

Entah kenapa Yunho memasang lukisan ini di kamarnya. Lukisan seorang malaikat yang memiliki sayap putih di sebelah kanan dan sayap hitam di sebelah kiri. Sayap malaikat itu terlihat rontok dan ada warna merah darah pada muka sang malaikat.

Judul lukisan ini adalah Fallen Angel. Entah mungkin menceritakan malaikat yang berubah menjadi iblis karena jatuh dalam dosa atau apa saya juga kurang paham.

Hei, jangan sentuh pintu hitam itu. Aish, ke mana Taecyeon dan Taeyang?

Oh Taeyang? Sama seperti Taecyeon, dia juga bertugas untuk menjaga apa yang ada di balik pintu hitam ini.

Anda mau masuk? Hmm…saya tidak yakin itu keputusan yang tepat.

Belum saatnya.

Mari saya bawa anda ke tempat lain, ah, di situ rupanya kau Taeyang, ke mana Taecyeon?

Kau tahu kan apa jadinya kalau Yunho menemukan kau dan Taecyeon tak berada pada tempat kalian? Oh, Taecyeon di dalam? Ya sudahlah kalau begitu.

No. Aku tidak tertarik untuk mendengar apapun alasannya. Semakin aku tidak tahu semakin baik. Baiklah, selamat bekerja aku akan mengantar tamu kita berkeliling. Jaga dengan baik.

Ayo, kita ke lantai dua.

.

.

Kamar TOP memakai wallpaper pink.

Rasanya saya sudah pernah bilang kalau TOP itu suka dengan warna pink. Jangan karena wajahnya sangar jadinya dipikir dia itu jahat.

Sebenarnya, bisa dibilang TOP itu cukup baik, tapi memang sedikit kalah baik dari Siwon atau mungkin dia hanya malu saja ya? Ah, maaf saya jadi mengoceh tak jelas.

Master kita ini suka dengar musik jadi tentu saja dia memiliki koleksi speaker yang besar lagipula dia harus pandai memilah bakat yang akan dia seleksi.

Oh, buku itu isinya tulisan rap yang dia buat di kala senggang.

Ayo kita jalan lagi, TOP itu paling tidak suka jika barangnya diobrak-abrik jadi lebih baik kita segera pergi.

.

.

Master kita yang satu ini suka sekali dengan komik jadi jangan heran jika rak bukunya dipenuhi segala jenis komik sampai ke yang langka dan unik sekalipun.

Dia juga suka bermain bola basket, sepak bola, dan beberapa olah raga lainnya. Makanya jangan heran walau tubuhnya lebih kecil dari yang lain, tubuhnya juga atletis.

Minho itu sedikit narsis sepertinya jadi cukup banyak foto dirinya.

Eits, jangan sentuh album itu.

Album itu berisi para slave yang dia siksa selain Taemin.

Hahaha…anda tentu tidak berpikir kalau dia hanya bermain dengan Taemin bukan?

Para master di sini rata-rata mempunyai satu atau dua slave lain selain personal slave mereka.

Mungkin hanya Se7en dan TOP yang jarang terlihat berada di balik pintu hitam yang ada di kamar Yunho tadi.

TOP karena sebenarnya dia tidak begitu tertarik dengan hal-hal seperti ini.

Sementara Se7en? Entahlah, semenjak Changmin datang, dia jarang atau bahkan tidak pernah pergi lagi ke balik pintu hitam itu.

Hahaha…jangan naif, mereka tidak cinta sama personal slave mereka. Mereka hanya merasa lebih nyaman dengan para personal slave tersebut.

Yunho? Dia sih memang sering berada di balik pintu hitam itu, tapi lebih ke urusan bisnis untuk mendata berapa yang masih tersisa dan perlukah dia mencari lagi yang baru.

Mengenai kedua master yang lain, alangkah lebih baik jika anda tidak tahu terlalu banyak.

Mari kita lanjutkan perjalanan kita.

.

.

Lantai 4 dan 5 sudah anda tahu, mari langsung ke lantai 6 saja.

Choi Siwon.

Mengingat sifat namja ini, cukup membingungkan ketika dia menjadi master di tempat ini.

Apakah anda tahu kalau dia dulu calon pendeta? Ya, tapi entah kenapa dia malah berbalik dan meninggalkan hal itu.

Tidak, dia tetap mempercayai apa yang dulu dia percayai, mungkin ada sesuatu terjadi ketika dia menjadi pendeta membuat dia berubah pikiran.

Rak bukunya berisi banyak buku-buku teologi Kristiani dan jangan lupakan alkitab dari segala jenis terjemahan.

Bisa kita katakan kalau dia cukup serius menjalani dirinya sebagai pendeta dulu, tapi entahlah.

Cincin hitam itu? Saya juga tidak tahu. Tapi dia selalu melarang siapapun untuk menyentuhnya, entahlah.

Tubuhnya yang paling atletis di antara yang lain karena dia paling rajin ke gym yang ada di kamarnya. Entah berapa kali mesin gym harus diganti karena keseringan dipakai.

Anda tidak mau tahu digunakan untuk apa mesin tersebut tentunya.

Berikutnya lantai tujuh ya. Saya ingatkan satu hal, hati-hati karena sekarang Se7en sedang berada di kamarnya.

.

.

Kamar Se7en cukup polos dibanding yang lain. Namja ini lebih suka menyimpan segala sesuatu di dalam dirinya sendiri.

Memang dia terlihat periang dan ceria, namun ada sesuatu yang menyebabkan Yunho tertarik pada diri Se7en sehingga dia ditarik Yunho untuk menjadi master di sini.

Awas, Mitsu sangat tidak suka dengan orang baru, seperti yang sudah saya katakan dia hanya jinak kepada master-nya tak peduli apapun yang terjadi sementara kepada master lainnya dia hanya melihat dari jauh tanpa bermaksud mendekati.

Mungkin karena Se7en merawat Mitsu dari kecil sehingga serigala Jepang itu begitu menyayangi tuannya. Lagipula, ketika bersama serigalanya Se7en lebih terlihat sebagai manusia.

Eh? Perkataan TOP barusan? Mengenai alasan Se7en mengganti keempat personal slave-nya. Sebentar lagi anda akan tahu.

Sepertinya perjalanan kita sudah selesai, ayo kita kembali ke panggung.

Sebentar lagi juga sudah mau 10 jam. Ayo, anda tentunya tidak mau ketinggalan acara ini. Kapan-kapan akan saya jawab pertanyaan anda lagi.

.

.

1 jam lagi tersisa dan Changmin masih terlihat sanggup melakukannya meski tubuhnya terlihat lebih berantakan dari kala pertama dia masuk, bahkan jauh lebih parah dari keadaan Taemin. Badannya terbaring di atas lantai masih dengan penutup mata di matanya. Kedua tangannya tergeletak tak berdaya di samping kepalanya. Darah berceceran di sekitar tubuhnya. Di perutnya juga penuh dengan cairan merah dan jangan tanyakan bagian bawahnya. Dari dalam dindingnya cairan merah terus mengalir keluar bahkan dia terlihat sedang memakai celana dengan kombinasi warna kulit dan merah. Bagian bawahnya sobek terlihat dari beberapa iris kulit yang bertebaran di bagian bawahnya.

Meski demikian, para master masih melakukan kegiatan mereka tadi. 9 kelereng terlihat di atas meja sex toys tanda bahwa Changmin sudah melewati 9 jamnya.

Minho kali ini duduk di atas perut Changmin dan dia tidak segan-segan untuk meletakkan seluruh tubuhnya ke atas tubuh Changmin yang penuh dengan luka. Lidahnya menjilati pisau tanpa rasa takut. Keadaannya tak berbeda dari para master yang sudah melepas baju mereka sehingga mereka sama polosnya dengan Changmin. Peluh keringat membasahi rambutnya. Pisau yang dijilatinya tadi segera menggores kembali tubuh Changmin yang sudah penuh dengan luka. Namun namja yang berada di bawahnya sudah tak bisa mengeluarkan apapun. Dirinya sudah begitu lelah, namun karena janji dari head master, dia bertekad untuk memenangkan pertarungan ini.

Dirinya dimasuki tanpa persiapan entah keberapa kalinya oleh Yunho dan Siwon untuk saat ini. Keduanya saling bergesekkan dan Changmin bisa merasakan hole-nya yang lebih lebar dari sebelumnya karena saat ini dia tidak begitu merasakan sakit. Bahkan saat ini dia sudah tidak merasakan apapun. Air matanya sudah kering dan habis. Bibirnya yang luka dicumbu pelan oleh TOP, dia sungguh bersyukur TOP tidak dengan nafsu melahap mulutnya atau dia yakin dia tidak akan bisa makan dengan mudah. Berkat TOP juga dia bisa mengeluarkan orgasmenya sebanyak tiga kali – lebih sedikit dari yang biasa diijinkan oleh Se7en. Tapi setidaknya berkat itu dia bisa melepaskan apa yang ada di dalamnya dan bertahan sampai sejauh ini.

”Urmm…” Changmin sengaja mengeluarkan sedikit desahan agar TOP yang menciumnya sedikit terangsang. Biar bagaimanapun dia juga ingin memberikan pelayan pada master dari sahabat baiknya –G-dragon.

.

.

Oh, anda tidak percaya?

Memang Changmin terlihat lebih sering bicara dengan Jaejoong, tapi Changmin lebih menganggap personal slave head master itu sebagai hyung yang dihormatinya.

Tapi berbeda dengan Jiyong atau G-dragon. Changmin suka bercanda dengan namja itu terkadang dengan Kyuhyun juga.

Kalau dengan Kyuhyun, Changmin lebih membahas soal game, dengan Jiyong, Changmin bisa membahas beberapa hal yang cukup penting.

Dengan Jaejoong jika dia memerlukan nasihat yang benar-benar bisa diandalkan.

Kibum? Mereka jarang berbicara, lebih tepatnya setiap Kibum muncul, Changmin selalu berada di kamar Se7en melayani master-nya.

Heh. What a coincidence, eh?

Sst…lebih baik kita lihat dulu. Bicaranya nanti saja.

.

.

Splurt.

Sekali lagi entah keberapa kalinya hari itu, Yunho dan Siwon mengeluarkan cairan putih mereka dalam tubuh Changmin. Mereka menutup mata karena nikmat dan merasa enggan untuk meninggalkan dinding hangat yang melingkupi mereka tadi.

”Huh, ternyata kau benar-benar bisa bertahan 10 jam, eh?” ejek Yunho dengan suara keras. Dia mencabut miliknya dengan kasar mendatangkan erangan kesakitan dari mulut Changmin yang masih berciuman dengan TOP.

TOP segera melepas lumutannya dan mengelus kepala namja yang berbaring itu dengan lembut. Dia mengecup luka pada kening itu cukup lama sementara Minho mulai berdiri dan mengagumi mahakaryanya pada tubuh Changmin. Siwon yang terakhir berada pada diri Changmin akhirnya menarik dirinya keluar dengan enggan. Yunho segera memasukkan kepalan tangannya begitu Siwon keluar dan mencari-cari kelereng yang tersisa. ”ARGH!!”

”Hmm..what a slutty hole, eh? Sampai-sampai dia menelan kelereng dengan rakusnya. Ah, itu dia.”

”ARRGGGHHHH!!!” Suara teriakan Changmin terdengar menyayat hati karena Yunho mengeluarkan kelereng dalam tubuh Changmin tanpa perasaan. Tangan Yunho juga jadi dilukisi oleh cairan merah dari Changmin. ”Hmm…kau benar-benar bisa bertahan 10 jam, baiklah, kau boleh pergi besok dengan satu orang dari teman-temanmu, silakan pilih. Tapi ingat,” Dia menjambak rambut Changmin. ”Jangan mencoba-coba kabur karena kau tahu itu mustahil.” Changmin tak menjawab selain memberikan senyuman datar. ”Kau kuijinkan pergi dari jam 8 sampai jam 10 malam. Lewat daripada itu, kau tahu apa akibatnya. Pergi lebih pagi atau lebih telat tak masalah, tapi pulang lebih malam, kepalamu akan kumasukkan dalam tubuh Mitsu dengan tanganku sendiri. Mengerti?”

”Sudah selesai?” tanya Changmin dengan datar. ”Sudah selesai bicaranya?”

Dhuag.

Yunho melempar kepala Changmin hingga membentur lantai dengan keras. ”Jangan menentangku pelacur!”

”Terima kasih.” Changmin tersenyum mengejek ke arah Yunho. ”Saya mengerti, boleh saya lepaskan penutup mata saya sekarang?”

TOP berjongkok dan melepaskan ikatan penutup mata Changmin dengan pelan juga ikatan pada tubuhnya yang menimbulkan bekas pada kulit putih namja itu. Mata Changmin tertutup sebentar untuk menyesuaikan cahaya yang akan diterimanya. Setelah mengedip beberapa kali dia akhirnya bertatapan dengan Yunho. Tatapan matanya lembut dan kosong seolah dia tidak baru saja disetubuhi habis-habisan oleh keempat master. ”Terima kasih,” gumamnya pelan. ”Apakah saya boleh kembali pada master saya?”

Yunho menatap geram ke arah slave yang ada di depannya. ”Silakan.” Kepala Yunho menatap ke asal suara yang memberi ijin. Ketika ditatapinya TOP yang mengangguk pelan, Yunho hanya memalingkan muka. Kalau master itu memberikan perintah, dia sudah tidak bisa melawan meskipun kedudukan Yunho lebih tinggi. ”Taecyeon.” Seorang namja bertubuh tegap dan berpakaian segera berjalan ke arah panggung. ”Bawa dia ke lantai tujuh di mana Se7en berada sekarang.” perintah TOP yang sekarang sudah berdiri diiringi oleh Yunho. Tidak lupa sebelumnya dia mencabut cock ring yang ada pada diri Changmin.

Taecyeon sedikit menunduk dan mengangkat namja yang bertelanjang dada itu dengan bridal style. Setelah Taecyeon dan Changmin pergi, TOP berbalik ke arah Yunho. ”Yunho, kendalikan dirimu. Kau tentu tidak mau jika Jajeoong-mu disiksa oleh Se7en seperti yang kau lakukan terhadap Changmin bukan?” tanya TOP dengan nada mengancam.

Yunho terdiam. ”Aku tidak peduli. Lagipula Jaejoong tak lebih dari boneka yang bisa kuganti jika bosan,” jawabnya sembari mengangkat kedua pundaknya.

”Kalau begitu, kau tidak bosan? Kau sudah memakainya dari pertama kau berada di sini kira-kira 10 tahun yang lalu.”

”Jangan menantangku, Seung Hyun. Jangan lupa posisimu,” ancam Yunho. Dia memakai pakaiannya dan segera beranjak pergi meninggalkan ketiga master lainnya.

”Aku mau kembali ke kamar, aku mau mandi dulu.” Minho merenggangkan badannya dan berjalan dengan polos tanpa rasa malu ke kamarnya. TOP hanya bisa menatap keduanya sembari menggeleng-geleng kepala sebelum berbalik menatap Siwon yang sudah mengumpulkan bajunya dan mulai memakainya kembali. TOP juga menyusulnya. Mereka memakai baju mereka dalam keheningan. Baru ketika mereka sudah selesai, TOP mengangkat suara. ”Kau mau pergi?”

”Ke gereja, hyung. Aku mau berdoa dulu,” ujar Siwon sembari memberikan senyuman khasnya dan berjalan meninggalkan TOP sendirian di panggung tersebut.

TOP menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan melihat keadaan panggung yang begitu berantakan. ”Rasanya kita jauh lebih menjijikkan dari mereka.” Dan diapun juga ikut meninggalkan ruangan tersebut hingga ruangan tersebut kosong.

.

.

Anda mau lihat keadaan Changmin?

Saya tidak tahu ini hal yang baik atau tidak, tapi mari saya antar.

.

.

”Turunkan aku Taecyeon,” ujar Changmin dengan suara serak. Taecyeon terlihat enggan menurunkan Changmin, lagipula mereka tinggal beberapa langkah lagi mencapai pintu kamar Se7en. ”Aku tidak mau kau terlihat dekat denganku. Aku tak mau kau kena hukuman dari Se7en-shi.”

”Tapi –” Ucapan Taecyeon terhenti oleh bibir Changmin yang bertemu dengan bibirnya.

Setelah beberapa saat mereka melepaskan ciumannya dan Changmin juga melepaskan kedua tangannya yang melingkar pada leher Taecyeon tadi. ”Aku baik-baik saja, sungguh. Aku tidak mau kau terluka karenaku. Turunkan aku.”

Akhirnya Taecyeon hanya bisa menghela nafas dan menurunkan namja yang ada di genggamannya tadi dengan perlahan. Kaki Changmin terlihat begitu lemah, bahkan untuk berdiri saja dia sudah tidak kuat, namun dia tetap bersikeras menyuruh Taecyeon untuk membiarkannya. Setelah cukup lama membujuk pengawal pintu itu, Changmin berhasil membuat Taecyeon meninggalkan lantai itu sendiri. Tarikan nafas diambil Changmin sebelum dia berjalan ke arah pintu dengan bertumpu pada dinding.

Blam.

Pintu yang ada di depannya terbuka begitu keras sebelum dia berhasil berjalan ke depannya. Mata Se7en dipenuhi dengan amarah dan belum sempat Changmin memberikan respon, dirinya sudah ditarik masuk ke dalam kamar Se7en. Tubuh Changmin yang lemas segera dibopong Se7en dan dijatuhkan pada kasur. Akhirnya pada hari yang panjang itu tubuh Changmin bisa menyentuh kasur yang empuk juga. Namun, dia masih harus menghadapi apa yang ada di hadapannya. ”Kau itu milikku! Ingat siapa dirimu, slut!” Dia menampar pipi Changmin yang pasrah. ”Apa aku menyuruhmu menggantikan Taemin? Hah? Kau jangan berpura-pura baik, itu tidak perlu! Kenapa kau tidak membiarkan Taemin saja yang keluar, hah?”

”Dia sudah terluka,” jawab Changmin dengan datar. Keduanya saling bertatapan, satu penuh dengan amarah, sementara yang satunya penuh dengan kehampaan.

”Dan apa yang memutuskan kau menjadi penyelamat?!”

”Maaf, saya tidak tahu anda akan begitu marah.”

”Maaf? Marah? Kau pikir semuanya selesai begitu saja?! Kau tahu kenapa aku mengganti personal slave-ku sebanyak 4 kali, huh?” Changmin menggeleng dengan lemah. Se7en yang berada di atasnya meletakkan kedua tangannya di samping Changmin dan bertumpu pada tangannya. ”Karena ini.” Dia menunjuk luka-luka yang ada di tubuh Changmin. ”Aku tidak suka milikku dibagi-bagi. Kau tahu? Begitu hari ini tiba, mereka yang sudah disentuh oleh master lainnya segera kubuang dan kuberi makan untuk Mitsu, sepertinya dia juga sudah lapar karena sudah beberapa kali tidak memakan daging segar.”

Changmin hanya memberikan ekspresi kosong, tak ada tatapan takut, hanya pasrah. ”Mitsu.” Se7en bersiul dan dalam sekejap serigala berbulu perak dengan mata bening cokelat yang indah muncul dari balik pintu satunya. Serigala itu segera memanjat ke samping Se7en di atas tempat tidur. Se7en bergeser sedikit membiarkan Mitsu menjilati tubuh Changmin yang penuh dengan luka. Changmin merintih kesakitan karena perih. Luka di tubuhnya masih begitu banyak dan dia tidak yakin bisa sembuh dalam waktu dekat. ”Arhhh…” Desahan nikmat keluar dari mulutnya ketika sesuatu yang hangat menyentuh kejantanannya.

”Heh? Bisa mendesah karena milikmu dijilati oleh Mitsu, what a slut.” ejek Se7en yang duduk di samping kanan tubuh Changmin. ”Berteriaklah seperti yang mereka teriakkan.” Hanya keheningan yang menjadi jawaban untuk pertanyaan Se7en. ”Keluarkan suaramu, slut!” Se7en membanting kepala Changmin ke atas kasur. Meski empuk, tetap saja Changmin merasa pusing akibat 10 jam yang dilaluinya baru saja.

”Bunuh saya,” gumam Changmin. Air matanya akhirnya mengalir pelan dari kedua mata beningnya. ”Bunuh…saya,” gumam Changmin.

Tiba-tiba saja Mitsu berhenti menjilati Changmin karena aba-aba dari tuannya. Diapun segera kembali ke kandangnya dan membiarkan kedua namja itu sendiri dalam ruangan itu. ”Huh?”

”Bunuh saya, Se7en-shi. Jika aku mati di tangan anda, saya rela. Anda menyelamatkan saya, jadi jika ini yang bisa saya lakukan untuk membalas anda.” Kedua tangan Changmin disilangkan di atas kepalanya untuk menutupi matanya yang terus menerus mengeluarkan air mata.

Se7en menarik kedua tangan Changmin sehingga berada di samping kepalanya. Kedua mata mereka saling memandang. Yang satu penuh dengan emosi, sementara yang satu sudah merah karena air mata. ”Huh, baiklah. Satu kali, dan satu kali lagi kau membangkanku, kau akan tahu akibatnya.” Anggukan pasrah menjadi jawaban yang dikeluarkan dari namja yang terbaring di bawahnya. Perjanjian mereka diikat dengan ciuman lembut dari Se7en.

.

.

Cinta? Tidak, Se7en tidak mengenal kata cinta.

Dia hanya namja pada umumnya, yang lebih tertarik pada sesuatu yang menantang.

Keempat personal slave-nya yang sebelumnya melakukan hal yang sama dengan Changmin, menggantikan slave yang seharusnya maju, dan Se7en menganggap mereka sudah ’kotor’ sehingga dia tidak tertarik lagi dan membiarkan Mitsu menikmati mereka.

Hanya Changmin yang memberikan reaksi yang berbeda.

Mungkin karena itulah Se7en membiarkannya, tapi cinta?

Tidak ada kata cinta di sini.

Hanya ada rasa sakit dan nikmat

Itu yang nyata.

Tak ada kata semu bernama cinta.

.

.

”Seharusnya aku saja yang menggantikannya,” ujar Jaejoong yang terduduk di atas sofa. Kedua tangannya dilipat seperti berdoa. Raut wajahnya terlihat begitu serius.

Kyuhyun yang duduk di sampingnya sedang bermain PSP dengan santai, ”Sayang aku tidak mengucapkan kata perpisahan tadi,” gumamnya.

”Kyu! Bagaimana bisa kau mengatakan hal itu? Dia temanmu!” teriak Jaejoong yang sudah berdiri dan menghadap Kyuhyun.

Namja pemain game itu mem-pause game yang dimainkannya dan menghadap Jaejoong. ”Lantas? Aku tidak bisa berbuat apa-apa dan Changmin sendiri sudah tahu dengan konsekuensi yang harus dihadapinya,” tegur Kyuhyun.

Namja cantik itu merasa kesal dengan sikap santai Kyuhyun. ”Setidaknya tunjukkanlah rasa peduli sedikit! Dia temanmu, teman kita!” tegur Jaejoong.

”Aku tahu, hyung! Dan begitu pula dengan keempat orang lainnya sebelum Changmin. Mereka juga teman kita, mereka juga mengatakan hal yang sama, yaitu mereka akan baik-baik saja, namun apa yang terjadi?! Mereka pergi, hyung! Itu yang terjadi! Dan untuk itu aku tidak pernah membiarkan Kibum bertemu dengan Changmin!”

Jaejoong tersentak. Dia bisa melihat ekspresi sedih pada wajah Kyuhyun. Jadi inikah alasan kenapa Kibum tak pernah tampil ketika Changmin berada bersama mereka? ”Kibum menangis, hyung, sampai badannya sakit dan aku yang harus menemani Siwon. Begitu emosi Kibum sudah reda dan dia bisa muncul untuk menemani Siwon, Siwon yang marah segera menyiksa Kibum. Sejak saat itu aku berjanji tak akan membiarkan dia bertemu dengan personal slave-nya Se7en!”

”Kyu,” ujar Jaejoong. Dia merasa sedikit bersalah sudah membentak Kyuhyun yang ternyata berpikir sejauh itu. Namja yang lebih muda darinya ini bukannya tidak peduli, tetapi dia hanya berusaha untuk kuat demi menjaga saudara kembarnya.

”Ini salahku, kalau saja aku, hiks,” isak si kecil Taemin di atas tempat tidur. Tubuhnya sudah sedikit lebih baik dari tadi pagi, namun isak tangisnya tak bisa berhenti mengingat semua ini terjadi karena kesalahannya. Andai saja tubuhnya tidak lemah, andai saja dia bisa melayani kelima master, mereka semua tidak perlu saling bertengkar dan memikirkan hal yang tidak-tidak.

”Sudahlah,” ujar Jiyong. ”Cepat atau lambat kita juga tahu takdir kita tak bisa berubah. Semenjak kita menginjakkan kaki di sini, kita tak bisa melakukan apapun selain menuruti mereka yang menguasai tempat ini. Setidaknya,” Jiyong terhenti ketika sudah berhasil mendapat perhatian semua yang ada di ruangan itu termasuk Taemin. ”Kita beruntung berada di lantai ini.” Setelah pernyataan Jiyong, semuanya kembali hening. Tak ada yang berkata apapun merenungkan pernyataan tersebut yang benar. Setidaknya, hidup mereka sedikit lebih terjamin daripada ketika mereka berada di bawah.

Tok. Tok.

Suara ketukan pintu menyadarkan mereka dari perenungan mereka. Tubuh Jaejoong kaku dan dia tidak berani melangkah ke pintu yang mungkin saja akan membawa kabar buruk bahwa Changmin telah tiada. Jiyonglah yang berinisiatif untuk membuka pintu. Betapa kaget dirinya ketika melihat Se7en berdiri di hadapannya tanpa ekspresi dengan tubuh Changmin yang penuh luka yang digendongnya dengan bridal  style. Pikiran Jiyong saat itu adalah bahwa apa yang mereka takutkan terjadi benar, namun melihat tubuh Changmin yang sedikit menggeliat membuat Jiyong bernafas lega. ”Mau sampai kapan kau memandangku seperti itu?” tanya Se7en dengan nada detar namun kesal.

”Ma..maaf.” Jiyong segera membuka pintu lebar-lebar dan mengijinkan Se7en untuk masuk ke dalam zona aman mereka. ”Biar aku –”

”Di mana kasurnya?” Se7en menyela penawaran Jiyong.

”Di sana.” Jaejoong yang sudah sadar dari keterkejutannya segera menunjuk kasur Changmin yang berwarna putih polos.

Se7en membaringkan tubuh Changmin dengan lembut ke atas ranjang namja yang ada di dekapannya. Dielusnya kening Changmin dengan penuh perasaan. Changmin yang tertidur karena kelelahan hanya bergeser sedikit dan mengeluarkan suara, ”Mmm.” Se7en tersenyum kecil sebelum berdiri dan berjalan menuju ke pintu. Dia berhenti sebentar di depan Taemin dan menatapnya tajam. ”Kau harus berterima kasih padanya. Bahkan sejuta terima kasih pun rasanya tak akan cukup. Dan aku bukannya tidak punya hati, aku hanya akan menunjukkannya pada mereka yang layak mendapatkannya.”

Blam.

Se7en membanting pintu kamar itu dengan keras membuat semuanya memincing karena kaget. Jiyonglah yang pertama segera menghampiri Changmin dan tersenyum lega melihat namja muda itu masih bernafas. Jaejoong berinisiatif untuk mengambil handuk basah untuk mengelap luka dalam tubuh Changmin. Taemin segera menangis di samping Changmin yang tersenyum damai.

Dan untuk pertama kalinya, tubuh Kyuhyun berubah. Rambutnya menjadi hitam pekat, kulitnya sedikit lebih putih, bibirnya lebih merah, dan wajahnya terlihat lebih manis dan tanpa ekspresi. ”Jiyong-hyung.” panggilnya pelan.

”Ki…Kibum?”

”Siapa dia?” tanya Kibum karena baru kali pertama dia bertemu dengan Changmin. ”Anak baru?”

.

.

Menurut anda apa yang akan terjadi antara Changmin dengan Kibum?

Dan apakah anda bisa menebak siapa yang akan diajak Changmin untuk pergi keesokkan harinya?

Hyungnya Jaejoong?

Teman main game-nya Kyuhyun sekaligus namja yang baru bertemu dengannya Kibum?

Si kecil Taemin yang terus menerus menangis meminta maaf?

Atau

Jiyong, teman yang paling dekat dengan Changmin?

Dan saya mempersilakan anda untuk memilih pertanyaan yang boleh saya jawab. Hanya satu dari tiga pilihan ini.

Bagaimana para master memilih personal slave-nya?

Bagaimana Yunho menemukan para slave?

Atau

Bagaimana hubungan sebenarnya dari kelima master?

Silakan memilih.

Dan saya hanya akan menjawab dari pilihan terbanyak.

Sekarang sudah malam, lebih baik anda beristirahat. Hari esok akan panjang.

Sampai jumpa.

.

.

eL-ch4n

presents

”Changmin’s Day”

.

.

Mari untuk berikutnya, siapa yang akan diajak Changmin?

Jaejoong?

Kihyun?

G-Dragon?

Taemin?

Atau mungkin malah salah satu dari para master?

Atau jangan-jangan Taecyeon?

Selamat memilih.

Sekaligus memilih pertanyaan yang ingin dijawab

Bagaimana para master memilih personal slave-nya?

Bagaimana Yunho menemukan para slave?

Atau

Bagaimana hubungan sebenarnya dari kelima master?

.

.

ANNOUNCEMENT

Ahh…mian buat para Changmin-bias, saya tidak bermaksud menyiksanya, tapi hasil voting mengharuskan saya untuk menyiksanya T^T *nangis lebay*

Padahal dia kan suami saya, tapi saya siksa melulu, mana di sini Se7en jadi sok” romantis segala lagi *dijitak*

Oke, sekali lagi saya MOHON DENGAN AMAT SANGAT jangan melakukan Pair War atau sejenisnya.

Saya menghargai keputusan anda, pendapat anda, tapi ingat, di sini itu BUKAN ROMANCE, lebih menceritakan pada kesadisan duniawi yang sebenarnya ada, tapi tertutupi.

Entah di mana saya pernah baca yang wanita sih sampai disiksa sedemikian rupa. Mereka dikumpulkan kemudian diperlakukan seperti itu.

Hanya ingin membagi saja.

Bagi anda yang sudah TIDAK SANGGUP, silakan kembali karena semakin ke belakang akan semakin sadis dan sepertinya lebih banyak darah?

Intinya benar-benar FULL BDSM

Dan saya akan menghentikan cerita jika anda terus menerus menyuruh saya mengganti pasangan, saya TIDAK SUKA, karena saya melakukan ini agar bisa kita nikmati bersama, tapi kalau saya disuruh-suruh untuk ganti pasangan karena untuk mempertahankan pasangan yang anda sukai, maka saya mungkin akan HIATUS saja dalam jangka yang tidak saya ketahui.

Terima kasih.

Selamat menikmati.

.

.

Jadi, anda sudah puaskah dengan hari ini?

Istirahat yang cukup, besok masih ada hari yang panjang.

Anda tidur di lantai 5 saja, di sini ada kasur untuk tidur kok. Tenang saja.

Sampai jumpa besok.

Bagi anda yang sudah tidak sanggup, saya ijinkan anda untuk kembali.

Tapi, saya tidak yakin anda bisa keluar dengan mudah.

Ini karena saya bicara kenyataan.

Katakan saja saya pernah mengetahuinya.

.

.

Review?

_Verzeihen

Advertisements

29 responses to “Chapter 3: Changmin’s Day

  1. Aq komen part sblum’a d sni aja y…

    Aq puas sma hsil master-slave’a..
    Pas bgt deh..
    Oow… Minho kejam bgt mpe taemin lka parah gtu… N g nyangka changmin yg bkal ganti.n taemin…

    Anjrit!! BDSM’a kerasa bener.! 10 jam d perlakukan dgn kejam n changmin sanggup? Wah daebak!

    Eh, ada hub. Apa changmin ma taecyon? Hmm…

    Syukurlah se7 msh berbaik hti ma min..
    Penasaran!!

    • iya 😀
      baguslah puas ^^V

      hehe..changminKU emnag keren u,u #dijitakse7en

      apa ya..*ikutan mikir* ayo2, diselidiki lagi hhe

      iya..se7en sebenarnya baik kok 😉

  2. hahh gila, masternya pada kejam semua 😥
    gak ada cinta?? jinjjayo?
    penasaran nie akhir nya kyk gmana..

  3. astajae…. O.O
    master.a pada liar….
    apalagi minho n yunho…. minho nyiksa changmin pke gores2 pisau d tubuh changmin…. yunho permainan.a kasar bgt…..
    daddy yunho klo main ma mommy jaejae kasar jga gak ya????
    hooo???? kibum menongolkan(?) diri……….. XDXD

    • hihi..memang mereka pada dasarnya liar kok..hehe
      yuho hanya mencari pelampiasan dan tentu saja dia juga kasar 😉
      yup..akhirnya dia muncul juga #tebarconfetti

  4. ngebayangin Changmin jadi uke dan disiksa,ya ampun bener2 gak kebayang coz biasanya ngebayangin Jaema yg disiksa.*plak*
    hah,tapi Changminnie hebat banget ne tahan banting ampe 10jam nonstop -acungin jempol-.
    dan yg diajak Min Mungkin Se7en*asal nebak*

  5. author-ssi, aku mau tanya BDSM itu artinya apa ya?
    knp Se7en ninggalin Changmin, apa krn gk tega ngliatnya atw emg gtu aturanny, master yg slave nya dipake(?) gk blh ikutan?

    siwon msh inget gereja walaupun gtu, -_-“

    • BDSM itu bondage dominant sadistic dan masochist hehe :3 krang lebih permainan seks yang kasar dan menggunakan safe word supaya tidak melewati batasan ^^v
      yah, sebenarnya sih karena memang ingin bkin begitu, gak ada alasannya ._.)

      iya, karena dia perlu mencari ketenangan jiwa 🙂 #jiah

  6. Kasihan changminie….. Hua…. Hik…. hiks….
    Aduh…. Minho sadih amat sich….. Ckckckc….
    Pintu hitam yang ada di ruang kerja Yunppa itu apa? Wuah…. Penasaran….
    Aku nggak bisa ikut jawab pertanyaan ya? *Pundung dibawah meja kerja Yunppa.

    • iya kasihan memang…tapi plotnya..hiks..hiks…
      gapapa, sekali2 dia yg sadis..hehe
      ayo, aku jga penasaran. #eh
      iya..karena chingu bru baca. mian *pundung*

  7. wow…. minnie hebat!!!!
    bs tahan smp 10 jam….. omo!!!
    sp ya yg jd tmn minnie keluar?….
    penasaran akut nih jdnya….

  8. .waw,,misterius skali,,,sya sama skali tdk bisa menebak siapa yg akan di ajak changmin utk keluar brsma’a,,kira2 siapa y,,hmm,pnsaran,,
    .y sdh,ayo kita intip d chap slnjutnya!!(^o^)/
    .daebak!!fighting eL-chan,,(bolehkah saya memangil anda begitu?) 🙂

  9. Sejujurnya, saya binggung dgn beberapa sex toys nya ._. #plak! #frontal
    Wkwkwk, changmin yg disiksa, pdhal pengennya kyu #ditendang
    Changmin deabak bs tahan 10 jam buat di siksa o_o)b
    Dan se7en co cweet bgt cih :3
    Hub teacyeon ma changmin apa sih?? Siapa yg dilindungi taec?? Dan knp changmin poppo taecyeon???? Pst mereka pny hub an!! Щ(ºДºщ)
    Wkwk, drpd saya penasaran mending saya lanjut ke chap berikutnya :3

    • ah, dicari aja biar gak bingung #plak
      hihi..waktu itu pada memilih utk menyiksa changmin sih (?)
      se7en emang keren..hihi..senangnya >w<
      wah..kalau itu, harus ditanya dulu, dan mgkn harus ditunggu pilihan dari mereka (?)
      changmin poppo memang suka, aku aj udah dipoppo #ngarep
      silakan 🙂
      Selamat membaca ^^v

  10. Sebenar’y aku suka yg ada cerita penyiksaan’y, tp aku blm terbiasa dgn yg menyayat-nyayat pake pisau kaya yg dilakuin minho gitu. Mungkin blm terbiasa aja kali yah chingu.

    Baiklah, siapin mental utk yg lebih drpd ini. *apaan cooooba*

  11. oke
    saya speechless ama BDSM nya
    kalo yunho saya udah biasa baca bdsm nya,tapi minho?minhoney ku?keren author bisa numbuhin sedikit kekesalan saya ama minhoney karna baca ff author

    • Hahaha. Jangan speechless
      Kan biar seru (?)
      Iya, soalny kan di sini semua sadistic (?)
      noo D; Jangan benci dong sama minhoney :(( *turut berduka *eh

    • Hahaha. Parah ini orang 😛 nanti kamu jadi sado aku gak tanggung ya (?)
      Se7en memang baik sebenarnya (?) tapi ada rahasia sendiri u,u

  12. Changmin kuat banget o_O
    Melayani 4 namja dalam 10 jam…
    Wah benar-benar aura sadistic, ada penyiksaan darah2-nya juga.

    fanfic kayak gini nih yang keren, beda & menegangkan,

    Salut buat L-chan yg bisa menggambarkan aura sadistic dengan gambaran yang sesadis-sadisnya 😮

    • Changmin sudah terbiasa soalnya. kkk~
      Kan semua master mau mencari pelampiasan xD

      Aww…makasih >.<
      Saya masih berusaha TT.TT
      Pas ketiknya jg agak gak berani
      Tapi sudah mulai bsa skrang. Semoga (?)

  13. hyah mianhae mianhae mianhae aku skip bagian ncnya agak kurang ngefeel aja, biasa baca pairing SHINee jadi aneh -_- aku baca dulu tiap partnya deh kali ya, jadi nanti di chapter akhir update baru aku review hehe gapapa kan thor hehe

  14. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

Comments are closed.