Entry 05 (06/28/2013)


Dear Diary,

Banyak hal yang sedang kupikirkan saat ini. Masa depanku, studiku, sahabatku, orang tuaku, dan terutama juga mengenai karya-karyaku yang tak bisa kulanjutkan sekarang. Entah kenapa aku merasa kehilangan jati diriku. Aku tak menyalahkan siapapun. Hanya saja aku capek, capek karena tak tahu harus berbuat apa. 

2 bulan ini mungkin, masalah yang terlihat sepele namun ternyata tidak terus menghantuiku. Sejujurnya aku ingin berhenti dan bergerak maju, tapi entah kenapa seolah ada yang mengikatku karena hal itu belum selesai. Aku ingin menceritakannya, tapi mungkin nanti, ketika aku sudah siap. Biarlah saat ini hanya beberapa saja yang tahu. 

Aku memang naif dan bodoh, mudah percaya dengan orang lain, seperti yang sering dikatakan ayahku. Mungkin itu juga yang membuatku terjerat dalam tipu muslihat ini. 

Jujur, aku merasa bahwa akhir-akhir ini aku seolah kehilangan jati diriku. Aku rindu saat-saat di mana aku duduk di depan komputer dan berimajinasi kemudian mengetikkannya ke dalam sebuah cerita. Waktu berlalu begitu cepat dan tak adalagi yang bisa kuhasilkan. 

Perasaan ingin menulis itu seolah lenyap begitu saja, namun ternyata aku salah. Dia bukan lenyap, tapi sedang bersembunyi dan dia ingin aku menemukannya. Memulai sesuatu itu bukan hal yang mudah, kawan, tapi jika kau sudah memulainya dan menikmatinya, akan susah bagimu untuk menghentikannya. 

Kurasa inilah yang harus kulakukan. Perlahan, aku akan kembali mencari perasaan itu, kesenangan saat berhasil menciptakan satu chapter. Kebahagiaan dan senyum yang meluap keluar saat mendengar ada yang menikmati karyaku. 

Hanya dalam tulisanlah, aku bisa membuat sebuah dunia baru yang tak bisa kuciptakan dan bahagianya aku jika kalian juga bisa menikmati dunia yang kubuat di dalam tulisanku. 

Aku akan kembali, segera, dan untuk saat itu tiba, aku hanya bisa berharap penantian kalian tidak sia-sia. Aku hanya takut ketika ada beban yang ditanggungkan kepadaku dan aku tak bisa memenuhinya. Semua yang terbaik akan kuberikan dan semoga hal itu bisa memuaskan semuanya. Ah, benar, aku rindu untuk menulis. Sama seperti yang sedang kulakukan sekarang. 

Aku akan memulai dengan perlahan. Bukankah ada peribahasa mengatakan, “Sebuah batu jika terus ditetesi air perlahan pasti akan berlubang juga.” Dan ini adalah langkah pertamaku untuk kembali menemukan hasratku kembali. 

With Love,

_Verzeihen

Advertisements

6 responses to “Entry 05 (06/28/2013)

  1. absolutely true 🙂 Terima kasih masih memikirkan kami 🙂 Semoga penantian kami memang tidak sia2. Kami akan tetap menunggu, sampai gairah menulismu itu kau temukan, dalam sosok yang ternyata lebih baik dri sebelumnya 🙂

    • Amin, semoga ya 🙂
      Saya sedang berjuang menemukan kembali diri saya yang lebih baik dari sebelumnya. Atau setidaknya menemukan jati diri saya kembali ^-^

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s