Part II


Title: Time’s Up

Couple: Hanchul

Rating: Slightly T

Summary: 

Bukan mau Heechul untuk terjebak di negara yang tidak dia ketahui bahasanya, bukan mau dia juga untuk akhirnya terjebak dalam pertempuran dua generasi dari ‘Two Families’ hanya karena ternyata penyelamatnya adalah salah satu pemimpin dari dua keluarga tersebut.

.x.

Zhou Mi adalah salah seorang dari sekian orang yang dipercayai oleh Hankyung dalam dunia mereka. Dikatakan percaya juga sebenarnya terlalu melebihkan. Hankyung hanya tahu bahwa Zhou Mi tidak akan menusuknya dari belakang dan bukan berasal dari keluarga sebelah. Hidup bersama sejak kecil membuat keduanya begitu dekat terutama ketika hidup di jalanan dalam usia muda bukan hal yang mudah. Alasan Zhou Mi tak melawan Hankyung juga tak jauh dari karena sejak dulu dirinya sudah berada dalam naungan Hankyung. Pria yang lebih tua darinya itu selalu menjaganya. Bersama dengannya cukup lama juga tahu bahwa Hankyung tak pernah tertarik dengan hubungan apapun dengan yang dinamakan manusia selain diperlukan – terutama dengan yang mungkin berbau perasaan.

Jadi sebenarnya bagi Zhou Mi, ketertarikan Hankyung terhadap Heechul saat ini mungkin tidak lebih dari untuk mengisi kegiatan kosongnya. Lagipula keluarga sebelah saat ini masih belum melakukan tindakan yang mencurigakan (atau sudah, namun Zhou Mi tidak tahu) sehingga mereka hanya memastikan untuk menjaga daerah mereka saja.

Sepatu pantofel yang dikenakannya bertemu dengan lantai menimbulkan bunyi yang menggema di telinga. Langkahnya tegap begitu pula dengan badannya. Sesekali dia membalas anggukan dari pegawai yang bekerja di mansion tersebut. Dirinya kemudian berhenti di depan pintu yang sudah sering dia datangi. Dia berdiri di sampingnya, seperti seorang pengawal yang menjaga pintu tersebut. Sebenarnya dia bisa saja mengetuk pintu, namun erangan yang terdengar di dalamnya sekaligus beberapa desahan tertahan membuat dia mendapat gambaran apa yang sedang terjadi di dalam.

Tak berapa lama pintu terbuka dengan keras dan seorang gadis yang tak pernah dia lihat – mungkin salah seorang Jì nǚ, pikirnya. Gadis itu terkejut melihat keberadaan Zhou Mi namun kemudian dia mengangguk yang dibalas oleh tangan kanan Hankyung tersebut. Zhou Mi kemudian mengetuk dua kali sebagai salah satu kode mereka. Sampai terdengar kata ’masuk’ dari dalam barulah ia melangkah dan membiarkan gadis tadi keluar dari kamar tersebut.

”Ah, Zhou Mi!” Di hadapan Zhou Mi sekarang berada seorang Hankyung yang sedang terduduk di atas ranjang – topless. Zhou Mi dapat melirik noda merah yang terdapat di ranjang dan seringaian yang terpasang di wajah Hankyung. Dia tahu apa artinya ekspresi tersebut. Hankyung sedang marah – sangat marah, dan sepertinya ini ada hubungan dengan pria cantik dari Korea yang baru ditemukannya kurang lebih seminggu yang lalu. ”Ada apa, ada apa?” Zhou Mi bergidik. Meski sudah sering menghadapi mood Hankyung yang kurang baik, tetap saja dia masih belum terbiasa.

”Hanya mau mengingatkan untuk pengecekan kandidat.”

Hankyung mengerang malas. Dia kemudian membuka selimutnya dan Zhou Mi menundukkan kepalanya, merasa tak layak melihat tubuh Hankyung yang polos. Pemimpin keluarga Tan itu kemudian mengenakan pakaiannya dengan cepat – kemeja hitam dan celana panjang. ”Zhou Mi, pastikan Heechul tidak mencoba untuk kabur lagi hari ini,” desis Hankyung sembari pria itu membereskan penampilannya.

Zhou Mi sudah menduga bahwa mood Hankyung tidak jauh dari Heechul. Sepertinya pria cantik itu sempat berulah lagi hari ini dan itu membuat Hankyung merasa kesal. Kasihan wanita tadi, pikir Zhou Mi.

”Oh, dan Zhou Mi,” panggil Hankyung sebelum dia keluar ruangan. ”Suruh orang membereskan ranjangku dan pastikan gadis tadi kembali ke Long.”

Zhou Mi membungkukkan badannya dan mengatakan bahwa dia akan segera melakukannya. Hankyung pun berlalu dari kamar itu dan Zhou Mi juga tahu bahwa ini tandanya untuk melakukan kegiatannya. Semoga saja hari ini bisa berlalu seperti biasa.

.

times up

Part II

11.10.2014

.

Heechul merasa sangat bosan hari itu. Sudah sejak pagi yang dia lakukan hanya berguling di atas kasur. Karena aksinya yang mencoba kabur kemarin, Hankyung melarangnya untuk keluar dan mengurungnya seharian di kamar. Pria itu hanya menjenguk dia tadi pagi sekali dan Heechul, entah mengapa, marah dan melempar barang apapun yang bisa dia gapai ke arah Hankyung. Itu juga sebabnya sekarang kamar Heechul sudah tidak ada apa-apa selain dari perabotan yang memang tidak dapat dipindahkan.

Dia memimpikan keluarganya, ibu dan ayahnya, adiknya Jessica. Mungkin keluarganya tidak dapat dikatakan harmonis terutama dengan mulutnya yang tajam, tapi mereka saling menyayangi, dan dia merindukan kehangatan tersebut. Sebenarnya dipikir lagi mungkin Heechul agak keterlaluan. Hankyung sudah berbaik hati mau menampungnya dan menjaganya agar tidak terkena bahaya. Tidak seharusnya dia marah seperti itu. Hankyung bahkan terlihat begitu marah sampai tak berkata apapun dan hanya menyuruhnya untuk tinggal di kamarnya seharian.

Ketokan di pintu kamarnya membuat dia siaga. Dia segera duduk di atas ranjangnya. Nafas yang ditahannya tadi terhembus saat melihat bahwa yang datang ke kamarnya adalah Ryeowook – pria yang menjadi koki di tempat itu. Sepertinya hari sudah siang. Heechul tidak tahu karena seharian dia hanya memikirkan apa yang seharusnya dia lakukan.

”Wookie! Apakah kau membawakanku makan siang?” Ryeowook mengangguk. Tangannya mendorong (entah apa sebutannya) sejenis kereta yang berisi makan siang Heechul siang itu. Pria cantik itu terlihat sedikit lega dan senang saat mendengar kata makan siang. Dia sudah mulai kelaparan.

Selama makan, Heechul meminta Ryeowook untuk menceritakan apa yang sedang terjadi di luar sana, tapi tampaknya koki itu juga tak tahu banyak. Tentu saja karena Ryeowook seharian lebih menghabiskan waktu di dapur daripada di tempat lain.

”Aku hanya mendengar bahwa mood Hankyung Juĕ Yé tampak tidak begitu baik,” bisik Ryeowook.

Makanan yang sedang dikunyah Heechul entah kenapa menjadi tidak enak dan dia jadi kehilangan nafsu makannya. Namun merasa tidak enak atas usaha Ryeowook yang sudah memasak untuknya dan tak ingin mencari gara-gara lagi, Heechul menghabiskan semua makanannya.

.

.

Heechul sedang berdebat. Dirinya beberapa kali berjalan bolak-balik untuk menentukan apa yang harus dia lakukan. Dia sempat berpikir untuk meminta maaf kepada Hankyung, namun dia tidak berani untuk keluar karena itu melanggar perintah Hankyung, lagipula pintu kamarnya sendiri juga dikunci dari luar, jadi dia tidak mungkin kabur lagi.

”Berpikir untuk kabur lagi?” Sebuah suara yang tak asing membuat langkahnya berhenti. Bulu romanya berdiri karena ngeri. Aksen Cina yang kental terdengar dalam bahasa Korea yang fasih. Heechul perlahan memutar badannya dan menemukan Hankyung sudah berdiri di belakangnya.

Sial, pikir Heechul. Bagaimana bisa pria itu berada di belakangnya tanpa terasa kehadirannya? Apakah ini yang dipelajari dalam keluarga mafia? Heechul merinding. Tatapan Hankyung seperti seorang predator yang siap menerkam mangsanya.

”Berpikir bagaimana caranya untuk meminta maaf kepadamu, tapi untung aku tidak melakukannya,” jawab Heechul kasar.

Mendengar jawaban itu, alis Hankyung terangkat. Ekspresinya yang gelap tadi berubah, dia terlihat seperti terhibur? ”Oh, minta maaf?”

”Yah, well, begitu,” Heechul hanya mengangkat kedua bahunya dan memutar badannya. Baru satu langkah saja, Hankyung sudah menariknya dan memutar badannya sehingga sekali lagi dia berada dalam dekapan pria tersebut. Jarak keduanya begitu dekat hingga Heechul dapat merasakan nafas Hankyung. ”Aku hanya ingin pulang,” bisik Heechul.

Mendengar kalimat tersebut, Heechul dapat melihat ekspresi Hankyung kembali dingin. Pria itu tak berkata apa-apa. Dia melepaskan tangannya dari tubuh Heechul. Badannya berputar 180 derajat dan kakinya perlahan melangkah pergi, memunggungi Heechul yang tak tahu apalagi kesalahannya kali ini. Salahkah dia merindukan keluarganya yang sudah lama tak dia dengar kabarnya?

.

.

Zhou Mi tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Heechul dan bagaimana pria itu dapat melakukannya. Dia juga tidak tahu harus memuji atau memarahi Heechul. Sejauh yang Zhou Mi tahu, Hankyung adalah orang yang bagaikan paradoks. Terlihat hangat, namun menipu dan menyerang dari belakang, dingin bagaikan salju jika diperlukan. Hanya Heechul yang berhasil membuat Hankyung berbeda. Seolah Hankyung yang Zhou Mi kenal bukan ge ge-nya. Dia juga tidak tahu apakah hal ini merupakan hal yang baik atau tidak. Setidaknya saat ini Hankyung tidak memerlukan sebuah pengalihan. Pria itu harus fokus dengan tujuannya untuk mendapatkan gelar Shan Zhu atau yang dikenal juga sebagai Dragon Head.

”Aku rasa sebaiknya kita memulangkan Heechul, jika itu memang yang terbaik.”

”Zhou Mi,” tegur Hankyung, datar dan menekan. ”Kalau seandainya aku hilang dan tak kembali selama satu minggu, apa kau akan khawatir?”

Tertegun, Zhou Mi terdiam cukup lama. Dia tidak tahu jawaban macam apa yang harus diberikannya, tetapi melihat tatapan tajam dari Hankyung, dia tahu lebih baik dia jujur. Dia menelan ludah sebelum menjawab. ”Iya, kalau kau pergi tanpa memberi tahu apa-apa, tidak, jika kau sudah lebih dulu memberitahuku kalau kau ingin mengerjakan sesuatu.”

Hankyung mengangguk, tanda bahwa Zhou Mi boleh melanjutkan kalimatnya.

”Saat ge ge hilang selama satu bulan waktu itu, aku tidak mencari ge ge karena ge ge sudah mengatakan ingin mengurusi sesuatu dengan keluarga Lee. Jadi aku tahu bahwa kau memerlukan waktu sebulan atau lebih untuk mengerjakan apapun itu dan aku tidak perlu khawatir. Lain kalau tiba-tiba ge ge hilang seharian tanpa sebab.”

”Seperti saat aku menghabiskan waktu bersama Heechul?”

”Seperti saat ge ge menghabiskan waktu bersama Heechul,” Zhou Mi mengangguk setuju.

”Jadi, kalau aku pergi selama seminggu tanpa kabar, kau akan khawatir?” Zhou Mi mengangguk setelah berpikir cukup lama. ”Kalau begitu, biarkan Heechul menghubungi keluarganya.”

Kembali Zhou Mi terkejut. ”Ge, itu –”

”Kalau keluarganya tahu keberadaannya, mereka tidak akan khawatir dan Heechul tidak akan memaksa untuk pulang.” Hankyung berjalan menuju meja kerjanya, membelakangi Zhou Mi.

”Aku tidak setuju,” papar Zhou Mi. Langkah Hankyung tidak terhenti sampai pria itu duduk di balik meja kerjanya. ”Ge, Heechul adalah orang biasa dan aku tak tahu ini baik atau tidak, tapi dia –”

Hankyung sempat tertawa membuat Vanguard-nya kebingungan. ”Tidak, Zhou Mi, kau salah. Heechul bukan orang biasa.”

Apa maksudnya? Selain daripada pria itu adalah turis Korea yang tersesat di Cina karena musibah yang menimpa pria Korea itu, tidak adalagi hal lain pada pria itu. Mungkin pria itu pandai bersilat lidah, atau berani menantang Hankyung meski sudah tahu identitas dari ge ge-nya itu, tapi tetap saja. Dia juga sudah mencari tahu tentang Heechul dan pria itu hanya seorang mahasiswa hukum yang sedang berlibur –seperti yang sudah dijelaskan kepadanya.

”Aku tak mengerti. Kalau kau ingin mengatakan dia berani melawanmu, aku bisa menyebutkan sejumlah orang yang berani menantangmu –dalam ucapan maupun tindakan,” ujar Zhou Mi.

Hankyung hanya menggelengkan kepalanya. ”Kau masih perlu banyak belajar Zhou Mi. Dia seorang mahasiswa hukum yang cukup pintar di angkatannya dan mendapat rekomendasi dari Jung Ji Hoon untuk mendapatkan beasiswa, tidakkah itu cukup mengatakan sesuatu?”

”Aku tak mengerti, kenapa kau sangat bersikeras untuk menahannya. Mungkin kau anggap dia mainan, tapi entah sejak kapan aku merasa dia bukan mainanmu lagi –”

”Maksudmu sekarang aku yang sedang dipermainkan oleh dirinya?” sela Hankyung. Nada yang membuat Zhou Mi sadar dia telah membangkitkan amarah sang naga yang terdiam dalam air tenang. ”Lebih baik kau pergi. Kurasa kau harus memastikan para anggota baru sudah siap untuk latihan mereka. Jika ada yang tidak tahan, lempar saja mereka.” Zhou Mi mengangguk. Dia segera membalikkan badannya dan hendak keluar dari ruangan itu. Langkahnya terhenti saat Hankyung kembali memanggilnya.

Dāng wǒ kàn dào tā, Wǒ kàn dào women (Ketika aku melihatnya, aku melihat kita).”

.x.

Part II End

.x.

AN:

YA AMPUN INI APA YANG AKU KETIK. HAHA.

Bingung, aku sedang mencoba supaya tidak terlalu klise, tapi oh kenapa ini jadi oh so cliche. Urgh. ;; hanya bisa mengatakan semoga klian bsa menikmatinya (?) dan oh ini gak langsung rated, karena mau memberikan sexual tension (?) dan mgkn karena kyknya kan si Hankyung masih belum tahu suka cowok ato cewek /dijitak/

Oke deh. Sampai ketemu lagi, semoga si ilham cepat kembali :*

Xoxo

eL

Advertisements

6 responses to “Part II

  1. *face palm*
    AKU KIRA RATED. AKU KIRA RATED!!!!
    ah ternyata aku pernah baca chapter pertamanya hahahaha aku kira ini cerita baru.. taunya bukan
    well.. iya aku gak maksa buat lanjut secepetnya krn gak mungkin, tp aku maksa dua ff yg tadi ditanyakan ke aku cepat2 dipublish ya xD
    ku tunggu ff mu;*

  2. Hmm~
    Hankyung di sini dibuat suka ‘main’ ya? So bad~ :3
    Onnie, di sini ceritanya Han-gege nggak sungguh-sunggu mau ngebantuin Heenim pulang kan? Soalnya kalo dia mau ngebantuin Heenim, walaupun lambat, dia kan bisa dengan mudah nyari tau siapa yang nyopet Heenim nggak sih?
    Ohya, terus kepikiran dengan kata-kata yang pembuatan passport itu dan Heechul bisa nerimanya sebulan lagi. Apa Heenim bakalan cuma satu bulan aja dengan Hannie? Tapi kayaknya mustahil deh -_-
    Haaa~
    Aku maunya HanChul cepet-cepet suka deh! Jadi ratingnya naek *eh?*

  3. han oppa kayaknya ngak akan ngebiarin heenim pergi gitu aja
    aku penasaran sama kata” terakhir yg diucapin sama han oppa?
    maksudnya melihat kita tuh apa?
    heenim bagian mereka?

  4. Halo maria~~ wkwkwkw.. XD
    Aku langsung komen di part 2 gapapa ya? 😉
    Kata pertama: Kurang panjaaaaagg~~ ;A;
    Kaya yg lagi serius2nya, eh tiba2 tbc huhu T_T
    Tapi Hanchulnya itu kok something banget ya ;w;
    Heechul langsung akrab banget ya sama gege, sampe dicipok2 pun mau.. Kkkkk.. :3
    Masih penasaran sama identitas gege.. XD
    Etapi kok aku jadi rada ngefeel HanMi(?) disini ya? /eh :p
    Slight donk maria~~ kkk /digilas heechul/
    Ini bakal naik rate ga?
    Kaya’nya hanchul kalau ada adegan ranjang vers mafia(?) seru banget! ><
    Lanjut yaa part 3!! Kajja! Kajja! XD

  5. sangat menarik amat sangat menarik
    aaahhh ff ini bgtu baik
    aku mulai mengerti maksudnya
    ish gt ya kalo hangeng marah pelampiasannya cwek bgtu wiwww
    sayang mereka blm saling ska
    jnkan zhoumi aku aja nggk ngerti kenapa nggk dilepas si heechul kalo bwt mainan #plak
    ngk ngerti jg kata kata mandarin yg disebut han gege

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s