Birthday


DON’T LIKE DON’T READ!!

Part of ”Slave Day”

Author: eL-ch4n

Rated: T- M

Warn: BDSM! Gore! NO PLAGIARISM!

Summary: Ulang tahun seharusnya menjadi hari yang membahagiakan, tapi hidup tidak selamanya seperti dongeng yang begitu indah.

Selama perjalanan menuju ke tempat yang dikatakan oleh Taeyang, namja itu terus bercerita mengenai kegiatannya hari itu. Anda duduk diam dan mendengarkan bagaimana namja itu terlihat begitu antusias menceritakan semuanya. Sebenarnya apa yang dia ceritakan kurang lebih sudah anda lewati hari itu, mengenai para personal slave, pertemuannya dengan Jaejoong, dan lainnya. Anda memutuskan untuk sesekali menanggapi pertanyaan yang dilontarkan Taeyang.

Hanya satu pertanyaan dari dirinya yang membuat anda terdiam dan berpikir keras. Tanpa anda ketahui, saat itu Taeyang sedang menyeringai melihat ekspresi anda. Pertanyaan yang sederhana namun memiliki makna yang ambigu.

”Apa yang akan anda lakukan setelah mengetahui semua rahasia di dunia?”

Ketika akhirnya anda memikirkan jawaban yang tepat untuk pertanyaan itu, Taeyang sudah terlebih dahulu menyela anda. ”Kita sudah sampai,” ujarnya dengan riang. Setelah mematikan mesin mobil, dia memutar kepalanya untuk menghadap anda. Senyuman khasnya kembali terpasang di wajahnya. Tangannya meraih rambut anda dan mengacak-acaknya membuat rambut anda sedikit berantakan.

”Ya!” seru anda karena merasa diperlakukan seperti anak kecil.

Selalu seperti itu, anda merasa Taeyang selalu memperlakukan anda bagai dongsaengnya, bagai adik kandungnya. ”Yosh, ayo kita pergi sekarang.” Dia melepas seat belt dan keluar dari mobil. Anda menghela nafas sebelum kemudian ikut menyusul namja itu untuk keluar dari mobil.

Taeyang sudah menunggu anda di luar dengan senyumannya. ”Ready for a party?” tanyanya dengan cengiran lebar yang anda jawab dengan anggukan pelan. Dia kemudian menarik tangan anda sekali lagi untuk memasuki sebuah klub yang yang tampak ramai.

Berdasarkan pengamatan anda terhadap antrian panjang di depan pintu, anda tahu bahwa klub ini sepertinya cukup terkenal di daerah ini. Anda sempat melirik nama klub itu yang memakai lambang listrik yang menggunakan cahaya lampu biru dengan tulisan ’Fallen’. Melihat antrian yang panjang itu membuat anda merasa malas, namun Taeyang malah menyelip antrian dan berhadapan dengan bouncer yang berdiri di depan klub yang memakai baju formal. ”Two VIP, please,” ujarnya dengan bahasa Inggris yang fasih.

Kedua bouncer yang berada di depan itu melirik satu sama lain. Anda bisa melihat bahwa mereka terlihat ragu dengan permintaan Taeyang tadi. Hendak menyela, namun Taeyang lebih cepat daripada anda. ”Under the name of Alexander Jovanka Philip?”

Mendengar nama itu, bukan hanya kedua bouncer itu yang membesarkan mata mereka, tapi juga dengan anda. ”Dong Youngbae?” tanya salah satu bouncer dengan ragu-ragu untuk memastikan. Taeyang mengangguk dengan antusias tanpa menghiraukan tatapan tajam dari para tamu yang mengantri di sana.

The one and only,” jawabnya dengan riang.

Salah satu bouncer yang berbadan lebih tegap itu kemudian menghampiri Taeyang. Anda berpikir bahwa namja itu akan habis di tangan bouncer tersebut, tapi yang terjadi malah membuat anda terkejut. Bouncer itu menepuk pundak Taeyang dengan keras dan kemudian mengangguk. ”Should just told us before. Alec has been waiting for you guys,” gumam bouncer itu dengan sebuah senyuman tulus.

Bingung. Itulah yang ada di pikiran anda sekarang. Bahkan setelah anda berhasil masuk dan dibawa Taeyang ke meja bar pun, anda masih tetap memikirkan tentang apa yang baru saja terjadi. Terutama saat sepasang iris anda menangkap sosok Alec di depan meja bar. Anda kemudian teringat kembali dengan perkataan Taeyang tadi.

Under the name of Alexander Jovanka Philip?”

Terlihat bahwa anda ingin keluar dari tempat itu, tapi tangan Taeyang yang berada di punggung anda membuat anda terperangkap. Sekarang anda benar-benar tidak tahu apakah berada di tempat ini lebih berbahaya atau berada di dalam pintu hitam itu. ”Alec!” seru Taeyang sembari mendorong anda untuk menghampiri namja yang sedang terduduk sembari merenung itu.

Namja yang dipanggil tadi tidak menghiraukan panggilan Taeyang dan hanya memain-mainkan gelas wine yang berada dalam genggaman tangan kanannya. ”Siapa dia?” tanya Alec saat Taeyang dan anda sudah berada di sampingnya. Anda terdiam karena bingung harus menjawab apa. Anda tahu bahwa sebenarnya identitas anda yang ditanyakan, tapi anda tidak tahu bagaimana merespon pertanyaan itu. Taeyang yang mengetahui suasana yang mulai sedikit menegang, segera melingkarkan tangan kanannya pada leher Alec. Di mata anda, hal yang dilakukan Taeyang terlihat seperti sahabat lama yang sudah lama tidak saling bertemu dan sedang bercanda. Sedih, namun membahagiakan.

”Sudahlah, perlukah kau bertampang serius seperti itu?” goda Taeyang yang masih melingkarkan tangannya pada leher Alec.

”Perlukah kau menanyakan hal itu?” balas Alec tanpa mempedulikan gerakan Taeyang seolah dia sudah terbiasa dengan perlakuan namja itu. Anda melihat bahwa Taeyang tersenyum lembut kemudian melepaskan pelukannya dan mengangkat kedua tangan seolah menyerah.

”Arasso, arasso, oh ya, apa yang kau inginkan untuk ulang tahunmu kali ini?” Pertanyaan Taeyang itu membuat anda terkejut. Kemudian anda teringat kembali dengan perkataan Kibum tadi mengenai ulang tahun namja bernama Alec yang ada di hadapan anda sekarang.

Alec hanya terdiam dan menatap ke arah gelas yang sedang dia genggam. ”Perlukah aku menjawabnya?” balasnya dengan datar.

Seolah sudah terbiasa dengan respon namja yang hemat bicara itu, Taeyang hanya tersenyum. ”Kalau aku sudah tahu, aku tidak akan bertanya, Alec. Oh ya, kamu mau pesan apa?” tanya Taeyang pada anda saat dia sadar bahwa sedari tadi anda tidak berbicara satu patah katapun.

”Ah itu –”

One cinderella cocktail,” sela Alec dengan cepat. Anda tersentak kaget. ”Dia bukan peminum,” ujarnya lagi kepada sang bartender yang mengangguk atas permintaan Alec tadi. ”Di mana Taecyeon?” tanyanya pada Taeyang seolah mengabaikan tatapan penuh tanya anda terhadap dirinya.

Mengetahui sifat Alec, Taeyang tahu bahwa sahabatnya itu sedang mengalihkan topik pembicaraan. ”Sepertinya sebentar lagi akan datang,” jawab Taeyang yang sudah mengambil posisi duduk di samping Taeyang. ”Hei, kamu di sini saja!” seru Taeyang sembari menepuk kursi yang berada di sampingnya. Anda mengangguk secara perlahan dan menghampiri kursi kosong di samping Taeyang.

”Tidak biasanya kau minum alkohol, Alec.” Sebuah suara yang familiar terdengar dari arah samping kiri anda, tepat di sebelah Alec yang kosong tadi.

Alec hanya tersenyum tipis, begitu tipis sampai anda harus benar-benar memperhatikan bahwa itu benar adalah sebuah senyuman. ”Dan tidak biasanya kau datang terlambat, Taecyeon,” balas Alec dengan datar.

Berdasarkan pengamatan anda selama ini, anda merasa bahwa ada sedikit nada kesenangan yang tersembunyi dari gaya bicara keduanya. Ketika anda hendak bertanya kepada Taeyang, namja itu sudah meletakkan satu jari telunjuk di depan mulutnya, tanda untuk menyuruh anda diam. Anda mengangguk tanda mengerti dan kembali mengamati keduanya.

Taecyeon segera mengambil tempat duduk di samping kiri Alec yang kosong. Dia memesan satu minuman yang tidak anda ketahui namanya. Terlalu berfokus dengan kedua namja yang ada di hadapan anda, anda tidak menyadari sang bartender yang sudah mengantarkan minuman anda. ”Silakan diminum,” tegur Taeyang sembari menunjuk minuman yang sudah tersedia di depan anda.

”Ah, ne,” jawab anda dengan gugup. Anda meneguk minuman tak beralkohol itu sedikit sekedar mencicipi rasa minuman tersebut.

”Baiklah, karena semua sudah lengkap, ayo!” ajak Taeyang. Anda yang memang tidak tahu apa-apa hanya bisa mengikuti Taeyang disusul oleh Taecyeon dan Alec di belakang anda. Mungkin Taeyang sedang berjalan menuju ruang VIP, pikir anda ketika teringat pada pernyataan Taeyang pada bouncer tadi.

.

.

Detik berikutnya anda mendapati diri anda  berada di sebuah ruangan berkelas. Di sana terdiri dari sofa dan meja besar yang berada di tengah. Terdapat juga televisi yang berada di seberang sofa yang sekarang anda duduki. Anda tidak terlalu memperhatikan lagi dekorasi ruangan itu karena semenjak anda masuk, suasana di sana mendadak menjadi tegang.

”Bisa katakan kenapa kamu ada di sini?” tanya Taecyeon pada anda yang sedang duduk di samping kiri anda. Posisi duduk anda berada di antara Taecyeon dan Taeyang dengan Alec yang duduk di sebelah kiri Taecyeon.

Anda hendak menjawab, tapi Taeyang sudah lebih dulu melakukannya. ”Aku yang mengajaknya, Taec, sudahlah, tidak perlu setegang itu, kasihan dia,” ujar Taeyang dengan nada ringan membuat anda sedikit lebih nyaman. Berada bersama dengan namja itu selalu berhasil membuat kehangatan menyelimuti anda, sebaliknya bersama dengan Taecyeon dan Alec membuat anda merasa sesak hingga tak tahu bagaimana caranya untuk bernafas.

”Dan kau memutuskan untuk mengajaknya karena?” tanya Taecyeon lagi.

”Karena dia mau bertanya sesuatu pada dirimu, bukan begitu?” balas Taeyang sekaligus memberikan satu kedipan kepada anda membuat anda meneguk ludah.

Taecyeon sekarang menatap anda dengan tatapan penuh selidik membuat anda sedikit susah untuk menanyakan hal yang paling ingin anda tanyakan. ”Ke – kenapa kau tidak mau menjadi headmaster?”

Hening.

Suasana di sana terasa begitu tegang membuat anda merasa bahwa sepertinya anda menanyakan pertanyaan yang salah. Anda merutuki diri anda, seharusnya anda menanyakan sesuatu yang ringan dan jangan langsung kepada pokok utamanya.

Suara tawa yang tiba-tiba terdengar membuat anda bingung, terutama ketika tawa itu berasal dari Alec, namja yang sedari tadi begitu stoic dan hemat dalam berkata-kata. Anda menaikkan kedua alis mata anda seolah bertanya apakah ada yang salah dengan pertanyaan anda. ”Ada yang salah?” desis anda karena kesal. Butuh keberanian untuk menanyakan hal itu dan dengan mudah namja itu menertawakan anda?

”Maaf,” gumam Alec setelah berhasil menenangkan dirinya sejenak. ”Anda menarik.” Jawaban yang dia berikan singkat namun mengandung banyak arti.

Badan anda sedikit mundur dengan kedua alis mata anda kembali terangkat. ”Maksudnya?”

”Abaikan saja Alec, kalau sudah bersentuhan dengan alkohol apa yang dia ucapkan terkadang semakin tidak jelas daripada biasanya,” tegur Taeyang.

”Dia mabuk?” tanya anda sembari menunjuk Alec yang kelihatannya masih sadar dan kembali lagi meneguk minumannya.

Taeyang menggelengkan kepalanya sembari ikut mengambil gelas yang berisi minuman di atas mejanya. ”Ani, tapi kalau dia sudah bersentuhan dengan alkohol, urat sarafnya membuat dia semakin aneh. Tapi, kalau boleh dibilang sebenarnya aku cukup terkejut denganmu.”

Kembali anda bingung dengan pernyataan Taeyang, tetapi anda memutuskan untuk menunggu sampai Taeyang kembali menjelaskan maksud dari pernyataannya tadi. ”Begitu banyak pertanyaan dan kau memutuskan untuk menanyakan hal yang bahkan kurasa tidak bisa dijawab oleh Taecyeon itu sendiri.”

Mendengar jawaban Taeyang akhirnya anda pun memutuskan untuk menoleh melihat ke arah Taecyeon yang tampak seperti sedang berpikir. Benar. Apa yang dikatakan Taeyang benar, raut wajah Taecyeon telah menjelaskan semuanya pada anda bahwa namja itu juga tak bisa menjelaskan alasannya.

”Kalau begitu, siapa Alec?” Anda merasa sedikit geram dengan semuanya hingga akhirnya memutuskan untuk menanyakan sesuatu secara frontal.

Namja yang anda ingin ketahui keterangannya itu hanya memainkan gelasnya sekali lagi sebelum meletakkannya ke atas meja dan bertatap muka dengan anda. Iris mata hitam onyx-nya membuat anda meneguk ludah. Serasa ditenggelamkan oleh rahasia yang tersembunyi di dalamnya. Jika bukan karena tepukan di pundak oleh Taeyang mungkin anda akan masuk ke dalam ilusi yang tercipta di dalamnya. ”Perlukah anda tahu siapa diri saya?”

”Kenapa semua seolah takut akan keberadaanmu?” Mencoba untuk mengabaikan pernyataannya, anda kembali melontarkan pertanyaan.

”Siapa yang takut terhadap siapa?” Namun tampaknya hal itu tidak berpengaruh karena Alec kembali bertanya terhadap anda.

Satu pertanyaan dijawab dengan pertanyaan, membuat percakapan ini tidak akan berujung. ”Untuk apa kau menemui Siwon?”

Mendadak Alec menjadi hening saat satu nama itu terucap. Iris matanya memancarkan sebuah emosi yang anda kenal sebagai amarah. Dia menatap tajam ke arah anda sekali sebelum melihat ke arah lain dan meneguk minumannya yang entah sejak kapan sudah terisi penuh lagi.

”Siwon adalah seseorang di masa lalu Alec atau mungkin Alec adalah masa lalu Siwon,” ujar Taeyang dengan pelan. Hal ini membuat anda memutar kepala anda dan menatap ke arah Taeyang yang sudah melipat tangannya seolah siap untuk berdoa. ”Ulang tahun seharusnya adalah hal yang membahagiakan bagi semua makhluk karena hari itulah kita diberkahi sesuatu yang bernama kehidupan.”

”Tapi tidak dengan Alec,” sela Taecyeon yang menatap datar ke arah meja. ”Tidak keberatankah kalau aku menceritakannya?” tanya Taecyeon kepada Alec. Namja itu hanya menutup matanya seolah tidak mendengarkan pertanyaan itu, namun Taecyeon bisa mendapatkan pesan yang tersembunyi di baliknya. Dan mulailah Taecyeon menceritakan masa lalu Alec yang berkaitan dengan salah satu master, Siwon.

.

.

”Oi Alec, apakah kau sudah menyelesaikan doa pagimu hari ini?” tanya seorang namja yang kita kenal dengan nama Choi Siwon. Dia menghampiri Alec yang saat itu sedang terduduk di sebuah taman yang berada di belakang sebuah gedung yang memiliki tanda salib itu.

Alec hanya mengangguk dan menatap ke arah taman yang didominasi dengan warna hijau rumput. Siwon segera mengambil posisi untuk duduk di samping namja itu dan mengikuti arah pandang namja itu. ”Belum,” jawab Alec setelah hening yang cukup lama di antara mereka.

Well, kurasa kau harus segera melakukannya, pengakuan dosa di pagi hari juga jangan lupa,” ujar Siwon sekali lagi. Tak mendapat respon dari namja yang duduk di sampingnya, Siwon kemudian memutar kepalanya dan mendapati Alec masih setia menatap ke arah taman. Entah apa yang sedang dia pandangi saat itu. Sungguh dia tidak mengerti dengan jalan pikiran namja itu. ”Alec?”

”Nanti,” sela Alec dengan cepat.

Siwon mengangkat kedua alisnya karena penasaran dengan jawaban singkat dari namja yang hemat dalam berkata-kata itu. ”Maksudmu?”

Jawaban yang diterima Siwon berikutnya adalah tangannya yang ditarik hingga badannya menabrak Alec dengan bibirnya menyentuh sesuatu yang lembut. Dia memejamkan mata dan menikmati sentuhan lembut dari bibir Alec pada dirinya. Setelah ciuman mereka terlepas, keduanya saling berpandangan dengan penuh perasaan. Alec tersenyum lembut dan mengelus pipi Siwon. Tatapannya terlihat begitu sendu dan dengan lirih dia berkata, ”Karena aku belum melakukan dosaku hari ini.”

Satu jawaban itu sempat membuat kedua pipi Siwon merona merah, namun dengan segera dia kembali mengontrol dirinya. ”Kurasa kau harus segera melakukan doa pagimu, Alec.”

Alec hanya mengangguk dan kemudian beranjak dari bangku taman. ”Dan kurasa ini akan menjadi doa pagiku yang terakhir, Siwon,” ujarnya dengan lirih. Siwon yang mendengar hal itu hanya bisa tertunduk. Dia tahu, ini adalah yang terakhir karena setelah ini, Alec akan pergi dan dia akan ditinggalkan sendiri.

”Ne, aku tunggu,” jawab Siwon yang hanya bisa menatap punggung Alec yang perlahan menghilang di dalam gedung gereja tersebut.

.

.

Anda menghentikan pembicaraan Taecyeon dengan mengangkat satu tangan anda di hadapan mereka. Tatapan anda terlihat horor dan penuh keterkejutan. Siwon dan Alec? Pantas terlihat ada perasaan aneh saat keduanya berhadapan saat itu. Namun jika benar, dulunya mereka seakrab itu, apa yang menyebabkan Siwon?

”Karena aku pergi meninggalkannya di saat hari ulang tahunku,” jawab Alec yang seolah bisa mengerti dari tatapan yang anda berikan padanya.

”Lantas? Kenapa dia terlihat begitu membecimu?” tanya anda lagi yang tak direspon oleh namja itu. Sebaliknya, kali ini giliran Taecyeon yang menjawab anda.

Dia menatap anda dengan sendu dan membuka mulutnya perlahan. ”Alasan Siwon tidak melanjutkan dirinya sebagai seorang pastur adalah karena –”

”Dia dilecehkan,” sela Alec. Gelas wine-nya berada tepat di bibirnya, namun dia tak meneguknya dan membiarkannya berhenti di sana.

Otak anda saat ini bekerja untuk menerjemahkan informasi yang baru saja anda dapatkan. Ketika anda menggabungkan dengan apa yang pernah anda dengar dari sang narator, anda kemudian menatap ke arah Taecyeon yang tak berekspresi dan Taeyang yang menunjukkan sebuah senyuman sedih. ”Ne,” jawab Taeyang sembari mengangguk untuk menjawab pertanyaan yang tampak di wajah anda. ”Kamu benar, alasan kenapa Siwon tidak mau melanjutkan dirinya sebagai pastor adalah karena dia dilecehkan oleh salah seorang di antara mereka. Ironis bukan?”

”Seharusnya aku tidak pergi,” desis Alec dengan perlahan.

”Sudahlah, itu juga bukan salahmu. Kau sendiri tidak tahu kalau –”

”Aku tahu. Aku sudah tahu mengenai tujuan mereka, tapi aku pikir – aku pikir itu karena aku berada di dekat Siwon,” sela Alec. Dia meracau tak jelas, mungkin juga karena mabuk atau karena stress dengan masa lalu. ”Mereka tidak suka saat aku mengetahui perbuatan mereka, sial!”

Pengaruh alkohol sepertinya mulai membuat Alec berbicara lebih dari biasanya dan anda saat itu tidak tahu apakah hal itu baik atau tidak. ”Seharusnya aku mengajaknya juga.”

”Tidak, apa yang kau lakukan sudah benar, kalau kau mengajaknya ikut denganmu, dia tidak bisa berdiri sendiri. Terkadang bayi perlu jatuh untuk belajar berjalan,” sela Taecyeon dengan nada yang menenangkan.

”Bukan salah siapa-siapa,” ujar anda mendadak. Anda menutup mulut anda saat melihat sekarang ketiga namja di ruangan itu menatap ke arah anda. ”Mian,” gumam anda sembari mengangguk merasa bersalah.

Taeyang kemudian tersenyum dan mengeluskan kepala anda dengan lembut. ”Jika begitu, menurutmu siapa yang salah?”

Anda tertegun dengan pertanyaan Taeyang. Dia memang selalu berhasil membuat anda merasa nyaman. Belaiannya seolah mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan oleh anda. Anda meneguk ludah dan kemudian melanjutkan kalimat anda. ”Maksudku, jika Alec tidak meninggalkan Siwon, maka Siwon tidak akan berada di sini dan bertemu dengan Kibum. Aku yakin semua ada alasannya.”

Hening.

Merasa tak mendapat respon, anda memutuskan untuk ikut diam dan merutuki kebodohan anda. ”Jika aku tidak meninggalkannya, Siwon tidak akan membunuh mereka dan merasa bersalah,” desis Alec seolah menyindir anda.

”Dan kamu sendiri tidak tahu bukan? Memangnya dengan berada di sampingnya apa yang bisa kamu lakukan? Tak bisa berbuat apa-apa saat dia berada di hadapan anda jauh lebih menyakitkan daripada tidak bisa menolong karena berada di tempat yang jauh.”

”Itu hanyalah sebuah pembenaran.”

”Dan pembenaran itulah yang membuat manusia bisa melakukan apa yang sedang dia lakukan sekarang. Jika aku tidak mencoba membenarkan apa yang ingin kulakukan, aku tidak mungkin akan melakukannya.”

”Jadi kau sedang membenarkan perbuatanmu sekarang?” tanya Alec sembari menatap anda. Iris matanya begitu tajam dan siap menerkam anda kapan saja.

Anda tersentak kaget. ”Eh?”

”Mengorek rahasia orang, apa pembenaranmu?”

Skat mat.

Gerakan anda terhenti, mulut anda terkunci, dan rasa gugup kemudian menjalar di dalam tubuh anda. Rahasia?

”Ada kalanya kita lebih baik tidak mengetahui sesuatu.”

Pernyataan sang narator berputar di kepala anda. Memang ada kalanya tidak semua hal diketahui, lalu pembenaran apa yang sekarang anda lakukan ketika mengorek rahasia dari seseorang yang bernama Alec yang ada di hadapan anda?

”Dan karena rasa penasaran itulah yang menyebabkan Adam dan Hawa jatuh di dalam dosa, bukan begitu?”

Jadi, apakah yang anda lakukan sekarang semata-mata karena rasa penasaran yang malah akan membuat anda terjerat di dalamnya? Membuat anda bagaikan manusia di dalam lukisan iblis itu? Membuat anda tak bisa melakukan apapun lagi selain pasrah ditarik oleh sang iblis oleh rantai yang tak terikat?

Anda tak sadar bahwa saat itu semuanya sudah kembali kepada aktivitasnya masing-masing kecuali Taeyang yang masih menatap sendu ke arah anda. Dia tersenyum lembut dan melirik ke arah jam tangannya. Senyumnya melebar. ”Alec,” tegurnya kepada namja itu membuat anda sadar dari pikiran anda. ”Saengil chukkae hamnida,” ujarnya dengan nada ringan membuat suasana di sana sedikit lebih baik.

”Hn,” jawab Alec.

Taecyeon hanya mengulurkan sesuatu yang tampak seperti sebuah amplop berwarna putih. ”Untukmu,” gumamnya. Alec mengambilnya dan mengucapkan ’terima kasih’ dengan nada yang rendah. ”Dari Sevine,” ujar Taecyeon lagi sekedar menambahkan informasi. Alec sendiri hanya mengangguk menerima informasi tersebut.

”Maaf aku tidak membawa apa-apa,” ujar anda setelah menyadari bahwa hanya anda yang tidak membawa sesuatu untuk namja itu. Taeyang sendiri tadi sudah melempar sesuatu – entah apa itu – ke arah Alec yang ditangkap oleh namja itu setelah meletakkan surat dari Taecyeon di atas meja.

”Tidak perlu,” jawabnya singkat. ”Tak ada yang istimewa dengan ulang tahun.”

”Tentu saja itu istimewa!” seru anda. Sekali lagi semua perhatian tertuju pada anda dan anda menundukkan kepala anda untuk menghindari mereka. ”Maksudku, kau merayakan ini hanya sekali setahun. Tidak selamanya kau berumur berapapun umurmu tahun ini bukan?”

Alec mendesis seolah sedang mengejek pernyataan anda. ”Ada yang salah?” tanya anda sekali lagi.

”Apa yang kita lakukan sekarang juga sekali setahun,” jawabnya. ”Bahkan sekali seumur hidup.”

Tak mengerti dengan apa yang dia ucapkan, anda menatap Taeyang untuk mencari jawaban. ”Maksudnya Alec adalah, segala hal yang kita lakukan adalah hal yang akan kita lakukan sekali seumur hidup. Yah, gampangnya, kita memang mungkin bisa berkumpul seperti ini satu saat nanti, tapi apa yang terjadi pasti tidak sama. Intinya, segala tindakan kita adalah hal yang akan kita lakukan sekali semur hidup, tak ada pengulangan.”

I’m done, ” ujar Alec mendadak. Namja itu beranjak dari kursinya dan menatap ke arah anda. ”Semoga kita tidak bertemu lagi,” ujarnya lagi sebelum kemudian pergi meninggalkan anda dengan Taecyeon dan Taeyang dalam keheningan. Amplop putih itu sudah dia selipkan pada kantong celananya sebelum berjalan meninggalkan ruangan itu.

”Ah, dia selalu seperti itu, padahal aku pikir semakin ramai akan semakin seru,” seru Taeyang.

Taecyeon hanya mengambil gelasnya dan menatap itu tanpa ada keinginan untuk meminumnya. ”Jangan salahkan dia juga, siapa pun akan kesal kalau ulang tahunnya membawa bencana bukan?”

”Maksudnya?” tanya anda ke arah Taecyeon.

”Pertama kali Siwon membunuh orang adalah mereka yang melecehkan dirinya dan itu bertepatan dengan ulang tahun Alec. Di ulang tahunnya juga, dia harus meninggalkan Siwon dan adiknya sendiri.”

”Adik?” tanya anda karena menurut anda sepertinya dari tadi tidak ada kata adik yang terucap. Tiba-tiba saja mata anda membesar dan menatap Taeyang yang menganggukkan kepalanya seolah mengiyakan pikiran anda.

”Ne, Sevine itu adiknya, atau setidaknya seseorang yang bisa dikatakan cukup dekat untuk dikatakan sebagai saudara.”

Pikiran anda kemudian mengantarkan anda pada seorang yeojya yang waktu itu menemui Siwon di gereja. Jadi inikah arti dari pernyataan lirih yeojya itu waktu itu? ”Yah, kita tak bisa berkata banyak, lagipula, itu urusannya. Bagaimana kalau kita berbicara sesuatu yang lebih santai saja?”

”Seperti?” tanya anda kepada Taeyang.

Namja itu mengedipkan matanya dengan senyuman nakal. ”Seperti lagu apa yang kamu suka, dan apakah kau suka berkaraoke?” Anda tersenyum. Waktu berikutnya anda nikmati dalam tawa untuk melupakan sejenak tentang semua misteri dan ketegangan tadi.

.

.

Saat Taeyang mengantar anda pulang, namja itu menanyakan jawaban atas pertanyaan yang dia ajukan. Anda memutar memori sebentar dan akhirnya kembali teringat dengan pertanyaan Taeyang tadi, anda tersenyum dan berkata, ”Tidak ada, karena sebuah rahasia akan membawa kita pada rahasia yang lain.”

Dia tersenyum seolah puas dengan jawaban anda dan hal ini juga membuat anda tersenyum senang. Dia mengacak-acak rambut anda seperti seorang saudara dan membawa anda masuk ke dalam. Apa yang tidak anda duga adalah Minho yang sedang berdiri di depan pintu dengan tangan yang menyilang di depan dadanya. ”Habis dari mana kalian?” tanyanya dengan nada yang serius.

Anda meneguk ludah seolah baru saja tertangkap basah melakukan hal yang salah. ”Kami sudah meminta izin,” jawab Taeyang dengan tenang. Dia tersenyum kepada anda seolah menyampaikan bahwa semuanya akan baik-baik saja. ”Jika boleh, kami ingin beristirahat.”

Minho hanya mendesis kesal. ”Aku harap Alec membakar di neraka,” decaknya kesal.

Untuk hal ini Taeyang tersenyum misterius. Dia menghampiri Minho dan dalam sekejap semuanya terjadi begitu saja. Taeyang menampar Minho dan mengancam namja itu. ”Anda boleh menjadi master di sini, tapi tolong jaga mulut anda.”

Setelah itu, dia membawa anda untuk kembali menuju kamar anda dan meninggalkan Minho yang berseru, ”Sial” sedari tadi. Anda ingin bertanya, tapi tahu bahwa hawa mengerikan yang terpancar dari Taeyang mengatakan untuk jangan menanyakan apa-apa terhadap dirinya.

Begitu sampai di depan kamar anda, dia hanya mengucapkan ”Selamat beristirahat” dan pergi begitu saja. Anda menutup pintu kamar anda dengan hati yang berat. Badan anda terasa begitu lemas dan anda terjatuh ke atas lantai. Punggung anda, anda sandarkan pada pintu dan entah apa yang terjadi, pandangan anda mengabur karena cairan bening yang berkumpul di pelupuk mata anda.

Malam itu adalah pertama kalinya anda meneteskan air mata semenjak menginjakkan kaki di tempat itu. Entah apa yang membuat anda menangis. Karena sedihkah? Karena merasa prihatinkah? Atau karena merasa kecewa karena tak bisa berbuat apa-apa dengan ketidakberdayaan anda? Anda tidak tahu, tapi satu yang pasti, perasaan itu terasa begitu sesak.

Sinar bulan yang terpantul oleh jendela di kamar anda menjadi saksi bisu atas isak tangis yang menggema di ruangan anda, sekaligus juga sebagai satu-satunya yang menemani anda saat mendengar suara teriakan dan jeritan dari para penghuni lain di tempat itu.

.

.

eL-ch4n

presents

”Birthday”

23.06.2012

.

.

A/N:

This fic dedicated to Alexander Jovanka Philip and his twin brother who’re having their birthday today. Thanks God for another year and God bless them and their family abundantly.

.

.

Ya, sebenarnya ff ini emang harus diketik untuk memperjelas cerita, namun ada beberapa yang agak melenceng dari plot awal ==” tidak tahu apa yang merasuki saya saat mengetik ff ini u.u #jduar

Hopefully you’ll enjoy it 😉

Sorry for no smut ==” karena tidak bisa soalnya ada adik di kamar sih hehe *nyengir

Last, review? 😉

_Verzeihen

Advertisements

88 responses to “Birthday

  1. Komen untuk yang kedua kalinya…-___-“”

    Sebelumnya, mau bilang gomawo “ibu asuh” mewakili @Alec_Jovanka yang sekarang sedang entah di belahan dunia mana. LOL

    Sebenarnya aku kira yang mollested Siwon itu ALec oppa (LOL) tapi ternyata bukan ya? Wah berarti Alec oppa belum menyentuh Siwon dong? *kasihan, lempar GD dan Kyu ke oppa* kkekekekekekeke^^

    Aku tidak kebayang nanti reaksi oppa baca part ini, soalnya hal ini mirip dengan kejadian yang dialami oppa (part di pub itu) meskipun @Alec_Jovanka lebih milih Martini untuk sosialisasi ROFL.

    Berarti Alec ingin membuat Siwon terbebas dari jabatan master? Pas dia menemui Yunho? Hubungan Alec dengan para master lainnya apa dong umma? Apa jangan-jangan dia ulu pernah jadi master disitu juga? bukannya master nya ada yang kurang ya dihitung dari jumlah lantai? *bingung sendiri*

    yah, Hwaiting untuk chap selanjutnya di SD saja yaa.

    Love.

    • hahaha…kayakny wp umma sensi sama kamu ya nak? ==”
      ne, cheonma 😀

      hoho…bukannya belum sih, sebenarnya…gak seru kalau kasih tahu skrang 😛
      kenapa lemparin gd dan kyu jadinya? ==” aneh2 aja ini anak #jduar

      iya 😀 bukan, dia juga bukan master di sana sih, gk bsa dibilang master..bingung juga ==” belum kepikir perannya u.u #lho

      ne nak..makasih *hug*

  2. eonii aku agak nggak ngerti part ini, karena aku sendiri masih bingung bingung tentang yang namanya Alec itu,dan disini gak ada couplenya yunjae bahkan ndak ada ya tapii ndak papa lah buat penghibur oh ya TERIMAKASIH karen eon udah update cepet ya…
    tapi satu lagi ALec itu kayak gimana ya??
    lalu jaejoong akankah ia disiksa ??

    • wah..sabar2, gak tapi ini emang untuk membantu menjelaskan beberapa bagian yang hilang heeh :3
      alec kayk gimana? o.o itu coba baca di chap yang newcomer deh ^.~
      Jaejoong? we’ll see 😉

  3. dari sini chima ngambil ksmpulan dg seenak mie ayam(?) kalo siwon jdi master tu gara” ngebunuh org yg nglecehin siwon. Oz, yg dbnuh siwong tu master yg sblum e bukn?
    Jujur, chima mkin bgung ^.^v
    hehehe

  4. Ha! Masih penasaran sma si Alec ini! Kenapa kok dia dibenci banget? Padahal sya sebener.ny gak terlalu bisa nyalahin masa lalu.ny ttg Siwon itu. Ugh, tpi kasian deh Siwon, mungkin klo gak kejadian gitu, dia masih bisa jdi pastur baik2 #berlinangairmata .

    Overall, cerita.ny udh bagus. Biar ada typo sedikit, tpi bisa dikoreksi lain kali. Judul.ny ‘Birthday’, kan.. Yah, sya ucapin selamat lgi deh buat Alec. Btw, ini ultah yang ke berapa? #apadah

    Ya udh, ditunggu story-story yg lain. #review gak jelas -_-

    • hahaha…ya ada alasan tersendiri yng hanya si narator pelit itu yang tahu u.u

      ne..soalny ngetik dengan setengah tersadar, hehe #jduar
      lupa juga ultah ke berapa *garuk2 kepala*
      ne, akan disampaikan, makaish 😀

      gak kok, balasan reviewku yang gak jelas u.u #jduar

  5. heyoo. aku datang lagi.
    jgn kaget klo kilat bgt, aku bc di hp, komen lwt pc 😉

    ini shock yah ma masa lalu Siwon..
    ternyata dulu Alec itu ma Siwon yah.. tp blum ada penegasan hubungan gt?
    itu yah.. Siwon mau jd pastur tp tiap pg dpt kissuan dr alec trus lgsg pengakuan dosa?
    aish.. enak bgt lgs taubat.

    ehem.. eL~ itu pengunjungnya a.k.a yg di ajak taeyang tuh dirimu sendiri yah?
    dr deskripsi nya ky ny iy #sokTau

    • wow..cepat banget hehe :3

      belum…tapi kita akan lihat lagi hubungan mereka ^.~
      iya, aku juga mau kissu siwon deh u.u #dijitak kibum

      he? emang kenapa dibilang aku? o.o masa sih?

      • seperti yg sudah daku blg, bc di hp, komen pc, hohoo 😉

        wah.. ada part Alec-Siwon? KiHyun ny?
        KiHyun ma aku aja deh yah, ga nolak koq, walo ga dpt YunJae #plak
        hohoo aku mah ga mau dicium Siwon, maunya ma TOP aja #diteriakinGD

        hu’um.. krn kamu suka Taeyang, mk ny aku blg kamu.
        benarkan? bener doonk #diinjek’eL

  6. hm… baca side story ini membuat diriq sedikit mengerti tentang hub.siwon dan alec dan hub.alec dengan master/slave…
    tapi ttp aja terlalu bnyk misteri yg masi terttup rapi…
    ditunggu jawabannya ne L-chan…
    *hug&kiss*

  7. unnie!! Entah ini otak aku yang bego atau penjelasan unnie yang gak aku pahami #sama aja#

    Tapi jujul aku hbingung unnie!! sbenalnya apa yang teljadi?

  8. satu kata
    bingung
    selalu gini kalo habis baca FF yang berkaitan ama slave day —
    apa karena aku belum baca slave day ya?

    kaget banget waktu tahu siwon dilecehkan ? *shockterapy*
    sebenernya Alec itu siapa ya? aku bingung, eonni

  9. Umma..
    -.-”
    aku udah liat judul fic ini sebelumnya..
    Dan aku lewatin..tau kenapa umma?
    Karena letak ff ini di bagian matchmaker!
    Sampai aku liat fb umma..ada tautan fic judulnya birthday part of slave day..
    -.-”
    aku buka wp umma 2 kali..udah mau kubuka sih bagian ini..cuma aku kurang yakin..
    Di kali ketiga aku baru mau buka..
    Dan..jreng..jreng..
    Umma bener2 dah..
    Umma,nggak ada typo!*menurut pengamatan aku3
    cuma pas:
    Minho hanya mendesis kesal. ”Aku harap Alec membakar di neraka,” decaknya kesal.
    Aku rasa kata alec ‘membakar’ kurang tepat deh..
    Tapi,nggak apa2 umma..
    Soalnya cerita umma udah luar biasa bagus..
    Kalo nggak ada kesalahan aku justru bakal ragu..apa umma bukan manusia..?
    Habisnya ceritanya luar biasa terkonsep,rapi,keren dan kalo kulanjutin aku yakin kalo umma bakal blushing..
    Okeh..ada beberapa yg bikin aku pusing..alec itu siapa?
    Dan..yah..aku lupa apa yg pengen aku tanya..
    Intinya yg bikin aku penasaran banget ya..siapa itu alec?
    Ngmong2 soal alec aku jadi ingat alec di twilight..
    #opps..aku mulai ngaco lagi umma..
    Aku paling suka pas bagian taeyang menunjukkan sikap dewasanya..it’s cool umma..
    Aku aja meleleh..
    Mmh..comment aku kepanjangan lagi *pundung*
    ya udah..luv u umma..
    Pay..pay..

    • iya nak, umma soalnya buru2 sih jadinya gak sadar kalau ini salah masuk, makasih untuk koreksiannya :*
      hahaha…kenapa umma jadi bukan manusia? ==”
      ini udah blushing nak >w<
      yup 🙂 taeyang kan salah satu appamu juga yang cool #lho

      luv u too nak :*
      *hug*

  10. hmm .. akhirnya aku mulai sedikiiiit mengerti sama perannya Alec chagi .. hanya saja, yg dia lakukan di hari ulangtahunnya ngingetin aku sama ucapan Minzy di chap kemarin .. kalau mereka semua akan ‘menderita’ dan aku agak bingung .. apa karena rasa bersalah dia sama Siwon nd aiknya (Sevine) dia jadi ngelakuin ‘sesuatu’ tiap ulang tahunnya ? apa dia berniat narik Swon dari tempat itu nd balik sama dia lagi ? ya, itu cuma kamu dan Tuhan yg tau :DD

    aku agak kaget juga ultimate seme macem Siwon pernah dilecehin ._.

    well for now I guess I’ll just wait for your update and find out Alec’s relationship with all of the occupants in That Place 🙂

    • chukkae XD
      sama aku juga gak tahu, kita lihat aja u.u #jduar
      bukan chagi, yang tahu cuma si narator dan Tuhan dan ilham yg suka hilang #lho

      di dunia ini semuanya mgkn chagi ^.~

      thanks XD

  11. Kk~saya bacaaa .Kerennnn*giliran di ffn gak pernah review,tapi disini iya*.Hengg..sepertinya saya kebaca dikitt.Rahasia di balik rahasia yah?

  12. Eungg…ini ceritanya muter yak eL? Jadi dulu alec ketemu yunho mau ngasih tau kalo dia mau ambil siwon lg yah?
    Alec x Siwon ada hubungan yah? Trus yg jadi seme siapa? Jgn2 siwon uke #pasangwajahcengo u,u
    sekian comentnya..niat hati mau buka SD malah ketemu fict ini. Dasar summary bneran bikin penasaran.

  13. hah ternyata g2 toh hubungan alec ma siwon
    trz ng2k nyanka aja masa lalu siwon kayak g2 sedikit demi sedikit dah mulai terkuak jadi makin penasaran ma past nya master yg lalu
    btw tu taeyang berani bgt nampar minho!

  14. aku… Aku SUKA KARAKTER TAEYANG DISINIII XD
    jujur aja, aku rda pusing bca chap ini hoho soalnya aq msih gak ngerti siapa alec…
    And youre say, this fic dedicated to alec… So Alec is not a fiction character?

    Wuhohoho aq jga terdiam, tntang kesalahan adam dan hawa itu. Kena bgt! Rahasia membawa rahasia lain

    fanfic yg menghanyutkan! XD*LOL*

    Lanjutkan! Daebak el-chan! Gmawo bwt ffnya ne ;D

  15. makin bingung sama semua rahasia yg ada nih aku umma -__-
    maklum otak jalannya lambat banget jadi mesti loading terus..
    sempet lupa sama chap chap sebelumnya yg malah buat clue tentang rahasia rahasia ini tapi yasudahlah dimengerti saja hehe

    hwaiting umma 😀

  16. telaaaaattttt…..
    Huh mana baru baca, tebakanku slh pula, kirain mlh yg nolak jd headmaster tuh Alec, eh ternyata Taec…..
    Ternyata ada sesuatu ya antara Alec dan Siwon, hmm benar2 ga nyangka >.<
    Dan aku masih penasaran dg posisi 'anda' di ff ini eL-ssi, 'anda' di sini nt akhirnya bakal gmn? Kan ktnya yg udh masuk situ ga bisa keluar lg, apa 'anda' yg disitu bakal jd slave jg? 😮 aigo ga bisa ngebayangin kalo reader bakal jd slave #ngaco

    • bukan 😀 kan kemarin taeyang udah blang kalau taec nolak eon..hehe :3
      wah..mau jadi slave chingu? ayo kita mendaftar #lho
      ending akan tergantung bagaimana para readers berhasil menemukan pilihan yang tersembunyi dari opsi yang ditentukan ^.~

  17. kyaaa ~~ sudah jelas siapa alec. tapi malah muncul rshasia baru u.u

    aihh ~ nggak nyangka banget daahh –‘

    yasudah aku tak bisa berkata kata lagi ~ sekian

    regards

  18. q gag nyangka, se manly siwon, ternyata dia bisa dilecehkan juga, wah wah wah,
    tambah penasaran el, walupun q itu sichul n hanchul shipper, pi lo ada changmin q tetep baca#malah ngelantur

  19. halo eL, maaf baru mampir. hehhe..
    akhirnya the other intetlude lagi >_<

    ukh, sekelam itukah masa lalu para master?
    lalu seperti apa masa lalu seorang choi minho yg terkenal sadis, galak dan serampangan ni? juga se7en? dan top yangkeliatannya begitu mencintai slavenya-GD?? ada apa dengan mereka berdua?
    waiting for the other interlude yaaa ^^
    hwaiting!!

    • iya 😀
      setiap master mempunyai masa lalu kelam
      tapi saya serahkan pada readers utk menentukan siapa yang paling kelam ^.~
      ne, selamat menunggu 😀

  20. Siwon dilecehkan…
    MInho kenapa kayak benci baget ma Alec?
    ada apa??
    trus napa Alec ninggalin Siwon ma Sevine? apa alasannya?
    trus Siwon dilecehkan gimana? gara2 apa??
    satu rahasia terbongkar muncul satu lagiii…..
    ditungga interlude2 yang lainnya, yaa^^

    • itu ada alasan tersendiri yg hanya mreka yg tahu #lho
      hehe…
      iya, selamat membaca XD
      karena setiap rahasia akan selalu membawa rahasia yang baru ^.~

  21. Sepertinya…Alex punya kaitan yah..dengan masing2 master…kalo untuk Siwon..kita sudah ngerti kan..tapi klo untuk yang lain…maksudnya Minho, Yunho dan Kibum(?) masih ada didaerah abu2 kayaknya penjelasannya..belum jelas…
    by the way …although it’s already too late..i just wanna wish to Alexander Jovanka Philip and his twin brother a happy belated birthday…lol..salam kenal…*dilempar sendal sm eL*…kabuuurr…

  22. cerita ini terpisah dari Slave Day kah, eon? ini kejadian pas kapannya ya? kan kalau di Slave Day itu masih ada dipintu hitam itu, atau ini sesudahnya keluar dari pintu hitam? Mian, soalnya belum baca chapter 9-nya karena nggak bisa dibuka lewat hp.
    Aku kesal deh sama Alec, dia terus aja menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lain. Sekalinya jawab dengan kata-kata yang cuma sedikit tapi mengena dan artinya dalam banget! terus pertanyaan yang dia ajukan juga bingungin. Alec benar-benar misterius banget tuh jadi orang. Untung aja ada Taeyang yang nemenin, kalau nggak? entah apa yang akan terjadi.
    tapi Alec sepertinya orang yang disayangin sama Taeyang, ne? Taeyang sampai berani menampar Minho, salah satu master disana.

    • yup 😀 ini udah keluar dan lanjutan dari chapter terakhir kemarin ^^
      hahaha…biar berkesan saja tiap kata2nya gitu :3
      kalau gak? chingu bsa berduaan sama taecyeon dan alec XD #jduar
      iyaa hehe :3 taeyang kan sangat sayang banget dengan semuanya >w< #ngimpi

  23. bingung bingung bingunggggggggg…..
    ai bingung…..
    sebenarnya alec tuh sapa??? apa dulu dia master di sana???
    gak tau mo tanya apa soal.a banyak yg mau d tnyain tp saking banyak.a jd mumet a.k.a pusing sendiri :S
    ooooo sevine tuh cewek yg ada d greja ma siwon toh??? ai sempet lupa.. heeheheheheee…
    tegang baca.a pas yg ada d ruang *klo g salah* VIP tadi….. hiiiiiiii
    lanjut agy…… ^o^9

  24. akhirnya bsa mampir lg dsni saia….
    saia agak bngung jd bca hrs pelan2
    hehehehe

    semakin bnyak rahasia y
    tp tetep kren kyk bysanya

    keep writing y

  25. keren..
    bc ni ff serasa bnr2 ikut jd pemainnya.. 🙂
    Pendiskripsian crtanya bnr2 bgus..Jd terasa bngt..
    Keren pokokny..
    Semangat terus ya..
    Salam Nami

  26. akhirnya…terdampar (?) juga disini
    pasti kl baca ffnya chingu harus menguras otak terlebih dulu, selalu aja di setiap chap rahasianya kebuka, tapi nanti tumbuh (?) rahasia lagi
    ternyata masa lalu semua master kelam bgt, apakah tidak ada yg cerah (?)

    ditunggu lanjutannya ^^

    ah…ya, chingu, saya mau tanya, ff-nya chingu yg judulnya ‘Behind The Closed Door’ kl gak salah tulis. itu masih dilanjutin enggak?. saya berharap bgt kl itu dilanjutin *emang siapa saya*

    • aduh kasihan chingu jangan terdampar dong #h
      iya 😀 karena begitulah kehidupan hehe

      ada..masih2, tapi itu lagi nunggu feel untuk ketiknya 🙂
      gomawo ya udah menunggu ^^

  27. baru tau, tyata siwon flu pernah dilecehkan…. hemmm
    ooh, siwon itu kembaran sm savine….
    tp knp siwon bs lupa ya?
    ada trauma msa lalu kali yaaa….
    huhuuuuy…. seruuuuu…..
    >_<

  28. siwon x alec , dari awal saya sudah menebak ada “something” di antara mereka , setelah saya baca ni chapter saya pun menebak kalo di hari ultah = hari perpisahan, dan seperti biasa juga saya salut dengan otak anda yang mampu menciptakan alasan di balik semuanya tanpa terduga, yaitu pelecehan dan pembunuhan ..

    tapii ..
    masih timbul tanda tanya besar dalam hal bag. pembunuhan .
    kenapa dibunuh ? siapa yg di bunuh ? bagaimana hal itu bisa terjadi ?
    ahhh , sepertinya anda memang menyukai secret fantasi ya ..
    sorry banyak comment .. hihihi :p

    xoxo
    teruskanlah karya anda miss L

    • yup 🙂 sebenarnya hari ultah bukan juga hari perpisahan sih, tpi memang salah satu eventnya ada tentang perpisahan.
      Terima kasih 🙂

      Ya, seperti kata di atas, “Karena sebuah rahasia akan membawa kita pada rahasia yang lain,” ^.~

      ne, akan saya teruskan
      terima kasih utk commentnya 🙂

  29. Jadi emang bener yang nge-bunuh semuanya itu Siwon?
    Trus yang ngelecehin Siwon siapa?
    Alasannya Alex ninggalin Siwon apa?
    Trus ceritanya si ‘anda’ ini udah kehilangan memori masa lalu kan udah kenal ama Master Minho??

    Yah, makin di baca makin seru trus bikin tambah penasaran 😀

    • belum tentu juga sih…
      untuk yg ngelecehin silakan baca past XD di sana mulai terungkap hehe
      alasannya karena memang takdir (?)

      kehilangan memori masa lalu? O.oa
      Bagus XD ayo2 semakin penasaran semakin bagus *dijitak readers*

  30. G bisa komen bnyak karna ni FF slalu bkin kpla sya mo mledak. Tp klo g slah Alec tu OC dr reader kn???? Klo iya SAYA NGIRIIII! ! ! ! Knapa dia bisa nyium2 Siwon? ? ?
    Siwon dMatchmaker buat Sya ya?*dhajar!*
    Gomawo ^o^

  31. Taeyang oppa~ kren Love u *kiss and hug* hehe aiih alec dngin amat kan kasian tkoh anda dsini taecyon jg lumayan dngin(?) yg selanjutx yg SD y eonn 😀

  32. Mulai mendapat pencerahan, eh’ mksd’y penjelasan ttng yg lalu2. Tp tetep aja chingu, msh kurang jelas.

    Salut nih sama chingu yg bisa bgt bikin rahasia dibalik rahasia. Rahasia yg satu sdh terungkap,ehhh ada rahasia lain yg muncul lagi.

    Author hebat bgt bikin reader’y penasaran.

    • amin #ikutasenang #eh
      Karena kalau terlalu jelas kasian narator #lho

      hahaha..saya juga salut sama tangan saya yg ketik sendiri #ngaco makasih ya 😀 jadi malu kkk :3

  33. seperti yang sudah sudah,good job
    entah kenapa chapter demi chapter yang saya baca mengantar saya pada rasa penasaran yang lebih,the secret of secret,tiap mengetahui 1rahasia ada rahasia lg dbaliknya

  34. alec kayanya baik yah.. mau nglepasin jiwa2 yg tersesat *apaini*
    ternyata siwon ukenya alec.. g nyangka aku won km jd uke.. trus aku masi penasaran ma kibum. dia misterius banget.. aku ko ngrasa sbnrnya alec itu baik ya??

  35. Ternyata… dulu siwon pernah di rape… Gak nyangka gedenya bisa bertubuh kekar gitu. Padahal biasanya habis di rape, orang bawaannya gak nafsu ngapa-ngapain, mental jadi lebih lama dsb.

    Semoga deh Alec bisa membebaskan Siwon dari dosa yg menjeratnya…

    • Hahaha. Kan namanya manusia bisa terjadi (?)
      Amin :)) Trauma ada, tapi ada hal yg belum dijelaskan dulu xDD jadi sabar ya (?) ~

      Emang Alec itu kok jadi kyk pendeta ya? –a #plak

  36. EEnngg… Ini sebenerny saya agak agak nyasar, mauny cari sst terus diarahin kesini sm Unca google.

    Saat baca part awal…WOWW…meski msh gak ngerti sepenuhny gegara blm move on dari tkt nyenggol Slave day //slap

    Ceritany emg selalu ruet tapi entah kenapa aku suka, untuk beberapa judul,.

    Setelah ini terus lanjut yg mana??

    Aku kira ini masalah gegara memperebutkan seseorg. LOL. Sy ini pikiranny emang suka nge-drama sendiri.

    Dan. Cb tebak siapa sy //nunjuk topeng

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s