Chapter 1: Taemin


Title: Matchmaker

Rated: T possible M

Couple: Yunjae and others

Warn: GS!

Summary: Namanya Kim Jaejoong, matchmaker yang sudah tidak perlu ditanyakan lagi kehebatannya. Sudah banyak pasangan yang menikah karenanya. Tapi, bagaimana ketika suatu saat mantan suaminya menjadi kliennya?

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7

Saat ini di restoran Italia yang penuh dengan pelanggan, fokus semua yang ada di sana tidak tertuju pada live music yang ada ataupun terhadap namja yang luar biasa tampan yang sedang berbincang dengan yeojya manis berambut dark blonde, melainkan terhadap seseorang – yang sepertinya yeojya – yang memakai baju serba hitam. Tak lupa kacamata hitam yang menutupi sepasang doe eyes yang tersembunyi di baliknya. Masker yang digunakan untuk menutup mulutnya menambah intrik dari orang tersebut.

Ketika salah seorang waitress datang dan menanyakan apa yang ingin dipesan oleh orang tersebut, dia hanya menunjuk menu dan tak mengeluarkan satu patah katapun. Setelah mencatat pesanan orang tersebut – yang berupa satu apple juice dan apple pie, sang waitress segera kembali ke belakang dan merutuk kesal atas keanehan dari tamunya tadi.

Orang yang mencurigakan itu berpura-pura sedang membaca menu, salah satu cara klise yang digunakan seseorang yang sedang menyelidiki. Entah apa yang sedang diawasinya, tak ada yang tahu, tapi mungkin mereka bisa menebak. Sepertinya yang sedang diamati adalah namja tampan yang memiliki wajah yang sedikit kecil dan sedang tersenyum tipis ke arah yeojya yang sedari tadi berceloteh. Namja tampan itu hanya tersenyum dan memberi tanggapan sesekali sembari meneguk kopinya. Tempat duduk dari namja itu dan orang yang mencurigakan cukup jauh karena dihalangi oleh pintu keluar, namun tak menghalangi yeojya (kita asumsikan saja dia yeojya karena dia memiliki lekuk tubuh dan lemak pada bagian tertentu) itu untuk mengawasi targetnya.

Dia merutuk kesal ketika ada sekelompok remaja yang tiba-tiba masuk ke restoran dan menghalanginya. Ketika segerombolan itu menghilang, objek pengamatannya sudah hilang. Dia mengangkat badannya sedikit dan mendesis, ”Cih, ke mana dia?”

”Mencariku, Kim Jaejoong?” Sebuah suara sedikit berat dengan nada datar membuat yeojya yang diketahui bernama Jaejoong itu memutar tubuhnya. Didapatinya namja yang diawasinya tadi sedang duduk di kursi yang ada di belakangnya. Sebuah seringaian terpasang di wajahnya. ”Kau ini, kalau mau menyamar jangan pakai warna hitam. Dari jauh saja aku sudah tahu itu kamu, lagipula untuk apa kau mengawasi kami, eh? Seorang Kim Jaejoong tidak yakin dengan kemampuannya sendiri?”

Yeojya itu segera membuka masker dan kacamata hitamnya memperlihatkan sepasang doe eyes yang begitu indah. ”Aku hanya ingin memastikan kalau kau tidak akan macam-macam Yunho-shi.” Jaejoong memberikan penekanan pada kata ’shi’ untuk menunjukkan keprofesionalannya. Yunho menaikkan kedua alisnya, tertarik dengan pernyataan Jaejoong tadi.

”Maaf, ini pesanan anda apple pie dan apple juice,” ujar sang waitress yang secara tidak langsung menengahi pertempuran sengit di antara mereka.

Jaejoong mengangguk dan segera duduk di kursinya. Tanpa mempedulikan Yunho, dia memotong pie yang ada di hadapannya. Ketika garpunya yang telah tertusuk sepotong pie hendak masuk ke dalam mulutnya, seseorang telah meraih pergelangan tangannya dan mengubah arah garpu tersebut. Tak perlu otak seperti Einstein untuk tahu bahwa Yunho yang sedang melahap potongan pie dari garpu Jaejoong. Namja itu sekarang sedang duduk di seberang Jaejoong dan tengah mengunyah makanan yang diambilnya tadi.

”Aku yakin itu adalah pie-ku, Yunho-shi,” desis Jaejoong yang tentu saja tidak dihiraukan oleh Yunho.

Namja itu, sebaliknya, malah mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan. Tangannya menyilang dan diletakkan di atas meja. ”Aku tidak suka dengannya,” ujarnya dengan nada datar.

Jaejoong yang tadi kembali memotong pie­-nya sekarang menatap Yunho. Sepasang mata elang itu seolah sedang menembus dirinya. ”Aku pikir kau bisa lebih baik daripada ini, Jaejoong-shi.”

”Memangnya kenapa dengan Lee Hyukjae, Yunho-shi?” tanya yeojya itu yang kembali menyantap makanannya.

Yunho sekarang menyandarkan tubuhnya pada bagian belakang kursi, tangannya berada di kedua sisinya. ”Boleh kuakui dia orang yang periang dan menarik, semua pasti akan suka dengan kepribadiannya.”

Deg.

Yeojya itu mencoba mengabaikan rasa sakit yang ada di dadanya dan memutuskan untuk mendengarkan penjelasan namja itu. ”Hmm, lalu kenapa anda tidak suka dengannya, Yunho-shi?” tanya Jaejoong tanpa menatap namja itu.

”Entahlah, mungkin karena aku tidak bisa mengikuti leluconnya dan sepertinya aku hanya bisa menganggapnya sebagai teman. Lagipula,” ujar Yunho yang terhenti. Hal ini membuat kepala Jaejoong terangkat dan dia menatap sepasang mata elang milik Yunho.

Gulp.

Entah kenapa menatap Yunho membuat Jaejoong meneguk ludah dengan susah payah. ”Lagipula apa Yunho-shi?”

Yunho menghela nafas. ”Lagipula, dia sepertinya tidak terlalu tertarik dengan anak atau mungkin iya ya? Aku tidak terlalu memperhatikannya.”

Jaejoong menarik nafas panjang dan meletakkan peralatan makannya di atas meja. ”Dengar Yunho-shi, kalau anda ingin berhasil, anda harus bekerjasama.”

Hening melanda mereka sesaat sampai akhirnya Yunho memutuskan untuk berdiri. Dia berjalan mendekati Jaejoong membuat yeojya itu meneguk ludah sekali lagi. Badan Yunho sedikit membungkuk sehingga sejajar dengan tinggi Jaejoong. Deru nafas terdengar jelas di telinga Jaejoong karena Yunho sekarang berada di sampingnya. ”I’m counting on you, aphrodite,” bisiknya dengan nada seduktif di telinga Jaejoong membuat yeojya itu sedikit bergidik. Dan setelah itu seorang Jung Yunho pergi meninggalkan Kim Jaejoong, mantan istrinya.

Tak ada yang tahu bahwa benang merah dari keduanya masih terjalin. Andai saja mereka bisa menyadarinya.

.

.

1st Match

”Taemin”

by eL-ch4n

20.04.2012

.

.

Siang itu di ruang kerja Jaejoong terdengar begitu ribut meskipun yang ada di dalam ruangan itu hanya ada Jaejoong seorang. Jika anda masuk ke dalam, maka dapat dilihat kertas-kertas berserakkan di atas lantai. Meja kerjanya sendiri juga tak kalah berantakan. Rambut pendek Jaejoong dijepit sehingga tak menganggu aktivitasnya. Poninya juga dijepit agar tak menghalangi pemandangannya. Satu pena terselip di telinga kanannya sementara matanya sedang meng-skimming dokumen yang berada di hadapannya.

Pernyataan Yunho tadi seolah menantang dirinya dan dia akan membuktikan pada namja itu bahwa karir yang diperjuangkannya bukan tanpa arti. Semua data mengenai para klien yang mendaftar di perusahaan itu untuk mencari jodoh sudah diteliti Jaejoong. Entah kenapa sampai saat ini dia masih belum mendapat yang tepat. Ada saja yang kurang, seperti misalnya, ’Yeojya ini tidak bisa memasak’ atau ’Yeojya ini bukan tipe Yunho’ dan masih banyak hal lainnya.

Tek.

Dia meletakkan dokumennya dan memijat keningnya yang terasa begitu berat. Masih terlintas di otaknya tentang kenangan masa lalu. Sekeping memori di kehidupannya yang dulu. Kalau dipikir-pikir, rasanya keputusan Yunho memang tak patut disalahkan. Dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya sampai tidak mempedulikan keadaan suami dan anak-nya.

Anak.

Oh dia kembali teringat pada wajah Changmin – anaknya – ketika perceraian itu terjadi dan dia harus meninggalkan mereka. Anak kecil itu memandang sedih ke Jaejoong dan masih terngiang di telinga Jaejoong bagaimana anak itu berseru kencang agar dia tidak pergi meninggalkannya. Sebenarnya kalau bisa, mungkin Jaejoong ingin memutar waktu agar perceraian itu tidak terjadi dan mungkin menghabiskan waktu lebih banyak dengan mereka, tapi nasi telah menjadi bubur. Dia sendiri tidak tahu takdir apa yang mempertemukan dia kembali dengan Yunho. Memang Hankyung dan Heechul tak tahu menahu mengenai suami Jaejoong karena Jaejoong tak banyak memperbincangkan hal itu. Lagipula, dia dan Yunho baru menikah 2 tahun yang lalu selama 1 tahun saja.

1 tahun?

Ya. Lantas bagaimana dalam 1 tahun dia sudah mempunyai anak sebesar Changmin yang berusia 5 tahun? Jawabannya mudah, Changmin bukanlah anak kandung mereka. Ya, Changmin adalah anak dari adik perempuan Yunho yang telah meninggal karena kecelakaan bersama suaminya. Merasa bertanggung jawab, Yunho memutuskan untuk mengangkat Changmin menjadi anaknya. Jaejoong sendiri sempat merasa kaget ketika mengetahui Yunho sudah mempunyai anak, tetapi setelah dijelaskan oleh Yunho, yeojya itu mengerti. Dia bahkan juga menyayangi Changmin seperti anaknya sendiri.

Ah sudahlah, mengingat masa lalu seperti bukan dirimu saja, Kim Jaejoong. Dirinya yang tadi bersandar pada sandaran kursi berodanya dan menatap ke arah langit-langit itu kembali duduk tegak. Sekali lagi dia menelusuri dokumen-dokumen yang ada di mejanya. Berharap kali ini, dia bisa menemukan seseorang yang cocok untuk Yunho.

Matanya kemudian tertuju pada sebuah dokumen yang di dalamnya terdapat foto seorang yeojya yang tampak manis, sepertinya tidak terlalu beda jauh dengan umur Jaejoong. Rambut yeojya itu panjang dan berwarna cokelat terang. Senyumnya terlihat memukau dan membaca keterangan tentang yeojya itu, Jaejoong menyeringai.

”Hmm, Lee Taemin, usia 26 tahun, suka anak-anak dan ramah. Profesi sebagai guru musik dan tari di salah satu sekolah ternama. Sepertinya ini bisa,” gumam Jaejoong. Sebuah seringaian akhirnya terpasang di wajahnya dan hatinya sedikit lega karena bebannya sudah berkurang. ”Jung Yunho, akan kubuktikan kehebatanku. We’ll see.”

.

.

Esok harinya, di restoran yang sama dan di waktu yang sama, Jaejoong dan Yunho kembali bertatap muka. Yeojya itu memutuskan untuk langsung bertatap muka daripada harus bersembunyi lagi seperti kemarin. Tak ada kata yang terucap di antara mereka, hanya keheningan dan dentingan alat makan yang terdengar. ”Berapa lama lagi aku harus menunggu?” tanya Yunho dengan nada tak suka. ”Asal anda tahu Jaejoong-shi, aku orang yang sangat sibuk.”

Yeojya itu menatap tajam ke arah mantan suaminya itu dan kembali meminum jus apelnya. ”Sudahlah, tunggu saja sebentar lagi, Yunho-shi. Bukankah sebagai namja, anda harus bersikap gentle dan tidak banayak mengeluh?”

Seringaian terpasang di wajah Jaejoong melihat Yunho yang mendesis pelan. Baru saja dia ingin mengucapkan sesuatu kalau saja tidak didahului oleh sebuah suara tinggi yang terkesan manis. ”Mian, aku terlambat.”

”Cih, seharusnya kau ta –”

”Ah, gwenchana, Taemin-shi. Kami tahu anda pasti sangat sibuk, kami juga baru datang,” sela Jaejoong sebelum Yunho mengeluarkan kata-kata yang bisa membuat hati lembut seperti Taemin terluka. Taemin menunduk meminta maaf dan segera menghampiri tempat duduk Jaejoong. Yunho sendiri masih merutuk kesal karena kata-katanya terpotong. ”Baiklah, saya tinggalkan kalian berdua saja di sini selama yang kalian suka. Mungkin saya akan kembali lagi nanti.”

Taemin mengangguk pelan sementara Yunho menatap tajam ke arah Jaejoong yang melewatinya. Jaejoong menjulurkan lidahnya seperti seorang anak kecil yang baru memenangkan sebuah pertarungan dan meninggalkan restoran itu. Dia memutuskan untuk duduk di kafe seberang dan mengamati keadaan pasangannya untuk hari itu. Kemungkinan ini akan berhasil adalah mendekati 90% dan seorang Kim Jaejoong tak pernah salah.

.

.

1 jam sudah berlalu dan Jaejoong melihat bahwa Yunho dan Taemin sama sekali tak bergerak dari restoran itu. Yunho, seperti biasa, hanya tersenyum sesekali dan memberi respon atas apa yang dibicarakan oleh Taemin. Jaejoong yang merasa kesal akhirnya memutuskan untuk mengeluarkan ponselnya dan mengetik pesan.

To: Yun-Bear

Aish, dia lupa untuk mengganti nama Yunho di kontaknya. Nanti saja, sekarang dia harus bertindak atau harga dirinya yang dipertaruhkan.

To: Yun-Bear

From: BooJae

Jangan hanya mengangguk saja. Bawa dia keluar, cuaca sangat cerah!

Jaejoong menutup ponselnya dan tersenyum senang. Dia melihat namja itu menghentikan ucapan Taemin dan meraih ponsel. Jaejoong masih mengingat kebiasaan mantan suaminya itu yang kalau membaca pesan suka memincingkan matanya dan perlu waktu lama bagi namja itu untuk membalas pesannya. Sang matchmaker hanya menunggu balasan yang akan dia terima sembari menikmati minuman yang dipesannya.

Tak lama, ponselnya bergetar dan kedua matanya membesar membaca pesan yang baru dia terima. Dia menatap ke arah seberang dan mendapati Yunho sedang melambaikan tangan ke arahnya. Taemin sendiri sepertinya sedang pergi ke toilet sehingga meninggalkan Yunho sendiri. Jaejoong membereskan barangnya, membayar pesanannya, dan bergegas kembali ke dalam restoran.

To: BooJae

From: Yun-Bear

Jadi hanya segitu saja kemampuanmu sebagai matchmaker?

”Ya! Apa maksudmu atas pesan ini, Jung Yunho?” seru Jaejoong dengan nada lantang yang, sekali lagi, menarik perhatian para pelanggan yang sedang menyantap makan siang di sana.

Yunho hanya menyengir lebar dan mengangkat bahunya. ”Persis seperti apa yang tertulis di sana, Jaejoong-shi.” Cengiran itu membuat Jaejoong merasa kesal seolah namja itu sedang meremehkannya. ”Dia memang manis dan menarik.”

Deg.

Sekali lagi jantung Jaejoong berdetak dan sesuatu terasa sakit di dadanya. ”Tapi, sekali lagi, dia bukan tipeku, dan aku juga tidak yakin dia bisa merawat Changmin di saat yang sama dengan pekerjaannya. Aku tak mau Changmin terlantar karena umma-nya lebih memilih pekerjaan.” Mata elang Yunho menatap tajam ke arah Jaejoong seolah menembus apa yang tersembunyi di balik yeojya itu.

Jaejoong tahu dengan pasti bahwa Yunho sedang menyindirnya dan dia tak bisa berkata apa-apa karena itu kenyataannya. Yunho membutuhkan seorang istri yang pengertian dan bisa menjaga Changmin, seorang istri yang lebih mementingkan keluarga dan bukan karir. Kali ini, mau tak mau, Jaejoong harus mengaku kalah.

Taemin muncul tak lama kemudian dan mengatakan bahwa dia harus pergi karena ada panggilan mendadak dari sekolah untuk membahas mengenai beberapa hal penting. Jaejoong mengangguk sembari memberi senyuman lembut dan mengerti atas hal itu. Dia bahkan mengantar Taemin hingga ke depan restoran sementara Yunho tetap dengan cueknya menikmati pesanannya.

Saat berada di depan, Taemin berkata, ”Yunho-shi orang yang baik, tapi aku tidak merasa bahwa dia orang yang tepat untukku. Mungkin karena usia kami yang sedikit terlampau jauh jadi aku lebih menganggap dia sebagai oppa-ku? Ah, maaf aku tak bermaksud apa-apa.”

Jaejoong menggeleng perlahan. ”Gwenchana, Taemin-shi. Terima kasih atas waktunya,” ujarnya dengan lembut.

Yeojya yang berada di hadapannya hanya tersenyum tipis. ”Dan Jaejoong-shi,” panggilnya terhadap sang matchmaker yang sepertinya sedang berpikir sesuatu. ”Aku tak tahu, tapi kurasa tatapannya terlihat lebih lembut ketika dia menatapmu tadi.”

”Ah, tidak mungkin, anda pasti salah. Lagipula kau tidak lihat daritadi kami bertengkar?” elak Jaejoong seketika. Hal yang diucapkan Taemin sangat mustahil. ”Anda pasti salah melihat.”

Taemin menggeleng perlahan. ”Ani, saya memang hanya seorang guru musik, tapi saya bisa melihat bagaimana ketika dia menatap anda, Jaejoong-shi. Tatapannya tak pernah terlepas dari anda dan lagi, dia terlihat lebih ekspresif ketika bersama anda tadi,” ujar yeojya itu dengan lembut membuat sang matchmaker kembali dalam keheningan. ”Ah, maafkan saya karena terlalu banyak bicara.” Taemin segera membungkukkan kembali badannya untuk meminta maaf namun Jaejoong segera menghentikannya.

Mereka bertukar sapa beberapa saat sebelum ponsel Taemin kembali bergetar dan guru musik itu terpaksa harus segera pergi karena panggilan darurat. Dengan langkah yang berat, Jaejoong memutar badannya dan hendak masuk ke dalam restoran. Ketika dia mengambil satu langkah maju, pandangannya langsung bertatapan dengan dada bidang yang terbalut kemeja putih. Saat kepalanya terangkat dan melihat kepada sang pemilik badan, dia mendapati dirinya sedang bertatapan dengan seorang namja pemilik mata elang itu.

”Aku harus pulang dan menjemput Changmin,” tutur Yunho dengan nada datar.

”Tapi kurasa tatapannya terlihat lebih lembut ketika dia menatapmu tadi.”

Perkataan Taemin tadi entah kenapa terlintas di kepala Jaejoong. Yeojya itu segera menggelengkan kepalanya dan menghilangkan pikiran itu jauh-jauh. Tidak. Itu tidak benar. Kalau memang apa yang dikatakan oleh Taemin benar maka Yunho tak akan menatapnya tajam seolah ingin memakannya bulat-bulat saat itu. ”Ne, gomawo untuk waktunya. Saya akan menghubungi anda lagi.”

”Hmm,” jawab Yunho yang berjalan melewati Jaejoong begitu saja.

Saat Yunho melewatinya, Jaejoong bisa menghirup aroma namja itu yang sempat dia lupakan. Aroma cinnamon segar yang selalu membuat hatinya merasa damai. ”Jaejoong-shi.” Mendengar namanya dipanggil, Jaejoong memutar kepalanya dan melihat Yunho yang terdiam. ”Lain kali jangan buang-buang waktuku. Sepertinya julukan aphrodite, Dewi Cinta, itu terlalu berlebihan, eh?” kekeh Yunho yang langsung meningkatkan amarah Jaejoong.

Lihat saja kau Jung Yunho, bukan namanya seorang Kim Jaejoong, jika dia menyerah begitu saja.

.

.

TBC?

.

.

A/N: Alow 😀

Saya tidak menduga kalau banyak yang mau dilanjutkan dan sesuai permintaan ini chapter berikutnya ^^ maaf ya kalau alurnya sedikit kcepatan ._.v oh ya, btw bisa minta bantuan chingu? Saya bingung dengan orang yang akan dijodohkan Jaemma terhadap Yunppa. T_T Ada saran ada saran? :3

.

.

Mestinya saya lanjutin ff yang lain, tapi malah mau ngetik yng ini *jedukin kepala ke dinding*

Rencananya ini mau cerita yang ringan aja dan gak banyak drama, semoga bisa~ btw chingu, minta saran buat yang mau dijodohkan sama Yunppa ya..hoho #plak habisnya bingung jadinya #plak

Dan semoga pada suka ^^v

Saya bikin ini GS supaya lebih dapat feelnya sih, semoga chingu bisa mengerti :/ dan dapat feelnya kayak saya ._.v #plak

Oh ya, ini saya bkin Cuma dari sisi Jaemma aja jadinya kerasa pendek ya? Mian T_T mau difokusin sama Jaemma aja biar gak bingung hehe #plak

Udah deh ini aja dulu, author ini mau tidur dulu

Ciao 😀

Last, review? 😉

Advertisements

27 responses to “Chapter 1: Taemin

  1. hmmmmmmmmmmmmm Yoona aja gimana?? 😀

    #bingung mau komen apa 😀

  2. aku longkap prolognya ._.
    D prolog ada eunhyuk yah?
    Aiguuu…

    Yasudahlah, baca ini aja dlu
    Kkkk~

    Kasian umpa TxT
    WAE? WAE? WAE?
    Kenapa umpa cereeei??
    Huweee
    EL eonnie uda bosen ama YunJae kah? Huweee
    TIDAAAKK!!!
    OMOOO

    Smoga smua calon yg diajuin jeje gada yg nyantol ama yunyun #amiiinnnn

    • gak ada kok..bkannya di sini ya? O.oa

      krena begitu….
      bkan..tidak..aku tidak pernah bosan sama yunjae u,u
      bosan sama tangna iya #lho

      kkk..semoga gak…kan yunho cma cantol sama jj 😛 #plak

  3. haduh Mommy ya jelas2 masih ada respect ke daddy kok malah pake acara jodoh2in sich… semoga aja ga ada yang cocok dah ma Daddy… ehm… next chap ah

  4. Hyaaaa… Seru seru… ^^
    Ini chapter 1 kan ya eonni?
    Ahh sbnrnya suka taemin, umm… Next chap saya harap kyuhyun aja eon… ^^
    Klo yg buat dijodohin ke yunho cewe asli bukan gs, rada gimana gitu, ga rela klo yunho sm jessica dll gitu eon… 😀
    Jadi saran aku sih kyuhyun aja eon…. ^^

  5. Lg bca ulang.
    Liat pic Yuntae koq rasanya g rela y??? TT_TT
    ambil toa dr masjid sbelah,”MINHO!!!! CEPET JAUHKAN ISTRIMU DARI APPAQ SBELUM UMMAQ TAU!!!”.*dhajar gra2 brisik*
    Gomawo ^o^

  6. YunBear bisa aja tuh ngeles sama setiap Yeoja yang dijodohkan padanya. Sebenarnya Appa maunya sama Jaejoong, ne?
    Lah terus kenapa dulu malah dicerai, ada alasan apa? sekarang nyesel ne, appa bear?

  7. Woahh, kraen minnie ank yunpa dgn istri pr1 , hahh trnyta bkan _hela nfas lega_ , . Taemin aj tau klo yunpa msh cinta jaema, dn yunjae msh sling mncintai hny ego aj yg msh brtahan. Yunpa iktan cri jdoh krn pngen dket jaema aj kali yaw, .

  8. yunjae sebenernya msih pnya perasaan stu sma lain ne..
    dasar aneh kaga mau ngakuin..
    lanjutttt makin seru nih kyk.y..

    mian ane lewat prolognya..//bow

  9. klo aku kasih saran go ara niscaya reader lain pada ngamuk….
    kenapa jj gk jodohin dirinya sendiri buat yun
    sepertinya yun bakal mempersulit jalan jj
    lompat ke chapter selanjutnya

  10. g bisa kebayang kalo yunho ama Taemin. emang sih di jelasin kalo umur taemin 26th. tapi kalo dibayangin berasa yunho jadi pedopil. wkwkwk….
    untung taemin juga nggak srek ama yunho. ah…jaejoong-ssi, yunho kayanya cuma modus deh minta dicariin istri. yang ada di matanya aja cuman kamu… #eeyaaaa…

  11. Ohhh ternyata min bukan anak yunjae 😮

    Aduh aku rasa mau umma nyari yang kaya gimana juga ga bakal ada yang jadi sama appa :/
    Appa masih mengharapkanmu umma *ehh

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s