Library


Ff ini in 2nd POV ya. Lagi mau mencoba cara baru. Hehe…

Enjoy ^^

.

.

Title : Library

Couple : Sibum. girlKibum.

Warn: Genderswitch.

Rated : K+

Summary : Ada yang mengatakan kalau kau bertemu dengan lawan jenismu selama tiga kali di tempat yang sama tanpa membuat janji maka dia adalah jodohmu.

.

.

Namamu adalah Kim Kibum. Kau adalah yeojya dengan rambut hitam panjang, muka imut, pipi sedikit chubby, dan wajah yang lembut. Teman-temanmu suka memberimu julukan Snow White atau Putri Salju karena kau mengingatkan mereka pada putri dalam dongeng tersebut. Kulitmu putih –begitu putih sampai terkadang semua temanmu bertanya bagaimana cara kau merawat tubuhmu, bibirmu merah bak kirmizi, dan rambut panjangmu berwarna hitam, sehitam arang. Jadi, tidak heran kalau teman-temanmu memanggilmu dengan julukan Snow White. Bahkan karena itu juga kau jadi membenci apel karena semua teman-temanmu selalu mengerjaimu. Tapi, julukan itu hanya kau miliki sampai SMP saja karena sejak saat itu kau mengubah penampilanmu sedemikian rupa. Sang angsa putih berubah menjadi itik buruk rupa. Sang Putri Salju telah berubah menjadi Ratu jahat yang iri dengan kecantikan Sang Putri Salju.

Setidaknya penampilanmu selama SMP dan SMA seperti itu. Namun sekarang semuanya kembali, julukan itu kembali melekat pada dirimu dan kau tak tahu apakah kau harus berterima kasih pada orang itu atau malah membencinya.

Saat ini kau sedang berjalan dengan langkah ringan menelusuri setiap sudut dari perpustakaan kota yang selalu kau datangi dulu ketika pulang sekolah. Perpustakaan yang membawamu pada kenangan lama yang mengubahmu. Kau tidak mengerti mengapa pada hari liburmu kau malah memutuskan untuk mendatangi perpustakaan ini. Mungkin karena ada nostalgia tersendiri atau mungkin kau hanya rindu dengan aroma buku yang sudah lama telah kau tinggal karena kau terlalu sibuk dengan jadwalmu sebagai artis papan atas.

Ya, kau adalah Kim Kibum, seorang aktris pendatang baru yang langsung memukau banyak penonton dengan aktingmu yang begitu memukau. Begitu banyak kontrak ditawarkan kepadamu membuat dirimu terlalu sibuk, tetapi kau menyukainya karena akting adalah sesuatu yang kau sukai sejak dulu selain fotografi. Kau menikmati menjadi seseorang yang baru dan menjalani satu kehidupan yang baru. Hari ini kau mendapat libur karena manajermu merasa kau membutuhkan cukup istirahat. Kau menerimanya karena kau merasa bahwa kau juga membutuhkan istirahat.

Langkah kakimu terhenti tepat di bagian paling ujung dari lorong perpustakaan. Kau berada pada rak paling belakang yang terletak di dinding yang berjejer memanjang dari ujung ke ujung. Sebuah memori kembali ke dalam ingatanmu, membawamu teringat pada kenangan lama yang sebenarnya ingin kau lupakan. Sebuah mimpi indah sesaat yang ternyata hanya sebuah mimpi.

.

.

Library

By eL-ch4n

06.03.2012

.

.

Sudah beberapa kali kau melompat-lompat mencoba meraih buku Sherlock Holmes edisi terakhir karya Conan Doyle yang kau sukai itu, namun hasilnya nihil. Salahkan buku yang terletak di bagian paling atas dan salahkan juga tubuhmu yang sedikit mungil. Tak ada seorangpun yang berniat membantu. Maksudku siapa pula yang ingin membantu seorang kutu buku sepertimu? Kali ini kau memakai seragam sekolahmu – kemeja putih lengan sebauh dan rok berwarna hijau terang, rambut panjangmu kau ikat dua keriting seperti yeojya kutu buku jaman dahulu, kacamata yang kau kenakan cukup tebal dan menutupi sepasang mata indahmu.

Tiba-tiba sebuah tangan putih yang indah meraih buku itu. Kau bisa melihat betapa jari-jari itu terlihat begitu lentik, betapa tangan yang meraih buku itu begitu indah membuatmu terpesona. Ketika buku itu sekarang terlihat di hadapanmu, kau segera kembali sadar dari lamunanmu mengenai betapa hangatnya jika berada dalam dekapan hangat itu. ”Gomawo.” ucapmu pelan.

Orang yang menolongmu tadi adalah Choi Siwon, ketua OSIS yang sangat terkenal di sekolahmu. Wajahnya tampan, tubuhnya atletis, orangnya pintar dan juga ramah, sungguh namja yang sempurna –sangat berlawanan dengan dirimu saat ini. Bahkan seragam yang dikenakannya membuatnya terlihat semakin gagah dan mempesona. Ketika kau hendak meraih buku yang berada dalam genggaman tangan Choi Siwon, dia menariknya ke atas –begitu tinggi hingga kau harus berjinjit untuk mencoba meraihnya.

”Err…Siwon-shi? Bukunya?” Kau mencoba meminta buku yang ingin kau baca namun hanya kekehan yang menjadi jawabanu.

”Hehe…kau tentu tidak berharap aku memberikan buku ini secara gratis bukan?”

Kedua alis matamu terangkat, tidak percaya dengan yang kau dengar. Apakah Choi Siwon baru saja meminta sesuatu darimu? Ya, dan kau tidak tuli Kim Kibum, dia sedang meminta sesuatu sebagai balasan. Kau memajukan bibirmu dan menggembungkan pipimu tanpa menyadari bahwa perbuatanmu itu mendatangkan senyuman lembut dari wajah namja yang ada di hadapanmu. ”Sekedar informasi Siwon-shi, buku itu bukan punyamu dan jika kau tidak akan memberikannya untukku, ya sudah, aku pergi.”

Ya, lagipula kau tidak harus membaca buku itu hari ini bukan? Kau bisa meminjamnya kapan-kapan lagipula kau tidak tahu apa yang akan ditawarkannya untukmu. Saat kau hendak berbalik dan berjalan ke arah depan untuk mencari buku yang lain, sebuah tangan menghalangimu. Kau berbalik dan mendapati Siwon sedang menatapimu dengan tatapan serius namun lembut. ”Baiklah, arasso, aku mengerti. Ini kuberikan padamu.”

Wajahmu mengukir sebuah senyuman lebar. Tanganmu kau letakkan di depan menanti buku yang akan kau terima. Ketika buku itu sudah menyentuh telapak tanganmu, buku itu tiba-tiba terambil kembali. ”Ayolah, aku akan berikan buku ini padamu besok setelah pulang sekolah saja, bagaimana?” Akhirnya helaan nafas keluar dari bibirmu. Betapa keras kepalanya namja yang ada di depanmu. Oh ayolah Kim Kibum, kau hanya perlu bertemu dengan dia setelah pulang sekolah dan kau akan mendapat bukumu. Tidak ada yang perlu kau takutkan.

Perlahan kau mengangguk. ”Baiklah, tapi kau berikan buku itu padaku sekarang atau aku  tidak akan menemuimu besok.” tawarmu dengan nada serius.

”Apa yang bisa membuatku percaya bahwa kau tidak akan menipumu?” Senyum jahil terukir di wajahnya menampakkan lesung pipinya yang selalu meluluhkan hati banyak wanita –terkecuali dirimu.

Sekali lagi kau menghela nafas. ”Kalau kau yang membawa buku itu berarti kau yang meminjamnya dan artinya aku harus mengembalikan buku itu padamu.”

”Justru itu mauku.” jawabnya dengan nada jahil dan berlalu pergi meninggalkanmu dalam kebingungan.

.

Ada yang mengatakan kalau kau bertemu dengan lawan jenismu selama tiga kali di tempat yang sama tanpa membuat janji maka dia adalah jodohmu.

.

Keesokkan harinya kau tidak pergi ke perpustakaan kota seperti biasa, sebaliknya kau sedang berjalan bersampingan dengan Siwon menuju ke tempat yang tidak kau ketahui. Tiba-tiba saja kau mengutuki keputusanmu untuk pergi bersama Siwon. Bisa saja pemuda itu mengajakmu pergi ke tempat yang buruk dan melakukan hal-hal aneh pada dirimu bukan? Kau menggeleng kepalamu dengan cepat. Tidak, kau harus menyingkirkan pikiran aneh itu jauh-jauh.

”Kita mau ke mana?” Akhirnya kau putuskan untuk menghancurkan keheningan yang berada di antara kalian.

Dia hanya tersenyum lebar menampakkan sederet gigi putihnya dan lesung pipinya. Tanpa sadar kau memutar kepalamu, menghindar dari tatapannya. Sesuatu dalam perutmu serasa melilit dan tiba-tiba saja jantungmu berdetak begitu kencang. ”Ke satu tempat yang pasti akan kau sukai.”

Kali ini kau angkat kedua alismu seolah menantang namja yang sedang berjalan bersamamu. Bagaimana mungkin dia begitu percaya diri bahwa tempat yang akan kau datangi bersamanya adalah tempat yang kau sukai? Tak perlu waktu lama bagimu untuk mengetahuinya karena dia benar, kau sangat suka tempat ini. Dia membawamu ke sebuah teater. Sudah seminggu ini kau ingin datang dan menonton pertunjukkan teater yang sedang diadakan, namun kau tidak berhasil mendapat tiketnya karena semuanya sudah habis.

”Bagaimana kau bisa mendapatkan tiketnya? Kudengar tiketnya sudah habis.” tanyamu tak percaya ketika Siwon menunjukkan dua tiket VIP di depanmu.

Dia hanya tersenyum misterius. ”Well, mari kita katakan bahwa pemeran utamanya adalah teman baikku dan dia memberikanku dua tiket.”

”Tapi kenapa?” Kau masih tak mengerti kenapa dia mengajakmu? Bukankah ada banyak yeojya yang pastinya jauh lebih cantik dan seksi darimu mengantri untuk menonton bersama dirinya?

Gelak tawa menjadi jawabanmu. ”Karena aku tahu kau menyukainya, Bummie.”

Bisa kau rasakan wajahmu memanas dan tanpa melihat ke cermin pun, kau pasti tahu bahwa wajahmu begitu merah. Kau segera mengikutinya berjalan menuju ke arah tempat dudukmu. Tempat dudukmu dan dirinya begitu strategis. Kau bisa melihat panggung secara keseluruhan dan semua adegan yang terjadi di atas panggung. Hal ini membuatmu terpukau. Mungkin karena terlalu asyik melihat drama teater itu, kau tidak menyadari tatapan dan senyuman lembut dari Siwon yang duduk di sampingmu terhadapmu. Dia lebih memilih melihat matamu yang berbinar-binar melihat akting para pemain daripada melihat drama itu. Itulah alasan mengapa sepanjang perjalanan dia hanya mendengarkanmu menceritakan semua adegan dalam drama itu tanpa menambahkan apa-apa. Selain itu, dia juga menikmati dirimu yang berbicara panjang lebar dengan dirinya.

.

Meskipun tidak semua pertemuan membawa kebahagiaan.

.

2 hari sudah berlalu sejak sore yang begitu mengesankan bagimu. Tidak kau duga bahwa ternyata Choi Siwon itu adalah seorang namja yang begitu kocak. Dia juga sangat pengertian, mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutmu dengan sabar. Dia bahkan memuji rambut hitammu yang kau biarkan terurai pada hari kalian pergi saat itu, tapi kacama tebal itu tetap tak terlepas dari wajahmu. 2 hari pula kau mencari Siwon untuk menagih janjinya memberikanmu buku itu. Kau sedikit tertawa ketika kau tidak mengingat buku itu seharian dan malah menikmati sore itu dengan semua candaan yang sesekali dikeluarkan Siwon untuk menghiburmu.

Setelah sore itu, tiba-tiba saja Siwon seolah menghilang dari dunia. Kau mencoba mencarinya ke mana-mana namun kalian selalu berselisih jalan. Ketika kau menuju ruang OSIS, anggota OSIS mengatakan dia baru saja pergi ke ruang kepala sekolah. Ketika kau menunggunya pulang, ternyata dia harus mengerjakan kegiatan OSIS. Intinya, ada sesuatu yang menghalangi kalian untuk bertemu hingga akhirnya kau berhasil menemukannya sedang duduk di salah satu sudut kantin bersama dengan teman-temannya.

Keputusanmu untuk menghampirinya saat itu bisa dikatakan tepat karena kau mendengar sesuatu yang membuatmu yang baru saja terbang kembali terhempas di tanah, menyadarkan siapa dirimu sesungguhnya.

”Hahaha..aku tak menyangka kau berhasil melakukannya juga, Siwon.” Kau mengenal pemilik suara itu sebagai Donghae, teman Siwon yang merupakan kapten klub basket. Kebalikan dengan Siwon, Donghae lebih banyak bicara alias cerewet. Dia melingkarkan tangannya ke leher Siwon dan menarik ketua OSIS itu. Dia berbisik cukup keras pada telinganya. ”Akhirnya kau berhasil mengajaknya juga kan.” Sebuah cengiran lebar terpasang di wajah Donghae dan kau bisa melihat bagaimana Siwon tersipu malu.

Saat itu kau sedang berada di balik tiang, menyembunyikan dirimu dari Siwon dan keempat temannya. ”Sudahlah, hyung, jangan menggodaku terus. Sudah kukatakan aku bisa melakukannya.” Kali ini suara Siwon yang terdengar. Meski terdengar serius, kau masih bisa merasakan nada canda di baliknya.

”Hahahaha…jangan menggodanya terus Hae-ah, nanti wajahnya semakin memerah. Yang jelas kau sudah kalah, chagi jadi kau harus membayar taruhanmu padaku dan Sungmin.” Kali ini yeojya dengan rambut pirang dan wajah yang sedikit imut menampilkan gummy smile-nya. Kau mengenalinya sebagai yeojyachingu Donghae.

Taruhan? Kau merasa ada sesuatu di hatimu yang mendadak sakit begitu mendengarnya. Taruhan apa yang dimaksud kau tidak tahu, tetapi kau memiliki sebuah praduga dan sebuah pernyataan dari Kyuhyun –namja paling muda di kelompok itu – membuka suaranya. ”Untung aku tidak ikut taruhan. Aku yakin Siwon-hyung pasti berani mengajak si Kibum itu pergi.

Dan itu memperkuat pikiranmu. Mereka menjadikanmu barang taruhan. Oh, mungkin karena senyuman lembut, kata-kata manis yang diberikan Siwon kepadamu membuatmu lupa bahwa kau hanyalah seorang kutu buku jelek yang tak pantas untuk dilirik. Saat itu juga kau segera berlari keluar ke arah perpustakaan, satu-satunya tempat kau bisa merasa tenang.

Tapi, itu tidak lama ketika dia menghampirimu dan memberikan senyuman lebarnya padamu. ”Apa maumu?” desismu pelan.

Kau harus tertawa sinis ketika melihat dia terlihat bingung dengan perubahan sikapmu. Kau harus memberinya penghargaan Kibum, karena dia jauh lebih piawai dalam berakting daripada dirimu. ”Aku mau memberimu buku ini, dan…urgh…” Dia terlihat kesulitan merangkai kata, namun kau sudah tidak peduli lagi dan segera mendorong pemuda itu bersama buku yang ingin kau pinjam, buku yang membawamu pada masalah ini.

”Simpan saja semuanya, Siwon-shi karena aku tidak akan terjebak dalam permainanmu dan teman-temanmu.” Kau berhasil mengatakannya Kibum, kau berhasil membuktikan bahwa kau bukan orang yang mudah dipengaruhi begitu saja. Kau lebih daripada itu. Derap langkahmu terdengar di ruangan perpustakaan yang tenang itu. Kau berjalan dengan tegap meninggalkan Siwon yang menatapmu dengan bingung dan sedih. Telingamu sudah tuli untuk mendengarkan alasan-alasan yang akan dilontarkannya untukmu. Lebih baik kau pergi.

.

Karena pertemuan ketiga akan menguatkan segalanya, menyakinkanmu terhadap pilihanmu.

.

Itulah yang terjadi padamu 3 tahun lalu. Sejak saat itu juga kau memutuskan untuk pindah ke sekolah khusus yeojya yang memiliki asrama. Mungkin kau terkesan pengecut tapi itu jauh lebih baik daripada kau harus menghadapi dirinya yang akan selalu mengikutimu. Orang tuamu juga tak banyak bertanya dan membiarkan kau pindah sekolah meski mereka merasa cukup aneh kenapa dirimu memutuskan untuk pindah di tengah semester seperti itu.

Kau lulus dua tahun setelah kau pindah sekolah dan menjalankan mimpimu sebagai seorang aktris. Dalam 1 tahun kau berhasil menggapai semuanya, kau berhasil membuktikan juga pada dunia dan dirinya bahwa kau adalah Kim Kibum, seorang Putri Salju yang sudah terbangun dari tidurnya. Lalu, bagaimana dengan sang pangeran?

Sepasang lengan kekar melingkar di perutmu menarik tubuhmu yang mungil ke dalam dekapan hangat sang pemilik hangat. Tak perlu berbalik kau sudah tahu siapa pemilik tangan tersebut. Hembusan nafas dari hidungnya ke lehermu membuatmu merasa sedikit geli sehingga kau terkekeh pelan.

”Sudah kuduga akan kutemukan Snow White nakalku di sini.” Suara lembutnya bagai melodi indah di telingamu. Mungkin inilah yang menjadi alasan kenapa kau selalu ingin mendengar suara lembutnya karena itu membuatmu merasa tenang.

Kau putar badanmu perlahan –tetap dalam dekapannya –sehingga sekarang kau berhadapan dengan wajah namja yang mengubah hidupmu –Choi Siwon. Kau mencubit kedua pipinya yang menunjukkan dimple smile miliknya. ”Dasar Wonnie ini.” Kau tersenyum lebar sementara dia tertawa pelan karena tak ingin menganggu pengunjung di sana.

Wonnie? Pelukan? Sebenarnya apa yang terjadi denganmu? Kenapa kau malah bermesraan dengan namja yang kau tinggal?

Oh, ternyata ketika kau pindah sekolah, dia tetap bersikeras untuk bertemu denganmu, bahkan dia selalu mengirimkan rangkaian bunga setiap hari Kamis – karena kencan pertama kalian adalah hari Kamis – untuk menunjukkan perasaannya pada dirimu. Sungmin dan Eunhyuk, tak lupa juga namjachingu mereka, mengunjungi dirimu satu hari kurang lebih 2 tahun yang lalu ketika kau mulai merubah penampilanmu. Mereka meminta maaf karena kesalahpahaman yang terjadi di antara kalian. Ketika mereka menjelaskan semuanya, kau merasa sangat bodoh. Bagaimana kau bisa mengabaikan senyuman lembut, kata-kata indah, tatapan penuh kasih yang dia tunjukkan pada dirimu? Dialah yang selama ini memperhatikanmu, memberimu minuman setelah kau berlatih vokal di atap sekolah. Dialah yang selalu memberi setangkai bunga mawar putih dan tulip di lokermu setiap minggu. Dia adalah Choi Siwon – penggemar pertamamu dan akan selalu menjadi penggemar setia dirimu.

Mengenai taruhan itu ternyata taruhan yang mereka maksud adalah taruhan apakah Siwon berani mengungkapkan perasaannya padamu atau tidak. Donghae menjelaskan bahwa dia mengajukan ini agar Siwon tertantang untuk mengungkapkan isi hatinya. Dia merasa kasihan melihat bagaimana Siwon hanya bisa mengawasimu dari jauh.

Dan yang terjadi berikutnya tak perlu dijelaskan. Kau segera berlari menghampiri dirinya yang berjalan gontai. Kau tak memberikan dia kesempatan untuk mencerna apa yang terjadi karena kau segera menciumnya saat itu juga dan mengungkapkan perasaanmu. Dia tersenyum senang, mengangkat tubuh kecilmu ke atas dan berputar kemudian menarikmu dalam pelukan hangat. Kau tersenyum dan berpikir, ”Ah, inilah yang kucari selama ini.”

”Kenapa kau tahu aku ada di sini?” tanyamu tanpa melepaskan pandanganmu dari wajah tampannya.

”Karena ini tempat pertama kali kita benar-benar bertemu, Bummie.”

Kau tersenyum lebar dan mengangguk. Benar, dan ini adalah pertemuan ketiga kalian setelah 3 tahun yang cukup panjang akhirnya kalian kembali lagi berada di tempat semuanya berawal. Kau tidak mengelak ketika tangannya meraih dagumu sehingga wajahmu terangkat. Perlahan dia mendekatkan kepalanya ke dirimu sementara kau melingkarkan kedua tanganmu pada lehernya. Kau mengabaikan tatapan semua pengunjung saat itu atau senyuman jahil yang diberikan oleh teman-temanmu yang juga berada di ruangan yang sama. Bagimu yang terpenting saat ini adalah sepasang tangan kekar yang menjanjikan kehangatan dan ketenangan.

Matahari bersinar cukup terik menembus jendela perpustakaan. Sinarnya memantulkan sesuatu yang berada pada jari manismu. Ketika didekatkan, ternyata itu adalah sebuah cincin emas putih dengan batu permata di tengahnya.

Penjaga perpustakaan yang sudah tua itu tersenyum melihat pemandangan manis itu. Dia mengenalmu karena kau sering sekali datang ke perpustakaan ini, namun kau terlalu hanyut dalam duniamu sehingga tak menyadari tatapan lembut dari namja yang sekarang sedang menciummu dengan lembut itu. Sekali lagi yeojya penjaga perpustakaan itu hanya tersenyum dan melirik koran hari ini yang berada di mejanya. Koran yang memiliki judul dengan cetakan besar:

’KIM KIBUM, AKTRIS TERNAMA BERTUNANGAN DENGAN CHOI SIWON, PEMILIK CHOI CORPORATION’.

.

.

The End

.

.

A/N:

Demi apapun rasanya saya akhir-akhir ini merasa sangat sensitif. Ada beberapa hal yang membuat saya menjadi mudah terbawa emosi. dan saya mohon maaf jika chingudeul menjadi salah satu sasaran saya.

Terlalu banyak pikiran. Pernahkan chingu merasakan hal ini juga? Rasa ingin menunjukkan kepada orang bahwa anda lebih baik dari mereka? Bukan menyombongkan, hanya untuk menunjukkan? Ah, abaikan, rasanya saya jadi aneh sendiri. Mian 😥

Last, review? ^^

_Verzeihen

 

Advertisements

23 responses to “Library

  1. Best moment sibum diperpustakaan xD Emang deh! Siwon gentle bgt disini! Cerita simple dn romantis! Sukita ❤

    aih, el kmu sdang snsitif knapa? Menunjukkan kelebihan? Trus knapa sdih?
    Semua org punya klebihan kok, berfikir positif aja dlu
    ktanya klo org lgi snsitif itu hrus mulai lari ke mode yg positif biar moodnya bgus 😉

    • Ne >w<

      Ya, terkadang manusia ingin membuat dia terlihat hebat jadi begitulah/
      Tapi takut dibilang sombong
      Yah jadinya bingung. Hehe :3
      Gpmawo y 🙂

  2. Aduh, jumma, so sweet bgt T.T Seandainya hidup itu seindah fanfic! T.T
    buat versi siwonnya dong :3

  3. sweet amat lah klo scene SiBum tu. . .

    Kak eL agi sensitive ya? Wjar q rasa klo cwe sring emosional, q ja jg gtu, mlahan minimal sbulan sekali da d btas sbar q ny. Klo kak eL mau nnjukin klo kakak lebh baik dr seseorg dlm hal positif. Q akn mendkung kakak, cz dg kakak nnjukin klebih baikan kakak dri org tu mka secra gag langsung potensi yg da dlm dri kakak akn brkembang 😀
    maaf klo q bnyak cuapny :p
    hehehe

  4. Poppo scene-nya ga ada yah ? Puahaha ~ *kurang pasokan moment romantis sibum*
    seorang terkenal seperti Choi Siwon tertarik dgn Kibum -_____- tentu saja ada alasan mengapa Siwon memilih Kibum sbg objek bidikan matanya. 😉
    tapi untungnya happy ending, kalo sad ending pasti gw teror authornya puahaha~
    aku mau SiBum moment lagi. Oh ya, interlude sibum ga gw hitung masuk ff req gw yaaa haha…

  5. eonnn aku juga sering gitu, pengen nunjukin kalo kita bisa lebih baik dari pada orang lain…
    apalagi kalau habis dibanding-bandingin
    aduhh eonnn ff ini nguras emosi bangeettt T.T
    sering2 bikin ff sibum genre kyk gini.. aku suka bangeett
    walaupun aku nangisss…
    Tp di ff eonnie yg ini, bener2 nunjukin kalo cintannya sibum tulus…
    aku suka yg bahasanya snow white jadi itik buruk rupa berubah lagi jadi snow white… aaaaaaa~
    huaahhh gk bisa ngungkapin dg kata2
    yg jelas aku berterima kasih sm eonnie 🙂 sdh memperbanyak ff sibum couple 🙂
    krn aku sedih ngeliat ff sibum gak sbnyak ff couple lain, bahkan lebih banyak wonkyu ketimbang sibum u,u gomawoyo eoonn~~~

    • Ya ampn..#puk2 yang tabah ya
      thanks..glad you like it 🙂
      Waduh, jangan nangis dong *kasih tissue*
      ne…eon juga suka jadinya #eh
      sip2, ayo tebarkan sibum :DD kkK~
      iya nih…tapi ya kita biarkan saja deh #plak
      cheonmayo~

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s