Chapter 5: Date


Warn: TIDAK SUKA? TIDAK USAH BACA! 😉

NO FANWAR, PAIR WAR atau WAR JENIS APAPUN!

Hargailah setiap pendapat yang anda. Kalau tidak bisa, silakan saya antar anda klik tanda silang dan keluar dari ff ini. Terima kasih.

HARD BDSM.

TIDAK KUAT? TIDAK USAH BACA!

TIDAK SUKA? TIDAK USAH BACA!

TERLANJUR BACA? KLIK TANDA SILANG!

BAGI ANDA YANG TIDAK BISA MEMBEDAKAN FANFIC DENGAN REAL EVENT, SAYA HARAP SILAHKAN KLIK TANDA SILANG.

Perlu petunjuk tambahan?

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4

.

.

Chapter 5

.

.

Sepertinya mereka akan pergi ke teater dan restoran all you can eat. Mengingat nafsu makan Changmin, sepertinya tidak mustahil kalau namja itu akan menghabiskan setengah harinya di rumah makan.

Anda tidak percaya? Nanti akan saya buktikan. Bagaimana kalau sekarang melihat keadaan Yunho dan Jaejoong terlebih dulu baru kita menyusul mereka?

Eh? Tidak masalah, saya tinggal menghubungi Taeyang dan menanyakan mereka pergi ke mana.

Anda tentu tidak mau melewatkan kesempatan untuk melihat hari Jaejoong dan Yunho bukan?

.

.

Jaejoong mengetuk pintu dengan perasaan tak menentu. Sebenarnya ini bukan kali pertama dia melewati pintu kayu tersebut, tapi entah kenapa kali ini dia merasakan sesuatu yang tidak nyaman. Mungkin mengingat bahwa kemarin dia sempat menawarkan diri untuk menggantikan Taemin. Oh, Taemin, dia bisa membayangkan apa yang akan dilakukan Minho terhadap namja muda itu, pasti sesuatu yang mengerikan. Dia hanya bisa berdoa semoga saja Taemin baik-baik saja.

”Masuk.” Suara Yunho terdengar tegas dan tak ada emosi di telinga Jaejoong. Sepertinya apa yang dipikirkan oleh namja cantik itu akan menjadi kenyataan. Dengan tenaga yang tersisa, dia memutar kenop pintu dan membukanya. Di balik pintu terlihatlah seorang Jung Yunho dengan wibawanya begitu terpancar.

Gulp.

Jaejoong menelan ludah sembari mengambil langkah mendekati Yunho yang sedang duduk di balik meja, dengan kacamata di wajahnya dan tumpukan kertas di atas mejanya. ”Strip.” Perintahnya simpel, tapi penuh ketegasan. Namja cantik itu tahu jika master-nya menggunakan nada seperti itu, dia menginginkan perintahnya dituruti dengan segara tanpa basa-basi. Kedua tangannya yang gemetar meraih ujung kaosnya dan membukanya perlahan hingga sekarang dia tidak memakai apapun di bagian atasnya, memperlihatkan kulit susunya yang begitu mulus dan sempurna. Terlihat sebuah tato yang diukir oleh dirinya di dada kirinya bertuliskan: Always Keep the Faith. Masih teringat jelas di otaknya ketika Jiyong membantunya mengukir kalimat itu di dadanya, Jiyong menanyakan maksud artinya. Jaejoong juga tak mengerti, sebenarnya kepercayaan kepada siapa yang masih dia pegang.

Apakah dia masih percaya bahwa suatu waktu dia bisa keluar?  Tidak, dia tahu sudah tidak ada jalan keluar dari tempat ini. Sekali masuk, tidak ada lagi cara untuk keluar karena Yunho akan mengejarmu sampai ke manapun atau kau akan berakhir jadi makanan Mitsu.

Lalu, apakah dia percaya bahwa mungkin dia akan mendapatkan sesuatu yang lebih baik? Dia sudah tidak tahu, entahah. Terlalu rumit hidupnya semenjak dia menginjakkan kaki ke tempat ini.

Ataukah dia masih percaya bahwa di balik hati Yunho yang dingin masih tersimpan kehangatan?

”Kenapa lama?” tanya Yunho dengan tegas. Pandangannya masih tertuju pada tumpukan dokumen di atas mejanya. Tak sekalipun dia melirik ke arah Jaejoong yang sekarang baru mulai membuka kancing celananya. ”Kalau sudah, kemari.”

Gulp.

Setelah mendapati dirinya polos tak memakai apapun, Jaejoong menghampiri Yunho dan berdiri di sampingnya dengan posisi menghadap ke arah master-nya. ”Pump yourself with my leg,” ujar Yunho. Namja tampan itu sudah menghentikan aktivitasnya tadi dan melepas kacamatanya yang kemudian diletakkannya di atas meja. Kursi yang digunakannya memiliki roda sehingga Yunho hanya perlu bergeser sedikit hingga sekarang dia sudah berhadapan dengan Jaejoong. ”What?” Mata elang Yunho menatap tegas ke arah Jaejoong yang masih mencoba mencerna kata-kata master-nya. Apakah baru saja dia menyuruh Jaejoong untuk menggunakan pahanya untuk menggesekkan miliknya hingga dia orgasme? Oh katakan bahwa Jaejoong hanya salah dengar. Tapi, melihat tatapan tajam dari Yunho, Jaejoong tahu bahwa itu bukan main-main.

Entah berapa kali dia meneguk ludah dan menatap Yunho sampai akhirnya dia berlutut dengan paha kanan Yunho berada di tengah selangkangannya. Kedua tangannya memegang sedikit bagian kursi untuk menopangnya. Didekatkannya dirinya sehingga kejantanannya sekarang bergesekkan dengan kain jeans yang dikenakan Yunho. Perlahan, dia mulai menaik-turunkan dirinya dan menggesekkan miliknya dengan paha Yunho. Setiap gesekan mendatangkan desahan, ”Ahh…ohh~” dari mulutnya sementara sebuah seringaian dan ekspresi datar dari namja tampan itu.

Sreg. Sreg.

Itulah yang terdengar di telinganya selain desahan yang keluar dari mulutnya ketika dia menggesekkan miliknya dengan paha Yunho yang berbalut jeans. Rasanya cukup menyakitkan mengingat bahwa rangsangan itu tidak cukup untuk membuatnya orgasme. Hanya precum yang perlahan keluar dan dirinya yang serasa sesak karena tak kunjung mencapai orgasme.

”Apakah kau perlu hal lain untuk membantumu?” Pertanyaan Yunho terdengar sebagai pertolongan di telinga namja cantik itu, namun dia tahu bahwa semua pasti ada imbalannya. Dia menggigit bibir bawahnya dan wajahnya terlihat berpikir keras sebelum mengangguk dengan perlahan. Wajahnya segera menunduk ke bawah hingga tak melihat sebuah seringaian yang terpasang di wajah Yunho.

Zip.

Yunho membuka resleting celananya dan mengeluarkan miliknya. Tangan kanannya sedikit menjambak rambut Jaejoong hingga mereka sekarang bertatapan muka. Garis wajah Yunho terlihat begitu tegang dan Jaejoong hanya bisa berharap bahwa Yunho tidak akan terlau berlebihan padanya. ”Suck it,” perintahnya dengan tegas. Tanpa peringatan, dia mendorong kepala Jaejoong bertemu dengan kejantanannya.

Jaejoong tahu apa yang harus dilakukannya. Tangannya memainkan twinsball milik Yunho, lidahnya terjulur untuk menjilati milik Yunho yang lebih besar dari miliknya, dan dia masih setia menggesekkan miliknya dengan paha Yunho. Akhirnya, dia memasukkan junior Yunho yang besar ke dalam mulutnya yang sempit. Yunho yang merasa tak puas segera mendorong kepala Jaejoong lebih maju sehingga namja cantik itu sedikit tersedak karena hal itu.

”Oh yes, oh faster,” racau Yunho ketika bibir Jaejoong mulai menggunakan sihirnya. Bibir Jaejoong yang begitu sempit terasa begitu hangat ketika mendekap milik Yunho dan itu merupakan hal yang begitu nikmat bagi sang master.

Tapi, bukan namanya Yunho kalau dia tidak bisa mengontrol dirinya. Tangannya meraih dua buah pena yang dia gunakan tadi. ”Angkat pantatmu.” Jaejoong menurutinya dan segera menunggingkan pantatnya menyebabkan dia tidak lagi menggesek miliknya dengan paha Yunho. Sekali lagi, tanpa persiapan, Yunho memasukkan dua pena itu sekaligus ke dalam hole Jaejoong yang langsung melumat kedua pena tersebut. ”What a slutty hole, eh?” ejeknya sementara Jaejoong hanya bisa mengeluarkan suara, ”Mmm,” karena milik Yunho yang masih berada di dalam mulutnya.

Slick. Slurp.

Dua suara itu terdengar bagaikan irama di kedua pasang telinga insan tersebut. Yunho menikmati lidah Jaejoong yang memanjakan miliknya sementara namja cantik itu masih merasa tidak puas karena pena tersebut begitu kecil dan tidak cukup panjang untuk menyentuh titik prostatnya. Ditambah lagi, dia tidak menggesekkan miliknya terhadap paha Yunho lagi. Kejantanannya mulai menegang dan terus menerus mengeluarkan precum, tapi rangsangan yang dia terima masih belum cukup. Sebagai seorang personal slave, Jaejoong tahu posisinya bahwa dia tidak boleh meminta apapun kepada sang master sehingga dia hanya bisa berharap pada kebaikan hati Yunho. Untunglah doanya terjawab karena tak berapa lama Yunho mengeluarkan pena dari hole-nya dan satu tangan sang master menarik wajahnya dari kejantanan sang master yang sudah menegang sempurna.

Yunho menjilat bibirnya melihat ekspresi Jaejoong sekarang. Matanya terlihat sayu, bibirnya sedikit membengkak karena terus mengulum milik Yunho yang besar, dan pipinya terlihat begitu menggemaskan. Namja tampan itu segera mengangkat tubuh ramping Jaejoong dengan kedua tangannya. Bibirnya segera melumat bibir merah ranum yang begitu menggoda itu dan kedua tangannya segera menurunkan Jaejoong tepat ke atas miliknya yang sudah berdiri dengan sempurna.

”Urnghh!!” Jaejoong mengerang dalam ciuman mereka ketika sesuatu yang besar memasuki dindingnya. Dia merasakan seolah dindingnya terbelah menjadi dua. Air matanya mengalir perlahan dari kedua bola bening itu karena menahan rasa sakit. Namja cantik itu berusaha mengalihkan perhatiannya dengan memfokuskan dirinya pada ciuman Yunho yang begitu memabukkan. Dia melingkarkan tangannya dengan perlahan pada leher Yunho. Lidah saling bertarung dengan lidah, bibir saling melumat satu sama lain, saliva saling bertautan. ”Move,” tegur Yunho ketika ciuman mereka terlepas.

Mengangguk, Jaejoong segera menaikkan badannya kemudian menurunkannya untuk melumat kembali milik Yunho. Bibir mereka kembali bertautan. Kedua tangan Yunho yang tadi memegang pinggang Jaejoong, menyusup perlahan ke bawah. Dia memasukkan satu jari dari kedua tangannya ke dalam dinding sempit Jaejoong mendatangkan erangan di sela-sela ciuman mereka. ”Urngh!! Oh…nggh…”

Oh…faster, damn it!” teriak Yunho ketika dia melepas ciuman mereka. Wajah Jaejoong terlihat panik dan dengan segenap tenaga yang tersisa dia mempercepat gerakannya.

”Ahh~” Desahan nikmat keluar dari bibirnya kala ujung kejantanan Yunho akhirnya menyentuh titik prostatnya. Badannya sedikit melengkung ke belakang sehingga dadanya mendekat ke arah Yunho. Melihat santapan yang menggoda di depan mata, lidah Yunho segera terjulur dan menjilati nipple merah Jaejoong yang begitu imut dan meningkatkan libidio. ”Urmm~” Kedua tangan Jaejoong masih setia melingkar di leher Yunho sembari menggunakannya untuk menaik-turunkan badannya. Yunho sendiri sedikit membantu Jaejoong dengan keempat jari di kedua tangannya yang memegang pantat kenyal Jaejoong.

”Ohh~” Akhirnya namja cantik itu merasa sebentar lagi dirinya bisa orgasme. Tapi, kesenangan itu tak lama ketika Yunho menarik satu tangannya dari pantat Jaejoong dan menutup jalan keluar orgasmenya. ”Urngh, master, hah,” pintanya dengan nada memelas. Badannya masih melengkung dengan lidah Yunho menjulur di depan nipple-nya yang sudah memerah. ”Puhlease?”

Percuma, Yunho sudah tuli akan semua permintaan Jaejoong. Dia kembali mencicipi tubuh milky skin di hadapannya dengan lidahnya yang lihai. Tangannya masih setia menutup jalan keluar Jaejoong sehingga namja cantik itu terus menerus menggeliat karena ingin mengeluarkan orgasmenya. ”Ahh…ohh…”

Setelah cukup lama, akhirnya Yunho mencapai orgasmenya. Cairan putih merembes keluar sedikit dari dinding Jaejoong yang masih terisi penuh. ”Please?” pinta Jaejoong yang masih belum bisa melepaskan hasratnya.

”Hmm?” ujar Yunho yang sekarang sedang mempertemukan bibirnya dengan leher putih milik namja cantik di hadapannya. ”Kau mau apa?”

Please, please, please,” pinta Jaejoong dengan nada memelas yang justru malah mendatangkan sebuah seringaian di muka Yunho.

”Kau pikir ini selesai, slut? Ini belum apa-apa, aku bahkan belum memulai apapun. Kita lihat seberapa lama kau akan bertahan.” Jaejoong menatap horor ketika Yunho menekan sebuah tombol di atas mejanya. Seketika itu juga di atas meja Yunho terdapat berbagai mainan yang bisa digunakan untuk ’bermain’ dengan Jaejoong. ”Aku baru akan memulainya.”

.

.

Lebih baik kita pergi, kalau terus berada di sini, nanti anda tidak bisa melihat keadaan Changmin dan Kibum.

Apa? Anda mau melihat keadaan para personal slave yang lain?

Hmm. Mungkin saya bisa mengantarkan anda ke tempat Jiyong dulu. Kurasa sekarang mungkin TOP sudah menyelesaikan kegiatannya.

Atau belum ya?

.

.

Di atas ranjang itu, terdapat dua orang namja yang saling berhimpitan. Namja yang dikenal namanya sebagai Jiyong berada di bawah, tepat di atas ranjang, dengan kedua tangan terikat pada nightstand ranjang dan mata yang tertutup oleh sebuah kain. Sementara di atasnya seorang Choi Seunghyun atau yang dipanggil dengan nama TOP sedang memegang pingang mungil Jiyong dengan kedua tangannya. Mungkin kelihatannya mereka seperti sedang tidur bersama kalau saja tidak terlihat kejantanan TOP sedang memasuki dinding Jiyong. Setetes cairan merah terlihat mengalir perlahan di bagian bawah Jiyong. Penutup mata Jiyong terlihat basah oleh cairan bening yang sekarang membasahi kedua pipi tembemnya. Tangannya yang terikat terlihat memerah karena luka akibat kegiatan mereka. Bibir bawahnya sedikit terluka akibat digigit terlalu keras untuk menahan sakit.

”Urgh, ketat seperti biasa, Jiyong-ah,” bisik TOP pada telinga Jiyong. Dia sedikit membungkukkan badannya sehingga sekarang dadanya bersentuhan dengan punggung mulus Jiyong. Jangan tanyakan bagaimana mereka sekarang bisa berada dalam posisi ini – doggy style jika kalian mau tahu – karena itu akan memerlukan lebih dari satu chapter untuk menjelaskannya. Tidak heran kalau Yunho menghormati namja ini. Hanya selang waktu 2 jam dan mereka sudah melakukannya hampir di semua tempat kecuali di tempat tidur dan kamar mandi.

”Urngghh…there master…there…” Jiyong merasa sakit kala pertama TOP menembus dirinya di atas ranjang dengan sedikit kasar. Tapi, kemudian belaian lembut dari TOP dan bisikan permintaan maaf dari master-nya membuyarkan dia akan kesakitan yang dia rasakan. Sebaliknya, sekarang dia merasa begitu nikmat apalagi ketika ujung kejantanan TOP menyentuh titik prostatnya.

TOP tersenyum lembut dan menekan titik tersebut berkali-kali. Ketika dirasakannya miliknya sudah mau keluar, tangan kanannya menyelinap di selangkangan Jiyong dan menarik cock ring yang menahan jalan keluar orgasme slave-nya. Begitu cock ring tersebut dilepas, cairan putih menyembur keluar dan mengotori sprei ranjang mereka. Namun itu bukanlah sesuatu yang harus dipikirkan sekarang. Satu hentakan berikutnya, TOP akhirnya menyusul Jiyong dan mengeluarkan cairan putihnya di dalam dinding hangat milik sang namja manis. ”Hah, hah,” keluar dari keduanya yang masih mencoba untuk mengatur nafas.

Dengan tenaga yang masih tersisa, TOP melepas ikatan pada kedua tangan Jiyong begitu pula dengan penutup matanya. Dengan hati-hati juga dia membaringkan tubuh mungil itu ke atas ranjang dan kemudian menyusul untuk merebahkan diri di samping tubuh yang sang pemiliknya masih mencoba untuk mengatur nafas. Tangannya merapikan poni namja yang sedang berhadapan dengan dirinya sekarang. Sebuah senyuman melengkung di wajahnya menikmati wajah manis di hadapannya ini. ”Jiyong,” bisiknya lembut  membuat namja yang dipanggil namanya itu membuka matanya dan mempersiapkan diri pada bibir lembut yang mendekatinya.

Ciuman kali ini tidak dipenuhi nafsu, lebih kepada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan oleh kata-kata. Tangan nakal TOP mulai kembali meraba-raba dada, perut, dan semua bagian tubuh yang bisa disentuh oleh tangannya. ”Urm,” erang Jiyong ketika tangan TOP mulai memilin nipple-nya lagi. Bisa dirasakannya juga milik TOP yang masih berada di dalam dirinya kembali membesar. Dan dia hanya bisa pasrah ketika tubuhnya yang ringan diangkat TOP menuju ke kamar mandi. Sepertinya TOP benar-benar berniat menghukumnya.

.

.

Ke tempat Taemin sekarang?

Kenapa? Anda terlihat berpikir sesuatu?

Ah, saya tahu, anda pasti sedang berpikir kenapa TOP terlihat begitu lembut di hadapan Jiyong bukan? Saya setuju akan hal itu. TOP terlihat lebih manusiawi jika bersama dengan Jiyong.

Mungkin karena TOP menganggapnya dia sebagai sahabat. Mereka, kalau boleh saya katakan, terlihat paling dekat di antara slave master yang lain bahkan mengalahkan Yunho dan Jaejoong yang sudah 10 tahun – kata TOP kemarin – bersama.

Tidak perlu berpikir terlalu keras, ikuti saja arus untuk sesekali, mungkin saja arus itu akan membawa anda pada sesuatu yang indah.

Mari, sekarang saya antarkan anda ke tempat Taemin.

.

.

”Urmm,” keluar dari bibir mungil milik seorang Lee Taemin. Dia sedang berbaring di atas tempat tidur, lebih tepatnya kepalanya berada di atas dada Minho. Matanya terpejam karena kelelahan dan tangannya terentang diletakkan di atas dada sang master. Tubuh mungil Taemin yang polos terlihat beberapa luka yang timbul, mungkin karena perlakuan kasar dari sang master 2 jam yang lalu. Demi tetap mempertahankan kedudukannya sebagai personal slave dari Choi Minho, Taemin bisa menguatkan dirinya untuk tidak keluar selama 2 jam tadi.

Begitu 2 jam berlalu, Minho langsung melempar Key ke atas tempat tidur dan menyuruh namja cantik itu segera kembali ke balik pintu hitam meninggalkan mereka berdua. Key tak bisa memprotes, meski hatinya sedikit sakit, namun itu adalah kehidupan yang sudah diambil olehnya. Dia tak bisa melakukan apa-apa selain menuruti perintah sang master atau kematian yang akan menjadi pilihan lainnya.

Ditariknya rambut Taemin, dicumbunya bibir itu dengan penuh nafsu, dan disetubuhinya tanpa persiapan. Taemin tak berkata apa-apa selain mengeluarkan desahan-desahan yang semakin meningkatkan kegencaran dari Minho untuk menyerangnya. Hingga sekarang Taemin terbaring karena kelelahan akibat terus menerus melayani Minho dan karena tidak bisa melakukan orgasme selama 2 jam.

Kedua mata Minho masih terbuka lebar, dia menatap namja mungil yang berbaring di sampingnya. Kalau dilihat seperti ini, Taemin seperti seekor kucing yang sedang mencari kehangatan dari induknya. Cengiran terukir di wajah Minho. Tangannya membalikkan badan Taemin hingga sekarang dadanya yang polos terekspos di depannya. Dia menjilati bibirnya sebelum menjulurkan lidahnya untuk mencicipi nipple Taemin sekali lagi. Tangannya sendiri sedang memilin nipple yang satunya lagi. Ditariknya agak memanjang kemudian dilepaskannya. ”Urmm,” desah Taemin yang masih tertidur. Matanya masih terpejam tak menyadari perlakuan sang master. Atau mungkin dia menganggapnya sebagai sebuah mimpi.

Ingin segera mencapai orgasme, Minho tidak melakukan foreplay dan langsung menghujamkan miliknya sepenuhnya ke dalam tubuh mungil Taemin yang masih tak sadar. ”Ohh…ahh…” Taemin mendesah kala milik Minho langsung menyentuh titik prostatnya. Dengan brutal, Minho terus dan terus menyerang Taemin hingga akhirnya keduanya mencapai orgasmenya di saat yang bersamaan. Dia mengeluarkan miliknya diiringi oleh cairan putihnya, membasahi bagian bawah Taemin dan ranjangnya.

”Hah, hah.” Tiba-tiba sesuatu terlintas di kepala Minho. Dia meraih vibrator yang digunakannya tadi dan memasukkannya ke dalam dinding Taemin dan menyetelnya dalam keadaan maksimum. Kemudian dia meraih vibrator yang lain dan memasukkannya pada hole sempit Taemin yang sudah berisi tadi. Dia melumat bibir Taemin sekali lagi sebelum membawa namja mungil itu dalam dekapannya. Tampaknya dia bisa istirahat dengan nyenyak terutama diiringi dengan melodi, ”Urmm, nghh, ahhh,” dari seorang Lee Taemin.

.

.

Ah, Taeyang bilang mereka sedang berada di Blue Theatre yang berada tak jauh dari sini.

Apa yang mereka tonton? Hmm. Sejauh yang saya ingat, teater itu sedang menampilkan performa ’Romeo and Juliet’.

Ya, saya tahu, drama klasik dan klise.

Bagaimana kalau sekarang kita ke sana?

Siapa tahu kita masih sempat melihat adegan terakhir dari drama tersebut?

.

.

Kedua pasang bola mata bening itu sedang melihat sekelompok orang yang melakukan performa di atas panggung. Saat ini adalah babak terakhir, babak di mana akhirnya Juliet yang tersadar dari tidurnya dan mendapati Romeo meninggal di sampingnya dan kemudian turut menyusulnya. Tak lama orang tua dari kedua pasangan tersebut menemukan mereka dan akhirnya sejak saat itu memutuskan untuk menghentikan permusuhan mereka.

”Ah, membosankan,” gerutu Changmin yang merentangkan tangannya dan menyilangkannya di belakang kepalanya. Matanya melirik sekilas ke arah Kibum yang duduk di sampingnya. Dia bisa melihat setetes cairan bening yang mulai turun perlahan. Tangannya secara otomatis meraih cairan bening itu bermaksud untuk menghapusnya. ”Hei,” panggilnya dengan lembut. Kibum tersentak kaget ketika menyadari tangan ramping Changmin menyentuhnya. ”Kenapa?”

”Gwenchana,” jawab Kibum cepat dan menepis tangan Changmin. Dia segera mengelap air matanya dan memfokuskan pada keadaan panggung yang mulai mencapai puncak.

”Aku tidak suka dengan cerita ini,” ujar Changmin. Kibum, entah kenapa, memutuskan untuk melihat Changmin yang mulai mengubah suaranya menjadi datar dan tanpa ekspresi. ”Maksudku, kalau kau memang mencintainya, kenapa kau mau-mau saja melakukan hal konyol seperti itu? Jika aku jadi Romeo, aku tidak akan menyusul Juliet.”

”Kenapa?” tanya Kibum dengan pelan. Changmin memutar kepalanya dan menatapnya dengan sendu.

”Karena seberapapun susahnya hidup yang sedang kau jalani atau seberapa sendiriannya dirimu berada di dunia ini, masih ada yang jauh lebih menderita dari dirimu. Andai saja kau ditinggalkan oleh seseorang yang kau cintai bukan berarti kau boleh menyusulnya begitu saja. Bahkan semestinya kau,” kata Changmin. Dia menggigit bibir bawahnya sebelum membukanya kembali, ”Mencari yang lain jika perlu. Cinta itu tak harus memiliki bukan? Mungkin cinta Romeo dan Juliet seperti itu. Seandainya Juliet tidak mempertahankan cintanya dan Romeo tidak dibutakan oleh cinta –”

”Kalau itu terjadi, keluarga mereka tidak akan damai,” sela Kibum.

”Apakah perlu sebuah kematian untuk mendatangkan kedamaian dari kedua belah pihak? Jika iya, kenapa perang yang selalu memakan korban tak pernah mendatangkan sebuah kedamaian?”

”Kedamaian tak ada yang abadi,” jawab Kibum dengan tenang.

”Begitu pula dengan cinta,” mulai Changmin dengan nada yang sedikit sendu dan Kibum menyadarinya. Ada sesuatu dalam nada tersebut yang menarik perhatiannya.

”Changmin –” Belum sempat dia bertanya apa-apa, bibirnya sudah bertemu dengan milik Changmin. Mulanya dia menolak, karena ada begitu banyak pasang mata yang sedang memperhatikan mereka, termasuk milik Taeyang, tapi lama kelamaan dia menyerah juga dalam buaian lembut Changmin. Dia membiarkan tubuhnya dirangkul Changmin ke dalam dekapan namja jangkung itu untuk memperdalam ciuman mereka.

Bibir Changmin kemudian beralih pada leher putih Kibum yang terlihat nikmat di matanya. ”Nggh.” Kibum berusaha agar desahannya tidak terlalu terdengar, tapi sepertinya tidak berhasil karena lidah Changmin begitu lihai. ”Minn~” Changmin beralih pada Kibum yang menatapnya sayu dan sekali lagi mempertemukan bibir mereka.

Begitu kedua bibir itu terlepas, tak ada kata yang terucap, tak ada nafas yang terbuang, waktu seolah berhenti di antara mereka. Changmin tersenyum lembut sementara Kibum tersenyum sedikit canggung. Ciuman itu menyadarkan mereka akan sesuatu, sesuatu yang selama ini harus mereka sembunyikan karena sesuatu itu tidaklah penting sekarang.

”Ehem,” Suara dehaman Taeyang menghentikan kontak mata yang mereka lakukan. ”Bagaimana kalau sekarang kita pergi ke restoran?” tanyanya yang langsung dijawab dengan anggukan antusias dari Changmin dan helaan nafas dari Kibum. Ketiganya pergi keluar mengikuti arus penonton yang lain, tak menyadari adanya tatapan tajam dari seorang namja yang duduk di pojok dan tertutup oleh kain. Namja yang bernama lengkap Choi Dong Wook.

.

.

Sepertinya ini akan menarik. Bukankah saya sudah mengatakan bahwa Dong Wook itu sangat posesif terhadap propertinya? Jika belum, sekarang sudah saya katakan.

Nah, sebelum kita akan mengikuti Changmin dan Kibum ke restoran, saya mau mengajukan satu pertanyaan.

Seperti yang anda tahu bahwa di balik pintu hitam yang ada di depan gedung telah mengantarkan anda di sini. Di sisi luar dari apa yang tersembunyi.

Apakah anda bersedia dan kuat untuk melewati pintu yang ada di kamar Yunho?

Jika anda mau, akan saya antarkan karena besok adalah lusa adalah hari yang ditentukan Yunho bagi para personal slave untuk masuk kembali ke dalam pintu hitam.

Oh tidak, mereka tidak dikembalikan. Mereka hanya ingin bertemu dengan teman lama mereka dan untuk meningatkan kembali kenapa mereka berada di luar.

Tapi – oh, akan saya jelaskan lagi nanti, ayo sekarang kita ikuti mereka dulu ke restoran.

Anda tentu lapar bukan? Lebih baik kita ke sana sebelum makanannya dihabiskan Changmin.

Biaya? Apakah anda lupa siapa para master? Teater tadi adalah milik Se7en, sementara restoran yang akan dituju mereka adalah perusahaan yang dikelola Yunho.

Anda masih penasaran dengan yang ada di mobil hitam itu?

Dia adalah master yang berada di teater tadi.

Ya, Se7enlah orangnya.

.

.

”Changmin, pelan-pelan, tidak akan ada yang mengambil makananmu,” tegur Taeyang yang sedari tadi melihat Changmin yang memakan dengan nafsu yang tidak terkendali. Namja jangkung itu sudah menghabiskan porsinya yang ketujuh dan sekarang adalah porsinya yang kedelapan.

”Hyung jhugah harus chobah,” ujar Changmin tak jelas karena makanan yang masih berada di mulutnya. Taeyang hanya terkekeh pelan sementar Kibum yang duduk di seberang Changmin, di sebelah Taeyang hanya menggeleng perlahan.

”Kunyahlah dulu sebelum bicara, Min,” tegur Taeyang sebelum memotong steak-nya.

Changmin segera meneguk makanannya dan meminum air. ”Hyung juga harus coba!” ujar Changmin dengan ceria. ”Eh, kita boleh bawa makanannya pulang tidak ya?” tanya Changmin dengan nada ceria namun terkesan sendu.

Kibum menatap namja yang di hadapannya sembari mengangkat kedua alisnya. ”Jangan bilang kau tidak puas,” ujarnya sarkasti.

Namja jangkung itu segera menggelengkan kepalanya. ”Ani, bukan, aku hanya ingin membaginya dengan yang lain. Mereka pasti belum pernah makan sesuatu yang nikmat seperti ini bukan?” Pertanyaan Changmin sontak membuat suasana hening seketika. Masing-masing bergulat dalam pikirannya. ”Maksudku –”

”Arasso,” sela Taeyang. Senyuman khas yang dimiliki oleh salah seorang penjaga itu terlihat begitu manis dan menenangkan hati. ”Akan kucoba tanyakan kepada Yunho-shi apakah boleh membawa makanan ini pulang untuk mereka.”

”Ne, gomawo, Taeyang-hyung,” ucap Changmin sembari mengangguk dengan antusias. Kibum hanya mengangguk dan kembali melanjutkan makanannya. Entah kenapa dia mendadak tidak bernafsu makan lagi. ”Gwenchana, Bummie?” tanya Changmin yang menyadari keanehan dari salah satu dari saudara kembar itu. Yang ditanya hanya menggelengkan kepalanya dengan lemah.

Brug.

Tiba-tiba saja tubuh Kibum terjatuh ke lantai menimbulkan bunyi yang keras. Taeyang segera menghampiri namja yang terbaring itu. Changmin juga ikut panik dan bermaksud untuk membantu Taeyang. Penjaga itu melarangnya, ”Kau makan saja, aku akan bawa Kibum ke mobil. Mungkin dia hanya kelelahan saja,” ujar Taeyang dengan nada menenangkan.

Changmin mengangguk dan melihat Taeyang membawa Kibum dalam bridal-style keluar dari ruangan VIP yang mereka tempati tadi. Mendadak, nafsu makan Changmin menjadi hilang. Dia paling tidak suka makan sendirian, membuatnya teringat akan –

”Sendirian, Minku?” Sebuah suara yang tak asing di telinganya terdengar di ruangan itu diiringi dengan bunyi pintu yang ditutup. Dia melihat master-nya berjalan dengan sebuah seringaian di wajahnya menuju ke tempat duduk Kibum tadi. Kedua tangan master-nya terlipat dan siku sang master berada di atas meja. Dagu sang master diletakkan di atas kedua tangannya dan matanya mentap tajam ke arah Changmin. ”Sepertinya kau sangat menikmati harimu, eh?”

Gulp.

Changmin tahu kalau Se7en sudah menggunakan nada seperti itu maka master-nya marah besar. ”Kemarin aku menemukan sesuatu yang di luar dugaan membuatku cukup kaget,” ujar Se7en sembari mengangguk kepalanya berkali-kali dalam anggukan kecil. ”Katakan, kenapa kau mencium Taecyeon?” Pertanyaan itu tegas dan menuntut membuat Changmin tak bisa berkutit.

Namja yang lebih muda itu menggigit bibir bawahnya. Kepalanya ditundukkan ke bawah. Makanan yang menggodanya tadi sekarang terlihat tidak menarik di matanya sekali lagi. ”Itu, aku –”

”Kemari, Minku,” sela Se7en. Merasa itu sebuah perintah, Changmin segera berjalan dengan langkah kecil ke arah Se7en. Begitu sudah berdiri di depannya, tubuhnya langsung ditarik oleh sang master sehingga dia sekarang berada dalam pangkuan Se7en. ”Suapi aku,” perintah Se7en. Tangan Changmin gemetar sembari meraih sendok makan namun tangannya segera ditepis oleh Se7en. ”Dengan mulutmu, Minku. Aku mau kau mengambilnya dengan mulutmu dan menyuapiku dengan mulutku juga, apakah kau mengerti?”

Dengan hati-hati Changmin mengangguk sembari menundukkan badannya. Badannya kembali gemetar hebat sembari mulutnya meraih potongan steak dan kemudian menyuapi Se7en dengan mulutnya. ”Urmmm,” keluar dari mulut Changmin ketika lidah Se7en menikmati lidah Changmin dan daging yang berada di mulutnya.

”Hmm, sepertinya aku ingin mencoba makan dengan cara lain,” gumam Se7en. Dengan cepat dia membuka kaos Changmin hingga namja yang ada di pangkuannya itu topless. Menggunakan sumpit yang ada di atas meja, Se7en mengambil satu potong daging dan meletakkannya di atas badan Changmin yang sedikit dimiringkan.

”Ahh, turun, panas, master,” racau Changmin begitu potongan daging itu berada di tengah kedua tonjolan di dadanya. Karena daging tersebut diolesi oleh bumbu yang sedikit basah, maka potongan tersebut mengalir turun perlahan membuat Changmin harus semakin memiringkan dirinya agar potongan itu tidak jatuh semakin ke bawah. ”Please?”

Se7en langsung melahap potongan daging tersebut, mengunyahnya hingga menjadi beberapa bagian kecil dan tangan kanannya segera mendorong kepala Changmin hingga keduanya kembali saling melumat satu sama lain. ”Bum..hah..Bummie,” bisik Changmin. ”Apa yang anda lakukan terhadap Bummie?” tanyanya kepada master-nya.

”Tidak ada, katakan saja aku hanya membantu Siwon untuk membiarkan dia bisa bersama dengan personal slave-nya. Sekarang mereka sedang berada di mobil dan aku yakin Siwon pasti akan langsung menghukum saudara kembar itu sekarang.”

Mendengar penjelasan dari Se7en, kedua mata Changmin membulat dengan horor. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Ekspresi Changmin saat ini malah membuat Se7en terkekeh pelan. ”Hei, bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau hanya mempunyai kesempatan satu kali saja? Dan apa maksudmu dengan mencium Kibum tadi?” Tangannya segera menjambak rambut Changmin agar namja itu menatapnya.

”Mian, mian,” pinta Changmin dengan nada memelas.

”Cih, untuk apa meminta maaf jika kau akan mengulang hal yang sama, eh?”

”Mian, aku,”

”Aku apa?” sela Se7en. Dia melepaskan tarikannya terhadap rambut Changmin dan memutuskan untuk membiarkan namja itu berbicara.

”Maaf, saya, saya tahu anda mengikuti kami,” bisik Changmin dengan pelan. Entah kenapa hal itu tidak membuat Se7en kaget malah namja itu menyeringai dengan lebar.

”Jadi kau melakukan ini agar apa?” Dia menarik wajah Changmin begitu dekat hingga keduanya bisa saling mendengar nafas satu sama lain. ”Kau ingin jadi orang baik yang menyadarkan Siwon, eh? Aku tak perlu kau melakukan hal itu, ingat, kau itu hanya milikku!” seru Dong Wook sebelum melumat bibir Changmin. Tangannya perlahan melepaskan resleting celana jeans Changmin.

Entah bagaimana sekarang Changmin sudah terbaring dengan keadaan polos tak memakai apapun di atas meja yang piring dan alat makannya sudah bertebaran di bawah sebelum membuat suara ’Prang’ yang begitu keras. Tubuh Changmin yang polos diolesi oleh cairan cokelat yang dibawa Changmin untuk dessert nanti. Di kedua tonjolan di dadanya terdapat sebuah strawberry yang begitu merah. ”Tadi sudah main course, tentunya sekarang dessert bukan?”

Se7en sendiri hanya melepas kemejanya agar tidak kotor dan melemparnya entah ke mana sementara jeans-nya masih dipakainya, hanya dibuka resletingnya untuk mengeluarkan miliknya yang sudah menegang. ”Kau suka es krim bukan?” Changmin mengangguk dengan pasrah tak peduli bahwa master-nya sudah menyeringai lebar. ”Good.”

Es krim yang masih utuh itu dioleskan Se7en di atas kejantanannya sebagai pelumas. Dalam satu hentakan dia memasukkan semuanya, menembus dinding mungil Changmin. ”ARGHH!” Sebenarnya Changmin sendiri masih kesakitan pasca pertemuan kemarin.

Ekspresi Se7en berubah menjadi khawatir. Tangannya mengelus kening Changmin dengan perlahan. ”Sssh, sshh, I’ll be gentle, I promise,” bisiknya dengan pelan di depan bibir Changmin sebelum kembali mempertemukan bibir mereka. Bibir Se7en menuju ke arah buah strawberry yang ada di atas nipple Changmin. Dia melahap strawberry tersebut dan juga memberikan gigitan-gigitan kecil terhadap nipple Changmin yang mendatangkan erangan nikmat dari namja yang ada di bawahnya. Milik Se7en masih berada dalam dinding sempit Changmin. Dia masih terdiam membiarkan slave-nya menyesuaikan dengan miliknya sementara bibirnya menjilati cokelat yang melapisi tubuh Changmin.

Move, master,” gumam Changmin yang langsung diiringi dengan suara, ”Ohh~” ketika Se7en berhasil menemukan titik prostatnya. ”Ahh~ please…there…deeper….ohh~”

Kedua paha Changmin melingkar di pinggang Se7en untuk memudahkan sang master memasuki dinding tipis di hadapannya. Kedua tangan kekar sang master memanjakan kedua nipple yang dilapisi oleh cokelat. ”Ohh…urmm…”

Dia mengangkat tubuh ramping Changmin sehingga namja itu sekarang duduk di ujung meja dengan milik Se7en masih berada di dalamnya. Kedua tangan Changmin melingkar di leher sang master untuk mendekatkan tubuh mereka. Se7en merasakan tubuhnya lengket akibat cairan cokelat yang masih menempel di tubuh Changmin, tapi dirinya sudah dikelubuti rasa nikmat untuk memikirkannya. Dinding Changmin memeluk miliknya begitu erat hingga miliknya bergesekkan dengan dinding Changmin dan memberikan rangsangan yang kuat.

Splurt.

Keduanya orgasme di saat yang bersamaan. Tentu saja karena Se7en menutup jalan keluar Changmin agar keduanya keluar di saat yang sama. Changmin yang kali ini melakukan inisiatif untuk mencium bibir master-nya. Se7en menyeringai pasca ciuman tersebut. ”Aku harap kau makan cukup banyak karena hukumanku belum selesai.”

.

.

Kibum? Oh, dia baik-baik saja. Se7en hanya memberi obat tidur pada makanan yang dimakan oleh personal slave Siwon itu.

Tenang saja, anda tidak perlu khawatir, Siwon tak akan marah. Malah, mungkin dia akan berterima kasih kepada Se7en.

Taeyang sih tadi mengatakan akan kembali ke dalam ruangan, tapi seperti yang kita lihat tadi, Se7en sudah masuk terlebih dulu dan mengunci pintu.

Lagipula, Taeyang tahu lebih baik daripada melawan master satu itu.

Siwon juga sebentar lagi akan datang, anda mau melihatnya?

.

.

Suara kecipak kulit saling bertemu terdengar di dalam mobil yang digunakan Changmin tadi. Bibir Siwon sedang bertemu dengan bibir Kibum yang sedang tertidur. Ketika mendadak mata Kibum terbuka, Siwon tidak terkejut dan malah memperdalam ciumannya. Tangannya mulai menyusup masuk ke dalam kaos Kibum. Ibu jarinya mengelus nipple Kibum dengan pelan. ”Urmm,” desah Kibum yang kemudian melingkarkan kedua tangannya di leher Siwon.

Masterhh~” Kibum kembali mendesah ketika bibir Siwon bertemu dengan lehernya yang disentuh Changmin tadi. Segera sang master memberikan gigitan-gigitan kecil untuk menghilangkan jejak Changmin dari tubuh namja yang ada di bawahnya.

”Lepaskan!” Sebuah suara yang lebih tegas menghentikan gerakan Siwon. Yang berada di bawahnya sekarang adalah Kyuhyun, saudara kembar dan sekaligus pribadi Kibum yang satu lagi. ”Kau mencium dan menyentuh Kibum dengan mudah, tetapi diriku? Aku harus menunggu sampai Kibum kelelahan baru kau mau menyentuhku! Dengar, kami memang satu tubuh, tapi dua pribadi yang berbeda.”

”Ya, dan aku tahu bahwa meski kau mempunyai ketahanan tubuh yang kuat daripada Kibum, mentalmu jauh lebih lemah daripada saudaramu,” sela Siwon. Tangannya menyentuh pipi kenyal Kyuhyun sekarang. ”Saat pertama melihat kalian lolos, aku tahu bahwa aku sangat ingin menjaga kalian, lebih dari apapun. Katakan aku plin plan, katakan aku tidak mempunyai pendirian, tapi aku tak bisa memilih salah satu di antara kalian.”

”Kau egois,” balas Kyuhyun terdengar lemah dan tidak berguna. ”Kenapa?”

Siwon tak tahu apa maksud dari pertanyaan Kyuhyun, dia hanya tersenyum lembut dan bergumam. ”Karena saat bertemu kalian, aku tahu, bahwa kalian berdua tahu apa itu artinya mencintai.”

.

.

Sepertinya kita harus istirahat. Sehabis ini mereka hanya akan kembali ke tempat itu dan berstirahat.

Oh ya, saya belum menjelaskan mengenai peraturan lusa ya? Itu, tentang mereka yang akan berkunjung di balik pintu hitam.

Jadi begini, Yunho menetapkan bahwa mereka tidak bisa masuk bersamaan. Hal itu, katanya, tidak menyenangkan.

Sehingga setiap bulan urutan masuknya berbeda. Sebenarnya yang paling menentukan adalah yang pertama. Ada jenjang waktu selama 30 menit untuk giliran berikutnya boleh masuk. Dan setelah dua jam, kelimanya akan masuk ke balik pintu.

Kenapa saya katakan yang pertama sangat menentu?

Karena siapa yang pertama masuk akan menentukan tempat untuk keempat lainnya. Ya, jadi dalam waktu 30 menit itu, dia harus bisa menemukan tempat yang menurutnya cukup aman.

Anda tentu tidak berpikir bahwa semuanya akan dengan ramah menerima mereka bukan? Rasa iri dan dengki bukanlah hal yang aneh di dalam sana.

.

.

Seingat saya, Jiyong mempunyai satu sahabat baik di sana jadi kemungkinan dia yang pertama kali maju akan cukup besar. Apalagi mengingat bahwa TOP juga akan mengikutinya masuk jika dia yang pertama kali masuk.

Jaejoong juga mungkin karena namja itu memiliki sebuah karisma yang kuat dan tak ada yang berani menyentuhnya. Menyentuhnya berarti menyentuh properti Jung Yunho dan tidak ada, saya katakan sekali lagi, TIDAK ADA yang boleh menyentuhnya selain Jung Yunho.

Kibum dan Kyuhyun. Duo personality yang cukup disegani di dalam sana karena terbukti akan kehebatan dan kemampuan mereka dalam melayani master juga dalam hal-hal lainnya. Seperti yang kita tahu, Kyuhyun jenius dan Kibum kreatif.

Si kecil Taemin memang terlihat tidak ada apa-apanya di hadapan Minho dan keempat lainnya, tapi di balik pintu itu, ada sisi sadistik dari dalam dirinya yang tidak terduga.

Dan terakhir yang kita tahu, si misterius Shim Changmin. Menurut saya, kemungkinan dia yang maju pertama sangat kecil kemungkinannya karena mengingat kejadian kemarin, keempat personal slave pasti akan memikirkan keadaan dirinya. Tapi, siapa yang tahu? Bisa saja dia kembali meyakinkan yang lain untuk membiarkannya maju bukan?

.

.

Siapa yang maju pertama melewati pintu itu akan menentukan sekaligus yang harus menghadapi para serigala berbulu domba yang ada di baliknya.

Si Jiyong yang akan ditemani TOP?

Si Jaejoong, properti Jung Yunho?

Si duo personality Kyuhyun dan Kibum yang disegani?

Si kecil Taemin yang memiliki sisi sadis yang tidak terlihat?

Atau mungkin kembali lagi si misterius Shim Changmin akan mengadu nasibnya?

Siapapun yang maju adalah penentu karena dia harus mencari tempat yang dikiranya aman dan bisa bertahan untuk 2 jam sampai semuanya lengkap.

Kapan mereka boleh keluar setelah semuanya masuk?

Sampai master mereka memanggil mereka kembali.

.

.

eL-ch4n

presents

’Date’

.

.

A/N:

Saya minta maaf karena chapter ini updatenya suangaaatttt lama m(_0_)m soalnya saya full terus minggu ini gara2 Jumatnya libur jadinya dipadatin semua jadwlny *curcol* semoga chapter ini cukup memuaskan chingudeul ^^v

Oke, hasil voting 😀

Teater dan Restaurant all you can eat (26)

Taman Bermain (20)

Perpustakaan dan museum (4)

Yang membuntuti:

Se7en (21)

Siwon (11)

Voting berikutnya:

Apakah anda mau masuk ke dalam pintu hitam?

Ya

Tidak

Siapa yang akan maju pertama untuk melewati pintu hitam?

Jiyong

Jaejoong

Kibum dan Kyuhyun

Taemin

Changmin

Sekali lagi, selamat membaca dan mengvoting ^^v

.

.

Kesimpulan review:

Satu. Saya jelaskan sekali lagi kalau di sini Changmin mengatakan tidak perlu memakai safe word yang sebenarnya bisa digunakan dalam hubungan seperti ini andai kata dia tidak bisa bertahan lagi.

Dua. Mungkinkah ada cinta atau tidak terhadap para master yang lain, akan tergantung dari perkembangan cerita.

Tiga. Narator, aku sungguh kasihan pada dirimu. Udah dikatakan tour guide safari, terus jadi tour guide museum, sekarang jadi dora -______-”” *elus2 punggung narator”

.

.

Terima kasih saya ucapkan bagi kalian yang bersedia memasuki pintu ini dan memberikan satu dua patah kata bahkan sampai dikatakan Dora, tapi tidak ada masalah kok, bukan itu yang ingin saya sampaikan.

Saya mau menyampaikan beberapa hal kepada siapapun yang merasa. Sebenarnya eL sudah tidak mau membalas, tapi saya sendiri yang jadi capek membacanya.

Bagi kalian yang merasa, saya mau bertanya, apakah biologi kalian nilainya jelek sehingga tidak bisa membedakan otak hewan dan manusia?

Kedua, apakah jangan-jangan anda sendiri yang terlalu sibuk melayani om-om yang anda katakan sehingga anda tidak tahu di dunia ini ada yang namanya google atau wikipedia untuk mencari informasi? Jika memang karena itu, bersediakah anda saya antarkan ke sana? Saya bisa meminta ijin kepada master untuk mengantar anda ke sana. Saya bersedia dan saya yakin mereka pasti akan mengijinkan saya.

Bukankah di awal saya sudah bertanya dengan tegas apakah anda bersedia masuk? Dan bukankah saya juga sudah mengatakan untuk menyiapkan hati anda?

Setiap pilihan mengandung konsekuensi, ini adalah konsekuensi yang harus diterima. Harap anda mengerti akan hal itu. Jika anda mau keluar, pintu akan saya bukakan, saya tidak keberatan.

Jika anda tetap mau bertahan, jangan katakan saya tidak pernah memperingatkan anda.

.

.

A/N:

Chingudeul..saya minta maaf updatenya lama sekali T^T Selasa pas mau ketik, mendadak kecapekan, Rabu pulang dari kampus jam 9an karena rapat. Kamis langsung kuis. Ini langsung pulang, tidur bentar untuk ketik, semoga chapter ini memuaskan ya ^^v

Jangan lupa untuk dipilih 😀

Kebetulan pada minta masukkin Mblaq ke dalam ’Broke Doll’ tapi saya bingung sama personilnya, jadi saya baca-baca dulu factnya ya, kalau ada saran, jangan segan-segan untuk mention saya di twitter #plak dan PM saya ^^V

Thanks for umma bear yang berbaik hati mau membantu saya menghitung hasil voting ^^V *kissu umma*

.

.

Saya tidak akan banyak bicara selain mengucapkan terima kasih kepada anda yang masih bersedia bersama dengan saya.

Saya hanya mau memperingatkan sekali lagi bahwa jika anda tidak tahan, saya akan mengantarkan anda keluar dari sini. Saya tidak keberatan.

Itu jauh lebih baik karena kita semua sama-sama senang pada akhirnya.

Ingatlah, jangan katakan saya tidak memperingatkan anda.

Jika anda masih mau, sampai berjumpa lagi.

Jika tidak, selamat tinggal.

.

.

Last, review? 😉

_Verzeihen

Advertisements

30 responses to “Chapter 5: Date

  1. hwa!!! makin seru!! gila yunjae bener2 deh..HOT bener.. jae semakin tersiksa semakin aku ska wkwkwkwk 🙂
    jiyong ma TOP gak kalah HOTnya 😀

    entah kenapa aq ttp ngerasa minho sangat keterlaluan ma taemin 😦
    mungkin aq nya kali gak tega secara taemin masih bisa dibilang kecil…

    mwo?? kibum n minnie ciuman?? WAW… n ternyata itu juga dilihat ma S7.. entah apa hukuman untuk changmin…
    makin seru nih ff’a 🙂

    • ya ampun –” ada jug yg disiksa gitu ya? #eh
      tpi ktany masih agak soft, mgkn hrus dbikin lebih HOT lagi..kkk

      krena harus kejam, justru gak boleh baik hati XD
      kibum minnie…keren ya…kkk~
      ayo dibaca2 semoga beneran makin seru XDD #plak

  2. ckckck, knp namja2 yg jadi jagoanku pada posesif c, gak TOP gak Se7en, sama ajah.. pake acara nguntit segala lg.. -_-”
    Yunho kau terlalu dingin, kasian Jaejoong.. Taemin jg kasian, Minho sadis jg iihhh, msh kecil juga ㅋㅋㅋ Changmin suka Kibum eoh, knp tiba2 nyium Kibum? Apa dia sadar dikuntit trz mau buat masternya cemburu? trz, aku gak paham sama arah pembicaraan WonKyu.. heuuhh, terlalu bnyk teka-teki di ff ini.. -_-“

  3. halo eL-san ^^
    Saya uda baca ff ini dr awal, sekalian sama yg Broken Doll
    bagus sekali, kereeen XDD
    saya suka
    lanjutkan pokoknya yaa~
    oh iya boleh minta passwordnya utk chap 6? Sekalian chap berikutnya dong yg diproteksi XD #plak
    udah penasaran soalnya hehe
    tolong kirim ke : nadyahahaha@ymail.com
    gomawo ^^

  4. disini kayaknya dah mulai ada konflik tentang perasaan antara master and slave-nya.
    tapi apa bener gak ada cinta sama sekali?
    padahal Yunpa udah ama Jaema 10tahun,tapi apa Yunpa tetep dingin dan gak punya perasaan apapun ke Jaema?
    next.
    ni dah gak diprotek lagi ne.

  5. Yunppa jangan kejam sama Jaemma, ne…. Jangan seperti Minho yang kejam begitu!
    Se7en itu cemburu sama Changmin ya?
    Penasaran…..

  6. penasaran dg pintu hitam itu….
    ada apa dibaliknya yaaa…..
    usul sy jaejoong aja yg duluan msk….
    krn dia slave yg disegani…..

  7. .wow,,ada tebakan lgi,,,haha,saya suka menebak,,bgmna kalo sya mencoba mnebak siapa yg akan masuk prtama?mmm…jaejoong mungkin?#ngawur(haha,psti salah)
    .yosh!let’s go to the next chap!!(^o^)/
    .gomawo ne!fighting eL!!

  8. *tutup hidung pake tisu*
    Ehem, lemonnya hot author-ssi *Q*b #ketauanyadong
    Wkwkw, mana hukuman siwon ke kihyun?? *muka polos*
    Uh, saya mau lanjut next chap 😀

  9. Hmmm… disini kesadisannya agak berkurang ya 😦
    tapi gakpapa deh, kasihan personal slave-nya entar terkapar karena kelelahan…

    Top-Siwon-Se7en emang cukup lembut dalam menyiksa personal slave-nya..
    Tapi kasihan biasku taebaby yg disiksa ama si kodok jelek itu u,u .Disiksa fisik dan mental lagi -,-

    Tapi lebih kasihan narator,masa’ dipanggil Dora, kekeke *pukpuk narator

    Aigooo, baca episode ini kok jiwa kasihanku malah muncul… Tapi lebih kasihan pada diri sendiri karna kurang mendapatkan kesadisan yg mencekam kekeke.

    Dan sekali lagi, rasa kagum saya persembahkan kepada author karena telah melahirkan ff yg cocok untuk jiwa-jiwa sadist seperti saya hohoho
    *cling! *hilang

    • Iya. Dan kasian jg authornya yg harus nosebleed karena tulis ini (?)

      Hahaha. Emang Minho ganas banget kykny di sini (?) Lols
      Emang. *ikutan puk2* *dijitak narator* *kabur *eh

      *gubraks* *jatuh dengan tidak elitnya*
      Saya pikir kasihan sama slavenya #plak

      Aw. Makasih. Jadi malu *blush* *plak
      *ikutan ilang 😛

  10. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

Comments are closed.