The Worst is yet to Come


Title: The Worst is yet to Come
Warn: angst (not a happy ending, mind you)

Note: Jung Yunho dan Changmin adalah personil dari TVXQ dan Jaejoong, Yoochun, dan Junsu adalah personil dari JYJ. Dua boyband yang berbeda. Ini sebuah alternate universe di mana mereka tidak pernah tergabung menjadi personil dari TVXQ

And because I don’t want any bashing chara, the girl remain anonymous and dia is the girl 😉

———————————————————-

Headline News

”Jung Yunho (28), leader dari boyband TVXQ ini telah mengkonfirmasi bahwa rumor dirinya bertunangan dengan seorang wanita itu benar. Ketika ditanya lebih lanjut siapa wanita tersebut, Yunho hanya tertawa dan mengatakan bahwa dia akan memberitahukannya kalau saatnya sudah tepat. Sampai saat ini masih banyak praduga mengenai perempuan yang berun – ”

Setidaknya itulah yang dibaca oleh Jaejoong saat sarapan. Kopi hangat yang dibuatnya tadi kemudian tertinggal begitu saja ketika tangannya dengan cepat menggapai ponsel yang terletak di atas mejanya. Jari-jarinya dengan lihai menekan angka yang sudah tak asing lagi di matanya. Dering yang terdengar membuatnya semakin tidak sabar. Tangannya beberapa kali mengetuk meja.

”Halo?” Ketika suara dari orang yang diteleponnya terdengar, Jaejoong kemudian menutup ponselnya tanpa mengucapkan apapun.

Dia membaca kembali lagi koran yang tergeletak begitu saja di samping kursinya. Tak lama dia kemudian menghela nafas dan berdiri dari kursinya. Langkahnya sedikit gontai saat menuju ke wastafel untuk mencuci piringnya. Tanpa dia ketahui, dering ponselnya bergetar menampilkan nama ”Jung Yunho calling” di layarnya.

.

.

The Worst is yet to Come

165571_1792993141815_1149249738_2132047_6622642_n_large_large

by eL-ch4n

27.09.2014

.

.

Yoochun mungkin hanya orang ketiga atau pengamat dalam hubungan Yunho dan Jaejoong. Sejujurnya dia juga tidak tahu sejak kapan keduanya saling berhubungan. Pertemuan pertama mereka adalah saat keduanya harus mengisi acara Inkigayo bersama. Di sana, kedua boyband yang menggemparkan dunia ini melakukan kolaborasi performance pertama mereka. Setelah itu, mungkin mereka sempat saling bertukar nomor telepon untuk kemudian saling mengontak satu sama lain. Yoochun ingat dia sempat memberikan nomor ponselnya, namun itu hanya sekedar formalitas – setidaknya bagi dirinya.

Setelah itu Yoochun kemudian ingat bagaimana Jaejoong mulai banyak menghabiskan waktu setelah latihan dan konser di depan laptop. Sempat Yoochun melirik dan mendapati Jaejoong sedang tersenyum pada variety show dengan TVXQ sebagai tamunya. Mulanya, Yoochun hanya mengira bahwa Jaejoong ingin mengetahui apa daya tarik dari boyband satunya. Hell, Yoochun sendiri juga penasaran dan setelah melihat music video mereka, Yoochun harus mengakui bahwa power dan performa duo TVXQ itu sangat patut diacungkan jempol.

Dia juga mulai merasa aneh saat TVXQ dan JYJ mendapatkan banyak acara bersama dan Yunho dan Jaejoong terlihat lebih akrab daripada yang seharusnya. Bahkan sejujurnya, dia merasa bahwa Yunho seolah tahu Jaejoong yang tidak diketahui. Lucu mengingat Yoochun tinggal bersama lebih lama dengan sahabatnya itu dan tentunya sebagai sahabat, Yoochun juga tahu seksualitas Jaejoong yang bi jadi tidak heran jika Yoochun menganggap bahwa Jaejoong tertarik dengan Yunho. Well, pasalnya Yunho adalah Yunho. Agak susah untuk tidak menyukai pria yang ramah senyum tersebut.

Hanya Yoochun tidak percaya bahwa Yunho juga tertarik kepada Jaejoong karena seperti katanya tadi Yunho adalah Yunho. Dia baik, dan Yoochun tidak percaya bahwa Yunho melihat Jaejoong seperti sahabatnya melihat leader TVXQ itu. Maka saat keduanya datang kepada Changmin, Junsu, dan dirinya bahwa keduanya sedang berpacaran, Yoochun menghabiskan semalaman untuk meyakinkan Yunho bahwa pria itu tidak sedang bermain-main. Yunho tersenyum dan mengatakan bahwa dia yakin dengan semuanya.

Jadi, jangan salahkan Yoochun ketika dia membaca koran yang sama dengan yang dibaca Jaejoong tadi pagi, dia ingin melemparkan satu pukulan ke arah muka Yunho. Jaejoong tidak terlihat sedih. Sahabatnya itu terlihat kosong dan tak ada aura kehidupan. Beruntung hari ini JYJ libur sehingga – entahlah – Jaejoong dapat beristirahat. Junsu yang pertama kali menyadari perubahan emosi Jaejoong dan Yoochun yang kemudian mengetahui alasannya dengan koran yang dia baca.

Akan lebih mudah jika Jaejoong marah dan menangis atau setidaknya mengeluarkan sebuah ekspresi. Namun pria itu, seperti yang telah disebutkan, terlihat kosong dan itu membuat Junsu dan Yoochun tidak tahu harus berbuat apa. Keduanya saling melirik satu sama lain dan berkomunikasi mengenai apa yang harus dilakukan untuk setidaknya menghibur (mungkin) hyung mereka.

Junsu dan Yoochun kemudian memutuskan untuk menghampiri Jaejoong yang saat ini duduk di sofa dan menatap ke arah TV yang tidak dinyalakan. Keduanya duduk di samping Jaejoong dan terdiam tanpa mengucapkan apapun. Keheningan yang sangat menusuk.

”Aku tidak menduga hari ini akan datang secepat ini,” bisik Jaejoong perlahan. Kalimatnya itu sekaligus memecahkan keheningan yang tercipta. Junsu dan Yoochun saling berhadapan dan keduanya memutuskan untuk membiarkan hyung mereka untuk berbicara. ”Aku mencintainya dan aku tahu dia mencintaiku.”

Lantas kalau begitu kenapa Yunho melakukan hal itu? Yoochun ingin menyuarakan pikirannya, namun entah mengapa lidahnya terasa kelu.

”Dia menginginkan sebuah keluarga – seorang anak, dua atau tiga mungkin, dan aku – aku tak dapat memberikan hal itu kepadanya.” Suara Jaejoong terdengar parau seolah dia habis menangis. ”Dan gadis itu dapat memberikannya dan Yunho juga menyayanginya –” Jaejoong menyandarkan kepalanya ke atas sofa. Matanya menatap ke arah langit-langit di ruangan tersebut. ” – walau dia mengatakan tak seperti dia menyayangiku. Menyedihkan. Dan aku tahu – aku tak bisa –tak boleh menghancurkan mimpinya – kesempatannya untuk mendapatkan apa yang paling dia inginkan.”

Yoochun ingin sekali memeluk Jaejoong dan membiarkan pria itu menangis, tetapi memutuskan untuk mengurungkan niatnya. Junsu berdiri. Yoochun melihat bahwa sahabatnya itu berjalan menuju ke lemari es dan kembali dengan membawakan sekaleng bir untuk Jaejoong. Mungkin Junsu berharap alkohol dapat menenangkan Jaejoong –setidaknya. Pria itu mengambilnya, membukanya, dan segera meneguknya.

”Aku – kami sudah tahu hari ini akan tiba, entah dariku atau dari Yunho. Tuntutan, keinginan, mimpi. Ketiga hal itu tidak mudah. Waktuku dengannya – dengan Yunho begitu membahagiakan, kau tahu?” Jaejoong menatap Yoochun. Matanya menyiratkan pilu yang tak dapat diurai dengan kata. Bening bagaikan cermin. ”Dan mimpi itu harus selesai, kita harus terbangun.”

Yoochun menyadari bahwa Jaejoong ingin menangis, namun entah apa yang sudah diputuskan oleh sahabatnya itu sehingga Jaejoong memilih untuk tegar dan menerima semuanya. Sebenarnya Yoochun dapat menebak hal ini akan terjadi. Jaejoong dan Yunho memang nyata, tetapi senyatanya sebuah mimpi, mereka harus terbangun dan menghadapi kenyataan pahit. Apapun yang dimiliki oleh Yunho dan Jaejoong dulu – sampai sekarang dan ke depan mungkin, bukan hal yang dapat dimengerti dengan akal logika, juga dengan perasaan – dan Yoochun entah kenapa merasa tidak ingin mengetahuinya.

.

Because ’happily ever after’ only exists in fairytale
and the world we live is reality

.

Changmin sebenarnya tidak terlalu dekat dengan Yunho. Ironis, mengingat mereka adalah personil dalam satu boyband yang sama. Namun, Changmin tahu ketika Yunho terlihat sedih dan seolah menyesali keputusan yang telah dibuatnya. Changmin merasa bahwa hal itu yang dialami oleh Yunho saat ini. Leader-nya itu tampak sedikit menyesal dengan apa yang sudah terjadi. Changmin tidak perlu membaca koran untuk tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Yunho. Dia sudah tahu berita itu bahkan sebelum Yunho memutuskan untuk melakukan konferensi pers kemarin. Entah dia orang yang pertama diberi tahu atau tidak, Changmin tahu bahwa saat ini Yunho memerlukan seseorang untuk menjadi sandaran.

Sayangnya, Changmin tidak akan menjadi orang itu. Dia juga tidak akan pernah bisa karena sejak dulu tempat itu sudah diisi oleh Jaejoong. Changmin harus mengakui bahwa semenjak keduanya mengaku saling berhubungan, Changmin adalah orang pertama yang tidak begitu mendukung. Dia mungkin bukan homphobic, namun dia juga tidak terlalu supportive. Terlepas apapun, dia tetap menyayangi Yunho sebagaimana sesama personil menyayangi satu sama lain. Namun, perubahan sifat Yunho semenjak dia berpacaran dengan Jaejoong sangat kentara. Pria itu – Changmin tidak tahu bagaimana menjelaskannya – seolah seperti yang dikatakan dalam peribahasa, live to the fullest. Aura yang dipancarkan terkadang membuat Changmin merasa Yunho seperti seorang pangeran dalam dongeng yang menemukan belahan jiwanya – belahan jiwa yang hanya menjadi angin surga sesaat.

Yunho tidak berbicara apapun saat Changmin duduk di samping pria itu selesai latihan untuk MV baru mereka. Yunho terlihat berkeringat dan sedang berbaring dengan selembar handuk menutupi matanya. ”Kau tak mau berkata apapun?” tanya Yunho.

Changmin mengangkat kedua bahunya yang dia yakin tidak akan dilihat oleh Yunho. ”Kalau kau mau, aku mendengar,” ujarnya.

”Aku membutuhkan-nya,” bisik Yunho. Changmin tidak perlu mendengar kelanjutan Yunho untuk tahu siapa yang dimaksudkan Yunho. ” – tapi aku menginginkan-nya dan meski ini egois, namun aku tak dapat membiarkan dia begitu saja.”

”Jaejoong mengerti.” Itu bukan pertanyaan, melainkan sebuah pernyataan yang dapat dikonklusikan dari semuanya. Yunho mengangguk. Pria itu kemudian melepas handuk yang menutup kepalanya, namun masih tetap berbaring.

”Mungkin dia akan membenciku – Yoochun terutama. Haha,” Yunho tertawa, sebuah tawa yang menyayat hati siapapun yang mendengarnya. ”Aku bodoh, sepertinya, sangat bodoh mungkin.”

”Kau mencintai Jaejoong?”

Yunho beranjak dari posisinya dan mendudukkan dirinya di samping Changmin. Matanya menatap tajam kepada pria yang lebih muda darinya itu. ”Jangan sekalipun meragukan perasaanku terhadapnya,” desis Yunho.

”Tapi kau juga mencintai-nya.”

Yunho kemudian terdiam dan mengalihkan pandangannya dari Changmin. ”Mungkin, hanya saja, aku tahu bahwa aku tak boleh melepaskan dia, bahwa mungkin ini –”

”Kau bisa saja menyuruh dia mengandung anakmu dan tetap bersama dengan Jaejoong, terpikirkah hal itu? Banyak surrogate mother, jika kau mau.”

Melihat senyuman tipis yang diperlihatkan Yunho kepadanya mengertilah Changmin bahwa ini tidak semudah yang terlihat. Entah sejak kapan, nafas Yunho sudah terbagi dua – Jaejoong dan dia. Changmin hanya dapat menghela nafas. Memilih antara orang yang kau inginkan dengan orang yang kau butuhkan –

Changmin menggelengkan kepalanya. Itu bukan hal yang mudah, keputusan yang dia harapkan tidak perlu dia hadapi di kemudian hari.

”Changmin,” Yunho memanggilnya dengan lembut. ”Aku mencintai Jaejoong, sangat, tapi aku tak dapat melepaskan dia begitu saja.”

.

Between the one you need and the one you want
That is a decision you wish not to have

.

AN:

Just wanna say hi dan semoga kalian suka. Aku terima semua kritik saran dan mungkin cacian (?). Aku hanya berpikir bahwa ini semua mungkin dapat terjadi satu saat nanti dan mungkin ingin mencoba menerka sekiranya apa yang terpikir oleh keduanya. And like the title said ‘The worst is yet to come’ :’D

flower_015

 

_Verzeihen

 

 

Advertisements

18 responses to “The Worst is yet to Come

  1. Wah, judulnya bikin merinding yah. Tapi memang sesedih-sedihnya ff ini, msh sedih kalo yg terburuk itu terjadi besok ToT
    Ini ff realistis bgt deh. Dan kuharap kalo pun Yunho melakukan hal itu, Jaejoong juga bisa melakukannya. Walaupun aku tetap percaya sama YunJae, tapi siapa yg bakal tau, tentang masa depan?
    Semoga mereka bahagia.

    • Iya :’) dan kalau itu benar terjadi yang bisa kita lakukan hanya bisa mendukung mereka.
      Dan apabila itu demi kebahagian mereka, apa yang dapat kita perbuat selain mendoakannya? sobs
      sedih juga pas ngetik ini.

  2. hi. its been along time since i read your fict. and its been along time since i found yunjae’s fict with this realistic situation and hurt feelings.
    can i say that you wrote this fict based on my tweets before? hahahaha
    aku lgsg inget gara2 aku nulis ‘ini baru sungmin yg revealed pacar. gimana kalo yunho atau jejung’.
    uh oh its hurt. more hurt because is yunjae. my truly otp. hahaha:”)
    yah cepat atau lambat kita bakal dpt berita kayak gini dari yunho ataupun jejung.
    anyway… im glad that i can read your fict again kak! huhuhu luv♡

    • hi, thanks a lot for your compliments :*
      yup, kurang lebih. sebenarnya udah mau bkin sih, tapi pas dari twitter kamu lgsung kepikir. Ya coba buat aja mumpung lagi menmbooming (?)
      iya kan :’) otp kt yang saat ini masih tetap berlayar. sobs.
      thanks a lot, luvluv ;*
      kapan2 kt ketemuan lgi ya 😉 /winls

  3. Eonni .. eotthoke :@ awawawa… kasih lanjutannya donk :p
    Sengaja ya ambil masalah yang lagi booming di korea??
    Ngejleb banget kalo tiba-tiba ada news dadakan dari jae ato yun kaya begitu 😦 bisa 7 hari 7 malem mandi kembang #ehh
    Sedih deh… pokok.nya tetep nunggu mereka berdua konfirmasi hubungan xD
    Biarpun se-impossible apapun 🙂

    Eonni… aku masih menunggu ff yang lainnya diupdate hehee 😀
    Hwaiting!!!
    Ini mau dibawa kemana juga ff nya??

    • klo kelanjutannya nanti malah makin sedih :’)
      yup2 kurang lebih begitu, dan mau cba bkin dari otp eon terutama :’)
      ya, dan dunia akan seperti kiamat kayaknya. haha
      amin, kita hanya bisa menunggu dan mendoakan saja yg terbaik buat mereka.
      hmm, kayaknya hanya oneshot saja, gak ada ide buat ngelanjutin, nanti bakal jadi super angsty. kkk.

  4. aigoo…
    baca fict ini berasa baca FA yang menerangkan betapa rumitnya hubungan yunjae. in terlalu terlihat real. ah… tak bisa terbayangkan bagaimana kalau seandainya ini yang bakal terjadi besok.
    selama ini aku meyakinkan diriku bahwa mereka-yunjae- akan tetap bersama dan go public. apalagi stlh baca fact kalo ibunya yunho membebaskan yunho menikah dengan siapapun termasuk jaejoong kalo umur 30 dia belum menikah. tapi… kok dirasa rasa aga susah juga. yunho kan juga pria yang pengen punya keturunan. 😦
    jadi sedih kan…. 😦
    in semua akan lebih mudah kalo jae bisa mengandung #plakk *dipikir kaya di broken doll kali ye? #muuph kaka kekeke…

    kakak…. ff mu yang lain jangan lupa di update yaw… hihihi :3

    Faighting !! ^^

    • FA itu? makasih. sobs, dan aku berusaha supaya gak jadiin ini dbsk yang secanonnya karena begitu deh :’) nulis gini aja sudah sedih. huhu
      iya..biar bagaimanapun mereka masih tetap menginginkan darah daging mereka sendiri…dan yah…
      hahaha. klo bsa mpreg bingung juga nanti.
      semua cowok ganteng diembat /lho

  5. bener2 hub yg rumit,,
    apa lg mereka public figur,walopun bnyk yg mendukung,, tp bnyk jg yg menghujat,,

    tp aq uda kbnyang dr dl kl semisal kisah yunjae di real bkal spt ff ini,,

    wlpun aq tetep lebih bahagia kl yunjae is real dan itu terrealisasikan!!

    tp qta g tau masadpn gmn,
    yg penting mereka bahagia,,

    sbgai fans cm bs berharap n berdoa yg terbaik untk mrka,,

  6. “Memilih
    antara orang yang kau inginkan dengan orang yang kau
    butuhkan –”
    iya tau….betapa sulitnya ini….maka’y jadi nyesek kya gini baca’y T^T

  7. el kok ini ff sakitt bgt yaahhh
    kasihan jeje

    yeah klo real pasti sakit luar biasa

    seperti yg dikatakan changmin bs dilakuin ky gtu. mama buatan (?)
    setidaknya bs berakhir bahagia

    tp dia nya itu siapa??
    knp bs yunhooo?? /nanyayunie

    ahhhh ini di chapterin apa ga??
    apa udh end?
    duh

  8. Ini apaaaaaaa??? Tisu mana tisu *kejer*
    Uhhh rumit banget yaa, antara yang di inginkan dan yang di butuhkan? Ah entahlah 😦

    Kasihan umma~~~
    Ngebayangin kalo itu beneran gimana yaa~
    Ahhh ga bisa ngomong apa2 😥

    Ini ga ada lanjutannya eon?
    Kalo dilanjutin makin sedih tapi kalo ga dilanjutin penasaran /huweeeee/ *pelukeonni*

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s