Speak Now


Title: Pure Love

Couple: Se7min/Min7en Collection

Rated: K-T

Summary: Cinta itu murni tak peduli ke mana cinta itu ditujukan.

.

.

Story

Title: Speak Now

Couple: Se7min Collection

Rated: K+

Story Summary: Dunia dikejutkan dengan berita pernikahan seorang Choi Dong Wook. Apa yang akan Changmin lakukan?

Suara kicauan burung yang bertengger di pohon dekat jendela menjadi melodi untuk membuka pagi ini. Embun bertetesan dari daun menuju ke atas tanah. Cuaca terlihat begitu cerah, sinar mentari begitu terang, namun tak begitu terik karena tertutup sebagian oleh awan. Intinya, pagi itu terasa damai untuk memulai aktivitas. Semuanya terasa begitu tenang dan damai bagi seorang namja yang terkenal di dunia showbiz bernama Choikang Changmin, Max Changmin, atau Shim Changmin. Namja itu sedang tertidur di balik selimutnya dan memeluk gulingnya dengan erat, menggumamkan nama seseorang.

Wajahnya terlihat damai dan polos, tak bisa dibayangkan bahwa ini adalah salah satu dari evil magnae yang terkenal di dunia entertainment selain Cho Kyuhyun. Dilihat dari ekspresi wajahnya, sepertinya namja itu sedang bermimpi indah. Dia berharap hari yang indah akan menantinya, namun itu tak lama, karena beberapa saat kemudian suara lumba-lumba yang khas melengking tinggi membuatnya membuka mata dengan enggan.

”Mmm…” Dia mengucek matanya dengan malas. Pikirannya masih setengah tersadar. Dia bermaksud untuk kembali tidur, ketika tak lama kemudian suara yang sama melengking tinggi namun kali ini memanggil namanya. Bahkan dia bisa merasakan selimut yang menghangatkannya tadi terlepas.

”CHANGMIN!”

Suara seorang Kim Junsu di telinganya membuat Shim Changmin terpaksa membuka matanya dengan pikiran setengah tersadar. Dia pun melihat apa yang sedang dipegang oleh Junsu untuk dilihatnya. Dia bisa melirik ketiga hyungnya yang lain selain Junsu juga sedang berdiri di sana dengan tampang was-was. ”Ada apa hyung?” tanyanya dengan nada malas.

”Baca ini.” Dia pun membaca sebuah karton putih yang berhiaskan bunga yang indah, seperti kartu undangan.

”Oh, Shichi mau menikah.” Ucapannya datar dan mengantuk. Dia kembali membenamkan kepalanya di atas bantal sampai beberapa saat kemudian dia tersadar dan melihat kembali kartu undangan yang dipegang oleh Junsu. ”SHICHI MAU MENIKAH?” Matanya membesar dan suara tenornya tak kalah melengking membuat keempat hyungnya harus menutup telinganya

Keempat hyungnya mengangguk dengan beragam ekspresi. Yunho dengan amarah, Jaejoong dengan kesedihan, Junsu dengan wajah bingung, sementara Yoochun dengan wajah datar. Changmin masih tidak bisa menerima apa yang sedang terjadi. Bahkan dia tidak mengerti, bukankah hubungannya dengan Shichi masih baik-baik saja?

.

.

Speak Now

eL-ch4n

17.03.2012

.

.

”Kemarin, dunia digemparkan oleh berita bahwa Choi Dong Wook atau yang dikenal melalui nama Se7en akan menikah. Ka –”

Klik.

Changmin segera mematikan TV yang sedari tadi hanya menampilkan berita tentang Se7en yang akan menikah. Ketika dia meminta penjelasan, Se7en mengatakan akan menghubunginya nanti. Hari ini DBSK tidak memiliki jadwal apapun sehingga Changmin mengharapkan bisa beristirahat sejenak, namun dengan berita seperti ini, rasanya untuk makan saja dia sudah tidak kuat. ”Changmin.” Suara Jaejoong terdengar lirih dan khawatir. Namja yang dipanggil namanya itu memutar kepalanya menatap hyung tertuanya yang sedang berada di dapur. ”Ne, hyung?”

”Dong Wook masih belum menghubungimu?” Changmin menggeleng kepalanya dengan pelan membuat Jaejoong menghela nafas. ”Jiyong juga tidak bisa kuhubungi.”

Kring.

Suara dering telepon yang berasal dari ponsel Changmin membuat semuanya kembali hening. Changmin dengan segera mengangkat ponselnya sebelum nada dering tersebut hilang. Dia bernafas lega ketika melirik nama – Shichi – pada layarnya. ”Shichi!”

”Apa kabar Minku?”

”Baik, Shichi, mengenai –” Changmin terlihat berpikir dan mengurai kata dalam pikirannya. Bantal sofa dipeluknya dengan erat dan dia kembali menyandarkan dirinya pada punggung sofa.

”Ah, iya, kau sudah terima undanganku?”

Changmin mengangguk walau dia yakin Se7en tak bisa melihatnya. ”Ne, itu yang ingin aku tanyakan.”

”Bagus kalau begitu, apa kau sudah membaca isinya?” Kembali Changmin mengangguk. Itu hal pertama yang dia lakukan ketika menerima undangan tersebut dan betapa terkejutnya dirinya ketika mendapati bukan namanya yang berada di sana, melainkan yeojyachingu Se7en – Park Hanbyul.

”Ne.” jawab sang magnae dengan nada lirih.

”Aku ingin meminta bantuanmu, bisakah kau menemani Hannie untuk memilih gaun pengantin? Dan aku juga ingin kau memilih pakaian yang akan kau kenakan di acaraku nanti.” Mendengar nada ceria dari Se7en membuat hati Changmin terluka. Sebegitu senangkah dia menikah dengan Hanbyul sampai-sampai tidak menyadari bahwa hatinya sedang terluka saat ini?

”Kenapa harus aku? Bukankah lebih baik Jiyong-hyung atau Jaejoong-hyung saja?”

”Ah, kau lebih tahu seleraku dibanding mereka berdua, lagipula Jiyong memang akan ikut serta untuk membantu memilihkan pakaian untukmu. Ya, Minku, kau akan jadi bestman-ku.”

”Shichi a –”

”Oh, maaf, aku sudah dipanggil oleh para kru. Mereka akan datang satu jam lagi, sampai jumpa.”

Cklik.

Dan koneksi mereka terputus tanpa ada kata sayang atau salam seperti biasanya. ”Sampai jumpa, Shichi.” jawab Changmin dengan lirih pada ponselnya yang hanya menimbulkan bunyi nada koneksi terputus. Di dapur, Jaejoong melirik Yunho yang sedang makan dengan tatapan sendu dan Yunho mengangguk tanda bahwa dia mengerti. Setelah menyelesaikan makanannya, Yunho menghampiri Changmin. Dia mengelus punggung Changmin dengan lembut. ”Apakah kau mau aku ke tempatnya dan menghajarnya sekarang?”

Changmin tertawa pelan sembari menggelengkan kepalanya. ”Ani, hyung, nanti para reporter hanya akan senang karena hal itu.”

Yunho menghela nafas. ”Lalu apa yang dia katakan tadi?”

”Dia bilang aku harus menemani Hanbyul-noona untuk memilih gaun dan Jiyong-hyung juga akan turut serta untuk memilihkan pakaian untukku.”

”Apa yang ada di pikirannya? Tidak tahukah dia bahwa kau –”

Changmin menyela leader-nya itu. ”Sudahlah, hyung, itu keputusannya. Lagipula kami memang sudah berjanji bahwa kami tak akan memikirkan apa yang ada di depan. Mungkin kemarin dan hari ini, dia sudah tidak memiliki perasaan kepadaku.”

”Lalu, kau?” tanya Yunho dengan lembut sembari mengelus kepala magnae-nya itu. ”Bagaimana dengan dirimu?”

Belum sempat Changmin membuka mulutnya, seseorang membunyikan bel di dorm mereka. Junsu yang sedari tadi terdiam di ruang tamu mereka segera berdiri dan menuju pintu untuk membukanya. Ketika pintunya terbuka, tampillah seorang yeojya yang begitu cantik dengan rambut cokelatnya yang panjang. Yeojya itu tersenyum membuat matanya sedikit menyipit. Di samping yeojya itu juga berdiri si fashionista Kwon Jiyong atau G-dragon.

”Annyeong.” sapa yeojya itu dengan lembut sementara Jiyong hanya mengangguk.

Junsu menjawab sapaan dengan lirih dan kemudian mempersilakan mereka masuk. Yeojya itu masuk dengan semangat dan langsung menghampiri Changmin. ”Ah, kau pasti Minku!” serunya dengan senang.

Changmin sedikit memutar badannya dan melihat yeojya yang memakai dress berwarna putih tanpa lengan yang panjanganya selutut. Changmin meneguk ludah ketika berpikir bahwa inilah yeojya yang telah merebut Shichi-nya.

”Ne, Hanbyul-noona?” tanyanya dengan  nada tak pasti.

”Aigoo, imutnya.” Yeojya itu berseru dengan senang dan mencubit kedua pipi Changmin yang kenyal dengan semangat.

”Hanbyul, sudahlah, jangan lupa tujuanmu.” tegur Jiyong.

”Ah iya.” Yeojya itu berdeham dan segera menarik tangannya dari kedua pipi Changmin. ”Kajja.” Tangannya langsung menarik Changmin yang masih terlihat bingung. ”Kita tidak punya banyak waktu, pernikahannya itu besok.” Mendengar kata pernikahan, Changmin kembali tertunduk sedih.

Jaejoong menyela pembicaraan mereka. ”Kenapa kau harus menyuruh Changmin memilih bersamamu? Apakah kalian –”

”Sudahlah, hyung.” tegur Changmin sebelum hyungnya itu memancing keributan.

”Changmin.” ujar Jaejoong lirih.

”Gwenchana hyung.” Senyum yang diberikan Changmin adalah senyum paksaan dan Jaejoong tahu akan hal itu.

Yeojya itu menepuk tangan karena senang dan langsung menarik Changmin. ”Bagus, ayo kita pergi nanti Shichi bisa memarahiku kalau kita tidak menyelesaikan semuanya hari ini!” Mereka bertiga pun segera keluar dari dorm DBSK dan memberi salam ketika berjalan menuju ke pintu keluar.

”Yeojya yang unik.” ujar Yunho yang tersenyum lembut sementara Jaejoong memajukan bibirnya terlihat kesal. ”Tapi, tetap kau yang paling manis kok, Joongie.” Dia segera menarik Jaejoong ke dalam pelukannya membuat Junsu hanya menggelengkan kepalanya dan segera menuju ke kamar di mana Yoochun masih tertidur pulas kembali.

.

.

Changmin tidak habis pikir kenapa dia yang harus mencoba segala jenis tuxedo dan bukannya malah menilai gaun yang akan dipakai oleh Hanbyul. ”Noona?” panggilnya pada Hanbyul yang sedang terlibat pembicaraan serius dengan Jiyong. Yeojya itu duduk di salah satu kursi yang disediakan oleh karyawan yang bekerja di toko tersebut sementara Jiyong sedang berdiri sehingga dia harus menundukkan sedikit kepalanya untuk mendengar perkataan Hanbul.

Entah sudah keberapa kalinya Changmin keluar dari kamar pas untuk mencoba tuxedo dan kali ini dia keluar dengan tuxedo berwarna putih yang di dalamnya terdapat kemeja berwarna biru tua. Celana yang dikenakannya panjang berwarna putih dan sedikit skinny sehingga pahanya terlihat begitu panjang. Tuxedo putih berlengan panjang itu terlihat begitu memukau pada diri Changmin. Tangannya dimasukkan ke dalam kedua saku celananya.

Hanbyul yang dipanggil namanya segera menghentikan pembicaraannya dengan leader Bigbang itu dan menatap Changmin dari atas sampai ke bawah. Meski sering diawasi seperti itu, Changmin tetap merasa risih karena tatapan dari yeojya yang akan menjadi istri dari namjachingu-nya. ”Hmm…not bad, bagaimana Jiyong-ah?”

Jiyong mengangguk dan mengancungkan kedua jempolnya. ”Awesome. Tapi, kau memang sudah tampan sih, jadi tidak peduli apa yang dikenakannya pasti terlihat tampan.” Changmin tersipu malu karena pujian yang diberikan kepadanya. Jujur, dia paling tidak tahan ketika dipuji seperti itu. Biasanya dia akan mengejek dan mengatakan bahwa orang yang mengatakannya tampan itu buta.

”Baik, kita mau yang ini satu.” ujar Hanbyul kepada karyawan yang masih berdiri mematung menatap Changmin yang begitu memukau. ”Kemudian, untuk sepatunya?” tanya Hanbyul kepada Jiyong.

”Aku punya satu di dorm yang biasa kugunakan untuk acara formal.” sela Changmin sebelum dia harus ditarik lagi untuk mengelilingi mall itu sekali lagi.

Yeojya itu menggeleng kepalanya dengan cepat. ”Nonsense, kau harus beli yang baru yang pas dengan pakaianmu saat ini, betulkan Jiyong-ah?”

”Ya, dan aku tidak mau kena amarah dari Se7en hanya karena kau tidak memakai yang terbaik, kau tahu dia.” Changmin hanya menghela nafas dan kembali masuk ke kamar pas untuk memakai bajunya kembali.

Tak berapa lama Changmin akhirnya bisa bernafas lega karena mereka telah menemukan sepatu yang pas untuk pakaiannya tanpa harus mengelilingi satu mall lagi. Menghabiskan waktu bersama dengan Hanbyul membuat Changmin berpikir bahwa yeojya itu memang manis dan sangat bersahabat. Tak heran kalau Se7en ingin menikahinya. Memang ada sedikit rasa sedih dalam hatinya, namun bukankah dia sudah berjanji dengan Se7en untuk tetap saling bersahabat apapun yang terjadi? Dan sebagai sahabat yang baik, dia harus tetap mendukung keputusan sahabatnya meskipun hatinya harus terluka.

Tiba-tiba ada satu hal yang sedikit mengganjal dalam pikiran Changmin. ”Noona? Kenapa kita tidak memilih gaun untukmu?” Perkataan Changmin seketika itu menghentikan langkah mereka yang hendak keluar dari Mall.

”Aigoo, pasti Se7en lupa memberitahumu kalau aku sudah membeli gaunku kemarin.”

Kedua alis mata Changmin terangkat karena dia terlihat bingung. ”Eh?”

Yeojya itu tersenyum lebar. ”Jadi kemarin saat aku sedang jalan-jalan aku menemukan gaun yang begitu bagus dan aku tak bisa menahan diriku untuk langsung membelinya. Mungkin Se7en lupa dengan hal itu. Tenang saja, kau tak perlu tegang seperti itu, aku sudah mempunyai gaunku, yang pasti kau harus terlihat tampan di acara besok.” Dia menepuk pundak Changmin dengan lembut membuat namja tinggi itu membalasnya dengan tersenyum simpul.

.

.

Dalam hidupnya, Changmin tak pernah merasa setegang ini, bahkan ketika dia bermain bersama Yunho di Running Man pun tak akan bisa membandingkan kegugupannya saat ini. Sebentar lagi, dia akan menyaksikan bagaimana sahabatnya akan menempuh hidup baru dengan orang yang dicintainya. Dia masih menatap dirinya di depan cermin dan memastikan bahwa semuanya sudah sempurna. Setidaknya dia masih ingin terlihat sempurna di depan sahabatnya itu.

Ketika pintu ruang riasnya terbuka, terlihat keempat hyungnya dan keempat anggota Bigbang masuk ke dalam. ”Ah, kau tampan sekali!” ujar Daesung dengan wajah cerianya.

Changmin menggangguk sebagai ucapan terima kasih. ”Ya, dan dia tinggi hyung.” ujar Seungri yang langsung mendatangkan gelak tawa di ruangan itu.

Taeyang menghampiri Changmin dan menepuk pundaknya dengan pelan sembari memberikan senyuman khasnya. Namja yang ditepuk itu mengangguk pelan.

”Di mana Jiyong?” tanya Jaejoong kepada setiap orang yang berada di sana terutama TOP atau Seung Hyung yang notabenenya adalah namjachingu dari si fashionista Jiyong.

”Ah, dia sepertinya tadi ke ruang Hanbyul-noona, sebentar lagi mungkin dia akan datang.” jawab Daesung dengan tersenyum lebar tanpa menyadari perubahan ekspresi dari magnae DBSK itu.

Ketika pintu ruang rias terbuka, masuklah Jiyong disertai Hanbyul yang memakai gaun spaghetti line yang panjangnya menutupi kaki indahnya. ”Ada yang membicarakanku?” canda Jiyong. Dia segera menghampiri namjachingunya dan memberi kecupan singkat mendatangkan suara ’Aww’ dari semua yang ada di sana.

”Oh please, kalian bisa melakukannya nanti saja kan?” goda Hanbyul.

”Kenapa kalian tidak berada di kamar Shichi?” Pertanyaan Changmin seketika itu mendatangkan keheningan di ruangan tersebut.

Kepalanya langsung dipukul oleh Yoochun. ”Bodoh, tentu saja karena mempelai pria sudah berdiri di depan altar dan sudah seharusnya kau segera membawa Hanbyul-shi ke sana sekarang.”

Changmin mengangguk tanda mengerti. Dia masih memaksakan untuk tersenyum ketika menggandeng tangan satu-satunya yeojya yang berada di ruangan tersebut. ”Ayo.” ajaknya kepada yeojya tersebut yang dijawab dengan anggukan antusias oleh sang yeojya.

Musik pernikahan dilantunkan begitu mereka memasuki altar gereja. Setiap langkah membuat Changmin merasa sedikit ada yang salah. Dia berpikir bahwa acara pernikahan ini akan begitu meriah dengan dihadiri oleh reporter. Memang ada satu dua reporter, namun tak sebanyak yang dia perkirakan. Bahkan yang membuatnya bingung adalah kehadiran keluarganya dan beberapa teman-teman satu labelnya. Oke, ini mulai membingungkan Changmin. Ditambah lagi ketika dia melihat Hanbyul tidak memegang bunga atau riasan apapun selain gaun yang dikenakannya sekarang. Lagipula, bukankah best man itu seharusnya berdiri di samping mempelai pria dan menyimpan cincin? Dan sekarang yang berdiri di samping Se7en adalah TOP yang entah bagaimana sudah berdiri di sana.

Matanya melirik punggung tegap Se7en yang memakai tuxedo putih sama seperti dirinya dan dia tidak bisa melepaskan matanya dari tubuh indah yang sebentar lagi tidak akan menjadi miliknya. Sesampainya di depan altar, Changmin masih tidak mengerti kenapa dia harus berdiri di samping Se7en dan bukannya Hanbyul?

”Minku.” panggilan lembut dari Se7en membuat namja yang masih kebingungan itu segera memutar kepalanya ke arah kiri. Dilihatnya Se7en sudah berjongkok dan memegang tangan kananya dengan lembut. Kecupan singkat diberikan oleh penyanyi senior itu kepada punggung tangan sang kekasih. ”Aku tahu mungkin kita berpikir bahwa kita bukanlah yang mementingkan arti esok hari atau selama-lamanya, tetapi aku tersadar bahwa kita sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi di kemudian hari.” Dia menghela nafas dan suasana kembali hening. ”Dan yang aku tahu adalah aku tetap ingin bersama dirimu melewati ’hari ini’.”

”Shichi.” gumam Changmin dengan lirih.

”Maukah?” tanyanya dengan lembut. Keduanya saling bertatapan dengan intens seolah dunia hanya milik mereka berdua. Tak ada anggota lainnya, tak ada pendeta, tak ada keluarganya, tak ada siapa-siapa selain mereka berdua. ”Maukah kau melewati ’hari ini’ bersamaku seterusnya sampai perasaan itu hilang? Minku, would you marry me?”

Dalam hidupnya, Changmin dikenal sebagai namja yang tidak begitu berekspresi bahkan ketika para hyungnya menangis, dia masih tetap tegar. Hanya terlihat sekali ketika dia menangis di layar kaca dan kali ini, sekali lagi seorang Shim Changmin menangis karena emosi yang bergejolak, sedih, senang, terkejut, semuanya menjadi satu. Dia melirik ke arah lain. Dia melihat bagaimana Yunho memeluk pinggang Jaejoong sehingga hyung tertuanya itu bersandar pada dada bidang sang leader dan ia juga melihat bagaimana mereka berdua tersenyum lembut kepada dirinya. Yoochun dan Junsu mengangguk sembari tersenyum lebar. Dia melihat ke arah para anggota Bigbang yang sudah menjadi sahabatnya semenjak hubungan ini dijalankan. Dia tersenyum ketika melihat semua anggota tersebut termasuk TOP yang berada di samping Se7en mengancungkan ibu jari mereka dan menyengir lebar. Air matanya semakin tak berhenti ketika melihat kedua orang tuanya yang sudah mulai bercucuran air mata, tetapi masih bisa tersenyum dan mengangguk tanda mengerti terhadap pilihan Changmin.

”Kau tahu kalau aku benci kejutan bukan?” ujar Changmin pelan. Se7en mengangguk sembari tersenyum sedih sementara Changmin mengangkat kedua pundaknya. ”Tapi, kurasa kejutan seperti ini tidak ada salahnya.” Dia menggenggam tangan Se7en dengan lembut. ”Dan tentu saja kau harus melewati ’hari ini’ seterusnya bersamaku karena kau telah membuatku menjadi mudah menangis dan tak bisa hidup tanpamu.” Se7en segera berdiri dan memeluk Changmin dengan erat.

Tepukan tangan yang dimulai dari Hanbyul kemudian disertai oleh yang lain bahkan para reporter yang diundang juga bertepuk tangan. Beberapa sampai mengeluarkan air mata karena terharu. Sungguh pemandangan yang indah. ”Ehem. Baiklah kita mulai sumpahnya. Silakan anda berdua ikuti saya.”

”Saya, Se7en atau Choi Dong Wook, menerima Changmin sebagai suami saya. Saya berjanji akan terus bersama dengan dirinya dalam suka maupun duka, dalam sehat maupun sakit, dalam kaya ataupun miskin. Saya berjanji akan melewati ’hari ini’ seterusnya bersama dengan Shim Changmin seorang.” Sang pendeta hanya bisa sedikit pasrah karena sumpah pernikahan yang diucapkan sedikit diubah oleh Se7en, namun dia tetap tersenyum lembut karena biar bagaimanapun kata-kata yang terucap, itu adalah janji yang akan mereka pegang.

Changmin memutar sedikit badannya sehingga keduanya kembali saling bertatapan penuh dengan cinta dan mengulang kata-kata yang sama dengan Se7en. ”Dan dengan ini, aku menyatakan anda berdua sebagai suami dan suami. Silakan mencium mempelai anda.”

Se7en menyeringai dan segera menarik badan Changmin yang memang sedikit lebih mungil darinya ke dalam pelukannya. Tanpa aba-aba dia segera melumat bibir yang selama ini memabukkan dirinya. Semua yang hadir di sana bertepuk tangan. Tak ada yang tak meneteskan air mata melihat pemandangan indah yang ada di hadapan mereka.

.

.

”Rasanya tidak percaya kalau si magnae itu yang akan menikah lebih dulu dari kita.” ujar Yoochun memecah keheningan di antara mereka. Semuanya mengangguk dan tertawa pelan.

”Jaejoong.” panggil Yunho dengan lembut. Keduanya sekarang sudah melupakan dengan pasangan pengantin baru yang masih berciuman di depan altar.

”Hmm?” gumam Jaejoong dalam sandaran Yunho.

”Maukah kau terus memasak makananmu untukku sampai selama-lamanya?”

”Tentu saja, Yunnie.” jawab Jaejoong dengan lembut. Tak berapa lama matanya membesar dan segera berbalik menatap Yunho yang sudah mengeluarkan sebuah kotak berwarna merah yang di dalamnya terdapat cincin dengan hiasan batu berlian putih. ”Kim Jaejoong, will you marry me?” ujar Yunho sembari berlutut di hadapan namja yang masih kebingungan itu.

”Kau sangat tidak romantis, Yunnie.” Bibir Jaejoong dimajukan membuatnya terlihat begitu menggemaskan. ”Tapi, aku mau!” Dia langsung memeluk Yunho dan melupakan tatapan mata yang sekarang sudah berada pada keadaan mereka. Semuanya bertepuk tangan kembali melihat pasangan Yunjae itu yang langsung melumat satu sama lain.

”Terima kasih, Hannie.” ujar Se7en kepada Hanbyul yang masih berlinang air mata.

Yeojya itu menggeleng kepalanya. ”Tidak perlu berterima kasih, aku senang akhirnya kau bisa mendapatkannya, Wookie.” Changmin tersenyum lembut ke arah yeojya yang sudah dianggapnya sebagai noonanya sendiri.  ”Dan kau harus menjaga Wookie dengan baik ya? Kalau dia macam-macam, hajar saja!” Gelak tawa terdengar dari mulut Changmin membuat Se7en hanya tersipu malu.

Lentunan melodi piano yang terdengar membuat semuanya kembali hening dan mendengar suara merdu dari sang pemilik tangan yang menekan tuts-tuts piano.

”Ternyata Taeyang serius memainkan lagu Wedding Dress untuk acara ini.” gumam Se7en.

”Kenapa?” tanya Changmin pada suaminya.

”Karena lagu itu sebenarnya lagu sedih kan? Jadi dia ingin ketika dia menyanyikan lagu itu, yang ada di pikirannya adalah kenangan indah. Apalagi yang lebih baik ketika dinyanyikan pada acara bahagia ini?” Changmin mengangguk dan bersandar pada pundak suaminya itu untuk menikmati alunan melodi dan suara indah Taeyang.

Hanbyul tersenyum lembut ke arah namja yang berada di balik piano itu. Ponsel yang digenggamnya tadi terus menyala karena sebuah panggilan masuk, tetapi sang pemilik ponsel tak menyadarinya. Di layar ponsel tertulis sebuah nama Rain.

.

.

Cinta itu suci, tak berdosa, tak peduli ke mana cinta itu ditujukan

Tak ada yang salah dengan cinta karena dia polos tak bercela

Maukah anda kembali mendengar kisah tentang cinta?

.

.

The End

.

.

A/N:

Annyeong XDD

Saya lagi cinta dengan couple min7en ini jadi saya bermaksud menebarkan virusnya XDD karena itu saya sengaja membuat cerita ini. Seperti biasa, ini hanya kumpulan ONESHOOT atau mungkin akan ada beberapa series kecil tentang pasangan ini.  Karena saya kasihan Se7en dibilang sadis melulu akhirnya saya bikin ff di mana dia bisa sedikit romantis deh, kasihan dia jadi orang sadis melulu *plak

Saya tidak bikin Rated M karena malas *plak* otak saya sudah terkuras habis untuk ’Broken Doll’ dan ’Slave Day’. Ngomongin soal Slave Day, saya berasa bahwa ff itu paling berkontroversi ya? Dari perbedaan pendapatlah, bahkan sampai dihina dina? -______-”” tapi karena udah terlanjur dipublish, jadi mending saya lanjutkan saja, oke?

Dan bagi anda yang TIDAK bisa membedakan dunia imajinasi dengan dunia nyata, silakan keluar dari ff saya. Ini hanya fanfic dan bukankah sudah ada tulisan unleas your imagination? Jadi apa salahnya jika saya mempunyai imajinasi liar tak terbatas? Imajinasi itu kan memang tidak terbatas dan bervariasi? Kalau tidak ada imajinasi memangnya bakal ada apa yang kita miliki sekarang? Imajinasi itu penting tidak peduli segila atau seliar apapun imajinasi kita ^^ jadi bagi anda yang sekali lagi saya katakan TIDAK bisa membedakan dunia imajinasi dan dunia nyata, silakan tak membaca ff saya 😉 dan sisanya

’Selamat Menikmati’

Oh ya, mau dilanjutkan tidak ff ini? Apa saya stop aja sebagai oneshoot? Kalau ditanya kenapa tidak dibikin di ’Library’ jawaban saya karena saya mau fokusin min7en di sini saja, jadi untuk couple lain silakan request di sana saja XD

Dan saya bukan menelantarkan ff, saya lagi kehabisan ilham, ilham saya jalan-jalan melulu seh ke rumah orang *eh.

Last, review? 😉

_Verzeihen

Advertisements

12 responses to “Speak Now

  1. aigo,
    se7en mantap banget idenya eon, sampai buat miniie~ galau gara² undangan nikah se7en,

    good job buat se7en oppa (^o^)
    romantis banget,

  2. Astaga sichi!!! Bikin orang naik darah aja dehhhh… Kan kasian minku~ untung gak bunuh diri dia.. Tp akhirnya minku sama sichi nikaaahhhh.. Yeeaaayyyy.. Senangnyaaa~ hahaha.. Abis itu yunjae nyusul tuh kayaknya.. Wkwkwkwk.. Goodjob author~ gomawooo

  3. Hidup Sichi-Minku!!Kirain beneran bakal nikah sama Hanbyul…
    Ternyata… Hahaaha.. Bisa aja sichi-nya, pas baca ini keputer lagu Marry U, jadi berasa… Onnie.. Ini beneran terkena virus mu aku.. Hahaha

  4. eL!!
    Aku baca lagi fanfict kamu ini!! Apa aku sudah review di ffn ya? Lupa XD
    Kayaknya belom deh XDD *dihajar*

    Uuuhh~~
    Sumpah deh, aku kirain ini bakal sad ending, dan aku udah siap-siap dengan tisu yang selalu ada di samping lappie, buat jaga-jaga.
    Tapi akhirnya ini Happy Ending!! XDD
    Aku suka banget! XD
    Tapi entah kenapa di kepala aku malah kebayang sad ending XD buakakakakk~~

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s