Seraglio


Title: Seraglio
Rating: K+
Genre: crack, drama, weird
Couple: Shim Changmin x Park Yoochun
Summary: Bukan hal yang mudah untuk bernafas ketika kedua tangan dan kakimu terikat sementara pria di atas menindihmu tanpa membiarkan kau sedetik pun.
Warn: BDSM. TOYS. CRACK AS USUAL

Seraglio

a story by eL-ch4n
requested by Nic

Sepenuhnya salahkan pada sebuah fanfic yang membuatku ingin menulis BDSM dan tiba2 orang ini kemudian meminta fic sebagai hadiah natal (?)

.

Badannya melenguh saat dimasuki begitu saja, tanpa persiapan, tanpa peringatan. Desahan tertahan terlontar keluar dari bibirnya yang terbuka lebar, mencoba menghirup udara karena alat pernafasan utamanya sedang tak berfungsi sempurna. Matanya terpejam ditemani dengan buliran hangat yang kemudian membasahi pipinya. Kedua tangan dan kakinya terikat pada sisi tempat tidur, tubuhnya membentuk huruf ’X’ ketika dilihat dari atas – dari pria yang sedang menindihnya saat ini.

Pria yang kini tengah memasukinya bersama dengan vibrator yang masih belum dikeluarkan. Double penetration. Meski sudah terbiasa akan hal ini pun, bagi seorang Shim Changmin, tetap saja terasa menyakitkan. Setengah matanya terbuka, menangkap sosok Park Yoochun yang menikmati kegiatan yang tengah mereka lakukan.

Changmin hanya bisa kembali mendesah saat titik prostatnya disentuh, menggigit bibirnya hingga cairan merah perlahan mengalir keluar. Matanya terbuka lebar saat dia merasakan ada sentuhan hangat menyapu bibir ranumnya. Sentuhan yang kemudian tergantikan oleh lidah Yoochun menjilati darah yang terdapat di sana. Changmin tak diberikan kesempatan ketika berikutnya lidah tersebut menjadi bibir yang seolah ingin menelan bibirnya. Lidah Yoochun mendesak masuk – Changmin tak membiarkannya.

Tahu mengenai perlawanan kecil yang dilakukan Changmin, Yoochun menggunakan tangan kirinya, mencengkram mulut Changmin dengan erat. Tangan kanannya sendiri bergerak turun, menyusuri tubuh Changmin yang sudah polos hingga berhenti pada tonjolan yang ada di dadanya, memilinnya – tidak, menjepitnya (jika ada kata yang dapat menjelaskan gerakan yang dilakukan oleh tangan Yoochun sekarang). Mulut Changmin terbuka karena kesakitan, memberikan kesempatan bagi lidah Yoochun untuk melakukan aksinya.

Tangan kanan Yoochun sekarang sudah bergerak semakin ke bawah. ”Urgh,” erang Changmin. Dia kemudian teringat pada sound yang diletakkan pada ujung kejantanannya. Sound yang mempunyai fungsi sama dengan cock ring. Bentuk sound berbeda, benda itu seperti jarum yang dimasukkan pada ujung kejantanan Changmin hingga menutupi uretranya sehingga meskipun Changmin ingin keluar, pria itu tak dapat melakukannya. Sebuah siksaan terselebung yang semakin menunjukkan kesadisan dari Park Yoochun. Dan pria itu menekan ujung sound sehingga benda itu semakin menusuk ke dalam kejantanan Changmin.

Tenang, itu tidak akan berbahaya, tenangkan dirimu, pikir Changmin. Dia terus mengucapkan mantra itu di dalam hatinya. Dia bahkan sudah tidak tahu apakah itu benar atau hanya sekedar kebohongan belaka saja. Bagian bawahnya dimasuki dari dua sisi – dindingnya dimasuki kejantanan Yoochun dan vibrator; kejantanannya ditekan oleh sound. Sebuah paradox. Sementara yang satu memberikan kenikmatan, yang satu lagi memastikan bahwa kenikmatan itu tak dapat dirasakan. Bagian atasnya sendiri sedang sibuk bergulat dengan lidah Yoochun yang sudah berhasil menang hingga dia hanya melakukan perlawanan lemah sekedar membuktikan eksitensinya.

Plak.

Pipinya ditampar sesaat setelah dia melakukan hal yang cukup gila – menggigit lidah Yoochun. ”Bangsat!” teriaknya. Yoochun kembali menampar pipi Changmin hingga pria yang terikat itu dapat merasakan kedua pipinya mulai lebam.

Changmin tak menjawab apa-apa saat rambutnya kemudian dijambak oleh Yoochun. Mulutnya yang dimasuki oleh lidah Yoochun sekarang sudah berisi penuh oleh jemari lentik milik Yoochun. ”Berani kau gigit dan kau akan tahu akibatnya,” desis Yoochun.

Tahu itu bukan ancaman belaka, Changmin mengulum jemari tersebut dengan setengah hati. Mau melawan juga sudah tak bisa, kedua tangan dan kakinya terikat, kondisi yang membuatnya tak berdaya. Gerakan tangan Yoochun bersama dengan kejantanannya memiliki satu irama yang sama dan Changmin berusaha untuk dapat mengikuti keduanya. Dindingnya yang mulai terasa sempit menunjukkan bahwa sebentar lagi Yoochun akan kembali sampai ke puncaknya.

Benar saja, detik berikutnya, Yoochun menarik tangannya dari bibir Changmin. Tangan kanannya yang masih memegang sound tadi sudah berhenti dan sekarang mengelus dada Changmin perlahan. Yoochun perlahan juga menarik keluar kejantanannya, menggunakan tangan kirinya yang sudah basah oleh saliva Changmin tadi untuk kemudian memberikan rangsangan pada miliknya. ”Ah, fuck.”

Detik berikutnya Changmin dapat merasakan sesuatu yang basah dan hangat menyapu perutnya. Yoochun mencapai ejakulasinya, mengeluarkan cairannya pada perut Changmin. Dia kembali menindih tubuh Changmin, tangannya perlahan membuka ikatan Changmin. Sebuah bisikan terucap pada telinga Changmin, ”Bersihkan yang telah kau lakukan dan mungkin aku akan izinkan kau untuk keluar.”

Begitu tangannya terlepas, Changmin mengelus sedikit pergelangan tangannya yang mulai memerah. Tangannya kemudian meraba cairan di tubuhnya, menyebarkannya hingga perut dan dadanya sudah basah oleh keringat dan cairan Yoochun. Kejantanan Changmin berdenyut. Vibrator yang masih pada kondisi menyala masih tertanam di dalam dirinya, menumbukkan diri pada dinding prostatnya. ”Please, please.” Dia memohon. Tak kuat dengan rangsangan yang dirasakannya. Dia dapat merasakan seolah kejantanannya dapat meledak sewaktu-waktu.

Yoochun menyeringai. ”Say the word then,” bisiknya.

Gulp.

Changmin menggelengkan kepalanya. Jika dia mengucapkan kata tersebut, dia tahu hukuman apa yang dapat diterimanya. Yoochun kembali tersenyum, puas dengan jawaban Changmin. ”Good boy,” bisiknya pada telinga Changmin. Tangannya mengusap pipi Changmin dengan lembut, berkebalikan dengan apa yang dilakukannya saat ini.

Tangan Yoochun mengarahkan tangan Changmin untuk melingkar di lehernya. Changmin bernafas lega sesaat. Dia mempersiapkan dirinya saat kemudian tangan kanan Yoochun mendorong masuk vibrator ke dalam dindingnya. In. Out. In. Out. Gerakan animalistic yang kembali mendatangkan erangan dan desahan dari bibirnya yang sudah memerah karena gulatan mereka tadi.

Belum pernah Changmin merasa selega itu saat tangan kiri Yoochun perlahan menarik sound dari kejantanan Changmin. Perlahan, seolah ingin menggoda Changmin. Hal yang dapat Changmin ingat setelah itu adalah bintang yang entah muncul dari mana dan semuanya kembali gelap.

.

.

Saat Changmin bangun, semua ikatan pada tubuhnya sudah terlepas. Yoochun sedang terbaring di sampingnya, tidur dengan wajah malaikat. Changmin tersenyum tipis, memberikan kecupan singkat di pipi pria tersebut. Hati-hati karena tak ingin membangunkannya. Dia beranjak bangun dari ranjang mereka, mengenakan jubah tidur yang ada di sofa. Kakinya melangkah ke dapur yang sudah terdapat aroma kopi.

Di sana, di dapur, sudah terduduk seorang Jung Yunho. ”Bagaimana?”

”Sedikit lebih baik,” jawab Changmin. Suaranya masih serak akibat kegiatan mereka tadi. Yunho hanya mengangguk sembari meneguk secangkir kopi hangat yang ada di tangannya. ”Yunho, terima kasih.”

Yunho hanya menggelengkan kepalanya. ”Jangan, kau membuatku merasa buruk dengan diriku sendiri,” ujarnya.

”Dia sudah mulai mengingat diriku.” Yunho mengangguk. ”Tidak lama lagi tugasku di sini selesai dan kau dapat mengambil alih.”

Pria bermarga Jung itu berdiri menghampiri Changmin, menepuki pundak Changmin. ”Ya, tapi bagaimana dengan kau?”

”Sesuai janjiku, aku akan menghilang.”

”Hmm, begitukah?”

Bola mata Changmin yang menatap Yunho penuh dengan emosi kesedihan. ”Ketika dia sadar, dia bahkan tidak akan mau menghabiskan waktunya bersamaku, Yunho, kau tahu itu.” Yunho hanya kembali mengangguk. Dia tak berkata apa-apa dan hanya menepuk pundak Changmin berkali-kali entah untuk apa keduanya tak tahu. Setelah itu tak ada yang mengucapkan kata apapun.

 .

.

amariel

AN:

Halo /waves/ apa kabar semua? Ada yang rindu sama eL?

(pada teriak, gakk, booo, siapa kamu /plak)

Jadi gini, sebenarnya eL masih ngetik ff sih…cma sekarang lagi ke fandom bola huhu TToTT dan jadinya sedang lari ke AO3 (Silakan kalau mau mampir C: /promosi /plak)

Dan eL sebenarnya mau lanjutin ff yang lain sih, tapi tapi, sedang galau karena somehow kayak aneh gitu 😦 jadinya malah bkin oneshot yang gak ada habis2nya -dijitak-

Tapi eL akan berusaha. Huhu.

Anyway, ini semoga bisa jadi hadiah natal yang lebih awal C: (hopefully it’ll not be the only christmas gift)

Luv,
eL

PS: I’ll leave the ending to you guys. Mengenai siapa itu Changmin, Yunho, dan Yoochun C: -malas mikir -plak

Advertisements

2 responses to “Seraglio

  1. Sudah lama seneng crack couple ini secara diam-diam LOL…. Krn keduanya seneng bully Junchan XDD… Udah, tar Kiss Couple ini threesome aja ditambah Junchan ya ❤

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s