Chapter 1 – Our Fated


NOTE: 

FF ini BUKAN punya eL!! Ini hanya hadiah dari Mama eL (My Beauty Jeje/ @Peya_ok) yang berbaik hati mau bkinin FF eL sama Taeyang dan Changmin >___<

Gomawo Mama :*

.

.

Disclaimer : Semua karakter disini milik Tuhan YME, author cuma pinjem nama

Rate : M

Genre : Romance, humor, drama

Warning : BL, YAOI, MPreg, cerita pasaran, OOC (mungkin ),jadi mohon dengan sangat sebelum membaca dibaca dulu bagian warning ini, tidak menerima bash kecuali kritik membangun, so please

DON’T LIKE DON’T READ

CASTS

Jung Yunho, Kim Jaejoong, Choi Changmin ( straight ), Jung Elma ( OC )

.

SUMMARY

Masa lalu yang selalu menghantui seorang Kim Jaejoong, namja cantik umma dari seorang Choi Changmin namja gila kerja diumurnya yang baru 20 tahun telah menjabat sebagai CEO Perusahaan milik mendiang appanya Choi Siwon suami Kim Jaejoong.

Kegilaannya akan kerja dan kecintaannya kepada Ummanya membuat Changmin tak pernah merasakan jatuh cinta sama sekali. Ia telah bersumpah, ia hanya akan jatuh cinta kepada wanita yang benar – benar mirip ummanya, Kim Jaejoong.

.

.

.

.

OUR FATED

by My Beauty Jeje

.

.

.

.

Disebuah bar dipinggiran kota Gwangju…

” Mmphhh…oouuhhh…El shi…kau memang selalu bisa memuaskanku…aahhh…”

Seorang namja tampan dandanan modis dengan tatanan rambutnya yang bergaya mohawk, bibirnya tengah sibuk meracau nikmat, tubuhnya yang atletis tersandar di atas sofa yang terletak disudut gelap Bar tersebut. Kepalanya yang tengah bersandar disofa itu ditengadahkannya ke atas tanda ia tengah menikmati sesuatu terbukti desahan nikmat yang kerap keluar dari bibir tipisnya itu.

” Taeyang shi, mmhhh…aahhh, sudah tugasku aahh…membuat-mu puasshh…mmhhh..”

Keadaan Bar yang terlalu gelap tak dapat ditangkap dengan kasat mata jika di bawah namja yang ternyata bernama Taeyang itu terdengar suara halus seorang yeoja, Yah seorang yeoja. Dan sepertinya Yeoja itu tengah asyik bermain dengan ‘sesuatu’ yang berada diselangkangan namja yang umurnya tak lebih dari 20 tahun itu.

Blowjob. Yeoja yang berada dibawah dan hampir tak terlihat di kegelapan bar tersebut tengah melakukan blowjob, memanjakan Junior Taeyang yang sukses membuat namja itu mendesah puas.

” Ahhh…stop it that’s enough for tonight Chagiya…bitchy as ever, my slut..hehehe…jangan pernah melayani orang lain selain aku eoh..”

” Arraso Oppa…eunghh,,emmhhh…aahhh…”

Tubuh mungil yeoja yang sedari tadi berada di bawah tubuhnya ditariknya hanya sekali hentakan saja. Taeyang sepertinya sudah cukup puas dengan layangan yeoja itu. Setelah puas dengan bagian bawahnya kini namja bermata sipit itu membawa bibir merah milik yeoja itu kedalam ciuman panasnya, diposisikanya yeoja yang disebut – sebutnya sebagai ‘my slut‘ nya itu ke atas pangkuannya. Dan untuk beberapa menit kedepan mereka melakukan perang lidah di dalam rongga mulut keduanya.

” Mmhhh…hah..hah..damn! you’re so hot bitch!”

Sekitar 10 menit pertarungan lidah keduanya baru terhenti saat masing – masing memerlukan pasokan udara. Taeyang tak henti – hentinya ‘memuji’ yeojanya itu sembari diusapnya bekas saliva yang meleleh di pinggir bibirnya. Keduanya menghempaskan tubuhnya di atas sofa empuk itu berdampingan dengan dada masing – masing yang turun naik mengatur nafas mereka yang menggebu.

Taeyang. Namja yang masih berstatus sebagai mahasiswa di salah satu Universitas terkenal di kota Gwangju adalah potret anak muda korban keegoisan orangtua yang sibuk dengan urusannya masing – masing. Orang tuanya adalah pemilik Perusahaan Elektronik besar yang berpusat di kota Gwangju Korea. Hidup dengan kemewahan dan harta bergelimpangan namun tanpa kasih sayang sedikit pun menjadikan namja tersebut terjebak kedalam pergaulan bebas anak muda zaman sekarang.

Namun hanya ada satu yeoja tempat pelariannya selama ini. Terhitung sudah tiga tahun ini ia memiliki tempat pelarian, pelampiasan kekecewaannya, sekaligus pemuas nafsunya. Sayangnya yeoja itu berprofesi sebagai wanita penghibur di Bar langganannya, salah satu Bar elit di kota Gwangju.

Jung Elma, nama yeoja itu. Yeoja bermarga Jung yang sudah bekerja di Bar itu semenjak ia berumur 15 tahun. Awalnya ia hanya berprofesi sebagai waitress. Namun seiring pertumbuhannya yang menjadikannya yeoja berwajah cantik, berkulit seputih susu bersinar bak perselen, berbibir penuh berwarna cherry, berhidung runcing dan yang membuat tak bosan mengaguminya adalah doe eyes hitam pekatnya yang menyedot siapa saja yang menatapnya.

Namun siapa menyangka di balik senyum menawan dan wajah yang selalu ceria itu tersimpan luka mendalam. Luka yang tertoreh dalam di sepanjang hidupnya. Hanya satu alasan yang membuatnya untuk bertahan hidup. Ummanya.

.

.

Malam belum terlalu larut saat sebuah mobil mewah berhenti di depan sebuah gang sempit di salah satu lokasi padat penduduk di kota Gwangju. Turun dari mobil mewah tersebut yeoja berparas cantik bertubuh mungil, Jung Elma. Ia membungkukkan sedikit badannya saat mobil tersebut melintas di depannya, ia baru beranjak dari tempatnya berdiri saat mobil milik Taeyang itu menghilang di kegelapan malam.

Kendati hubungannya dengan Taeyang hanya sebatas wanita penghibur dan pelanggan, Taeyang tak pernah mengizinkannya untuk pulang terlalu malam. Dengan senang hati Taeyang mengantarnya pulang setiap hari. Taeyang adalah satu – satunya namja yang menjadi pelanggan tetapnya. Ia bertemu namja itu saat ia berumur 17 tahun, dan di umur tersebut pula kesuciannya telah dirampas oleh Taeyang yang umurnya tak jauh berbeda dengannya saat itu.

Sejak saat itu Taeyang selalu mengklaim Jung Elma sebagai ‘yeoja’ miliknya. Otomatis dengan klaim tersebut membuat statusnya meningkat menjadi wanita penghibur di Bar itu, walaupun ia tak pernah melayani namja lain selain Taeyang.

Ceklek~

Dibukanya perlahan pintu depan rumah sederhanya yang tak pernah dikunci. Tak pernah dikunci karena penghuninya tak merasa takut rumahnya dimasuki maling, karena tak ada sama sekali perabotan mahal di dalamnya. Hanya ada satu set kursi tamu sederhana, satu meja makan dan satu televisi usang yang jarang dinyalakan pemiliknya.

” Pelacur murahan…siapa lagi mangsamu malam ini hah…”

” Hhhhh…”

Suara bass berat yang berasal dari seseorang yang duduk diruang tamu rumah sederhana itu membuat Jung Elma menghentikan langkahnya sejenak. Namun setelah menghela nafas panjang ia kembali meneruskan langkah menuju kekamarnya. Namun langkahnya kembali terhenti tatkala suara berat yang tengah mabuk itu kembali terdengar.

” Memang benar – benar jelmaan pelacur murahan itu…umma dan anak sama – sama berbakat menggoda laki – laki..hik..hahaha…coba dulu kubiarkan kau dipelihara pelacur jalanan itu..hik…pasti kalian sudah bersama – sama menjual diri di jalanan saat ini…hik..hik…”

” Appa, sudah berulang kali kukatakan, jangan menghina ummaku..”

Bibir cherry merah itu bergetar saat mengucapkan kalimatnya yang penuh dengan emosi. Sedangkan Namja yang dipanggil appa olehnya itu yang rupanya tengah mabuk terlihat menggenggam sebotol bir di tangannya hanya terkekeh geli. Namja yang tampak jelas garis ketampanannya itu menyunggingkan seringai dibibir berbentuk hatinya.

” Bahkan ummamu itu bukan seorang yeoja..ha..ha..ha..ia namja..tepatnya namja murahan..hahaha..hik..”

” Entah yeoja atau namja sekalipun, dia tetap ummaku, appa tidak berhak menghinanya,” jawab Jung Elma dengan sengit kepada appanya yang tengah tertawa puas.

BRAKK~

Elma bergerak cepat menuju kamarnya dan membanting pintu kamarnya, walaupun setiap hari ia mendengar makian dan cemoohan yang berasal dari Appanya yang kerap mabuk itu, bila mendengar ummanya yang selalu dihina oleh appanya itu tetap membuat hatinya sakit dan terluka.

Didudukkannya tubuhnya dipinggir ranjang sederhananya, kemudian seperti teringat akan sesuatu, cepat-cepat diraihnya benda yang berada di balik bantalnya. Digenggamnya selembar kertas yang menyerupai sebuah foto. Sebuah foto usang di mana terlihat dua orang namja di dalamnya, yang satu berwajah tampan, bermata musang sipit dan berbibir yang berbentuk hati, sedangkan namja lainnya lagi berwajah cantik, bahkan lebih cantik dari seorang yeoja, bermata hitam kelam besar, berbibir semerah buah cherry dan berkulit pucat. Bila diperhatikan namja cantik tersebut seperti pinang dibelah dua dengan Jung Elma saat ini. Namja cantik itu tengah menggendong seorang bayi berumur setahun yang memakai baju kaos berbordir huruf yang membentuk nama bocah perempuan tersebut, ‘ELMA’.

Untuk kesekian kalinya Elma tak dapat membendung airmatanya setiap kali ia menatap foto itu. Bibir cherry yang didapat dari ummanya itu bergetar menahan emosi yang tak tertahankan. ‘ umma…umma…ummaa…’ hanya kata itu yang dapat digumamkannya hingga ia tertidur dengan sendirinya.

.

.

.

.

Flashback Gwangju 19 tahun yang lalu..

” Boo, jangan terlalu kejam kepada kami boo…aku tahu aku tak dapat memberimu lebih, tapi kehadiran Jung Elma tidakkah membuatmu mempertimbangkannya lagi?”

” Yunnie..hiks, andai aku bisa menentang orang tuaku, dan kau tak pernah mau menghadapi mereka, aku tak dapat berbuat apa – apa..hiks..mianhe Yun..”

” Dan kau menerima begitu saja perjodohanmu dengan namja itu?”

” Aku tak akan pernah melakukannya jika kau berani menghadap orang tuaku dan bertanggung jawab!”

Pertengkaran sengit terjadi di antara dua orang namja di dalam sebuah rumah sempit. Di luar pekarangan rumah tersebut menunggu beberapa namja yang berbadan tegap lebih layak disebut bodyguard dan sebuah mobil mewah terparkir dijalan depan rumah yang berhalaman sempit itu.

” Izinkan aku pergi Yun, dan biarkan aku yang memelihara Elma buah hati kita, ia baru setahun masih membutuhkanku ummanya.”

” ANIYA KIM JAEJOONG, TAK AKAN PERNAH! Kau yang keluar dari rumah ini dan kau yang menginginkannya, tak ada satupun yang bisa kau bawa dari sini!”

” Yun, jebbal…walaupun aku akan menikah dengan orang lain, aku tak akan pernah mencintainya, dan ini bukan keinginanku..hiks..jebbal, jangan pisahkan aku dengan anakku Yun..hiks…”

Namja cantik yang dipanggil Kim Jaejoong itu menangis memohon di kaki namja tampan, ayah dari anak perempuannya tanpa adanya ikatan pernikahan. Itulah yang menyebabkan Kim Jaejoong menuruti kehendak kedua orang tuanya. Tak ada tanda – tanda seorang Jung Yunho untuk menikahinya saat itu. Memang usia keduanya masih sangat belia, 18 belas tahun. Di usia tersebut Jung Yunho yang bukan berasal dari keturunan berada layaknya Kim Jaejoong yang seorang anak pengusaha terkenal tentunya Yunho tidak memiliki pekerjaan yang layak untuk menghidupi anak dan istrinya kelak.

” Jaejoong shi, waktu anda tidak banyak lagi, keluarga Choi sudah dalam perjalanan menuju kediaman Kim.”

Salah satu bodyguard yang bersama Jaejoong saat itu memberitahukan jika waktu namja cantik itu menemui kekasih dan anaknya tidak lama lagi. Waktu dua tahun hidup bersama tanpa ikatan bersama Jung Yunho di umur yang sangat belia dan memiliki seorang buah hati tidaklah cukup bagi Kim Jaejoong untuk membuktikan kepada orang tuanya jika Jung Yunho dapat membahagiakannya. Buktinya mereka hanya hidup disebuah rumah kontrakan sederhana karena Jung Yunho hanya mampu bekerja serabutan karena ia tetap bertahan untuk menyelesaikan sekolahnya.

Hal tersebut membuat kedua orang tua Kim Jaejoong gerah dan merebut paksa anaknya yang sebelumnya ‘dilarikan’ oleh Jung Yunho. Kim Jaejoong pun terpaksa menuruti ancaman orang tuanya jika ia tidak ingin Yunho dan anaknya celaka. Ia harus bersedia dinikahkan dengan Choi Siwon namja berumur tiga puluhan putra seorang Choi Dong Hyun politisi sekaligus pengusaha ternama di kota Seoul saat itu.

” Jaejoong Shi sudah waktunya, masuklah ke mobil.”

” Beri aku 5 menit lagi, hanya 5 menit saja, aku berjanji..” ucap Jaejoong mengiba, dan menghasilkan anggukan dari salah satu bodyguard keluarga Kim tersebut. Kemudian wajah cantik Jaejoong berpaling kearah Jung Yunho yang terdiam mematung tak jauh darinya.

” Yun, izinkan aku melihat putriku untuk terakhir kalinya, aku hanya ingin mengingat wajahnya, itu saja…”

” Baiklah, kau boleh menemuinya dikamarnya.”

Air mata Jaejoong tak henti mengalir di kedua pipinya saat melihat wajah damai Jung Elma yang tengah tertidur pulas saat itu. Bocah yang baru berumur satu tahun yang seharusnya masih berada dalam asuhan ummanya itu tak akan pernah menyadari jika besok saat matanya terbuka, ummanya tidak akan ada lagi disampingnya.

Jaejoong mengusap perlahan wajah putri kesayangannya itu seakan mencoba mengingat wajah cantik yang sebentar lagi akan ditinggalkannya. Perlahan didekatkan bibirnya ke telinga bocah satu tahun itu, dan menggumamkan satu kalimat ajaib yang akan selalu diingat anaknya.

‘ Jung Elma, jangan pernah melupakan dan membenci umma, jika kau sudah besar, carilah umma..’

” Pergilah Kim Jaejoong, waktumu sudah habis.”

Nada datar yang keluar dari bibir hati itu menambah porsi sakit hati seorang Kim Jaejoong. Kini langkahnya tertuju ke arah namja tampan pemilik hatinya tersebut. Dihentikan langkahnya setelah hanya beberapa jengkal di hadapan mata musang itu.

” Jung Yunho shi, jagalah anak kita, Jung Elma. Jangan pernah kau sia – siakan dia. selamat tinggal..”

Dan tanpa menoleh sedikitpun Kim Jaejoong melangkah menuju mobil mewah yang telah dihidupkan mesinnya sedari tadi. Diusapnya kasar airmata diwajahnya. Dengan pasti dilangkahkan kakinya memasuki mobil yang perlahan meninggalkan ribuan kenangannya bersama kedua makhluk yang paling dicintainya didunia ini.

Flashback End

.

Seoul…

” Umma…bogoshippo, apakah umma baik – baik saja di Seoul umma? Apa umma sudah makan? Apa umma melamun lagi? apa…”

” Yah, Choi Changmin! Berhentilah mengkhawatirkan umma, umma biasa saja tanpamu disini..”

” Ahh yang benar umma? Mengapa aku melihat dari sini umma sedang memajukan bibir umma di seberang sana, hahaha…”

” Yah Minnie kau bisa saja, tapi umma heran, mengapa kau bisa tahu ya..hmm…”

” Umma, aku rindu Ttaebokki buatan umma, di Gwangju sini tidak ada ttaebokki seenak yang umma masakkan untukku.”

” Minnie ah, selalu saja makanan yang ada dipikiranmu! Kapankah anak umma yang tampan ini memikirkan yeoja hah?”

” Ummaaa…sudah berkali – kali kukatakan, aku tak akan berhubungan dengan yeoja manapun, kecuali jika ia mirip ummaku yang cantik ini eoh? Jadi percuma saja umma bertanya, jawabanku pasti sama umma yeoppo..”

” Oh berarti jika kau belum menggandeng seorang yeoja berarti kau belum mendapat yeoja yang benar – benar mirip umma?”

” Ne umma..”

” Kau yakin?”

” AKu yakin seribu persen umma, tahukah umma jika di dunia ini kita memiliki 9 orang yang berwajah mirip dengan wajah kita umma.”

” Mwo? jinjja?”

” Ne umma. tak percaya? Umma harus yakin aku akan membawakan yeoja pilihanku yang berwajah dan bertingkah mirip ummaku.”

Choi Changmin memang sangat pandai mem-bully ummanya walaupun hanya lewat percakapan telepon saja. Saat ini CEO muda dari Choi Company itu tengah berpisah selama beberapa hari saja dengan umma yang sangat disayangi, ah ani dicintainya itu.

Namja berwajah imut, berbibir agak lebar dan mempunyai tinggi yang di luar batas kemanusiaan(?)itu memang tak ada yang menyangka jika dia adalah anak dari seorang Choi, eh Kim Jaejoong ( Jaejoong lebih memilih menggunakan nama keluarganya sendiri setelah ditinggal suaminya Choi Siwon). Karena memang mereka sama sekali tidaklah mirip.

Saat ini Changmin yang sedang asyik ngobrol di telepon dengan ummanya tengah berada di jalan raya pusat kota Gwangju. Ia memang tengah berada di kota itu untuk menghadiri meeting para pengusaha yang diadakan selama beberapa hari. Sembari menelepon tangan kanannya sibuk memegang kantong makanan yang dibelinya ditengah jalan tadi. Saat ini namja tampan itu akan menyeberang dilampu merah, ia tengah menunggu lampu untuk pejalan kaki menyala.

Changmin sebenarnya mudah saja tinggal memberi perintah kepada bawahannya untuk mengantarkannya menggunakan mobil perusahaan bila ia ingin berjalan – jalan di kota Gwangju. Tapi ia memilih untuk berjalan kaki saja sambil menikmati pemandangan Kota Gwangju.

Lampu hijau telah menyala, kesempatan bagi pejalan kaki yang akan menyeberang jalan. Changmin melangkah perlahan sembari bibirnya komat – kamit berbicara dengan ummanya dari ponselnya. Sesekali ia menghindari tabrakan dengan pejalan kaki yang berasal dari arah yang berlawanan. Dan saat itu juga matanya tertuju pada sosok bertubuh mungil yang berjalan dari arah berlawanan dengannya.

Brugghh~

Changmin menjatuhkan begitu saja kantong belanjaannya yang berisi berbagai macam cemilannya saat sosok cantik bermata doe hitam dan berbibir merah itu melewatinya tanpa menoleh sedikitpun. Untung saja ponselnya sedari tadi masih menempel di telinganya.

” Minnie chagiya, baby? Apa kau masih disana? Mengapa diam saja? chagy waeyo?” suara halus Jaejoong memanggil manggil nama putranya di seberang sana.

‘…’

” Minnie waeyo? Mengapa diam saja?”

‘…’

” Minnie ya..jangan membuat umma gila, kau tiba – tiba tak bersuara, waeyo nak?”

Suara Jaejoong tak dapat menyembunyikan kekhawatirannya, ia sungguh tak mengetahui jika saat itu anaknya Choi Changmin tengah terpaku menatap sosok cantik yang seperti pinang dibelah dua dengan dirinya di jalan raya Kota Gwangju, tempat seribu kenangan yang dipendamnya selama ini.

” Umma, sepertinya aku menemukan malaikatku…”

.

.

.

TEBECEH

This strory is dedicated to elch4n my naughty princess 😛

.

.

AN:

Makasih ya mama utk ffnya, senang banget >____<

Jadi ff ini sekali lagi eL ingatkan BUKAN punya eL, ini punya mama eL :3 hehe

Dan sebenarnya sangat malu pas baca nama eL di sana *blush* Oke, semoga kalian suka ya *lambai2*

Ya, karena pengen berbagi juga, makanya eL posting di WP ini :)) eL GAK TERIMA bashingan, dan sejenisnya. Kalau gak suka gak usah baca lagian ini juga blog pribadi kan, jadi gak masalah dong? :)) Hehehe. 

Maaf ya, eL cuma lagi agak sensitif akhir2 ini ^^

Last, comment? :3

_Verzeihen  My Beauty Jeje

PS: Tadinya mau bkin poster, tapi keburu malu sendiri -_-)/ Jadinya gak kasih poster deh #plak

Advertisements

7 responses to “Chapter 1 – Our Fated

  1. Iya… Dipargraf pertama agak syok.. Denger ada kata sapaan el….

    But its okeh…

    Wah el… Inces ya…#merinding.disko….

    Ditunggu chap _2 nya…

    Muuuach….

  2. Uhuy,,, eL jd anaknya yunjae? Huh? *iri tingkat dewa* 😛

    Baru chapter 1 yah… Nunggu deh… *sabar… Sabar….
    ^^

  3. hmmm, kalo changmin anak kandung jae, ini bakal incest ya? Hmmm… Aku sih berharapnya nggak, hehehe. YunJae disini gimana nasibnya? T-T jae tega banget sama yun

  4. wah. . kykx yunpa jadi jhat nie. kcian dah eL, moga happi ending. .
    changmin dah klepek2 ma eL? tpi kalo changmin anak kandung na jaema, incest dong? #ea.
    di tungu lnjtanya. 😀

  5. incest oh incest..
    ehem.. el maruk nih! masa udah sama Tae, ehh ama Min juga! #digetokeL

    Jadi ceritanya tuh si Yun jadi sering mabuk2an dan ga jelas stelah ditinggal JJ yah. hmm~ mendiang appanya, brarti Siwon udah lewt, sdikit lega. Jgn bikin Flashback byk2 ttg WonJae yah Eonni Beauty.

    gmn klo YunJae ktemu lagi yah?
    si JJ psti engeh donk klo eL anaknya.
    gmn reaksinya klo tw Min cinta ama eL? Min bwt aku aja deh, eL biar ama Tae #ehh

  6. yeaaaah jd nnt Changmin cintanya sama kakak sendiri dunkkk

    Changmin anak kandung na Jeje bkn???

    duh knp taeyang??? aadffgjjsjaklalakskskaljs

  7. Wah mama baru liat poster minminnya…gila mampus imut bgt…eL sabar ne mama blm bs nulis lanjutannya…rempong abis..kerjaan gk kelar2 😦

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s