Happiness


Annyeong semua ^^ saya sedang cinta banget banget banget sama couple Min7en/Se7min ini XDDD makanya saya ingin membuatnya. Jika ada yang merasa plotnya mirip, saya memang sedikit mengambilnya dari cerita yang sedang saya baca tentang couple ini. Tetapi, saya hanya mengambil sedikit saja dan sisanya saya kembangkan XD

Sebagai pembuka cerita baru saya, saya membuat couple yang membuat saya tergila-gila XDD Min7en

.

.

Title : Happiness

Rated : T

Couple : Min7en/Se7min

Genre : Romance

Summary : Changmin tidak pernah tahu apa yang dia inginkan untuk kebahagiaannya sampai ketika takdir mempertemukannya dengan Se7en di sebuah perpustakaan tua.

.

.

Kebahagiaan.

Satu kata ambigu. Satu kata yang mengandung berbagai arti.

Apakah kau bisa mendapatkan kebahagiaan itu ketika kau mendapatkan apa yang kau inginkan? Atau ketika kau akhirnya bisa menyelesaikan sesuatu dengan tanganmu sendiri? Atau mungkin ketika akhirnya kau temukan di mana seharusnya kau berada?

Changmin tak tahu apa yang bisa menjelaskan apa itu arti kebahagiaan, tetapi dia tahu dia bisa merasa bahagia apabila keempat hyungnya tersenyum, melewati hari dengan tawa. Jika ada satu hal yang bisa Changmin lakukan, mungkin dia ingin membuat semuanya merasa bahagia, tetapi dia tahu itu hal paling konyol yang pernah dia pikirkan.

Tidak ada sesuatu yang mutlak. Dia tidak bisa membuat semua orang bahagia. Dia bukan Tuhan, Buddha, atau apapun kepercayaan yang ada. Karena dia tahu satu hal, ketika keempat hyungnya tersenyum karena saling memiliki satu sama lain – Yoochun dengan Junsu dan Yunho dengan Jaejoong – dia merasa ada sesuatu dalam hatinya yang berteriak kesepian, meronta untuk keluar. Tidak, dia tidak akan menunjukkannya.

Bukan hal yang mudah bagi Changmin ketika dia harus menentukan di mana dia seharusnya berada. Dia tidak bisa menjadi yang tertampan di grup, tugas itu sudah diambil oleh Yunho dan Yoochun. Menjadi yang terimut juga bukan menjadi pilihan, terlebih setelah Junsu mengambilnya. Jaejoong sendiri seolah mengambil dua peran, tercantik sekaligus memancarkan satu misteri di baliknya. Changmin sendiri tidak tahu harus berada di mana. Dia merasa sedikit tidak percaya diri ketika sudah menyangkut dirinya. Dia tidak cukup tampan seperti Yunho, tidak cukup imut seperti Junsu, tidak sespontan Yoochun, dan juga tidak mungkin secantik Jaejoong. Dia hanya bisa menjadi dirinya sendiri, seorang magnae dari Dong Bang Shin Ki, seorang yang selalu berdiri di antara Jaejoong dan Yunho agar mereka berdua tidak melakukan hal yang terlarang di depan umum.

Terkadang dia pernah berpikir, apakah benar keputusannya masuk ke dalam grup ini? Kenapa harus lima? Kenapa tidak berjumlah genap saja sehingga tak ada yang merasa terbuang? Tapi, untuk membuat bintang mereka memerlukan lima sudut, lima adalah angka ganjil namun juga genap di satu sisi, lima adalah angka yang tepat, saling melengkapi. Itu yang Changmin rasakan, setidaknya sampai dia tahu bahwa dia tidak bisa menginterupsi hubungan kedua pasangan yang ada di dalam grup.

Helaan nafas dia keluarkan dari dalam dirinya. Dia berpikir, apakah ini membahagiakan baginya? Apakah dia bisa menemukan arti kebahagiaan itu dalam dirinya sendiri?

”Aku tidak menduga akan bertemu seekor Minku yang tersesat dari kawanannya.”

.

.

”Happiness”

By eL-ch4n

02.03.2012

.

.

Semenjak kakinya menginjak negeri sakura ini, Changmin sudah bertekad untuk menghabiskan waktunya sendiri, tak ingin menganggu kedua pasangan itu. Memang mereka sempat mengajak Changmin untuk turut serta, namun Changmin tahu lebih baik daripada menjadi serangga penganggu. Ajakan ke taman hiburan oleh Junsu dan Yoochun tampak menggiurkan, tetapi menghabiskan waktu sendirian menjelajahi negeri sakura ini terdengar lebih mengasyikkan.

Dia menikmati waktunya ketika berjalan di antara lautan manusia yang tidak mengenalinya –atau berpura-pura untuk tidak mengenalinya agar memberinya privasi. Changmin sendiri juga tahu untuk memakai penyamaran sederhana dan tidak terlalu mencolok. T-shirt putih dan celana jeans yang dikenakan membuatnya terlihat tinggi namun tak mencolok di antara lautan manusia itu. Dia memakai baseball cap untuk menghalangi wajahnya sedikit dan kacamata dengan kaca sedikit gelap menutupi kedua bola matanya yang indah. Bagi orang-orang yang tak mengenalnya, mereka mungkin akan berpikir bahwa dia itu model atau seseorang yang tampan yang sedang melewati harinya sendirian.

Changmin memutuskan untuk pergi ke dalam sebuah perpustakaan tua yang terletak di tengah kota Tokyo. Aroma buku tua terhirup olehnya begitu kakinya melangkah masuk begitu pula dengan perhatian sebagian orang di dalam sana. Tentunya jarang melihat orang setampan Changmin datang ke tempat itu umumnya hanya para kutu buku berkacamata tebal atau dengan rambut yang keriting yang berada di dalam perpustakaan ini. Changmin hanya mengabaikan tatapan dari semua yang ada di sana. Dia ingin memiliki privasi sehingga dia melangkahkan kakinya ke bagian paling pojok di perpustakaan itu menikmati cahaya mentari yang menembus jendela yang ada di sampingnya.

Dia melihat setiap judul yang berada di depannya, semuanya tertulis dalam kanji dan sebagian dalam hiragana dan katakana. Menjadi yang berusaha paling keras di grupnya membuat Changmin kurang lebih tahu apa isi yang ada di dalam buku yang dia pegang sekarang. Meski terlihat sedikit kesulitan ketika menemukan kanji yang belum pernah dia lihat, dia masih bisa mengerti keseluruhan buku yang dia baca. Rasanya menyenangkan. Dia menyukai tantangan dan baginya ini adalah sebuah tantangan, menerka-nerka apa yang ada dibacanya. Terkadang matanya melirik ke arah sekitarnya, mengawasi setiap gerak-gerik orang yang berada di dekatnya.

Tak jauh darinya ada seorang yeojya manis sedang duduk dengan sebuah buku dalam pangkuannya. Bagaimana caranya yeojya itu menggerakkan mulutnya ketika matanya membaca isinya membuat Changmin menerka bahwa yeojya itu sedang mengerjakan tugas untuk sekolahnya. Dia terlihat cukup muda untuk universitas. Kemudian dia juga melihat bagaimana yeojya itu sesekali menggarasi kata yang mungkin dianggapnya penting dan menulisnya dalam buku catatan yang dia bawa. Changmin tersenyum lembut melihatnya. Hal inilah yang disukainya dalam kesendiriannya, dia bisa mengamati sekitarnya, melihat apa yang mereka lakukan. Hobi yang aneh, tapi dia bisa menggunakan otaknya untuk berpikir, menantangnya menebak-nebak apa yang mungkin dilakukan oleh orang-orang itu.

”Aku tidak menduga akan bertemu seekor Minku yang tersesat dari kawanannya.”

Sebuah suara yang familiar terdengar dari arah depannya. Mungkin karena terlalu asyik mengawasi yang lain, dia tidak menyadari bahwa pemilik suara itu sudah sedari tadi menghampirinya. Ketika diarahkan matanya pada pemilik suara, dia bertatapan dengan pemilik suara indah yang baru-baru ini melakukan comeback-nya. ”Hyung.” Changmin mengangguk pelan sebagai ekspresi sopan kepada orang yang lebih tua darinya itu.

.

.

Choi Dong Wook atau yang terkenal dengan nama Se7en di dunia hiburan tak pernah menduga akan bertemu dengan anak kesayang Dong Bang Shin Ki yang sudah merengut perhatiannya. Dia baru saja menyelesaikan photoshoot di sekitar sini dan entah kenapa kakinya membawanya melangkah masuk ke dalam perpustakaan tua ini. Dari penampilannya saja sudah terlihat jelas bahwa dia bukan orang yang suka membaca buku. Jika perlu, dia akan membayar orang untuk membaca buku dan menceritakannya kepada dirinya daripada harus membaca kumpulan huruf yang tidak dia ketahui dan hanya membuat kepalanya pusing.

Se7en tak tahu apakah dia harus bersyukur pada Tuhan atau tidak ketika dia bertemu dengan namja tampan yang memiliki wajah polos tak berdosa ini. Sudah lama Se7en merasa bahwa dia ingin mencoba melepaskan topeng yang dipakai oleh namja itu, menarik pribadi asli namja itu keluar dari kurungannya, dan bagaimana rasanya jika Se7en yang mencicipi buah terlarang yang ada di hadapannya.

”Kau sendirian?” tanyanya dengan lembut namun dia yakin namja di hadapannya ini bisa merasakan ada suatu emosi lain di baliknya. Anggukan pelan menjadi jawaban dari pertanyaannya.

”Hyung sendiri?” Oh, betapa dia bisa membayangkan bagaimana suara itu akan terdengar bagai melodi klasik ketika namja yang ada di hadapannya bisa berada di bawahnya, dalam dekapannya.

Tidak, dia – Choi Dong Wook – adalah orang yang terkenal dengan pengontrolan dirinya dalam emosi. Jika dia memang ingin mencicipi buah terlarang di hadapannya, dia harus bersabar. Sangat bersabar, bahkan jika hanya itu yang tersisa dari kewarasan yang ada di dalam dirinya. ”Aku baru saja menyelesaikan photoshoot di dekat sini dan aku bermaksud untuk kabur dari kerumunan.”

Kedua alis mata namja muda yang terangkat itu sunggu menggoda Se7en, bagaimana mungkin seorang yang terlihat begitu polos itu sangat ahli dalam membangkitkan sesuatu dalam dirinya? ”Oh.” yang menjadi jawaban yang diterimanya. Bukan sesuatu yang dia harapkan, tapi dia tidak akan menyerah.

”Apa yang sedang kau baca?” tanyanya sembari jari telunjunknya mengarah kepada buku yang dipegang oleh namja yang lebih muda darinya itu.

”Ini?” Se7en mengamati bagaimana Changmin mengangkat bukunya membuatnya memperlihatkan sedikit bagian kulitnya yang putih kepada Se7en. ”Oh, aku hanya mencoba membaca legenda-legenda Jepang yang ada.”

Se7en mengangguk pelan. Dia selalu tertarik dengan semua yang akan dikatakan oleh namja itu, dia selalu merasa setiap waktu yang dia gunakan untuk menunggu agar namja muda itu berbicara sebanding dengan apa yang akan dia nantikan. Dia merasakan semuanya berharga, waktunya tak akan sia-sia jika dia harus menunggu setiap kata yang akan keluar dari bibir merah ranum yang terlihat menggiurkan. ”Hmm…bagaimana kalau kau ceritakan padaku? Mungkin kita bisa menghabiskan waktu di cafe yang ada di dalam perpustakaan ini sambil kau membawa bukumu dan menjelaskan semua hal yang telah kau pelajari tentang negeri ini? Tentu jika kau tak keberatan dan kalau kau punya waktu.” tawar Se7en.

Dia bisa melihat bagaimana namja di hadapannya ini terlihat sedang berpikir, mungkin menimbang pro dan kontra yang akan diterimanya. ”Kau tak ada acara lagi?” tanyanya dengan pelan. Suara tenornya selalu membuat Se7en merasa melayang dan dia tidak ingat kapan terakhir suara seseorang bisa memberikan efek sebesar itu pada dirinya. Se7en menggeleng pelan dan tersenyum lembut. ”Tidak, kurasa jadwalku kosong sampai sore nanti ketika aku harus melakukan acara di televisi. Kau sendiri?”

Changmin mengangguk pelan tanda dia mengerti keadaannya. ”Hari ini kami masih kosong, manajer kami memberikan kami hari ini untuk beristirahat agar kami bisa mempersiapkan diri untuk besok hari.”

”Dan kau tidak ikut hyungmu, kenapa?” Se7en tahu ada batasan yang tak boleh dilanggar, tetapi ada sesuatu yang membuatnya merasa bahwa hal ini berharga untuk dilanggar.

”Hanya ingin sendiri dan menjelajahi kota.” gumamnya pelan.

”Ah…jadi kurasa kita bisa menikmati kopi yang disediakan cafe di sini?” Dia mengamati bagaimana ekspresi Changmin terlihat berubah. Wajah namja muda itu terlihat sedikit melembut begitu pula dengan tatapannya. ”Dan di saat itu juga, mungkin kau bisa menceritakan apa saja yang kau sudah lakukan pada hari ini.” Kedipan yang dia berikan pada namja itu tidak diduganya bisa mendatangkan semburat merah di kedua pipi temban namja muda itu. Sepertinya hari ini akan menyenangkan.

.

.

Changmin masih tidak mengerti kenapa dia menyetujui ajakan dari penyanyi yang lebih senior darinya itu untuk menghabiskan waktu di cafe yang terletak di bagian dalam perpustakaan tua ini. Changmin juga tidak  tahu bahwa perpustakaan tua ini menyediakan cafe untuk mereka yang ingin duduk bersantai sembari menikmati kopi hangat atau teh. Mungkin karena Changmin langsung ingin menghabiskan waktunya untuk tenggelam di lautan buku itu sehingga Changmin tidak mengeksplor lagi bagian lainnya. ”Sudah berapa lama hyung di sini?” Lidahnya terasa kelu ketika kalimat itu terucap. Dia mengutuki dirinya sendiri ketika pertanyaan konyol itu keluar.

”Cukup lama untuk melihat bagaimana kau mengawasi setiap orang yang ada di dekatmu namun tak menyadari kehadiranku.” Changmin bisa merasakan pipinya memerah ketika namja yang lebih tua darinya itu terkekeh pelan. ”Jadi, apa yang membuatmu begitu tertarik? Aku sedikit terluka ketika kau mengabaikanku.” Nada canda terdengar dari suara yang ada di seberangnya membuat kedua pipinya semakin memerah.

Jika ada sesuatu hal yang tidak dia suka adalah ketika dia kehilangan kontrol terhadap dirinya dan namja yang ada di hadapannya itu selalu bisa membuatnya kehilangan kendali. ”Aku suka ketika melihatmu malu seperti itu, Minku.” goda namja yang sedang meneguk kopi dalam cangkirnya. Changmin harus menelan ludah ketika melihat bagaimana gaya namja itu terkesan begitu elegan dan mempesona.

”Aku rasa aku sudah bilang berkali-kali agar kau tidak memanggilku dengan Minku, hyung.” desisnya pelan. Dia harus bisa mengendalikan dirinya lagi. Dia harus menunjukkan bahwa dia tidak akan mudah jatuh ke dalam pesona namja tampan itu dengan mudah.

He, seperti kau sudah tidak jatuh dalam perangkapnya saja. Sebuah suara di dalam otaknya mengejek dirinya membuatnya terlibat dalam pergelutan di dalam pikirannya. ”Kenapa? Aku rasa nama itu pas dengan dirimu apalagi ketika aku harus mengucapkan ’ku’ untukmu dan aku tak ingin kau memanggilku dengan hyung. Apa ada yang salah dengan kau memanggilku dengan namaku?”

”Tidak, Shichi, hanya saja aku takut kau tidak bisa menahan diri untuk menyentuhku saat ini juga.”

Nah, tunjukkan pada dirinya bahwa kau juga bisa melakukan hal yang sama. Ini cukup mudah baginya. Memang dia tidak pintar dalam hal merayu seperti Jaejoong atau Junsu, tetapi mungkin dia bisa melakukan hal yang sama seperti apa yang sudah dilakukan namja di hadapannya kepada dirinya sekarang.

”Kau tahu? Andai saat ini kita tidak berada di luar dengan tatapan sebanyak ini, aku bisa bayangkan ke mana tangan ini akan berada.”

”Oh ya? Bukankah tadi kau ingin mendengarkan buku yang kubaca?”

”Sepertinya sekarang aku lebih tertarik dengan apa yang sudah kau lakukan hari ini. Kau tahu, mungkin untuk menyegarkan pikiranku dari pekerjaanku yang cukup rumit ini.”

Changmin hanya mengangguk pelan dan mengikuti alur permainan yang sedang mereka mainkan. ”Well yah aku hanya menerka-nerka apa yang sedang – mungkin – mereka lakukan, mencoba membayangkannya di dalam otakku.”

Entah kenapa ada suatu perasaan yang mungkin bisa dikatakan kebahagiaan ketika ada seseorang yang mau mendengarkan ceritanya tanpa dia harus melakukan sesuatu untuk mendapat perhatian itu. Setiap gerakan anggukan, tangan bahkan tanggapan yang sesekali dilakukan oleh Se7en membuatnya semakin bersemangat untuk menceritakan hari-harinya, apa saja yang sudah dia kerjakan, bagaimana dia merasa lelah, dan apa yang dia pikirkan tentang pelayan yeojya yang sesekali memberikan perhatiannya kepada Se7en.

Changmin menikmati semua kebersamaan mereka hingga ia tak sadar bahwa waktu berlalu begitu cepat. Matahari yang masih bersinar terik sekarang perlahan sudah mulai menghilang diganti oleh warna senja yang begitu indah. ”Well, seberapapun aku masih ingin mendengarkan cerita dari mulut indahmu itu, Minku, aku rasa aku harus kembali kepada kru-ku sebelum mereka mulai mencariku dan memarahiku.” Se7en berdiri pelan disertai oleh Changmin yang masih menggenggam buku yang terlupakan begitu saja ketika mereka menghabiskan waktu bersama.

”Kurasa aku juga harus kembali.” Dia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam 6 sore. Keempat hyungnya pasti khawatir terutama Jaejoong yang memiliki perasaan seperti seorang ibu dalam grup ini. Terkadang dia terkekeh pelan bagaimana para fans bisa menduga dengan tepat peran masing-masing mereka di dalam grup. Yunho sebagai appa, Jaejoong sebagai umma, Yoochun dan Junsu sebagai paman dan tante yang perhatian dan dirinya sebagai anak dari mereka semua. ”Para hyungku pasti khawatir.”

Mereka berjalan beriringan menuju ke penjaga perpustakaan karena Changmin memutuskan untuk meminjam buku yang belum sempat ia selesaikan. Dalam perjalanan ke sana mereka saling bertukar nomor alih-alih mereka masih ingin berhubungan ketika masih berada di Jepang.

.

.

Sebenarnya ada rasa kecewa dalam diri Se7en ketika waktu yang dia habiskan bersama dengan magnae Dong Bang Shin Ki itu akan selesai sebentar lagi. Dia bisa saja meneleponnya mengingat mereka sudah bertukar nomor, tetapi pasti akan ada sesuatu yang berbeda. Lagipula, semenjak dia pertama kali menatap namja di sampingnya ketika dia dan para hyungnya pertama kali melakukan debut, Se7en sudah merasakan satu ketertarikan. Bahkan dia tidak pernah merasakan hal ini dengan semua yang pernah berhubungan dengan dirinya. Setiap kali nama Dong Bang Shin Ki terdengar di telinganya, di dalam pikirannya selalu terbayang namja jangkung yang begitu tampan namun juga manis, cantik, dan tak lupa, polos.

Dia memiliki sebuah rasa posesif ketika sudah berkaitan dengan namja yang berjalan di sampingnya sekarang. Dia masih ingat bagaimana ketika dia mengusir semua para kru-nya ketika mereka sedang menonton pertunjukkan live Mirotic. Dia sudah menonton video itu berkali-kali dan menghafal bahwa pada bagian akhirnya mereka akan menampilkan punggung mereka dan Se7en sangat tidak ingin memperlihatkan bagaimana punggung halus itu kepada siapapun. Dia ingin tahu apakah bibir merah yang terus melontarkan kata itu akan terasa lembut seperti kelihatannya. Atau apakah leher putih itu akan terasa nikmat di mulutnya ketika lidahnya bersentuhan dengan leher tersebut.

”Kau tidak memperhatikanku.” gumam namja muda itu di sampingnya.

Sebuah senyum lebar terpasang di wajahnya. ”Aku cukup memperhatikan bagaimana kau menggerakkan bibirmu ketika mengucapkan setiap kata. Kau tahu kau terlihat begitu seksi ketika kau mengucapkan huruf ’ku’ dengan bibirmu itu.” Dia cukup puas ketika melihat semburat merah di kedua pipi putih milik namja itu. ”Dan aku mendengarkan apa yang kau katakan. Jadi apakah menurutmu gadis itu akan marah dengan namjachingunya?”

Changmin menggeleng dengan cepat membuat Se7en sedikit terkekeh. Dia selalu merasa apapun yang dilakukan oleh namja itu adalah hal menarik yang belum pernah dia lakukan –meskipun hal itu sudah sering kali dilakukannya. Seriously, mengamati orang juga merupakan salah satu hobinya di kala senggang dan ketika Changmin menjelaskan kepadanya, dia seolah baru pertama kali melakukan kegiatan mengamati orang itu. ”Aku akan mengantarmu sampai di depan hotelmu.” tawar Se7en.

”Bukankah kau akan dicari oleh kru-mu, Choi Dong Wook?” Se7en bisa mendengar nada canda dari suara namja itu. Dia sedikit tersenyum.

”Tenang saja, mereka pasti akan mengerti kalau aku sedang mengantar Minku kepada orang tuanya.”

”Hei! Jangan panggil aku dengan sebutan seperti itu!”

”Kenapa? Kau boleh saja memanggilku dengan Shichi atau Mitsu, aku tak keberatan. Rasanya pasti menggiurkan mendengar namaku keluar dari bibirmu sekali lagi.” Se7en hanya tertawa sembari menyalakan mobilnya ketika melihat Changmin yang memajukan bibirny menggerutukan sesuatu.

.

.

Mereka akhirnya tiba di hotel tempat Changmin dan para hyungnya tinggal, tetapi dia belum beranjak sedikit pun dari kursinya. ”Kita sudah sampai.” Suara dari Se7en menyadarkannya bahwa sekarang dia sudah berada di depan hotelnya tinggal. Mungkin dia terlalu terhanyut dalam suara lembut sang penyanyi senior itu atau mungkin juga dia merasa sedikit enggan untuk keluar dan berpisah dengan namja yang sedang duduk di balik kemudi itu.

”Ah, ne.” Merasa dirinya ditatapi dengan tatapan intens seperti itu, Changmin akhirnya mengangguk dan memutuskan untuk keluar. Tangan kirinya masih menggenggam buku sehingga dia membuka pintu dengan tangan kirinya. Gerakannya terhenti ketika dia merasakan sesuaut menggenggam pergelangan tangan kirinya.

Saat dia berbalik, dia mendapati jarak di antara mereka sudah begitu dekat. Dia bisa merasakan hembusan nafas dari penyanyi senior itu di wajahnya. Begitu dekat hingga dia bisa melihat dengan jelas sepasang mata bening yang menghanyutkannya. Dia tidak menolak ketika perlahan bibir itu bersentuhan dengan miliknya ketika kepala namja di hadapannya itu sedikit bergeser ke arah kiri untuk memperdalam ciuman mereka. Dia bahkan tidak peduli ketika tangan kirinya menjatuhkan buku yang dipinjamnya tadi ke atas pangkuannya dan bagaimana sekarang kedua tangannya sudah melingkar di leher namja yang ada di hadapannya sekarang.

Dia merasakan badannya sedikit ditarik oleh sepasang lengan yang kekar itu lebih dalam ke arah dekapan hangat milik sang penyanyi senior. Suara bibir mereka yang saling bersentuhan dan lidah mereka yang saling bertarung memenuhi ruangan sempit itu. Jika bukan karena keperluan untuk bernafas, mungkin mereka tidak akan berhenti. Changmin mencoba menarik oksigen sebanyak yang dia bisa sebelum merasakan dirinya sekali lagi ditarik dan bibirnya kembali dilumat oleh namja itu.

”Kurasa kita harus berhenti.” gumam Se7en dengan lembut. Changmin mengangguk karena dia tidak percaya dengan suaranya saat itu. ”Jangan salah, aku sangat menikmatinya. Sungguh, setiap kali aku mencium bibirmu seolah aku baru pertama kali melakukannya.” Changmin menunduk karena malu. Belum pernah dia merasakan seseorang yang bisa memberikannya sensasi seperti ini. Sebuah tangan mengangkat dagunya sehingga sekarang mata mereka saling bertatapan. ”Aku hanya tidak yakin apa aku bisa menahan diriku jika aku meneruskannya. Mungkin jika itu terjadi kau tidak akan bisa ke mana-mana selain melihat isi apartemenku selama masamu di sini.” Changmin mengangguk pelan sekali lagi sembari meneguk ludahnya ketika melihat bagaimana namja di depannya terlihat begitu serius. Kecupan singkat menjadi salam perpisahan bagi Changmin sebelum dia keluar dari mobil tersebut sembari menggenggam erat buku yang dibawanya tadi.

Sampai mobil itu berlalu dari pandangannya, Changmin masih memandang ke arah yang sama. Rasanya dia tidak percaya kalau dia bisa menghabiskan hari ini dengan Choi Dong Wook lagi. ”Min, kau baru pulang?” Seketika Changmin berbalik, dia mendapati Junsu dan Yoochun yang baru saja pulang dari taman bermain. ”Siapa yang mengantarmu?” tanya Junsu sekali lagi dengan nada penasaran.

”Ani, bukan siapa-siapa hyung.” Changmin hanya menggelengkan kepalanya pelan sembari memberikan senyuman lembut kepada mereka. Merasa tidak ada gunanya bertanya lagi, Junsu hanya mengiyakan dan mengajak mereka untuk masuk ke dalam.

Sekarang Changmin sudah mengerti apa yang dia inginkan entah mungkin dia yakin kalau keempat hyungnya tidak akan menyukainya, tapi Changmin tidak peduli. Dia berhak untuk bahagia dan meskipun jika dia tidak bisa membahagiakan semua orang karena keinginannya, dia ingin egois sedikit. Kalau dia tidak egois, sampai kapanpun dia tidak akan bisa meraih kebahagiannya bukan? Meskipun dia rasa tidak mudah meraihnya, mengingat yang dibicarakannya di sini adalah Se7en, Choi Dong Wook, Shichi-nya. Dan dia sedikit terkekeh memikirkan apa yang mungkin akan dikatakan Yunho ketika tahu siapa orang dimaksud oleh Changmin.

.

.

Malam itu Choi Dong Wook meneleponnya seperti malam-malam sebelumnya. Mereka bertukar nomor karena Changmin kehilangan ponselnya dan terpaksa harus mengganti nomornya. Dan malam itu tak beda dari malam-malam yang mereka lewati sebelumnya. Saling berbagi kehangatan lewat benda kecil bernama ponsel, saling bertukar rayuan dan pikiran. Changmin menyukai rahasia kecilnya ini. Rahasia kecil yang memberikannya sedikit sebuah kebahagiaan. Dia akan menyembunyikannya sampai saatnya tepat, sampai dia mengetahui apa sebenarnya yang dia inginkan dari kebahagiaan ini.

.

.

The End.

.

.

A/N:

Nah, chingudeul. Bagaimana dengan cerita ini? Apakah bagus untuk pembuka? ^^ sebenarnya apa yang dipikirkan Changmin kurang lebih sedang saya galaukan saat ini.

Saya masih belum bisa menemukan ’tempat’ saya di dunia nyata dan saya sedikit merasa sedih ._. 

Selain itu, seperti kata Changmin *lho* saya tidak bisa membahagiakan semua orang, pasti akan ada yang merasa tersakiti. Saya merasakan itu ketika saya harus membuat couple-couple tertentu, ada yang merasa tidak suka dan kurang puas karena tidak terpenuhi. Namun, saya hanyalah manusia biasa yang juga ingin mencari kebahagiaan saya. Saya akan berusaha melakukan yang terbaik dan saya harap chingudeul semua mengerti m(_0_)m

Akhir kata saya ucapkan terima kasih smuanya XDD

Last,

Review? 😉

_Verzeihen

PS: Silakan baca fanfic ’Tarnished Angel’ ff itu bagus sekali menceritakan tentang min7en ini sehingga membuat saya jatuh cinta dengan mereka XDDD. Saya juga mengambil plotnya sedikit seh ._.v tpi gak saya copy smua kok..Cuma terinspirasi saja ^^

Advertisements

15 responses to “Happiness

  1. Baguuuuuuuuuuuuussss…bagus koq bwat pembukaan..(UUD kaleeee)
    INi agak memberikan pencerahan sih soal niat eL yang kekeuh bikin pairing ini di FF…adakah terusannya???

  2. Entah kenapa suka banget sama sebutan sichi n minku~ saya se7min shipper yg baru~~ hahahahaha.. Changmin uke oke.. Hahahahah.. 😀

  3. Dri yg Q baca, seperti.a Se7Min disni pacaran kan?? #agak aneh nulis ‘pacaran’ sperti anak abg, kekeke….

    Q suka bagian ‘Dia, hanya bisa jadi dirinya sendiri, seorg magane dari Dong Bang Shin Ki, seorg yg selalu berdiri diantara Jaejoong dan Yunho agar mereka berdua tdk melakukan hal yg terlarang didepan umum’. Kekekeke…..
    Emang YunJae lw sdh b’dkatan bawan.a ga nahan, mw.a nempeeelll mulu. XD

    trus pas Shichi bilang “Aku tdk menduga akan bertemu seekor Minku yg tersesat dri kawanannya” emang Changmin anak Domba apa?? =,=”

    ini fict Sweet bgt deh,
    apalagi saat Minku#dilempar wajan
    bilang “Tdk Shichi, hanya saja aku takut kau tdk bisa menahan diri utk menyentuhku saat ini jg”.
    Aigoo…..
    Mngkin lw adegan ini ad di Slave Day, ga’ tw deh nasib Changmin bkal gimna, secra disna kan Shichi rada-rada.. Eerr.. =,=
    ne… Sekian cuap”.a
    maaf lw ga mutu, tp sbagai reader yg bae’ Q hrus comment, walau ga’ penting
    pay..pay..#Lambai” Geje
    XD XD XD

    • ya kurang lebih ada hubungannya XD hehe

      haha..kasihan changmin yg selalu ada di tengah2 :3

      lols..minku itu sejenis binatang yg lucu gitu sih kalau dicari di google, jadi ya mgkn begitulah heeh :3

      minku emang kyeopta >w<
      lols..bisa2 dia gak selamat ._. #jduar

      makasih ya untuk commentnya..semua comment itu penting bagi sya kok! XDD
      *hug*

  4. Ini sweet banget… Akhirnya changmin menemukan kebahagiaannya.. Onnie… Karena membaca ff yg ber-pair Se7en-Changmin ini makin kebayang feel nya masa… Padahal aku belom pernah liat mereka bareng, tapi pas di khayalin feel nya tuh dapet..
    Onnie daebak!!!!!

  5. Baguuus banget cerita’a..
    Jadi sblm’a tuh minnie sma se7en udah sering telepon2an iaa??
    Ngebayangin muKa’a minnie memerah gr2 kata2’a se7en bikin aq senyum2 sendiri >_<

  6. Aaaa suka bangett!!!!*kasih 4 jempol*
    aigoo~~ makin jatuh cinta sama se7min~
    ajiahh changmin malu2 nih xDD

    ada lanjutankah? kalau ada cepet di update ne~

  7. seenyum-senyum sendiri pas bca ini…
    atuh minnie kecil kita ternyata sudah besar ne..//ala2 nenek di sinetron..

  8. Asyik… Ceritanya romantis… Bikin sequel or ff tntang keromantisan psngan ini lg y el ch4n…. Keep writing

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s