Chapter 2 – 1st Sin – Avaratia


Title: Se7en

Genre: Romance/Adventure/Action

Rated: T for now

Main couple: Se7min

Warning: BoyxBoy. Genderswitch for Kibum!

inspired by Robin Hood

Summary: Saat pagi hari, dia hanyalah seorang manusia biasa yang hidup di antara lautan insan lainnya. Namun kala malam tiba, dia menjadi sosok yang lain, sosok yang menjadi pahlawan bagi mereka yang membutuhkan. Dialah Se7en.

.

.

Kereta kuda yang membawa bendera berwarna biru dengan tulisan ’Choi’ melaju dengan kencang ke arah menuju kerajaan ’Kim’. Pria tampan yang berada di dalam kereta sedang tersenyum hingga ke matanya. Namun, yang membuat dia bahagia sebenarnya bukan karena apa yang dia lihat, tapi siapa yang akan dia temui nanti. Ah, pangeran pertama dari keluarga Choi yang bernama Choi Siwon ini sungguh sudah sangat tidak sabar.

Di sampingnya, duduk seorang pria yang lebih tua sembari melipat tangan. Pria yang lebih tua itu sedang menutup matanya sembari kepalanya sesekali mengangguk disebabkan oleh jalanan yang tidak rata. Dapat dipastikan bahwa pria yang satu ini sedang tertidur, sepertinya karena kelelahan. Siwon tidak mau menganggu pria yang adalah ayahnya itu karena dia tahu bahwa ayahnya sangat membutuhkan istirahat. Lagipula, dia terlalu sibuk untuk mengamati pemandangan di sekitarnya.

Senyumnya semakin melebar saat matanya menangkap bangunan yang akan dia tempati selama 1 minggu ke depan. Dadanya berdebar semakin kencang saat kereta kudanya memasuki kerajaan tersebut. Sebentar lagi dia dapat bertemu dengan pujaan hatinya. Orang yang membuatnya merasa bahagia dengan kehidupan, Kim Changmin.

.

.

Chapter 2

1st Sin

”Avaratia”

se7en

Cr: as tagged :3

by eL-ch4n

27.02.2013

.

.

Hal yang pertama dilakukan Dong Wook saat melihat umma-nya pulang sembari membopong lelaki lain adalah segera berlari menuju ke arah sang umma. ”Umma!” panggilnya. Dia meninggalkan kapaknya begitu saja dan segera membantu umma-nya untuk membopong pria yang kakinya terluka. Sepertinya karena jebakannya atau Yunho, pikirnya. Yunho pertama terkejut, namun kemudian dia juga membantu Dong Wook sehingga sekarang pria yang terluka itu dipapah oleh Dong Wook dan dirinya.

Mereka membawa pria itu ke dalam rumah untuk duduk di salah satu kursi makan. Seperti yang sudah dijelaskan, rumah mereka tidak besar, hanya gubuk kecil yang terdapat dua ruangan untuk mereka dan Dara saja. Dong Wook segera meninggalkan Yunho dan pria itu untuk menimba air supaya bisa mengobati luka pria tersebut.

”Kau baik-baik saja?” tanya Dara dengan lembut. Dia baru saja masuk ke dalam rumah karena berjalan lebih pelan mungkin karena sedikit kecapekan membantu pria bernama lengkap Lee Minho ini.

Minho mengangguk. ”Ah, sepertinya aku sudah lebih baik. Mungkin agak susah untuk berjalan, tapi kurasa aku bisa kembali ke tempatku,” ujarnya.

”Tidak!” seru Dara. ”Kau masih sakit dan tidak akan mungkin kalau kau berjalan dengan kaki sepert itu!” teriak Dara sembari berdecak pinggang.

Yunho yang sudah biasa dengan amarah Dara yang muncul mendadak hanya bisa menggelengkan kepalanya sementara Minho masih tercengang. Rasanya tidak percaya wanita lembut yang membantunya tadi bisa berteriak sekeras itu. ”Oh iya, kau belum tahu kalau amarah Dara-ahjumah lebih mengerikan dari siapapun.”

Mendadak saja wajah Dara jadi memerah karena dia teringat baru saja memarahi pria yang tidak dia kenal yang sedang menatapnya dengan tercengang saat ini. ”Ah, itu, Yunho, kau bantu Wookie untuk ambil air dan kain sana!” Akhirnya dia segera mengalihkan pembicaraan karena tak tahu lagi harus mengucapkan apa. ”Mian,” ujarnya pelan saat hanya tinggal dirinya dan Minho.

”Gwenchana,” jawab Minho dengan lembut. Dia tersenyum dengan tulus saat melihat wajah manis Dara yang tampak kebingungan. Sepertinya gadis di hadapannya ini selalu berhasil membuatnya tertarik. ”Tapi aku harus pulang,” ucapnya lagi.

”Kenapa?” tanya Dara. Dia menatap langsung pada sepasang mata cokelat di hadapannya ini, mencoba untuk menembus dan mencari jawabannya. Karena Minho sedang dalam posisi duduk, tubuhnya menjadi lebih tinggi sehingga dia harus sedikit menunduk untuk dapat berhadapa langsung dengan pria itu. ”Apa kau benar-benar harus pulang?” tanyanya lagi dengan lembut.

”Bukan,” jawab Minho. Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat saat menyadari bahwa jarak mereka hampir terlalu dekat. ”Aku hanya tidak mau merepotkanmu saja,” bisiknya, namun cukup keras untuk didengar oleh Dara.

Dara tertawa mendengarnya. Sebuah tawa nyaring yang terdengar merdu di telinga sang pria. ”Kau itu sama sekali tidak merepotkan. Lagipula seperti yang kukatakan, sepertinya perangkap yang mengenaimu itu milik anakku atau temannya. Aku tidak tahu, tapi pasti di antara keduanya. Tidak adalagi orang yang memakai perangkap seperti itu selain mereka berdua.”

”Anak?” Mata Minho membesar saat mendengar pernyataan itu dari perempuan yang ada di hadapannya ini. Bagaimana bisa seorang perempuan muda dan mungil ini mempunyai seorang anak?

Wajah Dara tersipu malu. Dia menghindari dari tatapan selidik dari Minho dan memalingkan kepalanya untuk mengecek hal lain. ”Iya,” bisiknya. ”Dong Wook tadi anakku, pria yang menolongmu pertama. Kalau yang satu lagi, Yunho, dia anak sahabatku dan sesuatu terjadi sehingga dia sekarang berada dalam pengawasanku.”

”Maaf kalau ini terkesan tidak sopan, tapi usiamu berapa?” tanya Minho dengan ragu-ragu. Dara hanya tersenyum dan tidak menjawab, membiarkan Minho menebak angka yang sebenarnya.

Tak berapa lama, keheningan di antara keduanya dipecahkan oleh kedatangan tiga orang pria di depan pintu masuk. Pria yang di tengah berbadan lebih besar dan memiliki muka sangar yang mengerikan sementara dua pria lainnya berdiri di sampingnya. Meski ukuran tubuh mereka kecil, wajah mereka juga tak kalah sangarnya dari pria yang berada di tengah.

”Ah. Semoga kami tidak menganggu acara kalian,” ucap pria yang berada di tengah.

Minho tidak mengenal siapa mereka, namun melihat reaksi terkejut Dara sepertinya gadis itu mengenalnya. ”Min Wook-shi! Ada yang bisa kubantu?” tanya Dara. Terlihat dari cara bicaranya, wanita itu terlihat gugup dan ketakutan.

Sial, pikir Minho. Andai saja kakinya tidak terluka, mungkin dia bisa membantu Dara dan berdiri di depan tubuh mungil wanita itu. ”Aw, banyak sekali Dara, kau bisa mulai dengan membayar hutangmu,” ucap pria bertubuh sedikit besar yang dipanggil Min Wook tadi.

”Baik, sebentar saya akan ambilkan uangnya dulu. Tadi saya baru mau mencari anda,” ujar Dara. Dia mengeluarkan sesuatu dari saku roknya dan menyerahkannya pada Min Wook. ”Ini, 5 ribu Won yang kupinjam,” ucap Dara sembari tersenyum.

”5 ribu?!” teriak Min Wook.

”I…Iya,” jawab Dara sembari mengangguk.

”Hutangmu itu 50ribu, gadis cantik,” desis Min Wook.

”Lho? Aku hanya pinjam 5ribu saja waktu itu!” seru Dara. Badannya bergetar hebat berhadapan dengan ketiga pria ini. Andai saja Dong Wook ada di sini. ”Kenapa bisa jadi 50 ribu?”

”Bunga, sayang, bunga, jadi, kau punya uangnya?”

Tangannya gemetar saat memegang kertas putih berisi uang yang tadi hendak diserahkannya. Kepala Dara bergoyang ke kiri dan ke kanan tanda bahwa dia tidak mempunyai uang yang diminta. ”Berikan aku waktu, Min Wook-shi, aku akan segera membayarnya! Pasti, aku berjanji!” serunya lagi.

”Hei, kalau kau terus meminta hari dan aku mengabulkannya, semua juga pasti akan melakukan hal yang sama. Tidak bisa! Bayar hari ini, atau,” ucapan Min Wook terhenti. Dia menatap dengan penuh nafsu ke arah Dara yang terlihat manis dalam balutan baju panjang dan celemek putih. ”Kau bisa membayarnya dengan tubuhmu.” Dia segera mengangkat tangan Dara sehingga pegangan wanita itu terhadap kertas putih tadi terlepas menyebabkan uang yang berada di dalamnya terjatuh begitu saja.

”Hei, lepaskan dia!” seru Minho. Dia mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Kalau saja dia tidak berjanji untuk tidak menggunakan kekerasan dan kalau saja kakinya tidak sakit, mungkin dia akan menghabisi ketiga orang tersebut.

Pria yang berada di samping kanan Min Wook terkekeh. ”Oh lihat, kita punya ksatria pelindungnya. Bicara soal ksatria, aku tidak melihat Dong Wook,” ucapnya. Seolah terpanggil, Dong Wook muncul dari pintu belakang dengan mata membesar melihat umma-nya ditarik seperti boneka tak berdaya. ”Apa-apaan ini?!” serunya.

Dia menyerahkan ember berisi air pada Yunho yang langsung diletakkan di atas tanah oleh pria yang lebih muda itu dan menyusul Dong Wook untuk menyelamatkan Dara. ”Aw, lihat ksatriamu sudah datang,” ucap pria yang tadi.

”Jangan ikut campur anak muda!” desis pria yang satu lagi.

Dong Wook menepis tangan pria yang berdiri di hadapannya dan menatap tajam ke arah Min Wook. ”Lepaskan tanganmu darinya!”

”Atau apa? Kau mau membayar hutangnya, huh? Aku yakin kau sendiri juga tidak punya uang. Lihat saja dirimu! Masih berada di bawah perlindungan ibumu,” jawab Min Wook.

Kepalan Dong Wook semakin mengeras dan jika bukan karena Yunho menahannya, mungkin kepalan itu akan bertemu dengan muka Min Wook sekarang. ”Dong Wook hentikan!” seru Yunho. Dia memeluk tubuh Dong Wook agar hyung-nya itu tidak melakukan hal konyol yang dapat memperpanjang masalah. Biar bagaimanapun, Yunho tahu bahwa kekerasan tak akan pernah bisa menyelesaikan masalah, yang ada hanya membuatnya semakin berliku.

”Berapa?” Sebuah suara desisan di belakang Dong Wook membuat drama di ruangan itu terhenti. Didapati mereka Minho sedang berjalan sembari tertatih ke arah pintu depan, tempat semuanya sedang terjadi. ”Kau bilang 50ribu tadi?” tanya Minho dengan nada sedikit sombong.

Dia meraih sesuatu di dalam kantongnya dan mengeluarkan kantong cokelat yang sedikit tebal. Dia melemparkan kantong itu ke arah Min Wook. Akibatnya pegangan Min Wook pada Dara terlepas. Dong Wook segera menghampiri umma-nya disusul oleh Yunho. ”Di sana ada 100ribu won. Kalian ambil uang itu dan jangan kembali lagi!” tegur Minho. Nadanya datar, namun di baliknya ada sebuah ancaman yang mengerikan.

”Kau…” desis Min Wook tak terima dipermalukan seperti itu.

”Bo…bos,” ucap pria yang ada di samping kanan Min Wook.

”Apa?” teriak Min Wook.

”Pria itu benar, di sini ada 100ribu won, kurasa lebih malah,” jawab pria itu.

Min Wook menatap tajam ke arah Minho tanda bahwa dia sebenarnya tak suka dengan hasilnya hari itu. Sebenarnya sudah bukan rahasia lagi kalau Min Wook mengincar Dara dan ini dilakukannya untuk bisa mendapatkan gadis itu. Akhirnya dia hanya bisa berbalik dengan perasaan kesal dan meningggalkan semuanya.

Setelah ketiga pria itu menghilang, Dara berbalik dan menatap ke arah Minho dengan kebingungan. Sebelum dia sempat mengucapkan sesuatu, Minho sudah menyelanya terlebih dahulu. ”Uang itu tidak usah diganti.”

”Ah tapi, itu uang yang sangat banyak,” bisik Dara sekali lagi.

Pria itu menggelengkan kepalanya. ”Tidak perlu,” ucapnya sekali lagi.

Kali ini giliran Dong Wook yang menjawab. ”Kami akan menggantinya, tapi tidak sekarang,” ucapnya. ”Tapi terima kasih.” Sebuah senyuman tulus terukir di wajah Dong Wook saat menghadap Minho.

Sekali lagi Minho menggelengkan kepalanya. ”Ah, bagaimana kalau begini saja? Kau tadi bilang bahwa aku tak boleh kembali dengan kaki seperti ini bukan?” Dara mengangguk mendengar pertanyaan Minho. ”Aku akan tinggal di sini sampai aku sembuh dan anggap saja 100ribu tadi sebagai biaya penginapan, mungkin? Biaya tinggalku di sini sampai aku sembuh.” Minho tersenyum lebar menjelaskan maksudnya. Mulanya Dara terlihat ragu-ragu, tapi Minho meyakinkan sekali lagi. ”Lagipula aku juga sepertinya tidak bisa pulang dalam waktu dekat. Temanku sudah tahu kebiasaanku kalau di hutan aku suka sendirian. Biasanya mereka akan meninggalkanku selama seminggu baru mereka akan mencariku.”

Akhirnya, Dara pun menghela nafas dan mengangguk perlahan. Hal ini membuat senyum di wajah Minho semakin melebar. ”Terima kasih Minho-ah,” bisik wanita itu perlahan. Begitu pula dengan Dong Wook yang juga mengucapkan hal yang sama pada pria yang telah menolongnya tadi. Lain mereka, lain pula Yunho. Pria muda itu berdiri di belakang menatap tajam ke arah Minho. Sedari awal, dia sudah tidak menyukai kehadiran Minho. Mungkin karena dia sudah terbiasa hidup bertiga, jadi baginya setiap orang asing tidaklah bisa dipercaya.

Namun bisa jadi sebenarnya Yunho iri karena dia tidak bisa menyelamatkan Dara. Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa dirinya memiliki rasa kepada wanita yang telah merawatnya sedari kecil itu. Entah mungkin karena dia merasakan sosok ibu dalam diri Dara atau lebih, dia tidak tahu. Terlepas dari itu semua, dia tidak suka saat ada orang lain yang mendekat pada wanita itu. Baginya yang boleh berada di samping Dara hanyalah Dong Wook dan dirinya. Pria bernama Minho ini tidak termasuk di dalamnya. Terlebih, dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh sang pemburu yang terluka itu. Sesuatu yang menurutnya akan merubah segalanya.

Tidak ada yang tahu bahwa sebenarnya apa yang dipikirkan dan ditakutkan oleh Yunho adalah sesuatu yang nyata. Namun, biarlah hal itu menjadi rahasia sampai sang waktu yang menguaknya perlahan.

.

.

Bunyi langkah kaki terdengar menggema di lorong. Terlihat Kim Changmin dan kakaknya sedang berjalan diiringin oleh para pengawal di sekeliling mereka. Wajah dan raut Changmin terlihat sangat tidak senang sementara sedari tadi Jaejoong tidak bisa berhenti terkekeh. Dia tahu apa yang menyebabkan adik laki-lakinya seperti itu. Jawabannya hanya satu.

Choi Siwon.

Pangeran pertama dari keluarga Choi itu selalu mengincar Changmin sedari awal mereka bertemu. Jaejoong sendiri tidak pernah tahu alasannya kenapa Pangeran Choi itu selalu mengincar adiknya. Selama yang dia ingat, Siwon hanya mengatakan bahwa Changmin telah merebut hatinya saat pertama kali mereka berjumpa. Adiknya? Terus menggerutu karena dia sangat tidak suka dengan sikap Siwon yang terlalu ’lekat’.

Meski kakaknya sekalipun, Changmin tidak suka disentuh dengan akrab, dipeluk, apalagi terhadap orang asing seperti Siwon yang selalu mencuri kesempatan untuk menyentuh Changmin. Jaejoong tidak mengerti entah Siwon yang terlalu pantang menyerah atau Changmin yang terlalu keras kepalan. Terlepas dari itu semua, hubungan keduanya sangat menarik. Namun bicara soal cinta?

Adiknya itu jauh dari kata yang mengenal nama cinta. Kalaupun ada, cinta adiknya hanya cinta keluarga dan cintanya pada makanan. Dua hal itu yang ada dalam kamus cinta Changmin. Sayang, sepertinya cepat atau lambat Siwon harus melupakan Changmin. Lagipula, dunia tidak hanya berputar pada Changmin saja, Siwon harus sadar akan hal itu.

Bicara soal adik, Jaejoong melirik dan mendapati adik perempuan sekaligus Putri Tunggal Kim, Kim Kibum, sedang merenung. Adiknya yang satu ini memang berkebalikan dengan dirinya yang sedikit banyak bicara. Kim Kibum identik dengan putri yang pemurung. Jika putri lain suka berada di tengah pesta, maka adiknya ini lebih memilih untuk menyendiri di pojokan. Wajahnya yang sedikit mirip dengan Changmin membuat orang sering salah mengira Kibum adalah Changmin dan sebaliknya.

Mengingat hal itu, Jaejoong kembali terkekeh mendatangkan tatapan tajam dari Changmin yang salah mengartikan kekehannya dan tatapan bingung dari Kibum. Changmin dan Kibum seperti kepingan koin sebenarnya. Sekilas mereka terlihat sama (tentu saja, satu hal yang Jaejoong lupa beritahu. Kibum dan Changmin adalah kembar dari dua sel telur yang berbeda) namun sebenarnya mereka sangat berbeda.

Ketiganya akhirnya tiba di depan pintu besar yang terbuka perlahan, menampilkan sosok ayah dan ibunya di atas takhta. Di hadapan mereka bukan hanya ada orang tua mereka, tapi juga Choi Siwon dan ayah dari pria itu, Choi Seunghyun.

”Ah, ini dia ketiga anak kesayanganku. Ayo kemari,” ucap Raja Kim. Jaejoong, Changmin, dan Kibum menurut pada sang ayah dan mendekat ke takhta.

Sembari berjalan ke sana, Siwon melirik ke arah Changmin dan mengedipkan mata yang hanya dijawab oleh erangan malas dari pangeran bungsu itu. ”Changmin, Jaejoong, Kibum. Siwon akan tinggal di sini selama 1 minggu bersama kita. Selama itu, kalian berteman akrab dengan dirinya ya? Ayahmu ini ingin berbicara panjang dengan sahabat lama, ingin bernostalgia.”

”Jong Kook, ucapanmu seperti kita sudah tua saja,” ujar Seunghyun dengan nada bercanda.

Raja Kim atau yang bernama lengkap Kim Jong Kook hanya terkekeh perlahan. ”Ah, kita memang sudah tua Seunghyun. Buktinya anak kita saja sudah sebesar ini. Tapi kau beruntung Bom tetap terlihat muda,” candanya. Detik berikutnya dia mengerang kesakitan karena wanita cantik yang duduk di sampingnya mencubit perutnya. Wanita yang menjadi istri sekaligus ibu dari ketiga anaknya, Lee Hyori, ah atau Kim Hyori sekarang. ”Aish sayang aku hanya bercanda,” ucap Jong Kook sembari menggaruk-garuk kepalanya. Dia mencoba untuk menghibur kembali istrinya.

Pemandangan ini mendatangkan tawa di ruangan itu, tak terkecuali Kibum yang tersenyum kecil. Interaksi kedua orang tuanya selalu berhasil membuat dia merasa bahagia. Setidaknya dia mempunyai keluarga yang baik dan pengertian. Mereka juga tidak pernah memaksakan kehendak pada anak-anaknya.

Keduanya tahu tentang ketertarikan Siwon pada anak mereka, Changmin, namun jika Changmin tidak mau, maka mereka tidak akan memaksanya. Begitu pula dengan Seunghyun yang menyerahkan nasib percintaan anaknya itu pada takdir dan usaha anaknya sendiri.

”Sudah-sudah, Hyori, Jong Kook hanya bercanda. Kau tetap cantik dan muda kok,” ucap Seunghyun menengahkan.

Hyori tersenyum, namun terlihat ada seringaian di baliknya. ”Tenang saja, aku meyakinkan dia bahwa aku masih lebih muda darinya. Dia sudah jauh berumur sekarang. Otot-ototnya sudah tidak terurus lagi,” ucap Hyori dengan nada riang.

Jong Kook ingin membalas namun melihat tatapan mengerikan dari istrinya, dia hanya bisa berdeham. ”Baiklah, appa memanggil kalian untuk menemani Siwon. Jadi sekarang, kalian ajak Siwon berkeliling dan biarkan orang tua ini melakukan pembicaraan orang tua.” Mereka tertawa sejenak sebelum mengajak Siwon. Lebih tepatnya Siwon yang menarik Changmin meninggalkan kedua saudara putra bungsu itu dan membuat beberapa orang terkekeh. Mereka hanya tidak menyadari raut muka Kibum yang langsung berubah 180derajat.

Setelah ruangan itu tersisa mereka bertiga, Jong Kook turun dari takhtanya dan menghampiri Seunghyun, mengajak sahabatnya itu untuk duduk di kursi biasa. Hyori juga ikut turut serta, menuangkan minuman untuk mereka berdua, kemudian kembali duduk di samping Jong Kook. Meski ada yang mengatakan tidak seharusnya Ratu berada di antara pembicaraan Raja, tapi tidak dengan Hyori. Bagi Jong Kook, keberadaan Hyori tidak hanya sekedar pendamping, tapi lebih dari itu. Jadi dia selalu mengajak Hyori untuk bersama dalam pembicaraannya terhadap petinggi lainnya. Meskipun banyak yang tidak suka, Jong Kook tidak peduli. Baginya amarah istrinya jauh mengerikan daripada ancaman orang lain.

”Apa yang ingin kita bicarakan?” ucap Jong Kook.

Seunghyun meneguk minuman yang diseduhkan padanya sesaat sebelum kemudian kembali membuka mulutnya untuk berkata, ”Kerajaan Shinhwa.” Dua kata itu sontak membuat Jong Kook terkejut. Dia menatap istrinya yang juga tak kalah kagetnya dengan dirinya. ”Sepertinya ada desas-desus yang mengatakan kalau keturunan Shinhwa masih ada, hanya belum ditemukan.”

Jong Kook menatap Seunghyun dengan tak percaya. ”Kau yakin?” Seunghyun hanya mengangkat kedua bahunya. ”Tidak mungkin,” bisiknya. Dia menggenggam tangan Hyori dengan erat, menatap dalam ke arah istrinya. Seperti ada sebuah rahasia yang disembunyikan oleh mereka.

”Aku juga tidak percaya. Mereka bilang keturunan Shinhwa sudah mati makanya sekarang aku yang mengurusnya, tapi kalau benar begitu, bukankah lebih baik? Aku bisa mengurus kerajaan Choi kembali.”

”Tidak semudah itu,” bisik Jong Kook.

Kali ini Seunghyun yang bingung, tak mengerti. ”Maksudmu?”

”Kalau keturunan Shinhwa ditemukan, tidakkah kau berpikir akan terjadi perang? Ini tidak boleh terjadi. Apa kau lupa dengan apa yang telah kita lakukan dulu?” tanya Jong Kook dengan tajam. Seunghyun terdiam. Dia mengerti apa maksud perkataan sahabatnya dulu. Sebuah kesalahan kecil yang berakibat fatal.

”Jong Kook, tidakkah kau lelah?” tanya Seunghyun perlahan. ”Cepat atau lambat, Shinhwa akan kembali berjaya. Itu tidak bisa terelakkan. Apakah kau lupa dengan ramalan yang kita dapatkan saat itu? Aku, kau, dan dia. Seharusnya kita bertiga tetap bersama, tidak tercerai berai. Ah, andai waktu bisa terulang kembali.”

”Waktu tak bisa terulang kembali, Seunghyun, dan aku tidak ingin membahayakan anak-anakku,” bisiknya tegas.

”Aku juga tidak. Sepertinya kita harus segera memikirkan sesuatu, ne?”

Semuanya terdiam, hanya suara angin yang berhembus masuk yang terdengar oleh indera mereka. Tak ada yang berani membuka suaranya. Masa lalu kelam yang terkubur, perlahan akan terkuak, mendatangkan sebuah masa depan yang tak bisa terelakkan lagi.

.

.

Changmin tidak habis pikir kenapa Siwon bisa menyukai atau mencintainya seperti yang sering diucapkan pria itu padanya. Sepanjang hari, Pangeran Pertama Choi itu terus lengket padanya seperti perangko dan tidak bisa lepas. Kalau bukan karena sekarang sudah malam dan pangeran itu harus kembali ke kamarnya, mungkin Changmin akan terus menempel dengan Siwon.

Dia terduduk di kursi yang berada dekat di jendela. Matanya menerawang keluar. Dia kemudian merasa bahwa hidupanya seperti burung dalam sangkar, dapat merentangkan sayap, tapi hanya pada  tempat yang terbatas. Dia ingin tahu mengenai dunia luar, apa yang dapat menantinya di sana. Rasa penasaran selalu melingkupinya. Tangannya terulur ke depan, mencoba meraih bulan purnama yang sedang bersinar. Namun semuanya nihil, dia hanya bisa membodohi dirinya bahwa dia telah memegang bulan, padahal semua hanya rekayasanya.

Kembali lagi soal cinta. Dia tak mengerti mengenai perasaan seperti itu. Cinta itu apa? Dia mencintai Kibum, Jaejoong. Dia mencintai kedua orang tuanya. Namun, berdasarkan perkataan Jaejoong, cinta yang dirasakan Changmin bukan hal yang sama yang sering diutarakan Siwon. Ada sesuatu yang berbeda.

Pertanyaannya, apa perbedaan itu?

Lagipula, apa untungnya menyukai sesama? Kenapa Siwon tidak mencari gadis lain yang lebih manis daripada dia yang notabenenya sama-sama pria ini?

Putra bungsu itu kembali menghela nafas panjang. Dia beranjak dari kursinya dan berjalan menuju tempat tidurnya. Sepertinya sampai kapanpun dia tidak akan bisa mengerti arti perkataan Siwon padanya. Jujur, dia tidak merasakan apapun kepada Siwon. Jika yang dimaksud cinta adalah bagaimana Jaejoong selalu menatap Yoochun di saat pelajaran, Changmin rasa dia tidak mengalami hal itu kepada Siwon.

Kata Jaejoong, cinta harus merasakan sedikit debaran dan kau seolah tak bisa hidup tanpa dirinya. Setiap waktumu kau akan selalu memikirkan dirinya. Itu yang selalu Siwon katakan pada dirinya, namun itu juga yang tak pernah dialami Changmin pada diri Siwon.

Tampaknya benar. Akan memakan waktu cukup lama baginya untuk memahami perasaan itu. Terlebih, terkurung di dalam tempat ini juga tidak membantu. Sudahlah, lebih baik dia tidur saja. Bukan seperti dirinya yang memikirkan soal perasaan aneh bernama cinta ini.

Sayangnya, Changmin tidak tahu bahwa sebentar lagi. Sebentar lagi putra bungsu dari Kerajaan Kim ini akan merasakan apa yang tak pernah dia rasakan sebelumnya. Mari, sampai saatnya tiba, semuanya tersimpan dalam misteri yang bernama kehidupan.

.

.

”Oi hyung!” Yunho berseru pada Dong Wook yang sedang duduk di atas rumput, di depan gubuk mereka.

Dong Wook sendiri terlihat sedang merenung. Kakinya dibiarkannya terlentang di atas rumput, badannya sedikit ke belakang, bertumpu pada kedua tangannya. Kepalanya terangkat dan matanya menatap ke arah langit. ”Yunho, aku ingin melakukan sesuatu,” bisiknya.

”Apa maksudmu?” tanya Yunho yang sudah bergabung bersama hyung-nya. Melihat kepalan tangan Dong Wook, dia mengerti bahwa hyung-nya itu marah. Sepertinya karena merasa tidak berdaya atas kejadian tadi pagi. ”Sudahlah hyung,” bisiknya.

Pria yang lebih tua itu menggelengkan kepalanya. ”Aku kesal,” desisnya. ”Apa yang dilakukan oleh pemerintah? Tidakkah mereka tahu bahwa rakyatnya sedang kesusahan? Menyejahterakan rakyat apanya, menyiksa rakyat, iya,” tambahnya lagi.

Yunho mengerti bahwa Dong Wook sangat kesal, pada dunia yang tak adil, pada pemerintah yang tak menganggap rakyat kecil seperti mereka, dan pada dirinya sendiri. Yunho tahu bahwa Dong Wook menganggap dirinya saat ini tidak berguna karena tak bisa membantu umma-nya tadi. Bahkan dia sendiri juga merasa hal yang sama. Untung saja tadi ada Minho, kalau tidak, dia tidak tahu apa yang dapat terjadi. Dia dan Dong Wook memang mahir dalam perkelahian, tapi tentunya Dara pasti tidak menginginkan mereka melakukan hal itu.

”Yang bisa kita lakukan hanya bekerja lebih keras untuk mendapatkan uang, begitu,” ucap Yunho dengan nada semangat.

”Menurutmu begitu?” tanya Dong Wook. Yunho dapat mendengar sebuah sarkasme di baliknya. Dia menatap hyung-nya dengan sebuah wajah penuh selidik, seolah bertanya, ’Apa yang ada di benakmu?’ Dong Wook terkekeh. ”Aku ingin memberi pelajaran pada mereka yang kaya itu, terutama Min Wook. Aku selalu ingin memberinya pelajaran mengenai uang yang dia korupsi.”

Mendengar hal itu, Yunho menatap Dong Wook dengan bingung. ”Kau pikir aku tidak tahu? Uang yang mereka kumpulkan, tidak semuanya mereka serahkan pada pemerintah akibatnya kita mendapat pajak yang cukup tinggi. Pemerintah sendiri tidak peduli akan hal itu. Raja baik dan bijaksana apanya? Tsck,” desis Dong Wook tak suka.

”Memangnya apa yang ingin kau lakukan?” tanya Yunho lagi. Meski sebenarnya pria itu sadar bahwa pertanyaannya sepertinya tidak berguna. Dong Wook sudah merencanakan sesuatu dan dugaannya semakin jelas saat melihat seringaian yang terlihat di wajah pria yang sudah dianggapnya sebagai saudara itu.

”Sesuatu, sesuatu, Yunho,” bisiknya.

Kepalanya kembali melihat ke arah langit, menatap sang bulan purnama yang akan menjadi saksi dimulainya sesuatu yang besar.

Tak ada yang tahu, bahwa malam itu akan terlahir satu sosok yang menjadi sebuah legenda. Sosok yang akan menjadi teman dari mereka yang membutuhkan dan musuh dari mereka yang kaya dan licik.

Rahasia perlahan mulai akan terkuak. Pertanyaannya mungkin, kita akan menguaknya dari mana?

.

.

to be continued

.

.

AN:

Demi apa? Kenapa saya bikin Jong Kook jadi ortunya Jaejoong, Changmin, dan Kibum TT_TT tapi karena gak ada ide jadi terima saja ya~ #plak

Yawdah, eL lagi gak bisa ngomong apa2. eL lagi seolah kehilangan jati diri sekarang TT_TT  huhu. Anyway, eL mau ngucapin buat yang sudah review kemarin ^^

.

.

Thanks to:

GD.Ocha || YunJani9095 || Gee Love Korea || @puzzpit || jikyu21 || reaRelf || Wi-kun Evil’Y || rei ichi || MiRuu || ul ul || idwinaya || heeya territory || Shofi Cassiopeia ||

.

.

Dan ayo sebarkan virus se7min #plak Mian ya lama T.T daritadi mau ngetik, tapi heboh di twitter sih. Kkk~

Blom ada romance dulu 😀 kan masih awal mula. Skrang semua sudah pada posisi, berikutnya akan dibongkar ^^

Oh ya, biar gak bingung. Ini akan tamat klo udah selesain 7 dosa ( seven deadly sins gitu) sesuai dengan judulnya yang Se7en tapi mgkn gak juga, tergantung kebutuhan 😉 jadi ini makanya lagi bahasin 1st sin, dosa pertama. Avaratia itu..cari aja sendiri xD #plak

Oke, gak mau basa2 lagi, eL lagi kecewa sama diri eL duru, jadi mau merenung sebentar. ^^v

Dan, Matchmaker sudah selsai semua, tinggal tunggu sepertinya xDD aww gak sabar banget :3 buat yang mau tahu pass. Pass matchmaker itu nama alamat wp-ku ^^v

Ciao 😉

Last, review? ^^

_Verzeihen

Advertisements

12 responses to “Chapter 2 – 1st Sin – Avaratia

  1. Geez, miss L ini … sepertinya lagi ‘cinta’ seme x seme. Hint Yunho ‘peluk’ Se7en and Siwon ‘suka’ Changmin. kekeke~ (^^)-c

    Ehm, baru kali ini miss L menggunakan gaya bahasa ‘easy’ tidak seperti biasanya yang bikin otak berputar *dijitak miss L

    Oke, apakah Dara itu ‘orang’ yg muncul di teaser. Sosok wanita itu ? =.=a

    Keep writing ^^)9
    xoxo.

    PS : Please, Kibum jangan disiksa keterlaluan (kalo bdsm boleh kok *slapped . XD). Kasian. Dia selalu ‘dinistakan’ akhir2 ini (u,u) .. SiBum harus bersatu … Merdeka. *eh >.<"

  2. akhirnya keluar juga huhuhu aku hampir lupa sama ceritanya, serius deh…
    buat bahasanya, buat kali ini gampang buat dipahami ga kaya yg lain hehe trus buat rahasia-rahasianya sedikit demi sedikit udah mulai terkuak. eh btw raja shinwa itu GD bkn? *sok tau* trus kapan nih se7ev-yunho beraksi? hehe

  3. Sebentar, jadi yang gs disini cuma Kibum, dan itu kenapa Siwon malah kecantol Minnie, kesambet apa dia?
    Minho lumayan mencurigakan, terus pembicaraan keturunan Shinhwa juga, mungkinkah…Se7en? Eh, nggak tahu juga lah. Nanti juga semua akan terkuak

    jadi Se7en segera bangkit~ :3 terus ketemu Changminnie?! Ne, eon let’s spread Se7Min virus!!

  4. gaaaaaaahhhhhh demi apa, eL ini rumit bgt, perkenalan aja sampe 2 chap.
    Ah, jd Yunho suka sama Dara? Tp blm jls, suka dlm artian cinta spt seorang lelaki dan perempuan, atau spt anak yg cemburu ketika ibunya punya kekasih.
    Lalu, Kibum sbnrnya suka sama Siwon? Cuma Siwon sukanya sama Changmin. Aigo..
    Jaejoongie, omona, dia naksir bang jidat 😮

    Lalu lalu..
    Kerajaan Shinwa yg dibicarakan td, yg keturunannya msh ada, apa ada hubungannya dg Dara dan Dong Wook? Atau mlh Yunho? Atau mlh Minho??
    Aigoooo blm bisa ketebak, atau aku aja yg cetek 😆

    Dosa pertama itu semacam perang saudara gitu? /ngasal/
    Lanjut lah eL, biar ga penasaran, kkkk~

  5. hohooh..
    makin penasaran sma masa lalunya .yunpa ama se7en nih.. apa ada hubungnnya sma kerajaan shinhwa yaa,,

    minnie kpn ktmu sma se7en kaga sabar nunggu,,
    pasti seru,.

  6. yaaaaay se7en ny akhir ny d update, *hug chingu,

    bneran deh itu siwon, napa nempelin min terus sih?! kibum ska kn sm siwon??
    si jaejae adik ny kesel malah dy ketawa2, ckckck
    gk sabar nggu min ngerasain apa yg d deskripsikan ttg cinta itu, pasti ntar pas ketemu se7en,
    yaay, minho-dara, 😀 minho nyelamatin dara, yes,
    itu si yunho ada firasat gk enak ttg minho?
    psti keturunan kerajaan shinhwa itu se7en, *sok nebak
    waaaah, tmbah penasaran!!

  7. “Sesuatu, sesuatu, Yunho.” => pikiran saya lsg klik mbak Syahrini 😀
    .
    okee!
    sudah pada tempatnya masing2 dan tinggal menjalani takdir dan menguak rahasia,
    dan jujur eL, aq bingung..
    Shinhwa itu pnya Dara ma Dongwook kan? trus Yunho?
    .
    mesti sabar yaaa -.-”
    .
    ditunggu deh 🙂

  8. udah chapter 2 …???
    yang pertama q blom baca
    jadi no comment dulu adja
    he…he
    *di timpuk eL

    Mian baru bisa comment
    sider tobat ceritanya…

  9. lol ngebayangin siwon ngejar2 changmin, trs changminnya cuek aja lol poor siwon lol firasatku kok entar siwon suka kibum(?) pasti sibum trs se7min wkwk *ditendang* kibum sama changmin kembar? kapan se7en ketemu sama min?;____;

    next paaaaaaaaaart~~~

  10. apakah ini GS?? apakah GS?? ,_,a
    kog saya tidak sadar… hooo ternyata :O :O :O

    kasih kissu sama Minho.. baek dahh :**
    Wonnie naksir Chwang?? ANDWAEEE!!!! Homigott… harus segera ditemuin sama Wokkie eonni…

    ByTheWay AnyWay BussWeiii… koment.nya terakhir tahun 2013 ini udah tahun 2014…. Berarti eonni ga apdet 1 tahun lebih…
    HWAITING EONNI!!! zhe still waiting…..

  11. .huah makin seru unn se7en sama changmin kapan dipertemukan aku tak sabar menantinya..

    Kapan ch 3 diupdate unn.. Aku menunggu..

    Next..

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s