Catching Dream – Hanchul


Title: Catching Dream

Couple: Hanchul. Slight! Sichul

Challenged by: NhaNha LovelyChulppa Petals

Prompt: Hanchul. Darah. Pantai

Genre: Supranatural/Horor/Fantasy/Mystery

Warn: FF yang aneh. Gak ada romancenya sama sekali kayaknya. Hanya kegilaan author semata -,-a

Summary: Aku menunggumu, Chullie. Kau tak akan bisa pergi dariku karena selamanya kau hanyalah milikku.

.

.

”Chullie, Chullie, aku menunggumu di sini, Chullie.” Suara lembut itu kembali memanggil dirinya, membuat dia terhanyut dalam kegelapan yang berada di sekitarnya sekarang.

Badannya berputar untuk mencoba mencari asal suara tersebut, namun tampaknya sia-sia karena hanya kegelapan yang tertangkap oleh indra penglihatannya. Kakinya kemudian melangkah entah ke mana yang pasti suara yang memanggilnya semakin terdengar dan jelas membuat dia merinding karena takut.

Tak berapa lama, dia berhenti karena kelelahan. Di saat itulah, di hadapannya muncul sosok seorang namja yang memakai gaun putih panjang. Wajah namja itu tak tampak, ditutupi oleh kegelapan atau hanya sesuatu yang buram. Meski mencoba untuk memincingkan matanya, wajah namja itu masih tak terlihat juga.

”Siapa kau?” tanyanya perlahan. Suaranya terdengar serak karena kehabisan nafas.

Sosok itu terdiam, tak menjawab apapun. ”Kau tidak ingat padaku?” Di balik nada itu, dia dapat mendengar kesedihan dan kekecewaan yang tersirat membuat dia sendiri merasa bersalah telah menyakiti sosok tersebut.

”Siapa kau?” tanyanya lagi dengan mendesis.

”Kau akan kembali padaku, itu pasti. Karena sejak dulu sampai sekarang, Kim Heechul, kau adalah milikku. Kau tak akan bisa kabur dariku.”

Ingin berteriak memanggil suara itu dan mencoba meraihnya, tapi tangannya tak sampai. Suaranya tak keluar. Hanya jeritan kosong. Kegelapan kembali menemaninya, membuat dia merasa takut. Berlari menjauh untuk mencari cahaya serta berusaha untuk menggapai sosok itu.

”TUNGGU!!” Mata onyx itu terbuka lebar. Badannya segera beranjak dari tempat tidurnya membuat seseorang di sampingnya terbangun.

”Chullie, gwenchana?” Dia menggelengkan kepalanya. Badannya bergetar, keringatnya bercucuran membasahi wajahnya. Dia memeluk dirinya perlahan dan kemudian meraih tubuh namja yang menanyakan keadaannya.

Dia tidak tahu kenapa rasa takut dan bersalah itu menghantui dirinya. ”Ssh, aku di sini Chullie, gwenchana,” bisik namja itu perlahan kepada namja yang dipanggil Heechul atau bernama lengkap Kim Heechul itu.

”Wonnie,” isaknya di dalam pelukan namja yang notabene adalah suaminya itu.

Mimpi buruk tiap malam yang menghantuinya. Cepat atau lambat dia yakin bahwa mimpi itu akan datang menghampirinya sendiri. Sayangnya, dia tidak bisa mengingat di mana dia pernah mendengar suara itu dan siapa pemilik suara tersebut.

.

.

Catching Dream

dream-amazing-cute-dream-catcher-Favim.com-515201

by eL-ch4n

19.12.2012

.

.

”Kau yakin akan baik-baik saja, Chullie?” tanya namja yang bernama Choi Siwon kepada istrinya yang tengah terbaring di atas ranjang karena sakit.

”Aish, pergi saja kau tuan Choi dan bawa pulang uang untukku biar bisa kubelanjakan!” seru Heechul kepada suaminya.

Siwon tertawa terbahak-bahak sebelum mengelus kening Heechul perlahan dan mengecupnya. ”Baiklah, kalau kau sudah tidak tahan, silakan telepon aku dan aku akan segera datang tidak peduli apapun yang terjadi, ne?”

Heechul mengangguk. ”Iya, iya, sudah sana pergi! Dan jangan coba-coba untuk merayu asistenmu itu!” seru Heechul dengan nada mengancam.

”Asisten? Tiffany maksudmu?” Heechul mengangguk sambil memajukan bibirnya. Siwon yang masih terduduk di atas kursi sebelah ranjang suaminya itu terkekeh sembari merapikan poni Heechul. ”Kau tak perlu khawatir, dia itu tidak lebih cantik darimu kok. Untuk apa aku melihatnya? Toh, aku punya istri yang cantik yang selalu siap memenuhi kebutuhanku.”

Blush.

Wajah Heechul memerah karena perkataan Siwon. Dia mengerti makna lain yang dimaksud oleh Siwon. Melihat suaminya yang memerah, Siwon menjadi khawatir dan kelabakan. Pikirnya Heechul semakin parah dan perlu dirawat. ”Aish, sudah. Aku baik-baik saja. Sana pergi!” seru Heechul. Dengan enggan, Siwon beranjak pergi setelah sebelumnya memberi kecupan singkat di kening Heechul tentunya.

Blam.

Suara pintu tertutup dan tak lama disusul dengan suara mesin mobil yang menyala menandakan bahwa suaminya sudah pergi kerja meninggalkan Heechul seorang diri. Tidak seorang diri sih, masih ada pembantu yang bekerja di rumah itu untuk menemani dirinya. Heechul membaringkan tubuhnya ke atas kasur sembari menatap ke langit-langit. Punggung tangan kanannya dia letakkan di atas dahinya. Matanya terpejam perlahan membawanya kembali ke alam mimpi. Dia berharap semoga saja kali ini dia bisa bermimpi indah dan bukan mimpi aneh seperti yang selama ini dia alami.

.

.

Desiran ombak di tepi pantai menghasilkan melodi alam tertangkap oleh indra pendengarannya. Matanya menangkap suasana pantai yang sepi, seolah tempat ini hanya miliknya seorang. Tak berapa lama sepasang lengan kekar memeluk pinggangnya, membawanya ke dalam dekapan hangat seseorang yang terkesan familiar. ”Chullie,” bisik suara itu di telingnya.

Seketika itu juga kedua matanya membesar karena kaget. Bukan. Ini bukan suara Siwon, kekasihnya, tapi kalau begitu, suara siapa ini.

”Lepas,” gumam Heechul. Dia meronta, mencoba untuk melepaskan diri dari pelukan namja tersebut, namun usahanya nihil karena tenaga namja itu lebih besar darinya.

”Chullie,” bisik suara itu sekali lagi. Kali ini dengan suara penuh rindu membuat bulu roma Heechul berdiri seketika. Suara ini begitu familiar, suara ini suara yang memanggilnya saat tidur, dalam mimpi-mimpinya selama ini.

Putar badanmu Heechul, putar badanmu, kau harus melihat siapa orang yang selama ini menganggu tidurmu.

Namun sayangnya, badannya tidak mau menurut. Daripada memutar, badannya lebih memilih untuk berdiri kaku dalam dekapan namja itu. ”Chullie, aku rindu,” gumam suara itu.

Badan Heechul kaku seketika, sebuah kenangan buruk tiba-tiba melintas di dalam otaknya. Sesuatu yang selama ini sepertinya terlupakan.

Darah.

Dia melihat darah di mana-mana, di hadapannya terbaring sesosok orang yang dia kenal. Dia menjerit meminta tolong, namun suaranya tak keluar. Seharusnya dia masih berada di dalam dekapan namja itu, namun kenapa? Kenapa tangannya bisa meraih keluar ingin menangkap namja itu?

Pantai.

Hal berikutnya yang terjadi, tubuhnya kembali berada di pantai, namun kali ini dia sedang terduduk dengan Siwon tertidur di sampingnya. Sebuah senyuman terukir di wajah Heechul melihat Siwon. Dia berpikir bahwa mungkin dia hanya sedang bermimpi. Tunggu.

Mimpi?

Bagaimana bisa dia bermimpi jika dia – yang mana yang kenyataan sekarang? Kepalanya mendadak pusing. Dia mengerang karena sakit yang dirasakannya. Kepalanya berdenyut keras membuat dia merasa pusing dan mual. Perlahan dia mencoba untuk membangunkan Siwon, namun tak ada respon dari suaminya itu. Bau basi kemudian tertangkap oleh indera penciumannya. Dia menutup hidungnya untuk menghalangi bau busuk tersebut.

Matanya membesar karena kaget saat melihat ke arah pantai yang sekarang sudah tidak berwarna bening lagi, melainkan merah, merah darah.

”Urgh,” erangnya. Bau darah yang menyengat membuat dia pusing. Dia harus pergi dari tempat ini, tapi tidak mungkin kalau dia meninggalkan Siwon seorang diri bukan.

Sementara tangan kanannya menggoyangkan tubuh Siwon, tangan kirinya menutup hidung dan mulutnya dari bau basi tersebut. ”Wonnie, bangun, ayo bangun!” serunya, tetapi dia masih tak juga mendapatkan respon. ”Wonnie, urgh, Won – AHHH!”

Heechul berteriak histeris. Dia begitu ketakutan saat melihat tubuh Siwon yang dingin dan membeku. Muka Siwon memucat dan bukan hanya itu, banyak belatung dan binatang kecil lainnya yang keluar dari wajah Siwon. Segera, Heechul mencoba untuk berlari menjauh dari suaminya itu, tapi kakinya tidak tahu melangkah entah ke mana.

”Chullie, kau mau ke mana?” Suara Siwon terdengar dari arah belakang Heechul. Dia berpikir bahwa mungkin itu tadi hanya ilustrasi dan bahwa yang memanggilnya sekarang. Oh betapa dirinya salah karena saat dia berbalik, yang dia dapati adalah tubuh Siwon yang penuh binatang tadi berjalan ke arahnya. Dengan cacing-cacing menjijikkan yang keluar dari mata Siwon membuat wajah tampan suaminya itu jadi menjijikkan dan mengerikan. ”Chullie, kau harus kembali kepadaku,” seru Siwon.

”Tidak! Tidak!” Kembali Heechul berteriak dan mencoba menghalangi Siwon yang memegang kedua tangannya. Kedua tangannya sudah tertangkap oleh Siwon dan dia semakin ketakutan. Terus-terusan dia meronta meminta untuk dilepaskan tapi apa daya dia tak bisa berlaku apa-apa.

.

.

”Heechul!”

Kedua bola mata itu membesar karena kaget. Badannya berdiri seolah terangkat oleh daya yang lain. Wajahnya basah penuh keringat bahkan kaos yang dikenakannya juga seperti habis disiram oleh air. Nafasnya tidak beraturan. ”Heechul, gwenchana?” Kepalanya berputar perlahan untuk melihat ke asal suara yang dia tahu bukan suara suaminya, Siwon, tapi terdengar familiar.

”Hosh. Hosh.” Deru nafasnya semakin tidak teratur dan berdebar kencang saat melihat sosok yang duduk di sampingnya bukanlah Siwon, suaminya, melainkan seorang namja lain. Namja asing yang tidak dia kenal, tetapi ada rasa rindu di dalamnya.

”Kau siapa?” tanya Heechul dengan keraguan. ”Di mana Siwon? Kau apakan dia?!” Dia menarik kerah namja yang ada di hadapannya untuk mendekat, melampiaskan amarahnya pada namja itu. Tak lama, matanya membesar karena kaget. Dia mendorong namja itu dengan keras hingga terdengar bunyi ”Bug” karena namja itu terjatuh ke atas lantai.

Deru nafas Heechul semakin kencang. Dia tahu siapa namja di hadapannya. Mungkin tidak jelas, tapi dia ingat dengan jelas suara ’Chullie’ yang memanggilnya tadi. ”Kau? Siapa kau? Kau apakan Siwon? Di mana dia?!” seru Heechul. Dia bergegas beranjak dari ranjang untuk keluar dari ruangan itu, kabur dari namja yang selama ini menghantuinya.

”Chullie!” seru namja itu saat melihat Heechul hendak berlari keluar.

Heechul, tentu saja, tidak memedulikannya. Dengan lekas dia berlari menuju pintu untuk membukanya, namun tangannya segera ditarik oleh namja tadi ke dalam dekapan hangat sang namja. Sebuah nostalgia. Bagaimana bisa dia lebih merasakan kedamaian berada di dalam dekapan namja ini dibanding suaminya sendiri, Choi Siwon? ”Lepas,” desis Heechul namun tak digubris oleh namja itu. ”Lepaskan aku!”

”Chullie, Chullie, dengarkan aku!” teriak namja itu membuat Heechul terdiam. ”Sudah lama aku mencarimu, sudah lama aku menunggumu. Akhirnya kau kembali, akhirnya kau kutemukan.”

Namja itu menangis. Heechul dapat merasakannya dengan punggungnya yang mulai basah, mungkin karena keringat, mungkin juga karena air mata dari namja itu. ”Akhirnya kau sadar…hiks…aku sudah lama menunggumu, Chullie…Akhirnya kau kembali..hiks…”

Gulp.

Heechul merasa bersalah meskipun dia tak mengerti kenapa. Dia tak tahu siapa namja yang memeluknya sekarang, dia juga tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Perlahan dia memutar badannya untuk melihat namja itu tengah menangis haru. Tangan kanannya perlahan menyentuh pipi namja itu. ”Ma…maaf…kau..kau siapa?” tanyanya dengan lembut.

Mendengar pertanyaan Heechul, namja itu tersentak kaget, terlihat dari pupil matanya yang membesar. Rasa bersalah semakin menggeluti hati Heechul saat melihat senyuman tanda mengerti dari namja itu. ”Ah, sepertinya kau tidak mengingatku, Chullie. Aku Hangeng, suamimu. Kau biasa memanggilku dengan Hankyung, tidakkah kau ingat?”

Perlahan Heechul menggelengkan kepalanya. Dia hendak menarik tangannya dari namja yang bernama Hankyung atau Hangeng tadi tapi dengan cepat dihalangi. ”Jangan, aku tidak mau kau pergi lagi dariku. Sudah lama akhirnya aku berhasil menemukanmu. Aku tidak ingin kau pergi lagi dariku.” Tangan Hangeng yang hangat menyentuh pipi Heechul dengan perlahan.

Begitu Heechul ingin bereaksi terhadap sentuhan tersebut, tiba-tiba saja dia merasakan sesuatu yang basah menyentuh mukanya. Jeritan dari mulutnya kembali terdengar saat melihat sosok Hangeng yang tergeletak tak berdaya. Darah muncrat mengenai wajahnya hingga wajahnya yang putih jadi merah. Di belakang Hangeng berdiri Siwon dengan seringaian yang mengerikan tengah memegang kapak yang baru saja ditancapkan pada kepala Hangeng. ”KYA!!” jerit Heechul. ”Si..Siwon? Apa yang kau lakukan?” serunya.

”Menghancurkan penghalang kita, Chullie, sekarang kita bisa bersama.”

Tahu bahwa Siwon yang ada di hadapannya bukanlah Siwon yang dia kenal, Heechul merasa ketakutan. Kakinya masih terasa kaku karena baru saja menyaksikan hal yang mengerikan. Meski dia tak mengenal Hankyung, dia tetap merasa ngeri melihat seseorang terbunuh di depannya hingga bergeletak tak bernyawa seperti ini. ”Siwon! Sadar! Siwon!” serunya. Dia semakin ketakutan saat melihat Siwon yang berjalan mendekati dirinya seperti seorang psikopat.

Lidah Siwon terjulur menjilati tangannya yang terkena darah bekas Hankyung sementara tangan yang satu memegang kapak dengan gampang. ”Kenapa, Chullie? Sekarang tidak akan ada yang mengganggu kita, sebentar lagi kita akan bersama, untuk selamanya.”

Ketika kapak itu diacungkan oleh Siwon untuk mengenai Heechul, Heechul menutup matanya, menanti kapak yang akan mengambil nyawanya. Sepertinya ini akan menjadi akhir hidupnya.

.

.

”Heechul?” Namja cantik itu tersadar dari lamunannya. Dia sedang duduk di sebuah sofa yang sepertinya terletak di ruang tamu. Di sampingnya tampak seorang namja tengah menundukkan wajah untuk melihat namja cantik bernama Heechul tadi. ”Gwenchana?”

Heechul terlihat terkejut sesaat sebelum tersenyum dan mengangguk. Dia segera memeluk namja yang menanyakan keadaannya tadi. ”Ani, aku baik-baik saja, Hannie,” bisiknya pelan.

Namja yang dipanggil Hannie tadi, meskipun tidak mengerti, membalas pelukan Heechul dengan senyuman lembut terukir di wajahnya. Jari mereka yang saling bertautan memperlihatkan cincin emas yang berkilau terkena pantulan sinar lampu. Di bagian pojok meja terdapat sebuah figura. Di dalam figura itu terdapat foto dengan tiga sosok namja yang tak asing.

Siwon. Hankyung. Heechul. Ketiganya berdiri sembari tersenyum dengan lebar. Heechul dan Hankyung saling menggenggam tangan satu sama lain, terlihat seperti sepasang kekasih sementara Siwon terlihat sedikit diasingkan. Foto tersebut perlahan berubah. Senyum lembut yang terpasang di wajah Siwon berubah menjadi seringaian mengerikan. Kepala yang menghadap ke kamera perlahan bergeser ke arah kanan, tempat Hankyung dan Heechul berdiri.

Aku menunggumu, Chullie. Kau tak akan bisa pergi dariku karena selamanya kau hanyalah milikku.”

.

.

The End

.

.

A/N:

Saya ingin mencoba bkin genre Supranatural/Mystery dan yang aneh2…tapi ini malah jadinya makin mengerikan dan aneh (?) Silakan kalau kalian mau jitak saya…saya pasrah di tangan kalian *rentangkan tangan*

Huwaa…ini ff paling aneh, fail, geje…pertamanya sih maunya si Hankyung semacam iblis yang buat janji dengan Heechul untuk mengambil jiwa Heechul saat sudah waktunya, tapi kykny sudah sering, jadinya malah bkin ff seperti ini…

Buat yang bingung…saya bantuin dikit deh lagi baik #plak Intinya itu semua yang terjadi dari awal sampai yang hampir terakhir hanya mimpi di dalam mimpi dan Siwon yang berada di baliknya. Oke 😉 Kayak Inception dikit lah #plak

Dan di mana Siwon? Oke, itu saya serahkan pada chingudeul. Mau dia mayat hidup (kebanyakan nonton zombie sama adikku) atau mau dia iblis atau apapun, saya pasrah (?) Hahaha….#dijitak

Oke deh..semoga NhaNha LovelyChulppa Petals  puas .____.v

Saya kabur dulu untuk beli obat (?) #plak

Last, Review? 😉

_Verzeihen

PS: Oh ya, ada ff juga dedicated to all cassies out there :DD Selamat membaca ^^V

FAITH

Advertisements

9 responses to “Catching Dream – Hanchul

  1. ………
    Siwon siwon. Kenapa selalu jadi orang ketiga sih kasian /eh
    Akhirnya ada HanChul lagiiiii:3
    Jadi inti dari semuanya itu lamunan(atau mimpi) Heechul tentang mereka bertiga? Dan dia sebenernya disini udah tau kalau Siwon punya ‘something’? Jadi dia berfikir seperti itu?
    Waw ini keren haha

    -ezkjpr

  2. eL jujur aku bingung bacanya, jd intinya dari awal Heechul tu mimpi dan bermimpi lg di dalam mimpi. #lah ribet bahasaku.
    pokonya mimpi dalam mimpi lah.
    yg kenyataan itu Heechul lg duduk di sofa sama hangeng, right?
    okok aku sedikit mengerti sekarang.
    dan keren eL-ssi (y)

  3. Kyaaaaaaa…>.<
    kerennn…
    /thumbs up

    awalny sempet bingung, nha pikir won bneran suaminya dan han itu setan..
    Tapi mulai tengah k belakang, nha mulai ngerti deh..

    Agak ngeri ngebayangin muka siwon penuh cacing…hii

    gomawo ya EL dah bikinin challenge nya..besok" lagi yak.. /plakk
    hehe..
    Gomawo^^

  4. Hai… Hai… Dah lama gak baca Ff SiHanChul… Pertama-tama baca rada keder jg sih… Mimpi di dalam mimpi… Tapi pas kedua kali baca baru ngerti deh maksudnya….. Yg penting end nya HanChul… Ok thanks y.. Keren kok…^^

  5. Aku bingung -__-
    Tapi, ini cerita yg bener bener dinantikan banget! Dan… Sihanchul daebak!!!

    El-chan~ bikin ff dengan couple sihanchul lagi yaaaaa~ *puppy eyes*

  6. eL ch4n,
    jadi inti sebenarnya yang nyata tuh Heechul ma Hanggeng kan…? Klo menurut aku Siwon mgkin adalah temen Heechul .
    Sewaktu hidup mungkin dia mendam perasaannya and terobsesi ma Heechul.
    Jadi ketika Siwon mati pun hantu-nya ngejar2 Heechul.*#plak sotoy bgt akuh*… Terus berkarya eL ch4an >.<!!!

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s