Chapter 6: Day One – End


Kesempatan kali ini saya yang ingin mengatakan pada anda.

Jika anda TIDAK SUKA, JANGAN BACA!

Saya sarankan bagi anda jika TIDAK TAHAN, SILAKAN KEMBALI! Saya akan antarkan anda pada pintu keluar.

Intinya ketika anda memutuskan untuk membaca ini, silakan tanggung sendiri akibatnya dan JANGAN memarahi author hanya karena ketidak-mampuan anda untuk membaca!

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5

.

.

Chapter 6

.

.

Baik, seperti yang telah saya katakan kemarin, lusa para personal slave akan memasuki pintu hitam.

Tapi bisa saja berganti menjadi besok, entahlah, terkadang waktunya tidak tentu.

Semuanya tergantung pada keputusan Yunho.

Saya merasa bahwa anda akan sedikit kelelahan.

Jadi bagaimana seandainya mulai saat ini saya hanya akan memfokuskan anda pada satu master baru kita berganti master yang lain?

Dengan begitu, anda bisa lebih fokus dan tidak harus bergerak terlalu banyak.

Bagaimana?

Anda setuju?

Silakan dipikirkan baik-baik saja, karena kita masih di luar dan lebih dekat ke arah Siwon, kita akan mengikutinya.

Jangan berisik, oke?

.

.

Kyuhyun tak mengerti, sungguh dia tak tahu sebenarnya apa yang dikatakan Siwon kepada dirinya tadi. Mencintai? Apakah ada kata seperti itu dalam kamusnya? Sejauh yang dia ingat, dia hanya tahu bagaimana cara menjaga dan melindunig saudara kembarnya –tanpa tahu bahwa sebenarnya dia yang dilindungi. Siwon hanya menyeringai dan kembali melumat bibir Kyuhyun dengan ganas, memaksa untuk membuka bibir merah ranum itu.

”Urmm,” desah sang slave di sela-sela kuluman sang master.

Srag.

Pakaian yang dikenakan Kyuhyun tadi disobek secara paksa oleh Siwon dan dilemparkan oleh sang master ke sembarang arah. Tangan kekar Siwon menjelajahi tubuh polos yang terpampang di hadapannya. Ketika mencapai pada dua tonjolan yang berada pada dada Kyuhyun, sembari melumat bibir itu, Siwon memilin dengan kedua tangannya. Merasa begitu gemas dan akhirnya dia menarik nipple Kyuhyun ke depan dan melepaskannya mendatangkan rasa perih di sekujur tubuh Kyuhyun.

”Nggh,” erang Kyuhyun ketika bibir Siwon sekarang sudah menempel di lehernya. Dia menggeser kepalanya sedikit ke kanan untuk memberi akses kepada Siwon. Kedua tangannya mengacak-acak rambut hitam milik master-nya. Kyuhyun tahu bahwa master-nya suka mendominasi dan sebagai slave yang baik, dia membiarkan sang master menjelajahi setiap inci tubuhnya dan menikmatinya.

Memang rasanya sedikit tidak bisa dibayangkan melakukan apa yang sedang mereka lakukan saat ini di dalam mobil, tapi mengingat mobil yang digunakan Siwon adalah sejenis limousine yang bagian belakangnya cukup luas membuat hal ini tidaklah mustahil. Lantai mobil beralaskan karpet sehingga tubuh Kyuhyun yang sekarang terbaring di atas lantai tak langsung bersentuhan dengan lantai yang kotor.

Slurp. Slurp.

Bunyi itu tertangkap oleh telinga dari kedua namja ketika Siwon menjilati darah yang keluar dari leher Kyuhyun. Darah? Ya, Siwon menggigit leher Kyuhyun sedikit keras hingga darah mengalir keluar, namun tak banyak. ”Unggh,” erang Kyuhyun sembari tubuhnya menggeliat karena sentuhan dari master-nya. Tangannya bermaksud meraih sang master, tapi terhalang ketika Siwon memutuskan untuk mengikat tangan Kyuhyun di atas kepalanya dengan potongan bajunya tadi.

Siwon menikmati waktunya untuk bermain-main dengan tubuh namja berambut ikal yang ada di bawahnya. Bibirnya kemudian menurun perlahan hingga bertemu dengan tonjolan di dada Kyuhyun yang menegang. Digigitnya nipple Kyuhyun itu. Karena terlalu keras hingga lagi-lagi darah mengalir dari tubuh Kyuhyun, namun tak banyak, hanya sekedar luka kecil. ”Arghh,” erang kesakitan terdengar melesat dari mulut Kyuhyun.

Bibir Siwon kemudian mencium perut Kyuhyun yang datar sedikit terbentuk. Perlahan turun hingga menuju ke celana Kyuhyun yang sudah menggembung di bagian tengahnya. Melihat hal itu Siwon tersenyum. Dia kemudian mengangkat tubuhnya sedikit sehingga sekarang dia berlutut dan menghampiri satu tas hitam yang ada di atas kursi yang sedari tadi terabaikan. Kyuhyun, dengan setengah terpejam, mencoba melihat apa yang sedang Siwon lakukan. Di balik pikirannya, dia mulai merasa bahwa Kibum meronta untuk keluar, seolah saudara kembarnya tahu apa yang akan dilakukan Siwon. Bertekad untuk menjadi lebih kuat, Kyuhyun menggigit bibir bawahnya begitu keras sampai terluka dan rasa perih kemudian menjalar.

Gendang telinga Kyuhyun menangkap suara tangan Siwon yang membongkar sesuatu di dalam tas untuk mencari sesuatu. Dia meneguk ludah dan berharap bahwa Siwon tak akan menggunakan hal-hal yang aneh. Matanya melebar melihat Siwon mengambil sebuah gag ball. ”Mas…master?” tanya Kyuhyun dengan nafas tak teratur.

Seolah sudah tuli, Siwon kembali meneruskan pencariannya dan mengeluarkan anal beads. Kalian tahu? Mainan yang berbentuk kelereng yang dimasukkan dalam hole seseorang dalam permainan seperti ini. ”Kita lihat seberapa banyak kau bisa menerimanya,” desis Siwon yang kembali memandang ke arah Kyuhyun.

Dia bisa melihat tubuh Kyuhyun yang gemetar karena rasa takut dan gugup akan apa yang akan dia lakukan nanti. ”Sssh, ingat, kalau kau tak sanggup kau tinggal mengucapkan Patagonia, tapi itu berarti aku akan melakukannya terhadap saudaramu,” bisik Siwon. Dia segera melumat bibir Kyuhyun, tak mengijinkan namja itu untuk berbicara dan menyelanya.

Posisi mereka saat ini adalah tubuh Kyuhyun berada di atas karpet dengan tubuh Siwon yang menimpanya. Tempat mereka duduk tadi berada di sebelah kanan dan karena itu, tangan kanan Siwon mengambil gag ball yang ada di atas. Ketika lumatan mereka terlepas, dengan hati-hati Siwon memasangkan gag ball tersebut pada mulut Kyuhyun yang menerima itu dengan pasrah. ”Urmmm,” hanya bisa keluar dari mulut Kyuhyun ketika mulutnya telah terpasang gag ball itu. Setidaknya, dalam pikirannya, ini jauh lebih baik daripada dimasukkan dildo yang berukuran tak kecil ke dalam mulutnya.

Tangan Siwon mengangkat sedikit badan Kyuhyun dan membuka celana yang dikenakan slave-nya hingga sekarang namja yang berada di bawahnya itu telah polos tak memakai sehelai benang pun dengan kejantanan sang slave sudah ereksi. ”What a slutty body, eh?” desis Siwon pelan melihat tubuh Kyuhyun yang kembali gemetar.

”NGHHH!” Dia menjerit kesakitan di balik gag ball ketika Siwon memasukkan dua buah beads ke dalam dinding rektumnya tanpa peringatan. Rasanya perih dan dia merasa bahwa dia bisa orgasme kapan saja. Oh, andai saja Siwon tak meletakkan sesuatu yang dingin di sekitar kejantanan Kyuhyun sekarang mungkin dia tak akan merasa sesak seperti ini.

Entah bagaimana caranya wajah Kyuhyun sekarang menempel ke jendela. Kedua tangannya yang terikat berada di depan dadanya menahan dirinya agar wajahnya tidak menempel sepenuhnya ke jendela dan masih menciptakan sedikit jarak agar dia bisa mengambil nafas. ”Ungghh.” Kedua pupil matanya membesar kala Siwon memasukkan dildo berwarna hitam yang berukuran cukup besar bersama dengan dua beads yang masih mendekam di dalam dinding Kyuhyun.

You like it slut?” bisik Siwon ke telinga Kyuhyun. Posisi mereka saat ini adalah Kyuhyun tengah berlutut dengan tangan menekan pintu mobil agar wajahnya tak langsung menempel pada jendela. Tubuh Siwon berada tepat di atas Kyuhyun. Dada bidangnya yang terbalut kaos bergesekkan dengan punggung mungil Kyuhyun sembari bibirnya menempel di dinding telinga Kyuhyun dan membisikkan dirty talk yang dia tahu akan menaikkan libido dari slave-nya.

”Lihatlah kalau kau sesungguhnya menikmati semua ini,” bisiknya sekali lagi sembari tangan kanannya mengocok kejantanan Kyuhyun yang sudah menegang sempurna. Tangan kirinya memegang dagu Kyuhyun agar wajah namja itu terangkat dan bisa melihat ke jalanan. ”Bagaimana kalau mereka yang ada di luar bisa melihatmu? Pasti mereka tidak akan menduga wajah manis tak berdosa seperti dirimu ternyata menikmati hal ini.” Tangan kiri Siwon memutar kepala Kyuhyun sehingga bibirnya bisa mengecup pipi temben namja itu.

Cairan bening berkumpul di ujung mata karamel tersebut dan perlahan turun membasahi kedua pipinya yang memerah dan sedikit menggembung. Berkali-kali dia menggelengkan kepalanya, entah untuk apa, dia sendiri tidak tahu. ”Urnghh…ngghh…” hanya bisa keluar dari mulutnya seberapapun dia berusaha untuk mengeluarkan suara.

Lain Kyuhyun, lain Siwon. Namja bertubuh kekar itu mulai mencumbu bagian belakang tubuh Kyuhyun dan mencicipi rasa namja manis itu. Tangan kirinya terlepas dari dagu Kyuhyun dan mencari sebuah remote yang berada di kirinya. Karena posisi mereka yang berubah, sekarang kursi tempat duduk mereka tadi berada di sisi kiri mereka.

Drrt. Drrt.

Dildo yang berada di dalam Kyuhyun bergetar begitu tombol pada remote ditekan Siwon. Sang master menyetelnya dalam ukuran maksimum sehingga getaran dildo itu menjalar ke sekujur tubuh Kyuhyun dan bergerak masuk perlahan, bertumbukkan dengan kedua anal beads tadi. ”Arghh…nggghh….”

Sesak. Sakit. Perih. Malu. Semua menjadi satu apalagi ketika Siwon kembali membisikkan dirty talk bahwa dia akan membuka jendela membiarkan orang di jalanan melihat keadaan Kyuhyun sekarang. Bagi dia itu jauh lebih mengerikan daripada perlakuan Siwon sekarang. Dia tak sanggup melihat tatapan orang terhadap dirinya –ekspresi menjijikkan yang kerap kali dia terima.

Mengumpulkan segenap tenaga yang tersisa, Kyuhyun mendorong tubuhnya hingga belahan pantatnya bergesekkan dengan kejantanan Siwon yang masih terbalutkan celana jeans. ”Ahhh~” desah Siwon ketika Kyuhyun menggesek ereksinya.

Such a naughty slave we have here,” ujarnya dengan seringaian yang terpasang di wajahnya.

Dia membuka resleting celananya sehingga sekarang kejantanannya yang sudah menegang terekspos. ”Prepare yourself, slave,” bisiknya dengan nada seduktif di telinga Kyuhyun sembari memosisikan miliknya di depan dinding Kyuhyun yang penuh.

Mata Kyuhyun, sekali lagi, membesar karena horor. Badannya menggeliat minta dilepaskan, erangan keluar dari mulutnya meski tak jelas, dan kepalanya tertunduk untuk mempersiapkan diri terhadap rasa sakit yang akan dia terima. Air matanya sudah tak terbendung dan sudah mengalir perlahan. ”Ngghh…phnghh…” Tubuh Kyuhyun terasa lemah dan pasrah akan perlakuan Siwon terhadapnya.

”NGGGHHHHHH!!!!” Kepalanya terangkat sehingga badannya sedikit melengkung ke atas. Bibir Siwon mencium punggungnya dengan lembut meskipun dia tahu itu tak ada artinya karena rasa sakit yang diterima Kyuhyun pada bagian bawahnya melebihi apapun.

Kyuhyun merasa bahwa hole-nya serasa melebar dengan milik Siwon, dildo, dan beads yang berada di dalamnya. Tak menyia-nyiakan waktu, Siwon segera melakukan gerakan in dan out sehingga kejantanannya bergesekkan pada benda yang masih berada di dalam dinding Kyuhyun.

Air mata Kyuhyun terus keluar tak ada hentinya seolah untuk melepas rasa sakit pada bagian bawahnya. Dia mencoba sebisanya untuk memfokuskan pada gerakan tangan Siwon yang sedang mengocok kejantannya dan memilin nipple-nya. Orgasmenya yang terhalang saat ini juga tidak membantu kondisinya.

”Mmm….” desahnya di sela-sela kesakitannya ketika akhirnya Siwon menekan titik prostatnya.

Siwon mempercepat gerakannya ketika dia merasa milik Kyuhyun juga sudah terus menerus mengeluarkan precum. Sebenarnya dia tak ingin mengakhirinya, tapi ada sedikit rasa kasihan karena seharusnya mereka – Kibum dan Kyuhyun – menikmati hari ini karena perintah khusus dari Yunho. Tapi, salahkan pada Se7en. Salahkan pada Se7en yang mengajaknya untuk turut serta karena rasa posesif yang dimiliki oleh master tertua itu.

Dengan hati-hati, dia mengeluarkan cock ring dari kejantanan Kyuhyun, tak ingin menyakiti lagi kulit putih pucat milik namja di bawahnya. Dalam sekejap, Kyuhyun telah mengeluarkan cairan putihnya mengotori karpet yang ada di bawah mereka. Sementara Siwon masih menggesek miliknya pada dinding hangat Kyuhyun dan tak lupa dildo serta beads yang ada. ”Ohhh…yeshh…

”Ngghh..urngghh…”

Splurt.

Rasa lega meliputi hati Kyuhyun ketika dia merasakan cairan putih keluar di dalam dindingnya. Kelegaan karena akhirnya berhasil memuaskan sang master dan melindungi saudaranya. Matanya langsung terpejam karena kelelahan. Untung saja refleks Siwon cukup cepat sehingga dia berhasil menangkap tubuh lemah Kyuhyun sebelum jatuh. Dia menarik miliknya dari dinding Kyuhyun bersamaan dengan cairan putih yang mengalir keluar dan membasahi paha putih Kyuhyun.

”Aku bisa sendiri,” ujar sebuah suara dengan nada dingin yang berasal dari seorang Kim Kibum. Sekali lagi, Siwon hanya menyengir dan mengangkat tubuhnya. Dia membereskan dirinya dan memperhatikan ketika Kibum dengan hati-hati mengeluarkan dildo dan beads yang ada di dalamnya.

Sebenarnya Siwon masih ingin menyetubuhi tubuh yang ada di hadapannya sekarang, tapi ada sesuatu yang menahannya. ”Gwenchana?” tanyanya dengan lembut yang dibalas dengan tatapan dingin dari Kibum.

”Kalau kau ingin menghukumku, jangan sakiti Kyuhyun! Bukan salahnya kalau Changmin menciumku! Dan bukan salahku juga jika namja itu menciumku! Seharusnya kau menghukumnya, bukan aku!” seru Kibum yang mendorong tubuh depan Siwon karena kesal.

Tak ada reaksi yang diberikan Siwon ketika Kibum memukul dengan kepalan tangannya ke dada bidang master-nya. ”Sudah selesai?” desis Siwon pada Kibum yang masih memukul dengan ringan. ”Kalau kau masih punya tenaga seperti ini, sepertinya –”

”Hentikan,” sela Kibum. ”Kumohon, Siwon, kau…kau tidak seharusnya berada di tempat ini. Aku tahu, aku tahu apa yang kau lakukan dengan Taecyeon. Kumohon, aku sudah, urmmph –”

Perkataan Kibum terhenti oleh bibir Siwon yang menempel pada bibirnya dan kembali melumat bibir yang semerah darah itu. ”Dengar, kita tak berada di sana, di sini, kita tak terikat. Meskipun begitu, aku harap kau tetap menghormatiku sebagai master-mu,” tegur Siwon. Nadanya begitu serius dan tatapannya begitu tajam.

Gulp.

Kibum meneguk ludahnya melihat keadaan namja yang ada di hadapannya saat ini. Namja yang sedang menggenggam erat kedua tangannya yang masih terikat. ”Siwon, kumohon hentikan, hentikan,” pintanya dengan nada lirih, tapi semua itu dianggap angin lalu bagi Siwon karena namja itu hanya melumat bibir Kibum yang terus bergumam lirih. Cairan bening sekali lagi mengalir perlahan pada namja duo personality itu entah karena apa.

.

.

Sepertinya anda semua terjebak karena perkataan saya yang mengatakan mereka tidak mengenal cinta ya?

Tapi, jika anda perhatikan baik-baik, yang selalu saya ucapkan adalah,

 ”Di balik pintu hitam itu tak ada kata Cinta.”

Kalau anda teliti, anda pasti mengerti apa maksud saya ketika saya mengucapkan,

Tidak ada kata cinta di sini.

Mungkin setelah ini, anda bisa membuka pikiran anda.

Apa anda sudah lelah?

Changmin? Ah, anda masih ingin melihat keadaan namja itu rupanya. Baiklah, mari kita kembali ke restoran.

.

.

Tubuh Changmin yang polos terbaring di atas meja yang sudah kosong karena semua peralatan makan sudah dihempaskan Se7en ke atas lantai menimbulkan bunyi yang keras. Kalau saja tak mengingat mereka berada di dalam ruang VIP dan Se7en sebagai salah satu dari sang pemilik maka mereka akan diusir dan harus membayar ganti rugi. Ya, meskipun dikelola oleh Yunho, tapi Se7en juga mengambil andil dalam perusahaan tersebut sehingga secara tidak langsung, restoran itu juga miliknya.

Se7en mengambil daging yang berada di atas meja dan meletakannya pada perut Changmin, ice cream pada kedua tonjolan di dada Changmin, spaghetti melilit di kejantanan Changmin, dan tak lupa saos cokelat yang dituangnya di atas ice cream menghiasi tubuh Changmin ”Hmm, can’t wait to eat you, Minku,” bisiknya pelan.

Agar tak mengotori bajunya, dia membukanya sehingga dia tak kalah polos dengan Changmin. Sedikit melayang di atas badan Changmin dengan kedua tangannya berada pada sisi samping kepala Changmin yang masih terengah untuk mengatur nafas. Senyuman tipis terukir di wajah Se7en melihat pipi Changmin yang menggembung karena di tengah mulutnya yang terbuka lebar terdapat  2 buah strawberry. Wajah Changmin basah karena peluh keringat mengingat ini bukanlah ronde pertama mereka. Untung saja dia sudah cukup makan sehingga staminanya cukup kuat.

Slurp.

Lidah Se7en mulai menjilati nipple Changmin yang menegang. Dia bisa merasakan manis cokelat dan dinginnya ice cream menjadi satu. ”Urmm,” desah Changmin ketika lidah master-nya mulai memainkan nipple-nya. Mulut Se7en sedikit terbuka dan memakan ice cream tersebut dan sekaligus ikut melahap nipple Changmin yang diolesi. ”Hmm,” gumamnya pelan. Kedua tangannya berada di pinggang Changmin dan menahan agar namja yang berada di bawahnya tak banyak bergerak, meskipun dia tahu Changmin juga tak akan bergerak.

Posisi mereka saat ini adalah tubuh Changmin sepenuhnya terbaring di atas meja sementara Se7en hanya bagian atasnya saja karena dia masih menginjak lantai. Kedua tangan Changmin berada di samping namja itu dan mengenggam ujung samping meja dengan erat. Desahan erotis terselip keluar dari mulutnya dan tanpa sadar meningkatkan libido master-nya. Genggamannya terhadap ujung meja semakin erat apalagi ketika jari Se7en bermain-main di depan dindingnya.

”Ahhh~” Tubuh Changmin bergetar hebat ketika dia merasakan sesuatu yang dingin memasuki dindingnya. Dia merinding dan bergidik karena perasaan aneh yang berada di tubuhnya.

Se7en yang masih menjilati tubuh Changmin, memasukkan jelly yang ada di dekatnya ke dalam dinding Changmin menggunakan jari-jarinya. Lidahnya bermain-main di perut Changmin yang terdapat daging. Dia melahap daging tersebut dan memberikan gigitan pada perut kotak Changmin. ”Ngghh,” desah Changmin. Dia berusaha sebisanya agar tidak menelan strawberry yang ada di mulutnya.

Slurp. Slurp.

Lidah Se7en kemudian kembali kepada nipple Changmin yang sekarang sudah tak terisi apapun dan mengulumnya seperti seorang bayi. Gigitannya terkesan hati-hati, mungkin tak ingin menambah luka yang ada di tubuh slave-nya. Bibirnya bergerak ke atas dan sekarang bertumpu pada leher Changmin. Dia mengecupnya cukup lama dan kemudian menggigitnya seperti seorang vampir yang membutuhkan darah. Tangannya sendiri masih bermain-main di dinding Changmin yang masih basah karena cairannya dan jelly yang ada di jarinya.

Ketika wajahnya tepat berada di atas wajah Changmin, dia terhenti dan menikmati hidangan yang ada di bawahnya. Bibirnya langsung melumat bibir Changmin yang terisi penuh dengan strawberry. Dia menggigiti strawberry itu cukup kecil dan kemudian mengunyahnya. Suara kecipak kulit terdengar ketika dia menekan bibir mungil Changmin dan melahap strawberry itu hingga tak bersisa. Kepalanya terangkat dan dengan tangan kirinya yang senggang, dia menghapus cairan dari buah merah itu dari bibirnya. Kejantannya kembali menegang ketika melihat Changmin yang sedang menjilati bibirnya karena cairan itu masih ada di samping wajahnya. ”Kau yang memintanya, Minku,” ujar Se7en dengan nada seduktif.

Spaghetti yang masih ada di kejantanan Changmin dipegang oleh Se7en dan diambilnya beberapa. Saat itu, tangan kanannya sudah tidak berada di dinding Changmin dan sebaliknya sedang menggenggam spaghetti. ”Eat it,” tegurnya kala kedua tangannya yang berisi spaghetti itu berada tepat di wajah Changmin.

Tanpa ragu-ragu, Changmin melakukan apa yang diperintahkan kepadanya. Mulutnya melahap spaghetti yang terlilit di tangan Se7en. Kulumannya menghasilkan sebuah suara yang terdengarkan bagaikan kicauan burung di telinga Se7en. Indah tiada duanya. Tangan kirinya ditarik Se7en dan kemudian menjambak sedikit rambut Changmin. ”Suck it, whore!”

Dengan sedikit kasar, Se7en mendorong kepala Changmin hingga mulut Changmin yang masih mengunyah spaghetti menelan habis kejantanan Se7en yang besar membuatnya sedikit tersedak. Kejantanan Se7en menyentuh ujung tenggorokannya membuat dia sedikit kesusahan untuk bernafas dan terpaksa menelan spaghetti tadi dalam sekejap. ”Urngh,” erang Se7en ketika Changmin mulai menggunakan lidahnya. Kepala namja jangkung itu naik turun terhadap kejantanan Se7en. Tangan Changmin juga memegang sebagian milik Se7en yang tak dapat dilahap mulutnya.

”Ohhh…faster…damn, bitch!”

Slap.

Tamparan diberikan pada pantat Changmin yang menungging di udara menciptakan bekas tangan di pipi pantatnya. Changmin tak meringis kesakitan, dia hanya memfokuskan dirinya pada apa yang ada di hadapannya sekarang. Bukankah dia rela mati demi master-nya? Jadi apa yang dia rasakan sekarang tak ada artinya.

Ketika merasa milik Se7en cukup besar, rambut Changmin sekali lagi dijambak sehingga kulumannya terlepas dari kejantanan Se7en. ”Spread yourself and show how much you want me,” perintah Se7en dengan nada datar namun serius.

Changmin mengangguk. Dia membuka kedua kakinya lebar-lebar memperlihatkan hole-nya yang berdenyut minta dimasuki. Pertama, dia terlihat sedikit ragu untuk memasukkan tangannya. Dia kemudian melihat Se7en dengan tatapan memelas. ”Please?” pintanya dengan nada lirih.

Seringaian terpasang di wajah Se7en melihat wajah memelas dari slave-nya. ”Please what, Minku?” tanyanya dengan nada seduktif.

Gulp.

Namja jangkung itu menelan ludah. Dia menundukkan kepalanya sejenak untuk membulatkan tekad sebelum menatap Se7en dan berkata lagi, ”Please fuck me, master.”

”Bukankah tadi sudah kubilang?” Se7en mengangkat kedua alisnya. ”Show how much you want me,” bisiknya sedikit menunduk.

Keheningan melanda mereka sesaat sebelum Changmin membaringkan kembali punggungnya ke atas meja. Kedua tangannya memegang pahanya dan membukanya lebar-lebar sehingga hole-nya terlihat mengundang di mata Se7en. Tapi, seperti katanya tadi, dia ingin melihat seberapa besar keinginan Changmin. Dia menunggu.

Merasa sang master mengharapkan dirinya untuk melakukan gerakan, Changmin menelan ludah dan akhirnya menarik tubuhnya hingga mendekat ke arah Se7en yang kejantanannya sudah menegang sempurna. Kedua tangannya melingkar di leher Se7en dan dia memasukkan kejantanan Se7en sekali lagi pada dindingnya.

Jleb.

Dalam satu hentakan, kejantanan master-nya masuk seutuhnya di dalam tubuhnya. Dia bermaksud menunggu sebentar untuk menyesuaikan dirinya, tapi rupanya tidak dengan sang master yang langsung mendorong tubuhnya sehingga punggungnya bertabrakkan dengan meja makan sekali lagi. Se7en kembali melakukan gerakan in dan out dengan cepat dan menumbuk titik prostatnya. Kepala Changmin terasa berputar hebat mungkin karena sebenarnya dia masih belum sehat sepenuhnya.

Entah apa sebabnya, Se7en memutuskan untuk membantu Changmin dan mengocok kejantanan slave-nya agar namja jangkung itu bisa segera mencapai orgasme. Dia pun mempercepat gerakan meng-abuse titik prostat Changmin karena tak ingin menyiksa namja itu lebih lama lagi.

Setelah beberapa kali dia menghujamkan diri dalam dinding Changmin, Se7en akhirnya mencapai orgasme menyusul Changmin yang sudah keluar beberapa saat yang lalu. Dia mengangkat badan Changmin yang sudah lemas dan melingkarkan tangannya pada pinggang Changmin. Kepala Changmin segera bersandar pada pundak sang master dan namja itu tertidur karena kelelahan.

Se7en hanya tersenyum tipis dan memakaikan kembali pakaian Changmin. Dia tahu namja itu akan merasa tidak nyaman, tapi sudahlah, dia lebih tidak akan terima jika ada yang memakaikan baju untuk slave-nya. Changmin adalah miliknya dan siapapun tak bisa menyentuh miliknya, termasuk Jung Yunho sekalipun.

”Taeyang,” gumamnya pada intercom yang terpasang di depan pintu.

Terdengar suara ’grosak’ sebelum panggilannya terjawab. ”Ne, Se7en-shi?”

”Siapkan mobil, antarkan kami ke taman bermain,” tegurnya.

Dia mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan singkat sebelum membawa Changmin dalam bridal style dan meninggalkan ruang VIP yang sudah porak poranda itu.

Isi pesannya simpel:

To: Yunho

From: Se7en

Aku. Minku. Besok pagi.

.

.

Ah itu artinya Se7en dan Minku baru akan kembali besok pagi.

Hahaha. Anda tidak perlu khawatir, meskipun head master adalah Yunho, tapi para master juga memiliki kebebasan tersendiri.

Eh? Hmm. Yang membedakan dia dengan para master adalah keputusan Yunho lebih diutamakan. Ya, tentu saja, namanya saja sudah head.

Ya sudah, sekarang anda mau ke mana?

MWO? JANGAN!

Ah, maaf atas kelancangan saya.

Tapi, saya rasa itu bukan ide yang bagus untuk mengikuti mereka.

Itu, errm, bagaimana kalau kita segera kembali saja?

Anda tidak penasaran dengan apa yang akan dilakukan Yunho terhadap Jaejoong?

Itu lebih menarik, ayo!

.

.

Namja cantik itu sedang terbaring di atas tempat tidur. Matanya tertutup oleh pita hitam. Pergelangan tangannya terikat dan berada di belakang punggungnya. Begitu pula dengan kedua kakinya sekarang. Mulutnya sendiri terisi oleh gag ball sehingga dia tak bisa berbicara dengan jelas. Tubuh polosnya sudah banyak terdapat bekas cambukan dan bekas merah lainnya.

Telinganya menangkap suara getaran yang dia tahu berasal pada bagian bawahnya karena sekarang, sebuah vibrator tertanam di dalam dindingnya dalam setelan maksimum. Badannya sedikit menggeliat tak nyaman karena vibrator tersebut tak bisa menyentuh titik prostatnya dan itu sangat menyesakkan. Dia mencoba untuk menggesekkan miliknya pada sprei kasur namun gerakannya kemudian terhenti oleh sebuah tangan kekar yang menekan lengannya.

”Apa yang kau lakukan, slut?” Namja cantik itu tahu bahwa suara teguran itu berasal dari master-nya, Jung Yunho, dan dia tahu bahwa dia berada dalam masalah besar.

”Nghh…” Jaejoong tak bisa menjawab dengan gag ball yang masih berada di mulutnya.

Yunho hanya menyeringai melihat slave-nya yang terbaring tak berdaya. Tangannya kembali mengambil cambuk yang berada di dekatnya dan kembali mempertemukan tali itu ke tubuh Jaejoong. ”Mengerang kesakitan padahal kau sendiri menikmatinya, cks,” desis Yunho yang melihat kejantanan Jaejoong yang menegang karena rangsangan yang diterima namja cantik itu.

Selembar benang terlilit di kedua nipple Jaejoong dan saling menjembatani sehingga terlihat untaian benang di tengah nipple tersebut.

.

.

Oh, anda tak perlu khawatir. Semua benda yang digunakan sudah disteril terlebih dahulu sehingga tak ada kuman.

Mereka tentunya tidak mau slave-nya meninggal karena hal aneh bukan?

Mau ditaroh di mana muka mereka nantinya?

.

.

Merasa sedikit gemas, Yunho kemudian menarik benang tersebut sehingga nipple Jaejoong juga ikut tertarik ke atas. Ketika Yunho melepasnya, Jaejoong mengerang kesakitan. ”Nggh!”

”Cih,” desis Yunho yang kemudian menjambak rambut Jaejoong. ”Dengar ya slut, kau harusnya bersyukur karena Changmin menggantikanmu sehingga kau tak perlu melakukan hal yang tidak penting. Apa hukumanku belum cukup untukmu, hah?” seru Yunho.

Jaejoong segera menggelengkan kepalanya dengan cepat, tak ingon meningkatkan amarah master-nya lagi. Ingin mengucapkan maaf, tapi tak bisa terucap sehingga hanya, ”Urm,” yang bisa dia keluarkan.

”Bagus kalau kau sudah mengerti!” seru Yunho. ”Putar badanmu dan menungginglah!”

Tanpa ragu-ragu, namja cantik itu segera memutar badannya dan memperlihatkan punggungnya yang putih kepada master-nya. Dia menunggingkan badannya dan memperlihatkan belahan pantatnya yang terisi oleh vibrator berwarna hitam itu di hadapan Yunho.

Kedua tangan Yunho memegang kedua pipi pantat Jaejoong dan melebarkannya sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagaimana vibrator itu tertanam di dalam dinding Jaejoong. Namja itu hanya bisa mengerang dan berharap agar master-nya memberikan sentuhan-sentuhan pada dirinya atau dia bisa gila karena tak bisa orgasme.

”Hmm, what slutty body and hole we have here,” gumam Yunho dengan nada menggoda.

Tangan kanannya kemudian meraih vibrator tersebut dan mengeluarkannya. ”Nggh,” erangan keluar dari Jaejoong ketika hole-nya tak berisi lagi namun tak lama karena Yunho kemudian memasukkannya dengan kasar.  ”NGGHHH!” Meskipun sudah terbiasa, Jaejoong tetap merasa sakit ketika ada sesuatu yang memasuki dindingnya.

Yunho mendorong vibrator tersebut lebih dalam dan ketika badan Jaejoong melengkung, dia tahu dia berhasil menemukan titik prostat slave-nya. Namun, bukan Yunho namanya jika dia tidak menggoda slave-nya. Dengan sengaja dia menghindari titik prostat slave-nya dan menekan pada titik yang lain. Erangan kecewa dari Jaejoong terdengar bagaikan lagu yang merdu di telinganya.

Katakan dia sadistic, tapi Jaejoong juga seorang maschocist yang menerima segala perlakuan Yunho bukan? Dia kemudian menarik vibrator tersebut dan membiarkan Jaejoong untuk menarik nafas sejenak. Jaejoong sedikit merasa kosong ketika dindingnya tak berisi lagi dan hanya bisa pasrah ketika Yunho membalikkan tubuhnya.

Seringaian yang terpasang di wajah Yunho merupakan pertanda tidak baik bagi Jaejoong. Meskipun Jaejoong tak bisa melihat karena tertutupi oleh kain hitam itu, dia bisa merasakan hal yang aneh akan terjadi pada dirinya. Yunho membuka ikatan matanya. Dia mengerjap beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Cukup lama hingga ia mendapati Yunho sedang menyeringai di hadapannya.

MaNggh?

”Katakan padaku Jaejoong, apakah kau layak mendapatkan apa yang akan kuberikan sekarang?” Yunho membuka celananya perlahan dan menurunkannya hingga kejantanannya terlihat menegang sempurna di hadapan Jaejoong.

Gulp.

Namja cantik itu menelan ludah melihat apa yang tersaji di hadapannya. Andai saja tidak ada gag ball di mulutnya mungkin dia akan menjilati bibirnya karena nafsu. Dia menggeleng perlahan karena tahu bahwa itu yang seharusnya dia lakukan.

Seringaian lebar di wajah Yunho merupakan tanda bahwa dia benar. ”Hmm, padahal aku bermaksud untuk memberikannya karena kau sudah bertingkah baik selama 4 jam tadi, tapi karena kau tak mau ya sudah,” ujar Yunho dengan nada biasa. Jaejoong segera menarik tangan Yunho dan memandang master-nya dengan tatapan memelas. ”Kenapa? Bukankah kau tadi bilang kau tidak layak? Jadi untuk apa aku memberikannya kepadamu?”

Jaejoong tak menjawab. Bukan hanya karena tak bisa, tapi juga karena tak tahu harus menjawab apa. Ekspresi Yunho kembali kepada sediakala –dingin dan tanpa ekspresi. ”Nggh,” gumam Jaejoong tak jelas. Yunho kemudian menjambak kepala Jaejoong yang tengah duduk bersila di atas ranjang. ”Katakan apa maumu bitch?!”

Slap.

Tangan kanan Yunho menampar pipi Jaejoong cukup keras hingga air mata menetes keluar. Dia terisak dan sesungukan membuat Yunho berdecak kesal. Segera sang master mendorong Jaejoong ke atas ranjang dan menaikkan paha Jaejoong hingga kedua lutut sang slave bertemu dengan dadanya dan memperlihatkan hole-nya yang kosong dan sudah cukup lebar.

Mengingat kaki Jaejoong yang masih terikat jadi hole Jaejoong tetap terasa rapat karena kedua kakinya yang tidak bisa direntangkan. Tanpa aba-aba, Yunho sekali lagi menembus dinding Jaejoong dan membuat namja cantik itu mengerang kesakitan. Andai saja ruangan itu tidak kedap suara mungkin para tetangga akan mengkomplain karena berisik.

Darah sedikit mengalir perlahan dari dinding Jaejoong menyebabkan kejantanan Yunho lebih mudah masuk. Jaejoong tahu bahwa seharusnya dia merasa kesakitan tapi ketika milik Yunho kemudian menumbuk titik prostatnya berkali-kali, dia tidak bisa menutupi rasa nikmat yang dia alami sekarang. Matanya terpejam sementara kedua matanya mengalirkan cairan bening ke pipinya.

Yunho memasukkan dan kemudian mengeluarkan miliknya berkali-kali ke dalam dinding Jaejoong yang sempit. Dia tahu bahwa hole Jaejoong sedang berdarah namun dia juga sudah tidak mungkin menghentikan gerakannya. Ketika dia menghujamkan dirinya pada waktu berikutnya, Jaejoong mengeluarkan orgasmenya.

”Ohh…shit!” rutuk Yunho yang akhirnya bisa mengeluarkan orgasmenya di dalam tubuh Jaejoong.

Pada bagian bawah Jaejoong, darah dan cum Yunho bercampur menjadi satu. Tubuhnya terasa begitu nyeri dan dia hanya bisa membiarkan Yunho yang melumat bibirnya yang sudah terlepas dari gag ball. ”…” bisik Jaejoong dan Yunho tahu bahwa Jaejoong sudah tidak kuat lagi. Dia mengangguk dan kemudian kembali melumat bibir itu sekali lagi.

.

.

Sepertinya Jiyong sudah selesai melayani TOP, bagaimana kalau sekarang kita kembali ke lantai 4?

Yang lain juga akan menyusul.

Saya rasa Siwon juga akan segera membawa Kyuhyun atau Kibum ya?

Ah, sudahlah. Mari.

Eh? Taecyeon? Nanti akan saya pertemukan anda dengan dia.

Lagipula saya memang harus meninggalkan anda di akhir nanti karena saya harus mempersiapkan peralatan untuk mereka.

Melihat bahwa Changmin tidak akan kembali sebelum besok pagi, berarti Yunho tidak akan memajukan waktunya dan lusa mereka akan masuk.

Mereka – para personal slave – khusus pada satu hari sebelum masuk ke dalam pintu hitam, dalam hal ini besok, dapat bersantai.

Para master sendiri juga akan kembali kepada aktivitas masing-masing.

Jika anda tertarik, saya bisa mengantarkan anda untuk mengamati kegiatan para master.

Yunho sih setahu saya akan tetap berada di sini untuk mengawasi para slave.

Jadi mungkin antara

Siwon, sang master yang mempunyai hati dan memiliki Choi Corporation?

TOP, sang rapper terkenal dan mempunyai tempat industri hiburan?

Minho, hacker terkemuka yang juga seorang model terkenal?

Atau

Se7en, orang yang berpengaruh dalam politik Korea?

Well, silakan berpikir. Ah, kita sudah sampai.

.

.

Jiyong sudah berpakaian lengkap dan berada di kamarnya. Tubuhnya masih terasa sakit terutama bagian bawahnya, tapi karena sudah terbiasa, rasa sakit itu tak bertahan lama. Dia berjalan ke arah laci yang berada di samping tempat tidurnya. Tangannya meraih sebuah foto yang dia simpan di dalam laci kemudian duduk di samping tempat tidurnya.

Foto yang berada di genggamannya saat ini adalah foto dirinya yang sedang tersenyum lebar sedang merangkul seorang namja yang sedikit lebih pendek darinya. Namja itu memiliki alis yang sedikit tebal dan menurut orang terlihat seperti panda. Senyuman lebar terukir di kedua wajah namja itu. Tangannya menyentuh bagian wajah namja itu dengan lembut seolah berharap dia bisa menyentuh aslinya.

Suara pintu yang terbuka membuat dia segera menyelipkan fotonya kembali ke dalam laci dan berjalan ke luar kamarnya. Mengingat dia adalah yang pertama selesai memuaskan master jadi tidak aneh mendapati lantai itu terasa kosong. Dia melihat ketika kenop pintu berputar dan seiring terbukanya pintu, dia melihat sosok Minho yang sedang membopong Taemin dalam bridal style. Kejadian ini bagaikan déjà vukarena baru kemarin Changmin juga dibopong seperti itu.

Tapi, Minho membopong Taemin dengan cara yang berbeda dengan cara Se7en. Jiyong tidak tahu apa bedanya, tapi perasaan itu muncul ketika melihat ekspresi kosong Minho. ”Di mana?” tanyanya dengna datar dan dingin kepada Jiyong yang masih sedikit terpaku.

”Tsck,” desis Minho yang merasa kesal karena diabaikan. Jiyong akhirnya sadar dan langsung menunjukkan kamar Taemin.

Minho tak membalas apa-apa dan segera masuk ke kamar Taemin diikuti oleh Jiyong. Dengan sedikit kasar Minho meletakkan tubuh Taemin di atas kasur dan kemudian berjalan meninggalkan slave-nya. Sebelum dia keluar di balik pintu, Minho mendesis, ”Katakan padanya bahwa hukumannya belum selesai.”

Blam.

Jiyong tersentak kaget dan hanya bisa menghela nafas melihat tingkah laku salah satu master itu. Terkadang dia merasa kagum akan ketahanan Taemin. Dia sedikit beruntung mendapatkan TOP sebagai master-nya. Bahkan bisa dikatakan dia yang paling beruntung – asal jangan diingat ketika master-nya dilanda dengan rasa posesif saja.

Tok. Tok.

Suara ketukan pintu menyadarkan lamunan Jiyong. Dia segera berjalan ke arah pintu dan membukanya, menampilkan sosok Sandara yang memakai kemeja ungu dan celana panjang dipadu dengan jubah putih dokternya. Yeojya itu tersenyum lembut di hadapan Jiyong sementara namja itu kemudian mempersilakan Sandara untuk masuk.

”Di mana Changmin?” tanya yeojya itu dengan nada khawatir.

”Masih bersama Kibum, mungkin,” gumam Jiyong. Dia sendiri tidak yakin bahwa master-nya Changmin tak akan menyusul namja jangkung itu.

”Sepertinya aku datang terlalu cepat ya?” tanya Sandara entah pada siapa.

Jiyong menggeleng sementara Sandara berjalan ke arah kamar Taemin yang kebetulan berada di dekat pintu. ”Ah, Minho sudah selesai rupanya, ne?” Sandara kemudian berlari ke dalam kamar sang magnae dan mengecek kondisi namja manis itu. Luka Taemin kali ini sepertinya tak cukup parah dan Sandara hanya perlu menyuntikkan beberapa obat penahan sakit dan obat lainnya kepada Jiyong agar Taemin meminumnya setelah makan dan sebelum tidur.

”Aku akan menunggu yang lain kalau begitu,” gumam Sandara yang sekarang sudah duduk di atas sofa. ”Jiyong, ada yang ingin kubicarakan.”

Mendengar namanya dipanggil dan sepertinya Sandara akan melakukan pembicaraan yang serius, namja itu mengangguk dan segera duduk di seberangnya. ”Ada apa?’

”Dengar, aku minta maaf, sungguh, mengenai hal itu,” bisik Sandara. Suaranya terdengar lemah dan pilu.

”Sudahlah, aku –”

”Maaf, jika saja aku tak menciummu saat itu, mungkin –”

”Apa yang sudah terjadi biarkanlah terjadi, Dara. Lagipula itu bukan salahmu sepenuhnya. Kau saat itu sedang terluka dan aku yang kebetulan berada di dekatmu.”

”Tapi bukan berarti aku,” gumam Sandara yang menggigit bibir bawahnya. Terlihat sekali bahwa dia sedang tidak nyaman. Sesungguhnya dia tak mau mengungkit masa lalu, tapi alam bawah sadarnya berkata bahwa dia tak boleh seperti ini karena secara tidak langsung apa yang pernah terjadi dan dialami Jiyong, sebagian besar, adalah kesalahannya. ”Aku minta maaf, mianhae,” isak Sandara sementar Jiyong hanya bisa hening dalam kebisuan.

.

.

Ah, maaf, saya harus meninggalkan anda di sini.

Taecyeon, bisakah kau menemani tamu kita?

Dengar, saya tahu anda ingin menanyakan tentang banyak hal kepada Taecyeon, tapi jangan coba bertanya tentang alasan Changmin menciumnya.

Ada kalanya sesuatu lebih baik tidak diketahui.

Dengan begitu, semuanya terasa lebih aman.

Oh, aku sudah telat. Baiklah, hati-hati.

.

.

Taecyeon membawa anda ke salah satu ruangan yang terdapat di lantai yang sama. Dalam perjalanan menuju ruangan itu, banyak hal yang berkecamuk di dalam pikiran anda dan ingin segera anda utarakan. Sebelum anda sempat mengucapkan satu patah katapun, Taecyeon telah mendahului anda. ”Sudah sampai.”

Dia kemudian membuka pintu kayu yang berada di hadapan kalian dengan hati-hati. Ketika melangkahkan kaki anda ke dalam, anda bisa melihat bahwa ruangan yang sedang anda masuki adalah ruang monitor. Ya, seperti yang pernah anda lihat di film untuk para pengawas mengamati keadaan dari CCTV. Anda tidak sempat mengagumi ruangan itu karena ada pikiran lain yang menganggu anda. ”Maaf, kalau boleh saya tahu, sejak kapan anda bekerja di sini?”

”Saya?” tanya Taecyeon sedikit terkejut dengan pertanyaan anda. Dia menggumam sesuatu seperti sedang menghitung dan anda hanya menunggu dalam keheningan. ”Entahlah, mungkin sejak Yunho-shi pertama kali bersama dengan Jaejoong-shi. Sudah terlalu lama,” bisiknya pelan namun cukup keras untuk ditangkap telinga anda.

Taecyeon kemudian mempersilakan anda duduk di atas kursi yang ada di sampingnya. Anda mengangguk sesekali terhadap arahan dan penjelasannya mengenai tata cara di sini, tapi apa yang disampaikan Taecyeon kurang lebih sama dengan apa yang telah anda dengar. Rasa penasaran menjalar dalam diri anda. Dengan ragu-ragu anda kemudian bertanya, ”Errm, Taecyeon-shi?”

”Panggil saja aku dengan Taecyeon.”

”Taecyeon?” Dia mengangguk dan tak melepaskan pandangannya dari anda yang sepertinya terlihat kesulitan merangkai kata. ”Apa – apa sebenarnya yang ada di balik pintu hitam itu?”

Hening yang kemudian melanda kalian membuat anda berpikir apakah anda telah menanyakan hal yang salah. Baru saja anda hendak meminta maaf, Taecyeon tertawa terbahak-bahak membuat anda kembali kebingungan. ”Maaf, maaf, hanya saja anda masuk sejauh ini tanpa tahu apa yang sebenarnya sedang ditawarkan oleh dia?”

Namja yang ada di hadapan anda hanya menggelengkan kepalanya perlahan dan kemudian mengarahkan pandangannya pada salah satu LCD yang menampilkan kegiatan para master dan slave. ”10 tahun,” bisiknya. ”10 tahun saya bekerja di tempat ini dan hanya melihat kegelapan. Seberapapun keinginan saya untuk keluar dalam lingkaran ini, itu bukanlah hal yang mudah. Sama seperti Taeyang yang melindungi seseorang, saya juga melakukan hal yang sama.”

Dia kemudian menatap anda dengan sendu membuat anda berpikir sudah seberapa banyak penderitaan yang sebenarnya dialami namja ini. ”Maaf, seharusnya saya menawarkan anda minuman.” Anda mengatakan tidak perlu ketika dia hendak berdiri dan menyajikan anda sebuah minuman. Bagi anda, apa yang akan diutarakan Taecyeon saat ini lebih penting dari minuman meskipun saat ini anda merasa haus.

”Baiklah, akan saya lanjutkan kalau begitu,” ujarnya perlahan sembari menatap kembali pada layar monitor. Anda mencoba untuk mengikuti pandangan Taecyeon dan tak menemukan hal yang aneh. ”Ruangan ini tidak menampilkan apa yang ada di balik pintu hitam itu. Hanya Yunho-shi yang mempunyai akses untuk kamera tersebut. Tugas saya, selama 10 tahun ini, simpel. Seperti sipir penjara yang mengawasi para narapidana, begitu pula dengan saya dan Taeyang.”

”Lantas, kenapa diberikan kamera yang menampilkan.” Anda tak meneruskan kalimat anda karena sudah terlanjur malu.

Sebaliknya, Taecyeon hanya tertawa perlahan. ”Aku juga tak tahu, mungkin Yunho-shi berpikir bahwa Taeyang dan saya memerlukan hiburan? Ah, jika tak keberatan boleh saya menggunakan kata ’aku’ saja?”

Anda mengangguk dan mempersilakan Taecyeon untuk menggunakan apa yang menurutnya nyaman. ”Kenapa anda mau bekerja di sini, Taecyeon?”

Pertanyaan ini menyebabkan garis-garis wajah Taecyeon menegang. ”Aku,” ujarnya sembari menggigit bibir bawahnya. Tampak jelas di mata anda bahwa namja itu sedang berpikir keras. ”Aku harus melindungi-nya. Hanya itu yang membuatku tetap bertahan di tempat ini.”

Dia kembali menatap anda. ”Anda tahu?” Tentu saja anda menggelengkan kepala anda karena anda tak tahu apa yang dia bicarakan. ”Kami hampir saja kehilangan harapan kalau saja dia tidak datang.”

Anda hendak bertanya apakah dia yang disebut Taecyeon tadi sama dengan dia yang hendak dilindungi oleh namja bertubuh tegap di hadapan anda.

Rapuh.

Itu yang sekarang ada di benak anda ketika melihat ekspresi sendu di wajah Taecyeon. ”Ah, semuanya sudah datang kecuali Changmin.” Mungkin ini hanya perasaan anda, tapi ada sedikit rasa sedih ketika nama Changmin terucap. ”Bagaimana kalau kita melihat pembicaraan mereka?” Dan anda hanya bisa mengangguk tanpa banyak bertanya.

.

.

Keempat personal slave itu kali ini berkumpul di ruangan Taemin. Taemin sendiri sudah terbangun dari istirahatnya dan sedang  duduk bersandar pada nightstand ranjangnya. ”Jadi, siapa yang akan maju?” Pertanyaan yang berasal dari Kibum menguraikan suasana hening di antara mereka.

Sandara sudah pulang beberapa saat yang lalu setelah memeriksa keadaan mereka. Sebenarnya dia bersikeras untuk tetap menunggu Changmin, namun karena didesak oleh Jiyong yang tak ingin yeojya itu pulang malam, akhirnya Sandara mengalah dengan catatan bahwa besok ketika dia datang dan Changmin tak ada, dia akan tetap menunggu sampai dia sudah memeriksa Changmin.

”Aku saja,” gumam Jaejoong.

”Jae, kau tak lihat apa yang sudah dilakukan Yunho terhadapmu? Sudah beruntung kemarin yang maju adalah Changmin!” seru Jiyong yang hanya bisa kesal dengan kelakuan heroic  temannya. ”Dengar, aku –”

”Aku yang maju,” sela Taemin yang masih terbaring di atas ranjang.

Ketiganya menatap Taemin dengan horor. ”Aku saja yang maju,” ujar Taemin sekali lagi dengan mantap.

”Tidak,” sela Kibum yang kali ini akhirnya muncul kembali. ”Kau memang sadis, Taemin, dan aku tahu bahwa kau ingin membalas dendam pada Key, tapi itu tak ada gunanya. Niatmu akan menghentikanmu kepada tujuan kita semula. Aku tak mau harus terkurung di tempat itu dan berharap untuk diselamatkan oleh Siwon. Keburu dunia akan kiamat kalau begitu.”

Jiyong hanya bisa menghela nafas melihat kelakuan para dongsaengnya. Dia menatap sekilas ke arah Jaejoong dan akhirnya mengangguk. ”Sudahlah, aku saja yang maju dan jangan menyelaku,” tegurnya ketika melihat ketiga namja yang lain ingin menyela. ”Satu, di sana ada D-lite yang bisa menemaniku. Dua, TOP akan ikut bersamaku, itu yang dia janjikan pada hari itu. Jadi kumohon, ijinkan aku yang maju duluan. Aku janji aku akan membawa kita ke tempat yang tepat dan kita bisa keluar tanpa harus menunggu para master. TOP juga akan bersama dengan kita. Apalagi yang kurang?”

Semuanya hening dan mempertimbangkan saran Jiyong yang terdengar lebih rasional. ”Baiklah,” ujar Jaejoong setelah menghela nafas panjang. ”Aku percaya padamu Jiyong,” ucap Jaejoong sembari menepuk pundak Jiyong yang duduk di sampingnya.

Kibum dan Taemin hanya bisa mengangguk pasrah sementara Jiyong tersenyum tipis dan dalam hatinya dia hanya bisa berdoa bahwa ini adalah keputusan yang tepat.

.

.

Hi, maaf saya lama, saya sedang mempersiapkan peralatan untuk lusa.

Ah, jadi bagaimana? Anda sudah berbincang dengan Taecyeon?

Oh. Sepertinya anda tidak puas?

Apakah anda mau bicara lagi dengan dia?

Malam sudah tiba, saya juga sudah sedikit lelah dan saya rasa anda juga.

Jadi bagaimana kalau kita lanjutkan lagi hari esok?

Dan jangan lupa untuk pikirkan master mana yang ingin diamati

Karena Yunho akan selalu berada di sini, maka dia tidak termasuk dalam daftar kecuali anda tetap mau di sini tentunya dan mengawasi bagaimana dia melewati harinya.

Baiklah, ini kamar anda. Selamat beristirahat.

Selamat bermimpi indah karena hanya mimpi yang bisa membawa kita lupa pada kegelapan siang hari.

.

.

eL-ch4n

presents

”Day One – End”

.

.

A/N:

Oh ya, mian klo chapter sebelumnya rasanya gimana *deep bow*

Btw, untuk berikutnya mungkin saya akan fokuskan per couple dan akan diurutkan berdasarkan voting kemarin 😀

Hasil voting:

Jiyong (21)

Taemin (17)

Jaejoong (14)

Kihyun (5)

Changmin (5)

Untuk voting pertama sih pada jawab Ya, jadinya gak saya masukkin lagi 😉 #plak

Dan untuk berikutnya:

Master yang ingin diawasi:

Yunho

Siwon

Minho

TOP

Se7en

.

.

.

.

Saya tak akan banyak berkomentar untuk kali ini

Jujur, saya sendiri sudah sedikit capek dengan anda semua yang mungkin terlalu buta untuk membaca perkataan dan larangan yang ada

Sudahlah, intinya saya hanya mau mengucapkan

Sampai Jumpa

Jika memang masih ada kesempatan berikutnya.

Jika tidak

Selamat tinggal

.

.

Last, review? 😉

_Verzeihen

Advertisements

25 responses to “Chapter 6: Day One – End

  1. ini jugaaa kereeenn!!
    NCnya bikin merindinggg!!! taecyon ngelindungi siapa?
    changmin ya? aissss penasaaaraaannn *jambak rambut* XD

  2. GILA!!!!!! makin tergila2 ma nih ff!!!
    BDSM’a kerasa banget seriusan deh!!
    gak bisa ngomong apa2 gy nih…
    daebak!! 🙂

  3. rada aneh bacanya pas bagian ama Taecyeon.
    tapi ngebayangin NC-nya bener2 ngeri sendiri.
    gimana caranya rektrum bisa dimasukkin berbagai benda trus ama dimasukkin Junior sekaligus,apa muat?*plak*

  4. ngerasa aneh memang untuk bagiannya Taecyeon…coz dia biasanya ditampilkan secara manly..tapi dsini bener2 mati…gak bisa bergerak sama sekali..ni FF bener2 deh..feelnya dapet bngt klo ditempat ‘itu’ tuh bener2 hopeless…hiks..

  5. ff’a keren sangat, jd ngerasa ikut terlibat dlm cerita.

    Tp saya masih bingung, kok bisa ya benda2 macam itu masuk ke hole, emang muat?#plak
    Itu beneran asli muat apa bisa2’an author aja?#serius

    Tp tetep suka, ini chap faforot aku, karna ada WONKYU, ok lebih tepat’a UKE KYU 🙂

    • makasih 🙂

      wah itu muat sampai pada kondisi tertentu..hehe
      iya sebenarnya ada sedikit imajinasi 🙂

      hihi~ mian ya..tapi aku gak tahu jga mau wonkyu or sibum or mgkn gak ada sama sekali? ._.) #plak

  6. Siwon gigit Kyu ampe berdarah? Ckckckck…. Yunppa tidakkah Appa mencintai Jaemma? Apa tidak ada cinta diantara Master dan Personal slavenya? Huah…. Penuh teka-teki….

  7. taecyon sbnrnya lindungin sp sih?
    minnie-kah?…
    ooh, jd jiyong yg masuk….?
    penasaran tingkat takut noh…..#_#

  8. .haha,,,tuh kan,bnran slh,,trnyta jiyong yg mau masuk prtama kali y,,
    .wah,jdi makin pnsran ni,sbnar’a apa si yg akan trjdi d balik pintu hitam?dan,apa yg sbnrnya d lakukan se7en pda changmin d taman brmain?
    .hah,,dri pda pnsran mnding sya lngsung k chap slnjutnya aj kali y,moga aj ada jwbn’a,,*langsung ngibrit k chap lnjutan*
    .daebak!!gomawo ne!fighting!!^_^b

    • Alo2..maaf ya saya baru balas commentnya XD
      Langsung saya balas di sini saja? :3
      Selamat datang pada ff saya yang ini
      Semoga anda betah dan tidak mau keluar (?)
      Ayo2 cepatan dibaca sebelum dikejar narator #lho
      Dan oh ya, itu ada beberapa side story yang ‘interlude’ dibaca agar mudah dipahami juga ^^
      Gomawo XD

  9. Mulai ngerti dgn kata2 ‘Tidak ada kata cinta disini’ *angguk2*
    Dan… Omoooo o///o
    Itu lemon sesuatu bgt laaah xD
    Pengennya sih yg diawasi itu minho cm siapa yg diawasi udh ditentui kan sbelumnya u,u
    Dan ya, saya msh binggung dgn bentuk2 sex toys yg masuk kesini, terpaksa tny om google u,u
    Dan itu si narator nyiapin peralatan apa?? ._.
    Taec jawab nya gantung, dasar jahat
    Mana belum jelas lg siapa yg dilindungi taec u,u tp sih kyknya bukan changmin yaa??u,u
    Duh saya bnyk bacot, mending saya ke chap berikutnya xD

    • *angguk2* hihi~
      apanya ? o.O lemonnya kenapa? #eh
      iya..sabar ya, makanya ayo jangan telat XD
      lain kali akan aku kasih gambarnya deh, mumpung dah di wp bisa masuk2in gambar
      sep..sampai ketemu di chap berikutnya ^^v

  10. Penasaran sama yg ada dibalik pintu hitam itu chingu. Sebuah ruangan kh? Sebuah penjara kh? Atw sebuah labirin kh? *reader ngarang abiezz*

    dan knp Jiyoung bilang bakal bawa yg lain ketempat yg tepat?
    Aduuuh makin penasaran *acak-acak rambut*

    • Sebuah labirin di dalam labirin 😉
      Aw. Aw. Dibaca saja biar lebih menarik xD *tutup mulut*
      Jangan diacak2, sayang rambutnya bagus itu :3
      kk~

  11. Di chapter ini paling suka kinky foodsex-nya Se7en dan Changmin kekeke
    Setiap personal slave yg akan masuk ke pintu hitam sebulan sekali,,, akan diapakan ya hmmm

    Ah pokoknya saya suka segala bdsm disini hohoho *pinjem evil smirk kyu

    • Saya juga suka. Memang Se7en itu paling kreatif deh ;)) kkk~
      Akan saya guna2 dulu #lho #abaikan

      Aw aw, berarti saya harus belajar bnyk lagi biar bsa nambah ilmu (?)

  12. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

Comments are closed.