dancing under your skin


Title: dancing under your skin
Rating: T – M
Genre: drama, slight! canon
Couple: Wojciech Szczȩsny/Robert Lewandowski
Summary: Bahkan purnama pun tahu keindahan tariannya yang diatur oleh dirimu.
Warn: 2nd POV

 

 

 

 

 

 

AN:

Hello, karena aku sedang jatuh cinta sekali dengan para pemain bola ganteng /dijitak/ so saya memikirkan untuk mencoba membuat fanfic mereka dengan bahasa Indonesia. Aku lebih sering bikin dalam bahasa Inggris, tapi karena lagi malas menerjemahkan (lol) saya mencoba membuatnya ke dalam bahasa Indonesia aja.

Dan ini referensi, kalau kalian (mungkin) kurang tahu wajah orang2nya

-x-

tumblr_nf97e1AayN1u389swo2_250

Wojciech Szczȩsny

-x-

tumblr_nf97e1AayN1u389swo3_250

Robert Lewandowski

-x-

Let’s go to the story, now shall we? 😉

Bagi dirimu yang tengah bermandikan cahaya purnama, dia tampak sedang menari. Kakinya men-dribble bola, membawanya ke depan gawang, melewati beberapa pemain lain yang satu tim dengan kalian. Malam ini pun kalian kembali berlatih untuk kualifikasi Euro Cup nanti. Matamu menatap sosoknya, mengikuti gerak-geriknya. Terkadang kau merasa bersyukur dengan posisimu sebagai seorang kiper, memberikanmu alasan untuk dapat mengamati dirinya tanpa dicurigai.

Tak berapa lama, dia berhasil melewati dinding pertahanan dan kalian akan berhadapan. Matamu sekarang kau alihkan pada bola di kakinya, yang lagi-lagi di matamu tampak menari. Bola tersebut seolah menempel pada kakinya, enggan untuk melepaskan diri.

Sekarang kau berhadapan satu lawan satu dengannya, seperti kalimat klise dunia hanya milik kalian berdua. Di bawah kelamnya malam, bola itu kemudian ditendang, terlepas dari kakinya. Kau siap melompat ke arah kiri, memprediksikan arah laju bola yang mendekat ke arah gawang. Tanganmu berhasil menepisnya, melemparkannya ke arah luar, terlontar ke belakang gawang. Sekali lagi kau berhasil membuktikan dirimu yang layak menyandang sebagai kiper utama pada tim Polandia.

Dia melihatmu sembari tersenyum, tak terlihat sedikitpun rasa kecewa di matanya ketika bola itu gagal masuk. Kau membalas senyumannya dan tak lama, peluit dibunyikan. Pertandingan latihan ini sudah berakhir dan timmu menang melawan timnya.

Kau melihat Lukasz bergegas keluar lapangan, meraih botol minum karena kelalahan sementara kau berjalan mendekat ke arahnya. Kalian berdua saling menempelkan tangan, melakukan high five sembari menyengir lebar.

”Kau hebat,” pujinya.

”Seperti biasa,” jawabmu. ”Kau juga tak kalah hebat,” – kau begitu indah – tak terucap dari mulutnya.

Dia mengangguk dan kalian kemudian berjalan keluar dari lapangan dengan kau meletakkan tanganmu pada pundaknya karena dirimu yang lebih tinggi. Matamu menatap ke arah langit. Ah, begitu indah, pikirmu. Namun begitu menyesakkan.

.

.

Kali ini kau melihat dia menari – kau membuatnya menari. Bukan dalam kegelapan malam, bukan dalam balutan purnama. Hanya di dalam kamar dengan lampu tidur yang menyala, memberikan sedikit kesan eksotis untuk ruangan tersebut. Ranjang tempat kalian berbaring menimbulkan bunyi dikarenakan gerakan yang kalian berdua lakukan.

Kau mendengar dia mendesah, memanggil namamu bagaikan mantera – kau juga melakukan hal yang sama, namanya terdengar indah dari mulutmu. Kedua tangannya terikat pada kedua sisi tempat tidur, membatasi gerakannya. Dia yang terlihat gagah, kuat, indah, sekarang tak berdaya di bawahmu – kau menyukainya, dan kau tahu dia juga.

Oh, kau tahu dia sangat ingin dikendalikan, ingin berada di bawah kuasa seseorang, dan kau menikmatinya. Memberikan dia perintah-perintah kecil saat kalian berada di depan umum – meskipun dia adalah kapten-mu.

Betapa kau menyukai bagaimana kau dapat membuatnya menari di dalam tanganmu, bagaikan seorang puppet master dengan bonekanya – dia bonekamu, boneka indah yang siap diretakkan kapan saja. Boneka yang indah dan bersedia untuk kau rusakkan.

Hanya kau yang tahu sisi dirinya yang ini dan hanya dia yang mengetahui sosok dirimu yang sebenarnya. Topeng yang kalian berdua kenakan terlepas, tergeletak bersamaan dengan atribut kalian yang entah sudah berserakan di lantai.

Matamu sekilas mengintip ke arah luar jendela yang tertutup oleh gorden. Pada celah yang terbentuk, kau melihat ke arah luar, pada purnama yang bersinar dan seolah tersenyum ke arahmu. Kau menyeringai. Bahkan purnama pun tahu akan keindahan tarian dia – Robert Lewandowski – yang diatur oleh dirimu – Wojciech Szczesny

.

.

tumblr_nfcq7acuIV1tsvgggo2_400Because they are just hella cute together C:

Mind to review/comment/mention/ :3

Advertisements

One response to “dancing under your skin

  1. Nice *^▁^*
    biarpun ga tau mereka siapa :)))) :p
    maklum ga doyan nonton bola,, ehee bagus bgt eon penulisannya.. Sedikit tapi berkesan /pandangi sinar bulan /mulai berdelusi /kyaa ::>_<:: #abaikan
    Seraglio BDSM Park Uchun n Chang ya.. blum berani baca.. ngumpulin nyali dlu eonn..
    Hwaiting eonni!!

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s