Stalker


Annyeong ^^ saya kembali dengan se7min karena ide saya meledak2 dengan couple ini :3

Dan saya semakin senang karena makin banyak yang suka sama couple ini sampe2 di ff yang stu lagi pada nuntutny se7min -___-”” #plak

Sebuah ff yang diupload kembali karena pernah dihapus di FFN ^^

.

.

Title: Pure Love

Couple: Se7min/Min7en Collection

Rated: K-M

Summary: Cinta itu murni tak peduli ke mana cinta itu ditujukan.

.

.

Story

Title: Stalker

Couple: Se7min Collection

Rated: M (-_-“”)

Story Summary: Boleh dikatakan aku adalah stalkernya, tapi aku sudah terlanjur mencintainya. Sayangnya, dia sudah memiliki seorang namjachingu.

Warn: PWP! Uke!Min. Alur lambat. AU! THREESOME

.

.

”Changmin!” Suara melengking bagai lumba-lumba terdengar di telingaku membuatku panik seketika. Bukan karena suara tersebut yang semakin keras, namun karena nama yang dipanggil oleh sang pemilik suara.

Changmin.

Oh betapa menyebut nama itu saja, tanganku langsung bergetar hebat dan jantungku langsung berdetak kencang. Kalian ingin tahu siapa itu Changmin?

Nama lengkapnya adalah Shim Changmin dan dia juga adalah seorang namja, tapi meskipun begitu, di mataku dia terlihat begitu manis dan menggemaskan. Kakinya yang panjang membuat dirinya terlihat begitu tinggi, namun untunglah jarak tinggi kita tidak begitu jauh. Badannya sedikit ramping namun atletis dan menggiurkan. Aku pernah melihatnya sekali saat kami semua sedang berganti ke baju olahraga.

Pipinya sedikit chubby jika kau melihat ketika dia memajukan bibirnya dan menggembungkan pipinya ketika dia sedang mengambek. Jari tangannya begitu lentik. Dan wajahnya, jangan tanyakan tentang hal itu, karena 10ribu halaman pun tak akan cukup untuk menjelaskan bagaimana sempurnanya wajahnya.

Seulas senyuman terukir di wajahku melihat dia mengobrol dengan kedua sahabat baiknya – saudara kembar Kim Junsu dan Kim Jaejoong. Ah, andai saja aku bisa berteman juga dengan dirinya. Tapi, rasanya sangat mustahil, ketika bertemu muka dengannya saja, lidahku sudah mengelu karena kaku.

”Changmin!” Ah, suara ini, suara yang selalu berhasil menghilangkan senyuman dari wajahku. Kalian tanya siapa pemilik suara itu? Choi Dong Wook. Dan sebelum kalian bertanya lebih jauh, Dong Wook adalah kakak kelas kami yang lebih tua 2 tahun dan yang paling penting adalah dia itu NAMJACHINGU Changmin!

Semuanya masih mempertanyakan alasan Changmin berpacaran dengan Dong Wook yang notabenenya adalah seorang playboy kelas kakap terlebih mengingat Changmin itu pertamanya benci setengah mati dengan Dong Wook. Mungkin yang mereka katakan batasan antara benci dan cinta itu tipis benar ya? Hah. Aku hanya bisa menghela nafas melihat bagaimana keduanya saling bertatapan dengan penuh cinta. Tak lupa belaian lembut yang diberikan Dong Wook pada kepala Changmin. Andai saja itu diriku yang dipantulkan pada kedua bola mata bening miliknya, pasti aku akan sangat bahagia.

Gulp.

Aku mengalihkan perhatianku kepada dua orang temanku ketika melihat Dong Wook menatapku sembari menyeringai. Rasanya seperti ada sesuatu yang direncanakannya dan aku berharap bahwa aku tak akan diikutsertakan.

.

.

Stalker

M2

By eL-ch4n

26.03.2012

.

.

Mendengar namaku dipanggil, aku segera menghentikan langkahku yang ingin menuju ke lapangan futsal untuk latihan klub. Betapa terkejutnya aku ketika mendapati Dong Wook memanggilku. Tangannya seolah mengatakan agar aku menghampirinya. Aku melihat ke kiri dan ke kanan dan menunjuk ke arah diriku, memastikan bahwa aku tidak besar kepala. Dengan ragu-ragu aku mendekat ke arahnya yang sedang bersembunyi di antara lorong sempit yang ada di dekat pintu.

”Waeyo hyung?” tanyaku dengan hati-hati.

Dong Wook melihat ke kiri dan kanan seolah memastikan bahwa tak ada yang membuntutiku dan tak ada yang mendengarkan kami. Sepertinya ini akan menjadi pembicaraan yang serius. Mungkinkah dia tahu soal perasaanku terhadap Changmin? Sepertinya mungkin, rasanya hampir seisi kelas tahu tentang perasaanku kecuali orang yang kucintai itu sendiri. Memang benar apa yang kudengar dari orang-orang. Mereka yang kita cintai adalah orang yang paling bebal di dunia. ”Hmm…katakan saja, kau suka dengan Minku, bukan?” Oke, aku sudah menduga bahwa dia akan menanyakan hal itu, tapi tetap saja aku kaget.

Gulp.

Dia menatapku dengan tajam seolah bisa melihat apa yang kusembunyikan. ”Katakan saja, aku tahu kok sebenarnya banyak yang suka sama dirinya, dasar dirinya saja yang terlalu polos dan bebal dalam hal seperti ini.”

”Ba…banyak?” tanyaku dengan perlahan. Aku tahu bahwa Changmin memiliki bakatnya dan charm-nya seperti otaknya yang jenius, suaranya yang lumayan, gerakannya yang lentur, dan banyak hal lainnya yang menjadi daya tarik seorang Shim Changmin.

Kulihat Dong Wook menaikkan alisnya seolah meremehkan pertanyaanku. ”Memangnya kau tidak sadar kalau Junsu melihatnya dengan tatapan yang sama denganmu? Apakah kau juga terlalu rabun sampai tidak menyadari kalau ketua OSIS Choi Siwon itu selalu menempatkan diri mampir ke kelasmu menyampaikan pengumuman meskipun ada banyak anggota yang bisa melakukannya?” Dia menghela nafas melihatku yang baru menyadari semuanya. ”Ah sudahlah, aku bukan mau membahas hal itu.”

”Jadi, ada yang bisa kubantu, hyung?”

”Dengar, aku sedang berbaik hati, katakan saja aku dan Minku sedang mengalami masa bosan dalam hubungan ranjang kami dan aku menyarankan untuk melakukan hal ekstrim.”

”Dengan mengajakku? Tidak, terima kasih.” Memangnya dia pikir aku apa? Seorang gigolo yang menyediakan badannya untuk siapa saja? Walau ada kemungkinan aku akan bisa menyentuh Changmin, namun bukan ini caranya!

Baru saja aku hendak berbalik, Dong Wook kembali bersua, ”Tapi Changmin sudah memilihmu,” Pernyataan itu sontak membuatku kaget dan kupandang dirinya tajam-tajam. Dia mengangguk. ”Changmin memintaku agar kau ikut serta, kau tahu? Memangnya kau pikir untuk apa aku memanggilmu? Akan jauh lebih baik aku mengikutsertakan Junsu saja, tampangnya lebih uke daripada dirimu yang mutlak seme ini. Sebenarnya aku juga tak mau berbagi Minku, tapi kalau dia sudah meminta hal ini, aku tak mungkin menolaknya.”

”Hei, apakah ini Choi Dong Wook yang terkenal playboy itu? Dia bertekuk lutut di bawah perintah seorang Shim Changmin? Humour me,” ledekku.

Dong Wook hanya tersenyum simpul, ”Julukan evil pada dirinya itu bukan tanpa alasan, kau tahu? Kuberi peringatan, selagi kau belum terjerat, lebih baik lepaskan dirimu. Dan,” Dia menatapku begitu dalam. ”Tawaran itu masih berlaku. Kalau kau tertarik, datang ke kelasmu sehabis sekolah.”

Setelah Dong Wook menghilang dari pandanganku, aku masih mencoba mencerna perkataannya tadi. Apakah baru saja dia menawarkan aku agar ikut serta dalam hubungan mereka karena mereka merasa bosan? Dan apakah aku tidak salah mendengar kalau dia mengatakan Changmin yang memintaku?

Shit!

Kalau begini apa yang harus kulakukan. Tawarannya memang benar-benar menggiurkan, meski tidak bisa memilikinya, tapi kalau bisa mencicipinya sekali tidak ada salahnya bukan? Sepertinya menarik.

.

.

Kugeser pintu kelas itu dengan hati-hati. Lampu di luar semuanya sudah dinyalakan dan pemandangan di luar sudah mulai gelap.

”Sudah kuduga kau akan datang.” Suara Dong Wook di sampingku membuatku terkejut seketika. Aku hampir saja berteriak jika dia tidak meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya memberi tanda agar aku diam. Aku mengangguk tanda mengerti dan mengikuti dia ke depan meja guru.

Apa yang kulihat sekarang membuat kedua mataku membesar karena kaget. Di sana, di atas meja guru, Changmin terbaring di atasnya. Kedua kakinya ditekuk hingga aku bisa melihat hole-nya yang sedang dimasuki oleh vibrator berwarna biru tua. Kedua tangannya terikat pada pergelangan kakinya yang ditekuk tadi membuat gerakannya terbatas. Ketika aku mendekat ke arahnya, aku melihat bahwa dia memakai penutup mata berwarna hitam. Mulutnya diikat oleh sebuah kain berwarna putih. Dia sendiri hanya  memakai kemeja putih seragam kami sehingga tubuhnya terlihat begitu menggoda.

Gulp.

Pemandangan di depanku ini membuat celanaku terasa lebih sempit. Aku melihat Dong Wook berbisik sesuatu ke arah Changmin namun dengan suara yang cukup keras, ”Min, lihatlah siapa yang datang.” Dong Wook membuka penutup matanya dengan perlahan sehingga sekarang kedua mata bening yang kukagumi itu sekarang menatap ke arahku. Kedua matanya membesar karena kaget. Tubuhnya meronta-ronta. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya seperti orang kerasukan. Dong Wook mengelus kepalanya untuk menenangkannya. ”Ssh…” Changmin semakin meronta-ronta membuat Dong Wook sedikit kesulitan untuk menahannya.

Entah apa yang merasuki diriku hingga aku semakin berjalan mendekat. ”Hyung, sepertinya Changmin sudah siap, bagaimana kalau kita mulai saja?” ujarku dengan sebuah seringaian yang terukir di wajahku. Dong Wook mulanya sedikit kaget namun mengangguk semangat.

.

.

Begitu ikatan Changmin dilepas, dia terlihat ingin berteriak namun aku yang berada di belakang meja sehingga berada di depan kepalanya segera menundukkan kepalaku dan melumat bibirnya. Ah, seperti yang kuduga, bibirnya begitu lembut dan menggiurkan. Lidahku menjilati setiap inci bibirnya dan memaksa untuk masuk. Ketika dia masih bersikeras untuk menutup mulutnya, aku menggigit sedikit bibir bawahnya sehingga dia mengerang dan memberiku kesempatan untuk menyelinap masuk dan mengeksplor bagian dalamnya. Oh, rasanya hangat dan begitu memabukkan.

Selesai dengan bibirnya, aku bergerak ke arah pipi tembennya yang terlihat menggemaskan. Aku menggigitnya dengan bibirku karena terlalu geramnya untuk mencoba rasa pipinya yang begitu empuk. ”Urmm…ahh…” Desahannya keluar ketika kedua tanganku memilin kedua tonjolan di dadanya. Aku melirik ke arah Dong Wook yang sedang menjilati bagian perut Changmin sembari tangannya memainkan kedua twinsball Changmin.

”Hmm…di luar dugaan, ternyata kau mahir juga ya?” kata Dong Wook pada diriku.

Aku hanya menyengir lebar. ”Video dan Internet, hyung,” jawabku sembari tanganku tetap memilin kedua nipple-nya. ”Kalian apa-apaan?!” teriak Changmin setelah berhasil mengatur nafasnya.

”Bukankah ini yang kau inginkan, chagiya~?” ujar Dong Wook dengan nada seduktif dan bergerak ke atas untuk menjilat nipple Changmin.

”Hyung, kita ganti posisi saja. Posisi ini membuat gerakan kita terbatas,” perintahku yang disertai dengan anggukan dari Dong Wook.

.

.

Kali ini posisi kami sudah berada di lantai kelas yang cukup dingin. Merasa cukup kasihan, aku membuka rompi luarku dan meletakannya di atas lantai sehingga tangan dan lutut Changmin tak langsung bertemu dengan lantai yang dingin. Tangan dan kaki Changmin tadi yang saling terikat terlepas dan membentuk ikatan baru. Dia bertumpu pada tangan dan lututnya sehingga aku bisa melihat hole-nya yang begitu sempit dan menggoda. Hole itu sudah menelan vibrator sehingga hanya ujungnya saja yang sedikit terlihat.

Aku menjilat bibirku sebelum mencoba mencicipi hole-nya. ”Urm…ngghh…” Desahan yang terdengar di telingaku bagaikan pembangkit gairah dan libido di dalamku. Sesekali ku melirik Dong Wook yang merasa cukup puas dengan pelayanan mulut Changmin.

Faster…ohh…” Dong Wook memerintah Changmin sembari menjambak rambut Changmin agar namja itu menuruti perintahnya.

Kembali kufokuskan diriku pada hole yang begitu sensitif ini. Setiap jilatan membuatku menginginkan lebih lagi. ”Urmm…”

Slurp. Slurp.

”Kau nikmat sekali, Minnie,” ujarku dengan nada yang kubuat seseduktif mungkin. Entah karena mendengar suaraku atau karena masih sibuk melayani milik Dong Wook, aku bisa merasakan tubuh Changmin sedikit bergetar namun aku tahu bukan karena rasa ketakutan.

”Hei, kau masukkan saja milikmu tanpa persiapan, dia sudah terbiasa kok, iya kan Minku?” kata Dong Wook

”Andwae –urgh” Perkataannya terhenti karena Dong Wook kembali memasukkan miliknya ke dalam mulut Changmin. Dong Wook melihatku dan mengangguk memberi tanda bahwa dia tidak keberatan.

Aku meneguk ludahku. Bisa kurasakan milikku semakin berdenyut dan juga meminta untuk dimanjakan.

Zip.

Kubuka resleting celanaku dan menyusul Dong Wook yang sudah tidak memakai apapun pada bagian bawahnya. Kulempar celanaku ke sembarang arah. Pikiranku sudah terlalu kalut untuk memikirkan hal lain daripada hole yang begitu menggoda di depanku.

”Argh!” Changmin berteriak di sela-sela kulumannya terhadap milik Dong Wook ketika aku menarik vibrator dari dalam tubuhnya. Tanpa aba-aba aku langsung memasukkan milikku yang sudah menegang.

”Urgh.”

Oh…so tight,” ujarku. Begitu aku menembus dindingnya, aku bisa merasakan bagaimana hangat hole-nya menjepit milikku dan setiap kali aku mengeluarkannya, aku bergesekkan dengan dindingnya. Sangat memuaskan. ”Ahh…”

”Urng…nggh…” Changmin sepertinya tak bisa banyak mengeluarkan desahan karena milik Dong Wook masih setia di dalam mulutnya. Aku salut pada Dong Wook, dia sanggup bertahan selama itu dan belum mencapai orgasme. ”Ohhh…” Desahan kecewa terdengar di lidahku. Kulihat Dong Wook berdiri dan berjalan ke arahku. Dia menyengir lebar dan aku mengangguk tanda mengerti. Kugeser sedikit ke arah samping kanan agar dia bisa berlutut di samping kiriku.

Ready?” tanyanya padaku.

”Never been better,” jawabku. Dia menyeringai dan ikut memasukkan miliknya yang sudah cukup membesar.

”ARGHHHH!” Suara teriakan Changmin bagai melodi di telingaku –entah di telinga Dong Wook terdengar seperti apa. Rasanya dinding Changmin semakin menyempit namun sangat memabukkan. Gesekan yang dihasilkan oleh dinding dan milik Dong Wook membangkitkan gairahku.

”Ohh…ahhh…” Sepertinya salah satu dari kami berhasil menekan titik prostatnya sehingga Changmin mendesah tak karuan. Aku menatap ke arah Dong Wook dan dia juga mengangguk. Ketika kami mengeluarkan milik kami sedikit hingga tersisa ujungnya, Changmin mengerang kecewa. Dengan cepat, kami membalikkan tubuh Changmin hingga sekarang kami bisa melihat miliknya juga sudah menegang dan dindingnya yang penuh dengan gigitan merah dariku dan Dong Wook.

”Hmm…sepertinya dia memang menyukai hal-hal seperti ini ya?” godaku pada Dong Wook.

”He, kau tidak tahu apalagi yang bisa dilakukannya, he likes it rough,” desis Dong Wook.

Aku hanya terkekeh. Kami kembali melakukan gerakan in dan out bergantian pada hole Changmin hingga tak lama Changmin mengeluarkan cairan putihnya dan membasahi perutnya yang putih. Sepertinya Dong Wook dan aku masih belum puas. Kami masih terus melakukan gerakan kami dan aku merasa dinding Changmin mulai melebar. Aku segera mengeluarkan milikku yang masih mengeluarkan precum-nya. Dong Wook masih setia pada hole Changmin dan melakukan gerakannya.

Dengan langkah mantap aku mendekat ke arah mulut Changmin dan memerintahkannya, ”Lick it.” Dia menurutinya. Kedua tangannya yang terikat menggenggam milikku. Dong Wook memutar badannya sehingga dia kembali pada posisi semula. ”Ohh…

Slurp.

Dia sangat lihai memainkan lidahnya, menjilati setiap inci milikku. Aku menjambak rambutnya sedikit seperti Dong Wook tadi dan terus memaju mundurkan kepalanya sesuai dengan tempo yang kuinginkan. ”Faster…ohhh…”

”Urmm…”

Yes, Minku, so tight…ahh…

Suara desahan kami bertiga dan kulit saling bersentuhan terdengar menggema di ruang kelas yang sudah tak ada seorangpun. ”Ahh…cumm…cumming…” Dong Wook berseru diiringi dengan seruanku juga. Tak lama akhirnya kami berdua mencapai orgasme pertama kami sementara Changmin mengeluarkan orgasmenya kedua. Cairan putih yang keluar dariku ditelannya. Dia menjilat milikku hingga bersih tak tersisa apapun.

Kulap pipi dan wajahnya yang basah oleh cairan putih milikku. Wajahnya terlihat begitu menggoda apalagi dengan tatapannya yang terlihat polos itu. Sekali lagi kulumat bibirnya membiarkan dirinya mengeluarkan desahan-desahan yang membangkitkan sesuatu di selangkanganku.

Round two?” bisik Dong Wook. Aku menyeringai dan mengangguk sebelum memulai ronde kami berikutnya.

Seperti yang bisa ditebak, selama beberapa waktu ke depan, suara desahan Changmin terdengar menggema di ruangan. Sungguh, suaranya bagai melodi indah di telingaku. Tak heran kalau Dong Wook kecanduan dirinya. Rasanya aku juga sudah terjerat oleh jebakan evil milik Shim Changmin.

.

.

”Jadi, kau akan datang lagi nanti?” tanya Dong Wook kepadaku. Kami berdua sedang bersandar pada dinding dekat lapangan futsal. Aku melihat kepada para anggota team-ku yang sedang men-dribble bola dengan lihai menuju gawang.

Tanpa menoleh ke arahnya aku mengangguk sembari menggumam, ”Hmm.”

”Jadi kau juga sudah terjerat, eh?” ejeknya.

”Entahlah,” jawabku sembari mengangkat kedua bahuku.

”Dengar, biar bagaimanapun Minku tetap milikku. Kau tak lebih hanya sebagai pelengkap dalam hubungan kami.” Dia berbalik menatapku. Kami bertatapan cukup lama dan aku sadar bahwa dia sangat serius.

”Kau sungguh aneh, berbagi dirinya dengan orang lain.”

”He, menganggap dirimu hebat sekarang, eoh? Hatinya tetap untukku, badannya? Terserah,” ucapnya dengan tegas sebelum membalikkan badan dan berlalu daripadaku.

Aku menyeringai, ”Sekarang dia masih milikmu, Dong Wook, tapi satu saat, aku juga akan merebut hatinya,” gumamku pelan.

Angin berhembus pelan menyibakkan rambutku. Cuaca hari ini terlihat begitu bersahabat. Sepertinya hari ini akan menyenangkan.

.

.

The End

.

.

A/N:

Apakah ini Fail?? T^T berasa aneh banget..hiks…pokoknya ide plot ini, ada orang ketiga yang suka sama Changmin, tapi Changmin sudah punya Se7en, trus entah bagaimana mereka jadinya melakukan threesome dan silakan tebak siapa orang ketiga tersebut #plak Ini sudah pernah muncul di ffn, jadi mestinya bisa xD 

Nah, selamat menebak ^^ *dijitak*

Semoga chapter ini memuaskan ^^

Dan memang untuk menghadapi para orang tak ada kerjaan itu, mengetik FF adalah cara yang tepat. Hatiku lebih lega sedikit 😉

Last, review? 😉

_verzeihen

PS: Hanya sedang mengobrak2 file lama yang terlupakan (?) 

 

Advertisements

16 responses to “Stalker

  1. whoa, poor Changminnie, eh atau malah beruntung yah? Dia suka juga kan? /plak plok/
    Ga bisa nebak2 siapa yg suka sama Changmin, kalo itu Yunho, aku bakal teriak andweeeeeeee lalu buru2 seret Jaejoong, xiahahahaha~
    Changmin evil pake bgt, idenya threesome itu loh, ccckkk dibilangnya aja polos soal siapa2 yg naksir dia, tapi buat sex, err.. 😀
    Nc-nya hot dan Changmin yg bisa menikmati itu smakin bikin yg baca kepanasan, wkwkwkwk…

    • Suka sih, tapi gak tahu deh. Emang dasar Changmomo -w- #plak
      Hayo siapa..yg jelas kykny bkan Yunho, soalny Yunho ada tampang uke dikit hihi xDD
      Kepansaan banget ya jadinya xD hahaha.

  2. aw aw aw aw,,
    itu siapa? gk inget di FFn >..<
    .
    gmn kalo sekali-kali NC-annya Niichan gue ini dbuat fluffy?
    kesian juga dia selalu disadisin (?) -biarpun NIichan jg nikmatin sih- palagi ma Dongwook, BDSM nya sipp bgt dehh,

  3. eum…gapapaa kan kalo si aku ini adallllah kyu…hehehehe..kereeeen jalan ceritanya ga bosenin..huah,,,buat nose bleed…ko bisaa masuk 22nya yaah el..hummmmmmp

    • bleh. Gak masalah kok 😉 Suka2 dirimu sja xD
      kemarin ini kan buat tebak2an, tapi ini biar gak dikasih tahu aja
      hehe…~bsa2 aja sih, soalny ff #jduar

  4. kalo ga salah taecyon ya, org ketiga’a…
    seingatku…

    walaupun ga terlalu suka threesome, tp aq suka sm gaya tulisan el-chan.

    keep writing ne….

  5. andweee >..< orang ke-3 siapa yah…? aku nggak tahu eL ch4an coz dulu aku blm jadi fansmu *eh*. Terus berkarya eL ch4n, fighthing!!! ^_^

  6. HOMINGOT!! SE7ENMINGOT!!!
    threesome eonni?? kenapa ga sekalian foursome?? biar ramee? #slapped

    nugu??? who?? sapose?? #kepop

    very… very hwatt eonni… mana Min ga nolak lagi… kan jadi pengen ikutan :p

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s