Chapter 15 – Beyond the Broken Ties


Title: Broken Dolll

Rated : M

Couple : Sibum, Yunjae, Haehyuk, Se7min, Hanchul

Genre : Romance/Drama/Fantasy/Dystopia

Warning:

NC. Smut. BDSM. Rape. PWP. BoyxBoy. Mpreg.

Don’t Like Don’t Read!

Prologue | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 | Chapter 14

.

.

Ruangan 4 x 4 itu tidak pernah terasa sesempit dan sesesak sekarang ini. Lima orang berkumpul di dalamnya, dua orang terduduk sementara 3 lainnya berdiri sedikit jauh untuk menjaga jarak. Aura menekan tampak terlihat pada dua pria yang tengah duduk tersebut. ”Jadi, seorang Perdana Menteri Korea ingin bertemu denganku, atas dasar apa aku mendapat kehormatan ini?” Semua orang tahu sarkasme yang tersembunyi di balik perkataan sang zenith di ruangan ini.

Pria di seberangnya, sang objek pembicaraan sendiri terkekeh. Dia memajukan sedikit badannya, mengurangi jaraknya dengan Kim Kibum. Kedua tangannya dilipat dengan kepalanya bertumpu di atasnya. ”Kehormatannya ada padaku untuk dapat menemukan sang zenith yang telah menciptakan Savior,” Lee Donghae menyeringai, melakukan serangan balik terhadap lontaran sarkasme dari seorang Kim Kibum.

Namun bukan namanya zenith jika dia tak bisa memikirkan cara melawan seorang callous dalam pertempuran adu pikiran seperti ini. ”Begitukah? Jadi apa yang dapat dilakukan oleh zenith ini terhadap seorang penguasa yang menyembunyikan jati dirinya dari orang yang dicintainya dan juga merahasiakan keberadaan anaknya?” Kibum memundurkan sedikit badannya, melipat tangannya dan menyungginkan senyuman meremehkan.

Dapat terdengar oleh dirinya gemertak gigi dari Donghae yang menandakan bahwa pria itu tengah menahan amarahnya. ”Kau seorang zenith, kau seharusnya sudah tahu apa jawabanku.” Kedua pasang bola mata milik saudara sedarah ini saling bertemu, mencari jawaban yang tersembunyi di baliknya. Suasanya begitu menegang dan memanas selama beberapa saat hingga tawa dari keduanya lantas mencairkan semuanya, memunculkan pertanyaan yang tampak pada tiga pria yang berada di sana selain mereka. ”Seperti biasa kau selalu harus memulai segala sesuatu dengan dramatis, eh?” ejek Donghae.

Kibum berkedip sembari menyunggingkan seulas senyuman. Dia menyandarkan badannya ke belakang. ”Hmm, ya kalau tidak begitu, tidak akan menarik bukan, dongsaengi?

Donghae terkekeh. Kedua saudara ini tampak terlihat akrab dan mengabaikan tatapan aneh dari ketiga pria lainnya. Hingga akhirnya, Seungho pun bertanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi. ”Bisa tolong jelaskan apa yang sebenarnya terjadi di sini?”

Sang zenith menatap kakaknya yang beda setengah jam saja sebelum kemudian menghela nafas panjang. ”Dia adikku, namanya Lee Donghae.”

”Ya, hal itu kami mengerti,” sela Seungho. ”Tapi bukankah kau kehilangan ingatan, kenapa kau bisa mengingat tentang Donghae?”

Seulas senyuman terukir di wajah Kibum. ”Aku tidak pernah mengatakan aku kehilangan ingatan, aku hanya tak tahu bahwa Ardent adalah Yonghwa. Karena semua beranggapan demikian maka aku melakukan perananku,” papar Kibum.

”Lalu sejak kapan kalian tahu akan hal ini?” tanya Seungho lagi. Kibum terhenti dan berpikir, mungkin sedang mengolah ingatan kapan pertama kali dia dan Donghae merencanakan ini semua.

”Kalian merencanakan semuanya?” Choi Siwon yang tak dapat menahan dirinya lagi akhirnya mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi dipendamnya. Nadanya datar namun semua dapat merasakan tekanan dari pria tersebut. Kibum akhirnya menatap Siwon setelah sedari tadi menghindari tatapan sang master. Dari pandangan tersebut, keduanya mengerti tanpa harus mengucapkan satu patah kata pun.

Suara sesuatu yang dipukul dengan keras terdengar mengkagetkan empat pria lainnya terutama sang zenith yang menundukkan kepalanya. ”Aku harap kalian berhasil,” ujar Siwon dengan penuh kesinisan di dalamnya. Dia menyeringai dan kemudian berjalan keluar dari ruangan itu. Daesung dan Seungho menatap Siwon dengan kebingungan. Donghae melirik ke arah kakaknya yang tampak merenung. Sementara Kibum menggigit bibir bawahnya, kebiasaannya saat melakukan sebuah kesalahan fatal dalam perhitungan.

Tampaknya, hari ini akan menjadi hari yang sangat panjang, pikir Donghae.

-x-

Broken Doll

Broken Doll

Broken Doll

”Beyond the Broken Ties”

By eL-ch4n

26.04.2014

-x-

Di suatu tempat yang pernah dilihat sebelumnya, sebuah kamar dengan seorang gadis yang sedang berbaring di atas ranjang, berjalanlah Yang Hyun Suk dengan langkah gontai. Gadis yang dipanggil Chaerin oleh dirinya itu masih belum membuka matanya, terpejam dalam tidur panjangnya. Jika bukan karena suhu tubuhnya yang masih hangat dan detak jantungnya, orang akan mengira bahwa Chaerin sudah tiada. Setidaknya, itulah yang hendak dicegah oleh Yang Hyun Suk –sepertinya.

Kembali dirinya duduk di posisi yang sama, duduk di atas kursi, menutup mata sejenak kemudian beranjak untuk memberikan kecupan singkat di atas kening Chaerin. Tak ada kata-kata, tak ada suara apapun selain detak jantung dari keduanya yang menandakan bahwa keduanya masih hidup. Tangannya kemudian mengelus kening Chaerin dengan lembut, menyibakkan poni sekaligus merapikan rambut gadis tersebut. ”Rambutmu sudah panjang ya, Chae, appa akan meminta orang untuk mengguntingnya sesuai dengan model yang kau suka,” bisiknya lirih. Senyuman tipis ditunjukkannya kepada gadis yang tak menyadari kehadirannya.

”Seorang Yang Hyun Suk pun ternyata memiliki sesuatu yang dapat membuatnya jadi manusia ternyata.”

Yang Hyun Suk berdiri tegap, membelakangi sosok yang mengucapkan kalimat tersebut. Tanpa berbalik pun dia tahu, bahwa orang yang berada di ruangan selain dirinya adalah tak lain dan tak bukan – ”Se7en, ada urusan apa kau ke sini?”

”Mengunjungi appa dan adik kesayanganku, apa hal itu salah?” Sang Presiden Amerika itu melangkah ke depan, menuju ke cahaya hingga sosoknya terlihat dengan jelas dalam pantulan cahaya matahari. Yang Hyun Suk mengepalkan tangannya, berbalik untuk kemudian menatap anak pertamanya, sebuah kesalahan yang tak dapat diubahnya. ”Dulu aku mungkin tidak percaya dengan orang tua yang pilih kasih, tapi saat melihatmu, aku rasa mereka tidak salah.”

”Kalau kau benci aku silakan, tetapi apakah perlu kau sampai melakukan ini semua? Bahkan sampai harus melibatkan Chaerin yang tak tahu apapun.”

Mendengar jawaban Yang Hyun Suk, Se7en mengangkat alis matanya. Sebuah senyuman meremehkan terpajang di wajahnya. ”Oh, apapun? Apa dia juga tidak tahu bahwa dia mempunyai seorang kakak yang bernama Choi Dong Wook, eh?” Yang ditanya terdiam dan Se7en pun tertawa miris. ”Dan kau sebut dirimu sebagai seorang ayah, humor me, oh dear father.

”Benar,” ujar Yang Hyun Suk menghentikan tawa Se7en. ”Dia tak perlu tahu bahwa dia memiliki seorang kakak yang berkhianat, yang berdarah dingin, dan yang tak mempunyai hati sepertimu. Lebih baik dia tidak tahu apapun daripada harus mengenal dirimu, Se7en.”

Tatapan Se7en tajam, menusuk, dan menekan. Tidak dapat dipercaya bahwa Yang Hyun Suk yang pernah melihat berbagai jenis orang dari yang lembut hingga yang mengerikan pun dapat merasa gemetar karena tatapan tersebut. Namun bukan Yang Hyun Suk jika dia tidak melakukan perlawanan. Mata dibalas mata bukan?

Se7en terkekeh. ”Berkhianat?” Dia kemudian menggeleng kepalanya seolah kata yang dia ucapkan adalah sebuah lelucon konyol di telinga. ”Aku tak pernah berkhianat. Kalau pun iya, berkhianat pada siapa? Pada dirimu?” Kembali tatapan itu menusuk membuat bulu roma Yang Hyun Suk berdiri.

Yang Hyun Suk tahu bahwa yang ada di hadapannya sekarang bukanlah Choi Dong Wook, anaknya, melainkan Se7en, seorang callous yang dalam usia muda dapat menguasai salah satu negara adidaya tersebut. ”Kau tentu tahu maksudku, Se7en. Kau berpihak padanya, pada seorang Jung Yonghwa, Sang Pengkhianat.”

Hening. Tak ada satu pun yang berbicara hanya saling berhadapan dengan aura yang saling menekan satu sama lain, tak mau kalah dengan apa yang mereka percayai. Bunyi alarm memecahkan kesunyian di antara mereka terdengar dari pergelangan tangan Se7en yang menunjukkan angka tertentu. Sang Presiden melirik jam dan kemudian menatap kembali kepada ayahnya. ”Kau tak tahu bagaimana cara dia berpikir dan karena itu kau tak tahu bagaimana ini akan berguna bagi kita, ayah,” desis Se7en. ”Aku ingin menceritakan semua yang sebenarnya diceritakannya, namun tampaknya waktu tidak berkata demikian, jadi, sayonara.” Se7en mengedipkan mata sembari memberi salam dan kemudian menghilang, melakukan teleportasi waktu dan tempat yang hanya Tuhan dan pria itu yang tahu ke mana.

Yang Hyun Suk terduduk kembali, meletakkan tangan kiri di atas pahanya sementara tangan kanannya memijat keningnya. ”Aku memang bukan ayah yang baik,” bisiknya lirih. Diputarnya perlahan kepalanya hingga matanya tertuju pada sosok Chaerin yang tampak tertidur pulas, tak menyadari perang dingin yang terjadi di antara keluarganya yang tersisa. ”Karena itu, meski hanya dirimu, Chae, aku akan berusaha untuk menjadi ayah yang baik, yang dapat kau banggakan, yang akan mengembalikan senyuman di wajahmu dan juga kakakmu.”

Tak lama dia kemudian berdiri, menunjukkan ekspresi datar yang tak berperasaan. Kali ini, dia bukanlah Yang Hyun Suk, ayah dari Se7en dan Chaerin, melainkan seorang pemain di belakang layar dari negara Italia.

-x-

How could thou father
Both are thy children
Born by the same flesh

How could thou father
One was ignored and forgotten
Fallen into the deepest darkness

How could thou father
One was cared and loved
Naive about the harshness of the world

How could thou father
How could thou father

-x-

Siwon sedang berdiri di balkon, berpegang pada pagar yang membatasi dia dengan tanah yang berada lima lantai di bawahnya. Matanya menerawang entah ke mana. Pemandangan indah di hadapannya pun tak dihiraukannya. Sesuatu di dalam dirinya ingin memeluk Kibum saat pertama bertemu dengan sang zenith, namun sesuatu yang lain menghalangi dirinya karena apa yang kemudian dia pikirkan adalah sebuah kenyataan. Jika selama ini semua hanyalah rencana dan kebohongan dari seorang Kim Kibum, lantas apakah yang nyata dari semua yang ada selama ini?

Penny for your thoughts?” Sang master memutar kepalanya, menghadap ke arah pria yang berada di sampingnya sekarang. Jung Yunho mengikuti dirinya, menatap ke depan tanpa menikmati pemandangan yang terhampar di depan mata. ”Gajah di pelupuk mata tak kelihatan, sementara semut di ujung pulau terlihat. Apakah seperti itu peribahasanya?”

Hanya anggukan yang menjadi jawaban Siwon dan kembali dirinya kepada posisi semula. Dia tidak menduga bahwa Yunho akan berada di sini, then again, Siwon sudah tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Seolah misteri tak akan pernah habis. Begitu satu misteri terpecahkan, itu hanya akan membawanya pada misteri yang lain.

”Manusia selalu seperti itu, ketika di hadapannya ada sesuatu yang berharga, dia melepaskannya demi sesuatu yang lain, yang sebenarnya tak jauh lebih baik dengan apa yang ada di dekatnya semula, bukankah begitu?” Suara Yunho yang lembut memecahkan keheningan di antara mereka. Siwon mengerti apa yang dimaksud oleh Yunho dan dia hanya terdiam, tak ingin memberi tanggapan. Dan sebenarnya, Siwon sendiri juga tahu bahwa Yunho adalah bagian dari U-know yang tercipta, yang menginginkan hati seorang Jaejoong, namun takut dengan apa yang akan dihadapi.

Siwon tahu maksud perkataan Yunho. U-know yang menciptakan pribadi Yunho tidak sadar bahwa sejak awal yang dibutuhkan Jaejoong adalah diri U-know yang sesungguhnya, tetapi dia menciptakan Yunho dengan pembenaran bahwa inilah tindakan yang tepat. Namun, siapakah U-know untuk menentukan apa yang tepat dan apa yang baik pada orang lain yang bukan dirinya?

”Aku hanya berpikir, apakah U-know pernah berpikir akan perasaanku,” ujarnya diiringi kekehan pelan. Tak peduli meski tak ada respon dari lawan bicaranya, Yunho terus melanjutkan ucapannya. Siwon memang tak memberi tanggapan, namun Yunho tahu bahwa pria di sampingnya ini sedang mendengarnya. ”Jaejoong sedang tertidur sekarang. Sepertinya kelelahan karena menangis. Mengetahui bahwa di dalam dirinya sedang ada anakku, mungkin aku bahagia, mungkin juga tidak. Semua ucapanku terhadap Jaejoong, tidak sepenuhnya kebohongan, namun tidak sepenuhnya kebenaran. Aku bahagia saat tahu dia hamil, tapi aku tidak tahu apakah kebahagiaan itu –”

”Karena dia hamil anakmu atau U-know. Kau tidak tahu apakah bahwa dengan kehamilan Jaejoong akan membuktikan eksistensi kau nyata atau malah sebaliknya,” sela Siwon dengan nada datar. Wajahnya tetap tak menampilkan ekspresi apapun. Tangannya mengepal kepada pegangan pagar dengan kuat.

Yunho mengangguk. ”Ya, dan aku memang menyesal karena tak dapat melindungi Jaejoong hingga U-know keluar tapi entah kenapa aku juga bahagia –”

”Karena eksistensi U-know tidak sepenuhnya hilang. Karena dia muncul saat Jaejoong dalam bahaya,” sela Siwon lagi.

Yunho terkekeh. ”Kau tahu bahwa kau seharusnya membiarkan seseorang bicara sampai selesai meskipun kau tahu apa kelanjutan dari perkataannya.” Yunho melirik ke arah Siwon sebelum menghela nafas panjang. ”Yah, tapi kau benar. U-know melihat terlalu jauh, ke arah semut kecil yang sebenarnya tidak perlu diperhatikan eksistensinya. Dia tidak sadar bahwa sosoknya sendiri sudah menjadi sesuatu yang besar di dalam diri Jaejoong.”

”Hmm,” yang menjadi jawaban dari pernyataan Yunho.

”Mungkin Kibum juga sama. Kibum, Donghae, dan bahkan juga Yonghwa. Mereka melihat sesuatu yang terlalu kecil dan menganggapnya begitu besar dan melupakan sesuatu yang besar yang sejak lama ada di dekat mereka, yang sebenarnya sudah mereka miliki sejak awal.”

Bagai petir yang menyambar, seperti itulah kata yang tepat yang menjelaskan pernyataan Yunho bagi seorang Siwon. Yunho tidak hanya sedang menyinggung ketiga orang tersebut, tetapi juga dirinya. Kedua master kemudian saling bertatapan dan tak lama saling tertawa terbahak-bahak. Seperti ada sesuatu yang dilepaskan dari keduanya. Rantai yang mengikat mereka selama ini perlahan mulai terbuka kuncinya, melonggarkan mereka dari ikatan tersebut.

”Kau memang menarik, Jung Yunho,” ucap Siwon.

The same goes to you, Choi Siwon,” balas Yunho.

Tak ada yang mungkin dapat mengerti bagaimana sesuatu yang sederhana yang tak pernah terlihat sebelumnya dapat kemudian memberi jalan kepada Siwon yang tampak kebingungan. Dan Yunho, mungkin jika ini yang terbaik yang dapat dia berikan, dia akan melakukannya, demi Jaejoong, dan juga demi U-know yang sudah menciptakannya.

-x-

”Aku tak menduga bahwa kau akan berani ke tempat ini setelah sekian lama, Choi Dong Wook,” tegur Yonghwa. Keduanya saat ini berada di sebuah pulau yang disebut sebagai Pulau Dewata Bali, tempat yang memulai semuanya.

Se7en yang tengah terduduk di bawah pohon di tepi pantai hanya terdiam. Matanya terpejam, telinganya menikmati deruan ombak dan kicauan burung yang terdengar. Keheningan yang tak dapat dirasakannya saat kembali menjadi sosok seorang callous. ”Bagaimana dengan Hanbyul?” tanya Yonghwa dengan riang. Dia duduk di samping Se7en, menyandarkan dirinya ke pohon seperti yang juga dilakukan pria di sebelahnya.

Kembali Se7en tak menjawab meskipun salah satu topik tabu sudah dilontarkan oleh Yonghwa. ”Atau kau mau membicarakan soal Changmin?”

”Kalau kau mau membuatku membicarakan mereka, mungkin kau bisa memulai dengan apa yang kau lakukan terhadap tanganmu – tangan kananmu yang kumaksud, Ardent,” desis Se7en.

Memanggil Ardent adalah tanda bahwa Se7en sangat serius dengan perkataannya dan dia tak akan berhenti sampai menemukan jawaban dari pertanyaannya. Yonghwa tahu hal itu, tetapi dia hanya tersenyum dan membiarkan matanya menangkap pemandangan pantai yang sepi dan tak ada orang itu. Tentu saja, pantai ini adalah pantai pribadi miliknya maka bukanlah hal yang aneh jika tak ada seorang pun yang berada di pantai itu selain keduanya. Sebuah tempat yang pantas untuk sepasang kekasih yang tengah bermesraan.

Yonghwa terkekeh. Masalahnya dia dan Se7en bukanlah kekasih. Keduanya dekat, tetapi bukan dalam hal sehingga keduanya dapat bertindak begitu intim, lagipula keduanya sama-sama memiliki seseorang yang tak dapat tergantikan. ”Aku tidak tahu  bahwa pertanyaanku adalah sebuah lelucon, Ardent.”

”Tidak, aku hanya sedang berpikir bahwa tempat ini cocok untuk sepasang kekasih dan yang ada sekarang hanya kita berdua saja.”

Se7en memandang Yonghwa seolah orang yang di hadapannya sudah gila, tetapi kemudian dia juga ikut tertawa pelan. ”Ya, begitu menyedihkannya kita,” ejek Se7en.

Yonghwa mengangguk. Kepalanya terangkat menatap ke langit yang penuh awan. Begitu sejuk dan mendamaikan. ”Kira-kira apa yang sedang mereka lakukan saat ini ya? Apakah mereka juga sedang melihat langit seperti kita?” bisik Yonghwa.

”Hal apakah mereka melihat ke arah langit sekarang bukanlah hal yang penting, melainkan tangan kananmu.” Ucapan Se7en terdengar dingin dan tajam membuat Yonghwa kembali terdiam. ”Melihat Min Ho dan Dara di sana, aku dapat menebak apa yang kau lakukan. Boleh aku katakan kau bodoh?”

Kembali pria itu tertawa. ”Jika aku bodoh, maka kau lebih bodoh lagi karena mau mengabdikan dirimu pada diriku yang bodoh ini.”

”Ya, mungkin memang demikian. Mungkin memang aku sudah bodoh atau mungkin juga aku lebih pintar dari dirimu dan memanfaatkan kebodohanmu, tidak ada yang tahu bukan?”

Yonghwa tertawa pelan. ”Kau selalu menarik, Se7en. Sayang tak ada yang tahu mengenai hal ini.”

”Begitu pula dengan mereka yang tak tahu apa-apa dengan dirimu.”

”Lalu kau tahu tentang diriku?” sela Yonghwa. Kedua alis matanya terangkat, menantang Sang Presiden Amerika untuk menjawab pertanyaannya.

”Cukup tahu bahwa kau sedang melakukan sesuatu demi mereka yang saat ini mengejarmu hingga ke ujung dunia dan berjanji untuk mengulitimu hidup-hidup setelah menemukan dirimu.”

”Haha. Sebegitu parahnya mereka menginginkan diriku dan jawaban yang kutemukan rupanya,” Gelak tawa Yonghwa tak dapat berhenti. Dia semakin tertawa terbahak-bahak hingga akhirnya Se7en pun memutuskan untuk ikut tertawa pelan.

Begitu banyak tawa yang terdengar dan begitu banyak pula nantinya isak tangis yang tak akan berhenti. Karena sesuatu yang tenang, sesuatu yang indah suatu saat akan sirna. Bukankah ombak yang tenang suatu saat akan menjadi ganas? Atau saat matahari yang begitu terik tiba-tiba akan mendatangkan badai di kemudian hari.

Keduanya berhenti tertawa dan ekspresi serius kemudian terpasang di wajah mereka. Wajah seorang Ardent dan wajah seorang Se7en. Mereka kini bukanlah sosok yang dapat menunjukkan apa isi hati mereka, melainkan sosok seseorang yang memikul beban dan kewajiban akan sesuatu.

”Mungkin akan berbahaya dan mungkin akan tidak berhasil, tapi apakah kau masih bersedia, Se7en? Kau tahu kau bisa keluar dan membiarkan aku yang menanggung dosa ini sendirian,” bisik Yonghwa dengan lirih.

Se7en menggenggam tangan Yonghwa yang sudah menjadi batu, menyentuhnya dengan lembut seperti sesuatu yang berharga. Meski sekarang tangan itu sudah kasar dan keras seperti batu, bagi Se7en, tangan ini adalah tangan yang akan dia raih sampai saatnya tiba untuk melepaskannya. ”Bahkan sampai ke neraka pun aku akan mengikutimu, Yonghwa, itu sudah menjadi janjiku, janji setia seorang droid terhadap master-nya.”

Yonghwa tersenyum tipis, menutup matanya, mendongak ke arah langit, dan dalam sekejap keduanya menghilang, ditelan oleh lingkaran waktu dan tempat. Dulu, kiranya 100 tahun yang lalu, di tempat ini, sebuah janji dibuat dan mendatangkan sebuah perang dunia yang tak terelakkan. Sebuah negara dystopia tercipta. Sekarang, sebuah janji tercipta lagi, namun akankah janji ini mengantarkan kepada sebuah kehancuran yang lain atau kepada sebuah pengharapan, tidak ada yang tahu selain sang waktu yang sedang mulai melakukan peranannya.

-x-

Kibum berjalan dengan langkah gontai menuju ke kamarnya. Hari ini tampak begitu lelah bagi dirinya. Mulai dari Dara yang menghilang hingga kemarahan Siwon akan dirinya. Dia memegang dadanya yang mendadak terasa sakit saat mengingat bagaimana dinginnya mata Siwon saat menatap dirinya dan nada tajam yang ditujukan kepada dirinya. Ini adalah sebuah harga yang harus dia bayar, sedikit menyakitkan tetapi jika ini dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat yang lebih luas, maka apa yang harus dibayarnya sekarang bukanlah apa-apa. Sebuah pengorbanan toh memang harus dilakukan untuk menciptakan sebuah kedamaian bukan?

Namun tampaknya pengorbanan yang harus dilakukan Kibum harus ditunda dulu karena saat dia memasuki kamarnya, sesuatu – lebih tepatnya seseorang mendorongnya ke dinding. Tak memberi kesempatan untuk melawan, sosok itu menempelkan bibirnya pada bibir Kibum dan seketika itu juga perlawanan Kibum terhenti. Dia tahu pemilik bibir ini, tangan yang menyentuhnya saat ini, sesuatu yang sudah lama dia rindukan.

Tak ada kata yang terucap ketika dirinya dilempar ke atas kasur dengan sedikit kasar sementara yang melempar dirinya perlahan berjalan mendekati sosoknya yang sudah terbaring di atas kasur. Perlahan sosok tersebut mendekati ke arah cahaya, menampakkan sosok Siwon yang ekspresinya sudah dipenuhi dengan hasrat dan nafsu – seperti yang dialaminya juga saat ini. Siwon kembali mencium Kibum. Ganas. Nafsu. Penuh dengan penekanan dan kehausan. Dengan lihai, baju yang menempel pada keduanya sudah terlepas dan berada di lantai. Entah bagaimana caranya, akal sehatnya sudah tak dapat mencernanya ke dalam kata-kata.

Yang diinginkan keduanya sekarang hanya satu, saling menyentuh satu sama lain dan memastikan bahwa ini bukanlah mimpi. Badan Kibum melengkung ke atas, membuat tonjolan di dadanya bertemu dengan lidah Siwon saat tangan kanan Siwon menggenggam gundukan yang terlihat di bagian tengah celananya. ”Ahhh~” erangnya saat tangan Siwon sudah menyentuh kejantanannya dengan lembut secara langsung, tanpa ada kain yang menghalangi.

Dalam sekejap keduanya sudah tak memakai apapun, bertelanjang dada seperti saat mereka dilahirkan ke dunia ini. Lidah Siwon memulai aksinya, menjilati leher Kibum perlahan turun hingga ke dada Kibum. Mulutnya menghisap nipple tersebut seperti seorang bayi kepada ibunya. Tangan Kibum juga tak tinggal diam, dia menggunakan ini untuk menikmati tubuh Siwon yang gagah dan terlatih di hadapannya. Turun hingga menyentuh kejantanan sang master dan sedikit meremasnya memberikan rangsangan kepada pria yang berada di atasnya. Siwon berhenti menjilati dada Kibum, matanya menatap ke arah Kibum seperti serigala kepada mangsanya. Dia menjilati bibirnya kemudian kembali melumat bibir merah ranum di bawahnya.

Erangan kesakitan terdengar dari mulut Kibum saat jari telunjuk Siwon memasuki dindingnya yang tertutup rapat. Hanya satu jari dan Siwon menginginkan hal itu sampai Kibum meminta lebih. Kibum menggigit bibir bawahnya, menahan rasa impuls yang mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. Dia ingin membuka mulutnya, mengucapkan kalimat yang mungkin dapat membawanya ke dalam surga dunia, tetapi dia tak mau. Seperti ada sesuatu yang menahannya.

Siwon menyadari hal itu dari ekspresi Kibum maka dia hanya tersenyum tipis, memasukkan kemudian mengeluarkan jarinya dengan kecepatan yang stabil sembari tetap melumat bibir Kibum, tak membiarkan sekalipun pria yang bertubuh lebih kecil darinya itu mengeluarkan sepatah katapun. Dia mendekatkan tubuh mereka, menggesekkan miliknya dengan milik Kibum yang mulai menegang. Gesekan dan gerakan jarinya disesuaikan, menghadirkan ritme tersendiri hingga akhirnya hal itu menjadi rangsangan yang cukup bagi keduanya.

Tanpa ada kata yang terucap, keduanya tahu bahwa hal ini adalah sesuatu terintim yang dapat mereka lakukan saat ini. Dengan rahasia yang masih belum terungkap, hanya sejauh ini yang dapat mereka dapatkan. Sampai Kibum siap menceritakan semuanya dan sampai Siwon siap mendengar semuanya, sampai saat itu tiba biarlah hanya sang rembulan yang perlahan keluar dari tempat persembunyiaannya yang menjadi sahabat mereka.

-x-

Kangin tengah berjalan di sebuah lorong yang luas seorang diri ketika sesuatu –tepatnya seseorang – menghentikan langkahnya. Dia mengangkat wajahnya dan berhadapan dengan orang yang menyuruhnya melakukan semua ini – Yang Hyun Suk. Apakah Yang Hyun Suk sebenarnya adalah lawan atau kawan, Kangin sendiri tidak tahu. Dia bahkan juga tidak tahu apakah Yang Hyun Suk akan membawa mereka pada kehancuran atau kepada sebuah pengharapan yang baru. Kangin tidak tahu dan, sejujurnya, dia juga tidak peduli. Selama Yang Hyun Suk berjanji akan menjaga Heechul dan memberikan dia segala yang dia butuhkan, apa yang akan dikerjakan Yang Hyun Suk bukanlah urusannya.

Saat mata Yang Hyun Suk bertemu dengan mata miliknya, Kangin mengangguk untuk memberi sapa. ”Yang Hyun Suk-shi,” ujar Kangin perlahan.

”Kangin,” panggil Yang Hyun Suk. ”Bagaimana keadaan Heechul sekarang?”

”Sempat lebih baik, antidote yang dibuat oleh Hankyung berhasil mengembalikan tubuh Heechul seperti semula, tapi hanya untuk sepersekian waktu saja, satu jam paling lama.”

”Satu jam saja sudah cukup,” bisik Yang Hyun Suk yang tidak terlewat oleh telinga Kangin. Alis mata pria yang lebih muda itu terangkat, ingin menanyakan lebih jauh. Yang Hyun Suk yang mengetahui pertanda itu hanya menggelengkan kepalanya. Dia menepuk pundak Kangin perlahan seperti bahwa Kangin sudah mengerjakan sesuatu yang bagus. Yang Hyun Suk pun kemudian berjalan melewati Kangin begitu saja.

Saat Kangin memutar badannya, sosok pria tua itu sudah tak ada, hilang bagaikan ditelan angin begitu saja. Bukan hal yang mengejutkan memang, mengingat pria tua itu salah seorang callous pemilik kekuatan teleportasi. Pria itu hanya bisa mengangkat kedua pundaknya pasrah.

Prang.

Terkejut mendengar sesuatu seperti beling yang pecah membuat Kangin kemudian mempercepat langkahnya menuju ke kamar asal suara tersebut – kamar Heechul. Dia mendengar jeritan dari dalam dan dengan cepat membuka pintu. Bagai orang kesetanan, Heechul terus melempar benda apapun yang dapat dia temukan di dalam. Beruntung Kangin dan Hankyung sempat memindahkan semua benda-benda tajam untuk mengurangi damage yang ada. Pria cantik yang memakai gaun Cina layaknya seorang wanita itu terengah-engah karena kecapekan.

Heechul masih belum menyadari kehadiran Kangin. Dia kembali mencari apapun yang bisa dia lempar atau sesuatu untuk melampiaskan amarah yang tak dapat dijelaskan yang ada di dalam dirinya saat ini. Bahkan dia sudah tidak mempedulikan penampilannya yang sangat berantakan – rambut panjangnya yang acak-acakan, gaunnya yang sedikit robek, lengan bajunya yang tersobek seperti gelandangan, dan juga luka di wajahnya akibat dari lemparannya.

”ARGHHHHHHHH!” Heechul berteriak dengan kencang sembari menekan keningnya seperti menahan sakit. Sebuah tangan menghalangi Kangin saat pria itu hendak menghampiri Heechul. Tidak perlu melihat untuk tahu bahwa pemilik tangan itu adalah Hankyung, sumber dari semuanya. Mengetahui bahwa tampaknya situasi akan dikendalikan oleh pria Cina itu, Kangin memilih untuk mundur. Dia kurang lebih dapat menebak apa yang akan terjadi dan dia tidak menginginkan untuk berada di sana untuk melihatnya. Mengetahui sesuatu itu karena melihat lain dengan mengetahui sesuatu karena tahu. Akan lebih menyakitkan saat melihatnya secara langsung, seolah ilusi yang tak terlihat selama ini menjadi nyata dan tak bisa digantikan.

Sepasang tangan kekar merangkul Heechul dari belakang, mendekapnya erat terlepas dari usaha Heechul untuk melepaskan diri. ”Ssh,” bisik Hankyung. ”Aku di sini, aku selalu di sini.” Perlahan pria di dalam dekapannya mulai tenang. Hankyung meletakkan dagunya di sela-sela leher Heechul, mengecupnya dengan lembut. ”Aku tak akan pernah meninggalkanmu,” bisiknya lagi.

Bergetar. Dia dapat merasakan tubuh mungil yang dirangkulnya saat ini mulai bergetar perlahan dan suara isak tangis yang samar-samar terdengar menyayat hatinya. Bibirnya ditempelkannya pada pipi Heechul yang mulai basah. Lidahnya terulur, mendapati rasa asin di ujungnya. Detik berikutnya sepasang lengan melingkar di perutnya. Dapat dirasakan bahwa bajunya mulai basah namun dia tidak mempedulikan akan hal tersebut. Tangannya dengan lembut mengelus bagian belakang kepala Heechul dan punggungnya. Begitu lembut dan hati-hati seolah Heechul seperti sebuah porselen yang rapuh.

Apa yang sudah terjadi tak dapat dirubah. Bukan salah Hankyung bahwa virus yang dia kembangkan dapat berpindah. Bukan salah Heechul yang memutuskan menjadi seperti dirinya sekarang. Bukan. Dan bukan juga salah takdir karena apa yang terjadi saat ini sebenarnya akan membawa mereka kepada sesuatu yang lebih besar, yang mungkin akan lebih baik daripada kondisi mereka sebelumnya.

”Kau,” Pelukan tangan itu terlepas dan sekarang kepalan tangan itu mulai memukul dada Hankyung perlahan. ”Tidak boleh meninggalkanku, tidak boleh.” Kalimat itu lebih terdengar kepada sebuah permintaan dibanding sebuah perintah.

Hankyung tersenyum tipis, kembali menempelkan bibirnya di kening Heechul dan kemudian perlahan turun hingga menempel pada bibir ranum milik sang terkasih. Perlahan dia juga merasakannya, sesuatu yang hangat dan basah bergulir turun membasahi wajahnya. Semua terasa bagaikan mimpi, apa yang sudah terjadi dan apa yang mungkin akan terjadi. Namun Hankyung tahu bahwa terlepas dari semuanya, pelukan ini adalah sesuatu yang nyata, sesuatu yang cukup untuk membuatnya melangkah ke esok hari.

-x-

Suara ledakan bukanlah hal yang ingin ditemukan oleh Kibum saat matanya terbuka setelah kejadian tadi sore menjelang malam. Segera dia meloncat dari tempat tidurnya menyadarkan pria yang berada di ranjang yang sama dengan dirinya tadi. ”Kibum?” tanya Siwon yang masih setengah tersadar.

”Ledakan, bangun,” yang menjadi respon Kibum karena dia sedang terburu-buru mengenakan pakaiannya. Siwon yang mendengar kata ’ledakan’ membelalakan matanya dan kemudian bergegas menyusul Kibum yang sudah keluar dari ruangan tersebut.

Kerusuhan terjadi. Dilihatnya beberapa orang yang tidak dia kenal keluar masuk dari ruangan. Bahkan dia tidak pernah tahu bahwa ada orang sebanyak ini jika bukan karena ledakan tersebut. Kibum memasuki sebuah ruangan yang tampaknya merupakan ruangan utama. Di depannya terlihat begitu banyak layar yang menampilkan setiap ruangan dan lorong yang ada di sana. Beruntung kamar Kibum tidak ada, atau mungkin Kibum sudah mematikan kameranya, atau apa yang mereka lakukan akan tersiar.

”Apa yang terjadi?” tanya Kibum kepada salah seorang petugas yang berada di depan layar. Petugas yang merupakan seorang perempuanitu menarik salah satu layar yang menampilkan ledakan ke tengah-tengah ruangan sehingga dapat diproyeksikan secara tiga dimensi dan dilihat oleh semua yang berada di sana.

Shit!” umpat Kibum.

Siwon mengkonsentrasikan pandangannya ke arah tampilan 3D yang ada di hadapannya sekarang. Suara ledakan tadi tampaknya berasal dari pintu depan, tempat dia masuk tadi. Matanya mencoba mencari apa yang membuat Kibum terlihat begitu panik dan segera menyuruh petugas yang bernama Bom tadi untuk menutup semua pintu sehingga tak ada yang keluar atau pun masuk.

Asap yang mengepul di depan pintu depan perlahan mulai menghilang dan Siwon akhirnya mengerti. Se7en sedang berdiri tepat di depan pintu depan yang kembali tertutup setelah membuat barikade kedua. Matanya tertuju ke arah mereka yang Siwon tahu bahwa Se7en sedang melihat langsung ke arah kamera.

I believe you own something’s that belongs to me (Aku yakin kau memiliki sesuatu yang merupakan kepunyaanku).”

Changmin adalah nama yang terlintas di pikiran Siwon. Apakah sebegitu berharganya Changmin hingga Sang Presiden Amerika sampai rela melakukan semua ini? Jawabannya iya. Siwon sendiri sudah pernah mengalami hal itu. Kegilaannya akan Kibum hingga dia memohon kepada TOP, master dari Presiden Indonesia itu untuk bertukar tempat dengan dirinya hingga dia bisa menyelip masuk ke tempat Soo Man untuk menyelamatkan Kibum. Di saat yang sama pula dia kembali bertemu Sungmin, seseorang yang sudah dilupakannya, kalau boleh dia akui.

Though I do want him so much, but unfortunately, he is not yet what I need to have right now. Instead please give me my beloved U-know, opps, I mean Yunho.”

(Meskipun aku sangat menginginkan dirinya, sayangnya, dia belum kubutuhkan saat ini. Melainkan berikan aku U-know, opps, maksudku Yunho)

Kibum menggigit ibu jarinya, tanda bahwa dia sedang berpikir keras  akan sesuatu. Menginginkan  Kibum mungkin dapat dijelaskan oleh akal logika – mengingat Kibum adalah salah satu zenith dan pengetahuannya akan Savior juga kenyataan bahwa Kibum memiliki hubungan darah dengan Yonghwa – namun meminta Yunho?

Apa yang menjadi benang merah antara seseorang yang hanya menjadi seorang distributor doll dengan seorang Presiden Amerika ini? Penggelapan doll? Ataukah ada sesuatu yang tersembunyi?

”Aku tidak menduga kalau Yonghwa akhirnya akan tahu sejauh ini,” bisik Kibum perlahan.

”Sudah kuduga orang tua itu tidak bodoh.” Siwon membalikkan badannya dan mendapati Donghae diikuti oleh Daesung, Seungho, dan beberapa orang yang kurang lebih pernah dilihatnya dulu berada di ruangan tersebut.

Kibum menatap ke arah saudaranya. ”Bagaimana dengan Eunhyuk?” Donghae terdiam sejenak. ”Dia aman.” Hanya itu yang menjadi jawabannya. Kibum kemudian mengangguk dan kembali mengarahkan pandangannya kepada Se7en yang masih menatap mereka dengan gayanya yang santai.

”Jumlah kita lebih banyak darinya, jika dia mencoba menerobos masuk, sistem keamanan kita juga dapat mengurungnya untuk tidak dapat lolos, apa yang sebenarnya sedang kau pikirkan Kibum?” papar Daesung. Sebuah pertanyaan sederhana namun mengandung beberapa ironi.

”Jumlah kita tidak jauh lebih banyak darinya, Daesung,” balas Kibum. Dia mengangguk ke arah Bom dan gadis itu segera menekan sesuatu dan menggunakan sesuatu seperti infra merah sehingga dapat dilihat beberapa sosok lain di samping Se7en yang jumlahnya tidak dapat dikatakan sedikit.

Invicible. Sepertinya dia juga berada di dalamnya,” desis Seungho dengan sebuah seringaian di wajahnya.

”Kau tahu siapa?” tanya Siwon.

”Lee Joon, personil MBLAQ yang seharusnya sudah mati di tangan kami karena bermaksud berkhianat. Siapa yang menduga kalau dia ternyata masih hidup, mewah lagi,” kekeh Seungho. Terdengar nada sinisme di dalamnya yang membuat Siwon dapat merasakan dendam tak terlihat antara pria ini dengan pria yang bernama Lee Joon tersebut. Entah apa yang terjadi tampaknya ini akan menjadi sesuatu yang menegangkan namun menyenangkan.

Memiliki darah callous di dalam dirinya membuat sesuatu yang memicu ardenalin seperti ini membuatnya sangat excited. Pandangannya bertemu dengan mata Kibum yang entah kenapa dipenuhi dengan kesedihan. Seperti ingin meminta kekuatan dari dirinya.

”Kalau kau tak menjawabku, tak apa, Kibum, aku tetap akan mengambil Yunho, dengan atau tanpa persetujuanmu. Dan mungkin untuk dapat bertemu dengan Minku-ku walau hanya sebentar,” seru Se7en.

Kibum tahu bahwa jika dia menolak, pertumpahan darah tidak dapat terelakkan, meskipun mungkin tidak akan banyak, namun dia tidak menginginkan ada pengorbanan lagi. Sementara mengirimkan Yunho begitu saja keluar, Kibum tampaknya tahu apa yang sedang direncanakan oleh Se7en.

”Seharusnya aku tahu bahwa Se7en tak pernah berpihak kepada kita,” geram Donghae. Kepalan tangan di samping badannya cukup membuktikan bahwa dia begitu kesal entah karena pengkhianatan ini atau kepada kebodohannya.

”Satu-satunya alasan yang membuatku merasa ini masuk akal kenapa Se7en menginginkan U-know atau Yunho adalah koneksi pria itu di dunia hitam. Apakah itu yang dia inginkan?” tutur Siwon, tampak seperti bergumam.

”Benar, tidak dapat dipungkiri bahwa U-know adalah salah seorang Ordinary yang memiliki pengaruh besar di dunia hitam setelah Tan Heechul. Tapi tetap ada kepingan yang hilang. Kenapa harus U-know? Kenapa tidak mengambil Heechul saja?” ujar Kibum.

”Kecuali kalau dia sudah memiliki Heechul dan U-know adalah kepingan terakhir sehingga apapun yang diketahui oleh mereka berdua tidak akan muncul di permukaan,” sambung Siwon.

Kedua mata mereka saling bertemu pandang sembari membesar. Sesuatu tampak melintas di pikiran mereka. ”Tidak mungkin!” seru keduanya secara bersamaan.

”Hei, aku mengerti bahwa kalian tampak terlibat dalam pembicaraan yang menarik, tetapi bisa tolong kalian jelaskan kepada kita yang kepintarannya hanya rata-rata ini?” canda Donghae.

”Heechul dan U-know memiliki sebuah persamaan lain selain koneksi mereka di dunia hitam,” mulai Siwon.

”Keduanya mempunyai pengaruh besar di Rusia!” sambung Kibum.

Donghae yang berhasil memproses apa yang didengarnya barusan segera berteriak seperti orang kesakitan. ”ARGH! PERGI KAU ORANG TUA BRENGSEK. PERGI!”

”Kau mengatakan ayahmu brengsek? Kau seharusnya belajar tata krama, son.” Kalimat ini diucapkan dengan ringan namun seperti ada tekanan tersembunyi di dalamnya. Donghae tampaknya mulai menenang dan siapapun itu – Yonghwa – berhasil mengendalikan tubuh Donghae dengan sempurna.

Matanya terarah ke Kibum kemudian ke Siwon dan dia tersenyum lebar. ”Ah, long time no see. I believe you have what’s belong to me, my dear son.

(Ah, lama tak berjumpa. Aku yakin kau mempunyai sesuatu yang seharusnya kumiliki, anakku)

-x-

Dan benang yang kusut mulai terjalin
Menyatu membentuk sebuah rajutan
Hingga akhirnya apa yang terlihat tak sempurna
Menjadi sesuatu yang elok nan rupanya
-x-

To be continued…

-x-

Author Notes:

Wuhuu, apa kabar semua? Ada yang masih ingat dengan FF yang sudah ditinggalkan entah di mana ini? Haha.

Chapter 15 lho ini, CHAPTER 15, AKHIRNYA saya selesai ketik juga! /tebarconfetti/

To be quite honest, aku tidak tahu apakah fanfic ini masih layak untuk ditunggu, tapi perasaan untuk menyelesaikan ini tetap ada. Terlebih tampaknya ini akan semakin mendekati akhir *opps*

Di otakku sudah ada ending yang ’tampak’ namun entahlah, semoga itu adalah ending yang tepat untuk perjalanan ini (:

Maaf ya kalau blom sempat untuk balas review dkk, luar biasa sibuk gak tahu kenapa. Dan setiap kali udah ada kesempatan untuk ngetik, maunya tidur dan baca komik /plak

Ini chapter udah mau diketik dari tanggal 26 April, tapi malah baru bisa terbit sekarang. Hahaha. Tandanya sangat super lama  TT^TT

Oke deh, selesai curahan hati author yang gaje ini /plak/ Thanks for reading (:

Thanks to:

Silviana | hiddenpersonal | jikyu21 | reaRelf | arya | ezkjpr | bubblechacha | misaa | Mey_Haehyuk_Shipper | Nic30 | gyumin137 | puzzpit | Shofi | ucie cassiopeia | Ryuichi Zu | silver | Love boobear | niyalaw | LittleWonkyu | Haruka el-Q | shimax1 | jung hyera | Aicki sibum | minkahyuk | minhyo | awanmendung | Yunjaeship | babykyunnie | shin Haeri | AmandaChoiMinHaeBaoBei | puzZy cat | Adhelia Orchid | cindypungky |biitaabeats | rynscassie | Mia_Choi | AudreyLovina | Nidong | @rizkyrossaMB | 

Semua yang kalian tulis saya baca dan saya resapi (?) dan percayalah bahwa itu menjadi kekuatan saya bahwa ternyat apa yang saya tulis dapat meninggalkan sesuatu (?) di hati kalian juga :’)

Last, leave your trail behind? 😉

_Verzeihen

 

Advertisements

39 responses to “Chapter 15 – Beyond the Broken Ties

  1. Konbanwa eonni…. 🙂
    Yeiii… akhir.ny ada yg apdet #cipokeLeonni
    Untung ada notip d email jadi bisa buruan baca…. and then… huewww kog nyesek y Chullie monie ;( mungkin itu karma.ny dulu jahat sama Gege..
    And wae? Wae eonni? Kenapa appa yun?? Mesti ada udang dbalik tepung nihh… ada rahasia lagi kan ‘-‘)a
    Sempet bingung juga tadi.. udah lupa cerita.ny… hehee ._.v #peace tapi truz donk kog.. sayang g ada jaema n cwang disini…
    ‘Both are thy children’ itu thy typho bukan eon?? Ga tau juga :p
    Okehh… zhe tunggu yg laen apdet eon… annyeong 😀

    • Konbanwa juga
      /cipokbalik /eh
      Gak kok, itu emang udah takdir mreka, chullie gak jahat sama gege, tapi emang begitu (?)
      iyaaa, itu karena ada sesuatu yang yun punya yang diperlukan sama yonghwa.
      gpp kok, aku juga udah hampir lupa sampe harus baca2 lagi
      Nope, thy itu bahasa inggris kuno gitu yang kurang lebih sama dengan your.
      Thanks for waiting :*

  2. KAKKKKK EL!! huah akhirnya update:””””)))))
    aku bener2 lupa jalan ceritanya sama istilah2 nya had0h sampe baca ulang chalter2 sblmnya wakakak
    ini makin seru aaahhhhh dan kayaknya bakalan habis bentar lagi yah. tapi sebenernya mereka tuh maunya apa i mean yonghwa maunya apa-_-
    dan ugh ngeliat yonghwa ngelanggar sesuatu sampe rela tangannya jd batu kok sedih yah hehehe
    lanjut2 aku tunggu.
    jangan lupa yah slaveday nya wakakaakk kangenbgt nih♡♡

    -ezkjpr-

    • ezaaaa (?) iya akhirnya aku update juga ya :’)
      /bahagia/
      gapapa, aku juga kok, kemarin aku sambil baca2 juga hehe
      yonghwa maunya aku jadian sama changmin /ngarep/ LOL
      iya, aku juga sebenarnya sedih ngetiknya, pengorbanan yonghwa yang begitu besar tapi tak terlihat /ea
      thanks yaaa
      iya, slave day akhirnya udah kemarin /lemparconfetti/

  3. Hey El onnie. I rlly love ur ff kyaaa :3 masih layak banget ditunggu kok, but onnie please yang lain juga diterusin esp sex academy penasaran banget sama ceritanya

  4. yeeyyy… akhirnya chapter 15 brojol…
    love much this fict…
    masih penasaraan…. ayookkk di lanjuut…. !!! 🙂
    fellling sih (masih brani pake felling), yonghwa itu sebenernya org baik..
    ah udah gitu aja, mau bertapa dan berdoa lagi smoga next chap cepet brojol.. amin…

  5. waah! akhirnya keluar juga chap 15 kekeke~ untung saya liat e-mail :DDDD
    ini ff paling seru yg pernah saya baca loh!! daebak! ayo semangat bikin ini ff onnie!! ‘-‘)9

  6. el……ini fic udah lama banget gk di update….. ku kira gk bkal ada update tan sma skali…. akhirnya….. akhirnya…. setelah bertahun-tahun *lebay broken doll update juga…… ku tunggu update tan slanjutnya….. mkin pnasaran gmana endingnya……

  7. El-chaaaan, maaf selama ini aku jadi siders ): aku sudah baca ff el-chan dari ffn, waktu lihat summary broken doll disana aku sudah tertarik, sayangnya di pindah ke wp ini dan aku baru sempet buka beberapa hari ini): ternyata baguuus banget, walaupun agak bingung karna bacanya ngebut sih._. Anyway cepat update yaaa el-chan, semoga dapat pencerahan buat endingnya, dan sekedar request happy ending buat 5 main pairingnya yaa hihi ((:

    • gapapa kok, makasih ya udah mau baca ffku ^^
      iyaaa, habis di sana ffku didelete semua dari ffn, jadinya bete deh trus aku pikir cba bkin wp sendiri hehe
      hayo hayo, baca ulang lagi aja (?)
      happy ending gak ya x3
      mau happy ending gak ya… /plak

  8. author!!! tanggungjawab loh atas hipotesis yang di otak gegara baca fanfic ini!!!

    ditambah pusing gegara banyak yg reinkarnasi nya macam ini ‘Kibum+Siwon=Yonghwa=Kibum&Donghae=Kyuhyun’ bisa dikatakan ikatan antara donghae&siwon itu kayak kakek dan cucu

    terus lagi peran lee joon belum nampak jelas dan juga kenapa chaerin masih terbaring dan sungmin menghilang, bukannya sungmin juga punya peranan kuat tapi kenapa ngilang?

    Two Tumbs Up for noona inimah, keren sumpah,
    Keep Writting ya! (=

    • ha ha, kenapa? ada apa dengna fanfic ini /brick

      iya, kurang lebih, ikatan yang semakin lama semakin tidak jelas, saya juga bingung sendiri -bricked

      sungmin sedang disiapkan untuk hal terakhir x3 (sebenarnya sedang bingung memasukkannya gimana karena mau fokus ke tiga couple utama dulu) T_T

      thanks thanks, sure, keep writing :3

  9. Long time no see, eL-chan.
    makasi ya kak uda mau ngelanjut ini fiksi.
    lama banget loh nunggu.x. .
    Pas baca chapter 15 ini mau ga mau musti baca dr chapter 1 biar dapet feel.x. .
    tp beneran deh kak. Ni ff musti wajib di lanjut ampe ending. Ni ff punya greget tersendiri yg bisa bikin otak yg baca jungkir balik. . #plak.
    But still, kakak yg terbaik deh kalo urusan ff kyak begini.
    Pkok.x Mey tunggu ya kak kelanjutan ini cerita.
    Mey kmaren login pake Akun Mey_Haehyuk_shipper kak. .
    Pokok.x tetep semangat buat kakak.
    Gangbate. . ^^

    • gya gyaaa
      aku ingat id ini, aku kangen kamu /peluk /eh
      iyaa, soalnya emang udah agak lama banget ya fic ini
      sedih juga deh 😦
      hehe, klo udah bsa tamat asyik deh iya gak iya gak /bricked
      urusan ff kyk gimana maksudnya, haha xD
      siapp
      thanks a lot ya yg masih mau baca :3

  10. Kok sang cucu gak keliatan lagi eksistensi.y ?? #lirikKyu
    sebenar.y apa yg di rencanakan si Yong ??
    Sapa pula ibu kandung Kihae bersaudara ?? Apakah seorang savior juga?? Apakah salah 1 dari Lee Jong, Kang Min atau Lee Jung ?? Atau jgn2 eonni ku yg cantik si Park Shin lagiii ????

    • sang cucu sedang beristirahat bersama dengan sang umma :’D
      apa ya /pura2 mikir/
      Hmm, kan klo wanita itu bkan savior x3 tapi bsa jadi sih,tidakk ini jadi makin ribet nanti kk

  11. Nah kan aku belom komen -_- ini keren banget eon :3 makin penasaran ama kelanjutannya. suka ama momen sibum disininya hehhehe ^^ tapi agak lupa juga ama masalah2 yang ada di sini, jadi harus agak puter otak buat inget2. tapi keren banget kok ^^ di tunggu kelanjutannya ya.. btw ncnya sibum gak seberapa keliatan wkwkwkkw :v bagiku ._. maklumilah saya hahahha xD

    • makasih yaa ❤
      sama, aku juga lupa, jadi harus baca ulang lagi deh terpaksa uwu
      kkk, kan critanya ini masih pertemuan mreka setelah sekian lama (?) jadi gak langsung brutal dong -bricked xD

  12. akhirnya update juga setelah lebih dari 1 tahun
    welcome back eonni
    ceritanya gak ketebak sama sekali jadi bikin penasaran
    pokoknya ini ff wajib kudu perlu harus dilanjutin sampai end. soalnya ceritanya bikin penasaran banget
    semangat eonni

  13. Kyaaaaaa kapan eunyuk sadaaar DX
    Kasian si ikaaan
    Btw top gtoP ga keliatan??

    Kibum dan siwon bersatu ga anya soal ranjan tapi jua otak mereka eman nyatu kayanya iihihi
    Well ditunggu next chapnya^^

  14. Well, saya ga tau harus comment apa. Karena tiba2 saya jadi kasian sama seven. Hahaha. Aneh ya??? Makin lama saya seperti berada dipihak seven??

    Dan tetap masih penasaran dengan niat dan rencana yonghwa.

    Apakah donghae dipihak kibum dan memilih “mengkhianati” seven?
    Lalu bagaimana dg anak donghae dan eunhyuk, kyu? Bukankah Kyu berada “digenggaman” seven ya??

    Overalls, masih penasaran.. (°…°)v
    Fighting!!!! ♡

    And

    Cheers……….

    • tidak apa2 kok, sejujurnya emang dia cukup sedih 😦 karena banyak yang kira dia jahat (karena dirimu juga sih /plak)

      rencana yonghwa apa ya :3 yang jelas kalau rencana dia selesai maka kita akan sampai pada akhir 😉 kkk

      hmm nope, donghae tidak ada hubungan apa-apa terhadap se7en sih selain kalau mereka cma karena hubungan ‘kerja’

      kyu kyu, dia muncul kok di chap berikutnya ^.~

      cheers back :*

  15. Please… Segera lanjutin ceritanya saya udh penasaran bgt sama ending nya….

    Ditunggu selalu…
    Jangan pernah berpikir bahwa ff ini udah gak layak buat di tungguin

  16. maunya Yonghwa sebenernya apasih sampe semuanya pada jadi sibukk kaya gini masa… Tapi menurut saya Dalang dari semua ini bukan Yonghwa *eh

    Aduhhh demi apa ff ini tiap chapter kayanya dilanjutin setiap setahun sekali lol~
    Tapi saya tetep bakalan tungguin lanjutannya!!! Cepat update nim, Fighting!!!

Leave your trail behind

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s