1st Sin – Avaratia


Title: Se7en

Genre: Romance/Adventure/Action

Rated: T for now

Main couple: Se7min

Warning: BoyxBoy

inspired by Robin Hood

Summary: Saat pagi hari, dia hanyalah seorang manusia biasa yang hidup di antara lautan insan lainnya. Namun kala malam tiba, dia menjadi sosok yang lain, sosok yang menjadi pahlawan bagi mereka yang membutuhkan. Dialah Se7en.

.

.

“Changmin, Changmin!” teriak seorang namja dengan paras elok. Langkah kakinya menggema di lorong istana tempat dia berjalan sekarang. Di belakangnya terdapat beberapa pengawal dan juga pelayan yang ikut mencari ke kiri dan kanan seseorang yang bernama Changmin itu. “Aish, ke mana anak itu?” gerutunya sembari berdecak pinggang.

Matanya menyapu bersih apa yang ada di hadapannya namun masih juga tak menemukan sosok yang dia inginkan. Rasa kesal dan gelisah mulai menyelimuti dirinya. Kakinya diperlangkah lebih cepat hingga menuju satu ruangan terakhir yang belum dia masuki.

Perpustakaan istana.

Benar saja, begitu pintu dibuka, senyuman lega kemudian terukir di wajahnya. Matanya terlihat senang setelah melihat namja yang tengah duduk dekat jendela di hadapannya. Namja itu tengah melihat keluar dengan buku yang dipegangnya terbuka begitu saja dan terletak di atas perutnya.

“Changmin, di sini kau rupanya,” seru namja berupa elok tadi.

Sosok namja yang duduk dekat jendela yang bernama Changmin tersadar dari lamunannya dan menuju ke sumber suara. “Hyung,” bisiknya pelan. Sebelumnya mari saya perkenalkan, namja yang mencari Changmin sedari tadi bernama lengkap Kim Jaejoong, putra sulung keluarga Kim. Sementara Changmin adalah putra bungsu dari keluarga Kim yang selalu berkeliaran sesuka hatinya.

Jaejoong merasa lega ketika menemukan adiknya. Dia hanya tidak mau terjadi sesuatu pada adik semata wayangnya. Rasa protektifnya muncul saat mengetahui keberadaan adiknya tidak ditemukan. “Kenapa kau menghilang dari para pengawal, huh? Kami kerepotan mencarimu,” tegur Jaejoong.

Changmin dapat mendengar nada khawatir dari sang hyung. Dia merasa bersalah, tapi apa daya, dia hanya ingin sekali saja terlepas dari statusnya, terbang tinggi seperti burung yang keluar dari kurungannya. “Aku hanya ingin menyendiri sebentar hyung. Ada apa?”

“Kau harus belajar sastra kuno. Ayo, songsaengnim sudah menunggumu,” ajak Jaejoong.

Mau tak mau Changmin harus menghela nafas. Dia menutup buku yang terbuka tadi dan meletakkannya di atas kursi yang dia duduki tadi. Dengan enggan dia berdiri dari kursinya. Sesaat, Changmin menatap ke arah langit sembari merenung sebelum kemudian akhirnya menuju ke arah hyungnya.

Dalam benaknya, dia memohon kepada matahari yang tengah menatapnya dari langit. Memohon agar seseorang dapat menyelamatkan dia dari kurungan ini, membiarkan dia terbang membentangkan sayapnya.

“Akankah seseorang datang mengeluarkanku dari tempat ini?”

.

.

Chapter 1

1st Sin

“Avaratia”

by eL-ch4n

16.12.2012

.

.

Suara kayu terbelah terdengar saat kapak yang dipegang namja bertubuh tegap itu menyentuh kayu yang tengah berdiri di hadapannya. Di tengah cuaca yang begitu terik ini, sang namja terlihat bersinar saat terpantul oleh sinar mentari. Tubuhnya yang polos memperlihatkan bentuk ototnya yang terbentuk basah oleh keringat. Sebuah handuk kecil terletak di lehernya untuk mengelap mukanya yang juga tak kalah basah oleh keringat.

“Dong Wook!!” Sebuah seruan yang memanggil namanya menghentikan gerakannya memotong kayu. Badannya berputar sedikit dan menangkap sosok seorang namja dengan kepala yang ukurannya sedikit lebih kecil dari rata-rata namun tampan tengah berjalan ke arahnya. Dia sendiri juga tak kalah tampan dengan namja itu, hanya saja jika namja yang menghampirinya ada kesan manis, mungkin dia lebih terkesan sedikit tegas.

“Yunho, ada apa?” sapanya. Kapak yang dia pegang dia biarkan saja melekat di atas batang pohon, alas tempat dia memotong tadi. Dilihatnya Yunho menyengir lebar sembari mengangkat tangan kanannya yang memegang telinga seekor kelinci. Sebuah senyuman bangga melekat di wajah namja yang dipanggil Dong Wook tadi.

“Lihat hyung apa yang kudapat? Kelinci untuk makan malam kita!” serunya.

“Cukup lama untuk mengambil makanan kau, Yunnie,” goda Dong Wook. “Kalau itu aku, pasti sejak tadi aku sudah pulang,” balasnya lagi.

Yunho yang tidak terima berteriak. “Ya! Jangan samakan aku denganmu. Aku lebih suka memikirkan waktu yang tepat untuk memanahkan busurku beda denganmu yang suka seenaknya!” balas Yunho.

Dong Wook terkekeh. Siku kanannya bertumpu pada ujung kapak dan matanya menantang Yunho. “Oh ya, kalau begitu kenapa kau yang bisa memikirkan waktu yang tepat harus belajar denganku yang suka seenaknya ini?” tanya Dong Wook sembari mengangkat kedua alisnya.

Tak bisa menjawab Yunho kemudian mengalihkan pembicaraan. “Ah iya, Dara-ahjumah bagaimana kabarnya?”

Mendengar nama Dara, ekspresi wajah Dong Wook semakin ceria. “Sedang mencuci baju, kenapa? Mau menunjukkan hasil buruanmu itu?”

“Aish, bukan, aku kan hanya heran tumben Dara-ahjumah tidak di sini bersamamu, Wookie,” seru Yunho.

Dong Wook kembali tertawa sebelum melanjutkan kegiatannya memotong kayu sementara Yunho sudah meletakkan kelinci yang dibawanya tadi ke dalam gubuk tempat tinggal mereka. Tak berapa lama, Yunho juga keluar membawa kapak untuk membantu Dong Wook memotong kayu agar mereka mempunyai kayu bakar yang cukup untuk malam nanti. “Sepertinya malam nanti akan sangat dingin,” gumam Dong Wook.

“Ya, eh, terkadang aku masih tak percaya kalau Dara – ahjumah itu umma-mu, Wookie. Dia terlihat begitu muda.”

Raut ekspresi Dong Wook berubah menjadi serius. Dia menghentikan gerakannya membuat Yunho merasa heran dan kemudian menatap kepada namja itu. “Aku juga tak tahu, tapi mukanya memang awet muda dan kulitnya masih semulus bayi seperti diriku,” goda Dong Wook. Kalau di komik, ekspresi Dong Wook akan bersinar sementara akan ada bentuk air pada kepala Yunho melihat ekspresi sahabatnya tadi.

“Aish, iya, iya, padahal kau lebih tua dariku 2 tahun, tapi wajahmu tidak berbeda dariku, cih,” gerutu Yunho.

“Ahahaha. Yunho, kalau kau mau, makanya jangan suka mengkerut dan mengeluh seperti ini. Jalani saja kehidupan ini,” ucapnya sembari menepuk pundak Yunho.

Namja yang ditepuk pundaknya itu hanya bisa kembali melanjutkan aktivitasnya dan mereka melakukan kembali kegiatan mereka dalam keheningan. Namun, keheningan itu tak lama ketika ekspresi Dong Wook mendadak menjadi serius. Gerakannya terhenti membuat Yunho juga harus ikut menghentikan kegiatannya dan menatap namja itu. Dong Wook menopang dagunya pada ujung kapak yang tengah dia pegang.

“Hei, menurutmu untuk apa kita hidup, Yunho?” tanya Dong Wook dengan ekspresi serius.

Tak pernah melihat ekspresi serius dari sahabatnya kecuali jika berhubungan dengan sang umma, Yunho dapat merasakan ada sesuatu yang berbeda. Diperhatikannya dengan seksama untuk melihat apakah ada tanda-tanda bahwa nanti sang sahabat akan meneriakkan bahwa ini hanya candaan. Namun ketika dilihatnya mata Dong Wook menerawang entah ke mana, Yunho berpikir bahwa ini bukan pertanyaan biasa. Dia menghela nafas sejenak. “Aku tidak menduga kau adalah orang yang bisa berpikir seperti itu, Dong Wook.”

Kekehan khas Dong Wook kembali terdengar. Matanya tak menatap ke arah Yunho, sebaliknya melihat hamparan rumput yang ada di hadapannya. “Tidak, hanya saja kadang aku berpikir bahwa rasanya hidup itu membosankan.”

“Yah, kata orang yang hidupnya selalu jatuh bangun, eoh?” balas Yunho. “Seperti bukan kau saja Dong Wook,” lanjutnya lagi.

“Entahlah Yunho, aku hanya merasa ada sesuatu yang kurang. Entah apa itu. Aku harap aku bisa menemukannya dengan segera.”

Yunho menepuk pundak Dong Wook yang berhasil meraih perhatian dari namja itu. Keduanya bertatapan cukup intens. “Tenang saja, sampai saat itu tiba, kita akan tetap bersahabat dan kau akan tetap menjadi sahabatku yang paling narsis di dunia.”

“Yah!” seru Dong Wook yang menepuk pundak Yunho. Keduanya bercanda sejenak sebelum melanjutkan kembali kegiatan mereka. Mereka tidak mau malam nanti mereka harus kedinginan karena tak ada kayu yang dapat dibakar untuk menghangatkan mereka. Ya. Dong Wook tidak ingin umma-nya kembali harus menjalani malam-malam dingin dan mengerikan itu sebelum mereka bertemu dengan Yunho. Bagaimana umma-nya dapat bertahan selama 5 tahun di dalam hutan pun masih dipertanyakan Dong Wook. Sendirian, tanpa ada orang yang membantunya untuk merawat Dong Wook. Dong Wook sendiri waktu itu masih bayi, jadi dia tak dapat mengingat apa yang terjadi. Ketika usianya 4 tahun, dia mulai bisa berjalan dan membantu umma-nya sebisanya. Masih terekam di otaknya, satu tahun penuh kelam yang dilewati mereka. Tak ada makanan yang layak, pakaian yang cukup tebal untuk menutupi mereka saat musim dingin, dan terutama tak ada siapa-siapa yang menyelamatkan mereka.

Setelah ditemukan oleh Yunho, mereka kemudian tinggal bersama dengan keluarga namja itu. Selama kurang lebih 4 tahun hingga akhirnya Dara memutuskan untuk keluar dan tinggal sendiri meski Yunho dan orang tua-nya merasa tak keberatan, tapi Dara dan Dong Wook tidak enak berhutang terlalu lama. Akhirnya dengan perjuangan Dara dan Dong Wook yang masih berusia 9 tahun, mereka berhasil membangun gubuk kecil yang kemudian berkembang menjadi gubuk yang lebih besar dan layak untuk ditinggali.

Yunho kemudian bergabung menjadi bagian dari mereka 5 tahun kemudian saat sebuah kecelakaan terjadi. Pengawal istana datang dan membakar desa mereka. Beruntung Dara saat itu tengah mencuci baju sementara Dong Wook dan Yunho sedang memburu di hutan, hingga mereka selamat, tapi tidak dengan kedua orang tua Yunho. Akhirnya, Yunho pun diangkat dan dijadikan anak oleh Dara. Singkat cerita, di sinilah mereka, menjalani kehidupan di dalam pedesaan yang cukup jauh dari keramaian kota besar dan istana.

Namun, Dong Wook merasa tidak puas. Ada bagian di dalam dirinya yang mengatakan bahwa ini bukanlah tujuan hidupnya. Entah apa itu, dia tidak tahu, tapi dia harus mencari tahu.

“Ya Tuhan, tunjukkanlah apa yang sebenarnya harus kuperbuat.”

Dong Wook tidak tahu bahwa permintaannya terucap di saat yang bersamaan dengan Changmin dan bahwa mentari yang bersinar terik siang itu tengah menyampaikan permintaan keduanya pada Sang Yang Maha Kuasa.

.

.

“Aish, aku tidak mengerti kenapa kita harus mempelajari sejarah!” gerutu Changmin.

Saat ini dia tengah berada di ruang belajar bersama hyung-nya dan namja lain mempelajari sejarah. Beberapa pengawal berdiri di depan dan di belakang pintu untuk mengawasi mereka agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Changmin dan Jaejoong tengah duduk dengan buku terbuka sembari mendengarkan penjelasan dari namja yang ada di hadapan mereka. Namja itu terkekeh mendengar keluhan Changmin.

“Changmin-shi, kita harus mempelajari sejarah supaya kita bisa mengambil beberapa hal dari mereka,” ujar namja itu dengan lembut.

“Masalahnya, Yoochun-hyung, mereka sudah mati dan apa yang bisa kita ambil dari mereka?” balas Changmin.

“Yah, kita bisa belajar bahwa serakah itu tidak baik. Banyak nenek moyang kita yang terpukau akan harta akhirnya tidak menyadari bahwa kerajaannya jadi menderita. Atau tidak selamanya penasihat istana memberikan saran yang baik dan tidak ada yang dapat dipercaya kecuali diri sendiri jika sudah menyangkut status.”

“Kalau begitu, Yoochun-shi, anda juga tidak dapat dipercaya,” balas Changmin dengan datar. “Aw!” seru Changmin. Dia berteriak karena kakinya diinjak oleh Jaejoong. Tidak bisa dipercaya bahwa hyung-nya lebih membela namja ini daripada dia yang notabenenya adalah adiknya sendiri. Dia melotot ke arah Jaejoong yang juga dibalas oleh sang hyung dengan tatapan yang seolah berkata ‘apa-maksud-ucapanmu-itu-?’

Yoochun kembali terkekeh. “Benar, Changmin-shi. Sebagai seorang raja nantinya, anda harus tetap bersikap kritis. Apapun yang terjadi, anda tetap harus bisa bertindak tegas.”

“Ah, Yoochun, tidak usah dihiraukan, Changmin sedang kesal karena jatah waktu bermainnya kurang,” sela Jaejoong.

“Gwenchana, Jaejoong-shi. Saya rasa apa yang dikatakan Changmin ada benarnya. Ada baiknya, anda berdua jangan terlalu mempercayai orang begitu saja, namun bukan berarti semua yang ada di sekitar anda adalah orang yang jahat. Hanya lebih baik, berhati-hati saja. Ah, saya rasa pelajaran saya cukup sampai hari ini saja. Kita lanjutkan saja pada pertemuan berikutnya,” ujar Yoochun. Dia membungkuk memberi hormat sesaat sebelum keluar dari ruangan itu dengan senyum manis yang membuat muka Jaejoong bersemu merah.

Setelah Yoochun pergi dari ruangan belajar, tinggallah Jaejoong berdua dengan Changmin karena para pengawal sudah disuruh pergi untuk menemani Yoochun dan lagi di balik pintu juga terdapat pengawal lainnya. Dengan cepat, Jaejoong segera memukul kepala Changmin hingga kalau dalam komik akan terdapat tonjolan besar. “Aish hyung! Kenapa sih?!” teriak Changmin.

“Itu karena kau sudah mengatakan hal aneh di depan Yoochun-shi!” seru Jaejoong.

“Memangnya kenapa? Aku kan hanya bertanya soal pelajaran saja,” balas Changmin. “Jangan samakan aku denganmu yang begitu percaya dengan Yoochun itu. Aku tahu hyung, kau menyukainya kan.”

Mendengar pernyataan Changmin tadi, muka Jaejoong segera bersemu merah. “A..aku tidak menyukainya!”

“Kalau tidak menyukainya, muka hyung tidak akan merah seperti itu,” goda Changmin.

Jaejoong segera menepuk pundak Changmin dengan keras. “Jangan menggoda hyungmu! Dasar dongsaeng kurang ajar!” seru Jaejoong sementara sang dongsaeng hanya bisa tertawa terbahak-bahak.

Dirinya memang berada di dalam kurungan yang mengikat, tapi setidaknya bersama dengan sang hyung, dia bisa melewati hari-hari beratnya. Namun, dia tetap berharap untuk bisa terbang lepas dari kurungan, melewati cakrawala dan menikmati dunia. Semoga saja hari itu akan tiba.

.

.

Suara kecipak air terdengar saat tumpukan baju dalam keranjang dicuci di tepi sungai. Air bening mengalir dapat memperlihatkan sosok sang yeojya yang tengah mencuci tumpukan baju tersebut. Rambut panjangnya diikat ekor kuda membuat wajahnya yang keringatan terlihat jelas. Punggung tangan kanannya menyapu keringat yang mengalir di wajahnya oleh karena terik matahari.

“Urgh…” Sebuah suara kemudian mengejutkan dirinya, membuat dia menghentikan gerakannya. Perlahan dia meninggalkan tumpukan cuciannya dan berjalan menuju ke arah suara rintihan kesakitan di dalam hutan di belakangnya tadi.

Tubuh mungil sang yeojya seperti sudah terlatih saat melewati hutan lebat tersebut. Tentu saja, sudah cukup lama dia tinggal di dalamnya, tentu saja dia menghafalnya. Matanya kemudian menangkap sosok seorang namja yang tengah memegang lututnya yang ternyata terluka akibat jebakan yang kemungkinan dipasang oleh pemburu di sana. Paras namja itu tampan dan rupawan membuat yeojya itu sempat terpana sesaat.

Melihat ekspresi kesakitan dari namja itu, sang yeojya segera menghapus lamunannya dan menghampiri sang namja. “Kau baik-baik saja?” tanyanya dengan lembut.

Mata sang namja yang tertutup menahan sakit tadi terbuka dengan cepat seolah kaget mendengar suara sang yeojya. Sejenak kedua pasang mata itu saling bertemu dalam keheningan seolah ada magnet yang menarik keduanya ke dalam satu dunia yang tidak diketahui. “Urgh.” Rintihan dari sang namja membuyarkan tatapan mereka dan membuat sang yeojya teringat akan tujuannya kemari.

“Mari, kulihat lukanya,” ujar sang yeojya dengan lembut.

“Kau siapa?” tanya sang namja dengan datar di sela-sela rintihannya. Biar bagaimanapun dia tidak bisa memercayai orang semudah itu. Tidak ketika mengingat siapa dirinya.

Yeojya itu berdecak pinggang. Dia berjongkok untuk membuat dirinya sejajar dengan sang namja yang tengah terduduk di bawah pohon. “Aku Dara dan ini bukan saatnya memikirkan hal itu. Mau kutolong atau tidak?” tanya yeojya bernama Dara itu dengan tegas.

Tersentak kaget sejenak mendengar balasan dari Dara, perlahan namja itu pun akhirnya mengurangi pertahanannya dan membiarkan Dara untuk menyentuh luka di kakinya. “Aigo, parah sekali. Aku akan membuka jebakannya, mungkin agak sedikit sakit. Tahan ya.”

Namja itu hanya mengangguk dan menggigit bibir bawahnya saat Dara perlahan membuka jebakan yang menjepit kaki kirinya. Sakit yang tidak tertahankan menyebar di tubuhnya diiringi dengan sebuah kelegaan karena kakinya tidak lagi merasa sesak karena jebakan itu. Dara segera merobek ujung pakaian yang dia kenakan untuk segera menahan pendarahan dari kaki namja tersebut. “Sudah lebih baik?”

“Ne…gomawo,” jawab sang namja ddengan perlahan.

“Bisa berjalan? Aku perlu membawamu ke tempatku untuk diobati lebih lanjut,” tanya Dara dengan ekspresi khawatir di wajahnya.

Sang namja mengangguk dan untuk membuktikan ucapannya, dia berdiri perlahan walau sempat terjatuh dan Dara harus menahannya. Sejenak mata mereka saling bertemu dan kembali keduanya seolah terhanyut akan sebuah dunia yang tidak mereka ketahui. Kejutan itu muncul saat keduanya saling bersentuhan secara tak sengaja. “Bi..biar kubantu,” ucap Dara dengan tergugup.

“Hmm,” jawab namja itu.

Dara mengalungkan lengan kiri namja itu pada pundaknya agar menjadi kaki kiri bagi sang namja. “Aku harap kau bisa bertahan, err,”

“Minho,” sela namja itu. “Namaku Lee Minho, tapi panggil saja aku dengan Minho.”

Dara kembali mengangguk. “Oh, ne. Minho-shi, hati-hati ya. Kalau boleh tahu apa yang menyebabkan Minho-shi ke hutan ini? Aku tak pernah melihatmu sebelumnya.”

Minho terdiam sejenak setelah pertanyaan itu terlontar. Mereka tetap berjalan dengan Dara yang menunjukkan jalan bagi mereka. “Aku hanya seorang pemburu, tapi karena terlalu sibuk dengan buruanku tadi aku sampai tidak menyadari ada jebakan dari pemburu lain. Hah, sepertinya kemampuanku sudah lama tidak terpakai.”

Kekehan dari Dara membuat Minho memutar kepalanya untuk memperhatikan yeojya itu. “Ada yang salah?”

“Tidak, tidak, hanya saja aku pernah mendengar hal itu sebelumnya juga. Dan oh, sepertinya aku tahu siapa pemilik jebakan itu, Minho-shi. Aku hanya harap kau tidak marah padanya.”

“Untuk apa? Toh ini murni kesalahanku yang terlalu terpaku pada buruanku. Ini yang membuatku selalu dimarahi oleh pe – sahabatku kalau sedang berburu.”

“Aku mengerti. Aku pernah mendengar hal yang sama juga kok, hehe,” balas Dara.

Mereka kembali berjalan menuju ke tempat Dara sembari saling bertukar pembicaraan ringan. Di tengah teriknya mentari, kembali lagi dua insan dipertemukan dalam jalinan benang yang belum terlihat. Siang ini, semuanya berkumpul. Mentari seolah menjadi pengamat dari semua kegiatan yang ada, menunggu sampai waktu yang tepat untuk menentukan aksi selanjutnya.

.

.

Ruangan itu gelap. Hanya lilin di atas meja yang menjadi sumber cahaya. Hal ini guna untuk menutupi sosok wajah yang ada di ruangan tersebut. Terdengar sosok pertama mengeluarkan suaranya, sebuah suara yang sedikit ringan dan ceria. “Jadi, semuanya sudah sesuai rencana?”

Suara yang satu berasal dari seberang meja, tamu daripada pemilik suara pertama. “Sesuai rencana, Choi bodoh itu tidak akan tahu bahwa semua dalam kendali kita. Dia terlalu sibuk untuk mengejar putra bungsu dari Kerajaan Kim itu.”

“Kim Changmin, eh?” Terdengar nada mengejek dari suara pertama tadi.

“Ne, sepertinya Choi itu terlalu jatuh cinta padanya. Kurasa kita bertindak seperti biasa pun, dia tidak akan sadar.”

Terdengar tawa renyah dari sosok pertama. Jika terdapat cahaya mungkin dapat terlihat bahwa mata sosok itu menatap tajam pada sosok kedua. “Raja bodoh yang buta sampai tidak sadar bahwa rakyatnya sendiri sedang menderita. Hanya tinggal tunggu waktu sampai kudeta dan aku duduk di atas takhta merebut kembali apa yang harusnya jadi milikku.”

Suara tawa yang menggelegar di ruangan kembali terdengar. Di siang yang terik ini, ruangan tak berjendela itu hanya berisi suara tawa yang mengerikan, yang menyayat hati, tanda bahwa sesuatu akan segera dimulai.

.

.

Ini baru permulaan.

Semua pemain telah berkumpul.

Tak lama, permainan akan segera dimulai.

Siapa yang akan pertama memulai?

.

.

To be continued

.

.

Demi dewa jashim atau apapun saya minta maaf karena fic ini lama update dan Cuma sedikti yang baru bisa saya ketik. Sebenarnya idenya dan plotnya sudah ada di otak saya, semoga fic kali ini lebih ringan dan menyenangkan 😀 #pray

Dan ini saya lagi kesal sama wp, gak tahu kenapa selalu gak berhasil untuk upload ff ini /sigh/ semoga saja fic ini tidak mengecewakan

Dan, saya lagi ingin mengetik ff vampire tapi tidak tahu mau cast yunjae or se7min. Aigo pokoknya sibuk sekali saya akhir2 ini ~_~ #jiah semoga nanti liburan saya bisa menuntaskan hutang-hutang saya. Berikutnya mungkin saya akan bkin ff challenge yg belum sempat saya kabulkan T^T

Oke. Dan oh, siapa yang minta sequel It’s Raining dengan yunjae version?

Ini linkya :3

Beautiful Sin

Enjoy reading ^^

Thanks to:

puzzpitjewelforever | minnie lover | Fujoshipper | Cecilliacho | choi young gun | Mcovira | Shoif Cassiopeia | kiki_hikaru036 | Yustin | Kimchi | reaRelf | Choi Dohyun | tere magell | nami asuma | ChoiMinho’s | GD.ocha | revi0-killian | maxieyunhae | Lee Shin Kyung | tiranrangdbakrie | OktavLuvJaejoong | Wi-kun Evil’Y

Last, review? 😉

_Verzeihen

 PS: Is there anyone kind enough to do me a cover? :3

 

Advertisements

30 responses to “1st Sin – Avaratia

  1. aw aw aw dara ahjumma? o_O, kasian sekali dikau eonni.
    saya jadi bayangin jaejoong-ssi yang di drama apa itu yg seperti pengawal. hmm

    apa itu? jangan sampe ada changwon tapi kalo wonmin gapapa. lol :p
    sibum sibum sibum kok ga da ya ? atau belum muncul? *reader bawel ==”

    typo satu miss L =>> ddengan (^^)v

    karena masih pengenalan tokoh, no comment *gaya lo ==”
    well, keep writing. xoxo

    • Kan memang dia sudah tua sih TT_TT
      Hm. aku juga lupa, drama apa yg dimaksud ya? O.oa
      wonmin aja deh kli ini, soalny gak cocok klo changwon (?)
      Ada nanti (?) klo saya masukkin bayar brapa? #plak

      oke, makasih editorku 😉 #plak

      hwaiting 😉

  2. widihhh.. jaman kerajaan nih..
    suka sma settingnya kekekeek~ kaga kbyang tampannya minnie..
    asoy geboyy…//plakplok..

    tp aku bingungnya sbnernya minnie msa se7en pernah ktmu atw ngga sih..
    ko pas mau end ada yang bilang klo se7en lgi ngejar2 minnie..//garuktembok..-_-

  3. Wooaaaa,,se7min..
    Daebak..
    Aќυ̲”̮ slalu suka cerita se7min Ϋαňģ di buat sama el-chan-ssi..
    Daebak..
    Tp mudah2n ajh critany ğaќ tlalu berat(?) kya broken doll..
    Dtunggu klanjutannya.. ^^

  4. wah daebak lah pokoknya. Spt biasa fantasi eL itu bagus bgt.
    Iya, smua cast udh dikenalkan di chap ini. Tapi yg mau meng-kudeta Siwon itu siapa eL?
    Msh disembunyikan yah?
    Sptnya Lee Minho itu bkn rakyat biasa?
    Dan Siwon naksir Changmin, lalu Jaejoong naksir Yoochun? Aigo, bakal jd long chap ff kynya /ngasal/
    Makasih udp apdet yah eL-chan.
    Terus semangat yaaaa….

  5. lanjt!!!
    se7min kpan ketemu???
    ==” itu siapa yang di bantu dara ahjumma?

    di tunggu chap depan + se7min moment XD
    hwaiting~

  6. hwaaaaaaaa, se7min!!!!!
    *guncang2 bahu chingu,
    demi apa pun, bs gila aku krna mereka berdua dan chingu ku satu ini,

    kasian bget minnie, pengen bebas, ayo minnie kita kabur(?) *k tmpt se7en,
    ad jaechun?? Tpi tetap ngguin yunjae~~
    si yunho sm se7en, sm2 narsis, 😀

    ntar ad ap2 yah antara dara sm minho? hehehe, mgkn aja gtu minho jd appa ny se7en,
    itu kok mendadak d bag akhir udah kt ny si choi ngejer2 minnie, trus kyk ny dy raja gtu chingu, itu choi yg lain y?? abis ny kn minku sm shichi blm ketemu,

    trus bwt yg vamp ver itu, bwt yg se7min y chingu, ne ne ne, *pinjem puppy eyes changminnie
    yunjae ny udah bnyk, #ehh

    aku tggu bget chingu update se7en ny, hehehe,

    • Kenapa? jangan gila dulu dong, kan gak asyik -w- #plak

      Tentu saja nanti yunjae, tapi prosesny gak gampang (?)
      Aigoo emang dua seme kita itu kan sama2 narsis xDD #plak

      Ada ada dong xDD tapi klo jadi appanya se7en kykny gak deh ‘-‘)

      Vampire ver, aigo itu bakal lama nih
      huhu..harus ditunggu dulu ya.
      waktunya kenapa cepat berlalu ya? TT_TT #plak

  7. Hye!!! Another se7min!! 😀
    Tapi, saya blm ngena bgt, nih. Mngkin, krn msh chap. 1 atau krn saya udah terbiasa dg jalan ceritanya di BD dan SD. Jadi, agak aneh waktu baca ff yg latarnya begini. Tapi, aku tetep aja suka, eon. Ditunggu next chap-nya ^^

  8. Akhirnya aku bisa baca juga~ aigo, Se7Min belum ketemu, Yunjae juga~ Jaema suka Chunnie, ya? Belum ketemu Yunppa sih…

    Kaya’nya mau ada konspirasi, ne#sok tahu. Siapa yang mau menghancurkan kerajaan?
    Lanjutin el-eon

  9. hiowww.. kkkk~~
    suka dah baca fanfic.ny eonni.. bias zhe kumpul semua *_*b
    apalagi yang bikin zhe addict cari2 fanfic dengann pair se7enmin itu eonni.. sayang.ny jarang u,u

    wokehhh… hwaiting eonni!! zhe lanjut baca…

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s