Chapter 11 – Expect the Unexpected


Kesempatan kali ini saya yang ingin mengatakan pada anda.

Jika anda TIDAK SUKA, JANGAN BACA!

Saya sarankan bagi anda jika TIDAK TAHAN, SILAKAN KEMBALI! Saya akan antarkan anda pada pintu keluar.

Intinya ketika anda memutuskan untuk membaca ini, silakan tanggung sendiri akibatnya dan JANGAN memarahi author hanya karena ketidak-mampuan anda untuk membaca!

NO PLAGIARISM!

Warn: Bloodplay. Sadism!Minho. Don’t Like Don’t Read! 

.

.

Sebelum membaca chapter ini, sekali lagi baca warning di atas. Jika anda merasa kurang nyaman dengan NC yang TIDAK VANILLA alias BDSM, silakan klik kembali. Saya tidak akan memaksa anda untuk membacanya. Sesuai janji saya bawakan NC dan HARD. Mungkin tidak seHARD yang lain, tapi saya berusaha. Ini juga salah satu alasan kenapa cukup lama updatenya.

.

.

I warn you.

.

Read the warning

.

Chapter 11

.

.

Ayo, kita sudah tiba di lantai 7. Semoga saja kita bisa melihat hal menarik di sini.

Itu Rain.

Rain?

Saya tidak terlalu tahu banyak hal mengenai dirinya.

Apa yang bisa saya beritahukan adalah dia seorang master dengan dua kepribadian.

Begitu lembut, namun ganas di saat yang bersamaan.

Seperti TOP? Tidak, tidak, dia lebih mengerikan.

Jauh mengerikan ketika dia marah.

Seolah anda akan berharap bahwa anda tidak pernah hidup.

Atau mungkin anda berharap bahwa lebih baik anda mati saat itu saja.

Bukankah ada yang mengatakan, seorang yang mudah tersenyum, ketika marah akan jauh mengerikan?

.

.

Rain, mantan headmaster dari tempat ini, terlihat bersandar pada dinding yang terdapat di samping pintu kamar Se7en. Terdengar suara cambukan dan rintihan dari balik dinding. Cukup untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi di belakangnya. Teriakan Se7en dan ejekan yang dikeluarkannya mengiringi bunyi cambukan yang terdengar. Mendengar hal itu, Rain tersenyum miris. Seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan.

Cukup lama Rain berada pada posisinya hingga dia memutuskan untuk kemudian menghampiri pintu dan mengetuknya. Entah pada ketukan keberapa akhirnya pintu terbuka menampilkan sosok Se7en yang basah karena keringat setelah atau di tengah aktivitasnya dengan Changmin di kamar. Tampak ekspresi kesal dan marah di wajah Se7en ketika melihat sosok Rain yang ada di hadapannya. ”Mau apa kau?” desisnya.

Yang ditanya hanya tersenyum tipis. ”Menurutmu?” jawab Rain balik.

Se7en mendesis. Dia menutup pintu kamar agar Rain tak bisa melihat ke dalam, lebih kepada dia menginginkan privasi, meskipun ada pengamat lain yang mendengar. ”Kau takut aku mengambil Changmin? Tenang saja, aku tak tertarik padanya. Kau tahu siapa yang menarik diriku, hmm?”

Tangan kanan Se7en segera menutup mukanya seolah sedang berpikir. ”Cepat katakan apa maumu dan segera pergi dari sini,” tegurnya lagi.

”Kenapa? Supaya kau bisa kembali ke dalam bersama slave-mu? Oh, maaf personal slave?”

”Bukan urusanmu,” desis Se7en sekali lagi.

Kali ini sebuah seringaian terukir di wajah Rain. Bahagia melihat ekspresi Se7en seperti ini karena dirinya. ”Seperti biasa, posesif, kkk. Aku masih bisa ingat bagaimana kau dulu menang –”

Bruk.

Tubuh Rain yang lebih tinggi sedikit dari Se7en terhempas ke dinding yang ada di sebelahnya. Badannya didorong begitu keras oleh sang master hingga menimbulkan suara yang kencang. ”Dengar, aku tak tahu apa tujuanmu ke sini, tapi silakan tinggalkan tempat ini jika kau hanya ingin membicarakan masa lalu,” ancam Se7en.

Jarak di antara keduanya begitu dekat hingga masing-masing bisa merasakan deru nafas lawan bicaranya. Tanpa pemberitahuan, Rain langsung menarik kerah baju Se7en hingga bibir keduanya saling bersentuhan memperebutkan dominasi. Sebuah sensasi yang dirindukan keduanya di lubuk hatinya. Hanya waktu dan Tuhan yang mengetahui rahasia keduanya.

Se7en-lah yang kemudian melepaskan ciuman tersebut, namun sepasang tangan yang melingkar di pinggangnya membuat dia tak bisa menjauh dari sosok yang ada di hadapannya. ”Lepaskan aku,” desisnya.

”Hmm. Kenapa?” bisik Rain sembari menjilati telinga Se7en. ”Agar kau bisa kembali pada Changmin? Kau tahu aku tak akan membiarkannya,” bisik Rain lagi. Tangan kanannya melepaskan pinggang Se7en dan membelai pipi sang master yang lembut seperti bayi itu. ”Tak ada sehari pun aku merasa menyesal, Wookie.”

Hening.

Keduanya tak mengeluarkan satu patah katapun, membiarkan kebisuan menemani mereka. ”Kita melakukan apa yang benar,” ujar Se7en dengan lirih. Perlahan dia mendorong dada bidang Rain hingga pegangan Rain terlepas dari dirinya. Dia menatap Rain sesaat penuh rindu sebelum berkata, ”Karena seorang saudara tak boleh merasakan hal ini, hyung.”

Detik berikutnya, Se7en meninggalkan Rain yang termenung, berjalan menuju lift setelah sebelumnya meminta Taecyeon untuk datang dan mengatasi Changmin. Raut kesal dan geram terukir di wajah Se7en. Lain halnya dengan Rain yang termenung, seolah memikirkan sesuatu.

Ding.

Pintu lift terbuka dan Se7en masuk ke dalam. Pergi ke mana, hanya dia dan Tuhan yang tahu. Di saat yang bersamaan, Taecyeon keluar dari dalam lift. Keduanya saling melewati satu sama lain dan Se7en berbisik, ”Jangan lakukan hal yang akan kau sesali.” Taecyeon mengangguk perlahan. Se7en pun menghilang di dalam lift, meninggalkan Taecyeon untuk berjalan menuju ke kamarnya.

Melihat Rain yang berada di depan pintu, Taecyeon mengangguk perlahan sembari menyapa. Rain tidak menggubrisnya. Mantan head master itu tampak sedang memikirkan sesuatu dan tanpa membalas Taecyeon, dia pun berjalan menuju ke arah lift, membiarkan sang penjaga untuk melakukan tugasnya. Namja bertubuh tegap itu menghela nafas, seolah dapat menebak apa yang sedang terjadi. Dia kemudian mengetuk pintu kamar Se7en. Ketika ada suara ’Masuk’ dari dalam, perlahan diputarnya kenop pintu.

.

.

Ayo masuk ke dalam.

Bukankah tadi anda bilang ingin bertanya pada Changmin?

Setelah Taecyeon menyelesaikan urusannya dengan Changmin

Mungkin anda bisa menanyakan apa yang ingin anda tanyakan.

Kenapa?

Anda bertanya kenapa saya membantu anda?

Hahaha. Ah, tidak, tidak, lucu sekali.

Pertanyaan yang sudah lama tidak saya dengar.

Kenapa ya? Menurut anda kenapa?

Kenapa saya membantu anda? Kenapa anda dapat mengatakan saya membantu anda?

Hmm?

.

.

Hal pertama yang dilihat Taecyeon saat dia masuk adalah tubuh Changmin yang polos tak memakai apa-apa tengah duduk di ujung kasur. ”Jadi Dong Wook kesal?” tanya Changmin dengan sinis.

Taecyeon yang merasa ditanya hanya menjawab perlahan, ”Sepertinya Se7en-shi memang kelihatan marah tadi.”

Changmin yang tadi duduk membelakangi Taecyeon berdiri kemudian berputar untuk saling berhadapan. Mata sang penjaga membesar melihat tubuh Changmin yang penuh dengan tanda merah dan sedikit cambukan. ”Changmin,” bisiknya lirih.

Mendengar namanya dipanggil, Changmin hanya terkekeh. ”Seperti tidak biasa melihat apa yang dilakukan oleh Dong Wook saja kau, Taec.” Sang personal slave memutar badannya kembali untuk mengambil sejenis robe untuk menutupi tubuhnya. Karena letak lemari berada di belakangnya maka Changmin harus memutar badannya. Di saat ini, Taecyeon dapat melihat tetesan berwarna merah yang perlahan turun dari selangkangan Changmin. Satu hal yang dikagumi Taecyeon adalah Changmin masih tetap dapat terlihat tegar seolah tidak ada yang sakit. Padahal melihat darah yang terus mengalir keluar hingga mengeluarkan jejak, sepertinya Se7en bermain sangat kasar tadi.

”Ini hukumanku, kau tidak usah berpikir terlalu banyak,” ujar Changmin yang sudah memakai bath robe.

Taecyeon kemudian teringat dengan apa yang terjadi di balik pintu hitam. Se7en sudah jelas mengatakan bahwa tak ada yang boleh menyentuh personal slave-nya. Bahwa miliknya hanya miliknya. Dia hanya tidak mengerti, kenapa Changmin berbeda? Kenapa Se7en masih membiarkan namja yang ada di hadapannya ini tetap hidup meskipun sudah berkali-kali Changmin menyulut api kemarahan dari sang master?

”Kau hanya ingin menatapku saja?” tanya Changmin. Terlalu terhanyut dalam pikirannya, Taecyeon tidak menyadari bahwa jarak di antara keduanya sudah begitu dekat hingga dia dapat melihat garis wajah Changmin dari dekat. Penampilan memang bisa menipu, itu pikiran Taecyeon. Siapa yang menduga sosok berwajah polos seperti anak-anak di hadapannya ini menyimpan begitu banyak rahasia.

Perlahan, tangan kanan Changmin membelai pipi kiri Taecyeon. Gerakan seduktif yang dilakukan Changmin berkebalikan dengan wajahnya yang polos. Sebuah kontradiksi dan ironi kehidupan. ”Kenapa kau sangat ingin mencobai kematian, Changmin?” tanya Taecyeon dengan tegas. Setelah akhirnya dia berhasil menenangkan dirinya untuk tidak tergoda dalam bujukan namja di hadapannya.

Sang personal slave menarik tangannya kemudian terkekeh. ”Kita semua akan mati, Taecyeon, cepat atau lambat. Aku hanya ingin tahu seberapa lama malaikat pelindungku akan berhasil menunda kematianku,” jawab Changmin dengan riang.

Dalam sekejap, kedua badan mereka menyatu. Badan Changmin yang cukup tinggi sedikit miring hingga Taecyeon bisa menunduk untuk mendekatkan wajah mereka. Tangan kanan Taecyeon menarik tangan kiri Changmin dengan keras hingga mereka bisa berada di posisi mereka sekarang. Dada saling bersentuhan, mata saling bertatapan. ”Berhentilah mencobai malaikat pelindungmu. Kau tidak akan mau terus bermain api, Changmin.”

Seulas seringaian terukir di wajah Changmin. Bukannya ketakutan, dia malah kemudian mendekatkan wajah mereka. Lidahnya terjulur keluar untuk menjilati bibir Taecyeon. Bibirnya perlahan menyentuh bibir Taecyeon sebentar sebelum menuju pada daun telinga Taecyeon. ”Kita lihat siapa yang sedang bermain api, Taecyeon,” bisiknya pelan.

Keduanya saling bertatapan menembus dinding yang terbentuk di antara keduanya. ”Lepaskan aku, nanti Dong Wook lihat dan aku tidak mau dia marah lagi.”

Barulah dia teringat bahwa di ruangan itu ada kamera yang merekam. Bukankah itu berarti Se7en melihat keadaan mereka? Sepertinya dia harus  menghapus lagi bagian-bagian yang tidak dibutuhkan. Changmin yang telah terlepas dari genggamannya segera memunggunginya dan berjalan menuju ke arah pintu lain. ”Aku ingin mandi. Kau boleh pergi. Kalau Dara-noona sudah datang, tolong suruh dia ke sini. Sepertinya aku mulai sedikit terkena anemia.”

Sepertinya mata Changmin berhasil menghipnotis dirinya karena dalam sesaat dia lupa alasan dia berada di sana, merawat Changmin. Untung saja namja itu berhasil mengingatkannya lagi. Dia hanya mengangguk perlahan. ”Baiklah, apa kau perlu kubawakan aspirin?” tanya Taecyeon dengan tenang.

”Tidak perlu. Kau pergi saja, aku ingin sendiri,” tegas Changmin.

Anggukan diberikan Taecyeon sebelum dia benar-benar meninggalkan Changmin sendirian. Sendiri di ruangan ini membuat Changmin bisa melepas topengnya. Dirinya yang berdiri dengan tegar tadi kemudian terduduk di atas tanah, memeluk dirinya. Badannya bergetar hebat. Matanya terpancar rasa ketakutan. Sebuah memori seperti terlintas di dalam otaknya. Sesuatu yang sepertinya tidak ingin dia ingat.

Matanya membesar karena teror yang dimunculkan di dalam otaknya. Keringat terus bercucuran di wajahnya. Hingga akhirnya setetes cairan bening bergulir pelan dari matanya. Tak lama isak tangis pun terdengar. ”Kenapa…kenapa kau meninggalkanku, hyung?” bisiknya lirih. ”Kenapa…kenapa kau tak mengingatku?”

.

.

Sepertinya bukan saat yang tepat untuk bertanya pada Changmin ya?

Bagaimana kalau kita pergi untuk membiarkan dia sendiri?

Hmm.

Saya ingin mengikuti Alec sebenarnya. Rasa penasaran melingkupi saya.

Bagaimana dengan anda?

Mau ikut?

Baiklah kalau begitu.

Ayo!

.

.

Tampaknya Alec masih berada di ruangan Yunho.

Saya juga berpikir dia sudah menyusul ke ruangan Siwon.

Ada yang aneh rasanya.

Eh? Anda bertanya apa yang biasa dilakukan Alec tahun lalu pada hari ulang tahunnya?

Tidak ada.

Ya. Dia hanya datang dan menghabiskan waktu di ruangan Yunho.

Satu harian. Seperti ada sesuatu yang disembunyikan.

Dan entah kebetulan atau tidak, sehari sebelum ulang tahun Alec adalah hari di mana para personal slave masuk ke dalam pintu hitam.

Hahaha. Sebuah kebetulan yang mengerikan.

Saya tahu apa yang anda pikirkan. Alasan kenapa Minho tidak mengenal nama Alec, bukankah begitu?

Karena. Karena Alec tidak memperkenalkan dirinya sebagai Alec, entah sebagai siapa, tapi sepertinya Minho merasa kagum terhadap sosok Alec.

Singkatnya, dia membenci nama Alec karena apa yang dia dengar dan apa yang dia percayai, tapi saat bertemu sosok Alec tanpa tahu bahwa dia adalah Alec, Minho menghormatinya.

Itulah alasan kenapa Minho juga merasa kecewa dan kesal saat dia tahu bahwa ’Alec’ yang dia hormati adalah Alec yang dia benci.

Cukup rumit ya? Sepertinya ada rahasia sendiri kenapa Alec tidak mau menyebutkan namanya, entahlah, saya juga tidak tahu.

.

.

”Jadi sekarang seorang pengamat sudah bisa berkeliaran seenaknya, hmm?” Sebuah suara yang tak asing tertangkap oleh indera pendengaran anda. Perlahan anda memutar kepala anda menuju ke asal suara dan anda mendapati sosok TOP yang tengah tersenyum sinis kepada anda.

Di antara semua master, anda harus mengakui bahwa TOP yang memancarkan karisma yang membuat anda tunduk karena segan. Dia juga satu-satunya yang memancarkan aura yang sedikit ramah dibandingkan yang lain (termasuk Siwon, harus anda akui Siwon juga memiliki aura aneh yang membuat anda takut).

”TOP-shi.” Sang narator yang berdiri di samping anda mengangguk memberi hormat sementara anda sendiri masih membisu, tidak tahu harus berkata apa.

”Jadi, apa yang sedang kalian lakukan di sini? Kalian tahu bahwa Yunho tidak suka ada yang mengganggu pembicaraannya dengan Alec bukan?” tanya TOP lagi. Kali ini dengan suara tegas, namun masih terdengar keramahan yang tersembunyi di baliknya.

Anda bergidik ngeri saat dia berjalan menghampiri anda. Mungkin karena tatapan matanya yang tajam seolah ingin menembus anda. ”Omong-omong, di mana Taecyeon?” tanyanya pada sang narator.

”Tadi Se7en-shi memanggilnya untuk merawat Changmin kemudian setelah itu dia pergi. Mungkin sedang menjaga pintu bersama Taeyang atau di ruang rekaman, saya tidak tahu.”

”Oh begitu. Kalau begitu bisa carikan Taeyang untukku? Aku ada urusan dengannya, tapi aku tak bisa menemukannya. Aku tak keberatan untuk menjaga tamu kita untuk sesaat.”

Sang narator melirik anda sekilas. Terlihat keraguan yang terpancar di matanya namun tak lama sang narator kemudian menghela nafas. ”Baiklah, saya mohon TOP-shi.”

Anda mengamati TOP tersenyum puas, seperti berhasil mendapatkan sesuatu, dalam hal ini mungkin sesuatu itu adalah anda. Yang tidak diketahui adalah kenapa dia terlihat puas? Setelah narator pergi, TOP mengambil posisi berdiri di samping anda mengamati pintu Yunho di hadapan kalian. ”Jadi, kenapa kau mau masuk ke tempat ini?” tanyanya pada TOP. ”Dan pertanyaan yang lain mungkin, bagaimana kau tahu akan tempat ini?”

Tersentak kaget. Anda kemudian berpikir bahwa pertanyaan TOP ada benarnya. Kenapa anda bisa berada di tempat ini pada awalnya? Terutama, kenapa anda bisa mengetahui tempat ini? Hanya karena rasa penasaran, anda menebak alasan anda bisa berada di tempat ini. Namun, bagaimana anda bisa tahu? Jika benar tempat ini begitu rahasia, kenapa anda yang notabene seorang yang biasa bisa menemukan tempat ini?

”Sepertinya kau juga tidak tahu ya?” TOP tertawa pelan, bertolak belakang dengan wajah cool-nya. Harus anda akui bahka suara tawa yang dikeluarkan TOP terdengar begitu maskulin. ”Kenapa kau tidak segera keluar? Keluarlah selagi bisa, sebelum semuanya terlambat,” bisik TOP kali ini dengan lirih.

Anda dapat melihat ekspresi rindu yang terpancar di matanya. Tak bisa dipercaya bahwa TOP yang ada di hadapan anda adalah salah satu master di tempat ini. Dia memang terlihat –coret – mengerikan –coret – tapi itu hanya penampilan. Anda dapat merasakan kebaikan yang terpancar dari setiap tindakan dan perkataan yang dilontarkan namja itu.

”Saya…”

”Tidak bisa keluar bukan?” sela TOP. Anda terdiam dan terlihat berpikir. Tak berapa lama, anda mengangguk. Apa yang dikatakan TOP benar, anda seperti sudah terjerat oleh tempat ini, terikat oleh sebuah rantai yang tak terlihat. Suara kekehan TOP di samping anda membuata anda menoleh ke arahnya. Dia tertawa perlahan. Terdengar merdu di telinga anda, bagai seorang anak kecil, murni tak berdosa. ”Kau bukannya tidak bisa keluar, sayang, tapi tidak mau keluar,” tambahnya lagi.

Dengan itu dia menatap anda. Sebuah senyuman lembut terukir di wajahnya. Tangannya perlahan mengacak-acak kepala anda. ”Kau harus menemukan alasan yang tepat untuk menentukan pilihanmu, sayang, kau tidak akan mau tersesat dalam jalanmu sendiri,” ujarnya dengan lembut.

Suara pintu yang terbuka membuat anda berdua kembali pada posisi awal. Terlihat Alec keluar dari ruangan Yunho dengan tatapan yang sedikit tajam. Tak banyak bicara seperti biasa. Ketika matanya melihat ke arah anda, dapat terlihat ekspresi…kecewa? Tidak, anda mungkin salah lihat, mungkin itu adalah ekspresi kesal karena sekali lagi anda menganggu privasinya.

”Alec!” seru TOP seperti sahabat lama. Dia menepuk pundak Alec yang menghampiri kalian. ”Bagaimana kabarmu? Sepertinya baik-baik saja, eh?” Tidak ada jawaban dari Alec. Sebaliknya dia hanya menatap tajam ke arah TOP seolah tidak suka dengan perlakuan yang diberikan kepadanya. ”Dan, happy birthday. Semoga apa yang kau inginkan bisa terkabulkan.”

Anda tak mengerti kenapa anda terkejut dengan perkataan TOP, tapi itu yang dirasakan anda. Masih tidak percaya dengan pendengaran anda. TOP mengatakan hal itu seperti dia mendukung apa yang diinginkan oleh Alec. Berarti, TOP ada di pihak Alec? Sebenarnya anda tahu bahwa bukan itu pertanyaan yang tepat, melainkan apa yang diinginkan oleh Alec? ”Aku pergi,” jawab Alec singkat.

Benar-benar namja yang hemat bicara. Seolah jika bicara lebih dari yang diperlukan dia akan terkena bencana. ”Kau mau pergi ke mana?” tanya TOP lagi. Alec berhenti sejenak kemudian menatap TOP sekali lagi. Anda bingung kenapa TOP seolah bisa mengerti apa yang dikatakan Alec meskipun namja itu tak mengucapkan satu patah katapun. Apakah mungkin TOP bisa membaca pikiran seseorang? Karena TOP hanya tersenyum tipis dan menepuk pundak Alec sekali lagi. ”Semoga berhasil. Oh, and have a blast!”

Seruan terakhir yang keluar dari TOP bertepatan dengan terbukanya lift di belakang kalian. Alec berjalan masuk dan menatap ke arah kalian sesaat dan anda bersumpah bahwa Alec terlihat seperti ingin memakan anda hidup-hidup. Matanya mengatakan bahwa keberadaan anda di sini tidak diharapkan, tapi apa mau dikata? Sudah terlanjur masuk, tidak bisa keluar bukan?

”TOP-shi.” Suara sang narator membuyarkan pikiran anda. Sepertinya dia sudah datang membawa Taeyang yang terlihat berjalan di belakangnya.

“Sepertinya waktuku sudah habis ya? Senang berbicara denganmu,” ujarnya. Dia mengacak-acak rambut anda sekali sebelum menghampiri Taeyang. Keduanya kemudian terlibat dalam sebuah pembicaraan serius. Anda masih mengamati TOP hingga tak menyadari narator yang sudah menghampiri anda.

.

.

Maaf, sampai di mana kita tadi?

Apakah anda jadi untuk mengamati Alec?

Jadi? Baiklah.

Sepertinya tadi saya melihat lift berhenti di nomor…tujuh?

Aneh. Kenapa dia berhenti di ruangan Se7en-shi?

Ayo!

.

.

Ketukan di pintu satu kali terdengar disusul dengan terbukanya daun pintu yang ada di hadapan Alec. Tampillah sosok Changmin yang sudah memakai pakaian sederhana untuk menutupi tubuh sang personal slave, kaos putih dan celana beige selutut. Jika Changmin terkejut, dia berhasil menyembunyikan ekspresinya. Dia hanya menatap datar ke arah Alec seolah tidak peduli dengan keberadaan namja itu.

“Apa kau perlu kuizinkan untuk masuk atau kau ingin aku mengusirmu?” tanya Changmin memecahkan keheningan di antara mereka. Rambutnya yang basah sehabis mandi meneteskan air sedikit, membasahi muka dan sedikit baju pada bagian pundaknya.

Alec melangkah masuk, tentunya menghindari Changmin agar tidak menyakiti namja yang sebenarnya menutupi luka dengan baju itu. Sebelum menutup pintu, Changmin hanya menghela nafas panjang. Dia kemudian berbalik dan menatap punggung Alec.

Seperti biasa, namja yang hemat bicara itu hanya melihat ke sekeliling ruangan, seolah ingin mencari sesuatu. “Kamera ada di pojok kanan atas, jika itu yang kau cari, Alec,” ujar Changmin. Kakinya melangkah menuju kursi yang terletak di depan meja rias. Jangan kaget, bukankah wajar setiap ruangan memiliki meja rias? Walau dalam kasus ini, meja tersebut hanya digunakan untuk meletakkan barang daripada kegunaan aslinya.

“Jadi, apa yang kau inginkan, hmm?” tanya Changmin sembari melipatkan tangan di depan dadanya. Badannya bersandar pada meja rias yang berada di belakangnya. Matanya masih menatap Alec yang memunggunginya. “Bisu seperti biasa?”

“Pergi, jika kau mau,” gumam Alec. Dia memutar badannya perlahan sementara Changmin mengangkat kedua alisnya. Meski terpotong-potong, Changmin dapat mengambil kesimpulan apa yang sebenarnya dikatakan Alec. Dia kemudian menatap tajam ke arah namja yang masih terdiam itu.

“Yunho tidak akan membiarkanku pergi, Alec,” desis Changmin. Tak peduli meskipun namja di hadapannya sebenarnya lebih tua darinya. Tidak ada rasa hormat yang ditunjukkannya sama sekali. “Dan bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku tak akan pergi.”

“Kau sudah membunuhnya,” sela Alec. Sebuah keajaiban ketika namja itu akhirnya mulai membuka suaranya.

Changmin mengangkat kedua bahunya seolah tak peduli dengan apa yang dikatakan kepadanya. “Lantas?”

“Tujuanmu sudah selesai. Aku sudah membantumu sampai di sini.”

“Wow, kau mengucapkan lebih dari satu kalimat akhirnya, apakah aku harus bertepuk tangan?” ucap Changmin secara sarkasme yang dibalas dengan tatapan tajam dari Alec. “Aku pergi atau tidak bukan urusanmu, kau urusi saja Siwon seperti yang kau mau.”

“Membunuh tidak akan menyelesaikan masalah.”

Mendengar hal ini, Changmin menyeringai. Dia yang tadinya sedikit mengalihkan pandangan dari Alec kemudian berhadapan langsung dengan sang namja. “Kata orang yang sudah membunuh 4 orang, eh? Atau mungkin lebih? Katakan Alec, kau mau melakukan apa saja demi mereka bukan?” tanya Changmin yang hanya dijawab oleh keheningan. “Dan aku juga akan melakukan apapun yang diperlukan untuk menyelamatkan hyung-ku dari tempat ini.”

Hening kemudian menemani keduanya. Dua otak yang keras dan tak ingin mengalah, saling mempertahankan pendapatnya masing-masing. “Baiklah,” ujar Alec. Dia kemudian melihat Changmin sekali lagi. Tangannya kemudian meraih sesuatu yang terdapat di kantong celananya, mengeluarkan sesuatu dari dalamnya. Changmin yang berada di tempat yang agak jauh, hanya bisa memincingkan mata untuk melihat garis besar barang yang dikeluarkan.

Sesuatu itu berbentuk kotak kecil, entah apa Changmin tidak tahu, tapi sepertinya Changmin dapat mengambil kesimpulan. “Kau boleh mengambilnya Alec, aku tak akan menggunakannya,” gumam Changmin.

“Kau akan menggunakannya.” Sebuah pernyataan terlontar dari mulut Alec. Keyakinan yang biasa dipancarkan oleh namja itu semakin ditegaskan membuat Changmin hanya bisa mengangkat kedua bahunya.

“Aku tak mengerti kenapa kalian semua terobsesi dengan veronal. Itu tidak lebih dari obat biasa bukan?”

Alec tidak menjawab, melainkan hanya melangkah menuju ke arah pintu melewati Changmin. Langkahnya terhenti persis di depan pintu ketika dia kemudian berkata, “Pergilah sebelum terlambat. Sendiri lebih baik daripada tidak sama sekali.”

Blam.

Helaan nafas terdengar dari sang personal slave yang sudah berdiri dan melangkah menuju ke ujung ranjang, tempat Alec meletakkan barangnya tadi. Dia membuka kotak tersebut. Apa yang ada di baliknya membuat matanya membesar karena terkejut. Tangannya bergetar saat perlahan mengambil apa yang ada di dalam kotak tersebut.

Cincin.

Sebuah cincin terbuat dari emas putih dengan batu kristal di tengah. Yang membuat Changmin terisak mendadak adalah apa yang terukir di bagian dalam cincin tersebut.

Jung Changmin.

.

.

Sepertinya kita melihat sesuatu yang tidak seharusnya kita lihat ya?

Jangan melihat saya seperti itu.

Sungguh, saya sendiri tidak tahu apa arti marga ‘Jung’ tersebut

Entahlah, mungkin bisa berarti Changmin adalah adik Yunho

Atau mungkin tak lebih dari sebuah kebetulan belaka.

Eh? Anda mau mengikuti Alec?

Baiklah, ayo.

Mungkin anda bisa bertanya pada Changmin besok

Atau mungkin nanti agak malam, yah, setelah semuanya lebih baik.

.

.

“Tidak jadi menemui Kibum?” tanya Yunho pada sosok yang baru saja memasuki ruangannya.

Sosok yang bernama Alec itu tak menjawab, hanya berjalan mendekati meja Yunho dan duduk di kursi di seberang sang headmaster. “Perlukah?” tanya Alec.

Yunho terdiam dan mengamati sosok namja yang ada di hadapannya. Sekilas, mungkin orang menganggap Alec tak lebih dari namja yang dingin dan tak bisa bersosialisasi, tapi Yunho tahu lebih daripada itu. Walau mungkin bagian kedua tidak sepenuhnya salah. Yunho tidak mengerti kenapa Taecyeon bisa bersahabat dengan Alec dan bagaimana namja itu bisa bertahan terhadap namja hemat bicara seperti ini.

“Terserah kau saja,” ujar Yunho sembari mengangkat kedua bahunya. “Bukankah kau yang sedari tadi memohon untuk bertemu dengannya. Kau orang yang aneh,” desis sang head master. Terdengar nada kesal di baliknya. Tentu saja. Siapa yang tidak? Ketika sedari tadi namja yang di hadapannya ini mendesak untuk bertemu dengan Kibum bahkan sampai mengancamnya dan setelah diberikan izin, malah tidak melakukan apa-apa? Yunho tidak suka dipermainkan, terlebih lagi dengan seseorang yang sudah menghabiskan waktunya.

“Aku tak mempermainkanmu,” ujar Alec seolah bisa membaca pikiran Yunho.

Helaan nafas kemudian keluar dari Yunho. Memejamkan matanya sebentar untuk menenangkan diri sebelum kemudian melabrak Alec. “Dengan mengancamku untuk bertemu Kibum dan begitu kuizinkan, kau tidak jadi menemuinya? Bahkan kau bertanya tentang perlukah? Oh iya, aku tak marah, sama sekali tak marah, Alec!”

Alec harus mengakui bahwa Yunho termasuk salah satu orang yang cukup mengerikan ketika marah, tapi sayangnya dia sudah mengetahui apa kengerian itu sendiri. Kemarahan Yunho bukan salah satunya. Dan Alec harus memuji kemampuan Yunho untuk mengendalikan diri. Setidaknya namja itu tidak melempar pen yang digenggamnya kepada Alec. Oh, Alec tahu seberapa tepat Yunho dapat melempar sesuatu dan dia tidak mau mengujinya. Tidak.

“Tidak Yunho, kau salah, maksudku adalah perlukah aku menemuinya sekarang?” jelas Alec. Sepertinya dia harus belajar untuk mengucapkan sesuatu secara lengkap.

“Kau kira semua orang seperti dirimu yang seolah dapat membaca pikiran orang lain? Atau seperti Taecyeon yang dapat mengetahui isi hatimu walau kau tak banyak bicara, ha? Tidak, Alec! Tidak! Kau harus tahu bahwa di dunia ini tidak semua seperti kau duga. Kau pikir aku tahu apa maksudmu? Aish, kenapa ada orang seperti dirimu di dunia ini?” gumam Yunho. Dia menutup mata dengan tangan kanannya karena frustasi menghadapi namja yang ada di hadapannya.

Bukannya meminta maaf atau merasa bersalah, Alec hanya terdiam dengan ekspresi kosongnya seolah apa yang diucapkan Yunho hanya angin lalu. “Terserah kau saja, tapi ingat, kau harus segera pergi sebelum jam 7 malam. Aku tidak mau kau berkeliaran di sini saat malam hari,” ancam Yunho.

Alec tak menjawab, namun kali ini Yunho tahu bahwa namja itu mengerti maksud dari ancaman Yunho. Berada di tempat ini saat malam hari bukan hal yang diinginkan oleh Alec juga. Itulah salah satu alasan kenapa dia keluar dari tempat ini. “Kau tahu? Kau itu aneh. Kau bisa keluar dan mendapat kebebasan yang kau inginkan, tapi kenapa tidak kau raih kebebasan itu?”

Sebuah senyuman sinis kemudian terukir di wajah Alec. Sesuatu yang bisa dikatakan langka bagi Yunho. Namun senyuman itu seolah mengejek dirinya. “Kebebasan yang terikat maksudmu?” balas Alec.

“Setidaknya kau tak perlu terkurung di tempat ini, Alec,” bisik Yunho.

“Secara harafiah, tidak, tapi secara mental, kau tidak tahu, Yunho.” Bisa dikatakan ini kali pertama setelah sekian lama Yunho mulai mengerti kembali pribadi Alec. Setelah lama tak saling bertemu dan berkomunikasi, Yunho hampir lupa dengan sosok asli Alec sebenarnya.

Dia mengerti maksud perkataan Alec. Memang secara fisik, namja itu tak terkurung di tempat ini, tapi memori yang tercipta dan terukir dalam ingatannya tak akan bisa dilupakan begitu saja. Bagai rantai tak terlihat yang mengikat semuanya. Yunho pun demikian. Bisa saja sebenarnya dia keluar, tapi pertanyaannya, untuk apa? Untuk siapa? Toh di luar sana tak ada yang menunggunya. Tapi di sini, di sini dia bisa melindungi apa yang berharga baginya, mendapatkan apa yang dia inginkan. “Ya, kau benar,” ujar Yunho. “Tapi kau tidak mempunyai tanggung jawab lagi, Alec. Beban yang kau tanggung sudah terlepas. Sekarang adalah giliran Siwon untuk menanggungnya dan memecahkan masalahnya sendiri.”

Alec menggelengkan kepalanya perlahan, tidak setuju dengan perkataan Yunho. “Jika itu dia yang memulai, aku tak keberatan. Tapi ini bukan sepenuhnya dia yang memulai.”

Yunho menghela nafas panjang. “Memang, tapi sampai kapan kau akan terikat masa lalu? Tidakkah cukup pengorbanan yang sudah kau lakukan? Kau membuat dirimu sebagai tokoh antagonis di sini, padahal bukan seperti itu yang terlihat.”

“Tidak ada antagonis atau protagonis dalam kehidupan, Yunho. Yang adalah hanya perbedaan pendapat.”

Tahu bahwa tak ada gunanya berargumen dengan namja yang ada di hadapannya, Yunho hanya menggelengkan kepalanya. Dia memutuskan untuk melanjutkan mengecek dokumen yang ada di hadapannya, mengabaikan namja yang ada di seberangnya yang pikirannya entah ke mana. “Hei, aku belum pernah mengucapkan ini sebelumnya, tapi terima kasih,” bisik Alec.

Yunho mengangguk, tanda bahwa dia tahu untuk apa ucapan terima kasih yang terlontar dari Alec. Dia hanya tidak mau merespon, tahu bahwa hal itu hanya akan membuat keduanya mengingat kenangan masa lalu yang tidak ingin mereka gali.

.

.

Suara teriakan.

Sepertinya berasal dari lantai 3.

Ayo kita lihat!

.

.

Ctar. Ctar.

Suara cambukan diiringi dengan teriakan kesal dari namja yang sedang melempar cambuk itu menggema di ruangan. Sementara namja yang menjadi korban berada pada posisi merangkak di atas kasur. Mulutnya diikat dengan kain yang sudah basah oleh air liurnya. Rintihan keluar dari bibirnya. Cairan merah sudah sedikit menghiasi kain yang mengikat bibirnya tersebut. Begitu sakit dan ingin mengekspresikannya, tapi tak bisa karena dia tahu hal ini akan meningkatkan amarah dari orang yang berdiri di atasnya sekarang.

Amarah sedang menguasai Minho. Kekesalan menggelapkan mata dan perasaannya. Tak peduli meskipun baru semalam dia melukai Taemin, sekarang dia membutuhkan sesuatu untuk melampiaskan emosinya. Berdiri sembari melihat punggung Taemin yang penuh luka merah semakin meningkatkan libido Minho. Tubuh polos Taemin yang penuh luka membuat sang personal slave susah untuk mempertahankan posisinya. Akibatnya tangan yang tadi menopang badannya sekarang terlentang sehingga dia berada pada posisi menungging dengan pantat terangkat ke atas di depan Minho.

Tanpa persiapan, tanpa aba-aba, Minho langsung memasukkan vibrator pada ukuran maksimum ke dalam hole Taemin. “NGGHH!” erang Taemin di sela ikatannya. Tubuhnya seolah terbagi dua. Begitu menyakitkan, tapi dia tahu jika dia mengeluh lebih dari ini, Minho tidak akan membiarkannya. Alasan Minho menutup mulutnya juga agar dia tidak mengucapkan safe word untuk menghentikan permainan. Dia benar-benar membutuhkan pelampiasan dan Taemin adalah orang yang tepat.

Bitch!” serunya sambil melancarkan satu cambukan lagi pada pantant Taemin.

Hal itu menyebabkan dinding Taemin menyempit sehingga vibrator yang dimasukkan sedikit terdorong keluar. Melihat hal itu, Minho merasa geram, dia memaksakan vibrator tersebut untuk masuk dengan tangan kirinya. Sementara tangan kanannya sudah melemparkan cambuk yang dia genggam entah ke mana. “Urngh…nghh,” erang Taemin.

Wajah sang personal slave sudah basah, entah karena keringat atau air mata. Tubuh Taemin sendiri sudah basah seolah baru keluar dari kamar mandi. Ingin sekali berteriak, memberitahukan pada dunia bahwa ini begitu menyakitkan. “Diam kau! Pelacur sialan!” seru Minho. Dia menjambak rambut Taemin dengan kasar sehingga badan depan Taemin sedikit terangkat ke atas. Dia mendesis pelan di telinga Taemin. “Bukankah ini yang kau inginkan, hmm?” Lidah Minho terjulur keluar, menjilati pipi Taemin yang basah.

“Jawab aku!” Minho menjambak rambut Taemin dengan kasar sehingga sekarang ada sedikit jarak di antara keduanya. Tatapan tajam Minho tidak terlewatkan oleh Taemin yang akhirnya mengangguk pelan karena tak ingin membuat amarah Minho semakin bertambah.

Minho menyeringai puas dengan jawaban Taemin. “Baiklah, karena kau sudah jadi anak baik, sekarang aku akan lepaskan tali ini, ah, tapi kalau kau berani mengucapkan safe word mu sekarang, kau akan tahu apa yang akan terjadi berikutnya, eh?” ancam Minho.

Taemin mengangguk perlahan. Setidaknya dia bisa berteriak, daripada harus menggigit bibirnya sampai luka. Meskipun dia ingin sekali mengucapkan safe word, tapi dia tahu kalau itu dilakukannya Minho pasti akan marah. Inilah alasan kenapa para personal slave jarang mengucapkan safe word mereka. Safe word bagaikan buah simalakama. Tidak diucapkan, bisa berakibat fatal begitu pula sebaliknya. Mengucapkan safe word juga melukai harga diri mereka. Seolah mereka tidak bisa memuaskan sang master dan lebih mementingkan diri mereka sendiri. Sebagai personal slave, mereka harus mendahulukan kepuasan sang master daripada dirinya.

“Dan jika kau keluar sebelum diriku, kau tahu apa akibatnya, bukan Tae?” bisik Minho dengan nada ancaman. Taemin mengangguk perlahan. “JAWAB AKU!”

“N…ne…master,” bisik Taemin. Merasa puas dengan jawaban Taemin, Minho mulai melakukan aksinya. Dia mengembalikan posisi Taemin seperti tadi, menungging.

Kepala Taemin sekarang menempel di atas bantal karena tangannya masih tidak bertenanga. “Aku ingin kau berteriak seperti pelacur yang baik, kau mengerti?” ancam Minho yang sedang membuka resleting celananya.

“Ne…master,” jawab Taemin dengan gemetar. Dia mencengkram sprei kasur dengan erat, takut dengan apa yang akan menghampirinya.

Detik berikutnya dia dapat merasakannya ketika Minho memasuki dirinya dengan kasar bersama dengan vibrator yang masih berdiam di dalam dirinya. Double penetration begitu menyakitkan membuat dia berteriak sekencang yang dia bisa.

Minho? Master yang satu itu tersenyum puas, merasa memiliki kendali atas namja yang berteriak kesakitan di bawahnya. Seruan dari Taemin bagaikan karya seni yang berhasil dia buat. Sebuah kebanggaan dan kepuasan dari dalam dirinya. Dia memajukan dan memundurkan miliknya berkali-kali dengan kasar. Friksi dari dinding Taemin yang sempit dan vibrator yang ada di dalam membuat miliknya semakin membesar.

“Urgh…ketat sekali, lebarkan!” seru Minho.

Plak. Dia menampar kedua belah pantat milik sang personal slave dengan kasar. Berkali-kali untuk menemani tanda merah yang sudah tercipta di sana. “Mana suaramu? Huh? Aku membuka mulutmu agar kau bersuara, bukan bisu seperti ini!” serunya lagi.

Taemin hanya bisa mengerang. Pikirannya terlalu kalut untuk menjawab permintaan Minho. Dia juga tidak tahu apa yang harus dia ucapkan. Rasanya begitu sakit. Tidak mungkin dia meneriakkan Minho untuk berhenti bukan? Bisa dihabisi dia pada kali berikutnya. “Mana suaramu?!” seru Minho lagi.

Karena takut amarah Minho semakin meledak, Taemin akhirnya menggigit bibir bawahnya sembari mengerang. ”De…deeper…master…ahh…

“Katakan kalau kau suka milikku, bagaimana kau menginginkannya!”

Air mata Taemin semakin keluar. Bukan hanya badannya yang sakit tapi juga harga dirinya. “Ah…iya…I love it…ah…aku suka sekali…so big…ah…”

Semakin Taemin mengucapkannya, semakin harga diri yang tersisa oleh personal slave itu semakin diruntuhkan. Sebaliknya, rasa percaya diri Minho semakin bertambah. “Kau memang pelacur,” desis Minho.

“Iya…ahh…aku pelacurmu…master…ah…”

“Jangan keluar sebelum aku, ingat itu, tugasmu untuk memuaskanmu.” Taemin mengerang karena dapat dirasakan bahwa miliknya semakin membesar dan akan keluar, tapi dia harus bertahan. Minho sengaja tidak memasang apapun karena ingin mengujinya dan dia tidak boleh kalah dari ujian ini. Berusaha agar Minho bisa keluar lebih dulu, Taemin mulai menyempitkan miliknya, membantu memberikan friksi pada milik Minho.

Erangan frustasi dari Minho cukup membuat Taemin merasa bangga akan dirinya. Karena berarti sebentar lagi Minho akan mencapai klimaks dan tandanya dia juga bisa keluar. Taemin mungkin bukan masokis, tapi untuk melayani Minho, dia harus mengalaminya. “Fuck!”

Seruan terakhir dari Minho menandakan bahwa dia telah mencapai klimaks. Dikeluarkannya cairan putih miliknya di dalam dinding Taemin. Sesaat setelah dia keluar, Taemin juga mengalami hal yang sama. Cairan putih keluar dari milik Taemin membasahi sprei kasur. Karena kelelahan Taemin kemudian pingsan, memejamkan matanya. Badannya jatuh seketika ke atas tempat tidur.

Minho mengeluarkan miliknya secara perlahan. Setidaknya dia masih mempunyai hati untuk tidak mengganggu istirahat Taemin. Dia memasang kembali resletingnya dan kemudian melihat Taemin untuk terakhir kali sebelum dia keluar berpesan pada Taecyeon untuk membawa Dara mengecek Taemin jika yeojya itu sudah datang.

.

.

Saya tak bisa berkata apa-apa.

Kasihan Taemin.

Anda sepertinya sudah mulai mengerti ya?

Mereka, para master, merasa capek dengan dunia mereka di luar.

Di sini, mereka bisa menjadi orang lain.

Mungkin di luar, mereka menjadi seseorang yang tak bisa tak mematuhi peraturan.

Tapi di sini, di sini tidak ada aturan selain dari yang mereka ciptakan.

Di sini, mereka bisa memegang kendali.

Jam 6 ya? Mungkin sekarang Alec sudah berada di kamar Kibum.

Ayo kita lihat.

.

.

Langkah kaki Alec membawanya ke lantai 4 dan bukan lantai 6, tempat Siwon tinggal. Mungkin karena dia tahu bahwa di lantai 4 ini dia akan dapat menemui Kibum. Dan tebakan atau pikirannya tepat. Kibum adalah satu-satunya slave yang sudah berada di lantai ini. Akhirnya keduanya bisa saling bertatap muka pada hari ini.

Kibum tersenyum tipis, seolah mengejek kehadiran Alec yang bisa dia tebak. Mereka saling bertatapan dalam keheningan hingga akhirnya Kibum memutuskan untuk mengakhirinya. “Atas dasar apa aku mendapat kehormatan ini, eh?” tanya Kibum dengan sarkasme.

Sekali lagi tak ada jawaban dari Alec. Dia hanya bersandar pada dinding di samping pintu. Kibum sendiri sedang terduduk di kasur yang berada di depan, mengawasi Alec dengan matanya yang datar. “Kalau kau tidak mau bicara, keluarlah, aku ingin istirahat,” bisik Kibum.

“Pergilah,” ujar Alec. Lucu. Satu kata ini terus dia ulang bagaikan kaset rusak. Padahal ini hari ulang tahunnya, tapi dia malah menyuruh orang untuk pergi, ke mana, dia sendiri tidak tahu. Yang jelas, dari tempat ini.

“Kau tahu aku tidak bisa,” bisik Kibum. “Kau membunuh mereka, sekarang aku tahu kenapa Siwon bersikeras menyalahkan dirinya.”

Alec hanya terdiam, membiarkan Kibum mengeluarkan argumennya. “Aku benci dengan kalian berdua. Jika bukan karena kalian, aku dapat hidup tenang dengan adikku, dan aku tak akan berada di sini.”

“Karena itu pergilah,” lanjut Alec.

Kibum menggelengkan kepalanya. “Kau tahu tidak semudah itu meninggalkan tempat ini Alec. Kau lupa? Bagaimana akhirnya kau bisa bebas keluar dari tempat ini, eh?”

Jika Alec terkejut, dia berhasil menyembunyikannya dengan baik atau dia sudah yakin bahwa Kibum adalah namja cerdas yang dapat mengetahui apa yang dia sembunyikan. Mungkin karena pada dasarnya, mereka memiliki watak yang sedikit sama. Dingin namun akan melakukan apapun untuk orang yang mereka sayangi. “Aku tahu apa yang kau pikirkan. Kau ingin mencoba untuk menyelamatkan Siwon bukan? Setelah kau yang pertama membuat dia terikat di tempat ini,” desis Kibum.

“Kibum,” gumam Alec. Terlihat bahwa dia seperti kecapekan. Ya, terlalu banyak hal yang harus dia kerjakan, terlalu banyak rahasia yang disembunyikan, dan hanya dia sendiri yang menanggung semuanya.

“Dosa kita terlalu berat, Alec. Aku tak akan keluar dari tempat ini. Tidak akan bisa. Kau pikir aku bisa keluar melanjutkan diri menjadi seorang pengacara setelah tahu bahwa aku telah membunuh? Telah merusak diriku sendiri? Aku bahkan tidak tahu apakah tubuh ini milikku atau Kyu,” bisiknya lirih.

Apa yang diucapkan Kibum benar. Dia sendiri tidak tahu siapa yang sesungguhnya selamat. Yang dia tahu adalah dia dan Kyuhyun tinggal dalam satu tubuh. Itu saja sudah cukup untuk menghiburnya, meskipun dia tahu bahwa itu tidak sepenuhnya berguna. “Kita tidak bisa pergi.” Kita yang dimaksud Kibum di sini entah ditujukan untuk siapa. Untuk dirinya dan Kyuhyun? Atau Alec dan dirinya?

Hanya keheningan yang tahu apa yang sedang ada di dalam otak mereka. Setelah terdiam cukup lama, Alec akhirnya menghela nafas panjang, tanda bahwa dia benar-benar seperti orang linglung. Jika ada satu orang yang akan menghalangi keinginannya, itu adalah Kibum. Namun dia juga tahu, jika ada orang yang dapat membantunya, itu adalah Kibum. Karena keduanya tahu bahwa mereka bagaikan kutub bertolak belakang yang saling tarik menarik. “Kalau itu keputusanmu,” bisik Alec.

Kibum menatapnya lirih sementara ekspresi datar terukir di wajah Alec. Dua topeng yang berbeda, namun memiliki satu sisi yang sama. “Selamat tinggal Alec. Aku harap aku tak harus bertemu denganmu lagi,” ujar Kibum lirih.

“Masa depan tak ada yang tahu,” balas Alec. Dia berbalik sehingga memunggungi Kibum, tak ingin berada di tempat ini lebih lama lagi. Tempat yang memberikan kenangan tak terlupakan.

“Semoga kau berhasil,” bisik Kibum lirih. Bisikan yang cukup keras hingga sampai di telinga Alec. Tak menjawab, Alec hanya berjalan keluar dan membuka pintu. Menutupnya dengan perlahan meninggalkan Kibum yang langsung terbaring di atas kasur menatap ke arah langit-langit.

Seulas senyuman tipis terukir di wajahnya. “Semoga berhasil, hahaha, kau memang bodoh, Kibum,” bisiknya disertai tawa mengerikan. Ruangan yang tadinya sepi itu kemudian dipenuhi dengan tawanya yang aneh. Tawa yang kemudian disusul oleh suara isak tangisnya.

.

.

Sepertinya Alec benar-benar sudah pergi.

Hmm. Jam segini semestinya Dara sudah datang.

Ayo kita tunggu di depan.

Kalau dia sudah mengobati Changmin, anda boleh segera menanyai Changmin.

Ah, Dara-shi, selamat datang.

Ne, Changmin ada di kamar Se7en-shi.

Mari saya antarkan.

Eh? Dia? Dia ini tamu kita, Dara-shi. Hahaha.

Ayo.

Sepertinya kali ini saya tidak memberikan anda pilihan dulu ya?

Karena anda belum puas sepertinya.

Baiklah, kita akan bertanya dulu pada Changmin, baru setelah itu kita tentukan langkah selanjutnya.

Tidak, tidak apa-apa, Dara-shi.

Mari kita segera ke kamar Se7en-shi sekarang

.

.

eL-ch4n

presents

“Expect the Unexpected”

02.12.2012

.

.

A/N:

Annyeong semua ^^v

Karena banyak yang vote buat Changmin, maka chapter berikutnya, narator akan mengantarkan kalian untuk bertanya padanya 😀

Silakan pikirkan satu pertanyaan yang ingin kalian ajukan. Jika semuanya menarik dan memungkinkan untuk dijawab, akan dimasukkan dalam chap berikutnya XDD

Well, pilihlah pertanyaan yang tepat ne *wink*

Oke. Saya belum sempat balas review, tapi saya sudah baca karena buat hitung voting jadi kali ini sempat tulis thanks to XD #plak #abaikan

Nanti klo udah selesai nyetir akan saya balas deh. Kkk. Ini juga lagi balasin satu2 –a

See you at next chapter 😉

.

Changmin (15)

Taemin (12)

Sandara (4)

Daesung (2)

Minzy (1)

.

Thanks to:

Lil’cute Bear | gyumin137 | puzzpitjewelforever | MiRuu | dyah_purnama | Min Yeon Rin | Jung Hye Ra | muttiaraIsn | Mcovira | Eunhae | chima | mallashinki | RetnoMyaniezasia | Fujoshipper | Enno KimLee | Shofi Cassiopeia |Shin’s luckyfer | rani1208 | ocha | Eun luvGD | nami asuma | rizky rosa | jeje86 | Tere Magel | itakyuulover | Minhorny | Kimchi | revi_killian | MISS | kurin | mintminhyo94line | Ttal | niyalaw | kitty ai-chan | lipminnie | Martha YunJae501 | firalau | sooki mbleastriples | Nukky | ceekuchiki |  pepper desu | wonie | elfcloud3424 | Lee Hyuna | aichan mochizuki | NIel | YunJani | EJ_96 | Ryeo-na |ChoiMinho’s | zoe_kyu | Ryuichi Zu | Kia

.

.

Sampai kita berjumpa lagi pada kali berikutnya

Semoga anda memiliki hari yang memuaskan

Pikirkan pertanyaan yang tepat

Karena dengna pertanyaan yang tepat, anda akan mendapatkan jawaban yang benar

.

.

Last, review 😉

_Verzeihen

PS: Mungkin NC tidak HARD ya? Soalny saya masih mempertimbangkan beberapa faktor, tapi setelah saya yakin, mungkin NC berikutnya akan saya usahakan lebih terasa BDSMnya 😀 ^^ #plak

Advertisements

46 responses to “Chapter 11 – Expect the Unexpected

  1. hmm…
    Zu mau tanya ke Changmin, kenapa dia bisa lebih dekat sama Jiyong daripada Jaejoong? ._.
    teruss… kok dia bisa betah sama Se7en? kan kalo dia udah bosan hidup tinggal ambil pisau atau sejenisnya buat bunuh diri .-.
    udah segitu deh El…
    update ASAP yaa???
    .
    salam manis,
    Zu 🙂

  2. Pertama, aku ingin memberi pertanyaan pd Changmin, apa hubungannya dg Yunho? Bnrkah Yunho itu hyung-nya yg selama ini dia lindungi? Yg dia ingin selamatkan??
    Tp sepertinya hubungan kakak adik saja terlalu berlebihan bila diukir di cincin, kecuali, kalau dulu, Changmin dan Yunho adlh sepasang kekasih??

    Huh, jd Se7en dan Rain itu kakak adik? Mereka saling mencintai pula. Sptnya di slave day ada beberapa pasangan incest. Seingatku Jaejoong jg. Tp aku lupa, adik Jaejoong itu siapa #plakk
    Seharusnya Rain bisa dong ya mengeluarkan Se7en dr sana, tp entah aku jg masih bingung~

    Apa sih sbnrnya hubungan Changmin-Taec?
    Knp Changmin memanggil Taec sbg malaikat pelindungnya?
    Agaknya setiap orng, baik slave maupun master, berusaha melindungi sesorang yg berbeda di dlm sana.

    Alec? Sbnrnya siapa Alec? Penasaran krn dia begitu dkt dg Changmin, Kibum, Yunho, dan sptnya smua yg ada di sana.
    Jgn2 kita smua udh mengenal Alec, hanya saja dg nama yg berbeda. Spt kekecewaan Minho ketika mengetahui Alec itu siapa..

    Dan yah, Minho kesal krn apa lg coba?
    BDSM-nya mnrtku udh sadis kok eL, ngebayangin Taem di-double penetrasi aja udh miris. Ditambah cambukan2 itu.
    Dan deskripsi ttng betapa rendahnya para slave di dpn masternya. Itu sudah membuat miris fisik maupun mental.

    SD memang gak mengecewakan, walau lama apdetnya, cuma skali apdet, lngsung misteri bermunculan kembali. Jd smakin menarik, smakin nambah greget, kkk 😀

  3. Aku mau tanya sama Onnie, otak Onnie itu terbuat dari apa? Kenapa bisa membuat FF serumit dan penuh misteri seperti ini?
    satu yang mengganjal di otakku, seprtinya tuh tempat menyimpan sejuta rahasia yang membuat penghuninya enggan pergi dari sana….
    Jung Changmin? Adiknya Yunppa, kah?
    Kalau aku punya sepuluh jempol aku kasih semua deh buat Onnie….
    Changminie Oppa siapa yang ingin kau keluarkan dari tempat itu?!

  4. Hmm, its awsome.. 🙂
    Saya senang jika cerita ini membawakan alurnya pada Se7Min atau GTOP. XD
    Saya mulai mengerti kondisi yang dialami oleh Changmin, tapi kenapa muncul lagi suatu rahasia yang ada pada diri Changmin?!
    Argh, Author-ssi Anda membuat Saya gregetan~
    Baik, aku akan mengajukan pertanyaan kepada Changmin sbg seorang pengamat. #Hehehe
    1. Masa lalu Changmin dengan Alec
    2. Siapa Hyung yang dimaksud Changmin, dan
    3. Kenapa lebih memilih bermain dengan Taecyeon, bukan Taaeyang
    Duh, tunggu dulu.. setelah saya pikirkan kembali pertanyaan di atas- Sepertinya pertanyaan tersebut lebih bertanya kepada Anda (Sang Author nya) yaa?! (–“)
    Hahaha, tapi biarlah.. #loh?!
    toh, memang itu pertanyaan yang mengganjal di pikiran saya.. 😛
    Oke, cukup sekian.. Dan Saya ucapkan terima kasih atas karya yang mengagumkan ini..
    Fighting~ ^_^

  5. Gak bisa komen apapun…. Ff yg tlah lama dtunggu akhirnya~~
    Pokoknya klo resya mah terima apapun klanjutannya nnti awww~ kangen Bdsm-nya eL-shi…. -////-

  6. Chinguuu, tega ny dirimu nge buat aku penasaran lagii!!! U.U

    Pertanyaan aku bwt si changmin cman, sbnar ny ap tujuan hidup dy yg lengkap, dan jelas, hehehe,

    Bwt yg cincin ‘jung changmin’ itu, ntah knpa feel aku ttep jaejae hyung ny min, trus yunho suami ny changmin, hahahaha, tpi bs jg yun hyung ny min klo chingu bwt gtu, hehehe, *peace,

    Trus trus ad ap itu dg se7en and rain??

    Aku ska bgt dg konsep ff chingu ini, yg pake pengamat sm narator, hehe,
    Trus ska bget wktu bagian yg akhir ny min nangis sendirian, asli tmbh penasaran sm tergila-gila sm min 😀

    as always, chingu slalu daebak, dr ngebuat org penasaran smpe nge buat ff ny, pkok nu daebak!!! 😀

  7. aku geli masa ngebayangin rain ciuman sama se7en –” …. Jung changmin? waduh ada apa ini sebenernya, kenapa semakin banyak rahasia yg mulai terungkap… ih minho tuh master yg paling ga punya hati aku rasa *pukul minho*

    kibum~ah aku pun bingung siapa yg sebenarnya ada ditubuh mu –” …. Pas bagian TOP tadi ngeri sendiri baca’a seolah-olah dia ada disamping kita hehe…

    Keep writing author 🙂

  8. klo q bca fic ini, bnr2 trkras hbs otkq bt b’fkr….
    hbs prmaslhny bnr2 rmt, trllu bnyk rhsia bgmn akhry g da yg bs nbak kcli authory sndr he he…..

  9. aku mau tnya sma minnie..sebenernya ada hubungan apa antara minnie,alec.sma ‘Jung’..
    ada hubunganya juga sma yunpa kah???

    dsni misterinya kaya mulai ada titik terang ne…
    makin penasaran sma minnie, alec, yunpa, taecyon, siwon sma kimbum.. tentang pembunuhan itu.. sebenernya sypa yang mereka bunuh?? terus sypa yang bunuh??? apa ada hubungnnya sma kasus siwon yang bunuh pastur2 itu…

    se7en sma Rain juga kyk.y ada hubungan khusus deh???
    makin menarikkk….:)

  10. annyeong.

    mian, jeongmal mianhae. sebenernya udah ngikutin SD dari lamaaaaa banget, tapi baru sekarang ninggalin jejak. miaaaaaan…

    sebenernya dari dulu yang bikin aku penasaran : apa sih yang spesial dari changmin dibanding sama slave2 sebelumnya sampai dia bisa selamat di tangan se7en selama itu??

    aku tau banget kalo buat bikin cerita secomplicated ini memang butuh waktu, tapi tolong diupdate kilat ya chingu, gamsaaaa 😀

  11. Ceritanya… Kompleks banget ya kayaknya, ah tapi bikin penasaran, karena dalam satu chap pasti ditinggalan pertanyaan yang akan dijawab di next chap -__- tp keren!
    Dan… Kasian taemin, yaampun. Ngomong-ngomong disini ada hanchul gak sih?
    Apa cuma fokus antara yunjae, se7en min, 2min ya?

  12. jung changmin?jd dia adik yunho?? pantes yunho suruh milih minni p jaema..
    emang g bisa milih semua?? *maruk*
    aku g tanya ke chang aja deh.. ikuti alur lebih baik 🙂
    walau bnyak pertanyaan terlintas…
    kayanya rain ma se7en jg ada hubungan darah ya? semuanya terhubung ya.. jd penasaran terus ma ni crita

  13. annyeong eL eonnie, ini uname baru EJ_96 🙂 hehe

    stiap aku bc SD slalu merinding, entah tak tau kenapa. disetiap cerita yg eon suguhkan slalu menyimpan misteri d dlm‘a, intrik yg trsimpan rapi d stiap kata/klimat‘a.
    ada satu kebeneran yg mulai teruangkap tp kebenaran itu tertutupi oleh satu intrik yg tak kentara hingga mengecoh sang pembaca yg tak cermat, I thin‘ kkk~
    untuk chap ini, entah knp aku kehilangan rasa bhkan sentuhan dr tulisan eon, mungkin dr fktr aku pribadi mungkin 🙂 tp I love u‘re story 😀

  14. hampir lupa gak comment lagi aku nya mma .-.v

    ppffft bayangin rain sama se7en ciuman ~ berasa pen ngakak xD
    eengh tapi rain sama se7en punya hubungan apa sihh :/

    kesian pulalah sama si chwang -_- dia nekat main api sihh u.u

    naah lohh berarti yg di past itu pelakunya si alec gituhh 😮
    jrengg ~ noh jung changmin maksud nya apa mma :/ chwang adek ny yuno gituhh 😐

    si minho pen guwe cakar dehh mma ~ kesian tauk si taem =,=
    jahat amat /cakarmukaminho/

    nggak tau dehh yaa apa yg dibicarain si alec sama mbum -_-”

    geregetan pen tau ending nya dehh ~ ummaaaaa >///<

  15. sampek lupa nihh pertanyaan buat changmomo ~

    satu ajah yaa gaboleh banyak 😐

    mo nanyak ajah maksud nya jung changmin ituhh ~ berarti aku nanyak masalalu nya si chwang .__.v

    hohoo ~ gausa misterius” lahh jadi orang. bikin geregetan tauk >//<

  16. Jung? Changmin? o_O
    Saya hanya meyakini jika Changmin hanyalah seorang adik dari yunho. Entahlah semua fakta cerita ini hanya menuju jika Changmin mungkin adik yunho. Tidak mungkin jika selama ini jung yunho hilang ingatan. Mungkin dia ‘melupakan’ sesuatu tentang keluarganya. Kerana seingat saya, miss L tidak pernah mengatakan jika Yunho anak tunggal.

    Yang jelas saya hanya ingin meyakini ini. Kalo sampe ada homin….. mau dibawa kemana hubungan yunjae~ *sing a song #ea (^,~)

    Tapi masalahnya kenapa itu cincin-nya ‘Jung Changmin’? Ada apakah dibalik cerita ini. Hohoho *slapped.

    Jika soal alec, saya tidak ingin menebak. Yang ada nanti saya jatuh cinta lagi dengan si alec. #omeji, sumpah ya, ini alec seperti sasuke sekali. Saya sudah tenggelam dalam sifatnya *eh o_Oa.

    Hore, rain saya seme dalam hubungan incest. *nahloh
    Ah ternyata dong wook-ssi uke. Kalo Changmin tau dong wook uke bagaimana ya? Ah pasti mitsu siap ‘makan’ majikannya *eh apa ini?
    #miss L : emang gue ada nyebutin se7en uke ? –a
    #me : yg jelas rain uke *maksa *ga tau diri. ==”

    Saya jadi pengen baca cerita incest *curcol ==v .

    Keep writing miss L. Selamat berkarya.
    Xoxo

  17. Maksudku rain seme bukan uke.
    Suka banget dech gue typho. ==v

    Dan well, disini tidak ada yg “hot” ya ==a *plakk *pervert.
    Ah yang penting saya puas dengan chap ini. Tidak terlalu berat.

    Ps: sorry double posting coment. Hehe (^^)v

  18. el aku penasaran ama dendamnya changmin. .. kenapa dia sampe rela jadi personal slave
    emangnya dendamnya brrhubungan ama tmpat itu ?? trus cincin jung changmin?
    soal alec kok kayanya dia kesiksa banget mentalnya ya

    whoaaa penasaran ~~
    ditnggu ya chap selanjutnya ^^

  19. Hohoho…
    Hahaha…
    Slave Day update juga. :*
    *cium Changmin*

    Selalu membuat penasaran dengan cerita Slave Day. :3
    NC di tunggu yang paling Hard. XP
    *di hajar ustad Siwon*

    Update kilat ya. :*
    *cium eL*
    #di hajar

  20. Aww, finally I can read this (and give review too). uhhmmm it seems like the mistery won’t end soon, probably it’ll be much more complicated than it seems. Quoting @Alec_Jovanka ‘s saying, than it will be “see the underneath of the underneath for things are not seen as it shows on the surface.

    Karakternya Kak Alec dapet banget, meski akhir-akhir ini dia sedang OOC di kehidupan nyata (thanks to his bosses, ROFL) cuma komentarnya krang sharp deh umma. kkkkk~~~~

    Ah, no further comment sih, nanti kalau si kakak ada kesempatan baca biar dia review sendiri :3

  21. Makin penasaran nih sama kelanjutannya XD
    Terus, aku juga rada bingung sama hubungan antara taemin sama key. Kenapa mereka bisa ada disana? ._.
    Oke, segitu ajaa. Lanjut terus ya eoooon
    Hwaiting 8D

  22. annyeong 🙂 reader baru disini , sebenernya aku uda baca keseluruhan ffnya tapi baru sempet review karna alasan tertentu ._.v, ficnya bagus chingu ^^d penuh misteri meskipun bikin bingung soalnya banyak karakter yang masih nyimpan banyak rahasia

    aku pengen tanya ke changmin, apasih hubungan dia sama yunho itu ?? dan kenapa alec seolah bisa tau semua rahasia yang dipendam semua karakter yang ada disana ? siapa sebenernya alec ??

  23. Lama bgt ugh si cinta nih kalo update -______- .. Dan bkin pnasaran (>ˆ▽ˆ)>ωªªκªªκªªκªª<(ˆ▽ˆ<) ..

    Itu cincin dngn ukiran 'jung changmin' apa jngn2 changmin ada sesuatu antara changmin dan yunho?? Ato mereka trnyata adek kakak?? Wkwkwkwk

    Dan untuk enceh -__- kayaknya iya chapter ini kurang sadis,, next chap ada enceh lg kan? Lebih hard'in lg ya ㅋㅋㅋ ㅋ

    Okesip fighting !! Jngn lama2 ne updatenya biar gk lupa chapter awal "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮

  24. Do you mind if I quote a couple of your articles as long as
    I provide credit and sources back to your blog? My website is in the exact same area of interest as yours and my users would really benefit
    from a lot of the information you present here.

    Please let me know if this okay with you. Many thanks!

  25. Daebak… Banyak info nih Chapter ini.
    Tapi tetep penasaran..

    Paling penasaran hubungan antara Changmin & Yunho karena marga mereka ternyata sama.. Apa kebetulan? Atau ada hubungan darah..?.
    Tapi kalau hubungan darah agak percaya nggak percaya, masa ada master yg rela adiknya justru dijadikan personal slave temannya. Tapi nggak tahu juga sih kalau hubungan kakak-adik ini ternyata tidak harmonis,,,

    2min ❤

    Nggak tahu kenapa tiba-tiba pengen ada personal slave yg dikerjain 2 master sekaligus, hanya dua master itu tapi… hehe

  26. authhoorrr,,
    aq nitip koment,, wkwkkw,, *apaan?? -,-
    sbagai tanda aq ijin baca ffmu yg inii,,
    abiss dari broken doll lngsng pindah baca ini,, tp sbenere aq blom baca ampe chap inii,,hheheh,,, makanya gbs koment critanya,,, #pundung..
    nii mumpung ol pc,, kalo uda baca lwat hape,, trkdang jaringan mmbuat sebal ampe gbs koment,, #lagi2 curhat… -_____-a
    gpp kann thor,, ntar aq usahain bakal koment lagi,, okok!!
    makasih thor…. >O<

  27. onnie…
    aku nge-MONG bangeet…
    nyampe baca part 10 terus baca part ini 3 kali masih ngambag… hahahaha.. rasanya semakin berat…
    yg aku penasaran..
    -Rain sama Se7en ada hubungan apa?? kakak adek kah??
    -terus Jung changmin.. mereka kakak ade :O??
    -siapa sebenernya hyung nya changmiiiin????!!!
    -terus apa yg terjadi di malem hari…
    -siapa yg udh di bunuh sama alec?

    pas TOP nanya apa yg ”Jadi, kenapa kau mau masuk ke tempat ini?” ”Dan pertanyaan yang lain mungkin, bagaimana kau tahu akan tempat ini?”
    mikir mau jawab apa… hahahahaha. yg pasti akibat beselancar(?) di dunia ini(?)

    2min nya boleh lah…

    kutunggu penjelasan chap iniiii

  28. mian bru koment, hehe. n daebak buat sang author uda bikin saia mati penasaran #plak, ani, maksudnya uda bikin ff yg penuh dgn banyak intrik dan rahasia, n sampai2 saia terhanyut kedalam ceritanya. thor, update.a cepat2 ne. penasaran apa maksud dr cincin yg nama.a jung changmin. apakah minnie ada hubungan dgn yunnie? aigoo. . . saia penasaran! DX

  29. Ohkai..

    New reader…

    yg saya tangkep…
    Changmin..yunho..brothership.?

    Kalo iya..knp seolah yunho gak inget…

    Dan itu ganggu bnget..!

    se7en ma rain…incest kah.?
    Kayaknya iya..

    .

    Aku slalu pantau changmin…karakternya kuat dsini…rapuh..polos..

    Bertahan untuk menyelamatkan..

    Awalnya kukira dia brtahan karna se7en..

    Mian…chap sblumnya gak komen..

  30. Ada misteri yang terbuka tapi juga menimbulkan rahasia lain… Sepertinya semua yang ada disini sama-sama punya ikatan satu sama lain. Kebanyakan hubungan saudara, ne? Jaejoong Hyunjoong, Taemin Key, Kibum Kyuhyun, Se7en Rain dan Changmin Yunho(?)#mikir keras.
    Tanyain sama Changminnie ne, eon? Jung Changmin itu apa maksudnya Minnie adik Yunho? Terus kenapa Alec terus nyuruh buat keluar dari sini, dan hubungan kalian apa, tentang pembunuhan juga? Masih banyak pertanyaan sih, tapi segini dulu aja…

  31. @changmin : eum oppa, apa yang membuatmu merasa seseorang itu lebih penting dari dirimu sendiri? siapa yang akan kau selamatkan jika ‘dia’ se7en-sshi dan jinyong oppa dalam keadaan darurat, mengapa ?

  32. ya nebak” deh jadinya yunho sama changmin adek kakak, apalagi changmin dekat ma taecyeon yang katanya udah lama di sini, ya berasa gimana gitu waktu bagian kita ngobrol ma top-oppa kkk~

  33. Thor , gue telat amat ya bacanya. Heung.

    Tapi ini chapternya pan diupdate 2 des 2012, ini udah maret loh thor, adohhh :”3

    Update dong, i’m begging you heung u.u

    Btw karena gue reader baru, gue mau bilang DAEBAK’-‘)b
    Ini epep sumpah, keren banget :”””’3
    Konsep bikin epepnya luar biasa :””””’3
    One thousand thumbs up!

    Ditunggu kelanjutannya.

    Trus.. Gue mau nanya ke changmin.

    Changmin, lo hebat deh, bisa bertahan di bawah master se7en. Pan se7en masuk jajaran master yg sadis tuh.

    Lo kaga bosen hidup apa disiksa mulu? *?

    (Maafkan kalo bahasa gue gak baku banget. Soalnya kebawa rpw twitter :))

    Last, DAEBAK! Gue akan terus mensupport karya mu author cayank muahhh :* /ehh/ /ditabok/

  34. Pertanyaan untuk changmin :
    Apa hubungan kamu sama Yunho?

    Hmm, kayaknya susah ya utk dimasukin di chap depan? Tapi itu satu2nya pertanyaan yg ada di otak aku.

    Mian bru bisa review skrg, sbenernya aku udah lama baca blognya eL, tpi ak baru ngerti cara buat review disini (–“)v

    Sumpah, ini ff memang muter2, tpi saling berhubungan satu sama lain. Setiap chap ada aja rahasianya, baik menambah jumlahnya, atau malah menguak beberapa rahasia

  35. Rasanya pingin bgt jdi cast di ff ini. Pingin meluk taemin yang ketakutan. Tapi yang paling di ajak ngobrol itu kyuhyun. Btw kok kyu~ oppa jrg keluar ya???! #plak *emang paan?!
    Pingin bgt maen game sama kyu~ oppa, ngelawak brg kyu~ oppa, lomba cepet2an ngerjain soal mtk, baca komik brg, mungkin tidur brg #plak *ditampar SiwoN ^^V

    Ohya itu Minho oppa jgn kasar2 sama taemin dong. Kan gak enak klo personal slavenya loyo. Enakan ntu yang seger #plak *gak jelassss
    ABAIKAN #caoslock jeboll

    Dri awal crita ampe part ini aku masih berprinsip cinta itu bukan hanya hal yang tabu. Entah bagaimana ngejelasinnya, tapi 1 yang pasti semua orang baik itu baik, semi baik, jahat, semi jahat, tau diantaranya pasti punya cinta. Bahkan makhluk ciptaan Tuhan seperti malaikat dan setan punya rasa cinta

    #plakkkkkk
    *byk ngemeng
    di kroyokin Yunho oppa, Minho oppa, Siwon oppa, TOP oppa, SE7EN oppa

  36. changmin istrinya yunho ckak meybey gw lagi penasaran sama monho siapa sich dia eL plisss suruh si narator cari tau ya kayanya yang comentnya beda gw doank ya hahahahaha semoga sukses

  37. pleaseee… More pleaseee.. moreee!!! (?)
    more chapter maksudnya :p
    I love Minho!! Demi apapun gue suka sama Minho disini!! XD
    dia emang gak punya perasaan sedikit pun sama Taemin, el?
    anyway i love this story a lot. keep writing, el!! i’m going to wait se(x) academy too ^_^

  38. maaf aku commentnya di sekaligusin aja…ceritanya makin seru ayo bikin makin rumit lg(?) bener2 labirin nih…bikin bingung satu pintu rahasia hanya akan membuka pada rahasia berikutnya
    any way apa yg el bilang tentang BDSM dll yg sebenernya terjadi dalam dunia nyata,,,dan emang bener ada di dunia nyata, salah satunya aku pernah nemuin pasien yg konsultasi bilang suaminya terangsang klo udah ngrobek lingire dia sama masang borgol wktu hub sexual ,,, dan sebenernya kisah self injury jae umma sama kyk aku (ya aku pengidap self injury), aku serasa ditampar pake cerita ini hehehehehehehehe..
    aku makin suka nih cerita jangan berhenti nulis ya el 🙂 oh ya aku udah baca 2 kali novelmu kapan dibikin sequelnya 🙂 *ngbanyangin minku cwe*
    gara2 baca FF el aku jadi semakin jatuh cinta sama couple se7min, astaga Rain nyipok se7en *0*
    sebelum aku lupa ada satu hal yg ingin aku tanyakan kepada narator tolong tanyakan “kenapa kau bersedia menjadi ‘tour guide’/bekerja disini?”, “apakah kau berhutang kepada head master seperti yang lainya”, “darimana kau tau tempat ini”

    jangan lupakan BD ya
    😀

  39. annyeong~ *waves* *waves*
    pertama kali baca fic macem ini (BDSM) *-* mengesampingkan sisi BDSM yang cukup kental (?) di cerita ini, aku bener-bener tertarik sama fic ini~ wowwwww… serius, fic ini bener-bener dark, penuh misteri, dan bikin penasaran karena banyak banget rahasia yang dimilikin masing-masing karakternya ini. ah, aku selalu penasaran buat baca kelanjutannya, pengen tau hubungan masing-masing karakternya. dan walau fic ini kelam banget, tetep aja somehow bisa bikin aku teriak2 heboh karena excited (?). hahahahahaha. XD

    please dilanjut ya thor~ ditunggu banget kelanjutannya fic ini.
    salah satu fic terkeren yang pernah kutemuin, beneran. ^^

  40. seperti biasa, tiap chaptet selalu daebakk….

    bingung mau ngomong apa, ngikut alur aja dah…

    tpi klo boleh bertana sama changmin. saya mau tanya
    1. bagaimana changmin bisa masuk tempat itu? apa penyebabnya? untuk apa? atau untuk siapa?

    -sebelumnya emang udah dijelaskan klo changmin adalah seorang detektif yang menyelidiki ttg hilangnya kibum. tpi aneh, pertama kali liat kibum di chap sebelumnya ko dia g ngeh, apa changmin udah tau kibum ada disini? kalo tau, dia tau dri mana atau siapa?

    2. lalu kenapa marga changmin bisa menjadi jung? marga yg asli tuh shin atau jung? apa ada hubungannya dengan yunho?

    3. sebenarnya ini bukan pertanyaan utk changmin.

    kenapa se7en langsung milih changmin sbg personal slavenya? apa sebelmnya saling mengenal?

    ah…. kasian taeminnie…. andai sisi sadisnya muncul gitu didepan minho. sekali kali kek, biar minho sadar kucing manis bisa menjadi singa garang. tapi…. beneran deh dri semua master dan slave, yg belum kebongkar itu Taeminho. kapan kapan kapan???

    udah gitu aja. semoga salah satu pertanyaan terjawab.

  41. aih, annyeong el-shi, maaf baru komen disini, ya sebenernya sih gak tau mau ngomong apa ini juga masih bingung mau nulis apa ==”

    ini pertanyaan buat changmin:
    – Apa hubunganmu dengan Rain? karena tidak mungkinkan kalau kau adik Yunho?

    yaudah, sampai jumpa di chapter selanjutanya (=

  42. aku suka sama ceritanya, aku suka couple 2min sama yunjaenya, tapi konfliknya aku lebih suka yang changmin sama s7en, tapi nggak tega banget baca taem disiksa kayak gitu sama Minho, tapi over all aku suka, keep writing kak…aku baru tau ff ini, aku sudah baca semua chapnya, tapi aku cuma coment di chap yag ini, maaf kak…

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s