Interlude – Crossroads


DON’T LIKE DON’T READ!!

Part of ”Slave Day”

Author: eL-ch4n

Rated: T- M

Summary: Anda kembali mengenang, saat pertama berbicara dengan Changmin, hal yang anda rahasiakan dari Sang Narator. Kemudian anda mencoba untuk menyambungkan semua benang merah yang ada. 

slaveday_zps36ee3d8b

.

Bisakah saya meninggalkan anda sendiri?

Saya akan mengantarkan Dara-shi terlebih dahulu.

Bisa? Baguslah. Anda di sini saja.

Saya tak akan berlama-lama.

Ayo, Dara-shi.

.

Saat ini, anda kembali ditinggal sendirian oleh Sang Narator yang sedang mengantar Dara ke ruang Se7en. Ada sesuatu yang menarik anda saat Sang Narator memanggil Dara dan bagaimana sang dokter melihat ke arah sang narator. Cara memandang mereka tidak mirip bagaimana Yunho menatap Jaejoong. Bukan pula saat Changmin melihat Se7en. Cara mereka menyapa juga tidak seperti saat Daesung membicarakan soal Minzy. Atau saat Kibum menatap Siwon. Ada sesuatu yang berbeda. Entahlah, anda sendiri tidak bisa mengetahuinya.

Bicara mengenai Changmin, anda teringat satu hal, sebuah rahasia yang bahkan tidak pernah anda ceritakan pada siapapun, tidak kepada Sang Narator sekalipun. Sebenarnya anda sudah pernah berbicara empat mata saja dengan Changmin. Hal itu terjadi begitu singkat dan tiba-tiba, anda sendiri tidak mengetahuinya. Semua terjadi saat hari setelah hari itu, hari personal slave memuaskan kelima master. Masih teringat dalam otak anda bagaimana kelakuan Changmin yang begitu berbeda dan bagaimana master-nya seolah tak rela membunuh dia begitu saja.

Anda mencari tempat duduk yang terdapat di dekat anda. Punggung anda, anda sandarkan di atas dinding sementara mata anda terpejam sembari kepala anda menghadap ke atas. Memori anda membawa kembali ke saat anda berbicara pada Changmin. Sesuatu yang tidak pernah anda duga sebelumnya dapat terjadi begitu cepat.

.

.

Malam itu anda merasa haus sehingga beranjak dari tempat tidur anda di lantai 4, yang selantai dengan para personal slave. Anda keluar dari kamar tidur untuk menuju ke dapur mengambil minuman. Dapur yang sama saat anda mengetahui rahasia masa lalu Siwon dan Kibum oleh Taecyeon. Anda tak berharap banyak malam itu. Hanya ingin mengambil segelas air mineral untuk memuaskan dahaga anda. Namun ternyata, anda bertemu dengan orang yang paling tidak anda duga.

Shim Changmin (atau mungkin sekarang harus anda panggil sebagai Jung Changmin?).

”Kau baru?” tanyanya pada anda.

Takut memberikan jawaban yang salah, anda terdiam sampai Changmin mengerti arti tersembunyi di balik kesunyian anda. ”Sepertinya aku tahu, ah, tapi sudahlah. Apa yang kau lakukan di sini?” tanyanya lagi.

”Hanya mau minum,” jawab anda dengan sedikit nada acuh.

Anda mendengar suara kekehan dari Changmin yang anda abaikan dengan mengambil gelas untuk mengisi air minum. Setelah air memasuki tenggorokan anda, Changmin berkata lagi, ”Apa kau menikmatinya?”

”Maksudmu?” tanya anda dengan tegas. Meski anda tahu apa yang dimaksud Changmin, tapi sepertinya ada sedikit sinisme di balik nada personal slave Choi Dong Wook itu.

Kembali telinga anda menangkap suara kekehan Changmin. ”Menikmati acara tadi?” Muka anda memerah karena malu dan sedikit marah dengan ejekan Changmin. Anda masih terdiam, tak ingin membalas perkataan Changmin sedikit pun. ”Atau menikmati kami yang tak bisa keluar?” Kali ini suara pria jangkung itu terdengar sedikit bergetar, seolah ada isakan di baliknya.

Anda menggelengkan kepala anda, meletakkan gelas di wastafel untuk dicuci, tapi Changmin menghalangi anda. ”Tidak perlu, Taeyang akan mengurusi hal itu.”

Taeyang. Ah, anda teringat dengan pria berpotongan rambut mohawk yang selalu penuh senyum bahkan saat ditegur oleh Sang Narator sekalipun. Changmin masih melahap buah apel yang ada di tangannya. Berpikir bahwa urusan anda sudah selesai, anda hendak pergi, tapi Changmin menghalangi anda.

”Hei, kau tidak ada acara bukan?” Anda menggelengkan kepala anda cepat karena anda sendiri juga tahu bahwa tak adalagi yang bisa dikerjakan selain tidur dan mungkin mengisi jurnal anda. ”Kau bisa memasak?” Kali ini anda berpikir cukup lama sebelum kemudian mengangguk terhadap pertanyaan Changmin. ”Kalau begitu, tolong masak ramen untukku, bisa? Badanku sudah tidak bisa terlalu bergerak dan perutku lapar. Seharusnya tadi aku minta Taeyang untuk memasakiku sesuatu,” ujarnya.

Merasa kasihan akhirnya anda kemudian menanyakan peralatan dan bahan yang dibutuhkan untuk memasak. Changmin juga membantu anda dalam mempersiapkan benda tersebut. Setelah itu, dia duduk di kursi makan dan meletakkan kepalanya ke atas meja, seperti tertidur. Apel yang tadi dipegangnya sudah habis dan sisanya sudah berada di tempat sampah.

Tak perlu waktu lama untuk memasak ramen untuk Changmin. Dalam sekejap saja, ramen hangat yang memiliki aroma sedap terhidang di hadapan pria itu. Segera, dia melahapnya bagai anak kecil yang melahap makanan kesukaannya. ”Gomawo,” ucapnya saat dia sudah hampir menghabiskan semua ramen dalam mangkok tersebut.

Anda hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala. ”Sama-sama,” bisik anda.

”Ah. Terima kasih untuk makanannya,” serunya. Rasanya tidak adil kalau dia makan lebih cepat dari anda memasak dan anda hanya bisa menggelengkan kepala anda saat melihat meja di hadapan anda sudah bersih, tak berbekas. ”Baiklah, sebagai ucapan terima kasihku, kau boleh menanyakan satu hal padaku, apa saja. Kata orang tuaku kita harus bisa berterima kasih pada orang.”

Sempat terlintas untuk menolak tawaran Changmin, tapi entah kenapa hal itu terdengar menggiurkan sehingga anda akhirnya tergoda. ”Bolehkah?” Pria di hadapan anda mengangguk dengan antusias dan tanpa anda sadari seulas senyuman licik terukir di wajahnya. Anda berpikir sejenak, mencari pertanyaan yang tepat untuk bisa ditanyakan kepada pria ini. Sesuatu yang mungkin tidak bisa dia tebak. ”Kenapa?” ujar anda perlahan. ”Kenapa kamu rela mati di tangan Se7en-shi?”

Dia tersentak kaget, sepertinya benar-benar tidak menduga dengan pertanyaan anda. Tak lama kemudian dia tersenyum, sebuah senyuman penuh misteri. ”Pertanyaanmu sedikit menarik, kenapa kau yakin aku rela mati di tangannya?”

”Bukankah kau tadi?” Anda terhenti sejenak tak tahu harus melanjutkan apa. Changmin sudah bersandar pada punggung kursi sembari melipat tangan di depan dadanya. ”Kau bilang dia menyelamatkanmu?” Mata anda menangkap sosok tubuh Changmin yang sedikit bergetar seperti sedang mengingat sesuatu.

Tangan yang terlipat tadi perlahan terbuka dan kemudian dia menghela nafas. ”Sepertinya untuk menjawab itu, kita harus memulai sedikit agak jauh, kau tidak keberatan kalau tidak tidur cukup malam ini bukan?”

Anda mengangguk dengan antusias tentunya. Dengan kondisi seperti inipun, rasanya tidak bisa tidur dengan mudah. Jadi anda membiarkan Changmin untuk memulai kisah di masa lalunya. Tanpa anda ketahui sebenarnya di balik pintu dapur, di sampingnya, berdiri seorang Taecyeon yang sedang menikmati suara Changmin sembari menutup matanya.

.

.

Beberapa tahun yang lalu…

”Changmin, Changmin, Changmin!” Pria yang tengah tertidur di atas meja kerjanya tiba-tiba tersentak kaget ketika ada seruan yang memanggil namanya. Di hadapannya berdiri seorang pria yang memiliki jidat sedikit lebar, rambut pendek sedikit keriting, dan memakai pakaian seperti dandy boy.

”Aish, Chun, kau bisa tidak jangan berteriak seperti itu, telingaku sakit,” gerutu Changmin sembari menggaruk-garuk kepalanya. Pria yang ada di hadapannya tadi hanya terkekeh dan menepuk kepala Changmin.

”Kau ini, panggil aku Yoochun-hyung, Yoochun-hyung, kau tahu?” serunya.

Changmin menggelengkan kepalanya. Dia yang tadi tertidur, sekarang sudah duduk dengan sedikit tegak dan dengan muka malas menjawab pria bernama Yoochun itu. ”Aku akan panggil kau Yoochun kalau kau sudah bisa menyatakan cintamu pada Junsu-hyung,” balas Changmin sembari menyengir lebar.

Mendengar nama Junsu, muka Yoochun mendadak menjadi merah karena malu. Dia kembali memukul kepala Changmin seperti anak kecil yang marah karena digoda oleh sahabatnya. Pria yang lebih muda itu hanya terkekeh melihat kelakuan Yoochun yang seperti anak kecil itu. Tak berapa lama suara melengking yang seperti lumba-lumba terdengar dari belakang Yoochun. ”Changmin, Yoochun, kalian sedang tertawa tentang apa?”

Wajah Yoochun langsung berubah menjadi merah seperti tomat dan ucapannya seperti orang gagap dalam sekejap. ”Eh…Jun..Junsu? Ti..tidak kok…ti…tidak apa-apa,” jawab Yoochun sementara Changmin kembali terkekeh.

Pria bernama Junsu adalah seorang pria manis yang tinggi badannya lebih pendek sedikit dari Yoochun sehingga dia harus mendongak untuk melihat wajah pria berjidat lebar itu. ”Chun? Kau kenapa? Mukamu merah? Kau sakit?” Dia meletakkan tangannya di kening Yoochun membuat wajah pria itu semakin memerah dan gelak tawa Changmin semakin mengeras.

”Apa yang kalian lakukan?!” Sebuah suara lain yang lebih tegas terdengar membuat ketiganya menghentikan aktivitas mereka. Di depan pintu, tampak seorang wanita cantik dengan rambutnya yang panjang sedang memegang berkas file kuning. Roknya yang pendek memperlihatkan jenjang kakinya yang indah, tapi ketiganya sama sekali tak tertarik karena mereka tahu sifat wanita itu. ”Kalian dibayar bukan untuk bersenang-senang, sana kerjakan tugas kalian,” serunya lagi.

Sembari menggerutu, Yoochun dan Junsu kembali ke meja kerja mereka, meninggalkan Changmin yang masih menyengir lebar. Wanita itu berjalan dengan elegannya ke arah Changmin, bermaksud untuk menarik perhatian pria yang sudah mulai membuka berkas untuk bekerja. ”Changmin,” ujar wanita itu dengan nada menggoda.

Changmin mengangkat kepalanya untuk melihat ke arah wanita itu dengan malas. ”Ada apa Yoona-shi?” tanyanya dengan enggan. ”Tadi kau suruh kita untuk bekerja dan itu yang sedang aku lakukan,” balasnya.

Wanita bernama Yoona itu menggeram, tapi kemudian dia kembali tersenyum dan memberikan berkas file yang dia pegang ke atas meja Changmin. ”Baiklah, ini berkas baru untuk pekerjaanmu, Leeteuk ingin kau segera menyelediki ini, tapi secara rahasia.”

”Seperti kau tidak tahu cara kerjaku saja,” balas Changmin. Nadanya terdengar riang dan matanya mulai membaca berkas yang ada di hadapannya. Dia menyadari kehadiran Yoona yang ada di depannya. ”Sedang apa kau di sini? Kau dibayar bukan hanya untuk berdiri, tapi untuk bekerja.” Changmin membalas wanita itu dengan perkataan yang dilontarkan oleh wanita itu tadi membuat Yoona berdecak kesal dan meninggalkan pria itu sendirian. Yoochun dan Junsu yang mendengar hal itu terkekeh. Saat Yoona melewati meja mereka, keduanya berhenti tertawa dan melanjutkannya saat Yoona sudah kembali ke meja sekretaris wanita itu.

Mata Changmin membaca setiap kata yang ada di hadapannya dengan seksama, mengamati maksud tersembunyi di setiap kalimat.

.

.

”Tunggu, memangnya apa pekerjaanmu?”

”Oh, aku lupa memberitahukannya. Sebelum di sini, aku adalah detektif yang bekerja di salah satu perusahaan kecil milik sahabatku.”

”Detektif?”

”Iya, tapi itu sudah lama sekali.”

”Kasus apa yang kau tangani saat itu?”

”Tidakkah kau bisa menebaknya?”

”Aku tidak tahu.”

”Kuberi tahu, kasus menghilangnya seorang pengacara bernama Kim Kibum.”

.

.

”Hmm, jadi di sini tempatnya?” Changmin sedang berdiri di sebuah gedung tempat berkumpulnya pengacara di Korea. Matanya mulai meneliti struktur bangunan di hadapannya dan menggunakan waktunya untuk menikmati hasil karya arsitektur dari siapapun yang membangun gedung tersebut. Setelah menghela nafas, Changmin akhirnya memutuskan untuk masuk ke dalam gedung, menuju ke tempat sang pemilik dari gedung tersebut.

Changmin tidak menduga kalau orang yang memiliki gedung tersebut adalah seorang pria berisi yang terlihat ramah. Rasanya tidak percaya juga kalau orang yang di hadapannya adalah salah satu pengacara ternama, Shin Donghee atau yang akrab dipanggil dengan Shindong.

”Jadi kau detektif yang dikirim oleh Leeteuk-hyung?” tanya Shindong dengan ramah.

Yang ditanya mengangguk perlahan. Matanya mencoba untuk menelusuri ruangan kantor sang pengacara. Buku-buku tertata dengan rapi di atas rak. Di atas meja, banyak berkas berserakan dan bertumpukan satu sama lain. Ada sebuah pigura foto yang terletak di pojok meja yang rapi, seolah tak tersentuh. Di belakang kursi terdapat banyak foto dan catatan penghargaan yang diraih oleh Shindong. Dinding yang lain tergantung juga dua lukisan abstrak yang tak bisa dimengerti oleh Changmin.

Sementara Shindong sedang mencari sesuatu, Changmin melakukan perjalanannya untuk mencoba menikmati lukisan yang hanya terdiri dari tiga warna, merah kuning biru, di hadapannya. Tiga warna dasar yang saling bertumpukan membentuk banyak warna lain. Sesuatu yang tak berbentuk dan tak bisa dinikmati oleh Changmin sebagaimanapun dia berusaha.

”Ah, ini dia,” seru Shindong.

Pengamatan Changmin terhenti dan kemudian beralih pada pria gemuk yang merapikan meja kerjanya untuk membuka berkas yang baru saja ditemukan. ”Ini adalah kasus yang dikerjakan Kibum sebelum dia menghilang selama 1 bulan. Aku sudah mencoba untuk ke rumahnya, tapi adiknya juga tidak ada di sana, seolah mereka menghilang begitu saja.”

Mendengar hal itu, Changmin menarik kursi di seberang Shindong dan duduk di atasnya. ”Bukankah bisa saja mereka pergi ke tempat lain?” tanya Changmin. ”Atau pergi berlibur?”

Shindong menggelengkan kepalanya. Tangannya terlipat dan kepalanya disandarkan di atas punggung tangannya. Siku tangannya dia letakkan di atas meja. ”Tidak, tidak dengan Kibum. Dia tidak akan mungkin meninggalkan kasusnya begitu saja. Lagipula,” bisiknya perlahan.

”Lagipula apa?” tanya Changmin. Badannya dia majukan untuk memperlihatkan bahwa dia serius ingin tahu lebih lanjut.

Pria di hadapannya terlihat gugup. Dia berdiri untuk menutup pintu sebelum kembali duduk di kursi. Keringat mulai membasahi wajah pengacara itu. ”Kibum kutugaskan untuk membela seorang terdakwa bernama Siwon.”

”Siwon?” selidik Changmin. ”Choi Siwon anak dari pemilik Choi Corporation itu?” Shindong mengangguk. ”Mengenai kasus apa? Aku tak pernah mendengar sedikit pun mengenai hal itu.”

Shindong menggigit bibir bawahnya menunjukkan bahwa dia benar-benar tidak tahu harus memulai dari mana. ”Orang tua Siwon menyembunyikannya agar tidak ada yang tahu, tidak sampai pengadilan dan itu berhasil. Mereka hanya mengatakan bahwa Siwon sedang berlibur ke Amerika dan memaksa polisi untuk tidak menyebarluaskan mengenai kasus anak mereka.”

”Kasusnya, tentang apa?” desis sang detektif lagi.

”Kau harus menyimpan ini, kau tidak tahu ini dariku, mengerti?” Changmin mengangguk. Shindong menarik nafas. ”Pembunuhan lima kepala agama besar,” bisik Shindong. Mendengar hal itu, kedua mata Changmin membesar. Pantas saja Shindong menutup pintu dan menginginkan pembicaraan ini secara pribadi.  Ini adalah sebuah berita besar. Dia memang tahu mengenai pembunuhan berantai lima kepala agama besar tersebut, tapi dia tidak tahu mengenai sang pelaku. Polisi mengatakan bahwa semuanya sudah terselesaikan dan seperti kasus lainnya, hal ini terkubur begitu saja.

Changmin mengangguk. ”Lantas?”

”Kibum kutugaskan untuk membela Siwon, setidaknya mungkin mengurangi masa hukuman Siwon. Terakhir, sebelum dia pergi menghilang, dia mengatakan bahwa sepertinya dia telah menemukan sesuatu dengan kasus ini. Hari itu dia tampak senang, katanya dia akan merayakan ulang tahun mereka dan akan menjemput Kyuhyun. Tidak percaya orang yang terlihat bahagia seperti itu akan menghilang begitu saja. Aku yakin ada sesuatu.” Shindong terhenti untuk menghela nafas. ”Kau tidak mau mencatatnya?”

”Tidak,” Changmin menggelengkan kepalanya. ”Tidak perlu, aku tidak suka jika ada seseorang yang mencuri catatanku saat sedang melakukan penyelidikanku,” balas Changmin dengan nada tenang.

Sang pengacara mengangguk. Dia kemudian merapikan berkas Kibum dan menyerahkannya kepada Changmin. ”Aku harap kau bisa menemukan Kibum untukku. Biar bagaimanapun, dia sudah kuanggap keluargaku. Aku harap tak ada sesuatu yang terjadi pada dirinya. Kau bisa menemukannya?”

”Aku tidak berjanji,” ucap Changmin. ”Tapi bukan seorang Shim Changmin kalau tidak bisa menyelesaikan kasusnya. Baiklah, aku pergi dulu.” Dia mengambil berkas file dari tangan Shindong dan segera beranjak pergi, namun Shindong menghentikannya. ”Apa ada yang ketinggalan?”

Pria gemuk itu menggelengkan kepalanya. ”Hati-hati,” bisiknya. Changmin mengangguk. Dia memutar kenop pintu dan membukanya, kemudian menghilang dari kantor Shindong membiarkan pemilik gedung pengacara itu duduk kembali sembari menghela nafas. ”Semoga saja tidak ada hal buruk yang terjadi,” bisiknya.

.

.

”Apa yang kau lakukan setelah itu?”

”Seorang detektif pasti memerlukan sumber kan?”

”Jadi kau menemui sumbermu?”

”Lebih tepatnya dia menemuiku.”

”Sumbermu ini, siapa namanya?”

”Menurutmu?”

”Se7en-shi?”

”Haha. Tidak mungkin, dia bukan orang yang akan turun ke lapangan.”

”Siapa?”

”Nama aslinya Lee Seunghyun, tapi dia lebih suka dipanggil Seungri.”

.

.

Changmin berjalan dengan mantap menuju ke arah taman yang tak jauh dari gedung yang baru dimasukinya tadi. Langkahnya terhenti di salah satu bangku taman dan duduk di sana sembari menyandarkan punggungnya. Karena masih siang, banyak orang tua yang membawa anaknya ke sana setelah sekolah selesai jadi suasana taman sangat ramai. Tempat yang bagus baginya untuk mendapatkan informasi.

”Hei, kudengar kau mencari pengacara bernama Kim Kibum?” Sebuah suara serak yang tak asing di telinga Changmin terdengar dari belakangnya. Suara yang berasal oleh seorang pria yang duduk di bangku di belakang Changmin sehingga keduanya tidak saling bersapa muka. Keduanya terlihat seperti dua orang pria yang kebetulan duduk di taman seorang diri dan sedang bersandar menikmati udara segar.

”Secepat itukah kabarnya menyebar?” tanya Changmin sambil terkekeh. Dia merentangkan tangannya untuk diletakkan di atas kursi sementara kepalanya menghadap ke arah langit. Hal ini membuat jarak mereka menjadi lebih dekat sehingga bisa berbisik satu sama lain. ”Apa saja yang sudah kau ketahui, Seungri?”

”Di hari yang sama Kim Kibum menghilang, Choi Siwon dibebaskan dari penjara,” bisik Seungri. ”Ada saksi yang melihat bahwa Kibum dan adiknya, Kyuhyun, sedang mengendari mobil ketika tiba-tiba sebuah mobil menabrak mobil mereka dan kecelakaan terjadi.”

Sang detektif mengangguk. ”Jadi, mereka berada di rumah sakit?”

Pria bernama Seungri itu menggelengkan kepalanya, memundurkan kepalanya agar lebih mendekat kepada Changmin. ”Tidak, tadi aku bilang bukan? Di hari Kim Kibum menghilang –”

”Choi Siwon dibebaskan dari penjara,” sela Changmin. ”Jadi, siapa orang yang membebaskan Siwon? Tak peduli meskipun dia Choi Siwon, hukuman membunuh lima orang petinggi besar agama adalah hukuman mati atau seumur hidup.”

”Aku tak bisa mendapat informasi lebih daripada itu Max, tapi aku tahu bahwa ada sesuatu yang dirahasiakan oleh hukum di negara kita, kau tahu?” bisiknya perlahan.

Changmin terkekeh, seolah mengejek apa yang dimaksud oleh Seungri. ”Ya, hukum yang membebaskan orang bersalah dan menjebloskan orang yang tidak melakukan apa-apa. Bahkan tidak peduli aku sudah megorbankan nyawaku, asal punya uang, mereka bisa lolos,” desisnya. Keduanya hening sesaat. Tak ada yang berkata apa-apa sementara kedua tangan Changmin terkepal menahan emosi di dalam dirinya.

Sementara Seungri menarik tubuhnya sedikit dan menunduk. Matanya melihat situasi di sekitar taman seolah seperti pria yang sedang bersantai di taman. Mulutnya terbuka perlahan, mengeluarkan kata demi kata. ”Aku tak tahu ini benar apa tidak, tapi kurasa ada sedikit kaitannya dengan U-know.”

Mendengar nama U-know disebut, mata Changmin terbelalak kaget. Siapa yang tidak mengenal U-know? Hidup sebagai detektif sudah tentu dia harus tahu nama mafia sekaligus penguasa dunia gelap Korea. Sebenarnya Changmin ingin menangkap siapapun yang bernama U-know itu, tapi dia merasa tidak perlu. Lagipula, harus dia akui, meskipun U-know bergerak dalam jalan yang berbeda, U-know tak pernah melakukan hal yang mengerikan seperti pemimpin sebelumnya. U-know memastikan kegelapan harus berada pada tempatnya dan Changmin merasa tidak ada salahnya. Toh, seperti katanya tadi, asal ada uang semua bisa lolos dari hukum, tapi tidak dari U-know. Singkatnya, mungkin U-know seperti seorang Robin Hood?

”Kau serius?” tanya Changmin sekali lagi. Jika apa yang dikatakan Seungri benar, maka mungkin ini akan menjadi pertama kali bagi dirinya untuk berhadapan dengan sang ketua mafia itu. Di satu sisi, tentu saja Changmin merasa tertantang dan menganggap hal ini menarik, tetapi di sisi lain, ada sesuatu yang mengatakan lebih baik dia berhenti dan keluar selagi bisa.

”Kapan informasiku salah?” tanya Seungri sembari tertawa pelan.

Tidak ada yang perlu diragukan dalam informasi yang diberikan Seungri. Sejauh ini, apa yang diberikan pria itu kepadanya, semuanya tepat dan selalu membantunya dalam memecahkan kasus. Namun, entah kenapa kali ini saja Changmin berharap bahwa Seungri salah. Bahwa hal ini tidak ada kaitannya dengan pemimpin dunia hitam itu.

”Bagaimana kabarmu?” tanya Seungri perlahan. Dia mencoba untuk memecahkan situasi di antara mereka.

Pertanyaan Seungri mendatangkan kekehan ringan dari pria jangkung itu. ”Kita memang aneh ya? Sekarang baru menanyakan kabar masing-masing.” Changmin terdiam. Kepalanya menunduk sedikit sehingga sudah tidak menatap ke langit, tapi ke arah anak-anak kecil yang sedang bermain di taman. ”Aku baik-baik saja, Seungri, kuharap kau juga.”

”Yah, hei, aku baru putus,” ucap Seungri dengan nada riang.

”Kau bercanda, sudah berapa lama? 2 atau 3 bulan?”

”5 bulan Changmin. Terkadang aku mempertanyakan bagaimana dengan memorimu kamu bisa menjadi seorang detektif.” Keduanya terkekeh. ”Hei,” bisiknya. Badannya dia sandarkan kembali pada punggung bangku taman, sehingga sedikit banyak bersandaran di pundak Changmin. ”Kita tidak bisa seperti dulu ya, sepertinya?” Changmin tak menjawab. Dia hanya terdiam membiarkan suara anak kecil yang bermain menemani mereka.

.

.

”Kurasa hal ini tidak penting.”

”Memangnya Seungri dan dirimu?”

”Hanya satu pertanyaan saja, sayang.”

”Ah, baiklah.”

”Baiklah, kurasa lebih baik aku langsung saja pada pertemuan pertamaku dengan Se7en.”

.

.

Penyelidikan Changmin tidak bisa dikatakan lancar. Ada beberapa hal yang membuat dia terhambat. Kenyataan bahwa Kyuhyun dan Kibum tinggal hanya berdua dan tak ada yang banyak tahu tentang saudara kembar itu juga tidak membantu. Kyuhyun sendiri termasuk anak yang tidak pandai bergaul di sekolah, selalu membawa PSP, dan bermain sendiri. Ketika Changmin mencoba untuk menanyakan saksi yang dimaksud oleh Seungri, saksi tersebut menolak mengatakan pernah melihat Kyuhyun dan Kibum. Changmin dapat melihat bahwa saksinya terlihat ketakutan. Badannya begitu gemetar saat mendengar nama Kyuhyun dan Kibum disebut.

Jadi akhirnya Changmin berada pada jalan buntu untuk kasus ini. Ingin bertanya pada Seungri, tapi informannya yang satu itu tak menjawab panggilannya sejak kemarin siang. Changmin berharap semoga tidak terjadi hal yang buruk pada Seungri. Informan memang bisa dia dapatkan, tapi biar bagaimanapun, tidak ada yang bisa menggantikan Seungri.

”Hei, bagaimana dengan kasusmu?” tanya Yoochun.

Yang ditanya hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menghela nafas tanda bahwa dia pasrah. ”Jalan buntu,” bisiknya pelan.

”Oh begitu.” Yoochun mengangguk. Dia duduk di meja Changmin yang sedang menyandarkan kepala di atas meja. ”Tapi aku rasa ada yang aneh,” ucapnya pelan.

”Maksudmu?” tanya Changmin masih dengan nada malas. Sudah hampir seminggu dia tidak tidur dengan nyenyak karena memikirkan banyak hal, salah satunya adalah keberadaan Seungri.

”Ya, tidak biasanya kau mengerjakan kasus sendirian saja. Kau tidak merasa aneh? Leeteuk-hyung bahkan tidak mau berbagi mengenai kasus yang sedang kau tangani sekarang. Memangnya sebegitu rahasianyakah?” gumam Yoochun.

”Andai kau tahu, Chun,” pikir Changmin. ”Tidak tahu, mungkin dia berpikir dengan jidatmu yang lebar, kau malah akan menghambatku,” goda Changmin. Kepalanya masih enggan meninggalkan meja. Setidaknya lima menit menutup mata cukup baginya. Dia selalu paranoid saat tinggal sendiri di apartemennya, takut sewaktu-waktu akan ada yang datang tak diundang.

Yoochun hanya menggelengkan kepalanya. Dia ingin memukul kepala Changmin, tetapi melihat dongsaeng-nya yang sepertinya kurang tidur, Yoochun mengurungkan niatnya. ”Aish kau itu, aku ini tetap lebih tua darimu tahu!”

”Ya, ya,” gumam Changmin.

Istirahat Changmin sayangnya tak bisa bertahan lama karena tak berapa lama, ponselnya bergetar membuat matanya terjaga seketika. Bagai dirasuki oleh setan, Changmin segera meraih ponselnya dan menjawab panggilan dari nomor yang tidak dia kenal. ”Halo? Ini siapa?” tanyanya.

”Shim Changmin?

Deg.

Mendengar suara di seberang sana membuat tubuh Changmin bergetar, seperti ada yang menariknya. Memang dia sudah jarang melakukan hubungan intim semenjak – abaikan, tapi masa hanya dari sebuah suara saja sudah bisa membuat dirinya seperti ini?

Dia segera menggelengkan kepalanya. ”Ah iya, ini aku, ada yang bisa kubantu?”

”Aku tidak tahu kalau suaramu akan semanis ini.”

Kalau tadi jantungnya berdebar kencang, kali ini wajahnya memerah. Dia paling tidak suka dikatakan manis, tidak siapapun, bahkan oleh suara yang harus dia akui sangat – coret – seksi – coret – ini. ”Boleh aku tahu aku berbicara dengan siapa?”

”Ah, eager aren’t we?

Tiba-tiba saja Changmin menjadi menyesali dirinya kenapa dia sempat mengagumi suara itu tadi ketika mendengar dirinya seperti diejek. ”Cepat katakan apa urusanmu dan kita bisa selesai.”

”Bagaimana kalau aku tidak mau selesai? Bagaimana kalau aku ingin mendengar suaramu lebih lama lagi, hmm?”

Sejenak Changmin sempat tergoda, tapi dia kembali diingatkan oleh firasatnya yang mengatakan ini ada hubungan dengan hilangnya Seungri. ”Seungri ada bersamamu?” tanyanya entah kenapa. Dia bahkan tidak percaya dia menuduh orang seperti itu saja tanpa ada bukti.

”Seungri? Nama pria yang wajahnya seperti panda itu ya? Yang matanya terdapat lingkaran hitam itu, betul?”

”Kau tahu di mana dia?” seru Changmin. Dia berdiri dengan tiba-tiba membuat Yoochun terkejut. ”Apakah dia bersamamu? Apakah dia baik-baik saja?”

”Kau harusnya berterima kasih padaku karena dia masih bernafas.”

Changmin menghela nafas lega sedikit meskipun bisa saja dia hanya dibohongi oleh orang di seberang, tapi dia merasa bahwa dia dapat mempercayai orang itu. ”Dia bersamamu?”

”Bisa dikatakan begitu, bisa juga tidak. Aku tinggalkan dia di apartemenmu. Kali ini kau beruntung aku sedang berbaik hati, Changmin,” desis suara itu.

”Kenapa? Apa yang kau lakukan terhadapnya?” Kali ini nada panik terdengar dari suara Changmin. Terlihat jelas bahwa dia sangat khawatir dengan Seungri. ”Tadi kau bilang dia baik-baik saja.”

Suara itu tertawa membuat Changmin merasa geram. ”Aigoo, kenapa kau panik seperti itu, eh? Tenang saja, dia berada di depan apartemenmu, pulas dan dalam keadaan masih utuh, tapi aku tidak yakin jika kau telat nanti. Kurasa lebih baik kau harus segera ke sana sebelum terlambat.”

”Terima kasih,” bisik Changmin. ”Kau siapa?” tanyanya. Pertanyaan yang sedari tadi ditanyakan, tapi selalu berhasil dielak oleh suara di seberangnya.

”Panggil saja aku Se7en. Oh, satu saranku. Selagi bisa, lebih baik kau keluar dari kasus ini. Mumpung aku masih berbaik hati.” Suara itu memang terdengar ringan, tapi Changmin dapat mendapatkan pesan ancaman tersembunyi di baliknya.

”Bukan urusanmu, hei!” seru Changmin.

”Sekarang mungkin baru Seungri, siapa yang berikutnya? Mungkin sahabatmu yang sedang duduk di atas mejamu?” Changmin menatap ke arah Yoochun yang memandangnya dengan bingung. Mata Changmin mengelilingi ruangan hingga keluar jendela namun tak menemukan apapun yang mencurigakan. ”Ah, jadi itu dirimu, Changmin. Manis seperti suaramu, tapi sayang kali ini aku tak bisa bicara banyak. Sampai jumpa lain kali ya.”

”Hei, tunggu, hei, hei!” teriak Changmin namun yang dia terima hanyalah nada bahwa panggilan sudah tertutup.

Yoochun yang sedari tadi mengamatinya, mencoba untuk bertanya. ”Changmin, siapa itu tadi?”

Namun yang ditanya tidak menjawab. Sebaliknya, mata Changmin penuh amarah menatap ke ponselnya seolah benda komunikasi itu bisa terbakar pada detik berikutnya. Tak membalas pertanyaan Yoochun, Changmin segera mengambil jaketnya dan berlari keluar untuk menuju ke apartemennya.

Untung saja jarak apartemen dengan tempat kerjanya tidak terlalu jauh sehingga dia tidak terjebak oleh kemacetan. Hal yang dilihatnya saat berada di depan pintu apartemennya membuat dia terkejut. Bagaimana tidak? Seungri, sahabatnya itu terduduk tak berdaya di atas lantai sembari bersandar pada pintu. Muka Seungri penuh dengan cairan berwarna merah dan Changmin sempat melihat ada bekas gigitan pada kaki Seungri. Dia tidak tahu bekas gigitan siapa, tapi itu bukan masalah utamanya. ”Seungri, Seungri, hei, kau baik-baik saja?” serunya. Dia mengguncang-guncang badan Seungri sembari mengecek detak jantung sahabatnya itu.

Ketika mendapati sedikit detak dari tubuh pria penuh darah itu, Changmin bisa menghela nafas lega. Dia hendak menelepon rumah sakit untuk mengirimkan ambulance, tapi dia dihalangi oleh Seungri. ”Jang…an…dia…tahu…” ucap Seungri dengan susah payah.

”Seungri, Seungri! Aish.” Changmin mengacak-acak rambutnya karena bingung. Dia akhirnya meletakkan kembali ponsel ke dalam saku celananya dan membopong Seungri ke dalam apartemennya. Akhirnya dia memutuskan untuk menuruti permintaan Seungri dengan tidak menelepon ke rumah sakit. Untung saja dalam kesehariannya sebagai detektif, dia sering mengalami bahaya sehingga dia cukup tahu untuk pertolongan pertama seperti ini.

Setelah memastikan Seungri sudah tidak apa-apa dan melewati masa krisisnya, Changmin keluar ke ruang tamu, terduduk di sofa, dan mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Tangannya menekan tombol dan di hadapannya terlihat nomor asing yang meneleponnya tadi. Mencoba bertaruh, dia menekan tombol hijau itu kemudian meletakkan ponsel di telinganya. Ketika dering yang entah ke berapa, Changmin sudah mencoba untuk menyerah dan menutup ponsel, tapi tak berapa lama panggilannya terjawab.

”Ah, Changmin. Bagaimana dia? Masih hidup bukan?” Suara itu terdengar ceria dan Changmin merasa geram. Firasatnya mengatakan bahwa pria ini yang membuat Seungri terkapar tak berdaya di atas ranjang sekarang.

”Kau,” desisnya. ”Kau bilang dia baik-baik saja. Apa yang kau lakukan terhadapnya?!” seru Changmin. Meski kesal, dia masih mencoba untuk mengatur suaranya agar tidak terlalu keras dan membangunkan Seungri yang sedang beristirahat.

Suara kekehan terdengar dari seberang sana. ”Aku? Aku menyelamatkannya, Changmin.” Kali ini suara itu terdengar tegas dan dingin, seolah dalam sekejap orang yang berbicara dengannya adalah orang yang berbeda. ”Kau harusnya berterima kasih karena dia masih hidup dan bukan memarahiku. Kuberitahu kau satu hal, kau pikir kenapa kau ditugaskan untuk mengerjakan kasus ini? Kau tidak hebat, Changmin, tidak. Kau adalah tumbal.”

Tangan Changmin bergetar hebat. Dia memegang erat ponselnya. Telinganya tak bisa mempercayai apa yang baru saja dia dengar. ”Kau..kau jangan bercanda!” desisnya. Meski masih mencoba untuk tetap terlihat tegar, Changmin sendiri bisa merasakan kegugupan di balik suaranya.

”Kau seharusnya bersyukur bahwa sampai sekarang kau belum masuk ke tempat ini, Changmin. Kalau kau ingin tahu tempat apa ini, tanyakan pada Seungri. Dia yang sudah menyaksikan langsung kengeriannya. Changmin, jadilah boneka dan slave yang baik, oke?”

”Apa maksudmu dengan tumbal?” Changmin berdiri, mengucapkan kalimatnya kali ini lebih tegas.

”Kau yakin kau mau tahu, huh? Kenapa kau tidak menanyakannya pada orang yang memberikanmu pekerjaan ini? Ah, tapi kau juga sudah tak bisa menemukannya. Dia sudah berada di sini, mereka sudah berada di sini.”

Bingung adalah kata yang mungkin bisa mendeskripsikan keadaan Changmin sekarang. Dia mencoba untuk bertanya lebih lanjut lagi, tapi sayangnya yang dia dapat hanya suara kekehan dan ucapan ’Sampai Jumpa’ sebelum Changmin mendengar kembali nada dering, tanda panggilan sudah ditutup.

Badan Changmin terasa lemas, terlempar begitu saja ke atas sofa, matanya  menatap ke langit-langit. Pikirannya mengatakan bahwa hidupnya tidak akan sama lagi. Ponselnya bergetar di tangannya. Sebuah pesan singkat dibacanya dengan perasaan yang penuh campur aduk.

Sender: Se7en

Kau boleh tenang saat ini. Aku tertarik padamu, tapi kurasa sekarang bukan saatnya. Aku ingin tahu sejauh mana kau bisa menyelidiki tentang kami.

PS: Tidak perlu menyimpan nomor ini karena aku tak akan menggunakannya lagi.

.

.

Jika telinga anda seperti vampir, mungkin anda bisa mendengar suara debaran jantung anda yang berdetak dengan kencang. Sayangnya anda hanya mampu menangkap suara tetesan air yang terjatuh dari kran dan jarum jam yang berganti. ”Maksudnya?” Pertanyaan anda sepertinya tidak terjawab. Apa hubungannya dengan sifat Changmin seolah Se7en menyelamatkan pria di hadapannya ini? Ada sesuatu yang tidak diceritakan, seperti juga hubungannya dengan Seungri.

”Aku tidak rela mati di tangan Se7en, tapi jika harus memilih, mati di tangannya lebih indah daripada harus dilempar ke neraka di balik pintu hitam itu,” jawab Changmin dengan tenang. ”Biar bagaimanapun, aku tetap berhutang karena dia menyelamatkan Seungri, meski aku tahu bahwa Mitsu yang menggigit Seungri. Kurasa dia harus melakukan itu untuk menunjukkan dirinya.”

Anda menelan ludah, melihat bagaimana Changmin menceritakan semuanya dengan nada datar dan tanpa ekspresi. Mungkin karena seorang detektif, Changmin bisa melatih mukanya. Atau bisa juga karena pria di hadapannya adalah seorang aktor yang sangat hebat. ”Siapa yang membuatmu sebagai tumbal?”

Changmin tertawa, sebuah tawa renyah yang menaikkan bulu roma. ”Bukankah kau hanya boleh bertanya satu hal? Tapi karena aku sedang ingin bernostalgia, baiklah akan aku ceritakan.” Badan Changmin yang terduduk tegap tadi, dimundurkannya untuk terlihat sedikit bersantai. ”Orang tuaku, mereka menganggapku hanya pengganggu dan menggunakan diriku sebagai tumbal, kata Se7en? Sebenarnya aku digunakan untuk melunasi hutang orangtuaku terhadap Yunho. Namun sepertinya firasatku benar,” ujarnya.

”Firasat apa?” tanya anda dengan perlahan.

Pria itu menghela nafas panjang sembari tersenyum sinis. ”Firasat bahwa meskipun dia adalah ketua dunia hitam, dia tak lebih dari orang yang masih murni hatinya. Dia tidak suka dengan apa yang dilakukan kedua orangtuaku. Jadinya mereka yang berada di sini dan bukan diriku. Namun nyatanya aku tak bisa lepas juga dari tempat ini. Mungkin karena penyelidikanku sudah hampir mendekati mereka, atau mungkin aku mengetahui sesuatu yang tidak perlu kuketahui. Kurasa itu saja yang bisa kuceritakan. Apakah kau tidak mau tidur?” tanya Changmin. Anda dapat menerima sinyal bahwa dia sedang mengusir anda secara halus. Merasa sudah cukup lelah dan tak ingin mengganggu istirahat Changmin, anda mengangguk.

”Baiklah kalau begitu, selamat malam, semoga kau mimpi indah,” bisik anda. Perlahan anda berdiri dan menganggukkan kepala anda sebagai sapaan. Changmin membalasnya dengan senyuman tipis dan itulah yang anda lihat terakhir sebelum kembali menuju ke kamar anda dengan satu beban bahwa sepertinya misteri saling berkaitan.

Anda tidak menyadari bahwa saat itu Changmin meneteskan air matanya, sendirian di dapur. Tidak sendiri juga sebenarnya karena Taecyeon masih berada di posisinya. Anda tidak melihat penjaga itu karena dia bersembunyi. Dia kembali menampakkan sosoknya saat anda sudah masuk ke dalam kamar. Taecyeon hanya bisa menatap ke arah langit-langit. Pipinya juga tak lama basah karena bulir bening yang bergulir pelan. Badannya bergetar mendengar isak tangis yang ditahan oleh pria bernama Shim Changmin itu.

.

.

Saat itu anda belum tahu mengenai kasus Kibum. Namun setelah anda mengingatnya, semuanya menjadi sedikit masuk akal. Setiap slave dan master di tempat ini mempunyai benang merahnya. Dan berdasarkan kisah yang anda dengar, benang merahnya berakhir pada hal yang sama. ”Kasus Pembunuhan Lima Petinggi Agama.” Anda juga menyadari bahwa ini sedikit menunjukkan yang memegang kunci dari hubungan semuanya adalah pria yang anda kenal bernama Alexander Jovanka Philip.

.

.

Maaf sudah menunggu lama.

Ada apa? Muka anda sedikit pucat?

Mau beristirahat dulu?

Yakin?

Ah, baiklah kalau begitu.

Sudahkah anda berpikir apa yang ingin anda tanyakan pada Changmin?

Kalau begitu ayo masuk.

.

.

eL-ch4n

presents

”Crossroads”

22.02.2013

.

.

AN:

Alow semua :DD *lambai2* Adakah yang masih ingat dengan ff ini? (Reader: Gakkkk *teriak* kelamaan sih *teriak lagi*) *pundung* Oke abaikan. Semoga ff ini sedikit menjelaskan tentang Changmin? 😉

Dan kayaknya bahasanya sedikit lebih ringan ya? Terus sebenarnya plot awalnya mau agak klise, tapi kyakny gak pas. Akhirnya jadi seperti ini deh ^^v semoga puas ya #plak Oke deh, selamat membaca.

Eh iya, I want to say that this fic is dedicated to my daughter Maya Sevine, for her birthday. Sorry ya lama, umma mandek banget sama Slave Day. Tadinya mau kasih ff yang lain, tapi karena umma tahu kamu cinta mati sama Slave Day jadinya umma bikin ini spesial. Hahaha. Tapi tetap saja otaknya jadi capek sekarang. Semoga kamu suka ^^v

Happy birthday. God bless you abundantly. May what you want, what you wish, will be achived on this year and I thank Lord for your birth in this earth 😛 and thank Him for another year for you ^^v

Oke, sebelum ngelantur karena sudah jam segini, eL cabut dulu, ciao 😉

Last, review?

_verzeihen

Advertisements

40 responses to “Interlude – Crossroads

  1. masih blm jelas ….

    hahhahahhaha

    ini Anda itu ……. suatu karakter atau cm Anda?
    eunhyuk ya?? /kok gue bs pikir Eunhyuk/ =___=
    klo naratornya Donghae /lebih aneh lagi/

    tp itu imaginasi saya sih
    hahhahahahahahaha

    terus hub nya Changmin sma Taecyeon apa??
    ini msh raanncuuuuu

    klo mslnya Yunho yg selametin Changmin
    dan ngsh cincin jung …

    ish msh bingung

    interlude nya Minho n Taem dunk

    psnrn sma mereka

    • anda itu sebenarnya kita, jadi di sini itu narator mengajak pembaca untuk ikut serta dalam cerita kk 😉

      nah kalau untuk identitas narator masih disembunyikan ya 😛

      mreka punya hubungan intim /ya

      seppp, smpt bkin yang 2min tapi malah gak jadi2 ;A; -bricked

  2. kkkk, thank you so much umma… love you for a million years, kay? ❤ wait, so Chwang was a detective and he is involved because he wanted to defend his friend or something? o.0 *hug Chwang :3

    I think I got something to help you with this, maybe you consider it umma :))

    teheee~~~~^^

  3. Benar2 gak nyangka kalo Changmin dulu jg ada hubungannya dg Kibum dan pembunuhan yg dilakukan Siwon. Tp apa bnr yg membunuh 5 orang itu Siwon? Kok msh agak gak yakin.

    El, knp gak dibahas tentang Changmin dan Yunho itu sbnrnya memiliki hubungan apa?
    Knp Changmin jd Jung Changmin?
    Kalo sodara kandung kynya gak mungkin, kan ortu Changmin ngasi Changmin ke Yunho.
    Apa jgn2 mereka pernah menikah? /ngasal/

    Ini msh banyak bgt misterinya, pdhl pingin cpt2 jelas, gemes deeh xD
    Jgn lama2 updatenya dong eL T_T
    /lempar Changmin/

    • aku juga gak yakin kaalu siwon yang membunuh kok 😛 -eh

      hmm, apa mreka beneran ada hubungan? Atau semuanya tak lebih dari keinginan narator semata untuk membuat seolah2 keduanya ada hubungan? ^.~

      maaf yaa /tangkap changmin/ ;; habis aku mandek juga ternyata ;A;

  4. rahasianya udah mulai terungkap nih… wuhhuuuuuu… jadi makin deg-degan nungguin lanjutan yang lainnya.. ^^

  5. sumpah makin penasaran sma klimaknya ni ff..
    ga sabar nunggu ni ff publik lama bnget sih kaga publik..
    tp setelah publik malah bikin aku makin penasaran nih..

    ternyata minnie itu seorang deteltif yang nyelidikin kibum toh..
    hwaaaaa pantesan dy tertarik bnget sma kibum.,
    cepet di lanjut lg yaaaaaaaaaaa………

  6. Oh! Jadi ini cerita yg ngejelasin hubungan awal changmin ama se7en ya? Umm, udah lumayan jelas sih, tapi taec itu kenapa ikutan sedih juga denger changmin nangis? -__-

    Kalo yang interlude versi yunjae udah apa belom ya? Lupa…

  7. Aku gak bisa komen coz Aku baca ff ini padahal belum baca ff SlaveDay dari awal, jadi pusing kkk~
    .
    Aku bacanya juga gara2 nemu linknya di twitter,
    nnt deh klo sempet aku baca dari awal deh
    .
    .
    Tapi ffnya bagus i like it XD

  8. Jadi semuanya yang ada di sini itu saling punya ikatan. Antara ngerti dan nggak juga, sepertinya masih banyak rahasia yang tersembunyi.
    Changminnie perasaan punya banyak banget hubungan disini sama Seungri, Taecyeon, Se7en, SiBum bahkan sama Yunho juga, apalagi cincin Jung itu
    Interlude-nya jadi tinggal 2Min dan TOPGD aja, el-eon buatin juga ne?

    • yup, benang merah yang tersembunyi mulai perlahan2 terbuka 🙂
      karena mgkn sebenarnya dia biasku sih jadi penentu deh -bricked
      nah kalau cincin jung…benarkah itu jung yunho 😉
      yang 2min sempat mau buat tapi tapi kedelete ;A;

  9. Hmm, ko makin bingung yaa..
    Huft, sepertinya mesti di-refresh lagi (baca ulang)..
    Oke, chingu.. lanjutkan chapternya yaa..
    pertanyaan ku masih sama. ada di kolom comment chapter 11.

    Semangat.. 🙂

  10. huh..
    Jadi Changmin masuk ke “dunia” itu gara2 menyelidiki kasus hilangnya Kibum?
    Lalu apa hub Kibum-Changmin yah? kan wkt awal diceritain klo Mbum blum prnh ktemu Min walo akhirny ktemu.
    Seungri itu mantan Changmin?
    Se7en dr awal udah terhub ma Min.
    Makin rumit.. tp bahasanya memang sprti yg kau blg, lbh ringan 🙂
    ..
    eL.. mau Side story YunJae doonk~

    • Kurang lebih begitu. Itu karena mereka cuma sebagai seorang detektif aja jadi bagi Changmin, Kibum tak lebih dari ‘objek’ gitu mungkin?
      Se7en terhubung mgkn karena Seungri.

      Kalau YunJae kan udah eon xD tapi blehlah, ditunggu ya mgkn (?)

  11. halo el,sebenernya aku udh lama bca2 fanficmu,aku suka bgt bcanya,meskipun bkan fans fanatik k-pop.
    aku suka bgt ijalan ceritanya yg penuh mistery,n kadang dibaca berjkali-kali bru ngerti.
    keep writing el *maaf bru bsa komen skrang 🙂

  12. masa lalu changmin berat banget;_____; kenapa cuma satu pertanyaan? gak puas #plak tunggu, seungri sama changmin ada apa? jangan bilang mereka dulu sempet ada hubungan? omg ;______; taecyeon nguping ya wkwk

    next part!!!! xD ditunggu terus kyaaaaaw

    • karena satu pertanyaan akan membawa pada pertanyaan lain, kalau ada 10 bisa banyak banget dong 0_________0 /plak
      yup yup :DD seungri dan changmin ada hubungan tersembunyi. haha

      thankss~~

  13. Satu lagi misteri terkuak. Tapi aku tetep penasaran, kenapa di cincin perak yg dikasih alec itu tulisannya ‘Jung Changmin’. Apa sebenernya hubungan dia sm yunho? Hm *berpikir keras*

  14. kaka eL ….
    dari dulu pengen nanya kaka makannya apa si…???
    setiap kaka bikin ff pasti ceritanya tu…
    arrgghh ~~
    gg bsa d ungkapin pke kata”..

    Q penasaan bgt ama changmin tu orang emang bnyk bgt rahasianya….
    dan apa itu jung changmin ….???
    nangis pas baca ‘knpa kau melupakanku hyung’
    di situ kan adegannya abis di tinggal ama taecyeon q kira tae lah kaka nya changmin,.

    huwa ~~
    Penasarn nie…
    lanjut asap ea…

    • aku makan nasi dan sayur dan lauk pauk kokk :DD
      thanks ya >< aku juga masih belajar kok, tapi senang kamu berpikir demikian

      ;_________; /gives tissue; huggles/ jangan nangis ya 😦

      maaf ya asapnya ampe hampir 2 tahun ;A;

  15. onnoe i’m back!!! back back back *ala shinee
    asa dapet penerangan gitu onn..
    hahaha…
    taecyon sama changmin tuh ada hubungan apa yah? terus gimana bisa kyuhun sama kibum ada di satu tubuh? gk nyangka pak choi kuda ngebunuh 5 orang ceritanya.. ckckcckk
    tetep yeh onb bikin penasaran..
    nulis ff ini dapet inspirasi darimana dah?? bisa aja gitu..
    kutunggu lanjutannya yaaa

    • welcome back back back
      i’m so happy to see you back back yay ><
      nah itu hanya medis yang bisa menjelaskan (?)
      blum tentu yang bunuh pak choi juga kok kk
      ini cma hanya keisengan sesaat yang tiba2 terbentuk jadi fanfic ;A;

  16. serius eL ni ff yang pertama aku baca di blog kamu aku langsung linglung dan langsung berusaha cari part frist nya huh ternyata perlu waktu 1minggu buat nyelesain baca sampe chapter ini hm cukup menantang emmmm terusanya jangan lama” ya seminggu ne

  17. nice interlude 😀 bikin penasaran… oh ya tanya sebenernya orang2 yg dibalik pintu hitam itu suatu saat bisa dijadikan slave kan? *seperti kasus key*, trus knapa woookie yesung dan alec bisa terbebas dari tempat itu sedangkan dijelaskan klo tidak ada yg bisa keluar dari tempat itu tanpa seijin headmaster, apakah mereka atau hanya alec saja melakukan “pertukaran” dengan hedmaster sedangkan yesung dan wookie melarikan diri sehingga untuk melindungi mereka yunho tega membunuh ortu jae umma.
    dari kata2 yg diucapkan se7en sepertinya, yg menyuruh changmin melakukan pekerjaan ini bukan leeteuk bosnya maupun shin donghae bos kibum..apakah salah satu master yg melakukannya?apakah changmin sudah mengetahui ia di jadikan tumbal oleh siapa?dan kenapa dia tetap bertahan?apakah demi melindungi seungri?atau orang lain? ataukah sudah sejak awal permainan ini diatur oleh sang head master atau oleh alec. aku takut tertipu sama narator yg mengatakan dan menekankan di chapter awal meskipun marga ke tiga master choi tapi mereka tidak mempunyai hub darah mungki g klo jung changmin pun begitu meskipun marganya sama tp belum tentu mereka bersaudara, atau pikiranku yg terlalu jauh?
    misteri yang terungkap hanya membuat kita menemui misteri yang selanjutnya
    alec benar2 membuat penasaran, ingin selalu mengikutinya tp sepertinya narator selalu membimbingku pada misteri selanjutnya
    maaf panjang
    tetep semangat nulis ya 😀

    • narator memang selalu pintar dalam berdalih. tapi pertanyaannya cukup banyak ya. Hmm. mgkn aku bisa blang, kalau ya, yang menyuruh Changmin bukan Leeteuk atau Shin Donghae, tapi ada seseorang yang mengantarkan Changmin pada kasus itu. Sebenarnya juga bisa diblang sang master, atau se7en, atau mungkin karena ‘tumbal’ seperti yang dibilang.
      mengenai kenapa mereka bisa keluar, ada pertukaran setara dalam alkemi yang dilakukan oleh yewook yang mungkin harus diungkapkan lebih lanjut jika sudah waktunya (?)
      dan anyway, jangan tertipu dengan narator ya 😉

  18. kyaaaaaaa~ ya ampun, bener2 suka sama fic ini! ^^ jadi yang dimaksud changmin kalau se7en ‘menyelamatkan’ dia itu sebenernya menyelamatkan seungri? o_o? bukan kan~ changmin licik nih, ga bener-bener menjawab! >_> dan seperti biasa, setiap ada pertanyaan yang terjawab selalu muncul pertanyaan baru~ ish. se7en kan yang terakhir gabung jadi master, tapi dia udah kenal & kerja sama yunho ga lama setelah siwon ditarik yunho? changmin juga tau kalau yunho sebenernya ga ‘sejahat’ itu, apa beneran changmin adiknya yunho? ?_? tapi kan orang tuanya yang ‘ngejual’ changmin ke yunho…
    ya ampun, makin dipikir makin pusing~ hahahahaha. XD mari kuikutin aja ceritanya daripada dipikirin… *sighs*

    please lanjut yaaaaaaa… *puppy eyes* 🙂

    • thanks a lot! hmm, kalau gak gitu bkan evil magnae dong dia xD
      karena inti dari fic ini kan itu -bricked
      “one question will lead to another one ;)”
      hahaha, se7en itu emang hebat deh B( -bricked
      changmin dan yunho, jangan terjebak dengan cincin jung y 😉

      thanks a lot! maaf baru lanjut interlude dulu ><

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s