Chapter 8: Jiyong


Kesempatan kali ini saya yang ingin mengatakan pada anda.

Jika anda TIDAK SUKA, JANGAN BACA!

Saya sarankan bagi anda jika TIDAK TAHAN, SILAKAN KEMBALI! Saya akan antarkan anda pada pintu keluar.

Intinya ketika anda memutuskan untuk membaca ini, silakan tanggung sendiri akibatnya dan JANGAN memarahi author hanya karena ketidak-mampuan anda untuk membaca!

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7

.

.

Chapter 8

.

.

Selamat pagi.

Saya yakin ini adalah hari yang paling anda tunggu, bukankah demikian?

Hari ini, akhirnya penantian anda semua akan terbalaskan. Akhirnya anda bisa melihat apa yang ada di balik pintu hitam itu.

Baiklah. Sebelum kita bersiap-siap masuk, akan saya jelaskan sebenarnya apa yang tersembunyi di sana.

Di balik pintu hitam itu terdapat tiga lantai dasar dengan tingkatan yang berbeda.

.

.

Saya akan sedikit menjelaskan sistem yang ada di sini.

Para slave yang dikumpulkan Yunho akan diuji oleh sang headmaster ke manakah para slave itu harus ditempatkan.

Misalnya di lantai pertama yang disebut green zone ini.

Ah, itu hanya namanya saja. Pada intinya lantai ini adalah tempat berkumpulnya para slave yang akan dilatih untuk menjadi pelacur atau nama lainnya pekerja sex.

Master yang bertugas untuk melatih di lantai ini adalah Minho dan Se7en.

Rasanya sudah tidak aneh bukan kalau mereka yang melatih para slave di lantai ini?

Lantai satu ini adalah lantai yang paling aman. Setidaknya mereka hanya perlu melayani nafsu dari orang-orang yang menyewa atau membeli jasa mereka melalui Yunho.

Ini sebuah rahasia, tapi karena saya sudah berjanji bahwa tak ada sesuatu yang disembunyikan, maka akan saya beritahukan pada anda.

Para klien Yunho bukanlah berasal dari kalangan menengah ke atas saja, tetapi juga mereka para politikus yang penuh dengan nafsu.

Ya, anggap saja itu hanya rumor yang tak usah anda percayai.

Setelah para slave di sini dilatih, ada juga beberapa rumah bordil atau club lainnya yang membeli para slave dari Yunho, tentunya dengan harga yang melambung tinggi.

Ah, ada juga mereka yang sengaja membayar Yunho untuk melatih para pekerja mereka di lantai ini agar bisa melayani pelanggan lebih baik.

Jadi tempat ini sebenarnya adalah taman uang bagi Yunho dan para master lainnya.

Pembagian hasilnya? Untuk hal itu saya juga kurang tahu, yang jelas semua sudah tertera dalam surat perjanjian yang ditandatangani oleh para master sebelum berada di sini.

.

.

Lantai berikutnya adalah yellow zone.

Mulai dari sini sebaiknya nanti anda jangan jauh-jauh dari saya. Para penghuni lantai ini tidak seramah di lantai sebelumnya, yah walau lantai sebelumnya bukan berarti ramah juga. Hanya sedikit lebih baik daripada mereka yang tinggal di lantai ini.

Penghuni lantai ini adalah mereka yang dilihat oleh Yunho mempunyai potensi untuk bekerja pada bagian black market.

Ah, anda tahu mengenai perdagangan gelap? Obat-obatan? Penjualan organ tubuh? Senjata api?

Ya, kurang lebih mereka yang ada di sini sudah dilatih oleh Yunho dan diberi pengetahuan mengenai tata cara perdagangan gelap.

Segala prosedur dan tiap bagian sudah diajarkan pada mereka.

Lantai ini juga terbagi pada beberapa bagian. Setiap bagian bertugas pada objek perdagangan yang berbeda.

Saya rasa anda tidak perlu tahu segalanya tentang detail. Terkadang ada kalanya lebih baik tidak mengetahui apa-apa daripada anda mengetahui semuanya.

Baiklah, ayo saya jelaskan tentang lantai berikutnya. Oh ya, hampir saja lupa, master yang melatih mereka adalah Siwon dan TOP.

Siwon karena mempunyai bakat bisnis sementara TOP, master satu ini pandai dalam melatih seseorang. Maka dari itu, dia yang ditugaskan untuk melatih para penghuni lantai ini.

.

.

Red Zone.

Penamaan itu sebenarnya saya yang buat, maaf, saya tahu saya kurang kreatif. Tapi, setidaknya seperti lampu lalu lintas yang ada.

Hijau berarti jalan.

Kuning artinya berhati-hati.

Merah berarti berhenti.

Intinya, saat anda berada pada lantai atas, tak ada masalah bagi anda untuk berjalan terus dan bertanya pada sang penghuni.

Pada lantai kedua, ada baiknya anda berhati-hati dalam pertanyaan yang ingin anda ajukan.

Dan pada lantai ini, lantai ketiga sekaligus lantai paling dasar, berhentilah bertanya.

Bukan, bukan karena saya tidak ingin menjawab, tapi bertanya kepada para penghuni di sana dan anda akan dimintai imbalan.

Anda tidak akan mau tahu apa arti imbalan bagi mereka.

Siapa yang tinggal di lantai ini?

Sebut saja mereka sebagai assassin, pembunuh bayaran, pembunuh profesional atau apapun. Intinya mereka diberikan sebuah keahlian untuk mengambil nyawa mereka yang diduga akan mengancam ketenangan struktur pemerintahan yang sudah dibangun.

Untuk hal ini saya rasa anda bisa menebak siapa yang akan mempekerjakan mereka yang ada di lantai ini.

Sayangnya yang melatih mereka bukanlah Yunho, melainkan Taecyeon dan Taeyang.

Yunho memiliki hal lain yang harus dikerjakannya dan dia tidak ada waktu untuk melatih mereka, itulah sebabnya dia mempekerjakan Taecyeon dan Taeyang di tempat itu.

Terkejut? Saya juga, tapi kejutan yang lain juga akan menanti anda.

.

.

Satu hal yang harus saya peringatkan. Di setiap lantai ada yang berkuasa. Lantai satu ada Kim Hyun Joong, namja tampan sekaligus cantik yang mempunyai keahlian yang tidak diragukan lagi.

Wajahnya yang ramah membuat orang sering salah menilainya. Intinya jangan pernah mencari gara-gara dengan dia di lantai ini.

Semuanya merasa segan terhadap dirinya.

Kenapa, anda tanya?

Karena dia satu-satunya yang berani menolak untuk disetubuhi oleh Yunho.

Sekaligus satu-satunya yang berhasil menyentuh Jaejoong.

Anda tentu ingat bahwa semua slave sedikit segan dengan Jaejoong karena status namja itu bukan? Tapi tidak dengan Hyun Joong. Bahkan mungkin dia pernah melakukan lebih sekedar dari menyentuh terhadap Jaejoong, tapi biarkan saja itu untuk menjadi angin lalu untuk saat ini.

.

.

Mari saya perkenalkan pada yang memimpin di lantai dua ini. Gong Minji namanya atau biasa dipanggil dengan sebutan Minzy.

Ah dan iya, dia adalah seorang yeojya. Anda jangan meremehkan dirinya. Meskipun masih tergolong muda, tahun ini dia baru berusia 19 tahun, kemampuannya di dalam profesi ini tidak bisa diragukan lagi.

Mempunyai ingatan fotografis yang bisa mengingat segalanya hanya dalam satu kali pandang menjadi nilai lebih dari dirinya.

Lagipula, dia juga mempunyai fisik yang kuat membuat dia ahli dalam beladiri dan memakai senjata kala terjadi baku tembak di tempat perjanjian.

Lantas, kenapa dia bekerja di bagian blackmarket dan bukan area red zone?

Mudah, ada alasan yang melarang dia untuk membunuh.

.

.

Sekarang akan saya perkenalkan anda pada sang penguasa di lantai tiga, sekaligus yang harus anda perhatikan.

Namanya adalah Kang Daesung atau biasanya dipanggil dengan sebutan D-lite.

Saya tidak tahu arti dari julukannya, yang jelas itu sudah menempel pada diri namja yang selalu memasang senyuman itu.

Memang benar kata orang untuk jangan menilai buku dari cover-nya. Sekilas, Daesung terlihat sebagai seorang namja yang ramah, namja yang rasanya tidak akan berani untuk memukul nyamuk sekalipun.

Kalau anda berpikir demikian, berarti anda sudah terjebak dalam tipu muslihatnya.

Inilah sebabnya dia yang menjadi penguasa dari tempat itu. Tak ada yang tahu isi hatinya, tak ada yang tahu kapan dia marah, kapan dia menunjukkan emosinya karena senyuman yang selalu terpasang di wajah namja itu.

Dan tak lupa, suaranya. Kala dia bernyanyi, ada sesuatu yang membuat jiwa pendengarnya terasa tentram, tapi itulah yang dimanfaatkan olehnya.

Di saat semua terlena akan suaranya, dia melancarkan aksinya. Datang dan pergi secepat angin hingga tak ada yang sadar bahwa itu adalah lagu pelantun kematian, yang diperdengarkan sebelum ajal menjemput mereka oleh Sang Dewa Kematian.

.

.

Jika anda bertanya apakah D-lite yang dimaksud adalah D-lite yang sama dengan yang dimaksud oleh Jiyong saat itu, jawabannya iya.

Jiyong dan Daesung berteman akrab karena Jiyong juga berada pada lantai yang sama. Bahkan, kalau saja TOP tidak mengambil Jiyong, mungkin saat ini dia yang akan menguasai lantai tersebut.

.

.

Cukup mengenai apa yang ada di balik pintu hitam tersebut, sekarang akan saya jelaskan tata cara dari acara hari ini.

Sekilas ketiga lantai yang saya sebutkan terdengar bagai lantai biasa, namun anda salah.

Di baliknya bagaikan maze atau sebuah labirin yang akan membuat anda tersesat jika anda tidak tahu jalan keluarnya.

Setiap mereka yang masuk pertama akan bersama dengan Taecyeon mencari jalan keluar dari tempat itu.

Jalan keluar bukan berarti maksudnya keluar dari tempat itu, hanya saja maksudnya tidak terjebak di dalam labirin yang tercipta.

Yang memberikan ide untuk membuat labirin adalah Yunho. Hal ini, katanya agar mencegah mereka untuk kabur dari sana.

Cara mereka keluar hanya dengan dituntun oleh para master atau Taecyeon dan Taeyang.

Anda mungkin akan berpikir bahwa ini akan sedikit kontradiksi dengan Jiyong karena kalau dia masuk ke dalam pintu itu berarti dia akan tahu jalan keluarnya juga bukan?

Anda tidak salah, sama sekali tidak, tapi saya belum selesai menjelaskan.

Beruntunglah – atau tidak – mereka mempunyai Minho. Dia bertugas untuk mengganti sistem labirin yang ada setiap satu bulan sekali. Tentunya diganti setelah para personal slave memasuki pintu hitam tersebut.

Sehingga tiap bulan tatanan tempat itu akan berbeda.

Lantas kenapa Jiyong bisa yakin bahwa dia tahu tempat yang aman untuk mereka?

D-lite, itu jawabannya.

Asalkan bisa menemukan tangga untuk menuju ke lantai paling bawah, Daesung akan menunggu di sana dan mengantarkan Jiyong ke kamar penguasa lantai tiga itu.

Sementara personal slave berikutnya akan dibiarkan mengelilingi tempat itu selama 30 menit.

Setelah 30 menit selesai, dia kemudian akan dibawa Taecyeon langsung menuju ke tempat yang sudah dipilih oleh sang personal slave yang pertama masuk, tak peduli meskipun tempat itu adalah sarang serigala karena tidak semua menyukai dengan kehadiran para personal slave.

Begitulah yang terjadi seterusnya sampai para personal slave memasuki tempat tersebut dan menghabiskan waktu di tempat yang telah dipilih oleh personal slave pertama dan mereka tidak boleh pindah ke tempat lain.

Mereka harus berdiam di tempat itu sampai para master memanggil mereka.

Misalkan saja setelah semuanya masuk ke tempat yang dipilih oleh Jiyong lalu 2 jam kemudian Se7en memanggil Changmin maka hanya Changmin saja yang bisa keluar. Begitu pula dengan yang lain.

Lalu kemudian semuanya keluar hingga tersisa Taemin saja, misalkan, maka dia harus sendiri di tempat itu sampai Minho memanggilnya.

Andaikan setelah lewat satu hari Minho tak kunjung memanggilnya, maka Taecyeon akan membawa personal slave itu keluar.

Selama ditinggal sendirian itu, Taemin harus bertahan. Jadi, personal slave pertama yang masuk benar-benar akan menjadi penentu bagi semuanya.

Anda mungkin berpikir, tidak ada bedanya kalau mereka berkumpul di tempat sana atau di lantai mereka bukan?

Tapi anda salah, 30 menit saat mereka berjalan di sana, berkelana sendirian akan terasa 30 tahun penuh penderitaan.

Apalagi saat hanya anda yang tersisa seorang diri di sana, ketika sang master belum memanggil anda. Neraka sungguh ada.

Percayalah karena saya juga pernah mengalaminya.

.

.

Terlihat di lantai 4 tempat para personal slave berkumpul tepatnya di kamar seorang Kwon Jiyong, sang pemilik kamar tengah bercermin di depan kaca. Dia mengenakan kemeja berlengan panjang dengan warna cokelat dipadu dengan celana berwarna biru muda terang. Hanya dia yang bisa mengenakan pakaian unique dan masih tetap terlihat stylish. Tapi, mari kita abaikan tentang hal tersebut. Dia tengah bersiul, sungguh tak tampak bahwa dia sebentar lagi akan memasuki sesuatu yang mereka sebut sebagai Hell’s Gate.

”Hyung,” panggil sebuah suara yang berasal dari seorang Shim Changmin.

Jiyong yang tengah bercermin segera memutar tubuhnya 90 derajat ke arah kiri. Dia melihat ke arah Changmin dan tersenyum lebar. ”Ada apa?” tanyanya dengan lembut.

Namja berbadan tinggi itu menggelengkan kepalanya dan segera masuk ke kamar. Dia menutup pintu Jiyong sembari perlahan mendekati sang pemilik kamar. Changmin sendiri baru pulang kemarin siang setelah pergi bersama dengan Se7en. Entah apa yang mereka lakukan hanya mereka berdua yang tahu, yang jelas sekali lagi Se7en membopong Changmin yang tengah tertidur – atau pingsan – ke dalam kamar namja bertubuh jangkung itu.

”Hyung, biar kugantikan saja, ne?” tawar Changmin dengan nada yang pelan. Dia segera duduk di pinggiran kasur Jiyong sehingga mau tak mau namja yang lebih tua itu harus memutar badannya agar keduanya bisa saling bertatapan.

Jiyong tentu saja menggelengkan kepalanya dengan cepat, tak lupa senyuman lembut menghiasi wajahnya. ”Ani, lebih baik aku yang masuk, lebih aman.”

”Hyung!” gerutu Changmin seperti anak kecil yang mainannya diambil. ”Aku bisa menjaga diriku sendiri,” bisik Changmin sekali lagi.

”Dengar Changmin, aku tahu apa yang ada di pikiranmu. Saat pertama masuk kau punya waktu 30 menit untuk mencari tempat, setelah itu kau akan menunggu lagi 30 menit sampai personal slave kedua datang. Jadi secara tidak langsung kau mempunyai waktu 1 jam sendiri. Jangan kau pikir aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikiranmu, lagipula aku rasa Yunho juga tidak akan membiarkan Taecyeon yang mengantarmu.”

Changmin memajukan bibirnya seperti seorang anak kecil yang tak mendapatkan apa yang dia inginkan. Jiyong terkekeh melihatnya dan mengelus kepala Changmin seperti seorang hyung. ”Here, aku tak mau Se7en memberimu pada Mitsu. Beruntung kau sudah lolos dari terkaman maut dirinya, kau tentu tidak mau mengadu nasibmu lagi bukan? Dan aku yakin kemarin Se7en juga sudah cukup menyiksamu. Berapa kali dia melakukannya?”

Semburat merah muncul di wajah Changmin. Dia menundukkan kepalanya untuk menghindari senyuman jahil hyung-nya itu. Jiyong segera mengambil posisi duduk di sebelah namja bertubuh jangkung itu. ”Sepertinya tidak perlu ditebak, ne? Aku bingung sebenarnya yang kuat itu kau atau dirinya ya?” ujar Jiyong dengan nada jahil.

”Aish, hyung!”

Gelak tawa kemudian memenuhi ruangan itu. Serasa damai seolah tak akan ada sesuatu yang terjadi. ”Hei, Minnie-ah, bolehkah aku bertanya?” tanya Jiyong setelah suasana di antara mereka kembali hening. Changmin menatap wajah Jiyong yang kembali serius dan kemudian mengangguk perlahan. ”Aku tahu tidak seharusnya aku ikut campur, tapi aku hanya ingin tahu. Apakah kau pernah bertemu dengan Taecyeon sebelumnya?”

Dia tahu cepat atau lambat pertanyaan seperti ini akan keluar dari mulut hyung-nya. Di antara keempat personal slave yang lain, Changmin memang lebih dekat dengan Jiyong. Hyung-nya itu seolah mempunyai sebuah kekuatan ’gaib’ yang bisa mengerti perasaannya, mengetahui apa yang disembunyikannya. ”Kalau kau tidak mau jawab juga tidak apa-apa, aku hanya ingin bertanya,” ujar Jiyong ketika melihat perubahan ekspresi di wajah  Changmin.

Personal Slave Se7en itu menggigit bibir bawahnya sembari memalingkan wajahnya untuk menghindari menatap sepasang mata milik Jiyong. ”Tidak,” jawab Changmin dengan tegas. ”Aku tak pernah bertemu dengan Taecyeon sebelumnya.”

Kedua alis mata Jiyong terangkat seolah dia tidak percaya dengan jawaban yang baru saja dia dengar. Tidak pernah bertemu? Tapi kenapa tatapan Taecyeon terhadapnya seolah –

”Taeyang, justru dialah yang pernah kutemui sebelumnya,” jawab Changmin dengan nada sendu. Dia memutar kepalanya dan menatap sepasang orbs bening milik Jiyong. ”Taecyeon, aku baru bertemu dengannya hari itu ketika Yunho membawaku ke tempat ini.”

Ingin bertanya, tapi seolah menambah goresan pada luka yang sudah bernanah. Akhirnya Jiyong hanya bisa menghela nafas dan memeluk Changmin, membiarkan kepala sang dongsaeng bersandar pada dada bidangnya. ”Arasso, dengar, kami ada di sini untukmu, ne? Mungkin kita sudah tidak akan bisa keluar –”

”Aku tak akan pernah mau keluar,” sela Changmin dengan cepat. ”Tak adalagi yang memerlukanku di luar sana, tak adalagi,” bisiknya pelan bagaikan sebuah mantera membuat Jiyong yang mendengarnya semakin sedih.

”Ne, kami tak akan meninggalkanmu, setidaknya aku tidak akan meninggalkanmu,” bisik Jiyong untuk menenangkan dongsaengnya.

”Pada akhirnya kematian akan memisahkan kita semua, hyung.”

”Kalau begitu sampai kematian memisahkan kita. Geez, ini seperti lamaran pernikahan saja,” desis Jiyong dengan nada bercanda membuat Changmin terkekeh di dalam pelukannya.

Setelah itu suasana kembali hening, tapi tidak terlalu mencekam seperti sebelumnya. Hanya kehangatan dan pengertian yang terbagi di antara mereka. Keduanya saling terdiam, mencoba untuk menenangkan satu sama lain. Dalam hati mereka berpikir, mungkin inilah keluarga, mungkin inilah arti memiliki.

Tak lama pelukan keduanya terlepas. Jiyong merapikan poni dongsaengnya itu dan mengecup kening Changmin dengan lembut. Seulas senyuman terukir di wajahnya. ”Kalau begitu, kau istirahat dulu, ne? 2 jam cukup untukmu istirahat lagi dan ya, kau yang akan masuk terakhir, oke?”

Changmin hanya bisa mengangguk pelan ketika melihat ekspresi hyung-nya yang sudah kembali mengeras. Ingin melawan dia tahu tak ada gunanya, lagipula dia benar-benar membutuhkan istirahat setelah dua hari berturut-turut tenaganya diperas. ”Bagus, sekarang ayo kembali ke kamarmu.”

Tok. Tok.

Keduanya segera mengalihkan kepala mereka ke arah pintu Jiyong yang diketuk. Kenop pintu perlahan terbuka dan tampaklah sosok Taecyeon yang memakai pakaian sehari-harinya, kemeja putih berlengan panjang dan celana jeans panjang, sedang berdiri di sana. Wajahnya tak ada ekspresi meski sekilas tampak ada ekspresi senang kala matanya terhenti pada sosok Changmin. ”Sudah waktunya,” ujarnya dengan pelan.

Jiyong mengangguk dan kemudian mengecup kening Changmin perlahan. Dia mengelus kepala dongsaeng yang badannya lebih tinggi darinya itu dengan lembut. ”Istirahatlah, ne?” pesannya sebelum kemudian berjalan keluar dari kamarnya. Saat Taecyeon sedang menutup pintu kamar Jiyong, matanya menatap ke arah Changmin sekilas dan seulas senyuman sendu terukir di keduanya. Keduanya saling mengangguk sebagai sapaan dan kontak mata itu hilang kala Taecyeon menutup pintunya.

”Dan semuanya akan hilang dengan kematian. Kita tak lebih bagai angin yang berhembus. Tak terlihat oleh semuanya, hanya bisa dirasakan oleh mereka yang didekati sang angin. Meninggalkan jejak kesejukan. Tak terlihat, tak terlihat. Apakah seperti itu aku di mataMu, hei Tuhan? Bagaikan angin yang tak mempunyai bentuk?”

Entah kepada siapa ucapan itu sebenarnya ditujukan. Satu hal yang pasti, Changmin terus menggumamkan hal yang sama sembari terbaring di ranjang Jiyong. Ini salah satu kebiasaannya saat hari ini tiba. Menggumamkan sesuatu dan mempertanyakan arti keberadaannya. Bagai sebuah kaset rusak, dia akan terus mengulang hal yang sama. Sungguh menyedihkan.

.

.

Ada apa?

Oh, baiklah kalau anda bilang tidak ada apa-apa.

Mari sekarang kita ikuti Jiyong.

Ingat, jangan jauh-jauh dari saya.

Eh, TOP? Dia sedang menunggu di dalam ruangan Yunho, di depan pintu.

Tenang saja. TOP adalah orang yang selalu memegang janji.

Kalau dia berjanji akan bersama dengan Jiyong, maka dia akan menepatinya.

.

.

”Silakan masuk, TOP-shi dan Yunho-shi sudah menunggu anda di dalam,” ucap Taecyeon sembari membukakan pintu ruangan Yunho untuk Jiyong yang hanya mengangguk sebagai jawaban.

Di dalam terlihat TOP yang sedang melipat tangannya dan menyandarkan badannya di samping pintu hitam yang berdiri tegak di hadapannya. ”Jadi kau yang pertama?” tanya Yunho memecah keheningan yang hadir.

Jiyong mengangguk dengan mantap. Matanya tak pernah lepas dari sosok Yunho yang sedang duduk di atas meja. Setiap melihat Yunho, dia selalu merasa bahwa sang headmaster memiliki sesuatu yang membuatnya tertarik. Karisma? Tidak, master-nya (TOP) lebih berkarisma daripada Yunho –menurutnya. Leadership? Mungkin, mengingat di usianya yang muda, Yunho bisa mengontrol Se7en yang notabenenya lebih tua darinya. Entah apapun yang dimiliki oleh Yunho, hal itu membuat Jiyong tertarik, seolah ada magnet yang tersembunyi.

”Baiklah, TOP kau serius mau masuk ke dalam?” TOP mengangguk. Matanya tak pernah lepas dari sosok personal slave-nya yang sedari tadi menatap Yunho untuk menghindari tatapannya. ”Arasso, kalau begitu Taecyeon tak usah menemani Jiyong,” ujar Yunho. Sang headmaster kemudian berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah pintu. Dia membukanya dengan memasukkan password pada tombol yang ada. Setelahnya dia menempelkan sidik jarinya kemudian retina matanya. Pintu itu kemudian terbuka dan dibaliknya terdapat lagi sebuah pintu besi seperti brankas besar. Di tengahnya terdapat sebuah kunci putar. Yunho memutar untuk memasukkan kombinasi yang tepat.

Sementara itu Jiyong perlahan melangkah menuju ke arah TOP dan Yunho. Kala pintu terbuka, Yunho segera mempersilakan keduanya untuk masuk. ”Kau tahu apa yang kau lakukan, TOP?” tanya Yunho untuk memastikan.

”Seperti kau tidak tahu diriku saja, Yunho,” balas TOP dengan nadanya yang lebih ceria. Yunho hanya menghela nafas dan kemudian menatap punggung keduanya yang sudah menghilang di dalam pintu hitam.

Dia kemudian menatap anda dengan narator yang hanya berdiri mematung. ”Kau tidak mau masuk?” Anda yang sempat terpana sesaat akhirnya mengangguk dan kemudian melangkah masuk ke dalam. Rasa penasaran dan ekspetasi memenuhi diri anda. Takut dan gugup bukanlah hal yang janggal. Ada sebuah sensasi tersendiri ketika anda melangkah masuk. Kegelapan yang pertama anda dapati sebelum mata anda akhirnya terbiasa dengan cahaya yang ada di baliknya. Mata anda tak pernah lepas dari sosok TOP dan Jiyong yang sudah berjalan di depan anda.

Blam.

Anda terkejut ketika Yunho menutup pintu. Kegelapan yang tadi meliputi anda sekarang hilang dan digantikan oleh lampu berwarna putih yang begitu terang. Anda berpikir bahwa tempat ini lebih cocok sebagai rumah sakit karena warna putih yang lebih mendominasi daripada penjara seperti yang anda duga. Sungguh hal yang berbeda.

.

.

Khekhe. Sepertinya anda berpikir bahwa tempat ini penuh dengan kegelapan dan aroma tak sedap ya?

Well, bukankah saya katakan jangan berpikir terlalu jauh?

Lagipula Yunho mencintai kebersihan. Kebersihan dalam artian para slave-nya tidak ternodai dan terkena penyakit yang aneh.

Warna putih juga menurutnya sebagai warna alami.

Kenapa? Ah saya tahu, anda berpikir tempat ini seperti rumah sakit jiwa, benar bukan?

Memang tidak salah juga, tempat ini bagaikan tempat bagi mereka yang sudah kehilangan jiwanya di masyarakat.

Sudahlah, lebih baik sekarang kita ikuti saja Jiyong. Anda tentu tidak mau terjebak di tempat ini bukan?

.

.

Hening.

Itulah suasana yang tercipta di antara keduanya. Jiyong berjalan di depan sementara TOP mengikutinya dari belakang. Tangan TOP terselip di saku yang terdapat di sweater-nya. Keduanya berjalan di dalam keheningan. Sang master hanya terdiam dan sesekali melirik ke arah kanan dan kirinya tempat para slave di lantai 1 tengah berdiam. Saat ini waktu menunjukkan pukul 8, tandanya mereka baru bangun dan akan memulai aktivitas belajar mengajar mereka.

Jiyong berjalan dengan pasti, tampak tak ada keraguan sedikitpun di matanya ketika melewati tempat itu seolah dia sudah tahu ke mana harus melangkah. Namja yang bersiul-siul atas kehadiran Jiyong langsung diberikan tatapan tajam oleh TOP dan seketika membungkam namja tersebut. Suasana hening di antara mereka sempat tergantikan oleh kerusuhan dari para penghuni namun sekali TOP melirik ke arah mereka, hening kembali tercipta.

”Sudahlah, seperti kau tidak tahu kebiasaan mereka,” ujar Jiyong yang akhirnya merasa bahwa kelakuan TOP tak diperlukan.

”Dan seperti kau tidak tahu bahwa sebenarnya aku sangat tidak suka kau yang pergi pertama,” desis TOP tak kalah sinis.

Langkah Jiyong terhenti. Dia memutar badannya dan menghadap ke belakang, tempat TOP berdiri. ”Jadi? Kau berharap aku membiarkan mereka yang tidak tahu seluk beluk tempat ini? Dan kau akan membiarkan menunggu sampai kau memanggilku di tempat yang tidak kuketahui? Apa perlu kuingatkan apa yang terakhir kali terjadi ketika waktu itu Taemin yang pertama masuk?”

”Kuharap kau mengerti, salahkan saja Yunho untuk hal ini,” desis Jiyong ketika tak mendapat respon dari TOP. ”Untuk apa membawa kita keluar dari tempat ini jika kita harus diingatkan kembali?”

”Agar kau berusaha untuk tetap memberikan yang terbaik,” jawab TOP dengan tenang.

Helaan nafas keluar dari mulut Jiyong. ”Memberikan yang terbaik, eh? Pada akhirnya kita sendiri tidak tahu apa arti dari yang terbaik itu bagi dirinya bukan,” gumam Jiyong.

Suasana di antara keduanya kembali hening sampai akhirnya suara teriakan memecahkannya kembali. Teriakan itu adalah tanda bahwa salah satu pelajaran untuk slave di sana sudah dimulai. ”Minho sudah datang rupanya,” bisik TOP. Dia kemudian melirik jam tangan digitalnya yang menunjukkan angka ’08:06’.

”Dan jika kau keberatan, kau boleh tinggalkan aku, aku hanya punya 20 menit lebih sedikit untuk mencari jalan ke tempat Daesung,” ujar Jiyong.

Akhirnya keduanya kembali berjalan. Jiyong sempat terhenti di satu jalan buntu, namun seolah dia tahu, dia mendorong dinding tersebut yang rupanya adalah sebuah pintu putar. Di baliknya terdapat sebuah tangga menuju ke lantai bawah. Dia mengambil nafas panjang sebelum melangkah masuk ke dalam.

.

.

Tempat yang kita lewati baru saja adalah lantai satu.

Maaf karena anda tidak bisa mengamati tempat itu karena Jiyong harus segera menggunakan waktunya untuk mencari tempat ke arah Daesung.

Kalau anda tanya, sejujurnya saya juga tidak tahu bagaimana dia tahu jalan ke lantai tiga.

Mungkin Daesung memberitahukannya?

Ah, sudahlah, ayo silakan masuk ke yellow zone.

.

.

”Selamat datang, oppa,” sapa sebuah suara tinggi yang terdengar ramah. Pemilik suara itu adalah seorang yeojya berambut pendek dengan wajah imut. Dia mengenakan tank top putih yang dipadu dengan mini jeans. Ikat pinggang yang dikenakannya terdapat dua pisau berukuran beda di sebelah kiri dan satu senapan kecil di bagian kanan. Kakinya menggunakan sepatu wedges dengan tali yang saling menyilang pada bagian depan. Pergelangan kaki kanannya terdapat pisau kecil lain. Sepertinya ada beberapa lagi yang disembunyikan oleh yeojya itu, tapi entah di mana.

Jiyong tersenyum lembut. ”Minzy-ah, kenapa kau berpakaian seperti itu?” tegur Jiyong.

Minzy hanya tersenyum sembari memutar pocket knife yang dipegangnya di tangan kanannya. ”Lebih nyaman dan memudahkanku untuk bergerak, wae?”

TOP hanya tersenyum kala melihat Jiyong menghela nafas panjang. Tentu saja personal slave-nya khawatir karena bagi Jiyong, Minzy sudah seperti salah satu dongsaeng-nya. ”Ah, TOP-oppa, annyeong,” sapa Minzy dengan ramah. Sepertinya dia sudah terbiasa dengan kehadiran TOP mengingat master itu adalah salah satu yang melatih dirinya. ”Sepertinya kita tidak akan berlatih hari ini ya?”

”Ne,” jawab TOP disertai anggukan dari sang master. ”Bagaimana dengan transaksi dengan Buffalo kemarin?” tanya TOP sekedar basa-basi.

Senyuman lebar terukir di wajah manis Minzy. ”Ah, semua berjalan lancar, oppa, si Antonio yang berdelusional dirinya adalah Todaro yang terlahir kembali tidak ada apa-apanya,” jawab Minzy dengan nada ceria. Rasanya senang bisa membanggakan sesuatu di hadapan TOP.

”Arasso,” angguk TOP.

”Kau sudah akan pergi, oppa?” tanyanya pada Jiyong yang terlihat sedang mengelilingi ruangan yang mereka tempati sekarang, seolah sedang mencari jalan keluar. Jiyong mengangguk.

”20 menit lagi, Minzy, aku harus segera mencari jalan keluarnya,” gumam Jiyong.

Minzy kembali tersenyum lebar. ”Aish, oppa, memangnya kau pikir untuk apa aku ada di sini? Menunggumu, huh?” tanya sang yeojya sembari berdecak pinggang seolah sedang kesal. ”Daesung mengirimku ke sini, oppa. Mari, aku antarkan. Tenang saja, mereka di sini tidak ada yang berani melawan Jiyong, sang G-dragon yang terkenal, bukan?” goda Minzy sembari mengedipkan matanya.

Jiyong kembali menghela nafas entah keberapa kalinya hari itu. ”Arasso, tapi lebih baik kau menutupi pakaianmu dulu, aku tidak mau kau dimarahi,” tegur Jiyong yang melihat penampilan Minzy yang sedikit terbuka.

Sang yeojya hanya menyengir dan kemudian mengambil kemeja berwarna cokelat muda yang bersandar di kursinya tadi. ”Ah, TOP – oppa, sebelum aku lupa, ini!” TOP menangkap sebuah koin logam yang dilemparkan Minzy tadi. Seulas seringaian terpasang di wajahnya. ”Han Eun Kyung menemukannya di tempat pertemuan kita kemarin, aku rasa itu penting?”

TOP hanya mengangguk dan mengucapkan terima kasih kepada Minzy. Setelahnya, dia memasukkan koin logam yang terbuat dari emas itu ke dalam saku celananya. Ekspresi kepuasan terpasang di wajahnya. Jiyong tidak bertanya apapun mengenai arti koin logam tersebut, tapi sepertinya dia bisa menebaknya. Hanya saja, ada kalanya dia berpura-pura untuk terdiam dan tidak tahu menahu tentang apapun.

.

.

Jangan anda pernah meremehkan Minzy.

Wajahnya memang manis dan terkesan cool, tapi kemampuannya?

Jangan diremehkan.

Tapi satu hal yang bisa membuat anda merasa lega, Minzy tak pernah membunuh orang.

Tak pernah.

Karena dia berjanji pada Daesung untuk tidak pernah membunuh orang.

Apa hubungannya dia dengan Daesung?

Sebentar lagi anda akan tahu.

Kalau boleh saya katakan, hubungan mereka sangat dekat, terlampau dekat.

.

.

Minzy membawa kedua tamunya berjalan melewati lantainya. Semua penghuni yang sedang saling berlatih satu sama lain untuk pelajaran bela diri berhenti untuk memberi hormat kepada yeojya dan dua orang tamunya. Setelah melalui pintu yang ada, Minzy kemudian berbelok ke arah kanan.

”Minzy?”  tanya Jiyong yang cukup merasa aneh atas perubahan sikap Minzy.

Yeojya itu kemudian memutar badannya sehingga berhadapan dengan TOP dan Jiyong. ”Ne?”

”Ada apa?” tanya Jiyong kembali. ”Apa ada sesuatu yang mengganggumu?”

”Mungkin,” jawab Minzy seadanya.

Jiyong menghela nafas, tampaknya akan sangat susah untuk mendapatkan informasi dari Minzy jika yeojya itu sudah mengeluarkan sifat seperti ini. Dia tahu ada sesuatu yang disembunyikan oleh dongsaengnya, tapi kalau sang dongsaeng sendiri tak mau berbicara, apa yang bisa dia lakukan bukan? ”Oh ya TOP – oppa, kemarin Ren melaporkan kalau persenjataan sudah mulai menipis, sepertinya kita harus kembali membeli pasokan senjata dari keluarga Sicilian.”

”Arasso,” respon TOP.

Rasanya sungguh aneh mengingat seharusnya Minzy bersifat lebih sopan terhadap TOP yang notabenenya adalah sang master. Tapi, mengingat bahwa waktu yang dihabiskan oleh TOP dengan Minzy juga tak sedikit juga mengingat sifat TOP yang sebenarnya ramah, hal ini tidaklah aneh.

Langkah ketiganya kemudian terhenti pada sebuah pintu yang memiliki banyak jarum besar di depannya. Pintu yang seolah tak memiliki kenop pintu dan tak bisa terbuka. Jarum itu begitu tajam, terlihat kemeja Minzy ada yang sedikit robek karena terkena sayatan dari ujung jarum tersebut. ”Aish, katakan kepada Minho untuk tidak menggunakan jarum seperti ini,” desis Minzy. Matanya kemudian seolah mencari sesuatu di antara barisan jarum yang seolah menantangnya itu.

Setelah mendapatkan apa yang dia cari, dia menarik satu jarum tersebut yang ternyata adalah kenop dari pintu tersebut. ”Harus kuakui, Minho cukup kreatif,” puji sang yeojya dengan lembut. ”Silakan, oppa, Daesung sudah menunggu di bawah.”

Jiyong mengangguk. ”Kau tidak ikut?” tanya Jiyong.

Minzy menggeleng dengan cepat. ”Mungkin nanti, kalau dia tidak sabar, suruh dia sendiri yang ke sini, aku sibuk,” gumam Minzy dengan nada dan ekspresi yang kesal.

Dia hanya melambai ketika Jiyong dan TOP kembali melangkah menuju ke lantai paling dasar. Helaan nafas keluar darinya diiringi dengan ekspresi kecewa. Tangannya menggenggam jarum tersebut dengan erat. Dia berdiri di depan pintu cukup lama sampai tak melihat sosok kedua oppa-nya. Pintu pun kemudian tertutup, tentunya setelah anda juga ikut melangkah masuk ke dalam.

.

.

Dan inilah lantai paling dasar.

Lantai yang sebenarnya paling penuh dengan bahaya yang menanti.

Maaf karena anda tidak bisa banyak berkeliling.

Bukannya saya tidak mengijinkan, mungkin nanti saat personal slave berikutnya masuk?

Sekaligus anda bisa menghabiskan waktu dengan Taecyeon bukan?

Saya yakin itu juga adalah salah satu hal yang anda tunggu-tunggu.

.

.

Namja berambut pirang yang hanya memakai kaos putih dipadu dengan celana panjang berwarna hitam tengah berdiri di dalam sebuah ruangan. Suaranya menggumamkan sebuah senandung melodi yang menentramkan jiwa. Badannya sedang duduk di atas ranjangnya dengan kedua matanya yang tertutup, seolah sedang menghayati lagu yang sedang dia gumamkan.

Perlahan kedua kelopak matanya terbuka ketika mendengar sebuah suara pintu yang tertutup. Dia langsung berdiri dan berjalan keluar dari ruangannya. Badannya melengkung ke belakang untuk menghindari pisau yang melesat dari arah samping. Sedikit saja refleksnya telat dan mungkin dia hanya tinggal nama.

Tangan kirinya dikeluarkan dari saku celana dan seperti sedang melempar sesuatu pada arah kiri, tempat datangnya pisau terbang tadi. ”Urgh.” Terdengar suara erangan dari arah sana membuat seringaian tampak di wajahnya. Kali ini dia bersiul, menyenandungkan sebuah melodi yang terdengar ceria.

Gerakannya terlihat begitu indah dan lembut. Kepalanya dimiringkan sedikit ke arah kanan untuk menghindari peluru yang kali ini melesat dari depan. Sekali lagi tangan kirinya melemparkan sesuatu yang berkilau terkena pantulan cahaya. Ketika melihat lebih dekat lagi, sesuatu itu ternyata adalah sebuah koin logam berwarna emas. Koin logam yang sama seperti yang dilempar Minzy kepada TOP tadi.

Baby, don’t cry, baby don’t cry, baby don’t cry. Someday you’ll shine, please give me your smile.

Kali ini dia mengambil langkah sedikit lebih panjang sembari melengkungkan tubuhnya ke belakang untuk menghindari seuntai benang yang ada di hadapannya. Benang yang begitu tajam dan bisa memotong apapun. Setelah melewatinya, dia kemudian berhenti di depan benang tersebut dan mengeluarkan kedua tangannya untuk melemparkan dua koin ke sampingnya.

Baby don’t cry, baby don’t cry, baby don’t cry. One more time, for me, just give me your smile.”

Dia tersenyum lebar begitu matanya melihat siapa yang berdiri di hadapannya. ”Hyung!” serunya dengan ceria. Senyuman yang terukir di wajahnya membuat matanya yang sipit terlihat semakin sipit seperti membentuk sebuah garis horizontal.

”Daesung,” sapa Jiyong dengan nada yang ringan. Dia mengangguk dan kemudian membalas pelukan yang diberikan Daesung ke arahnya. ”Aku pinjam koinmu,” bisiknya di daun telinga Daesung yang dijawab dengan tepukan pada pundaknya.

Sret.

Koin logam yang tersimpa di saku celana bagian belakang Daesung dilempar oleh Jiyong melesat ke arah seorang namja yang bersiap untuk melempar sesuatu ke arah Daesung. Mungkin namja itu beranggapan ini adalah kesempatan untuk menyerang Daesung yang terlihat lengah. Koin tersebut kemudian menuju ke arah tangan kanannya membuat dia melepaskan sesuatu yang berbentuk seperti tabung dari tangannya. Erangan kesakitan terdengar dari dirinya, tapi ketiganya seolah tak peduli. ”Mereka yang keberapa?” tanya Jiyong dengan tenang sembari mempererat pelukannya.

”Entahlah, kau tahu aku tidak suka berhitung hal-hal tak berguna seperti itu, hyung,” jawab Daesung dengan nada ceria.

Pelukan keduanya kemudian terlepas. Seulas senyuman terukir pada wajah keduanya. Tak lama karena kemudian Daesung terlihat bingung. Matanya seolah mencari sesuatu yang dia harap ada di sana. ”Mencari Minzy?” tanya Jiyong yang seolah tahu ekspresi dongsaeng-nya. Daesung mengangguk. ”Dia berpesan kalau kau tidak sabar, kau saja yang datang ke sana,” ujar Jiyong dengan perlahan.

Daesung kembali menghela nafas. ”Aish, dia ini!” gerutu Daesung yang membuat Jiyong merasa sedikit geli. Dia mengacak-acak rambut Daesung dengan gemas. ”Hyung!” tegur Daesung seperti seorang anak kecil. Sungguh tak bisa dipercaya kalau dia adalah the most wanted killer in the world.

”Sudahlah, sana pergi. Aku pinjam kamarmu seperti biasa, ne?”

”Hn, tapi hyung kau tidak boleh membukakan pintu jika bukan diriku, ne? Dan kalian!” seru Daesung sembari menunjuk ke arah keduanya. ”Aku tidak mau ada bekas kalian di atas ranjangku, arasso?”

TOP terkekeh sementara kedua pipi Jiyong sudah memerah. Dia mengerti apa maksud dari perkataan dongsaeng-nya itu. ”Daesung!” tegur Jiyong yang hanya dijawab kekehan dari sang namja. Sementara Daesung? Namja yang terkenal dengan sebutan D-lite itu sekarang tampak seperti seorang dongsaeng layaknya dongsaeng jenaka pada umumnya.

Setelah memastikan bahwa TOP dan Jiyong sudah aman di kamarnya, diapun kemudian meninggalkan kamarnya. Ke mana, anda tanya? Ke tempat Minzy berada.

.

.

Anda tentu sudah bisa menebak hubungan dari Minzy dan Daesung bukan?

Benar, keduanya memiliki sebuah hubungan yang anda katakan sebagai pacaran.

Memang benar di balik pintu hitam tak pernah ada kata Cinta.

Tapi, bukan berarti tidak ada rasa ketertarikan semu itu.

Mereka tak mengenal arti Cinta.

Apa yang menurut anda Cinta, menurut mereka bukan.

Entah mereka menyebutnya dengan apa, tapi yang jelas rasa untuk saling melindungi itu ada.

Setidaknya itulah yang dirasakan Daesung dan Minzy.

Alasan kenapa Minzy dilarang membunuh?

Daesung yang memohon kepada Yunho. Dia bersikeras untuk membiarkan Minzy berada pada lantai dua, sebaliknya dia akan menggantikan Minzy dan menjadi yang terbaik.

Sebuah pengorbanan yang harus dilakukan oleh Daesung, anak dari seorang pendeta yang terlantar.

Jika anda mau mengatakan ini adalah Cinta, itu adalah hak anda, saya tak melarang.

Tapi jika anda mengatakan hal ini kepada mereka, maka anda hanya akan ditertawakan.

Karena bagi mereka hal itu bukan Cinta.

Sebuah ironi kehidupan bukan?

.

.

Blam.

Begitu pintu kamar Daesung tertutup, tanpa menghabiskan banyak waktu, TOP langsung mendorong tubuh Jiyong yang notabenenya lebih kecil darinya hingga menabrak dinding. Suara ’Bug’ yang begitu keras langsung terdengar kala punggung Jiyong menyentuh dinding. Namja manis itu tak sempat memberikan reaksi apapun karena detik berikutnya bibirnya langsung dikunci oleh sang master.

”Urnghh,” erang Jiyong.

Tangan kanan TOP perlahan menyusup ke balik kemeja yang dikenakan Jiyong sementara tangan kirinya sekarang sudah menahan kedua pergelangan tangan Jiyong yang diletakkan di atas kepala. ”Mash…hah…master,” desah Jiyong kala bibir TOP sudah terlepas darinya.

”Daesung sudah berpesan kalau kita jangan meninggalkan jejak di dalam ruangannya, aku ingin sekali-sekali melihatmu menelan cairanku sampai tak bersisa, bisa?” bisik TOP dengan nada seduktif pada daun telinga Jiyong yang seketika membuat wajah sang personal slave memerah bagaikan tomat. Tanpa menunggu jawaban dari Jiyong, TOP langsung memosisikan Jiyong tepat di antara selangkangannya.

Dia membuka resletingnya sehingga kejantanannya yang terkurung di balik celananya tadi sekarang terpampang dengan jelas di hadapan Jiyong yang tengah berjongkok di bawahnya.

Gulp.

Jiyong menelan ludah sebelum memasukkan kejantanan master-nya di dalam mulutnya. Butuh beberapa detik baginya untuk menyesuaikan mulutnya dengan ukuran master-nya yang tak bisa tergolong kecil itu. Mulutnya terasa penuh dan sesak karena berisi milik sang master. Satu hal yang patut dia syukuri setelah keluar dari lantai tiga itu adalah dimiliki oleh TOP. Setidaknya TOP memperlukannya lebih lembut dibanding master yang lain terutama Yunho yang pertama kali menyetubuhinya. Memang hanya satu hal yang patut dia waspadai dari TOP adalah keposesifan yang juga dimiliki oleh namja itu. Dia sangat tidak suka ketika Jiyong berinteraksi dengan yang lain terutama Dara. Mungkin karena TOP tahu perasaan Dara terhadapnya atau karena Dara adalah mantan tunangan dari Jiyong dulu.

”Ahh…so good…bitch…” desah TOP yang merasa nikmat kala mulut hangat Jiyong membungkus kejantanannya.

Tangannya membantu mengatur gerakan kepala Jiyong yang sedang mengulum miliknya. ”Faster…slut! Whore!” seru TOP.

”Can’t you do anything better?” ucapnya dengan nada kasar kepada Jiyong. Sementara sang slave kembali melanjutkan aktivitasnya, mencoba mengabaikan kata-kata kasar dari master-nya.

Slurp.

Lidah Jiyong dengan lihai menjilati sekaligus mencicipi kejantanan TOP. Wajahnya tampak tak ingin menyia-nyiakan setiap inci dari master-nya. Tangannya memegang milik TOP pada posisi yang pas. Lidahnya kembali menjilati precum yang mulai keluar dari ujung kejantanan TOP. Dan sekali lagi dia kembali memasukkan kejantanan TOP ke dalam mulutnya. Gerakannya dipercepat sesuai dengan aba-aba dari sang master.

I want to cum on your face,” bisik TOP yang segera menarik kepala Jiyong dari kejantanannya.

Splurt.

Cairan putih kemudian keluar dari ujung kejantannya menuju ke arah Jiyong yang sudah membuka mulutnya lebar-lebar siap untuk menerima cairan dari sang master. Cairan tersebut tersebar ke beberapa bagian, ada yang masuk ke dalam mulutnya, ada yang mengotori wajahnya yang manis, dan ada juga yang jatuh ke lantai. Jiyong menggunakan tangannya kemudian menjilati sperma yang ada di wajahnya. Cairan yang dekat dengan bibirnya langsung dijilat menggunakan lidahnya. Mukanya yang sedikit memerah dengan jejak basah oleh cairan putih milik TOP membuat wajahnya terlihat menggoda.

TOP menyeringai. Dia kemudian menjambak rambut Jiyong dan mendorong kepala namja itu hingga bersentuhan dengan lantai. ”Bersihkan, tak boleh ada sisa, bukankah begitu, hyung?” ujar TOP dengan nada yang sedikit manja pada bagian akhirnya.

Jiyong mengangguk dengan tubuh yang sedikit bergetar. Lidahnya menjulur keluar dan kemudian menjilati cairan sperma milik sang master yang terdapat di lantai.

Duag.

Alas sepatu TOP yang sedikit kotor bertemu dengan bagian belakang kepala Jiyong. TOP menginjaknya hingga kepala Jiyong semakin menyentuh lantai. Dia sedikit kesusahan untuk bergerak sembari menahan tekanan dari sang master. ”Pleasure me, bitch!” seru TOP.

Jiyong memilih untuk segera memastikan lantai tersebut bersih walau dia tahu pasti masih akan ada bekas yang tersisa. ”Urgh,” erangnya ketika TOP menarik rambutnya. Badannya sedikit terangkat hingga sekarang dia berada sejajar dengan pundak TOP.

Seringaian terukir di wajah TOP lagi. ”Heh, apa jadinya kalau mereka melihat seorang G-dragon dipenuhi dengan nafsu, eh?”

”A – ni…ani,” pinta Jiyong dengan nada memelas. Dia hanya menyesuaikan reaksi dengan apa yang diharapkan oleh sang master. Sudah bersama dengan TOP lebih dari 5 tahun, dia kurang lebih tahu apa yang diinginkan oleh master-nya. ”Jebbal…

”Berdiri,” ujar TOP dengan nada memerintah. ”Putar badanmu,” perintahnya lagi. ”Letakkan kedua tanganmu di dinding setelah kau membuka celanamu.”

Srag.

Jiyong segera melakukan apa yang diperintahkan sang master kepadanya dengan cepat. Mengerti tujuan sebenarnya dari sang master. Sekarang di hadapan TOP berdirilah Jiyong yang tidak memakai apapun pada bagian bawah memperlihatkan belahan pantat yang mulus milik sang slave.

Plak.

Dia kemudian menampar kedua pipi pantat Jiyong yang berisi. ”Ungh,” erang Jiyong. Namja manis itu menggigit bibir bawahnya untuk menahan sakit yang dia rasakan. Bekas tangan TOP mulai tercetak pada pantat Jiyong hingga sekarang merah yang mendominasi kulit putih tadi.

Such a masochist, eh?” bisik TOP saat tangannya menyentuh kejantanan Jiyong yang mulai menegang. Cairan precum mulai keluar dari ujung kejantanan sang slave. ”Apakah semuanya punya sisi masokis seperti ini, heh?”

Kedua mata Jiyong mendadak membesar, tahu apa yang sedang diimplikasikan oleh sang master. ”A…ni…ani…jebbal…hanya aku…hanya aku seorang. I’m your whore…your slut…puh…lease?

TOP tersenyum lebar melihat reaksi Jiyong. Dia selalu tahu apa tombol yang harus ditekan untuk mendatangkan reaksi ekstasi dari sang slave. ”Arasso, sekarang menungginglah.”

Jiyong mengangguk dengan cepat dan segera melakukan perintah TOP tanpa ragu-ragu. Dia mengangkat bagian bawahnya hingga sang master bisa melihat belahan pantatnya lebih jelas. TOP juga bisa melihat hole Jiyong yang seolah berdenyut dan berteriak untuk segera dimasuki.

”Hei, kau tahu?” bisik TOP seraya memosisikan kejantanannya di depan hole Jiyong. ”Kemarin Alec datang,” gumamnya lagi.

”Arghhh!!” seru Jiyong pada detik berikutnya. TOP memasukinya tanpa persiapan, tanpa aba-aba, tanpa peringatan, bahkan sang master malah menambah keterkejutannya dengan satu kalimat yang diucapkan oleh sang master sebelumnya.

”Urgh…tight…loose it, slut!” racau TOP. Dia kembali menampar pipi pantat Jiyong bergantian. Hal ini tanpa sengaja membuat dinding rektum Jiyong menyempit membuat TOP semakin bisa merasakan kehangatan yang melingkupi miliknya.

Pada beberapa gerakan berikutnya, Jiyong mendesah tak henti dan TOP tahu bahwa dia berhasil menemukan titik prostat dari slave-nya. Dia ingin bermain-main sebentar dengan Jiyong, oleh sebab itu, tangannya kemudian mengocok milik slave-nya dengan pelan membuat Jiyong merasa sesak. Gerakan TOP seolah menghentikan jalan keluar cairannya sekaligus membuat kepalanya begitu pusing. ”Ahh…master…ohhh…

TOP juga sengaja menghindari titik prostat Jiyong dan menyerang pada sudut yang berbeda membuat Jiyong merasa frustasi. Kontrol inilah yang dia sukai dari Jiyong. Dia merasa akhirnya bisa membuat namja manis yang sedang dimasukinya berada di dalam kendalinya dan itulah yang terpenting. ”Kenapa? Apa kau mengharapkan Alec menyentuhmu seperti ini? Atau Yunho?” bisik TOP pada daun telinga Jiyong. Hembusan nafas yang keluar dari bibir TOP membuat Jiyong bergidik.

”Wae? Aku tidak keberatan kalau mereka menyentuhmu. Ingat, Jiyong, kalau kau berani melakukan hal konyol lagi, aku akan pastikan dia tidak akan selamat,” ancam TOP. Badannya yang sedikit membungkuk menyebabkan dadanya bergesekkan dengan punggung Jiyong menimbulkan bunyi baju yang saling bersentuhan. ”Bahkan Yunho dan Daesung sendiri tidak akan bisa menghentikanku,” ancamnya sekali lagi.

Cairan bening mulai membuat pandangan Jiyong mengabur. ”NO! No…please…noo…you’ve promised…kau sudah…ahh…berjanji…master…

”Aku akan memegang janjiku asal kau juga memegang janjimu, urgh, kau ketat sekali!” TOP melakukan gerakan in dan out berkali-kali, tentunya menghindari titik kenikmatan dari Jiyong. Sang personal slave hanya bisa berusaha untuk mencapai orgasme dari rangsangan yang dia terima.

Please? Ahh…”

Please what, my slut?” tanya TOP dengan suaranya yang sedikit serak.

Urgh,” erang Jiyong karena TOP kembali memasukkan kejantanan ke dalam dindingnya dengan kasar. ”Abuse my hole until I cum….fuck me until I go nuts…anything…please…just please…

TOP menghentikan gerakannya membuat Jiyong menjadi resah. Panik mulai terlukis di wajahnya ketika merasa kejantanan TOP mulai keluar dari dindingnya. Dia segera memundurkan badannya hingga sekali lagi menenggelamkan kejantanan TOP di dalam dinding rektumnya. Kali ini, ujung kejantanan TOP menumbuk titik prostatnya membuat dia seolah melayang karena kenikmatan. ”Ahhh~”

”He? What a cock slut! Baiklah, akan kukabulkan semua permintaanmu kalau begitu, tapi sekali lagi kau melanggar perjanjian kita akan kupastikan kau menjadi gila. Tak peduli meskipun kau meminta, akan kubuat kau menderita, Jiyong, sama seperti yang pernah kau lakukan padaku. Aku juga akan memastikan dia tidak akan selamat.”

Jiyong menggelengkan kepalanya berkali-kali tanda bahwa dia tidak ingin hal itu terjadi. TOP kembali tersenyum dan akhirnya mulai memutuskan untuk memuaskan kedua belah pihak. Berkali-kali dia menumbuk titik prostat Jiyong hingga akhirnya tak berapa lama keduanya keluar bersama-sama. ”Kau harus membereskan semua ini,” bisiknya pada telinga Jiyong.

Sang slave hanya bisa mengangguk pasrah dan membiarkan tubuhnya diangkat TOP dengan kejantanan sang master masih tertanam di dalamnya. TOP duduk di atas ranjang Daesung dengan Jiyong berada di dalam pangkuannya. Tentunya tetap dengan dinding Jiyong masih menelan kejantanannya membuat dia merasa begitu sesak dalam posisi mereka yang sekarang. ”Hmm, sepertinya kita harus pindah ke kursi saja,” gumam TOP yang melihat kursi kosong yang ada di sampingnya.

Sekarang keduanya berada pada posisi yang sama, hanya saja sekarang berada di atas kursi yang terbuat dari kayu jati itu. ”Berjanjilah, berjanjilah bahwa kau tidak akan membiarkan dia berada di dalam bahaya,” pinta Jiyong dengan nada memelas. Pandangannya mulai sedikit rabun karena cairan bening yang berkumpul di pelupuk matanya.

Tangan TOP dengan lembut menghapus air matanya. ”Asalkan kau berjanji kau tak akan meninggalkanku,” balasnya sebelum kemudian melumat bibir sang personal slave. ”Ayo kita lanjut pada ronde berikutnya, masih ada waktu 40 menit karena slave berikutnya harus menghabiskan waktu 30 menit di luar sana.”

Kembali Jiyong hanya bisa mengangguk dan kemudian meletakkan kedua tangannya pada pundak TOP. Dia mengangkat tubuhnya perlahan hingga kejantanan TOP keluar dari dindingnya dan tersisi ujungnya saja. Detik berikutnya dia membenamkan milik TOP di dalam dirinya. Badannya sedikit melengkung ke belakang sementara TOP hanya menyaksikan dengan emosi yang tak bisa diuraikan.

Rambut Jiyong mulai basah karena peluh keringat begitu pula dengan seluruh bagian tubuhnya membuat dia terlihat menggoda di mata TOP. Dia hanya terdiam dan membiarkan sang slave melakukan pekerjaan untuk memuaskan dirinya. TOP kemudian mendorong kepala Jiyong agar bisa mencicipi buah merah itu sekali lagi. Lumatannya menjadi lebih ganas membuat Jiyong sedikit sesak untuk bernafas. ”Hmm,” gumamnya.

Dan 40 menit berikutnya, ruangan itu dipenuhi dengan desahan serta rintihan kesakitan dari Jiyong. TOP? Namja itu terus melakukan dirty talk yang bisa meningkatkan libido dari keduanya. Sesekali dia memberikan kecupan ringan untuk menghapus air mata yang terbentuk di wajah Jiyong.

”Dengar Jiyong,” bisiknya pada Jiyong yang tengah terbaring di atas ranjang Daesung yang ajaibnya masih bersih. ”Alec sudah datang. Ini tandanya kita sudah harus memilih. Mungkin inilah pilihan tersulit yang akan kita buat, aku harap kita mempunyai pikiran yang sama.” Kembali dia menautkan bibirnya pada bibir merah yang terlihat sedikit membengkak karena terus menerus melayaninya.

Cukup lama mereka berada di dalam posisi itu, cukup lama untuk membiarkan sepasang mata milik seorang namja melihat kejadian itu, namja yang memiliki lingkaran hitam pada pinggiran matanya.

.

.

Ayo kita kembali dulu ke tempat Yunho.

Berikutnya adalah Taemin.

Urutan personal slave berikutnya sebenarnya tidak masalah. Changmin disuruh untuk yang terakhir hanya agar namja itu bisa beristirahat sedikit lebih lama, itu saja.

Jangan jauh-jauh dari saya ya!

Eh? Namja tadi? Ah, saya juga tidak tahu. Saya tidak menghafal setiap nama yang ada, hanya beberapa yang saya perlukan untuk interaksi.

Tapi, mungkin suatu saat anda akan mengetahuinya.

Menurut anda, master mana yang akan memanggil slave-nya paling akhir?

Yang jelas TOP tidak dalam pilihan karena dia akan bersama dengan Jiyong.

Siwon? Master yang emosinya kembali tak menentu kala Alec menemuinya?

Yunho? Sang headmaster yang saya rasa anda sudah tahu memiliki sebuah ikatan dengan Jaejoong?

Minho? Master yang terlihat jenaka namun sadis?

Atau

Se7en? Master yang begitu posesif namun ingin sekali menghukum Changmin karena kelakuan slave itu?

Menurut anda, master mana yang akan memanggil personal slave-nya terakhir kali?

Silakan anda berpikir.

Sementara itu, mari kita menuju ke ruangan Yunho.

.

.

Tok. Tok.

”Masuk,” ujar Yunho yang sedang memeriksa dokumen penting. Adegan ini bagai sebuah déjà vu. Ada sedikit perasaan waswas di dalam dirinya, namun dia mencoba mengabaikannya. Tidak mungkin ada kejadian yang sama dua hari berturut-turut.

Suara goresan pena di atas kertas yang menjadi satu-satunya sumber bunyi di dalam ruangan. Hal ini membuat Yunho merasa heran. Dia kemudian meletakkan penanya dan melihat ke arah pintu yang masih tertutup rapat. Kedua alis matanya terangkat. ”Masuk,” desisnya sekali lagi.

Tak ada reaksi. Tak ada ketukan. Yunho beranggapan bahwa mungkin Taecyeon tidak jadi menyampaikan pesan, tapi rasanya sedikit tidak mungkin namja bertubuh tegap itu melakukan kesalahan konyol ini. Memutuskan bahwa tak ada gunanya menunggu, Yunho kembali melanjutkan aktivitasnya.

Tok. Tok. Tok.

Kali ini tiga ketukan dan sungguh membuat Yunho merasa kesal. ”Masuk,” ujarnya dengan tegas. Suaranya terdengar lebih keras dan lantang dari sebelumnya. Namun, tak ada juga reaksi dari balik pintu. Tahu bahwa sepertinya memang tak ada salahnya, Yunho akhirnya memutuskan untuk menghentikan kegiatannya dan berjalan ke arah pintu. Dia menghela nafas panjang sebelum memutar kenop pintu dan membukanya.

Mata musangnya terbuka lebar ketika melihat siapa yang ada di hadapannya. Namun hanya sebentar karena detik berikutnya dia menatap tajam ke arah orang yang berdiri di depan pintunya. Orang yang mengetuk pintu Yunho tadi adalah seorang namja dengan tinggi badan yang tidak beda jauh. Perawakannya tampan dan kurang lebih sedikit terlihat memiliki gaya seperti Se7en. Rambut namja itu pendek dan cepak berwarna hitam, cukup kontras dengan kulitnya yang putih. Sebuah cengiran terukir di wajahnya.

”Annyeong, Yunho-shi!” sapanya. Meski terdengar ramah, tapi Yunho dapat mendengar sarkasme yang tersembunyi di baliknya.

Rain,” desisnya.

.

.

Mari saya perkenalkan anda kepada Jung Ji Hoon atau yang mendapat julukan Rain.

Siapa dia anda tanya?

Dia tak lain dan tak bukan adalah headmaster sebelumnya.

Headmaster yang melatih Yunho.

Sekaligus yang membawa Yunho ke tempat ini.

Sepertinya dua hari ini sungguh melelahkan, eh?

Bahkan hari ini saja belum selesai.

Saya harap istirahat anda kemarin sudah cukup.

.

.

eL-ch4n

presents

”Slave Day”

~Jiyong~

.

.

A/N:

Ah, mau tak mau saya harus membagi dua chapter ini atau akan sangat panjang. Berikutnya adalah bagian personal slave lain yang belum masuk 😉

Urutannya saya buat sesuai dengan hasil voting sebelumnya. Jadi berikutnya yang akan masuk adalah

Taemin

Jaejoong

Kihyun

Changmin

Dan perjuangan sekali untuk mengupdate chapter ini T_T wifi kosan rusak, padahal udah sampe pergi keluar sama teman buat upload, eh gak tahunya temanku udah mau pulang, jadinya gak jadi upload gara2 ini chapter juga blom selsai diketik.

Terus sepertinya harus berjuang diupload dengan menggunakan hape, tapi pulsa juga belum diisi T_T initny chapter ini penuh perjuangan DX semoga hasilnya cukup memuaskan ^^V *kabur sebelum dijitak masal*

.

Hasil voting kemarin yang menang adalah Taecyeon dengan perolehan:

Taecyeon (28)

Taeyang (3)

Tapi belum saya tampilkan dulu interaksinya, mungkin akan saya buat side story untuk bagian ini atau mungkin tidak 😉 kira2 apa saja yang ingin anda tanyakan pada Taecyeon? Silakan dijabarkan ^^v

.

Untuk voting berikutnya adalah siapa master yang akan memanggil personal slave-nya terakhir? Ingat, kalau yang terakhir akan berada di tempat itu sendirian. Apa yang akan terjadi, siapa yang tahu? 😉

Dan TOP tidak ikut karena dia akan selalu bersama dengan Jiyong. Mereka bisa saja menemani personal slave yang terakhir atau tidak, tergantung pada pilihan anda ^^

Jadi pilihan master yang akan memanggil personal slave-nya terakhir:

Yunho

Siwon

Minho

Se7en

Sekaligus apakah Jiyong dan TOP akan menemani personal slave yang terakhir?

Ya

Tidak

.

.

Anda memilih untuk bertanya pada Taecyeon.

Bukan pilihan yang salah sebenarnya.

Hanya saja terkadang akan lebih baik bertanya pada orang yang akan menjawab dan bukan pada dia yang menjadi objek penasaran anda.

Tapi, entahlah. Siapa yang tahu?

Semoga saja Taecyeon bisa menjawab segala pertanyaan anda.

Nah mari kita main tebak-tebakan.

Siapa yang akan memanggil slave-nya terakhir?

Siwon?

Minho?

Se7en?

Atau mungkin

Yunho?

Ah, saya harap anda cukup kuat untuk melanjutkannya.

Bagaimana?

Apakah apa yang ada di balik pintu hitam itu sesuai dengan harapan anda?

Sepertinya anda kurang puas, ya?

Tapi tenang saja, ini masih permulaan. Masih banyak hal lain yang akan menanti anda.

.

.

Note:

OC

Han Eun Kyung ©ezkjpr

Last, review? 😉

_Verzeihen

Advertisements

56 responses to “Chapter 8: Jiyong

  1. eL… ahaaaa, *jingkrak-jingkrak, gokils saya kejatuhan bintang malam ini, nemu folder di external disk ku dgn judul link ff fav (folder thn 2010), iseng kelayapan ke fanfiction.net tertulis pindah ke blog ini. *bersyukur karena saya bisa comment sekarang (sblm memulai pengakuan dosa).
    nah sekarang saya mau buat pengakuan dosa bertahun-tahun, ngaku dosa, aku sider mu di fanfiction net, n ngaku jujur aku pengagum tersembunyi ff mu.. *mdh-mdh an diampuni.

    dulu belum ngerti cara comment, lebih tepat nya malas sign up 🙂

    btw slave day ini masih berlanjut kan ?

    • hahaha..iya saya ampuni kok 😀
      gwenchana chingu, yang penting chingu suka sama ff yang saya baca ^^

      masih ok, tapi akan saya lock 🙂
      untuk mencegah hal2 yang tidak diinginkan ^^v

      sekali lagi gomawo sudah review..hehe :3

  2. hahaha.. thks eL

    oh ya apakah voting masih berlaku ? (tebakan saya Yunho yg terakhir manggil slave nya, jiyoung n TOP : Ya menemani slave terakhir) ditunggu ya kelanjutan nya, n gimana cara dapetin lock nya ?
    karena saya sudah terlanjur masuk, bukan kah sudah sekali masuk ke tempat ini sudah tidak ada jalan keluar lagi.. :mrgreen:
    apakah saya akan menjadi bagian dibalik pintu hitam itu ?

    yg war war tendang aja eL.. ini FanFic lho.. 😆

    • hai 🙂
      sebenarnya sih sudah ditutup karena sudah dalam masa pengetikan, tapi makasih untuk suaranya 🙂 sekedar spoiler, tebakan anda benar kok 😉
      itu sudah ada di request password ^^
      Silakan follow saya atau add fb atau tulis email
      nanti akan saya kirimkan 🙂
      hahaha…
      kalau anda jadi bagian di balik pintu hitam, titip salam buat Hyun Joong #eh

      ne, makanya mau saya kasih pw aja biar aman 🙂
      Thanks ^^

      • email saya raing0326@gmail.com,

        ne.. salam akan saya sampaikan utk hyun Joong (kalau tebakan saya tidak salah dia sebagai penguasa di balik pintu hitam itu).#readersotoy.
        seperti anda katakan dari awal : masuk ke tempat ini akan sulit untuk keluar, walaupun anda berkali-kali menyarankan/akan mengantarkan pintu keluar dr tmpt ini apabila tdk tahan utk meneruskan nya, tp saya tdk yakin diluar sana diri saya masih bisa selamat stlh mengetahui isi tempat ini.. *dikejar-kejar tae or taec or anak buah nya Yunhoo.. who knows ? #aliasmatipenasaran

        ditunggu password and chap berikut nya
        Thanks

        nb : some part from this story, OMG.. it’s real in this world, believe me.. if you’ve good connection u can watch it live in a European country (yaoi group)
        oh sesangee…

    • haha…iya, dia penguasa lantai satu 😉
      hahaha…benar sih, tapi sebenarnya ini sifat dasar manusia, semakin tidak diizinkan semakin merasa tertarik 😉 #sotoy

      oke, aku udah add contact chingu, tinggal tunggu password dan chapter berikutnya ya^^
      gomawo 🙂

      ah..jinja? tapi sebnarnya ada beberapa yang aku mencoba untuk mencari dalam dunia nyata…ada yang terilhami sama kuroshitsuji yang tentang kejadian di Inggris itu..tapi saya bersaha untuk membuat semuanya terasa senyata mungkin 🙂
      gomwo but commentnya ^^

      PS:
      sesangee itu apa ya? o.O

  3. .MINHO.
    .TIDAK.

    hello umma ku mely untung umma mau lanjutin ffnya makasih y umma chagi~ slalu ku nanti lanjutan ffnya yg lain lagi ya umma~..gomawo umma dah mau masukin rain ku sayang di ff umma~ ^^ menurut ku ff slave day ini lebih berat dari pada ff yg broken doll umma sumpah ku hrs menambahkan daya ingat ku untuk mengerti ff ini#plak *bilang aja kamu pikun*jiahahaha ok umma gomawo lanjuut ya~..n_n

    • hahaha…cheonma chagi 🙂
      makasih ya udah direview juga ^^
      hahaha..padahal beratan Broken Doll sih menurut umma, tapi klau yang baca gak tahu deh #plak
      oke :3 semoga bisa selesai *pray*

  4. author…
    kangen bgt ama ff ini.. ini ff fav.q karya author…
    oya, aq uda follow twitter author.. id.q sama dyah_purnama…
    mohon di follow back… *bungkuk 90derajat*
    ditunggu next chap.nya author…
    *oya,apa next chapna aq di proteksi? kalo iya, bisa minta passwordna?*

    • hahah…aku udah folback juga kykany 😀
      bisa, chingu tinggal kasih email chingu di sini atau minta sama saya dari twitter 😀
      nanti akan saya dmkan 😉
      ahh..sama aku juga kangen sih sama ff ini #jduar

  5. Fiuh.. selesai jga bca smpe chap ini.. Ehee.. maaf ya Thor, sya ngebut bca.ny . Review.ny jg bru d sini. Owo.. fic.ny T.O.P deh, dri awal bkin spot jantung, bca.ny, kadang pke jeda dlu buat ambil napas #halah

    Duh, sya depresi berat. Yg jdi masalah abis sya selesai bca stu chap, sya pasti kena yg namany penasaran akut. Karakter.ny juga pda enggak bisa d tebak.

    Ada apa dengan Daesung-Minzy? Mereka pacaran toh. Sya kira kakak-adik. Soal.ny lebih prefer ke situ (mauny daesung ada seme.ny gitu) . Ugh, ironi..

    Ada Rain? Uwoh.. #kabur minta tanda tangan — enggak deng. Duh favorit sya ini. Dan dia pemimpin sebelum.ny! Bukan.ny pemimpim tertinggi yg sebelum2ny udh harus d bunuh yah sma bakal calon yg lain? Iya gak, Thor? #soktauah

    Tuh kan, sya penasaran.. Ceritany hrus benar2 lnjut.

    Oke, mending sya main tebak2an dlu.

    Master yg bkal manggil personal slave.ny terakhir, Yunho.
    Jiyong sma TOP enggak nemenin personal slave yg lain. Kenapa? karena mereka sibuk lemonan #dibacok

    Yup, udh sya review. D tunggu update.ny!

    fairish13@gmail.com

  6. Fiuh.. selesai jg bca sampai chap ini.. Ehee.. maaf ya Thor, sya ngebut bcany. Review.ny juga baru d sini. Owo.. fic.ny T.O.P deh, dri awal bikin spot jantung, bca.ny kadang pke jeda dlu buat ambil napas #halah

    Duh saya depresi berat.. yg jadi masalah abis saya selesai baca satu chap, sya pasti kena yg namanya penasaran akut. Karakter.ny juga banyak yg gak bisa di tebak.

    Ada apa dengan Daesung-Minzy? Mereka pacaran toh, saya kira mereka cuma kakak-adik. Soalny sya prefer ke situ (berharap Daesung ada seme.ny) . Ugh, Ironi..

    Ada Rain? Uwoh.. #kabur minta tanda tangan — enggak deng, Duh favorit saya ini. Dan dia pemimpin sebelumny! Bukanny pemimpin tertinggi yg sebelum2ny udah harus d bunuh yah sma bakal calon yg lain? iya gak, Thor? #soktauah

    Tuh kan, sya penasaran.. ceritany harus benar2 lanjut.

    Oke, mending sya sma main tebak2an dlu.

    Master yg bakal manggil personal slave.ny yg terakhir, Yunho.
    Jiyong sma TOP enggak nemenin personal slave yg lain. Kenapa? karena mereka sibuk lemonan #ditendang

    Yup, udh saya review, d tunggu update.ny!

    Fairish13@gmail.com

    • hehe..gwenchana, kren juga bs ngebut >w<
      buat ambil nafas kenapa? o.O

      hahaha..jangan dpresi dong, nanti gak bisa lanjut baca yang berikutny 😉
      gak bisa ditebak gimana? o.O

      situ? o.O ahh..tpi mungkin saya tertarik dengan hubungan minzy daesung sih..hehe #gakditanya

      hahah..favorit kenapa? o.O udah, tapi yang dibunuh yunho itu satu headmaster seblumny, bkan dua 😀 sedangkan rain itu dua headmaster seblum yunho, mengerti? klo gak saya jelaskan ulang #jduar
      gak msti dibunuh kok..cuma kondisi Yunho itu spesial..hehe

      oke, saya usahakan update asap 🙂
      dan akan saya kirimkan pass untuk chap berikutnya kalau udah ada ^^ #Plak

  7. YUNHOOOO!! entah kenapa sya sih maunya yunjae itu couple yg terakhir masuk hehe ^^
    chingu, bolehkah sya request? hehe
    sya kurang dapat moment 2min disini… eh! tapi saya bukan penggemar 2min, yah cuma waktu baca perasaan aku sih gtu…
    ya mungkin, belum ditunjukin aja ya? hohohohohoho
    di tunggu kelanjutannya ya chingu ^^
    aku senang bgt ff ini 🙂
    di tunggu update nya ❤

    nanti klo diprotect, saya moohooon please ^^" kirimin paswordnya kesaya ya? saya janji koment deh hehe XD
    gomawo chingu ya
    soizee@yahoo.com

    • hahaha…
      kenapa yunho terakhir? o.O
      oh…bkan2, emang belum waktunya, ini saya lagi mengusahakan untuk mendalami karakter mereka dulu 🙂
      iya…memang lagi belum ditunjukkan, so we shall wait 😉 #jduar

      makaish juga udah komen XD
      ne…saya akan kirim 😀 udah saya masukkin dalam list juga kok hehe 🙂 gomawo ya

  8. eonni (bener g ni) , kangen ama ff eonni hiks T^T
    Tapi daesung ama minzy pacaran ya? Kirain saudaraan hehehe, soalnya mereka berdua itu mirip
    Hehehe, tapi eonni mian ya . Saya bru bsa comment , soalnya ada 1 masalah penting banget (bca : males log in) hehehe .mian hapnida ^/\^
    Oh ya , ni ff habis ini di pasword ya . Eonni kirimin password nya ya ke aku di twitter @raureine hehehe

    • bener dong 😀
      klo gak eonnie apa? ==”
      sodaraan apa pacaran ya? #jduar
      1 maslah? hahaha…gwenchana kok, aku mengerti prasaan itu #apadah
      iya…nanti kamu mention aja pas udah update 😀
      tapi akan aku usahkan untuk mention juga hehe #jduar
      mkasih ya 😀

  9. TOP seperti biasanya selalu baik dan lembut sama Jiyong, sampai belain dia nemanin Jiyong segala… eh tapi ada maksud tersembunyi, mereka sempat-sempatnya begitu mana di kamar Daesung pula
    urutan masuknya begitukah? jadi yang terakhir masuk adalah Changmin, kalau begitu Changmin juga keluarnya terakhir aja, kalau soal Jiyong dan TOP nemenin atau nggak ditemanin aja deh, kan kasihan kalau sendirian
    aku,, aku mau Tanya pada Taecyeon, kenapa dia nggak bisa jadi head master terus siapa yang dia lindungi terus hubungannya sama Changmin apa terus..#kebanyakanwoii
    aku mau minta pass-nya yang ini juga dong eL fbnya shofi.cassiopeia5 udah di add kok

    • iya dong..semua pasti ada imbalannya #eh
      hehe…yup 😀 kta lihat saja siapa yang akan kluar trakhir ne 😉
      hehe…changmin ada apa ya sama taecyeon, we’ll see about that #plak

      oke 😀 nanti tinggal comment aja chingu pas aku upload :3
      gomawo buat commentnya *deep bow*

  10. Gak sabar nungguin chap giliran taemin masuk pintu hitam.
    Aku berharap ff ini bisa tetap di post di ffn.
    Aku merasa lebih mudah comment lewat ffn daripada wp.
    Ditunggu chap selanjutnyaaaa ^^

    • hehe..
      aku juga maunya begitu T_T
      tpi ffku didelete trus sama ffnnya u.u
      jadi malas deh
      mian ya chingu T_T
      semoga chingu akan tetap setia membaca ff ini #jduar

  11. Annyeonghaseyo
    saya reader bru
    email:yustin_oktav31@yahoo.com

    tp gk tw mash aktif ap gk?
    saya enak y pggl author ap?
    Eonnie ap author??
    soalnya sya msh bru.
    saya bru mau kelas 2 smk.
    slam kenal

    • annyeong jug a:D

      apanya gk aktif? o.o
      nanti klo gak dapat pwny kasih tahu ya jadi kt pake cara lain utk kontakny ^^
      eonnie jg gpp sih..eL aja jg gpp 8D
      hehe..suka2 dirimu
      yang nyaman aja :3
      mau umma jg gpp u.u #jduar

      ne bangapta ^^

  12. Sebenernya aku udh baca part ini tp belom komen hehe karna aku belom komen di ffnjadi aku komen disini aja yaa. eL aku masih bingung, jadi setiap slave yg masuk ke pintu hitam itu harus ditemani sama masternya masing2?
    Kalo menurut ku part ini part yg paling nyeremin. Mungkin karna pintu hitam misterius bgt. Eh btw rain itu siapa? -o-
    eL can i have slave day password? This is my email stevaniecho@yahoo.co.id

    • ani 😀 hanya jiyong yang ditemani masternya 🙂
      klo yang lain harus masuk seorang diri dan menunggu sampai dipanggil oleh sang master, hehe 🙂
      nyeremin? o.O padahal aku bkin gak nyeremin lho #jduar
      rain itu 2 headmaster sebelum yunho 🙂

      sep, udah saya datakan ^^
      gomawo ya 😉

  13. Ya ampun, beneran ni ff kalau di jadiin film action pasti langsung dapat penghargaan. Astaga eonie ini makan apaan sih, kok semua FFnya bisa bagus, keren, bikin penasaran. Pasti orang tua eonie bangga banget punya anak cerdas kayak eonie.
    Oh iya itu pilihan yang manggil personal slave terakhir aku pilih Se7en. Soalnya aku udah tergila2 sama Se7Min

    Terus itu yang jiyong sama TOP mau temenin mereka, aku pilih tidak aja. Soalnya aku pengen liat gimana personal slave Tanpa Headmasternya.

    Ini di lanjut yah eon…
    Keep writing…!!
    Fighting…!!

  14. ini coment mewakili semua aja yah el sorry
    wew slave day makin wew aja /gajelas/
    aku milih se7en soalnya yg aku suka itu si changmin
    yah semoga changmin makin di ehem ehem deh ama se7en hahaha

    kalo yg jiyong sama TOP aku ikut yg lain aja bingung /otak lelet/
    semoga cepet update dan tetep nulis el

  15. Eon el~~~ gomawo pass’y udah nyampe tapi kok yang part 9 g ada y eon o.o
    mian eon q dipart 1 sampe 7 g q comment..
    Q minta pass 9 y eon..
    Kirim lagi aja ke e-mail q e-mail’y ekasudaryadi18@gmail.com
    DA to the BAK *DAEBAK~~~ eon el 🙂

  16. Huaaa ..
    Unn .. Mian baru comment . Soalnya kemarin gk sempet . Hehe ..
    Makin keren aja nih FF ..
    Wahh .. Suami pertama martha masuk .. Kim Hyun Joong .. #pletakk ..

    Rain itu siapa ? Kok tiba tiba datang ?? Musuhan sama yunho ya ??
    Oh iya .. Gara gara Unnie . Martha jadi suka couple Se7enXChangmin deh :3
    haha 😀 .
    Chap 9 nya udh diupdate ya ??
    Boleh minta tolong kirimin PW nya ke FB martha gk ? Masih inget FB martha gk ?? Yg Martha Zurriyah Triple S Itu loh .. Hehe ..
    Boleh ya ?? * Puppy eyes changmin mode on* .
    Soalnya e-mail . Martha jarang buka ..
    Mian kalo ngerepotin .
    Gomawo ^^
    #Bow

    Vote ..
    Seven .
    Ya .

    • gwenchana.
      makasih ya dah sempt2in untuk review ^^V

      hyun joong? o.o baguslah, diiket ya biar gak ke mana2 (?)

      Rain itu hujan #jduar musuhan? bsa dibilang begitu..bsa gak jg..hehe

      baguslah..ayo tebarkan virus se7min XD
      udah hehe..krang lebih ingat kok X33
      hihi…
      gwenchana..

      makasih ya jadi ngerepotin jg ^^v
      silakan :DD

  17. Gw udah review via ffn. Cek aja u,u haha.. Cuma mau memastikan chapter ini msh sama kyk yg lo update di ffn

  18. Chap ini mendatangkan banyak pertanyaan. Kenapa HyungJoong berhasil neyntuh Jaemma? Apa mereka teman? Penasaran juga sama Changmin dan Taecyeon. Alec itu siapa? Kenapa kalau dia muncul harus membuat pilihan? Rain x headmaster? Ngapain dia nemui Yunppa?
    Penasaran tingkat aku…..

    • karena jaemma adalah….harus baca chap berikutnya XDD
      saya jga penasraan..gimana ya? ._.)
      alec itu sahabat saya (?) rain x headmaster…
      untuk mampir aja..ngeliat2 alumni gitu #apadah

  19. makin tmbh seru nih…..
    wuahhh… rain… dia headmaster yg lama ya..
    makin byk karakter yg muncul…..
    suka, suka, sukaaaa….. heheee

  20. .huwaa,,ada tbakan lgi,,seru!!! XD
    .coba saya tebak ya,,,mmm,,apakah mungkin,,yunho?#ngawurkuadrat
    .mm,mau komen apa lgi y?bingung,,hehe
    .y udh deh sgtu aj kali y,,keep writing!!ff’a makin daebak aj!!^_^v

  21. Rain~ ada raiiiin~
    Dan baca chap ini saya sukses frustasi lg ~(‾▿‾~)(~‾▿‾)~ #salahemot
    Wkwkw, msh banyak rahasia yg belum terungkap walopun udh chap 8 u,u
    Yg jemput terkahir itu minho aja deh, taemin cukup meyakinkan untuk di tinggal sendiri
    Oke, saya mau lanjut ke chap brikutnya ~(‾▿‾~)(~‾▿‾)~

  22. Aaaaa, ternyata tebakanku benar, ada labirin dibalik pintu itu. Hahahahaaa.

    Tp kurang greget, aku kira bakal banyak halangan dan rintangan yg bakal di alami personal slave wkt masuk ke sana. Atau jgn2 sebenar’y ada di next chap yah chingu.
    Tp pikir panjang, aku bakal locat lagi ke next chap. #Triiing (menghilang)

    #Triiiing (muncul lagi)
    Cuma mau bilang, aku suka sama pair TOP-GD disini, so sweet deh.
    #Triiing (menghilang lagi)

    • Selamat *tebar confetti*

      Hmm. Karena kemarin lagi mampet makanya rintangannya saya hilangkan (?) Tapi nanti akan dikasih kok bulan depan (?)
      kkk~ Cepat banget menghilangnya #plak

      Aw..mereka emang sweet marto sweet 😉
      *ikutan menghilang*

  23. nah loh ada rain..
    ngapan dy nemuin yunpa..
    masalh bru muncul lagi kah..
    TOP kyk.y /keliatan syang bnget sma GD…, sypa yang liat mreka yah..

  24. perjanjian apa si yg dibuat jidi ma top? penasaran nih… ahhh desahan jidi top bnget dahh mau liat kkkk
    rain headmaster terdahulu? aku kira mati ternyata hidup yah

  25. Hmm banyak orang baru, kemarennya Alec, sekarang Rain.

    Masih GD-TOP yang masuk jadi belum ada sadisticnya…
    Siapa ‘dia’ yang dimaksud Jiyong yaaa

    Wah, setelah ini taeminku yg akan masuk.
    Harus siap lahir batin ini

    • Yup. Yup. Saya jg jadi pusing –a semoga gak bnyak deh #plak
      Siapa saja bleh xDD #plak

      Karena TOP orangnya sweet sih (?)
      Aw. Taemin Minho! u,u #digigit

  26. “Terima kasih sudah mau meninggalkan jejak anda di sini.
    Sayangnya, pintu ini bukanlah akhir bagi perjalan anda jadi janganlah berhenti di sini.
    Jika berkenan, silakan tinggalkan jejak anda pada jalan terakhir yang anda temui.
    Itu akan sangat berarti bagi Sang Pemilik.
    Terima kasih.”

Comments are closed.