Chapter 14 – Strings Attached


Title: Broken Dolll

Rated: M

Couple: Sibum, Yunjae, Haehyuk, Se7min, Hanchul

Genre: Romance/Drama

Warning:

NC. Smut. BDSM. Rape. PWP. BoyxBoy. Mpreg.

Straight NC! Crack

Don’t Like Don’t Read!

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13

AN:

Adakah yang masih ingat sama ff yang jamuran ini? Kkk~ #abaikan Oke deh, saya ucapkan selamat membaca ^^dan terima kasih banyak sudah mau menunggu ff ini ^^ Masih sedikit galau karena IP yang menurun /sigh/ Mungkin harus mulai fokus sama nilai T.T

Sekedar tambahan, mungkin lebih baik baca “Broken Past” dulu untuk bisa tahu mengenai beberapa hal? 😉

.

.

Pemandangan yang sudah tak asing lagi dilihat oleh mata. Ruangan kantor klasik dengan gorden jendela yang terbuka, membiarkan matahari menembus ke dalam untuk menerangi ruangan yang gelap itu. Sang pria yang kita kenal bernama Jung Yonghwa tengah berdiri di hadapan jendela yang besar itu. Ekspresinya datar, seolah emosi yang berada di dalamnya hilang tak berbekas. Tak berapa lama, terdengarlah suara pintu yang diketuk.

Hanya sebuah kata ’Masuk’ yang keluar dari mulutnya. Dia tak memutar badannya karena sudah tahu siapa yang mengetuk pintu tadi. Lee Joon adalah nama pria yang membuka pintu dan sedang berjalan ke depan meja sang pemilik ruangan.

Lee Joon sendiri adalah seorang pria yang cukup tampan. Garis wajahnya tegas, namun dapat terlihat dari gayanya bahwa pria ini sedikit playful. Dia berdiri cukup lama hingga akhirnya dia membuka mulutnya karena merasa diabaikan oleh orang yang memanggilnya kemari. ”Baiklah, kurasa lebih baik aku kembali saja,” ucapnya.

Bahunya terangkat seperti mengatakan bahwa dia tak peduli. Dia baru saja berputar ketika akhirnya langkahnya terhenti karena Yonghwa sudah berada di depannya. ”Wow, aku tak menduga kau suka berperan jadi setan seperti itu, Yong, kau membuatku jadi punya penyakit jantung.”

Yonghwa terkekeh. ”Pertama, kau tidak akan kena penyakit jantung karena hal ini. Kedua, kau belum boleh pergi. Aku sedang menunggu sesuatu.” Nada Yonghwa berubah dari ceria menjadi sendu, seolah ada hal yang belum bisa dia katakan.

Joon terdiam, tahu bahwa pria di hadapannya sedang ingin melakukan sesuatu yang tampaknya memiliki resiko tinggi dan bahwa pria ini sedang memikirkan resiko yang mungkin terjadi. ”Joon, kalau setelah ini aku serahkan semuanya padamu, bisakah kau mengatasinya?” tanya Yonghwa dengan sebuah senyuman yang tak bisa dijelaskan.

”Apa yang kau pikirkan?” tanya Joon. Nada bicaranya yang ringan tadi mulai berubah menjadi serius. Ekspresi wajahnya juga mulai tegas seiring dengan alur pembicaraan mereka.

Yonghwa hanya menghela nafas panjang. Dia menepuk pundak Joon, mengucapkan satu kalimat yang membuat Joon terkejut. Sebuah kalimat yang sebenarnya sudah lama dia tunggu sekaligus yang dia takutkan.

”Aku sudah menemukan kristal yang tepat. Kau sudah boleh bergerak sesuai rencana. Panggil yang lain.”

.

.

Broken Doll

broken doll2

”Strings Attached”

by eL-ch4n

03.04.2013

.

.

Sesudah pembicaraan yang cukup dalam antara Kibum dengan yang lainnya di ruangan tadi, mereka memutuskan bahwa semuanya sudah cukup untuk satu hari dan kembali pada tugas masing-masing. Masih banyak yang harus diperhitungkan. Kibum sendiri harus menghadapi banyak hal, salah satunya adalah rencana para callous yang tahu akan keberadaan dia dan Scion dan juga rencana Yonghwa yang sampai saat ini masih tidak bisa ditebak.

Banyak hal telah terjadi dalam waktu yang begitu singkat atau panjang, tidak ada yang tahu. Bagi Kibum, semuanya berlalu begitu cepat, terutama waktunya bersama Siwon. Membayangkan sang master saja sudah bisa membuat tubuhnya menjadi panas dan haus akan sentuhan. Dia membutuhkan hal yang lebih sekedar dari sentuhan yang diberikan Changmin padanya, tapi dia tak mungkin juga meminta lebih daripada sahabatnya itu.

Ada batasan yang tak bisa dilanggar. Terlebih, Changmin sendiri sedang hamil dan Kibum tidak mau melakukan hal yang dapat membahayakan janin sahabatnya itu. Perjalanannya ke kamarnya tidak pernah terasa selama ini. Apakah memang lorong yang biasa dia lalui sepanjang ini?

Sebuah tepukan di pundaknya membuat dia terhenti. Kepalanya memutar dan melihat ekspresi Dara yang penuh kekhawatiran.

Bagus. Hal terakhir yang dia inginkan adalah wanita di sampingnya ini khawatir. Dia tidak mau merepotkan wanita ini. Mengetahui masa lalu Dara dari mulut wanita itu sendiri membuat Kibum berempati. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan sang suami ketika meninggalkannya, tapi melihat Dara yang masih bersikukuh bahwa Minho – nama suaminya – menyembunyikan sesuatu, Kibum hanya bisa terdiam saja.

”Ada apa, noona?” tanya Kibum dengan datar.

Dia mencoba untuk menahan nafsu dan mengontrol dirinya, mengubah ekspresinya menjadi dingin dan tak beremosi. Namun hal itu tak berlaku pada Dara. Wanita itu justru semakin terlihat khawatir. ”Apakah kau baik-baik saja?” tanya Dara akhirnya.

Entah terlalu sering mendengar hal itu atau bosan, tiba-tiba saja Kibum meledak. Dia menarik Dara ke kamarnya yang tiba-tiba saja terasa dekat. Pintu kamarnya tertutup dengan otomatis dan segera dia mendorong tubuh mungil Dara ke dinding. ”Hentikan!” teriaknya.

Kedua tangannya terpukul dengan keras pada dinding besi di kedua sisi Dara, mengurung wanita yang lebih tua darinya itu di dalamnya. ”Aku baik-baik saja! Kenapa selalu bertanya hal yang sama?!” serunya.

Mulanya Dara tersentak kaget melihat wajah Kibum seperti orang yang kerasukan. Terlihat jelas amarah yang dipendam oleh pria itu di wajahnya. Dara tersenyum tipis. Dipegangnya pipi Kibum perlahan menggunakan kedua tangannya. Ditariknya wajah Kibum ke arahnya. Karena dia lebih pendek, dia harus sedikit berjinjit untuk mempermudah gerakannya karena sepertinya Sang Neve masih tercengang dengan apa yang terjadi.

Kecupan singkat diberikannya. Bibir bertemu dengan bibir, menempel memberi ketenangan. Tangan Kibum yang berada di samping kepalanya tadi perlahan bergerak dengan kaku ke arah pinggangnya yang ramping, mendekapnya erat. Tangannya juga menuju lehernya, melingkar di sana memperdalam ciuman mereka. Sebuah ciuman singkat yang menjadi panas dalam sekejap.

Saat ciuman itu terlepas, keduanya saling memandang. Dua pasang mata yang begitu kesepian. Tak ada kata yang terucap saat ciuman kedua terjadi. Dan tanpa diketahui, ciuman mereka berlanjut hingga ketiga, keempat, dan bahkan tak bisa dihitung lagi. Dari lembut, kasar, hingga permainan lidah diikutsertakan.

Tangan Kibum mengangkat kedua kaki Dara, meletakkannya agar melingkari pinggangnya supaya dia mudah mengangkat tubuh mungil wanita itu. Mereka berjalan, lebih tepatnya Kibum berjalan sembari menggendong Dara, tanpa melepaskan tautan mereka. Seolah haus akan sentuhan satu sama lain. Keduanya terjatuh di atas ranjang dengan sedikit kasar, tak ada niat untuk menghentikan ciuman mereka.

Kembali dua mata itu saling memandang seolah dapat mengkomunikasikan apa yang tersembunyi di bagian terdalam. Hanya sebuah senyuman yang tercetak di wajah sang wanita yang membuat sang pria akhirnya kembali mencumbu bibir merah itu dengan ganas. Tangannya bergerilya pada tubuh ramping sang wanita, menjelajahi setiap inci tubuh yang masih terbalut kain itu.

Desahan keluar dari mulut sang wanita di sela-sela ciuman mereka. Kecipak saliva saling bertukar terdengar bagai sebuah lagu yang disenandungkan. Telapak tangannya kemudian berhenti di tengah dua dada wanita itu, menekannya dengan jempolnya.

”Nggh,” desah Dara.

Kibum kembali melumat bibir itu, melakukan aksinya dengan tangan dan mulutnya untuk memuaskan keduanya. Jempolnya bergerak menuju pada tonjolan dada yang masih terbalut pakaian berlapis. Friksi yang diberikan membuat sang wanita melengkungkan badannya ke atas, meminta disentuh lebih. Mendapat pesan yang dikirimkan, sang pria kemudian meremas buah dada tersebut dengan lembut.

Tak tahan lagi, tangan yang satu menyelinap masuk di balik baju, membukanya perlahan hingga berhenti pada bra yang dikenakan oleh sang wanita. Dengan lihai dia membuka pengait bra tersebut menggunakan satu tangannya sementara tangan yang lain masih meremas dada sang wanita.

Lidahnya menyelinap masuk saat diberikan kesempatan, bertarung dengan sang tuan rumah yang dimenangkan oleh dirinya, mencicipi setiap inci dari goa hangat yang dirasakannya. Selihai lidahnya, begitu pula dengan tangannya yang dengan sukses membuat sang wanita sudah bertelanjang dada, tak memakai apapun.

Dara menarik nafas saat ciuman mereka terlepas namun detik berikutnya dia menyadari keadaan tubuhnya. Dengan segera, dia menutup bekas luka yang tampak di perutnya. Sebuah garis vertikal seperti bekas bedah yang membuat tubuhnya yang mulus menjadi cacat. Kepalanya menoleh ke kanan, menghindari tatapan dari pria yang ada di atasnya.

Tak pernah dia merasa setakut ini. Tentu saja dia takut, ini adalah pertama kalinya dia berhubungan dengan pria selain suaminya. Bagi orang, mungkin yang dia lakukan adalah sebuah perzinahan, tak ada yang dapat dibenarkan. Minho memang meninggalkannya, tapi Minho belum menceraikannya. Secara hukum, dia masih seorang Sandara Lee dan bukan Sandara Park lagi. Namun, seperti manusia lainnya yang membenarkan perbuatan mereka, begitu pula dengan Dara. Pria di hadapannya ini membutuhkan dirinya, sebuah bukti bahwa dia – mereka – tidak sendirian. Sebuah friends with benefit.

”Kau sangat indah,” bisik pria itu. Kibum mengangkat tangan Dara dengan perlahan agar dia dapat melihat bekas luka tersebut, luka yang didapatkan sang wanita saat melakukan operasi pemindahan rahim. Bisa saja sebenarnya dia meminta untuk luka itu hilang, tapi sang wanita merasa enggan. Luka itu dapat menjadi sebuah lambang atas pengorbanannya. Kepala Kibum menunduk perlahan menciumi bekas luka tersebut dengan lembut membuat Dara meneteskan air mata.

”Sssh, kenapa?” Kibum berbisik pelan saat menyadari tetesan bening yang terpantul dari muka sang wanita. Dia mengecup butiran asin tersebut, menghapusnya dari wajah cantik Dara. Mata mereka bertemu entah keberapa kalinya begitu pula dengan bibir mereka. Badan mereka saling bertumpu, merasakan perbedaan yang kontras antara adam dan hawa. ”Kau sangat indah, noona,” bisiknya lagi.

Kembali Dara terisak, merasa terharu mendengar hal itu. Entah mengapa, tapi baginya pujian Kibum sangat menyentuh hatinya. Seolah semua yang dia lakukan tidak akan sia-sia, seolah semua akan baik-baik saja. Bibir Kibum mengecup air matanya sekali lagi, bergerak turun hingga ke lehernya yang terekspos, menggigitnya pelan hingga memberikan tanda kemerahan. Bergerak ke bawah lagi perlahan hingga berada pada dua gundukan dada yang dia sentuh tadi. Lidahnya terjulur keluar, mencicipi tonjolan merah yang menegang di hadapannya. Tangannya memilin tonjolan yang satu lagi. Lidahnya menjilati tonjolan tersebut seperti yang pernah dilakukan padanya. Digigitnya sedikit untuk menambah rangsangan membuat desahan Dara semakin kencang.

”Mendesahlah, ruangan ini kedap suara kok,” bisiknya.

Seolah mengerti, Dara kemudian mendesah keras, menikmati sentuhan nikmat Kibum. Rasanya tidak adil jika tubuhnya sudah setengah polos sementara Kibum masih lengkap dengan atributnya. Tangannya bergerak, berusaha untuk tidak menganggu aktivitas Kibum. Namun sayangnya, tangannya dihentikan. Kibum menatapnya kemudian tersenyum. Dia membuka bajunya perlahan, memperlihatkan tubuhnya yang sedikit banyak dipenuhi luka cambukan akibat perlakuan Siwon sebelumnya.

Kali ini giliran Dara yang mengecup luka tersebut perlahan, memberikan sensasi hangat bagi sang pria. Keduanya saling bercumbu, hingga akhirnya tubuh mereka polos seperti saat mereka pertama kali dilahirkan di dunia. Lidah saling bertautan. Tangan sang pria yang satu mengacak rambut panjang Dara sementara yang satu meremas dada sang wanita. Tangan sang wanita melingkar di leher sang pria, menempelkan kedua tubuh mereka.

Tak ada yang berbicara. Hanya membiarkan tangan dan desahan memenuhi ruangan. Tangan sang wanita bergerak perlahan dari atas hingga akhirnya menyentuh kejantanan sang pria yang sudah sedikit tegak karena rangsangan mereka. Miliknya sendiri juga sudah basah karena perlakuan halus dari sang pria.

”Nggh!” erang Dara. Jari Kibum yang mengacak rambutnya tadi sekarang masuk, menembus dindingnya yang sudah tidak lama disentuh. Sakit rasanya, seperti mengulangi kali pertama dia melakukan hal ini. Dua jari dan dia sudah terengah. Kepalanya bertumpu di pundak Kibum, mencengkram leher Kibum dengan erat.

Keduanya berada pada posisi duduk, membuat kegiatan mereka lebih mudah. Kibum kembali menggigit leher Dara, tapi kali ini tidak memberikan tanda. Dia tahu tetap ada sebuah batasan. Wanita di dalam pelukannya bukan miliknya, begitu pula dengan dirinya. Keduanya hanya terbelengu takdir yang kejam.

”Anggh,” erang Dara kembali lagi. Dia terengah, menarik nafas yang panjang saat Kibum mengeluarkan jari-jarinya dari dindingnya yang mulai sedikit melebar.

Dia menghentikan Kibum untuk menarik nafas panjang. Diberikannya sebuah senyuman lebar di wajahnya. Tangannya perlahan memegang kejantanan Kibum, menggeseknya perlahan kemudian memompa agar menegang, siap untuk menembus dirinya. Tubuhnya diturunkannya perlahan hingga akhirnya semua milik Kibum masuk ke dalam dirinya, mendatangkan jeritan dari mulutnya.

Mata Kibum menatapnya sayu, tahu bahwa hal itu menyakitkan. Setelah semuanya masuk, dia tersenyum pada Kibum, mengatakan bahwa dia baik-baik saja. ”Bergeraklah,” ucapnya lembut.

Tubuhnya terhempas ke atas ranjang dengan Kibum di atasnya. Dia memandang ke arah Kibum, membiarkan pria itu menatapnya dengan lembut, menikmati pemandangan yang dia sediakan dengan tubuhnya. Kibum kemudian mengeluarkan kejantanannya dan memasuki dirinya. Sebuah gerakan in dan out yang membuat dia mendesah nikmat. Seperti seorang yang haus akan sentuhan.

Ada yang kurang, dia tahu hal itu. Karena yang bersamanya bukan orang yang dia cintai, bukan orang yang dia harapkan. Mengingat hal itu, air matanya kembali keluar, namun Kibum mengabaikannya, menganggap air mata itu sebagai tangisan sakit karena dinding ketatnya ditembus. Tangannya melingkar pada leher Kibum, mempertemukan bibir mereka kembali. Desahan demi desahan keluar bersamaan dengan setiap hentakan yang dilakukan Kibum.

Jeritan kenikmatan terdengar, melengking bersamaan dengan cairan putih yang keluar di luar tubuhnya. Sebenarnya dia mengatakan bahwa dia tak apa-apa jika Kibum mau mengeluarkan di dalam, toh dia sudah tidak memiliki rahim.

”Sebenarnya kau keluarkan cairanmu di dalam juga aku tak masalah, toh aku juga sudah tak memiliki rahim, Bummie,” canda Dara.

Kibum hanya tersenyum lembut, mengecup kening Dara dan memeluk tubuh mungil wanita yang lebih tua darinya itu. Hari itu, keduanya saling berbagi kehangatan, sebuah janji tak tertulis untuk selalu ada untuk satu sama lain. Begitu hangat, begitu tepat, namun juga salah.

Keduanya sadar, tak ada yang bisa memuaskan mereka, tak ada kecuali orang yang berada jauh di dari keberadaan mereka, namun begitu dekat di hati mereka. Orang yang mereka cintai.

.

.

”Kau ingin ke mana?” Siwon bertanya pada Donghae yang sedang berberes-beres. Sepupunya itu sudah mengenakan pakaian bepergian biasa, sebuah kemeja putih bergaris biru dan celana jeans. Tampak Donghae di kamarnya sendiri sedang mencari sesuatu. Entah apa, Siwon tidak tahu. Sejak Eunhyuk pingsan, Donghae seperti orang kerasukan.

Dia terus menjerit nama Eunhyuk, meminta agar Eunhyuk tersadar, namun tak ada respon dari sang doll membuat sang perdana menteri khawatir. Sudah hampir 1 jam sejak Eunhyuk tertidur pulas dan selama itu pula Donghae terus mengacak kamarnya, mencari sesuatu. ”Donghae, apa yang kau cari?” tanya Siwon.

Siwon cukup merasa kesal pertanyaannya tidak dijawab oleh sepupunya itu sehingga akhirnya dia menarik Donghae untuk menghentikan apapun  yang sedang dilakukan pria itu. ”Hei, jawab aku!” serunya. Kesabarannya mulai habis. Dengan Kibum tidak ada di sampingnya dan keadaan Donghae, semuanya sangat tidak membantu.

Bicara soal Kibum, sebenarnya dia takut. Saat ini Kibum adalah seorang doll yang membutuhkan sentuhan darinya. Jika sangat terpaksa, Kibum pasti akan melakukannya dengan orang yang dia kenal. Bahkan mungkin saja itu adalah Changmin. Sial, seandainya saja waktu itu dia bersikukuh untuk menahannya.

Sudah, sekarang bukan saatnya memikirkan Kibum. Sekarang saatnya memikirkan mengenai sepupunya yang terlihat seperti orang linglung di hadapannya. ”Donghae, tidak ada gunanya kau seperti ini, gunakan akal sehatmu,” bujuknya.

Donghae terlihat mulai tenang. Bahunya mulai turun seolah dia sudah siap untuk mendengarkan apapun perkataan Siwon padanya. ”Aku harus cepat.”

”Kau mau menghubungi siapa? Se7en? Begitu?” tanyanya.

Mendengar nama Se7en, Donghae tersentak kaget. Pasalnya dia tak menyebutkan nama Sang Presiden Amerika sedari tadi. Kali ini Siwon menyengir lebar, merasa akhirnya berhasil menarik informasi dari sepupunya. ”Kau lupa aku siapa, Donghae?” ejek Siwon.

Donghae menggelengkan kepalanya sambil terkekeh. Tawanya kemudian meledak dan dia menutup matanya. ”Hampir aku lupa, tapi aku ingin mendengar analisamu, Siwon,” jawabnya.

Sebuah senyuman terukir di wajah sang zenith – atau Scion, yang manapun tidak masalah – sebelum dia kemudian membuka mulutnya sembari menunjukkan angka 1 dengan jarinya. ”Pertama kau jelas sudah mengatakan bahwa kau menitipkan anakmu pada Se7en, Sang Presiden Amerika itu. Karena Eunhyuk belum sadar, kau sedang bergulat ingin menghubunginya atau tidak. Namun aku tidak bisa mengerti apa yang sedang kau cari, namun jika tebakanku benar, kau sedang mencari alat penghapus ingatan yang pernah kau gunakan dulu, begitu?”

Tak ada jawaban dari Donghae membuat Siwon yakin bahwa analisanya benar sehingga dia kembali melanjutkannya. ”Kau gila!” seru Siwon. ”Dia sedang terluka kalau kau paksakan lagi untuk menggunakan alat itu, dia bisa kehilangan dirinya dan akal sehatnya! Apa kau bodoh!” Kepala Donghae menunduk, menghindar dari tatapan Siwon, juga tak bermaksud untuk membalas sepupunya itu. ”Donghae, kau tidak boleh melakukan itu. Aku tadi sudah mengeceknya, dia baik-baik saja. Impulsnya memang rendah, tapi bukan berarti dia akan terjebak dalam koma panjang,” jelas Siwon.

Tentunya sebagai seorang zenith, Siwon juga memiliki pengetahuan dasar sebagai dokter dan juga di luar dugaan, Daesung ternyata juga cukup lihai dalam bidang kedokteran. Saat ini, anggota Big Bang itu sedang menjaga di kamar karena disuruh oleh Donghae untuk memberitahukan Sang Perdana Menteri jika sewaktu-waktu Eunhyuk terbangun. Mungkin orang melihat bahwa Donghae begitu kejam, kenapa dia tak berada di samping pria yang tengah terbaring itu dan membiarkannya di tangan orang lain? Namun Donghae sendiri tahu. Mengkhawatirkan Eunhyuk dengan duduk di samping pria itu juga tak ada gunanya. Lebih baik dia memikirkan hal lain, berjaga apa yang dapat terjadi jika orang yang dicintainya itu membuka mata.

”Bukan hal itu yang kutakutkan Siwon,” bisik Donghae. ”Kalau ingatan Eunhyuk kembali, traumanya, ketakutannya, dan keinginannya untuk mendapatkan Kyuhyun akan kembali. Saat ini aku sedang bingung, aku tidak tahu.” Badan Donghae terjatuh ke lantai dengan kepalanya menghadap ke arah Siwon yang masih berdiri. Wajahnya seolah mengatakan ’Tolong aku’.

Siwon menghela nafas. ”Aku tak bisa membantu jika aku tak mengerti maumu, Hae.”

”Analisamu, tolong selesaikan,” bisik Donghae.

Kembali sang zenith menghela nafas, menyusul sepupunya untuk terduduk di atas lantai. ”Baik. Jika dilihat dari manapun sebenarnya jawabannya mudah, kau tinggal menelepon Se7en, meminta dirinya untuk mengirimkan Kyuhyun padamu, TAPI,” ujar Siwon memberikan penekanan pada kata ’tapi’. ”Kau tak bisa melakukannya karena ada resiko lain. Kalau kuanalisa, mengirimkan Kyuhyun mungkin mudah, tapi kau takut jika ada yang mengetahui keberadaan Kyuhyun, saat itu pula projek Savior yang selama ini diragukan akan terbukti berhasil dan bahwa projek ini bisa dilanjutkan. Di saat itu yang terkena dampak paling besar adalah Rusia.”

Saat itu, keduanya berhenti bernafas, seolah melupakan caranya. Masing-masing takut dengan apa yang akan diutarakan oleh sang zenith. ”Jika itu terjadi, Rusia akan kehilangan dana dan berarti wanita yang tinggal di sana akan terkena dampaknya. Dan itu berarti akan memakan korban jiwa. Bukannya aku ingin mengejekmu, tapi kau bukan pacifist, bukan pecinta damai, meskipun kau juga tidak suka perang. Tapi sampai setakut ini demi resiko itu, aku menarik sebuah kesimpulan.” Siwon menarik nafas panjang sebelum mengutarakan satu kalimat yang dapat ditebak oleh keduanya. Bahwa pernyataan itu benar.

”Kau melindungi seseorang, seorang wanita, wanita yang berada di Rusia saat ini.”

Donghae tak menjawab membuat Siwon melanjutkan kembali analisanya. ”Aku tidak tahu siapa. Aku tidak bisa menebaknya, tapi wanita itu pasti sangat berarti, berarti sekali sampai kau ragu dengan keputusanmu ini. Kalau ada satu wanita yang berharga bagi dirimu selain dari orang yang kau cintai, di pikiranku ada satu orang.” Siwon terhenti, menggigit bibir bawahnya. Wajahnya terlihat ragu untuk melanjutkan kalimatnya.

”Siapa?” tanya Donghae. Sebuah tanda bagi Siwon untuk membuka mulutnya kembali.

”Ibumu,” jawab Siwon dengan tegas. ”Jung Seohyun. Kau sedang melindungi ibumu dan jika bisa kutebak, senjata terakhirmu untuk menghadapi Yonghwa.”

Sang Perdana Menteri menghela nafas panjang. ”Mengenai analisamu tentang aku melindungi ibuku, itu benar, tapi ada satu hal yang salah.” Mendengar pernyataan Donghae, Siwon terkejut tentu saja. Apa yang dimaksudkan oleh sepupunya itu. ”Seohyun bukanlah ibuku dan Kibum. Bahkan, yang bersama si tua brengsek selama itu bukanlah Seohyun.”

”Lalu siapa?” tanya Siwon perlahan.

Kali ini Donghae tersenyum tipis. ”Ibuku, Siwon, ibu kandungku.” Sebuah jawaban yang simpel namun penuh dengan ambiguitas membawa sang zenith terdiam, terbawa kembali dalam sebuah misteri yang tak bisa dia pecahkan.

.

.

Waktu berlalu cukup cepat. Langit yang tadinya terang sekarang sudah berubah warna menjadi senja saat matahari terbenam. Dara terbangun dari tidurnya. Kehangatan yang dia rasakan membuatnya teringat dengan apa yang terjadi.

Dia tidak menyesal melakukannya dengan Kibum. Pria itu – mereka – membutuhkannya, membutuhkan sebuah intimasi satu sama lain. Sembari memakai pakaiannya kembali, Dara berjalan keluar. Bagian bawahnya masih terasa sakit tapi karena Kibum memperlakukannya dengan lembut, sakitnya tidak terlalu kentara.

Selagi Kibum masih tertidur, akan lebih baik dia kembali ke kamarnya untuk mandi dan beristirahat sejenak. Sesaat dia menatap wajah Kibum yang tertidur. Bagai seorang anak yang diharapkannya tapi tak bisa didapatkannya. Mengingat itu, hatinya terasa sesat. Tangannya memegang pada bagian perutnya. Dikecupnya kening Kibum singkat sebelum akhirnya dia pergi meninggalkan ruangan itu tak menyadari saat pintu tertutup, mata Kibum terbuka perlahan. Tangan Sang Neve menyentuh kening yang baru dicium tadi. Bulir bening mengalir perlahan. Perasaan sesak yang tak dapat dijelaskan.

Dalam perjalanan ke kamarnya, Dara beruntung tidak bertemu dengan siapapun karena dia sendiri bingung bagaimana menjelaskan alasannya berada di kamar Kibum selama itu. Mereka dapat menebaknya, tapi Dara merasa akan lebih baik sedikit orang saja yang tahu. Sesampainya dia di kamarnya, dia melakukan aktivitasnya. Mandi, menyegarkan pikiran, mencoba melupakan masa lalunya yang begitu kelam.

Setelah semuanya selesai, dia kembali keluar dari kamarnya, melewati beberapa orang yang dia kenal, menyapa mereka dan tak banyak bicara. Saat ini, dia memerlukan udara segar dan itulah yang akan dilakukannya. Dia keluar dari tempat itu, sebuah hal yang sangat jarang dia lakukan. Tentunya setelah mempersiapkan alat untuk melindungi dirinya sendiri. Tak akan ada yang percaya bahwa gubuk tua yang berada di tengah hutan di belakangnya adalah sebuah kedok dari sebuah markas yang begitu besar untuk penelitian Savior.

Angin yang berhembus sepoi di sore itu menerbangkan rambutnya yang panjang, membiarkannya terlihat bagai bidadari yang turun dari langit. Matanya menatap ke arah mentari yang terbenam yang ada di hadapannya. Sebuah lukisan alam yang indah namun terlihat menyedihkan dalam pantulan onyx hitamnya. ”Minho,” bisiknya pelan. Sudah lama sekali dia tak menyebutkan nama itu. Sudah begitu lama hingga dia lupa bagaimana cara mengucapkan nama tersebut.

Matanya terpejam, membiarkan sang angin menyapu kulitnya, membawanya pada masa lalu ketika tangan yang hangat itu menyentuhnya. Namun detik berikutnya, matanya terbuka dengan cepat. Badannya menegang saat dia merasakan sesuatu yang tajam teracung di lehernya. Emosinya bercampur aduk saat dia mengenali aroma kayu manis yang dihirup oleh indera penciumannya. Tangan kekar yang memeluk pinggang ramping serta yang mengacungkan sebuah pisau di lehernya sekarang. Dua hal yang tidak akan dia lupakan.

”Ho – Minho?” bisiknya tak percaya. Ingin rasanya dia menangis saat ini juga. Orang yang dia harapkan, yang selama ini dia cari, yang dia percaya. Orang yang meninggalkannya dalam keputusasaan. Orang yang membuatnya kehilangan harapan. Orang yang dia cintai, Lee Minho, kini ada di hadapannya. Namun bukan untuk alasan yang dia inginkan. Matanya kembali terpejam. Ketegangan yang dia rasakan hilang diganti oleh sebuah kedamaian yang menyelimutinya.

”Aku datang untuk membunuhmu, Dara,” bisik suara yang dia rindukan itu dengan tegas.

Dara tak menjawab, menyerahkan dirinya sepenuhnya pada tangan pria yang memeluknya secara tidak langsung. Minho menariknya perlahan untuk masuk  ke dalam hutan, menghindari penjaga yang dapat keluar sewaktu-waktu. Dara sudah tidak peduli, hanya bisa tertawa. Di saat dia pertama kali ingin keluar untuk merasakan kebebasan, di saat itu dia harus bertemu dengan orang yang selama ini ditunggunya.

Ketika mereka telah sampai ke tempat yang agak dalam, keduanya masih dalam posisi semula. Minho tidak mau melihat Dara, lebih tepatnya dia enggan, takut jika semuanya akan berantakan. ”Begitu?” tanya Dara sembari berbisik. Suaranya tenang seperti sudah tahu bahwa cepat atau lambat hal ini akan terjadi. ”Inikah akhirnya?”

Minho terdiam, dia tak menjawab membuat Dara tersenyum tipis. ”Selamat tinggal,” ucap Minho dengan datar. Dia kembali sebagai seorang hunter, julukan bagi dirinya yang bekerja sebagai pembunuh bayaran, mengambil nyawa tanpa segan-segan. Sebuah pekerjaan yang dia lakukan dulu sebelum bertemu Dara, pekerjaan yang mempertemukan dia sekali lagi dengan gadis yang – masih – dia cintai.

”Aku punya permintaan,” bisik Dara. ”Kalau kau mau membunuhku, izinkan aku melihatmu untuk yang terakhir kalinya,” lanjutnya lagi.

Genggaman di lehernya melonggar membuat Dara bisa terlepas dan memutar badannya menghadap Minho. Senyuman tak pernah lepas dari wajahnya meski bulir bening mulai mengaburkan pandangannya. ”Silakan,” ucapnya tenang.

Dia tak peduli jika memang ini akhirnya, jika dengan kematiannya dia bisa menyelamatkan sesuatu – entah apapun itu. Kalau ada yang dia sesali, begitu banyak. Adiknya pasti akan menangis dan memegang dendam kepada Minho, tapi dia tahu bahwa Seungho akan menjaga adiknya dan dia juga tahu bahwa Thunder bukanlah orang yang pendendam. Dia tak akan bisa membantu Kibum untuk bertemu dengan Yonghwa kembali, menemukan tujuan sebenarnya dari pria itu.

Matanya terpejam saat melihat pisau yang sudah siap teracungkan di depannya, mendekat ke arah tubuhnya yang bersandar pada tangan pria itu. Detik berikutnya semua terjadi begitu cepat. Pisau tersebut menembus tubuhnya membuat mulutnya mengeluarkan darah yang cukup banyak. Sang pria begitu gemetar, enggan melihat mata yang terbuka perlahan di hadapannya. Namun yang didapat sang pria adalah sebuah tatapan yang begitu lembut, damai. Wajah sang wanita tak pernah terlihat begitu seindah ini. Matanya sayu, cairan merah mengalir dari bibir sang wanita.

Tangan sang wanita perlahan menyentuh pipinya dan dia membiarkan dirinya untuk terhanyut pada sentuhan lembut itu, mungkin untuk yang terakhir kalinya. ”Min…ho,” bisik sang wanita dengan susah payah. Darah kembali keluar dari bibirnya serta tempat di mana dia ditusuk tadi. ”Saranghae,” ucap sang wanita dengan satu kali nafas. Sebuah lengkungan senyuman terukir di wajahnya, ditujukan pada sang pria. Kemudian berikutnya mata yang lembut itu terpejam untuk selama-lamanya.

Minho memeluk erat tubuh Dara yang sudah tak bernafas seolah tak ingin melepasnya. Air matanya mengalir perlahan tanpa dia sadari, menetes pada wajah Dara yang sudah menunjukkan kedamaian. Isak tangis bisu dia keluarkan. Dia tak bisa bersuara, entah tak bisa atau tak mau, hanya dia yang tahu.

Sang pria terduduk dengan sang wanita terbaring di tangannya sudah tak bernafas, berteriak histeris dalam kebisuan. Tangisan yang tak pernah berhenti mengalir. Badannya bergetar hebat, tangannya terus mengelus pipi Dara yang mulai memutih. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat menyayat hati.

Kebisuan itu kemudian dihancurkan oleh sebuah suara getaran dari ponselnya. Dia menghapus air matanya dan kemudian mengucapkan sebuah kata sandi. Tampaklah di depannya sebuah layar transparan yang menampilkan Soo Man dengan seringaiannya yang membuat Minho muak. Bagaimana bisa dia menuruti perintah itu dengan mudah? Membunuh orang yang dia cintai, demi apa?

”Bagus, kau berhasil melewati tes ini, my hunter. Bersiaplah, aku akan menghubungimu untuk tugas berikutnya. Kau boleh membereskan mayat wanita itu. Buang di hutan juga aku tak peduli.” Soo Man tertawa terbahak tak memedulikan kepalan tangan yang berada di samping Minho.

Layar itu kemudian hilang bersamaan dengan sosok Minho dan Dara. Keduanya hilang tak berbekas, hanya menyisakan tetesan cairan merah yang berada di tanah sebagai tanda, mungkin, bagi orang yang mencari wanita bernama Sandara Park itu.

Hutan itu kembali bisu. Pohon-pohon menggugurkan daunnya menunjukkan rasa duka terhadap apa yang baru terjadi. Binatang pengerat yang menjadi saksi tadi kembali pada aktivitasnya karena tak mengerti pemandangan yang dilihat mereka tadi. Semuanya kembali normal, tak ada yang tahu apa yang terjadi kecuali tetesan darah yang akan menjadi petunjuk.

.

.

”Kau sudah bersiap?” tanya Donghae pada Siwon.

Pria yang ditanya hanya bisa mengangguk pasrah. Setelah pembicaraan mereka tadi, Donghae kemudian memutuskan untuk meminta bantuan dari Daesung. Karena dia akan pergi menemui Se7en, ada baiknya jika dia membawa Eunhyuk ke tempat yang aman dan Daesung menyarankan markasnya yang tersembunyi. Terlebih di sana juga terdapat anggota Big Bang yang lain jadi tempat itu pasti akan aman. Donghae menyetujui ide itu dan kemudian bergegas merapikan dirinya.

Entah kenapa, sedari tadi dada Siwon berdegup begitu kencang. Seolah dari dalam dirinya, ada insting yang mengatakan akan terjadi sesuatu saat dia tiba di markas nanti. Entah sesuatu itu adalah hal yang baik atau tidak, dia sendiri tak tahu. Sayang, dia tidak memiliki kemampuan untuk melihat masa depan.

Tunggu.

Masa depan? Mungkinkah? Siwon memikirkan segala analisis di dalam otaknya, tak berani mengutarakan itu pada Donghae. Jika apa yang dia pikirkan benar, berarti apa yang direncakan Yonghwa lebih dari apa yang terlihat dan mungkin akan lebih mengerikan – atau tidak.

Pintu kamar Donghae terketuk, kemudian terbuka menampilkan sosok Daesung yang sedang berdiri di depan. ”Aku sudah menghubungi markas, mereka akan membuka koordinat 5 menit lagi selama 200detik. Kurasa kita harus segera bergegas.”

Donghae mengangguk. Dia kemudian berjalan ke arah Eunhyuk yang tengah terbaring di atas kasurnya, bernafas teratur seperti sedang bermimpi indah. ”Aku akan menjagamu, my jewel,” bisiknya lembut. Dia mengangkat Eunhyuk dalam bridal style, memeluknya dengan erat seperti enggan memberikannya pada orang lain. Dia kemudian berjalan kembali menuju Daesung dan Siwon yang sudah menunggunya. Dia mengangguk yang dibalas pula dengan Daesung dengan anggukan.

Pria yang dijuluki D-Lite itu kemudian melihat ke arah jam dan menghitung mundur. Saat jarum jam sudah berganti, mereka kemudian menghilang ditelan oleh lingkaran waktu. Hanya saja saat itu, mereka tidak tahu apa yang akan menanti mereka di markas nanti.

.

.

”Maaf Minho – shi,” Wanita bernama Na Si hendak menghentikan sosok Minho yang muncul tiba-tiba dengan sosok wanita yang tak dikenalnya. Dia tak bisa membiarkan Minho masuk ke dalam ruangan Yonghwa tanpa pemberitahuan dulu. Na Si bisa dihukum oleh tuannya kalau begitu caranya. ”Tunggu, Yonghwa-shi – ”

” –Ada di dalam,” sela Minho dengan datar.

Dia tak memperdulikan Na Si dan berjalan dengan tegas menuju pintu yang ada di hadapannya. Tanpa mengetuk, dia menendang pintu itu dengan sekuat tenaga hingga terbuka dan menampilkan sosok Yonghwa yang sudah berdiri di depan meja, berhadapan dengannya. Dari senyuman yang dipajang di wajah Yonghwa, Minho menebak bahwa pria itu sudah tahu akan kedatangannya.

”Na Si, biarkan saja, kau boleh kembali,” ucap Yonghwa dengan tenang.

Na Si mengangguk dan menutup pintu untuk memberikan privasi. Ketika tak adalagi yang mengganggu, Yonghwa terkekeh. ”Jadi kau benar-benar membunuhnya?” ucapnya dengan tenang. Suaranya yang menganggap semua bagai candaan membuat Minho sedikit murka.

”Aku tahu kau bisa menolongnya,” sela Minho.

”Kau salah Minho, aku memang bisa, tapi pertanyaan yang tepat, apakah aku mau menolongnya?” ujar Yonghwa dengan sarkasme.

Minho menatap tajam pada pria yang menjadi kunci dari semuanya ini. Pria yang tengah melayang karena tak bisa menggunakan kakinya entah sejak kapan. ”Kau harus,” desis Minho. Satu kalimat yang penuh ketegasan. Bagai perintah yang tak boleh dilanggar.

Kembali Yonghwa terkekeh pelan dan berjalan mendekati Minho. Dia berhenti pada jarak yang cukup dekat. Tubuh Dara yang ada di pelukan Minho tergeletak tak berdaya. Wajah wanita itu bagai putri yang sedang tertidur dan bukan karena maut. ”Kenapa aku harus, Minho?” tanya Yonghwa lagi. ”Kau yang membunuhnya dan aku yang harus bertanggung jawab, begitu?”

”Aku tak akan membunuhnya jika bukan karena kau,” desis Minho lagi.

Dia menatap Yonghwa dengan tatapan menusuk seolah jika tatapan bisa membunuh maka Yonghwa hanya akan tinggal nama, namun dia tak mau itu terjadi. Hanya Yonghwa yang bisa menyelamatkan wanita yang berada di tangannya. Kalau tidak cepat, semuanya mungkin akan terlambat. ”Kau pikir aku apa? Tuhan? Bahkan Tuhan pun tidak bisa membangkitkan orang yang sudah mati, kau tahu,” desis Yonghwa.

”Tuhan bisa membangkitkan orang mati, kau tahu itu,” balas Minho. ”Kau memang bukan Tuhan, Yonghwa, tapi aku tahu kau bisa dan kau harus,” tegur Minho. Jika dia tak bisa meyakinnkan Yonghwa dengan cara halus, cara kasar pun akan dia lakukan asal pria itu mau membantu –

”Urgh.”

– Nya

Minho terkejut saat tubuh wanita yang digenggamnya tiba-tiba bergerak dan mengeluarkan suara erangan seperti orang yang sedang terbangun. Dia menatap tak percaya pada Dara yang sedang mengerjapkan matanya berkali-kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk. Kedua iris mata itu bertemu, menyelami perasaan masing-masing.

Tak menghiraukan keberadaan Yonghwa, Minho memeluk Dara membuat wanita yang tadi berada pada posisi tertidur sekarang berada pada posisi berbaring. Masih terlalu lemah dan tak mengerti, Dara membiarkan dirinya menikmati pelukan hangat yang sudah lama dia rindukan. Tangannya melingkar pada pinggang suaminya itu sementara kepalanya disandarkannya pada pundak sang pria.

”Dara, Dara,” isak Minho. Air mata kembali mengalir, menghiasi wajah tampan seorang Lee Minho.

Dara juga demikian, wajahnya basah dan pelukannya terhadap Minho semakin erat, takut jika semua ini hanyalah mimpi yang begitu nyata. Keduanya berpelukan cukup lama dan mengabaikan keberadaan Yonghwa yang melihat semuanya sedari tadi dengan sebuah senyuman di wajahnya.

Meski demikian, rautnya tak dapat berbohong. Ada rasa sakit yang ditahan oleh dirinya dan kalau diperhatikan secara seksama, tangan kanan yang diletakkan di belakang punggungnya bukan berwarna putih, melainkan abu-abu seperti warna sebuah batu.

Hari itu, Jung Yonghwa melanggar apa yang tak boleh dilakukan oleh seorang zenith, bahkan oleh seorang manusia sekalipun. Namun, konsekuensi akan dia tanggun dan dia hadapi nanti asalkan dia setidaknya bisa membahagiakan dua orang di hadapannya. Di dunianya  yang begitu gelap, rasanya tidak salah bukan kalau dia bisa melihat cahaya di dalamnya.

Sayangnya, dia tidak tahu berapa lama dia akan hidup untuk bisa melihat cahaya yang selama ini dia cari.

.

.

Changmin menggeliat di balik selimut. Badannya terasa panas. Tubuhnya begitu gelisah, tak mengerti kenapa. Ada rasa rindu di dalam dirinya, seperti ada yang sedang memanggil dirinya. Pikirannya tak pernah berhenti memikirkan sosok pria yang ada di hatinya. Sosok yang sejak lama sudah memilikinya, membelenggu dirinya, sekaligus sosok yang menghancurkan hidupnya dalam sekejap.

Dunianya runtuh saat mendengar bahwa sepupunya, Park Hanbyul, tengah mengandung anak dari orang yang dia cintai. Bisa saja dia berbuat kejam dengan mengatakan pada Se7en untuk tidak perlu bertanggung jawab. Lagipula, Hanbyul sendiri juga ingin melakukan hal itu bukan? Namun, dia tak bisa. Bagaimanapun sebuah kelahiran adalah sebuah keajaiban di dunia.

Keajaiban.

Tangannya perlahan menyentuh pada perutnya yang entah sejak kapan mulai berisi tersebut. Rasanya tidak percaya bahwa di dalamnya ada sebuah jiwa baru, sebuah keajaiban yang dia nantikan. Ingin rasanya dia terisak saat itu juga, meluapkan semua emosinya yang tersembunyi.

Akhirnya dia mengetahui bahwa apa yang dilakukan Hanbyul hanya bualan semata, tapi pertanyaannya untuk apa? Untuk mengikat Se7en, tentu saja. Pernikahan pada zaman ini berbeda dengan masa lampau. Tak boleh ada kata perceraian kecuali jika maut memisahkan. Changmin tidak mungkin berpikir kejam untuk membunuh Hanbyul begitu saja bukan? Terlebih saat itu dia sendiri harus menghadapi penghapusan zenith termasuk dirinya.

Jika dia membunuh Hanbyul saat itu, mungkin sekarang dia tak akan berada di sini. Dia tahu bahwa keberadaannya tak lepas dari pertolongan Hanbyul, sepupunya itu. Memang setelah itu, ingatannya hilang dan yang dia tahu adalah hidupnya bersama Kibum, bagaimana mereka bisa hidup bersama dalam damai. Dia merasa nyaman dengan Kibum, merasa bahwa mereka berdua sangat mirip, tapi Changmin merasa bahwa Kibum bukanlah kepingan dirinya. Bukan miliknya.

Kemudian dia diambil, dia tidak ingat apa yang terjadi, tapi dia dipisahkan dari Kibum, dibawa ke Rusia, dijadikan percobaan bagaikan makhluk tak berguna hingga akhirnya para peneliti memutuskan bahwa dia sudah tak berguna dan kemudian dia dilemparkan ke tempat pelelangan doll, menjadi doll untuk memuaskan nafsu para master yang akan membelinya.

Baginya, Mi[R]otic terasa seperti surga daripada tempat penelitian para orang biadab itu. Setidaknya di Mi[R]otic dia diperlakukan sebagai seorang manusia, memang hanya untuk memuaskan nafsu, tapi tidak seperti binatang. Changmin kembali merasa gelisah saat mengingat masa lalunya.

Dia mencoba untuk membuka kepingan demi kepingan, tapi seperti ada yang menghalanginya, seperti ada yang membuatnya tak boleh melihat lebih daripada apa yang berhasil dia gali.

”Saranghae, Minku.” Sebuah suara berbisik di pikirannya, suara yang dia kenal baik. Tanpa terasa air matanya mengalir perlahan.

Tidak mungkin. Tapi suara itu terasa begitu jelas. Mungkinkah? Dia beranjak dari tempat tidurnya, meneliti setiap ruangan, namun nihil, tak ada apapun selain perabot kamarnya. ”Shichi, kaukah itu?” bisiknya entah pada siapa.

Suara kekehan yang sudah lama tak dia dengar terulang di pikirannya. Apakah dia hanya sedang berdelusional?

”Kau lupa aku bisa melakukan telepati? Hmm?”

”Tapi kau, tempat ini,” bisik Changmin. Jika orang melihat dirinya, mungkin mereka akan berpikir bahwa Changmin adalah orang gila yang sedang bicara pada dirinya sendiri.

”Ah, aku tahu, aku juga tak mengerti. Namun sepertinya tempat ini terbuka begitu saja. Mungkin hanya untuk sementara saja.”

”Kau mau apa?” tanyanya lagi dengan suara yang lebih serak.

Pria di seberang sana – Se7en – hanya terkekeh. ”Mendengar suaramu. Aku hanya ingin mengatakan itu padamu. Saranghae, Minku. Jika aku tak bisa memilikimu, maka setidaknya aku ingin kau tahu perasaanku tak pernah berubah.”

”Aku yang tak memilikimu,” desis Changmin.

”Tidak, aku yang tidak bisa memilikimu. Ah, sepertinya aku sudah tak bisa lagi menghubungimu. Gelombangnya sudah mulai bergetar. Aku selalu mencintaimu, aishiteru.”

Itu adalah kalimat terakhir yang dia dengar sebelum Changmin berteriak histeris, melempar bantal dan guling entah ke mana untuk melampiaskan amarahnya. Beruntung barang di kamarnya tak ada yang pecah belah karena semuanya takut akan terjadi hal yang tidak terduga.

Pintu kamarnya terbuka dengan kasar dan tampaklah sosok Thunder, Seungho, Taeyang, dan Seungri dengan raut wajah khawatir melihat dirinya yang begitu berantakan ini.

”Changmin, kau baik-baik saja?” Seungho yang bertanya sekaligus yang pertama menghampiri pria itu.

”Apakah kau sedang mengidam sesuatu dan tak bisa mendapatkannya?” tanya Seungri dengan nada bercanda, bermaksud untuk mencairkan suasana. Sayangnya itu tidak berhasil, dia malah mendapatkan death glare dari Changmin.

Thunder kemudian menghampiri Changmin dan duduk di samping pria itu sementara Seungho dan yang lainnya masih berdiri. ”Changmin, apakah kau mau berbagi ceritamu?” tanyanya lembut.

”Tidak apa-apa, aku hanya bermimpi buruk, itu saja,” ucapnya dengan penuh kebohongan. Dia hanya tak bisa menceritakan apa yang dialaminya tadi. Begitu menyedihkan.

Pintunya kembali terbuka dan kali ini Kibum yang muncul dengan sosok yang khawatir dan gelisah. ”Changmin, kau kenapa? Oh ya, apakah ada yang melihat Dara-noona?” tanyanya.

Kali ini perhatian lima orang pria di ruangan itu teralihkan padanya. ”Bukankah noona ada di kamarnya?” tanya Thunder dengan nada yang sedikit ragu. Benar juga, daritadi dia tidak melihat keberadaan noona-nya tersebut. Ke mana perginya wanita itu?

”Kata penjaga, noona tadi pergi keluar namun sampai sekarang belum kembali, apakah kau mau menjemputnya saja?” Taeyang yang tadi sepertinya menghubungi salah seorang penjaga memberitahukan hasil informasi yang dia dapatkan.

Kibum mengangguk, perasaannya tidak enak dan dia baru bisa tenang kalau dia sudah melihat Dara di hadapannya. ”Aku juga mau ikut,” ucap Thunder.

”Thunder, jangan, kau tidak bisa,” tegur Kibum. ”Lagipula aku hanya akan keluar dan mencari Dara-noona sebentar saja.”

”Hyunnie, kau di sini saja, temanin Changmin, biar aku dan Kibum saja yang pergi, oke?” bujung Seungho pada kekasihnya itu.

Thunder hanya bisa menghela nafas dan mengangguk. ”Hati-hati,” bisiknya pelan. Seungho mengangguk dan keluar dari ruangan itu bersama Kibum setelah berpesan untuk menitipkan Thunder pada Taeyang dan Seungri.

Dalam perjalanan keluar, kedua pria itu terdiam. Pasalnya mereka bukan orang yang banyak bicara dan lagi hubungan keduanya tidak begitu baik. Ditambah dengan kenyataan bahwa Seungho adalah seorang callous yang pernah ikut dalam pembantaian. Lantas apa yang membuat anggota Big Bang ini berbeda? Tidak semua callous ingin membantai zenith. Ada beberapa pihak yang merasa bahwa keberadaan kelas tertinggi itu diperlukan dan Big Bang termasuk dari salah satu pihak ini.

”Seungho, aku selalu ingin bertanya,” ucap Kibum memecahkan keheningan mereka.

”Hmm,” jawab Seungho.

”Kenapa kau mau berada di sini?” tanya Kibum.

Seungho terkekeh seolah sudah dapat menebak apa yang ingin ditanyakan oleh Kibum. Dia melipat kedua tangannya dan meletakkannya di belakang kepalanya. ”Bagaimana ya? Aku tidak berada di sini karena aku mau dan bukan karena aku ingin membantu kalian. Sanghyun yang membuatku berada di sini. Jika dia ingin bersama kalian, maka aku juga. Aku tak bisa meninggalkan dia seorang diri begitu saja.”

Sebuah lengkungan tipis terukir di wajah Kibum. ”Padahal kau dulu disebut devil karena sejarahmu dan sekarang kau tampak seperti anjing kecil yang tak bisa lepas dari sang majikan,” ucap Kibum. Bagi beberapa orang yang tak mengenal Kibum, perkataan Kibum seperti sebuah ejekan. Tapi, Seungho tahu bahwa itu adalah sebuah candaan yang sedang dilontarkan Kibum pada dirinya.

Maka dia terkekeh kembali. ”Ya, memang, cinta itu bisa membuat orang berubah, bukankah begitu?”

Waktu Kibum seolah berhenti saat mendengar satu kata yang dilontarkan Seungho tadi. Cinta. Sebuah kata ambigu yang membuat dunianya berubah dalam sekejap. Sebuah perasaan yang membuat seseorang seperti Choi Siwon dapat melakukan hal gila. Cinta yang membuat dunia ini menjadi hancur. Sebuah perasaan sepele yang berdampak besar. Jika waktu bisa terulang, apakah dia akan kembali mencintai Choi Siwon? Ataukah dia akan mencoba menghindari pria itu jika dia bisa?

”Hei, kau ikut?” Pertanyaan dari Seungho membuyarkan pikirannya. Dia mengangguk dan kemudian menghampiri pria yang sudah di depan pintu itu.

Kakinya kemudian melangkah ke dunia luar, sebuah dunia yang sudah lama dia lupakan. Terlalu lama terkurung membuat dia lupa bahwa dia mempunyai sayap untuk terbang. ”Hmm, aku mencium bau tidak enak,” bisik Seungho.

Kibum menatap pria yang berdiri di sampingnya itu. Kekuatan callous Seungho adalah panca inderanya yang lebih tajam dari manusia. Sekilas tampak tidak berguna, tapi kekuatan itu yang berhasil menemukan para zenith yang sedang bersembunyi pada saat pembantaian bertahun-tahun yang lalu. ”Kau yakin?” tanya Kibum untuk memastikan.

”Kau lupa kekuatanku? Baunya berasal dari sini,” serunya. Mereka berjalan menuju ke dalam hutan, tempat Dara ditarik oleh Minho tadi. Langkah keduanya terhenti. Mata Kibum membesar karena terkejut. Cairan merah yang menyesak hidung dan membuat dunianya terasa gelap. Badannya masih berdiri kaku sementara Seungho masih mencoba memastikan dengan mencoba menghirup aroma yang keluar dari darah yang menggenang tersebut. Begitu banyak. Siapapun yang melihatnya dapat menebak apa yang sekiranya terjadi di sana.

”Kibum?” panggil Seungho. Tak mendapat respon dari Sang Neve, Seungho menghampiri Kibum untuk menepuk pundaknya. Kibum tersadar dari keterkejutannya dan menatap Seungho. Ekspresi sedih terlintas pada wajah keduanya dan Kibum mengerti bahwa apa yang dia takutkan mungkin terjadi. Pertanyaannya, bagaimana dia menyampaikan hal ini pada Thunder? ”Aish, apa yang harus kukatakan pada Hyunnie-ku,” gerutu Seungho. Dia mengacak-acak rambutnya hingga berantakan. Wajahnya terlihat kebingungan.

Otak Kibum bekerja, dia menggunakan kekuatan alamnya untuk menghilangkan cairan merah menggenang itu. ”Katakan saja Dara menghilang, lebih baik seperti itu,” bisiknya perlahan. ”Kita tidak mau ada dendam lagi yang muncul.”

”Hei,” tegur Seungho. ”Cara bicaramu seolah Hyunnie-ku adalah orang barbar yang akan membunuh siapapun. Dia akan marah, pasti, siapa yang tidak kalau tahu noona-nya sudah tiada? Tapi dia bukan orang pendendam,” desis Seungho.

Kibum terkekeh. ”Kau tidak tahu apa yang dapat dilakukan dendam pada seseorang, Seungho,” balas Kibum tajam. Tentu saja Seungho mengerti maksud dari perkataan  pria itu, hanya dia mencoba untuk mengabaikannya dan mengangkat kedua bahunya tanda bahwa dia tidak terlalu peduli.

”Kurasa kita harus kembali sebelum Thunder ikut keluar dan mengetahui apa yang terjadi,” saran Seungho. ”Kau yakin akan merahasiakan ini?” tanyanya yang dibalas dengan keheningan dari pria yang diajak bicara. Seungho hanya menghela nafas panjang dan berjalan mengikuti Kibum yang tengah menunduk.  Pria itu tampak sedang berpikir.

Sesudah mereka keluar dari hutan, Seungho melihat empat orang pria di depan pintu markas. Salah satunya sedang terbaring dan dibopong oleh pria yang berekspresi datar. Yang seorang lagi tidak dia kenal, tapi wajahnya nampak familiar. Sementara yang sedang berada di depan pintu memasukkan kode adalah orang yang sudah tak asing lagi, Kang Daesung.

”Daesung-ah, kau sudah kembali?” serunya.

Pria yang bernama Daesung itu memutar kepalanya untuk menghadap ke arahnya, begitu pula juga dengan dua pria lainnya yang akhirnya menyadari kehadirannya. Satu pria yang wajahnya tampak familiar tadi memiliki ekspresi terkejut saat melihat ke arahnya. Seungho berpikir apakah dia pernah mengenal pria itu? Sepertinya tidak. Lalu kenapa pria itu melihatnya seperti sedang melihat hantu? Ataukah?

”Hyung!” balas Daesung.

Dia memutar sedikit kepalanya untuk melihat wajah Kibum yang perlahan terangkat karena teriakan Daesung tadi. Saat itulah Seungho tahu bahwa pria itu tidak melihatnya, melainkan Kibum, Sang Neve, dan jika dugaannya benar maka pria itu adalah Choi Siwon, master dari pria yang berdiri di sampingnya sekarang. Kalau begitu yang sedang membopong seseorang itu pastilah Lee Donghae dengan doll-nya, Lee Hyukjae atau yang biasa dipanggil Eunhyuk.

Seungho menyengir lebar. Tampaknya keputusannya untuk berada di sini, bersama Thunder membuahkan hasil. Sepertinya dia akan mendapatkan pertunjukkan yang menarik.

.

Cause he is my master and I will always be his broken doll, like, forever.

.

To be continued

.

AN:

Cliffie? O.oa

Err. Mian ya kalau chapter ini lama banget. Sebenarnya saya dari Senin udah bisa ketik, tapi gak tahu banyak aja halangannya sampe saya jadi capek.

Gak tahu, akhir-akhir ini badan saya mungkin capek, tapi mental saya lebih tidak kuat. Seperti ada sesuatu yang hilang /sigh/ Err. Saya tidak tahu mengenai gaya penulisan saya di sini bagaimana. Tapi menulis ini, benar seperti kata salah satu reader saya, membuat saya merasa senang.

Entahlah, mungkin karena senang bisa bikin readers makin penasaran? xD #Plak

Semoga saja cukup puas dengan chapter ini? 😉

Dan memang, terbiasa membaca ff NC yaoi, saya jadi tidak tahu bagaimana cara membuat NC straight –a semoga saja ini cukup memuaskan (?) lols #dijitakreaders

Hmm. Saya yakin pasti akan timbul beberapa pertanyaan. Seperti:

.

Satu. Siapakah ibu kandung Kibum dan Donghae yang sesungguhnya?

Dua. Apa rencana Yonghwa?

Tiga. Kenapa tangannya menjadi batu? (Karena dia melihat medusa xD #dijitak)

Empat. Apa yang akan terjadi dengan Kibum dan Siwon sekarang setelah mereka bertemu?

Lima. Kapan author gila ini akan lanjut #plak

.

Thanks to: 

revi_killan || chima || @puzzpit || Jung Hyera || JaeLiey || SapphireStone || RetnoMyaniezasia || GD.Ocha || mallashinki || YunJani || seung nana || Sean Krish A || Shofi Cassiopeia || summercherry_cassie || MiRuu || reaRelf || injewel || gyumin137 || nami asuma || goggabang || Eun luvGD || Fujoshipper || Choi Youngri || idwinaya || ChoiMinho’s || MizukeyLabilzzz || AmandaChoiMinHaeBaoBei || Heavy sapphire Blue || NaMinra || Zheyra Sky || Aiyu Kie || minkahyuk || MeeLaa as Cloudsomnia_Elf || Idha lee || yoohana || ceekuchiki || Misaa || taemin noona || Qhia503 || ladycosgrove || DiandraElf Chagiytha Luphgaemgyuciimagnaeevil || yayayoi || Haruka el-Q || ezkjpr || awanmendung

Lalu setelah membaca review kalian, saya mengambil beberapa hal.

.

Satu. Semua terharu akan perjuangan U-know :’) Dan saya minta maaf belum bisa menampilkan mereka soalny masalah mereka akan lebih kompleks daripada apa yang terlihat ^^

Dua. Yonghwa itu sebenarnya anak Kibum zaman dulu dan dia kemudian lahirkan anak juga yang diduga adalah reinkarnasi Kibum. Kurang lebih seperti itu bagi yang bingung @_@ Kenapa bisa terjadi? Karena itu hanay imajinasi belaka xD jadi bisa saja #plak

Tiga. Se7min. Semua rindu couple ini, ah saya juga :’D tapi gak bisa sekarang dipertemukan. Amerika harus mempersiapkan hal lain.

Empat. Hanchul belum bisa saya tampilkan dulu. Terlalu banyak masalah nanti malah bingung T-T *digigit*

Lima. Sepertinya sudah mulai mencapai titik terang ya? 😉 (Semoga) #plak

Enam. Semoga ini menjawab siapa yg harus dibunuh Minho ^^ dan mengenai hubungan Minho dan Yonghwa, itu masih harus dirahasiakan 🙂

Hmm. Semoga semua puas ^^

.

Oh ya, itu poster saya coba bkin, minta kritikny ya xD #plak

Anyway, ciao ^^

Last, leave your trail behind? 😉

_Verzeihen

Advertisements

46 responses to “Chapter 14 – Strings Attached

  1. eonni… gimana tuh kibum ma siwon? haduh.. kapan SiBum bersatu eon? apakah chapter untuk ff ini masih panjang? apakah masa menyiksa cast nya masih lanjut? huwaaaa… eonni, bikin semua nya cepet baik-baik aja…. SiBum nya juga harus cepet balik… hah, tapi kenapa ada bagian kibum-dara? gak rela bener! nice chap eon…… ntar chap berikutnya jangan ngaret ya eon…. amin… ma’af aku memang orang yang blak-blakan 🙂

  2. aku hampir lupa sama cerita‘a wks dan juga kaya‘a aku br komen di chapter ini haha /plak
    bwt chap ini, eL eonni bahasanya ga terlalu tingi jadi aku ga trlalu mikir bacanya :p walaupun udh baca broken past, emang di ksh clue tp juga misteri dibalik pergi‘a minho.
    pas baca chap ini mulai dr nc aku udah nangis sampai adegan dara dibunuh sm minho, air mata langsung tumpah.
    penasaran sm ibu kandung donghae-kibum, trus buat sibum pst kibum shock ketemu siwon *sotoy*
    ok, aku tunggu chap 15nya ya 😀

  3. Untung Dara bs hidup lagi deh..
    So sweet banget dara-minho moment’a, bikin terharu T.T

    o.O
    Itu siwon dateng
    Pasti kibum kaget banget ya..
    Bakal ada sibum moment deh, gak Sabar tunggu’a.

  4. Aku hampir lupa sama ceritanya dan berhubung cerita ini lumayan berat jadi makin susah haha
    Tp, menunggu moment romantis yang sepertinya susah hadir melihat situasi alur cerita yg kompleks-__-

    Itu dara hidup lagi? Awww~ minho gagal dong berarti? Sooman nyuruh dia bunuh dara kan?

  5. Sayangggggggg.
    Ah hanchulnya gak ada hanchulnyaaaa (º̩̩́Дº̩̩̀)
    Yonghwa ngelanggar apa yang gak seharusnya dilakukan oleh seorang ‘Zenith’? Apa karena dia ngelanggar trs tangannya jadi begitu o_o
    Jujur aku cuma bingung yang disitu. Soalnya sepertinya makin kesini makin ngerti:3
    Ah… SiBum bertemu lagi rupanya.
    Aku tunggu kelanjutannya yah sygggg;;):*

    -ezkjpr

  6. sandara park ibu kandung Kibum n Donghae!!!! /nebakajah/

    btw saya lupa kembali apa itu zenith, scion dan bla bla lainnnya

    knp Eunhyuk bs stress gtu sma Kyuhyun?

    el kbr Kyu gmn?
    heechul gmn? kpn jd wanita na??
    obat ramuannya kpn slsi han gege??

    hebat ya Yong bs hidupkan kembali manusia
    jd iri (?)

    hbs bunuh trs menghidupkan kembali
    mauna apa sih minho

    eerrhh soo man rasanya mau gue jdiin kimchi

    el side story haehyuk donk
    asli penasaran tngkt Dewa Yunani ini

  7. Huaaa semakin binguuuung *plak*
    Tapi aku suka alurnya, menarik~
    Aiih, ada adegan nc kibum-dara~ kalau ampe siwon tau gimana tuh XD
    Lanjut ya eon~ fighting!! (>̯͡⌣<̯͡)

    Misamisa

  8. EONNIE, , , ,
    Huwaa~ ini keren,
    setidaknya banyak yg terungkap di chap ini, aku ampe ga tau musti ngawali dri mana,
    yg pasti aku uda mulai ‘mudeng’ sama alur.x, ,
    cuma yg bikin aku bingung, kalau Seihyun bukan ibu.x Donghae + Kibum, terus siapa..??
    trus yg kata Donghae ‘Bahkan, yang bersama si tua brengsek selama itu bukanlah Seohyun.’ terus Seohyun.x di Rusia.? ato dimana.??
    aigoo~ ni FF emg daebak,, bisaa bikin otak jungkir balik.. #plak
    yg penting FIGHTING buat ngelanjutt nie FF ya..!!
    #Mian baru bisa mampir sekarang ya Eon
    *Deep Bow

  9. bagus eon!! ak makin gereget sma se7min disni!!! ya ampunn tuh anak lg hamil malah tega dipisah sma suami(?)ny 😦
    ? ap yonghwa bikin dara idup lagi gitj jd tgnny abu?? yonghwa sbnrny baik y.. tp… jahat jg… /g konsisten/
    a… lp nanya it chul ny kok bsa jd yeoja sbntr y?? trus rncn han it ap??

  10. untung aku ga lumutan nungguin ni ff update 😀
    akhirnya misterinya udah mulai terungkap tapi masih bingung sama hubungan antara kibum – donghae – yonghwa – seohyun -__-

    rada shock dan ga nyangka bakalan ada adegan nc dara – kibum….
    masih penasaran sama tangan yonghwa yg berubah jadi batu. ga mungkin kan dia dikutuk sama ibunya malin kundang /slap/

    chap depan keluarin sibum moment sama se7min ya~~ kalo bisa jangan terlalu lama updatenya eon 😀 ㅋㅋㅋ

  11. kyaaaa akhirnya Siwon ketemu Kibum juga xD
    Senang bgt rasanya, stlh lama mereka berpisah, yg doll mikirin masternya mlulu, Siwon juga begitu.
    Tepat bgt saat dara pergi, jd Kibum gak akan cari teman buat nc lagi dong 😀 /apaan sih ini/

    Oh ternyata Minho itu dibawah SooMan, kmrn mikirnya mlh se7en yg nyuruh2 Minho /dsar otak lelet ya gini ini :D/
    Beruntung Yonghwa mau menghidupkan Dara lagi, walau Yonghwa hrs rela tangannya jd batu, bikin penasaran lg kan, kok bisa ky gitu?
    Lalu keputusan Kibum buat menyembunyikan kematian Dara udh tepat bgt dong ya, kan Dara memang msh hidup skrng.

    Kyaaa se7min walau dikit tpi berarti bgt, se7en bilang cinta sama Changmin loh.
    Ah chap ini kynya membahagiakan..
    Dara kembali dg Minho.
    Donghae yg sayang bgt sama Eunhyuk.
    Changmin yg dpt telepathy dr Se7en.
    Bahkan Kibum pun ketemu Siwon.
    senangnyaaaa xD

    Ayo2 eL yg semangat belajar edit pikunya, hehehe…
    Editannya bagus kok eL, kalo eL ga blng lg bljr pun gak tau kalo eL msh coba2, hehehe…
    Semangat ya eL ^^/

  12. tadi Se7en berhasil telepati sama Changmin karena gate-nya dibuka, ne? Singkat banget Se7Min-nya nggak ketemu-ketemu, YunJae juga sembunyi aja nggak muncul-muncul
    Tapi akhirnya SiBum dah ketemu#bagian membahagiakan. Udah SiBum puas-puasin rasa kangennya
    Aku masih nggak ngerti rencana Yonghwa nih apa, masa’ beneran dia bisa hidupin Dara lagi, Misterius banget…

  13. wooww…..
    q sll ngrasa punya dunia sendiri saat baca ff mu el…
    kebawa banget …

    hwaahh siwon dah ktmu ama kibum apa yg bakal terjadi penasaran el….

    lanjut-lanjut…

    0o0”

  14. itu adegan Se7Min yang telepatian berasa orang nelpon pacarnya tapi keabisan pulsa -_-”
    mungkin karena nelpon keluar negeri mahal banget jadi pacarannya cuma bisa sebentar. hehe…

  15. aku sedih chullie di cambuk2 …jgn siksa chulie berlebihan….hiks….(tiap2 ff pasti chullie paling ngenes nasibny…kshn nasibmu nak..hehe)

  16. happy end ny…cross pasangan…ex:sibum hangeng,sichul,junho taemin…wkkkwkkk……(jgn mrh y)

  17. happy end ny…cross pasangan…ex:kibum hangeng,sichul,junho taemin…wkkkwkkk……(jgn mrh y)

  18. semua pertanyaan udah di beberin gitu lol yodah ditunggu jawabannya wkwk jujur saya bingung mau review apa-_- yang penting ninggalin jejak dulu wkwk mian saya suka lupa udah review apa belom-_- mian ne kalo saya gak review;_; NEXT CHAAAAAAAP~~~~ AKU PADAMU~~ *ini apa?*

  19. Pertama. Saya senang akhirnya di update 🙂
    kedua. Kenapa masalah baru muncul? ._.
    Tiga. Apa seohyun masih hidup? Dan tinggal di Rusia?
    Empat. Cepat dilanjut xDD

  20. Aish, Entah kenapa saya kurang suka dengan ending chapter ini. Why? Itu semua karena event yang Chingu bangun pada Sandara-Minho.
    Sesungguhnya Saya terhanyut, saat scene Minho membunuh Sandara. Bahkan sangat. Kalau boleh dikatakan, Saya terharu.
    Tapi kenapa di chapter ini pula, Chingu menceritakan ‘Kebangkitan Sandara’. Saya sedikit kurang berkenan untuk itu. Karena menurut Saya, scene ini akan lebih baik digambarkan pada Chapter berikutnya. Untuk memberikan kesan drama, reaksi dan support dari Readers. (Semoga chingu mengerti maksud Saya disini 🙂 )
    Oke, Maaf kalo ini terkesan penilaian yang Subyektif dari saya. Tapi, sungguh ini semua karena bentuk apresiasi Saya pada karya Anda.
    Ya, cukup seriusannya. Saya merasa sangat senang Chapter ini bisa update cepat dari setelah Saya menyelesaikan chapter sebelumnya. Lalu terima kasih juga, Chingu sudah membalas review yang aneh dari Saya di Chapter 13.
    Walaupun masih ada beberapa mysteri yang tersembunyi , Saya merasa tidak ada pertanyaan yang berarti yang ingin Saya ajukan, karena semua sudah jauh lebih jelas sekarang. 🙂
    Ehm, chingu. Akhirnya aku memahami kenapa Chingu meng-couple kan Minho-Sandara. XD . Saya sudah melihat MV nya. Its, perfect. Saya juga ikut menyukai couple itu. Dan semoga di Series ini mereka dapat berbahagia~ (Harus loh, Chingu #Pemaksaaan :p)
    Nah, pertanyaan iseng berikutnya adalah : Apa alasan yang mendasari anak-anak YG menjadi perwakilan Indonesia? Saya sedikit kaget, Indonesia menjadi negara yang didengar dan diwaspadai saat World Meeting. XD (Saya suka. Saya suka.. #Gaya Ipin)
    Alasan pertama Saya menyukai Series chingu ini adalah: Karena Series ini adalah FF Fandom screenplays pertama yang crossover dengan Fandom Hetalia axis power. (Yang Saya tahu loh..)
    Aish, lagi-lagi Review dari Saya sangat panjang dan lebar. Saya mohon maaf ya, Chingu.. (Pasti Chingu malas membacanya.. Hiks 😦 )
    Oia, Saya ingin mengucapkan Selamat atas Lauching nya buku MatchMaker. Ini pasti akan menjadi suatu kebanggaan yang sangat ya bagi Chingu. Jadi sekali lagi Saya ucapakan: Selamat ya Chingu.. Semoga semuanya dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan Chingu.
    Ditunggu kelanjutan chapternya.
    Fighting~

    Regards,
    Haruka el-Q

  21. ini udah tgl 15 el….. Hayuuuu dooong di apdet- lagiii… Huaaaa….penasaraaan sama ibunya dong-bum,,, aah… Mau review panjang2 susah ngetiq di hp nyaa…. Nyahahaaaahhha… Nantiii yah,,mau lanjut baca scion dlu

  22. Kya kibum sama siwon ketemu, oiya author kok eunhyuk teroma sama kyu ? Terus kenapa kyu ada sama se7en ?
    Author kok nggak ada yunjae TT^TT
    tapi nggak apa2, sukses ya author dan jangan terlalu lama ngepost chap berikutnya wkwkwk*bercanda* (^_^)

  23. NYESAL TAU GAK! baca nh fanfict ,SIBUM APAAN NIH? SEX sama dara lagi kibum oppa ,brengsek banget lo thor pengen gua bunuh LO tau gak!.

  24. wahhh seruuu chingu~~ ahhh sama kangen jyga sama se7min..
    bagus bagus bagus chingu daranya cantik minho cocok sama dara.. ahha lanjuuttt ya chingu 🙂

  25. pengen adegan se7min lebih banyak.. ia mulai ada cahaya di sekeliling kepala pas baca ini.. kalo kata dara mah udah gk abu2 lagi.. dan jadi demen sama minho dara ini.. zzzzz…
    rasanya chapter ini lebih ringan di banding sebelomnya..
    chap sebelomnya berat.. apa lagi pas 12… itu ngambang aseli..
    ditunggu ya onnie…

  26. eh ternyata udah sampe 14 yaa,, hehe kukira baru sampe 12 lol

    ceritanya semakin buat aku bingung dgn banyaknya misteri yg mulai terungkap,, hmm itu gimana yaa reaksi kibum pas ketemu siwon, aaa kayanya dia bakal kesenengan.banget xD

    thor cepet dilanjut yaa, udah ga sabar pengen baca kelanjutannya..

  27. Thor ayo cepet update..
    Kangen sama Kyu, nih..
    Kapan kyu bisa ngrasain kebahagiaan juga? TT
    Penasaraaannn.. (:

  28. Arghhh apa ini? Min7en momen’y . . . . . . Hanya satu yg buat aku sedikit bingung tapi rahasia . . . Next cap’y hmm,

  29. Aduhhh, sungguh sumpah penasaran sejagat raya sama omongannya si SiHae…
    Jadi ommanya si Donghae, Kibum itu sebenernya siapa?

    Okee sebenernya banyak sekali pertanyaan yang ada di kepala gue nim..
    Tapi pasti jawabannya akan kejawab di next-next chap…
    Nim, buatin HaeHyuk Side dong..
    Penasaran sama kehidupan mereka, apalagi DonghaexKyuhyunxEunhyuk…

    Mari dilanjut, ditunggu next chapnya..
    Semoga banyak yang review..
    Fighting!

  30. Yah eon, aku uda penasaran banget pas kibum akhirny ktemu siwon, eh malah tbc/gzzz -___-
    tp paling bingung pas tanganny yonghwa jd batu, aku bneran nggk mudeng, apa itu konsekuensiny gara2 ngidupin dara? Tp kok bisa?

    Dan makin kesini uda mulai ngerti sama ini ff. Trus ibu kandungny hae sama kibum sapa? Oh ya, eunhyuk-kyuhyun juga masih kurang jelas. . .

    Huh se7min ny dikit bener.
    Gaya penulisan eonni menurutku makin enak kok

  31. Kyaaaaaaaaaa~ *treak2 gak jelas

    #plak
    *ditabok author

    Dari ff sblum2nya, yg ini nih yang mudeng. Nyangkut ke otak

    ^^V eL onnie

    Suka deh sama crita di ff ini, oh ya onnie ff yang ‘se[x] academy kapan di lanjutin?? Udh penasaran nihhh
    BTW onnie ffnya di post juga di FB juga gak? Klo iya aku minta link notesnya. Soalnya aku lebih suka baca di FB. Hehehehe

  32. Thor.. ini masih bersambung?? ampun hobi banget php in orang ?? hualah ㅠㅠ ya udah yang penting cepet lanjutin ff nya ne.. bikin penasaran sama ending nya dah ㅠㅠ

  33. halo~ new reader di sini juga! ^^
    wah, ternyata penggemar BDSM ya? *-* banyak fic2nya yang bernuansa BDSM! hahahahaha. XD sebenernya aku bukan fans BDSM-nya, tapi serius, fic ini- sama seperti fic Slave Days, bener-bener bikin aku ga tahan buat terus baca kelanjutannya. Kompleks dan penuh misteri…. (kadang bahkan bingung siapa anak siapa XD) Sekaligus menyedihkan kalau liat karakter-karakternya yang saling mencintai tapi ga bisa bersatu karena sikon. T_T
    scene dara sama minho menyedihkan… salut banget sama dara, bisa setegar itu dan masih percaya sama minho sampai akhir. >””<
    dan terakhir, siwon dan kibum… apa yang bakal mereka lakuin setelah ketemu? melepas rindu? apa akhirnya kibum bisa bahagia di chap depan karena udah ketemu siwon? hmmmm….

    akan selalu ditunggu updetannya! ^^

    • hmmmm…. aku ga ngerti kenapa kepotong komennya @@ *nambah*

      kenapa yonghwa tangannya jadi batu? apa konsekuensi ngidupin dara? ternyata yonghwa ga sekejam yang dikira oleh semua orang (masih mau berkorban demi minhoXdara).
      scene se7min cuma sedikit, tapi itu bahkan bisa bikin aku nangis…. kerasa banget gimana frustasinya changmin waktu itu. banyakin scene se7min-nya ya! aku kangen juga sama mereka~ >”<

  34. min aku bener2 penasaran sama chapter selanjutnya deh, terutama sma kelanjutan Sibum, yunjae & minda (minho-dara).. aku juga masih penasaran tentang yonghwa, masih banyak yg blm aku ngerti tentang dia. jadi tolong cepet dilanjut ya 😉 semangat nulisnya min, FIGHTING^_^

  35. Hai author eL, saya reader baru di sini
    Maaf baru bisa komen di sini 😀
    Jujut waktu baca ff author pertama kali langsung terkesan #pasti 😀

    Ff author yang pertama saya baca adalah Slave Day
    Sampai sekarang masih pusing mikirinnya
    Terlalu banyak misteri XD

    Btw, author yang terbaik ^^
    Lanjut ya author ditunggu ^^
    Jangan lama-lama takutnya saya lupa terus bingun dengan cerita selanjutnya #plak

    Fighting author eL
    And Keep Writing! ^^

  36. Aaaaa ga sabar baca reaksi siwon ketemu kibuuuuum *guling-gulingan /plak
    Ditunggu chapter selanjutnya <33333

  37. annyeong umma
    mianhae baru hadir
    masih inget aku gak umma
    aku mely yang dulu pernah request tolong tambahin member MBLAQ..:)
    wah umma bogoshipo..
    fanfic umma makin cetar..
    saya sampe nangis saat bagian Dara noona di bunuh sama minho..yaampun dada nyesek..terharu..
    terus bagian kibum yadongan sama dara aku agak cedih..appa wonie umma kibum cilingkuh..#pouth.
    sumpah demi apapun Fanfic buatan umma itu selalu berbobot..jadi ngajak para pembajak untuk konsen dan berfikir dalam membaca Fanfic umma..
    dan menurutku itu kreatif..:)
    makasih banget udah ngelanjutin Fanfic nya umma..
    lanjut please..
    dan terus berkarya ya ummah
    we always support you.. 😀
    GHAMSAMIDA 😀

  38. huhuhu…. hiks hiks…
    part MinDara, bener bener nyesek… ampe meleleh ni air mata #lebay…
    untung dara g jadi mati….

    ah…. akhirnya sibum bertemu lgi… yeeey….. 🙂

    aish… dri kmrin tuh aku bingung, yonghwa nyari/nyiptain kristal apa dan buat apa??? kyaaaa penasaran…..

    Mmm… mian sebelumnya,saya sebenenya reader baru, dan baru broken doll yg saya baca, itupun komentar masih dua kali. abis ceritanya seru sih, jdi mau cepet cepet nglanjutin…. miannata…..

  39. aaaaaaaaaaaaaaaaa ini menyedihkan
    astagaaaaaa
    aku bingung deh tp ngerti jg
    donghae kalo kehilangan hyuk astagaaaa
    seru seru semua makin jelassss
    sebnernya seunghyun dan thunder itu dipihak siapa si suka bingung de

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s